Fate Part 12

Baca author’s note di bawah yaaaa

image

↕↕↕

Kyu Hyun mengelus lembut bahu Rae Ah dengan ibu jarinya, wajahnya ia sembunyikan di sela-sela rambut gadis itu, menghidu aroma shampoo yang menguar di sana. Mendapati Kim Rae Ah berada dalam pelukannya membuat Kyu Hyun semakin mengerti bahwa tidak ada hal lain yang ia inginkan selain kehadiran gadis dalam pelukannya ini.

“Kalau aku kembali ke Seoul, bagaimana?” tanya Rae Ah dengan kepala masih di atas dada Kyu Hyun.

“Kau akan kembali?”

“Tentu saja. Keluargaku ada di sana.”

“Tapi aku di sini”

“Kau tidak akan memintaku untuk meninggalkan keluargaku, kan?” Kyu Hyun tersenyum, mencium rambut Rae Ah lalu menjawab, “Aku tidak akan melakukannya. Aku hanya akan membawamu pergi dari rumah itu dan tinggal bersamaku.” Ucapan Kyu Hyun terdengar sangat meyakinkan dan wajah Rae Ah merona karenanya. Ia tidak tahu Kyu Hyun memiliki sisi seperti ini.

Lihat betapa ia bersikap seolah paling mengenal Kyu Hyun padahal tidak.
Rae Ah menegakkan tubuhnya, menatap Kyu Hyun dengan mata menyipit. “Jangan membuatku berharap terlalu banyak,” ujarnya.

“Aku tidak masalah kau berharap terlalu banyak padaku. Aku akan senang mengabulkannya.” Kyu Hyun mendekatkan wajahnya pada Rae Ah membuat gadis itu mengerjap gugup.

Mata Kyu Hyun fokus memandang bibir Rae Ah yang selalu terlihat menggoda. Kemudian ia menyentuhkan bibirnya pada bibir Rae Ah, tanpa tekanan atau pun nafsu. Ciuman itu lembut dan membuat hati Rae Ah menghangat.
Kyu Hyun mencintainya sedalam ini.
Romantisme yang tercipta diinterupsi oleh deringan ponsel Rae Ah. Dalam satu tarikan ciuman mereka terlepas. “Lagu itu khusus untuk keluargaku,” ujar Rae Ah dengan bibirnya masih sangat dekat dengan bibir Kyu Hyun dan napasnya masih menerpa hangat wajah laki-laki itu. Kyu Hyun mencium sekilas bibir itu kemudian menjauh, dalam artian memberi ruang agar Rae Ah bisa menjangkau ponselnya. Kyu Hyun tidak berpikir untuk memberi jarak pada posisi duduk mereka.

“Ya, Ki Bum.”

“Rae Ah, dengar aku. Aku akan meminta pihak perusahaan di sana untuk menyediakan pesawat dan kau harus segera pulang sekarang, oke?” Ki Bum terdengar panik dan Rae Ah tahu sesuatu yang buruk telah terjadi.

“Ada apa, Ki Bum? Jangan panik seperti itu dan jelaskan padaku!” Rae Ah hampir menjerit. Tepukan di bahunya membuat gadis menoleh dan menemukan Kyu Hyun menatapnya dengan tatapan apakah-terjadi-sesuatu-nya.  Rae Ah menggeleng ragu, tak yakin dengan apa yang terjadi di Seoul.

Rae Ah menunggu dan mendengar Ki Bum mengembuskan napasnya dengan kasar. “Ayah masuk rumah sakit dan melihat dari lamanya pemeriksaan, yang ini lebih parah dari sebelumnya. Pulang sekarang, oke?”

Rae Ah tidak bisa merasakan napasnya. Ia telah kehilangan Chan Yeol beberapa tahun lalu dan mendengar berita tentang ayahnya yang masuk ke rumah sakit adalah hal besar besar yang tidak pernah ingin ia hadapi. Ia tidak ingin kehilangan lagi untuk kedua kalinya. Tidak akan pernah siap.

Sementara terjadi kemelut dalam benak gadis itu, Kyu Hyun mengambil ponsel Rae Ah yang ternyata masih tersambung. “Ini aku, Kyu Hyun. Apa yang kau katakan padanya?” dari nada bicaranya semua orang akam tahu bahwa Kyu Hyun sedang marah. Laki-laki itu marah karena Ki Bum telah membuat kekasihnya  berubah menjadi sedih dalam sekejap.

“Ayah kami sakit. Aku tidak bisa menunggu untuk mengatakannya karena dia tidak menyukai itu dan akan marah besar padaku.”

“Brengsek! Terima kasih.” Setelah mengucapkan itu Kyu Hyun kembali pada Rae Ah yang duduk di sampingnya dengan tatapan kosong. Gadis itu tidak menangis tapi Kyu Hyun tahu gadisnya sangat terluka. Kemudian Kyu Hyun meraih Rae Ah ke dalam pelukannha, memberi tahu gadis itu bahwa sekarang ada Kyu Hyun untuknya bersandar dan menumpahkan segala kesedihan.

“Ayahmu akan baik-baik saja. Aku akan menemanimu pulang,” katanya. Kyu Hyun mengelus punggung Rae Ah dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang. Gadisnya ini pernah kehilangan dan ia tidak ada di sampingnya. Sekarang, meski ia tidak bisa menjanjikan semua akan baik-baik saja, tapi Kyu Hyun bisa berjanji bahwa Kim Rae Ah memilki dirinya untuk berbagi kesedihan.

Kyu Hyun tidak mengatakan apapun ketika Rae Ah mulai menangis dengan suara yang begitu pilu dan menyakitkan. Laki-laki itu menghentikan sejenak usapannya untuk mengambil ponsel di saku celananya kemudian menghubungi sekretarisnya.

“Siapkan pesawat. Dalam satu jam aku akan berada di bandara dan semua sudah harus selesai. Aku akan terbang ke Seoul.” Tidak peduli kalau sekretarisnya kebingungan mendengar perintahnya yang tiba-tiba. Tidak peduli sekretarisnya akan berpikir macam-macam kepadanya karena suara tangis Rae Ah yang begitu kencang, Kyu Hyun memutus sambungan dan kembali menenangkan gadisnya.

“Kim Rae Ah, dengar aku.” Kyu Hyun meraih wajah Rae Ah dari dadanya, menangkup wajah gadis itu kemudian melanjutkan, “Kau harus tenang. Sebentar lagi kita akan terbang ke Seoul. Tenangkan dirimu, oke?”

Rae Ah menatap Kyu Hyun dengan merana dan mengangguk seperti anak kecil yang patuh pada nasihat ibunya. Kyu Hyun tersenyum, mengecup kening Rae Ah, lalu kembali membawa wajah gadis itu untuk menekan dadanya. Kyu Hyun mencium puncak kepala Rae Ah dan kembali menepuk-nepuk pelan punggung Rae Ah.

Setelah beberapa lama, tangisan Rae Ah tidak lagi terdengar, tergantikan oleh napasnya yang teratur meski masih diselingi oleh isakan-isakan kecil. Kyu Hyun menghela napas lega. Ini memang yang ia inginkan. Daripada melihat kekasih hatinya menangis dan ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikannya, lebih baik gadis itu tidur dengan damai. Dengan tidur pula Kyu Hyun yakin Rae Ah akan melupakan sejenak kekhawatirannya.

Setelah memastikan Rae Ah tidur dengan benar, Kyu Hyun membopong gadis itu menuju elevator. Menciptakan keributan di lantai paling bawah perusahaan karena untuk pertama kalinya Cho Kyu Hyun terlihat begitu peduli pada seorang gadis. Kyu Hyun bahkan menggendong dan menatap gadis itu dengan sepenuh hatiya.

Airport,” ujar Kyu Hyun begitu sampai di mobil. Sopirnya mengangguk sambil membuka pintu belakang.

Kyi Hyun membantu Rae Ah masuk terlebih dahulu baru kemudian dirinya. Di dalam, Kyu Hyun mengangkat Rae Ah ke dalam pelukannya. Mencium dahi gadis itu, mengelus wajahnya dengan lembut, kemudian mencium kembali dahinya, dan terus belanjut hingga mereka tiba di bandara. Anehnya, Kim Rae Ah sama sekali tak terganggu oleh perbuatan Kyu Hyun dan hanya menggeliat pelian dan menaruh tangannya di dada Kyu Hyun.

Sesampainya di bandara, Kyu Hyun langsung menuju pesawat yang ia yakini telah disewa oleh sekretarisnya dari Wayne Airlines, perusahaan milik kakak sepupunya yang teramat kaya. Saking kayanya hingga mengirimkan salah satu pesawat paling nyaman dan mewah dengan segala fasilitasnya. Jangan lupa untuk mengingatkan Kyu Hyun agar berterima kasih pada pada sepupunya tersebut.

↕↕↕

Kim Rae Ah menggeliat pelan, merasakan hangatnya pelukan seseorang di tubuhnya dan kerasnya dada yang menjadi sandaran kepalanya. Rae Ah tersenyum kemudian membuka mata, menatap orang yang memeluknya dan bersyukur bahwa ini bukanlah mimpi. Bahwa ia berada dalam pelukan seorang Cho Kyu Hyun.

“Ini di mana?” tanya Rae Ah dengan suaranya yang parau.

Kyu Hyun tersenyum melihat Rae Ah telah bangun. “Seoul,” jawabnya.

“Jadi, aku tidak bermimpi ketika kau mengatakan kita akan terbang ke Seoul?” Kyu Hyun mengangguk. “Terima kasih. Dan maaf karena aku kau harus meninggalkan pekerjaanmu.”

Kyu Hyun masih tersenyum sambil merapikan rambut Rae Ah. “Jangan meminta maaf karena ini adalah keinginanku. Aku akan melakukan apapun untukmu, Cantik.”

Rae Ah memukul dada Kyu Hyun pelan dan Kyu Hyun meringis sakit. “Aku baru satu hari menjadi kekasihmu tapi kau sudah membuatku berharap terlalu banyak untuk kesekian kalinya.”

“Sudah kukatakan aku akan mengabulkan semua harapanmu. Sebanyak apa pun itu. Jadi, jangan ragu untuk berharap sangat banyak padaku.”

Mendengar balasan Kyu Hyun membuat Rae Ah ingin menangis. Ia tidak pernah tahu bahwa Kyu Hyun memiiki sisi yang manis seperti ini. Kemudian untuk membendung air matanya, Rae Ah mengangkat wajahnya dan mencium bibir Kyu Hyun dengan cepat lalu berkata, “Aku mencintaimu.”

Kyu Hyun tertawa geli. Laki-laki itu mendekatkan wajahnya pada wajah Rae Ah dan langsung mencium bibir gadis itu. Ciuman yang cukup lama untuk dihentikan oleh sebuah ketukan di jendela. Kyu Hyun dan Rae Ah tertawa. Keduanya berpaling ke arah jendela dan menemukan Hyun Seok sedang mengintip.

Sebelum take off Kyu Hyun menghubungi Ki Bum dan meminta seseorang untuk menjemputnya. Kyu Hyun tidaj menyangka bahwa yang menjemput adalah Hyun ahjussi dan bukan sopi yang lainnya. Sekarang mereka telah sampai di pelatatan rumah sakit dan kehangatan pelukan Kyu Hyun membuat Rae Ah tak menyadari bahwa mereka berada di dalam mobil dan langit telah benar-benar gelap.

TBC

Holaaa! Aku bawa Fate Part 12. Ini pendek karena aku ngetiknya via hp. Di sini cuma ada KyuRae momen. FYI, part selanjutnya udah benar-benar tamat. Aku jamin bakal panjaaang banget tapi gak bakal cepet2.

Oiya, untuk password jadinya aku buka sekarang. Kalau nanti takut lupa. Dan berhubung aku gnti hp dan email yang aku pakai buat FF Heartles gak aku inget paaswrdnya, jadi aku kasih cluenya aja. tapi janji kalian bakal komen. Janji?

Nah, buat kalian yang suka malang melintang di wattpad, jangan lupa follow akun xxgyuu itu akunku dan udah ada satu cerita tpi baru tiga chapter. Genrenya romance dan casnya fiksi alias bukan ff. Ada kyubumgirl juga sib tapi di sana postnya ya ff yang udah aku publish di sini. Itu pun baru Reason doang.

P.s. Selamat Hari Raya Iedul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. aku bener2 minta maaf buat sega kesalahanku selama ini.

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

24 thoughts on “Fate Part 12”

  1. Serasa bukan KyuHyun ya, lembut banget jadi cowok. Wkwkwkwk…. Yesungie, aku pengen digituin. Hahahaha…

  2. Ya ampun kyu begitu sayang sama rae ah bagai menjaga lebih dr berlian begitu halus lembut dan romantis mdhn” hub dan cinta mereka rak da gangguan dr orang ke tiga

  3. nahhhhhh ini dia fate yg aku baca haha jd ada 1 judul fate lainnua yg pas aku baca tuh ngerasa asing gitu karena ternyata emg bukan fate itu yg aku baca hahahahaha aku lupaaaa bgt apa nama wpnya jd aja lost gitu berharap nunggu updatetan aja udah huh btw iyahhh ini pendek sekaliii tp isinya kyuhyun raeah semua jadi tetep gemaaaayyyyy hihi nah bahkan raeah yg tadinua bersedih ria aja eh karena kyuhyun bisa sejenak lupa gitu huhu disayang dicintai segitu banyak mah siapa yg gamaoooooo huhuhu ditunggi lanjutannhaaaaaaa

  4. annyeongggg…ualh ini lebaran bc yg manis” jd diabet nih hhhh,kyuhyun romantis bgt sk y ampun kyk bukan kyuhyun

  5. Ahhhwalaupun sedih karna bapa rae ah sakit tapi disni mereka romantis bgt….
    Aku jadi iri dg apa yg kyuhyun kasih ke rae ah

  6. 1 part lagi,happy ending kan???. y iya lah,kasihan kyunya lo sampai sad ending. udah merana sekian lama pwisahdari rae
    ah,tinggal nunggu bahagianyea aja…

  7. minal aidzin wal faidzin ne 🙂
    udh lumayan lama ga visit blog n baca ff disini.. jujur kalo ga salah inget aku baca ff “fate” itu br dampe part 3 deh #kalogasalahya kkkkk… tapi nnt aku lanjut baca lagi coz ini mau end ya… agak ga ngerti juga coz lgsg lompat baca begitu buka blog disuguhi part 12… but ditunggu next part nya… supaya ga penasaran nnt pas lanjut baca di part 4 kkkkk ^^v

  8. Ceritanta seru… aku belom komen di part sebelum2nya mian!!…
    Btw aku part ini sweet bgt kyunya mau domg satu cowo kyk gini ;;).. nextnya diusahain cpt dong thor…

  9. seru banget,, romantisnya kyuhyun,,, baca part ini jadi senyum senyum sendiri,, part ini kurang panjang,,,, terlalu nikmatin jadi ga sadar udah tbc,,, ga sabar nunggu kelanjutannya,,,, ditunggu kelanjutanya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s