[Sekuel] A Letter from Yesterday

Kala fajar menyapa

Embun tunggang-langgang

Kala senja merana

Petang meradang Continue reading “[Sekuel] A Letter from Yesterday”

Advertisements

I Apologize

tfo

SO, sorry karena udah PHP-in kalian. Bilangnya Minggu depan, eh, malah muncul Minggu depannya lagi. hi hi hi

Aku minta maaf untuk keterlambatan ini, juga untuk adegan yang aku cut. Begini, selama hiatus dari duna per-FF-an, aku mendapat banyak sekali ilmu, salah satunya mengenai makna tulisan. Sebenarnya, aku ingin menggagalkan cerita ini saja. tapi, berhubung sudah kuumumkan, makaaa kuputuskan untuk publish tapi dengan syarat memotong adegan vulgarnya.

Aku berhenti, tidak lagi menyuguhkan cerita erotis yang malah terkesan porno. Seseorang berkata padaku, “Apa yang kamu tulis, akan kamu pertanggungjawabkan di akhirat.” Nah, kalimat itu yang bikin aku berhenti. Ini juga alasan yang membuat aku berpikir keras untuk melanjutkan FF yang lain.

Kalau teman-teman semua kecewa karena adegan yang dipotong, tidak apa-apa, kok. Teman-teman boleh tinggalkan tempat ini. Saya sudah banyak dosa. Tidak perlulah mengajak teman-teman semua untuk ikut berdosa juga. Mohon pengertiannya. Terima kasih.

 

Setengah jam lagi aku publish, ya.

Sekian.

 

Salam,

 

kyubumgirl