Fate Part 13 [END]

inshot_20160705_144110.jpg

 

Hai! Akhirnya, ketemu sama bagian terakhir FF ini ya^^ Typo udah sebisa mungkin aku kurangin. Maaf kalau masih ada. Maaf juga kalau ini gak sesuai ekspektasi.

Ekspektasi sama realita gak pernah sejalan. Jadi, kalau yang memegang prinsip itu, pasti gak akan kecewa banget lah ya baca ini hihi peace.

Eiya, tanya dongsss. kalau aku buka PO kedua buat novel the possibility, pada mau nggak? Kalau mau komen yaaa kalau yang maunya banyak aku nanti buka POnya lagi.

Enjoy!

_o0o_ Continue reading “Fate Part 13 [END]”

Fate (History Long Version) Part 6

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Sudah dua tahun semenjak dibawanya Chanyeol ke Jerman. Kim Rae Ah merasakan kehampaan tanpa Chanyeol di sisinya.

Komunikasi di antara mereka bahkan tidak terjalin dengan baik. Tahun pertama, hubungan komunikasi itu masih berjalan lancar. Chanyeol dioperasi setelah beberapa minggu menjalani perawatan intensif di rumah sakit di jerman. Tubuh Chanyeol sudah lebih baik ketika terakhir kali Rae Ah menghubunginya. Laki-laki itu sudah kembali tampan seperti sedia kala.

Entah apa yang membuat Chanyeol tiba-tiba tidak pernah mau menjawab panggilannya. Laki-laki itu bahkan tidak melakukan kewajiban yang mereka sepakati, ia diwajibkan menelepon Rae Ah setiap pagi waktu Korea. Mereka kehilangan kontak. Tepatnya Chanyeol yang memutus kontak di antara mereka sejak delapan bulan lalu. Continue reading “Fate (History Long Version) Part 6”

Fate (History Long Version) Part 5

Bunyi yang dikeluarkan oleh kardiograf tersamarkan oleh isak tangis seorang Kim Rae Ah. Sangat memilukan. Sedih sekali melihat orang yang disayanginya terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.

Gadis itu memegang dadanya. Di sana, rasanya amat perih. Kalau saja bisa, ia ingin bertukar posisi dengan Chanyeol. “Bangun, Chanyeol!”
Continue reading “Fate (History Long Version) Part 5”

Confession

Suara decitan yang ditimbulkan oleh pintu sebuah kamar itu memecah keheningan. Seorang laki-laki dengan postur tubuhnya yang tinggi, melongokkan kepalanya ke dalam. Ia melangkah perlahan, menghampiri seseorang yang sudah terlelap di atas tempat tidur.

Matanya berbinar. Seseorang yang terlelap itu nembuat sesuatu dalam dadanya menggebu. Perasaan bahagia yang tak terkira. Orang itu, gadisnya, sangat ia rindukan. Tunggu, gadisnya? Setelah bertahun-tahun meninggalkannya, masih pantaskah ia menganggap gadis itu adalah gadisnya? Continue reading “Confession”

Fate (History Long Version) Part 4

Nuansa putih khas rumah sakit terasa begitu kental ketika Kim Rae Ah telah membuka matanya secara sempurna. Gadis itu memegangi kepalanya yang terasa sakit kemudian menengok ke samping kanannya. Yang didapatinya adalah dua orang laki-laki tengah terlelap dalam tidurnya. Kim Jongwoon -sang kakak pertama tidur di atas sofa panjang di dalam ruangannya dan Kim Kibum -sang kakak kedua tidur di kursi yang berada di sampingnya, menelungkupkan kepalanya ke atas ranjang. Ia mengernyit. Seingatnya, tadi ia sedang berada di bandara untuk mengantar Chanyeol. Chanyeol. Chanyeol bagaimana? Continue reading “Fate (History Long Version) Part 4”

Schwarzwäld

 

Kim Rae Ah menatap nanar ponsel hitamnya. Sudah satu minggu ini kekasihnya jarang sekali menghubungi. Pikiran buruk selalu menghantui pikirannya akhir-akhir ini. Apakah laki-laki itu sudah mulai bosan dengannya? Oh, ayolah. Sesibuk apapun kekasihnya, laki-laki itu tidak pernah absen untuk menanyakan kabarnya, apakah ia sudah makan atau belum, dan atau hanya sekedar mengatakan ‘aku mencintaimu’. Continue reading “Schwarzwäld”

Fate (History Long Version) Part 3

Previous Part: –Part 1Part 2

 

Suasana gelap di dalam kamar bernuansa full-orange ini tetap tidak mampu membuat seorang Kim Rae Ah terlelap. Bayangan ketika Kyuhyun menciumnya terus berputar-putar dalam benaknya. Gadis itu menatap langit-langit kamar dengan tangan berada di dadanya. Ia sedang berusaha menahan debaran di dalam dadanya. Debaran itu, entah kenapa terasa begitu menyenangkan. Ia pernah mengalami ini ketika untuk pertama kali Chanyeol menciumnya. Ya, ia juga terus berdebar setelahnya. Apakah mungkin ia menyukai Kyuhyun? Tidak. Di hatinya hanya ada Chanyeol, ia sangat yakin akan hal itu. Ini hanya efek keterkejutannya saja. Ya, benar. Lupakan saja, Kim Rae Ah!

Continue reading “Fate (History Long Version) Part 3”

Fate (History Long Version) Part 2

Previous part *Part 1 – 

 

Chanyeol tersenyum samar melihat Rae Ah menundukkan kepalanya begitu dalam. Chanyeol tahu, gadisnya itu merasa ketakutan sekarang. Sebenarnya Chanyeol hanya ingin mengerjai gadisnya ini. Chanyeol mengangkat tangan kanannya lalu mengusap puncak kepala Rae Ah. Rae Ah tertegun. Refleks ia mendongkkan kepalanya. Betapa bahagianya gadis itu ketika melihat cengiran menyebalkan khas seorang Park Chanyeol tercetak sempurna di wajah tampannya.

“Aku tahu. Aku hanya mengerjaimu, bodoh!” Rae Ah mengepalkan tangannya. Ia marah kali ini. Tidak tahukah Chanyeol betapa ia ketakutan? Ia takut Chanyeol tidak mempercayainya dan pergi dari kehidupannya. Mata Rae Ah berkaca-kaca membuat Chanyeol kalang-kabut dibuatnya.

“Rae, kau kenapa?” Rae Ah menepis tangan Chanyeol saat laki-laki itu akan menyentuh wajahnya yang telah berurai air mata.

Continue reading “Fate (History Long Version) Part 2”