The Fear

 

Aroma vanilla yang menguar ke seluruh apartemen mewah ini begitu menggoda penciuman seorang Cho Kyuhyun. Laki-laki yang baru saja menyelesaikan mandi paginya tersebut bergegas menuju sumber munculnya aroma tersebut, dapur. Laki-laki itu tersenyum. Sepertinya ia tahu siapa pelakunya. Continue reading “The Fear”

Advertisements

Back

Takdir seseorang terkadang seperti sebuah permainan. Hanya ada dua kemungkinan yang bisa saja terjadi. Kalah dan menang. Sayang, dalam keadaan nyata, takdir bukanlah tentang menang dan kalah. Ketika takdir meletakkan posisi kita di atas, bukan berarti kita menang. Sebaliknya. Ketika takdir meletakkan meletakkan kita di posisi paling bawah sekalipun, bukan berarti kita kalah telak. Takdir memang seperti itu. Akan tetapi percayalah. Tidak ada kalah dan menang dalam takdir. Tuhan telah menetapkan segala sesuatu untuk takdir yang harus kita hadapi. Continue reading “Back”

Beautiful November

Cahaya mentari pagi dengan malu-malu mengintip dari celah-celah jendela. Dua insan yang tengah tertidur mulai terganggu oleh kehangatannya. Salah satu dari mereka meggeliat, mengerjapkan mata untuk beradaptasi dengan sekeliling yang sudah mulai terang. Matanya perlahan membuka. Ia melihat ke arah samping kanan. Senyumnya merekah ketika dilihatnya seseorang di sampingnya tengah berusaha untuk bangun.

“Selamat pagi, sayang.” Ia mengubah posisinya jadi menyamping, menopang kepala dengan tangan kanannya.

“Tidak bisakah kau bangun setelah aku, Lee Donghae?” Donghae terkekeh pelan.

“Tanyakan hal itu pada dirimu sendiri, Hyunhee sayang. Tidak bisakah kau bangun sebelum aku, hm?” Hyunhee memukul pelan dada Donghae.

Continue reading “Beautiful November”

The Necklaces Part 1

 

Sore ini awan terlihat begitu gelap. Hanya dalam hitungan menit, hujan telah turun mengguyur permukaan bumi. Orang-orang berlarian untuk mencari tempat berteduh. Menurut perkiraan cuaca tadi pagi, hari ini tidak akan turun hujan. Prediksi manusia memang tidak selalu tepat, bukan? Ketika orang-orang sibuk berteduh, seorang gadis dengan balutan kemeja hitam berlengan pendek dengan rambutnya yang diikat, kaki jenjangnya dibalut celana jeans hitam dan sneaker putih masih setia diam di tempatnya berdiri, sejak dua jam yang lalu. Matanya menerawang jauh seakan jiwanya tidak berada di sana. Tatapan kosong yang sarat akan ketakutan. Tubuhnya bergetar halus. Bukan. Bukan karena gadis ini kedinginan akibat air hujan yang terus mengguyurnya. Sesuatu yang dilihatnya dua jam yang lalu yang membuatnya seperti ini. Continue reading “The Necklaces Part 1”

I Miss You

Lanjutannya yang kemaren-kemaren, nih! Yang belum baca, silakan diklik: Wake-Up dan I’ll Be Your Legs biar nyambung^^

 

***

 

Kediaman keluarga chaebol Kim sore ini terlihat begitu sepi. Rumah besar dengan segala fasilitas mewah yang begitu lengkap, hanya terlihat seperti sebuah pajangan. Kim Rae Ah menarik napas lalu menghembuskannya dengan kasar. Mata indahnya menerawang ke luar jendela di mana terlihat pemandangan yang begitu indah. Padang rumput luas yang di desain olehnya sendiri kini nampak tidak menarik lagi baginya. Padang rumput dengan taman aneka macam bunga di tengahnya. Continue reading “I Miss You”

My Handsome Hubby

One Hyde Park, London, United Kingdom.

 

Dentingan garpu dan sendok yang beradu dengan piring menjadi satu-satunya suara yang mengiringi keheningan sarapan pagi ini. Dua manusia yang telah terikat dalam tali pernikahan satu tahun yang lalu itu memang tidak begitu suka berbicara ketika makan.

Laki-laki yang menjadi kepala rumah tangga meletakkan garpu dan sendok di atas piring dengan rapi, pertanda ia telah menyelesaikan sarapannya. Diteguknya air putih untuk membersihkan mulut dan tenggorokannya dari sisa-sisa makanan. Laki-laki itu tersenyum simpul melihat sang isteri menikmati sarapannya dengan begitu khidmat. Ah, isterinya ini begitu cantik. Bahkan akan terlihat cantik dalam keadaan apapun. Continue reading “My Handsome Hubby”