Blacklist

Blacklist

 

Hidup adalah pilihan. Aku mempercayai kalimat itu. Hidup memang pilihan. Menjadi orang baik atau jahat, menjadi anak penurut atau anak pembangkang, menjadi pemimpin atau yang dipimpin, itu semua adalah pilihan. Segala yang aku lalui, aku percaya, merupakan hasil dari pilihan yang telah kubuat.

 

Namun, ada satu hal yang tidak kupilih. Menjatuhkan hatiku pada seorang lelaki. Aku tidak bisa memilih untuk mencintai seseorang. Rasa cinta itu muncul begitu saja tanpa bisa kubendung. Seandainya aku bisa memilih, aku tidak akan pernah menjatuhhkan hatiku padanya, pada seorang penyanyi.

Aku bukan seseorang yang menyukai showbiz. Bagiku, dunia itu teralu gemerlap sekaligus gelap. Aku tidak pernah berpikir akan terlibat dengan seseorang dari dunia tersebut. Sekarang bahkan aku mencintai lelaki itu. Aku sangat mencintainnya.

Cho Kyu Hyun adalah seorang penyanyi. Ia cukup terkenal di kalangan anak muda. Tidak, bukan kata cukup untuk menggambarkan popularitasnya. Sangat adalah kata yang pantas. Benar, Cho Kyu Hyun, kekasihku sangat terkenal.

Kyu Hyun memiliki wajah tampan dengan mata yang bulat. Matanya memang hasil polesan tangan kreatif seorang dokter tapi aku tidak peduli. Aku pikir, orang-orang di luar sana juga tidak peduli. Kyu Hyun tidak merubah apapun pada wajahnya selain mata. Ia memiliki badan yang cukup tinggi, meski tidak setinggi Changmin –sahabatnya.

“Hai, sayang. Sedang apa?” aku menoleh ke arah pintu kamarku. Kyu Hyun berdiri di sana dengan senyuman cerianya. Aku selalu merasa duniaku baik-baik saja setiap kali melihat senyum itu.

“Hanya memeriksa beberapa e-mail masuk dari sekretarisku,” jawabku seraya membuka tab e-mail di tabletku. Aku tidak ingin Kyu Hyun tahu bahwa sesungguhnya aku sedang mengikuti perkembangan album barunya.

“Apa yang kukatakan mengenai tidak ada pekerjaan di atas jam dua belas malam?” aku menggeser pantatku setelah menyimpan tablet di atas menja nakas untuk mendekati Kyu Hyun yang duduk di tepi ranjang dengan matanya yang memicing tajam.

“Kau akan menghukumku.” Aku mencium bibir penuhnya. Mengalungkan kedua tanganku di lehernya dan Kyu Hyun memberi respons dengan melingkarkan tangannya di pinggangku. Aku menyukai hukuman yang Kyu Hyun berikan ketika aku melakukan kesalahan.

Napas kami terengah, beradu kehangatan setelah Kyu Hyun melepas tautan kami, tapi wajahnya tidak menjauh. Aku menatap bibirnya yang masih terbuka. Bibir yang selalu mengucapkan kalimat-kalimat cinta untukku, bibir yang selalu membuatku merasa amat dicintai melalui kecupan-kecupannya di wajahku, bibir yang selalu membuatku tenang ketika membentuk senyuman cerah, dan bibir yang selalu mengalunkan kalimat-kalimat romantis yang berpadu dengan nada-nada indah membentuk sebuah harmoni.

“Seharusnya aku mengganti bentuk hukuman agar kau menjadi penurut,” ujarnya setelah membawaku duduk di atas pangkuannya. Aku terkekeh kemudian mengecup kembali bibir Kyu Hyun.

“Sangat menyukai bibirku, ya?” Aku mengangguk. Kyu Hyun tertawa pelan kemudian menyentuhkan bibirnya dengan bibirku. Kami kembali berciuman.

“Lusa aku akan sangat sibuk untuk mempromosikan album baruku. Maka dari itu, malam ini aku menginap.” Aku menghela napas panjang-panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan seraya mengangguk. Aku tidak suka ketika Kyu Hyun menjadi sangat sibuk.

“Hei, aku masih promosi di Korea. Kau bisa mengunjungiku kapanpun kau mau.” Kyu Hyun menangkup wajahku dengan kedua tangannya.

“Aku tidak mau. Mengunjungimu sama saja dengan mengunjungi wartawan.” Kyu Hyun terkekeh.

“Kau hanya perlu berpura-pura mengunjungi stasiun televisi itu untuk membicarakan tentang kerjasama. Mereka tidak akan curiga.” Aku mencibir.

“Sebaiknya kau mandi lalu tidur. Aku sudah mengantuk.”

Kyu Hyun mencium keningku cukup lama. Hatiku menghangat. Semua yang Kyu Hyun lakukan selalu membuatku merasa hangat. Kyu Hyun beranjak menuju lemari pakaianku setelah menyingkirkan tubuhku dari pangkuannya untuk mengambil pakaian tidur. Kyu Hyun sering menginap di sini ketika libur dan ia tidak pulang ke rumah orang tuanya. Aku berbagi lemari dengannya agar ia tidak kesulitan berganti pakaian jika menginap.

Aku menatap pintu kamar mandi yang menelan punggung lebarnya. Mulai besok Kyu Hyun akan sulit ditemui. Sebenarnya bagiku tidak masalah karena sesibuk apapun, Kyu Hyun pasti akan menyempatkan diri untuk menghubungiku meski hanya sekali. Hanya saja, kali ini aku tidak ingin Kyu Hyun sibuk. Aku ingin ia terus menemuiku setiap hari.

Aku memiliki alasan. Akhir-akhir ini, skandal yang telah lama berlalu kembali muncul ke permukaan. Skandal yang menyebutkan tentang hubungan Kyu Hyun dengan salah seorang trainee di tempat Kyu Hyun bernaung sebagai penyanyi –sekarang tarinee itu telah menjadi seorang penyanyi. Aku sangat mempercayai Kyu Hyun, tapi melihat skandal itu kembali muncul, aku pikir aku mulai ketakutan. Aku takut skandal itu benar dan Kyu Hyun akan meninggalkanku.

“Apa yang kau pikirkan, hm?” Aku menggeleng seraya tersenyum. Sepertinya aku terlalu serius berpikir sampai-sampai tidak menyadari keberadaan Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengusap puncak kepalaku. Aku menyukai hal ini. Ah, aku memang selalu menyukai segala perlakuan lembut Kyu Hyun padaku. Ia tersenyum manis lalu mencium keningku.

“Ada yang ingin kau sampaikan?” Lelaki dingin yang menurut orang lain tidak memiliki kepekaan terhadap sekelilingnya ini selalu tahu jika aku sedang memikirkan sesuatu. Lelaki dingin ini tidak akan berhenti bertanya sampai aku benar-benar berkata dengan jujur.

“Tidak ada,” jawabku singkat tanpa menghilangkan senyum di wajahku. Kyu Hyun menatap tajam ke dalam mataku dan aku tahu pasti tidak ada lagi celah untuk menyembunyikan sesuatu darinya.

Aku menghela napas secara perlahan kemudian berkata, “Aku hanya memikirkan tentang skandal itu. Aku mulai takut.”

Kyu Hyun merapatkan jarak di antara kami dan menarik tanganku yang berada di atas pangkuanku ke pangkuannya. Genggaman tangannya selalu hangat dan membuatku merasa aman. Sangat menenangkan seperti aku menggenggam tangan ayahku.

“Apa yang harus ditakuti?”

“Aku tidak tahu. Aku hanya –aku takut skandal itu benar dan kau akan meninggalkanku.” Kyu Hyun menarik kepalaku ke depan dadanya yang bidang. Ia memelukku, sesekali mencium puncak kepalaku.

“Tidak ada yang perlu kau takutkan, Honey. Seseorang yang berkecimpung di industri ini tidak akan pernah lepas dari skandal dan hal-hal buruk lainnya. Percaya saja padaku,” ucapnya menenangkan.

Aku tidak tahu sebesar apa perasaan yang kumiliki untuknya sehingga apapun yang ia katakan selalu mampu mempengaruhi pikiranku. Aku sudah tidak merasa takut lagi.

“Aku selalu percaya padamu.”

Good girl.

Kyu Hyun menarik wajahku dari dadanya kemudian mencium bibirku. Melumatnya dengan lembut. Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain membalasnya. Ciuman Kyu Hyun selalu memabukkan. Aku menyukai tekstur lembutnya yang menciumku dengan penuh perasaan. Tekstur lembut yang selalu membuat tubuhku bergetar setiap kali ia menyentuh bibirku.

 

ღღღ

 

Aku terbangun ketika sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh bibirku. Wajah Kyu Hyun dengan matanya yang terpejam dan bibirnya yang melumat lembut bibirku menyambut. Aku kembali memejamkan mata lalu melingkarkan kedua tanganku di sekitar lehernya dan mulai membalas ciuman Kyu Hyun. Kami berciuman cukup lama hingga Kyu Hyun melepasnya.

Lelaki itu tersenyum seraya merapikan anak-anak rambut yang menghalangi wajahku. Wajah Kyu Hyun, dilihat dari posisi seperti ini terlihat seksi dengan dada telanjangnya berada tepat di depan wajahku.

“Sepertinya aku tahu apa yang bercokol dalam otak cantikmu ini,” ucapnya dengan seringaian yang sialannya selalu membuatku terpesona. “Wajahmu memerah,” ucapnya lagi.

Aku mendorong tubuhnya dari atasku, berusaha menyingkirkan lelaki itu yang sialnya tidak mau beranjak sedikitpun dari sana. Kyu Hyun memegangi kedua tanganku dengan tangan kanannya. Ia menatapku dengan tatapan yang memancarkan sebuah keinginan yang sama dengan yang saat ini kuinginkan.

Aku mengangkat sedikit kepalaku untuk menyentuhkan bibirku dengan miliknya. Kami kembali berciuman.

 

ღღღ

 

“Hari ini tidak usah bekerja, ya? Aku ingin menahanmu seharian penuh di atas ranjang,” ujarnya.

“Jangan bercanda! Hari ini kau harus pulang ke rumah kalau tidak ingin ibumu terus-menerus menelepon sepanjang hari.” Kyu Hyun terkekeh.

Ibu Kyu Hyun akan cerewet jika anaknya tidak pulang di waktu senggang seperti ini. Ia akan terus merecoki ponsel kami berdua sampai aku atau Kyu Hyun berjanji akan langsung mengunjunginya. Sifat cerewetnya membuatku merasakan kehangatan yang tidak pernah kudapat sejak kecil.

Orang tuaku tidak pernah berada di rumah lebih dari tiga jam. Aku tidak mengada-ada. Mereka lebih senang berkunjung ke berbagai kota di beberapa negara untuk menimbun kekayaan. Aku bahkan sangsi mereka ingat bahwa mereka memiliki seorang anak di rumah besar dan mewahnya.

Sejak kecil, aku terbiasa hidup dengan banyak pelayan. Keseharianku hanya dikelilingi oleh mereka yang selalu siap sedia ketika dibutuhkan. Aku tumbuh menjadi seorang gadis manja, egois, dan angkuh. Selalu memandang rendah semua hal yang tidak kusukai, termasuk dunia entertainment.

Empat tahun lalu aku masih menjadi orang yang angkuh. Aku tidak pernah ramah pada siapapun. Hingga Tuhan mempertemukan diriku dengan Kyu Hyun. Aku yakin Tuhan sengaja mempertemukan kami untuk menghilangkan segala sifat burukku.

 

“Aku akan memasak untuk sarapan kita pagi ini,” ujar Kyu Hyun sambil beranjak dari posisinya.

“Aku masih ingin hidup lebih lama lagi. Jangan menyentuh apapun di dapur!” Aku mengancamnya. Membiarkan Kyu Hyun memasak sama saja dengan menghantarkan nyawamu kepada malaikat pencabut nyawa. Dapur tidak cocok untuknya.

Honey,

“Tidak, Kyu Hyun. Kita sarapan di tempat biasa saja, okay?” Kyu Hyun mendengus kemudian beranjak menuju kamar mandi tanpa mendebat lagi perkataanku. Tempat biasa yang kumaksud adalah restoran milik adik sepupuku. Kami memiliki ruang makan sendiri di sana.

 

ღღღ

 

Dua minggu ini aku berkomunikasi dengan Kyu Hyun hanya sekadar bertukar kabar. Dia benar-benar sibuk dengan promosi album barunya. Hingga saat ini tidak ada tanda-tanda ia akan mendapatkan trofi. Entah karena lagu-lagu di album ini kurang menarik minat masyarakat atau memang karena ia melakukan comeback bersamaan dengan rival yang kuat. Menurutku lagu-lagunya tidak begitu buruk. Hanya saja, bagiku pribadi, album sebelumnya masih lebih baik.

Ah, aku benar-benar tidak menyukai kesibukan Kyu Hyun. Dia tidak akan memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Semalam aku melihat penampilan live-nya di salah satu stasiun televisi. Dia terlihat tidak cukup sehat untuk melakukan pekerjaannya. Aku mengkhawatirkannya, tapi aku juga tidak bisa memaksa Kyu Hyun untuk berhenti selama ia menyukainya.

Kepala tim pemasaran sedang melakukan presentasinya. Aku cukup terkejut ketika nama Kyu Hyun menjadi salah satu kadidat yang akan menjadi brand ambassador untuk produk terbaru perusahaan ini. Nama-nama yang mengikutinya juga cukup membuatku terkejut. Cho Kyu Hyun, Seul Gi, Victoria, Seo Hyun, dan Lee Jong Hyun.

“Cho Kyu Hyun dan Lee Jong Hyun adalah sahabat dekat. Mereka memiliki popularitas yang tidak main-main. Kedua selebriti ini sudah pasti akan menjadi braand ambassador kita. Kami meminta Presdir untuk menyeleksi ketiga nama wanita ini untuk bergabung bersama Kyu Hyun dan Jong Hyun. Ketiganya pernah memiliki skandal dengan Kyu Hyun. Menurut kami, akan sangat menarik jika memakai konsep cinta segitiga untuk produk terbaru ini,”

Aku menatap tajam kepala bagian itu. Tidak perlu dijelaskan mengenai skandal-skandal murahan itu. Aku membencinya. Aku tidak akan membiarkan Kyu Hyun berdekatan dengan ketiga wanita itu. Kali ini, aku yang memegang keputusan.

“Gunakan konsep cinta segitiga itu untuk Lee Jong Hyun, Seo Hyun, dan Seul Gi. Kyu Hyun akan menjadi brand ambassador untuk produk pakaian. Rapat selesai,” tanpa merapikan berkas yang tadi kubawa, aku pergi meninggalkan ruangan rapat. Biar berkas-berkas itu sekretarisku yang mengurusnya.

Aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan. Suasana hatiku sudah memburuk sebelum melihat tiga nama wanita itu dan sekarang semakin memburuk. Lagipula, aku ingin Kyu Hyun beristirahat. Aku memiliki rencana untuk itu.

 

ღღღ

 

“Sepuluh hari untuk pemotretan, bukankah itu terlalu berlebihan, Presdir?” manajer Kyu Hyun mengajukan keberatannya setelah melihat isi kontrak yang kuajukan. Aku sengaja menangani kontrak Kyu Hyun secara langsung. Aku benar-benar merindukannya sampai-sampai memanfaatkan jabatanku hanya untuk bertemu dengannya.

Aku melihat sudut-sudut bibir Kyu Hyun berkedut. Ah, Tuhan, aku ingin segera mengakhiri pertemuan ini dan menahan Kyu Hyun di ruanganku.

“Aku yang membayar Kyu Hyun untuk kontrak kali ini dan aku tidak memberi harga yang standar, bukan? Dalam kontrak itu juga jelas tertulis bahwa Kyu Hyun akan menjadi brand ambassador tetap untuk produk ini,” manajer Kyu Hyun terdiam. Ia kemudian mengangguk, menimbulkan senyum penuh kemenangan di wajahku. Tidak pernah semenyenangkan ini selama menjadi CEO dari sebuah perusahaan terkemuka di Republik Korea.

“Kalau begitu saya permisi,” aku mengangguk.

“Aku akan menyusul, hyung,” ujar Kyu Hyun. Lelaki yang selalu setia mendampingi Kyu Hyun tersebut hanya mengangguk dan tanpa mengatakan apapun lagi, ia pergi dari ruanganku. Aku mengantarnya hingga ke pintu untuk sopan santun.

“Jadi, kekasihku sekarang sudah berani menggunakan jabatannya untuk membuat seorang penyanyi terkenal ini berhenti bekerja?” bisik Kyu Hyun tepat di telingaku. Kedua tangannya melingkar di area pinggangku.

“Aku melihat penampilanmu di salah satu acara musik. Kau terlihat sangat kelelahan. Napasmu terdengar sangat berat. Kau tahu, kau harus istirahat.”

“Aku menyukainya.”

“Aku tahu. Tapi tutuhmu benar-benar memerlukan istirahat.” Aku menciumnya tepat di bibir dan Kyu Hyun membalas. Aku merindukan Kyu Hyun seperti ingin mati. Hanya melihat wajahnya dari layar kaca tidak berdampak apa-apa bagiku.

“Aku harus segera menyusul manajer hyung. Sampai jumpa dua hari lagi,” bisiknya tepat di depan bibirku. Aku masih bisa merasakan embusan napasnya yang hangat. Ya, Tuhan, aku tidak ingin berpisah dengan Kyu Hyun.

“Emm.”

Sekuat apapun keinginanku untuk menahan Kyu Hyun di sini, aku tetap harus membiarkannya pergi. Aku sudah tidak tahu lagi ke mana perginya sifat egoisku.

“Aku mencintaimu,” ucap Kyu Hyun sebelum beranjak dari ruanganku. Pergi untuk menghampiri mimpi yang sedang dijalaninya dan meninggalkanku sendiri di dalam ruangan ini bersama rindu yang belum sepenuhnya tersampaikan.

 

ღღღ

 

Tadinya, aku pikir akan mudah berada dalam satu pekerjaan dengan mereka. Ternyata aku salah besar. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tetap tenang dan bersikap profesional. Selalu saja ada alasan untukku mengumpat pada kedua gadis yang saat ini tengah menjalani proses syuting.

Memang tidak ada Kyu Hyun di sini, tapi melihat kedua gadis itu tertawa bebas dengan Jong Hyun membuat pikiran buruk melayang begitu saja di pikiranku.

Apakah mereka seperti itu juga ketika bekerja dengan Kyu Hyun? Aku kesal mengingat berbagai jawaban yang mereka lontarkan atas pertanyaan tentang kedekatan mereka dengan Kyu Hyun.

Beruntung aku mengeliminasi nama Victoria. Dari tiga perempuan itu, jujur saja, aku paling membenci Victoria. Katanya, Victoria berteman dengan Kyu Hyun, bahkan teman minum. Ya , Tuhan, aku ingin segera keluar dari sini.

“Kyu Hyun sedang di ruang make up. Sebentar lagi gilirannya,” ujar sutradara yang duduk di sebelahku. Lelaki paruh baya itu berbicara pada asistennya, tapi aku merasa itu seperti alarm tersendiri.

“Presdir, Anda bisa beristirahat terlebih dulu. Saya rasa, syuting ini akan berlangsung cukup lama.” Go Min Soo, sekretarisku tiba-tiba saja sudah berada di sampingku.

“Tidak perlu, Min Soo-ya. Aku ingin mengawasi ini dengan baik. Kau tahu, untuk pertama kalinya selama aku menjadi CEO, aku bisa meluangkan waktu untuk melakukannya.” Aku pikir, menjalin hubungan dengan Kyu Hyun sedikit banyak membuatku berubah. Aku bahkan sudah mahir membuat banyak alasan untuk sesuatu yang kulakukan atas kemauanku sendiri tapi tidak ingin orang lain mengetahuinya.

Min Soo mengangguk kemudian undur pamit.

Aku sempat berpikir apakah hubungan ini salah atau tidak, tepat atau tidak. Berhubungan secara sembunyi-sembunyi seperti ini kadang membuatku merasa bosan. Aku tidak bisa berkencan layaknya pasangan di luar sana.

Aku mungkin tipe gadis yang menjunjung tinggi harga diri tapi aku juga sama seperti gadis lainnya. Aku ingin tahu bagaimana rasanya berkencan di taman bermain, berpegangan tangan di tempat umum, makan malam di kedai pinggir jalan kesuakaanku, dan bermain di pantai ketika siang hari. Aku ingin merasakan itu semua.

Aku juga sempat berpikir untuk mengakhiri hubungan seperti ini. Bukan karena aku tidak mencintai Kyu Hyun. Waktu itu aku berpikir, jika suatu saat hubungan kami dketahui dan karir Kyu Hyun berakhir berantakan, aku tidak akan bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri. Aku seharusnya mengakhiri hubungan ini.

Namun, ketika melihat wajah bahagia dan senyum cerahnya, aku tidak bisa melakukan itu. Ketika Ibu Kyu Hyun memperlakukan diriku seperti seorang anak yang lahir dari rahimnya sendiri, aku tahu aku tidak akan sanggup kehilangannya. Oleh karena berbagai alasan itu, maka aku memutuskan untuk bersikap egois.

Melebihi itu semua, aku membutuhkannya. Aku membutuhkan Kyu Hyun karena aku mencintainya seperti ingin mati.

 

ღღღ

 

Proses syuting yang aku pikir sangatlah mudah ternyata tidak. Hal itu benar-benar tidak mudah. Ketiga selebriti pilihanku itu berkali-kali mengulangi pemotretan. Akn tetapi, yang membuatku heran adalah bahwa wajah mereka tidak terlihat kelelahan sama sekali. Mereka selalu menunjukkan senyumnya kepada siapapun.

Entah untuk alasan apa aku merasa tidak senang ketika Seo Hyun terus-menerus menunjukkan senyumnya. Terutama ketika ia berinteraksi dengan Kyu Hyun. Mereka memang tidak melakukan pemotretan secara bersamaan, tetapi bergiliran dan itu tentu saja membuat setidaknya sedikit celah tercipta untuk mereka saling berinteraksi.

Aku berdiri dan langsung pergi dengan perasaan jengah ketika sutradara mengumumkan bahwa syuting telah selesai. Aku kira ini akan memakan waktu yang lama.

Aku melihat Kyu Hyun melalui sudut mataku. Ia melihat kearahku. Aku berlalu kemudian. Seharusnya aku tidak membiarkan Kyu Hyun terlibat tapi aku melakukan ini untuk satu tujuan. Aku ingin Kyu Hyun mengistirahatkan tubuhnya.

Untuk saat ini, berendam adalah hal yang paling baik untuk dilakukan. Aku rasa, saat ini aku sedang dilanda cemburu tingkat tinggi. Seo Hyun, Seul Gi, dan Victoria, nama mereka telah masuk ke dalam daftar hitamku secara otomatis.

Baru saja tubuhku merasakan dinginnya air dan harumnya aroma bunga mawar, aku dikejutkan oleh kedatangan Kyu Hyun. Aku terkejut tapi berusaha untuk tidak menunjukkannya.

Lelaki itu bersedekap dan menyandarkan tubuhnya di belakang pintu.

“Bersenang-senang tanpaku, Nona?” Aku mendengar ada nada sarkasme dari caranya bicara.

Aku memjamkan mataku, berusaha untuk tidak peduli. Akibatnya, aku mendengar Kyu Hyun melangkahkan kakinya mendekat ke arahku dan sialnya aku tergoda oleh aroma maskulin lelaki itu yang bahkan dapat mengalahkan aroma bunga mawar yang begitu menyengat ini.

Aku membuka mata. Kyu Hyun menjatuhkan pantatnya di pinggiran bak mandi. Tangan besarnya mendarat di atas kepalaku yang belum tersentuh air. Aku mendengus dan Kyu Hyun terkekeh.

“Sepertinya ada yang sedang cemburu,” ujarnya.

“Kau tahu nama mereka telah masuk ke dalam daftar hitamku.” Kyu Hyun tertawa.

Aku mungkin memiliki gengsi yang tinggi di hadapan orang lain, tapi tidak di depan Kyu Hyun. Aku telah mengatakan tentang mereka-mereka yang masuk ke dalam daftar hitamku, yang kuanggap memiliki potensi ancaman bagi hubungan kami.

“Kau yang memutuskan untuk menggunakan mereka sebagai model untuk ini, Nona Presdir.”

“Bukan berarti kau bebas berbicara dengan mereka.”

Aku tidak tahu apa yang kulakukan saat ini. Ya, Tuhan, aku tidak percaya telah memarahi Kyu Hyun hanya karena melihatnya bersama gadis lain.

Aku menatap tajam ke arah Kyu Hyun dan berkata, “Pergilah! Aku sedang ingin sendiri.”

Kyu Hyun tahu bagaimana diriku ketika sedang marah –atau katakan saja sedang cemburu. Lelaki itu menggedikkan bahunya kemudian beranjak dari tempatnya duduk. Ia berjalan keluar dan saat itu juga aku menyesal karena sebenarnya aku mengahrapkan hal lain.

 

ღღღ

 

Aku duduk di atas kasur, bersandar pada kepalanya dan sebuah novel terbuka di atas pangkuanku. Kyu Hyun datang dengan sepiring sandwich dan segelas air putih di tangannya. Aku pikir Kyu Hyun tidak akan kembali setelah kuusir dan memilih untuk bersama teman-temannya di bagian lain hotel ini.

Melihat sandwich itu mataku berbinar tapi tidak ketika melihat air putihnya. Kyu Hyun tahu aku lebih suka es cappuccino yang berada di dalam gelas itu daripada air putih.

“Mari kita bahas apa yang terjadi ketika syuting tadi sementara kau menghabiskan sandwinch ini,” ajak Kyu Hyun seraya mendudukkan tubuhnya di sampingku. Ia menyimpan sandwich itu di atas pangkuanku setelah menyingkirkan novel yang baru kubaca beberapa lembar dan menyimpannya di atas meja bersama gelas berisi air putih itu.

“Tidak bisakah aku mendapatkan es cappuccinoku?”

“Tidak untuk malam ini. Sekarang mari kita selesaikan perbincangan kita mengenai kecemburuanmu,” ujarnya lagi.

Aku menggigit sandwich itu dengan kesal. Rasanya sangat enak dan akan semakin enak lagi kalau cappuccino dingin itu menemaninya. Aku mendesah merasakan tekstur lembutnya yang terasa begitu menggoda.

“Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan orang-orang yang berada di daftaar hitamku,” ucapku setelah menelan habis gigitan pertamanya.

Sambil memakan sandwichku, aku menunggu reaksi Kyu Hyun tapi tidak kunjung mendapatkannya. Kemudian kualihkan pandanganku ke arahnya. Kyu Hyun terlihat menatap dalam ke mataku, seperti tengah menyelami sesuatu.

Wae?

“Haruskah aku berhenti saja?”

“Huh?”

Pertanyaan itu mengejutkan saraf-saraf di otakku. Berhenti dari dunia keartisan maksudnya?

“Haruskah aku berhenti menjadi penyanyi dan meneruskan usaha milik keluargaku saja? Aku tidak bisa menjaga perasaanmu jika terus melakukan profesi ini.” Kyu Hyun menunduk, menatap selimut yang menutupi kakinya.

Aku tertegun. Apakah sikapku membuatnya tidak nyaman? Aku tidak pernah berpikir bahwa Kyu Hyun akan berpikir untuk berhenti dari dunianya. Kyu Hyun sangat mencintai pekerjaan sebagai seorang penyanyi dan aku tidak ingin menajdi orang yang yang mengahncurkannya. Aku tahu sikap cemburuku sangat kekanak-kanakan tapi aku juga tidak bisa membendungnya. Aku tidak tahu itu mengganggu Kyu Hyun.

“Tidak, jangan lakukan itu. Maafkan aku.”

Pada akhirnya, segala macam ego yang bercokol dalam diriku akan melunak selama itu berurusan dengan kebahagaiaan Kyu Hyun. Berhenti menjadi penyanyi dan meneruskan usaha milik keluarganya? Aku menginginkan itu, memang. Tapi menjadi tidak jika alasannya behenti adalah kecemburuanku yang menjengkelkan.

Honey,

“Dengar, kau mencintai pekerjaan ini. Jangan berhenti hanya karena rasa cemburuku yang menjengkelkan ini. Berhenti ketika kau benar-benar yakin dan menginginkannya, hm?” Kyu Hyun tersenyum dan mengangguk. Aku melanjutkan, “Aku berjanji untuk lebih memahami pekerjaanmu. Well, aku tidak berjanji akan memahami interaksi antara kau dan orang-orang yang berada dalam daftar hitamku itu.”

Aku menggedikkan bahuku dan Kyu Hyun tertawa. Lelaki itu merangkak naik ke atas tempat tidur dan menarikku untuk berbaring di sebelahnya. Tangannya menyusup ke bawah kepalaku, menarik tubuhku mendekat.

Aku menaruh kepalaku di atas dadanya yang keras dan tangan Kyu Hyun melingkar di bahuku, mengusapnya dengan lembut. Sesekali ia mencium puncak kepalaku. Berada dalam dekapan Kyu Hyun yang seperti ini membuatku merasa benar-benar dicintai. Aku tidak yakin apakah orang tuaku pernah memelukku seperti ini mengingat selama ini hidup mereka hanya dihabiskan untuk bisnis, bisnis, dan bisnis.

“Terima kasih. Aku mencintaimu,” ucap Kyu Hyun.

Aku menenggelamkan wajahku ke dadanya, melingkarkan lenganku di atas perutnya, dan tersenyum. Tidak perlu menjawab pernyataan cinta itu karena Kyu Hyun tahu aku juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Aku sangat mencintai Kyu Hyun dan aku harap akan selamanya seperti itu.

 

The End

Thanks for coming! Wish you enjoyed this story. See ya!

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

59 thoughts on “Blacklist”

  1. Haha ampir sm dgku itu nma2 yg d black list kkk
    Smoga hbungan mreka mkin mnis n rae ah sllau lbih mngrti pkerjaanya kyu , rae ah syang prcayalah kyu hnya mncintaimu n itu akn selmanya bgituu ..

  2. ya ampun berapa lama aku gk maen keblogmu saengi
    karna sekarang emang banyak aktifitas didunia nyata dan buat baca ff pun bisa jarang banget
    ini lanjutan yang ff oneshoot sebelumnya kan
    daftar hitam rae ah emang patut diperhitungkan semuanya memiliki daya tarik yang kuat
    tapi rae ah yang keras kepala hanya bisa tunduk ama kyuhyun begitu pun sebaliknya

  3. emang ke 3 cewek tsb
    bisa ngerusak hubungannya rae ah sama kyu
    apalagi si victoria

    dia punya peluang besar buat bikin rae ah cemas

    well.

    untung kyu bisa yakinin kalo yang dicintai tuh rae ah

    emang ga bisa nolak
    jadi orang yang dikagumi bnyk orang
    rentan bgt

  4. Ouh sungguh manis wehhh mereka bener” manis banget 😚 wuhhh adstaga sumveh gue gal tau mau blng apa lgi buat komentar apa di ff ini cukup 2 kata saja Sungguh Bagus 😄
    #very nice

  5. naaah ini bener banget tiga nama cewe tadi emang kagak gua sukai.. dan udah masuk daftar orang yang saya paling benci diiurutan pertama hahahahahaha…
    kejam banget, tapi emang itu kenyataannya..

  6. Eheyyy, sweet sekali 🙂

    Derita pasangan yang aktif bekerja ya begini, tapi ini bumbu konflik jealous nya yang bikin lucu hehehehe

    Sekalian semua perempuan termasuk stylist termasuk crew dance (nah kan betul, crew dance memang bahaya) hahahhaha

    Great story dear 🙂

    Entah idemu bagaimana tapi sosok perempuan strong dan ga cengeng, aku jarang baca, so ini menarik buat aku ^^

    Hwaitinggg dear ❤ ❤ ❤

  7. Salam kenal readers baru ijin baca ff chingu.
    Victoria, seo hyun dan seul gi masuk daftar backlist kim rae ah . menarik menarik ceritanya.

  8. Setuju banget kalau ketiga perempuan itu di blacklist.
    Aku juga, gak suka banget sm mereka. Victoria,Seulgi,Seohyun….
    Menjauhlah dari hidup Cho Kyuhyun kami. Karena Cho Kyuhyun cuma milik sparkyu. Hehehe,…
    Gk rela banget kalau ada berita Kyuhyun sm ketiga perempuan itu. Bikin kesel aja,…

    Semoga Kim Rae ah bisa jauhin Kyuhyun dari ketiga perempuan itu.
    Kalau bisa buat Kyuhyun dan Rae ah sampai menikah ya, eon,…
    Pasti bakalan seru kalau Kyuhyun dan Rae ah menikah terus mereka punya baby. Kangen sama karakter Kyuhyun yg posesif dan protektif.
    FIGHTING eon, aku tunggu kelanjutan karya-karya kamu yg lainnya. ^^

  9. Kerenn bangett ceritanyaaa 🙂 dan aku berharap ada sequelnyaa karena critanyaaa sumpah bikin ketagihann buat mbacaa

  10. oh my God beruntung bgt punya co kaya Dia yaa,pengertian dan romantis banget sampe rela mau brenti dari karirnya gituuu
    eonni selalu hebat,selalu suka sama smua ffnya hihi 😀

  11. hi!!!!
    Lama ga nongol hihihihi
    Aduh sama pk bgt!!!!
    Black list aku jg seo sm vic!!
    Kalo seulgi aku mah gpp.
    biasany kyu yg ceo kalo rae ah yg ceo jd lucu ya apalagi pas yg dia sok2 berkuasa gt wkwkwkwk.

  12. emg sekarang2 pada heboh kyu ama seulgi lagi ya? ? ketauan kaga update.

    ini ff oneshoot lanjutan dari ff mana kah say? sok akrab

    pas baca di awal , aku kira mereka udah nikah. eh. baru kekasih ternyata..

  13. wkwkwk rae ah protect banget sama kyuhyun kalo udh cinta susah emng ,, wkwkwk kyuhyun disini pembawaannya kayaknya santai banget yaaa… waaah seneng rasanya ak wkwkwkk

  14. Astaga aku kira ini ff ttg action gt ternyata daftar nama cewek yg diblacklist rae-ah untuk deket2 kyuhyun..
    Sering2 ya bikin ff manis manis sweet gini buat kyuhyun ama rae-ah hehehe

  15. Waaahhh,, romantis’a kyuhyun,,
    Sweet bged bca cerita’a,,, jadi serasa iri gitu walau cman hayalan,,
    Heehehe,, jgan kan rae-ah yg kekasih’a aq yg bukan siapa” nya aja kesel sendiri dgan 3 nama itu…:(
    Hehehe..

  16. gua kira ini akan jadi sad ending tapi ternyata happy ending yeeeeeeyyy
    boleh minta squelnya dong mungkin ini adalah permintaan menyebalkan untuk para penulis ff karna setiap gua baca ff di salah satu blog pasti terselip permintan ini tp ya itulah sifat manusia tidak akan pernah puas termasuk gua 😁😁😁.
    tp jujur gua suka ceritanya suka bgt sama sifat nya rea ah yg angkuh egois tp dewasa dan kyu hyun yg selalu memahami sifat rea ah terasa klop bgt. gua berharao author nya mau memikirkab permintaan gua ini 😆😆😆

  17. Woahh ff’a keren. Hehe.
    I like this fanfict. 😀
    mereka sweet bgt, apalagi kyu humb sangat pengertian dan terlihat sekali klw dia sgt mencintai pacarnya. Hwaaa. Enak ya klw punya cowok yg kek kyu #haha.

    Like2. 😉

  18. Baguus ceritanyaa ^.^ si Kyuu romantiss bngett, pngertian juga sma Rae Ah.. Nahh cwekk 3 itu emang bner* ancaman buat hub KyuRae.. Lebih baguss klo dibkiinin sequel 😀 hihii Fighting !!
    Aku mau minta pw yg full ver nya eon. Nanti aku kirim email ya

  19. Kyuu romantis bngett, pngertian jga sma Rae Ah.. Nahh cwekk 3 itu emang bner* ancaman buat hub KyuRae. Lebih bagus klo dibkiinin sequel 😀 hihii Fighting !!
    Aku mau minta pw yg full ver nya eon. Nanti aku kirim email ya

  20. Waoooo aq selalu suka ff yg sweet kyk gini….. emng kok 3 cwek gk jls tu jg udh masuk k daftar hitamku….. aq bnci ma mrk…. trutama vic tu….. bnci amat dch…
    Semngat mnulis krya2 yg lainnya chingu….

  21. Hahahahha nama nama yang diblacklist hampir sama kaya aku, cuma beda nya aku gak ada seulgi, karna gatau kenapa menurut ku seulgi gak cukup berbahaya #apasih wkwk dan yang emang paling berpotensi itu victoria sama seohyun wkwk. Tapi siapapun itu aku harap kyuhyun dapet wanita baik-baik dan bahagia hahahaha jadi curhat kan wkwk.
    Aku sama sih kalo jadi rae ah, punya cowo macem kyuhyun itu emang kudu harus wajib di rantein hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s