Heartless Part 4

Heartless 2

 

Kyu Hyun

Dua puluh tahun lalu, aku memiliki kehidupan yang sangat sempurna. Seorang ibu yang sangat menyayangiku dan juga seorang kakak yang sangat kusayangi menutupi ketidaksempurnaan yang kumiliki.

Seorang ayah yang tak pernah peduli pada keluarganya dan lebih mementingkan perusahaan adalah satu-satunya ketidaksempurnaan yang kumiliki. Berkat ibu dan kakak perempuanku, aku tidak memedulikannya. Bagiku, hidupku sudah sangat sempurna selama ibu dan kakak perempuanku masih tertawa di hadapanku.

Namun, kebahagiaan itu hilang dalam sekejap. Malam itu hujan sangat deras. Aku telah sampai di rumah sesaat sebelum hujan mengguyur bumi. Aku lega, namun kelegaan itu berubah ketika ibu berkata bahwa kakak perempuanku belum pulang. Biasanya, sebelum pukul 10 malam, dia sudah berada di rumah.

Berjam-jam aku dan ibuku menunggunya di rumah. Hingga pukul 2 pagi, aku melihat kakakku menaiki tangga rumah dengan kondisi yang sangat berantakan. Bajunya robek di beberapa bagian. Tubuhnya menggigil. Ketika aku menghampirinya, dia hanya menangis dan merapatkan tubuhnya padaku. Ibuku ikut menangis melihat keadaan putrinya.

Berhari-hari setelah malam itu, kakakku baru mau membuka mulutnya tentang apa yang terjadi. Cerita yang mengalir dari mulutnya membuat amarah dalam diriku menggelegak. Kakakku diperkosa oleh orang terdekatnya. Aku tidak mengenal laki-laki itu, tapi aku tahu kakakku mencintainya. Emosi yang tertahan membuatku kalap hingga melempar barang apa saja yang ada di dalam kamar kakak perempuanku dan itu menjadi bumerang bagi kami.

Ayahku berada di rumah dan mendengar keributan itu sehingga memaksa kami untuk berkata yang sebenarnya. Aku pikir, ayahku akan berbuat sesuatu untuk membalas keparat itu, tapi tidak. Ayahku menganggap kalau keberadaan kakakku di sini adalah sebuah aib dan saat itu juga dia memutuskan akan mengirim kakakku ke New Zealand. Saat itu, aku tidak bisa melakukan apapun untuk membuat kakakku tetap tinggal dan mengubah pemikiran ayahku.

Sejak saat itu, hingga sekarang, aku tidak pernah lagi bertemu dengan kakak perempuanku. Ibuku sakit-sakitan, dan hidupku hancur. Hidupku yang hancur telah menuntunku pada masa kini, yang telah menghancurkan hidup orang lain.

“Kyu Hyun!” panggilan itu membuatku mendongak dan aku sadar bahwa dari tadi aku masih duduk di atas lantai dingin kantorku.

Wae, Hyung?” aku berdiri perlahan dan duduk di kursiku. Si Won Hyung berdiri di sana dengan tatapan yang hanya dia yang kuizinkan untuk menunjukkannya padaku. Tatapan mengiba yang selalu kudapat sejak enam belas tahun lalu.

“Aku bertemu dengannya,” ujarnya pelan. Aku tahu dia mengasihaniku dan kuizinkan. Hanya dia yang selama ini ada di sampingku tanpa menghakimi atas apa yang terjadi pada hidupku. “Aku melihat Grant,” lanjutnya.

Aku tersenyum simpul. “Dia tumbuh dengan baik, kan?”

Si Won hyung mengangguk membenarkan. “Dia sangat tampan dan sepertinya memiliki suatu hubungan dengan anakku.”

“Arin?” Si Won hyung berjalan ke arahku dan duduk di kursi di seberangku. “Ya, kau pikir ada berapa anak yang kupunya?” dia terkekeh.

“Bagaimana bisa?”

“Entahlah. Anak muda punya banyak cara untuk bertemu.” Aku tertawa. Si Won hyung benar. Anak muda memiliki banyak cara untuk bertemu, seperti aku yang bertemu dengan Rae Ah secara tak terduga. Mengingat hal itu, aku hanya bisa menyesal dan mengutuk perbuatan kejiku. Aku telah merusak pertemuan indah kami.

“Bagaimana menurutmu?”

“Apa?”

“Grant.”

“Dia tampan. Sangat mirip denganmu. Sekali lihat saja, aku bisa tahu kalau dia anakmu.”

“Kami berbeda, hyung,” ujarku lirih. “Tentu saja berbeda. Kau sudah tua sedangkan dia masih sangat muda,” katanya.

Hyung!” Si Won hyung tertawa. “Kami benar-benar berbeda. Dia bisa melindungi ibunya dari ayahnya, sedangkan aku, tidak bisa. Aku tidak bisa melindungi kakakku dari ayah dan aku menghancurkan ibunya.”

“Itu sudah berlalu, Kyu Hyun. Sekarang, yang harus kau lakukan adalah berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan pengampunan dari Rae Ah dan juga anakmu.”

“Bagaimana dengan yang lain? Hidupku, ayahku,”

“Berhenti menjadi egois, Cho Kyu Hyun! Hidupmu sudah hancur sejak kau menghancurkan hidupnya. Kau mempertahankan segala yang kau miliki sekarang, tapi kau kehilangan Rae Ah dan anak kalian untuk kedua kalinya. Itu yang kau mau?”

Si Won hyung benar. Bukan hidup seperti ini yang kuinginkan. Bergelung dalam rasa takut dan bersalah. Aku tidak pernah bisa makan dengan lahap karena selalu ada Rae Ah dalam benakku. Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kejadian enam belas tahun lalu selalu datang ke dalam mimpiku. Apa yang bisa kupertahankan sekarang? Hanya pengampunan dari Rae Ah yang kuinginkan.

Himnaera!

 

Rae Ah

Aku sedang merapikan kamarnya ketika Grant berteriak dari bawah. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku atas kelakuan Grant. Ada-ada saja yang dia lakukan setiap harinya. “I’m here!” aku berteriak sambil menutup pintu kamarnya. Menuruni tangga yang berkelok, aku melihat Grant di ruang tamu bersama seorang gadis. Aku tersenyum.

Grant tersenyum begitu melihatku menghampirinya. Dia memeluk dan mencium kedua pipi serta keningku. “Aku membawa seseorang, Mom,” ujarnya. “Ya, aku bisa melihatnya.” Aku menoleh pada gadis itu. “Siapa namamu, Cantik?”

Gadis itu tersenyum malu-malu. Ah, anak yang manis. “Arin. Nama saya Choi Arin, Nyonya.”

What a beautiful name. As beautiful as you.” Aku meraihnya ke dalam pelukanku. Aku mungkin akan terdengar berlebihan, tapi aku menyukai gadis ini hanya dalam sekali pandang. Aku melepasnya setelah beberapa saat. “Dein Verabredung?” tanyaku pada Grant dan dia hanya menyeringai jahil. Demi Tuhan, persis seperti milik Kyu Hyun!

Aku menggedikkan bahuku dan menuntun Arin untuk duduk. Setelah yakin gadis itu duduk dengan nyaman, aku berlalu untuk mengambil minuman dan beberapa camilan milik Grant yang ada di kulkas. Grant sangat menyukai makanan manis. Jadi, kulkasku penuh dengan cemilan manis miliknya. Ah, beruntung masih ada beberapa jenis kue kering dan beberapa cupcake.

“Aku harap, makanan ini sesuai seleramu. Ini semua kesukaan Grant,” ujarku sambil menyimpan makanan dan minuman tersebut di atas meja. “Terima kasih,” ujarnya. Gadis ini masih malu-malu serta polos dan aku yakin dia bukan seseorang yang manipulatif. Dia gadis yang baik dan aku sudah mengatakan ini sebelumnya –bahwa aku menyukainya.

Aku tersenyum. “Baiklah, sebentar lagi waktunya makan siang. Aku akan memasak and you guys take your time.”

Mom.” Grant memanggilku dan aku yang telah beberapa langkah jauh dari mereka, berbalik. “I love you,” ujarnya. Aku tersenyum dan kembali meneruskan langkahku.

Sejujurnya, aku merasa ada yang aneh dengan perilaku Grant beberapa hari ini. Dia mengucap cinta setiap hari, tapi akhir-akhir ini menjadi lebih sering. Aku tahu ada yang mengganggu pikiranya dan aku penasaran. Aku memang peka terhadap kondisi anakku, tapi aku tidak bisa membaca pikirannya.

Aku berkutat di dapur dalam waktu yang cukup lama karena aku ingin mempersembahkan yang terbaik untuk teman Grant. Teman spesial, aku yakin. Anak itu benar-benar berada dalam masa pubertas. Aku pikir, dia tidak akan menyukai perempuan mengingat tidak pernah sekali pun ia memperkenalkan teman perempuannya padaku. Ini adalah yang pertama dan aku senang. Grant harus mencoba banyak hal dan selama itu masih berada dalam batas wajar, aku tidak akan mengekangnya.

Mom,” aku terperanjat mendengar Grant memanggilku tiba-tiba. “Kau membuatku terkejut, Boy!” sungutku dan dibalas tawa olehnya. “I’m not sorry,” balasnya sambil terkekeh.

“Sudah berani, ya?” cibirku dan Grant masih terkekeh. Aku selalu mengusahakan agar hubunganku dengan Grant tidak kaku. Aku ingin Grant menganggapku seperti apa yang dia inginkan. Kakak perempuan, teman, dan segalanya. Aku mencintainya dan Grant mencintaiku.

I’m dating her. Is it okay, Mom?” Grant memelukku dari belakang dan menumpukan dagunya di bahuku. Aku mengelus pipinya dengan lembut dan tersenyum. “It’s really okay. She is fine.” Grant terkekeh.

I love you, Mom

“I love you, too.”

 

Kyu Hyun

Setelah kedatangan Rae Ah ke kantorku minggu lalu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Dan aku merindukannya. Sungguh. Aku bahkan belum melakukan tindakan apapun untuk mengatasi rumor yang mulai beredar di kota –tentang pencurian lagu yang dilakukan oleh pasangan suami-istri.

Aku tahu Rae Ah ingin membalaskan dendamnya padaku, tapi aku tidak akan melakukan apa-apa. Sudah cukup aku mengakuisisi perusahaannya –yang ternyata ia bangun sendiri tanpa bantuan secara materi dari orang lain. Tujuanku mengambil alih perusahaan itu adalah supaya Rae Ah bisa dengan mudah ditaklukan dan akhirnya bersedia menikah denganku. Akan tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya.

Sekarang aku tidak akan melakukan apa-apa  atas usaha Rae Ah membalaskan kehancurannya padaku. Karena aku sedang mendapatkan karmaku.

Beberapa hari ini, Kim Yi Ra –istriku, sedang sibuk melakukan berbagai macam klarifikasi mengenai lagu yang terakhir dibawakannya. Ceroboh. Aku sudah memberinya peringatan sejak pertama kali dia melihat lagu itu, bahwa lagu itu tidak akan kubiarkan jatuh ke tangan orang lain. Lagu itu belum selesai. Hanya aku yang tahu akhirnya seperti apa, dan perempuan bodoh itu dengan sembrononya merilis lagu tersebut.

Kim Yi Ra mengabaikan peringatanku  dan karena itu aku tidak akan membantunya. Aku tidak akan muncul di hadapan media untuk memberikan keterangan mengenai berita-berita itu.

Pintu ruanganku terbuka dan menampilkan sosok Yi Ra dengan aura iblisnya yang menahan amarah. Aku sudah memutuskan untuk menerima karmaku, dan sekarang aku tidak perlu lagi merasa terancam jika sewaktu-waktu dia membuka mulutnya dan menyebarkan video itu.

Jika aku harus hancur, maka hancurkan aku. As long as she forgives me.

“Keterlaluan! Aku mati-matian menyelamatkan nama baik kita berdua dan kau dengan tenangnya duduk di kursi sialanmu!” Yi Ra melemparkan tasnya ke atas meja kerjaku, mengakibatkan beberapa dokumen yang sedang kupelajari mrnjadi berantakan.

“Kau yang tak mendengarkan peringatanku. Jadi, berusahalah sekeras mungkin agar nama baikmu selamat,” ujarku tenang. Wajah Yi Ra memerah. “Aku akan menyebarkan video itu, Cho Kyu Hyun!” ancamnya. Aku mendengus.

“Sebarkan saja, Kim Yi Ra! Aku takkan peduli lagi. Kau sudah menyebarkan video itu sejak lama kalau kau benar-benar serius mengancamku.”

“Aku akan benar-benar melakukannya,” desis perempuan itu. “Can not wait to see the video goes viral. I am waiting for my destruction,” timpalku.

You are insane, aren’t you?!

I am not. I am fucking sane!” napasku memburu dan suaraku meninggi. “Get out of here! Right. Now!

You bastard!” Yi Ra pergi dari ruanganku. Aku menatap pintu yang ditutup dengan kasar oleh gadis itu.

Setelah kedatangan Grant di kantorku, aku sadar bahwa tidak ada yang kuinginkan lagi selain pengampuan dari anakku dan pengampunan dari Rae Ah. Aku ingin menebus kebejatanku meski itu harus dengan kehancuranku –aku tidak peduli.

Si Won hyung benar. Hidupku telah hancur sejak aku menghancurkan hidup Rae Ah.

Dan aku, menunggu karmaku.

 

Rae Ah

Hari ini, Grant mengikuti audisi. Agen hiburan milik Seung Hyub itu sedang fokus untuk melahirkan grup band handal. Aku tidak mengatakan padanya bahwa Grant, anakku, mengikuti audisi –sesuai permintaan Grant. Selama ini, aku memang selalu bercerita tentang anakku, tapi tidak pernah memperlihatkan fotonya. Aku setuju pada keinginan Grant untuk mengikuti audisi tanpa dikenali oleh salah satu juri. Well, aku ingin melihat sampai sejauh mana nepotisme mengalahkan orang-orang jujur.

Maka, dengan antusiasme yang menggelegak, aku duduk di ruang tunggu, berdoa kepada Tuhan agar Grant dapat mewujudkan cita-citanya sementara anak laki-laki itu berjuang bersama teman-temannya di ruang audisi, berhadapan dengan para Juri –termasuk Seung Hyub.

Aku sedang menunduk dengan mata terpejam ketika Arin berdiri di hadapanku. Aku tersenyum melihat Arin datang lalu memberi isyarat agar kekasih Grant itu duduk di sampingku. “Aku pikir kau tidak akan datang, Nak,” ujarku sambil merangkul bahu Arin dengan tangan kanan. “Aku tidak mungkin melewatkan kesempatan ini, Nyonya Kim.” aku tersenyum lebar mendengar balasan Arin.

Arin dan Grant adalah sepasang remaja yang baru mengenal cinta. Aku dulu pernah berada dalam kondisi yang sama dengan mereka, dimabuk cinta. Bedanya, perasaan mereka berbalas satu sama lain sedangkan aku tidak. Aku menyukai Kyu Hyun sementara Kyu Hyun tidak menyukaiku.

“Kau percaya Grant akan lolos?” tanyaku, dibalas anggukan penuh semangat oleh Arin. Lagi-lagi aku tersneyum puas. Sama halnya dengan Arin, aku juga yakin Grant akan lolos karena anakku adalah seorang pekerja keras.

Kyu Hyun adalah pekerja keras dan itu menurun pada Grant. Sudah pernah kukatakan kalau Grant mewarisi sebagian besar gen milik Kyu Hyun. Saat kuliah dulu, Kyu Hyun tak pernah berhenti untuk berusaha keras. Keluarganya memiliki nama besar, tapi dia tidak pernah berleha-leha layaknya pewaris sebuah kerajaan.

Okay, aku akan berhenti memikirkan Kyu Hyun. sial. Aku sudah mengatakan itu sejak memutuskan untuk bangkit dan berhenti meratapi nasib. Sejak tersadar bahwa kau harus melanjutkan hidup bersama calon bayiku, aku memang berhasil melanjutkan hidupku dengan benar. Aku mengurus Grant hingga sebesar ini. Akan tetapi, aku gagal dalam melupakan Kyu Hyun. Segala tentangnya, yang baik atau buruk, tak pernah berhenti mengusik hidupku.

Setelah Kyu Hyun mengakuisisi perusahaanku, aku berpikir bahwa Kyu Hyun akan berhenti berkeliaran di hidupku, maksudku di otakku, aku harus menyerang balik laki-laki itu. Well, sudah kulakukan dengan menyebar berita pencurian lagu oleh Kyu Hyun dan istrinya. Kim Yi Ra sibuk dari media satu ke media lain, belum lagi wartawan yang mengerubungi setiap langkahnya, untuk meyakinkan seluruh kalangan pecinta musik bahwa lagu itu adalah lagu miliknya.

Hal yang membingungkan adalah ketika Kim Yi Ra sibuk melakukan konfirmasi sana-sini, Kyu Hyun tidak pernah sekali pun terlihat mendampinginya. Beberapa hari yang lalu, Kyu Hyun datang ke sebuah acara penghargaan tanpa ditemani oleh istrinya. Biasanya, mereka tak pernah absen untuk terlihat mesra di depan umum. Hal itu memicu berbagai macam spekulasi dari masyarakat.

Untuk saat ini, membangun paradigma masyarakat tentang sesuatu yang semu yang ditunjukkan oleh Kyu Hyun sudah cukup. Simpan yang terbaik di akhir. Aku tidak peduli jika yang terbaik itu malah akan lebih menghancurkan diriku sendiri, dan mungkin Grant, karena aku sudah terlalu muak untuk menjadi lemah. Kyu Hyun harus tahu, bahwa seekor semut bisa menggigit seekor gajah jika sudah terlalu disakiti. Jelas, aku bukan seekor semut.

Baiklah, hilangkan sejenak, kalau bisa selamanya, Kyu Hyun dari pikiranku, karena sekarang anak laki-lakiku telah keluar dari ruang audisi dengan wajah yang tertekuk lesu –diikuti tiga orang temannya di belakang yang membawa alat musik masing-masing.

Grant mengangkat wajahnya, menatapku dengan tatapan yang terlihat… campur aduk?

“Kami gagal, Mom.” Suaranya terdengar begitu lirih. Segera setelah ia kembali menunduk, aku berdiri dengan kekuatan penuh dan memeluknya erat-erat. “Tidak apa-apa. Kalian sudah mencoba yang terbaik,” ujarku menenangkan sambil mengelus-elus kepalanya.

Mom, aku bukan anak yang membanggakan, ya?” aku ingin menangis mendengarnya berbicara dengan kesedihan yang begitu mendalam.

Ini adalah kegagalan pertama Grant dalam hidupnya. Selama ini, Grant selalu menjadi juara pertama di kelas, menjuarai beberapa lomba akademis yang diikutinya ketika kami di Jerman. Meski usianya belum genap tiga belas tahun waktu itu, Grant sudah menyumbangkan banyak sertifikat untuk dipajang di rumah kami, maksudku, kamarku.

Aku melepas pelukan kami, menangkup kedua sisi wajahnya dan tersenyum. “Grant, selama ini kau selalu berhasil menjuarai berbagai kajuaraan. Tidakkah kau berpikir kegagalan kali ini adalah ajang pembelajaran bagimu –bahwa tidak selamanya kita akan menjadi pemenang? Masih banyak kesempatan yang bisa diraih. Kalian masih sangat muda dan bisa melakukan berbagai hal untuk meraih cita-cita kalian ini. Mengerti?”

Grant tersenyum lemah. Aku tahu dia masih sedih, tapi aku yakin dia akan bisa menerimanya karena Grant adalah anak yang tegar. Grant menuruni sifat keras kepala Kyu Hyun, jadi, aku tahu dia tidak akan berhenti hanya karena gagal sekali.

Grant mencium kedua tanganku sebelum beralih menatap Arin yang masih setia berdiri di belakangku. Aku tersenyum, menepuk peundaknya lalu beralih pada teman-teman seband Grant, menepuk bahu mereka satu per satu. Memberitahu mereka bahwa kegagalan kali ini tidak akan menghilangkan rasa bangga siapa pun yang menganggap mereka membanggakan.

 

Kyu Hyun

Aku memerhatikan interaksi antara ibu dan anak itu. Sungguh luar biasa dan sangat menakjubkan. Aku benar-benar menyesal telah menolak kehadiran anak laki-laki itu. Aku tidak tahu bahwa memiliki anak akan semenakjubkan ini. Aku melihat banyak kesamaan antara diriku dengan Grant. Seandainya waktu dapat diputar, aku ingin kembali ke masa enam belas tahun silam, untuk memeluk Rae Ah dan merawat anak kami bersama-sama.

Sialnya, aku adalah seorang laki-laki bodoh yang tak bertanggung jawab, mengagung-agungkan nama baik keluarga besarku, dan membuat mereka menderita. Akibat dari kebodohanku, saat ini aku hanya bisa menyaksikan Grant yang sedang mengikuti audisi –dari jauh.

Aku ingin menghampiri mereka dan mengatakan pada Grant bahwa tanpa audisi ini pun aku bisa membuat dia terjun ke dunia musik. Aku tahu dari raut wajah Grant dan juga Rae Ah yang memeluknya, Grant telah gagal di audisi ini. Tapi aku juga tahu, Grant tidak akan membiarkan kesedihannya berlarut-larut.

Grant melepas pelukan ibunya dan menghampiri seorang gadis yang berdiri di belakang Rae Ah. Choi Arin, satu-satunya anak Si Won hyung. Aku tahu sekarang Grant sedang sangat bersedih. Syukurlah ada Arin di sana. Arin adalah gadis yang baik dan tidak akan memanipulasi orang lain, Grant beruntung memilikinya. Sebagai seorang ayah, seharusnya aku berada di sana dan menenangkan jagoanku. Tapi karena aku adalah seorang pengecut sejak dulu, aku hanya bisa menyaksikan kesedihan anakku dari jauh.

Benar-benar pengecut.

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

21 thoughts on “Heartless Part 4”

  1. Finally update. Thank u. Masi penasaran sebenarnya video apa sie yang mau dipakai yi Ra untuk mengancam Kyuhyun? Apa mgkn yi Ra tau klo dulu kyu memperkosa Rae ah dan merekam semua nya? Kyu klo kamu memang menyesal harus maju terus untuk bisa mendapat maaf dari Rae ah dan grant. Next update ditunggu ya…

    1. Meski ini cerita upadate nya lamaaa banget tp entah kenapa aku gak bisa lupa ama setiap partnya…detail ceritanya bener2 mudah dicerna dan bener2 detail…keren banget…dtunggu banget buat next partnya 🙂

      @musketeers : video yg dpunya yira pan udah di sebutin di part sebelumnya…kalo itu video tentang kyu yg lagi anuan ama rae ah…dan itu jg alasan kyu mau nikahin yira dan selama ini jadi suami takut istri ^^

  2. Nyampe lupa cerita sebelumnya, apa baru baca ini? Serasa familiar tapi aku bisa ngikutin,,,gimana bejatnya kyu,penderitaan rae ah sama grant,penyesalan kyu bahkan kehancuran hatinya. #fighting!

  3. akhirnya update juga…lama tapi tetep menunggu…ah, Grant gagal audisi…tp tak apalah..mungkin akan ada yg lebih baik dari ini..Kyuhyun pasrah amat dgn karmanya…pengen liat lebih banyak interaksi Kyuhyun dan Grant..ditunggu next partnya..

  4. pecahhhh juga ini ff ka.. ka kaya nya kurang panjang atau aku yg terlalu serius yah bacanya lagi melow dikkeut hahhaa
    video apa yah itu?rae ah jadi ibu yg hebat tapi cinta sama laki2 loser iyaaa tuhan itu memang adil yakkk 😂😂😂
    kaka author.. jgn lama2 yah ini lanjutnya. baper bgt nungguin mereka ini huhuuu.. semangat!!!

  5. Grant Udh segede itu, Udh tau yg namnya Cinta…

    Dan ternyata Aslinya Yi Ra itu jahat yak…
    Pants aja Kyuhyun gitu benci ke istrinya …

  6. Benr bener kosong ma part sebelymnya…

    Huaaa harus baca lagi tapi nama udah jengkel ma lyuhyun ealupun ga tau ma ctita sebelumnya

  7. Lo grant belum sebesar itu mungkin masih ada kemungkinan kyu dapet kesempatan buat memperbaiki kesalahannya, tapi grant udah jadi remaja pria yg akan ngelinduungin rae ah dari orang yg menyakiti mereka.sayangnya itu kyu, ayah yg udah nlantarin dia dari bayi

  8. woooohhhh sepertiny ceritanya sangat menarik eonn… aku baru baca part ini…

    karma itu pasti berlaku kyuhyunn…
    aku penasaran sama video yira
    buat ngancem kyuhyun …

    aku penasaran sama cast visualnya grant… yang ada di bayangan aku grant itu Jeno… huhu imajinasi berlebihh

    bat next nyaa semuga cpt updett

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s