[Mini-FF] Anything

Baca a/n di bawah, ya. Thanks.

***

Empat tahun yang lalu, di kala hidupnya masih sangat membosankan, Kyu Hyun akan berdiam diri di kamar sepanjang musim panas. Memang tidak selamanya, karena sesekali dia akan keluar untuk menemui teman-temannya. Namun, itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kesenangan yang ia dapatkan saat ini. 

Berdiri di samping perempuan yang sangat berarti bagi hidupnya. Perempuan yang namanya langsung terpatri di hatinya yang kosong pada pertemuan pertama mereka. Perempuan yang kehadirannya seolah menyelamatkan ia dari hidup yang menyedihkan. Kesepian. Penolong bagi jiwanya yang kosong. Hari ini, Kyu Hyun dan perempuan itu sedang menghadiri pesta pernikahan sahabat terdekat mereka. Pesta paling mewah yang mampu menimbulkan perasaan iri di hati perempuan mana pun. 

“Lee Dong Hae kelebihan uang,” gumam perempuan itu. 

Kyu Hyun tertawa pelan. “Dia orang kaya. Mengadakan pesta lebih mewah dari ini saja, jika istrinya meminta, akan dia kabulkan. Dan kita akan menjadi saksi kemewahan tersebut.”

“Aku tidak suka jika seseorang menghabiskan uangnya untukku.” Tersirat sindiran dalam kelimat perempuan itu, tetapi Kyu Hyun menanggapinya dengan teramat santai. 

Kim Rae Ah, perempuan tercintanya, tidak berasal dari keluarga sederhana. Apalagi serba kekurangan. Meski terlahir dari kalangan chaebol, Rae Ah sama sekali tidak menunjukkan kekayaannya. Ia bahkan bekerja sebagai direktur pemasaran di salah satu perusahaan Kyu Hyun yang  berlokasi di Provinsi Gangwon. Di sana pula mereka pertama kali bertemu. Jenis pertemuan tanpa drama. Keduanya berpapasan ketika Kyu Hyun melakukan visitasi. Lelaki itu merasa tertarik, dan tanpa basa-basi, ia mengajak Rae Ah berkenalan. Rae Ah mengetahui siapa lelaki yang mengajaknya berkenalan tersebut. Maka, dengan bermaksud sopan, ia menerima jabatan tangannya. Berlanjut hingga sekarang, berstatus sebagai pasangan yang akan menikah, dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

“Kau bahkan tidak menyukaiku,” gerutu Kyu Hyun.

“Tidak perlu mengungkit hal yang sudah berlalu, Mister. Now, I am beyond loving you.” Kyu Hyun menunduk, mengeratkan lingkarang tangan kanannya di tubuh ramping wanita itu. Membawanya semakin merapat hingga tiada ruang yang tersisa.

That’s why aku menjadi pria paling beruntung di muka bumi ini.” Senyum keduanya mengembang. Netra masing-masing menyiratkan sinar penuh cinta. 

“Bagaimana kalau kita pulang sekarang?” tawar Kyu Hyun. “Aku bisa membujuk Lee Dong Hae agar mengizinkan kita.”

Tawaran yang menggiurkan, tetapi Kim Rae Ah tidak bisa menerimanya begitu saja. Dong Hae dan Kyu Hyun berteman sejak kecil. Bisa dikatakan mereka tumbuh bersama, dalam lingkungan yang sama. Perempuan itu mengetahui dengan baik betapa berartinya kehadiran Kyu Hyun bagi pemilik pesta pernikahan ini.  “Sebesar aku menginginkannya, Lee Dong Hae sangat membutuhkan kehadiranmu di sini, Oppa.”

Kyu Hyun mendesah kasar. Bibirnya mengerucut jenaka, menyebabkan perempuan dalam dekapannya tertawa pelan. Kyu Hyun dan sifat kekanak-kanakannya, pikir Rae Ah. 

“Lagi pula,” ujar Rae Ah, “aku berencana untuk tidak melakukan apa pun denganmu sampai hari pernikahan tiba.”

Kyu Hyun terperangah, dengan serta-merta melepaskan tangannya dari tubuh perempuan itu. “Tidak, tidak, tidak. Aku tidak setuju. Katakan kau sedang bercanda, Kim Rae Ah.”

Ketika Rae Ah menggeleng sebagai jawaban, Kyu Hyun mengembuskan napas dengan kasar. Berkacak pinggang. Menatap Rae Ah tak percaya, lalu menunduk. Bibir bawahnya ia gigit sebagai antisipasi, agar tidak berbicara lebih banyak, dan membuatnya menyesal  di kemudian hari. 

Oppa, kau tidak bisa diajak bercanda, ya?” 

Kyu Hyun semakin dongkol. Untuk ke sekian kali dirinya terperangkap ke dalam jebakan gadis itu. Padahal, sudah sering Kim Rae Ah melontarkan rencana seperti itu, tapi kenapa … kenapa dirinya masih saja terjebak?

Lelaki itu mendelik tajam. Mengancam melalui tatapan tersebut. Mengatakan bahwa tiada ampun bagi perempuan itu.  Sementara itu, Kim Rae Ah terkekeh geli. Lalu, dengan hati-hati, dia mendekatkan diri pada Kyu Hyun. Melingkarkan tangan pada tubuh lelaki itu. Kemudian berbisik, “Ayo, kita temui Lee Dong Hae. Setelah itu ….” Kyu Hyun mengangkat alisnya yang sebelah kanan.

“Setelah itu?”

You can do anything, Oppa.

Anything?

Anything.”

Kyu Hyun tersenyum puas atas jawaban tersebut. Bahkan sebelum resmi berhubungan, Kyu Hyun tidak suka jika dirinya berada jauh dari Kim Rae Ah. Seolah perempuan itu memiliki daya magnet tersendiri. Kalau ada yang menanyakan momen yang paling ia sukai dalam hidupnya, adalah ketika ia dan sang kekasih bersama. Meski hanya duduk di depan televisi, berpelukan, dan saling bercerita tantang keseharian masing-masing.

“Ayo,” Kyu Hyun menarik tangan Rae Ah, “sebaiknya kita bergegas. Aku tidak ingin membuang waktu lagi.”


Well, well, well. Sesuai janjiku. Malem Minggu aku publikasiin mini FF. Jadi, bahasannya juga ringan-ringan aja. Karena ini memang mini. 

BTW, silakan add OA Traumland (ID: @pib9605t) di LINE. [at]-nya ditulis, ya. Kalian yang membutuhkan password, nggak perlu nunggu kubales. Cukup ketik judul (sesuai yang kutulis di blog ini), dan jawaban akan langsung muncul. 

Selamat malam!

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

8 thoughts on “[Mini-FF] Anything”

  1. sayang hanya mini ff .. coba kalau oneshoot pasti lebih seru ..
    to terima kasih untuk bacaan di malam minggu nya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s