The Necklaces Part 2

The Necklaces

INI APA?! Semalem minta pendapat Reason apa Heartless yang mau publish duluan, yang muncul malah yang ini!

Oops! Calm down! FF ini udah aku tulis dari kemarin-kemarin dan baru selesai pagi ini sambil nungguin rendeman baju haha apa banget sih ya.

 

Udah setaun dua bulan aku mengabaikan para sahabat kecil ini hihi semoga gak pada lupa jalan ceritanya. Well, kalo lupa, klik di sini buat memanggil kembali jalan ceritanya wkwk Tenang aja, Reason atau Heartless nanti bakal publish sebelum aku KKN. Jadi, kalian tinggal pilih aja mau yang mana. Gak mungkin kan aku nulis dua-duanya sedangkan LRK belum bikin dan proposal skripsi belum aku revisi 😥

Yudah, gak usak kepanjangan curhatnya. Semoga kalian suka sama ceritanya. Semoga aku berhasil bikin Jum’at pagi kalian ceria yaa^^

Typo itu anugerah, jadi hadapilah dengan senyuman!

 

ღღღ

 

Kris tidak tahu lagi harus melakukan apa. Sudah dua puluh empat jam Kim Rae Ah menghilang. Kris sudah meminta bantuan dari pihak polisi untuk mencari Rae Ah. Saat ini ia sedang berada di kantor untuk urusan yang memang tidak bisa ditinggalkan. Sebenarnya Kris lebih memilih untuk mencari Rae Ah tapi ia tidak bisa membatalkan pertemuan dengan klien bisnis yang sangat penting karena nasib perusahaannya akan buruk jika klien itu marah.

Dibesarkan di lingkungan yang sama sejak lahir membuat Kris dan Rae Ah tidak bisa berhenti saling membutuhkan. Kris benar-benar membutuhkan Rae Ah untuk bernapas karena kebersamaan mereka selama ini membuat perasaan ingin memiliki lebih dari sekadar sahabat itu muncul, semakin kuat dan semakin kuat setiap harinya.

Ketika pikirannya tidak berada di kantor, Kris dikejutkan oleh Kyuhyun yang tiba-tiba datang dan menarik kembali kesadarannya. Kening Kris mengerut dalam melihat sosok itu ada di kantornya. Apakah tulang punggung lelaki itu bermasalah sehingga datang ke kantor untuk meminta pertanggungjawaban? Jika ya, berarti lelaki ini berlebihan sekali.

Sejenak Kris terpaku ketika bertemu pandang dengan Kyuhyun. Ada sesuatu di dalam mata lelaki itu yang Kris tidak tahu apa. Namun ia merasa familiar dengan sorot mata yang tajam namun penuh kharisma tersebut.

Demikian pula dengan Kyuhyun. Lelaki itu bergelut dengan argumen dalam pikirannya mengenai sosok seorang Wu Yifan. Entah kenapa Kyuhyun yakin bahwa Wu Yifan di hadapannya ini adalah Wu Yifan yang sama yang lebih suka dipanggil Kris. Sahabat masa kecilnya.

Kenapa Kyuhyun begitu yakin? Tentu saja Kyuhyun masih mengingat dengan jelas garis wajah sahabat kecilnya yang ia yakini seperti garis wajah di hadapannya inilah yang versi dewasa. Garis rahang yang tegas, cekungan mata yang tajam, dan yang paling membuat Kyuhyun yakin adalah sepasang mata yang tajam namun teduh.

 

“Namaku Cho Kyuhyun,” ujar Kyuhyun membuka pembicaraan.

“Wu Yifan, lelaki paling tampan di Kanada tapi tidak lebih tampan dari Cho Kyuhyun.” Kyuhyun melanjutkan.

Seketika itu juga Kris langsung berdiri dan berhambur memeluk Kyuhyun. Sebaris kalimat yang selalu Kyuhyun ucapkan jika berkenalan dengan orang lain. Saat kecil dulu, Kris dan Kyuhyun selalu berebut untuk menjadi yang tertampan.

Kyuhyun, anak kecil yang selalu mengaku lebih tampan dari Kris, anak kecil yang menghilang sehari setelah hari ulang tahunnya yang ketiga belas, kini berdiri di hadapannya dengan tampilan yang sangat memukau dan penuh wibawa. Wajah dingin Kyuhyun menjadi sebuah kharisma tersendiri, menurut Kris.

Kris bahagia bukan main bisa kembali bertemu dengan Kyuhyun begitu pula sebaliknya. Dua lelaki tampan itu saling berangkulan erat, memberitahu betapa mereka saling merindukan. Cho Kyuhyun memang seorang pengusaha kejam yang akan melakukan segala cara untuk kemajuan perusahaan tapi ia tetaplah seorang sahabat yang merindukan sahabat kecilnya.

 

ღღღ

 

Kris dan Kyuhyun duduk berhadapan di sofa dalam ruangan Kris. Tawa hangat meluncur dari keduanya selama menceritakan hidup mereka selama berpisah. Keduanya memanfaatkan pertemuan dengan sangat baik.

Tawa Kris berhenti setelah Kyuhyun menyinggung tentang Rae Ah. Bertemu dengan Kyuhyun membuat Kris lupa bahwa saat ini seharusnya ia sedang mencari keberadaan gadis itu. Kejam sekali, di luar sana Rae Ah belum tentu bisa tertawa seperti yang ia lakukan.

Kyuhyun menyadari hal itu kemudian bertanya, “Ada apa, Kris? Apakah telah terjadi sesuatu padanya?” Kris mengangguk.

“Kemarin dia menghilang. Aku yakin dia diculik karena sebelum aku pergi gadis itu dalam keadaan tidak baik. Aku pergi untuk bertemu klien daan ketika kembali Rae Ah sudah tidak ada,” suara Kris bergetar. Ia putus asa.

Jawaban Kris membuat tubuh Kyuhyun membeku. Kemarin, menghilang, diculik, di rumah. Empat kata kunci itu membuat Kyuhyun yakin bahwa gadis yang saat ini berada di kediamannya adalah Kim Rae Ah, seseorang dari masa lalunya yang sangat berarti hingga saat ini.

 

“Boleh aku melihat fotonya? Aku akan membantu mencari,” Kris mengangguk kemudian beranjak menuju meja kerjanya, mengambil sebuah pigura kemudian kembali duduk di hadapan Kyuhyun. Kris menyerahkan pigura itu padanya.

Kyuhyun perlu memastikan wajah Rae Ah. Untuk itulah ia meminta fotonya pada Kris. Kyuhyun berharap bahwa gadis yang sedang ia sekap bukanlah Kim Rae Ah. Kyuhyun tidak ingin dikenang sebagai lelaki brengsek ketika mereka bertemu setelah sekian lama berpisah.

 

Tangannya gemetar setelah melihat dengan jelas potret seorang gadis tengah tersenyum ceria dalam pigura itu. Napasnya tercekat dengan mata yang memerah seolah sesuatu telah mencekik lehernya. Harapannya tidak menjadi kenyataan. Gadis itu benar-benar Kim Rae Ah.

Kris mengernyit heran melihat perubahan yang terjadi pada ekspresi Kyuhyun. Bukankah seharusnya Kyuhyun tersenyum melihat Rae Ah telah tumbuh menjadi perempuan dewasa yang cantik? Setidaknya ia harus memuji kecantikan gadis itu terlepas dari keberadaannya yang tidak diketahui.

 

“Kyuhyun,” Kris memanggil Kyuhyun. Kyuhyun mengerjap kemudian memaksa mengulas senyum pada wajahnya yang masih terlihat ketakutan.

“Dia cantik. Aku akan mengerahkan semua orang-orangku untuk mencarinya. Boleh aku membawa foto ini?” meski bingung Kris tetap mengangguk. Saat ini ia tidak ingin tahu apa yang Kyuhyun pikirkan karena yang terpenting adalah akan ada banyak orang yang membantunya mencari Rae Ah.

“Baiklah, aku akan pergi sekarang. Aku akan menghubungimu nanti,” Kyuhyun beranjak dari duduknya diikuti oleh Kris.

Sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu, Kyuhyun mengucapkan kalimat yang khas seorang Cho Kyuhyun, membuat Kyuhyun tertawa pelan dan berdecak tak percaya. Lelaki yang baru saja berbicara dengannya memang Cho Kyuhyun yang tidak pernah berkata manis.

“Ketika Rae Ah ditemukan, jangan katakan padanya kalau aku memuji dia cantik setelah melihat foto ini. Aku tidak ingin dia menjadi besar kepala karena telah dipuji oleh lelaki setampan Cho Kyuhyun,”

 

ღღღ

 

Kyuhyun memasuki ruangan yang begitu gelap. Ia melangkahkan kakinya lebih dalam dan berhenti tepat di samping tempat tidur, kemudian menyalakan lampu tidur di atas meja. Matanya menatap lekat seorang gadis yang tengah berbaring dengan tangan terikat di atas perut. Meski tertidur, kentara sekali bahwa gadis itu sedang ketakutan.

Berpuluh-puluh tahun Kyuhyun merindukan gadis ini. Ia selalu berharap akan bertemu lagi dengan gadis cilik impiannya, mengatakan perasaannya, dan meminang gadis itu untuk ia jadikan istri. Sejak kecil ia sangat mengaguminya meski tidak pernah memperlihatkan hal itu. Baik Rae Ah maupun Kris tidak akan pernah menyangka bahwa seorang Cho Kyuhyun yang selalu mendebat setiap perkataan yang Rae Ah lontarkan ternyata sangat mengagumi gadis itu. Bahkan berniat akan menikahinya setelah mereka sama-sama dewasa.

 

Sekarang Kyuhyun merasa ketakutan. Ia takut Rae Ah membencinya. Seharusnya Rae Ah tidak melihat kejadian itu. Seharusnya Kyuhyun tidak bertemu dengan Kris. Akan lebih baik jika ia tidak tahu bahwa gadis yang saat ini ada di hadapannya adalah Kim Rae Ah.

Kyuhyun memegang kalung milik Rae Ah yang ia pakai seraya berlutut di samping gadis itu. Tubuhnya bergetar. Lelaki itu menangis, menyesal karena menjadi orang yang telah memberikan kenangan buruk pada hidupnya. Penculikan yang ia lakukan tidak termaafkan, tindakan keji yang ia lakukan tidak terampuni, tapi ia tidak bisa menjadi lelaki keji di hadapan Rae Ah dan Kris.

 

Sebelum memasuki kamar ini Kyuhyun sudah memutuskan akan mengembalikan Rae Ah dengan tangannya sendiri, tanpa ada yang tahu sekalipun itu Seunghyub yang merupakan kaki tangannya. Kyuhyun akan memberitahu Seunghyub nanti dan memaksa lelaki itu untuk melepaskan Kim Rae Ah karena Seunghyub akan melakukan apapun untuk melindungi dirinya. Ia tahu Seunghyub akan mengejar siapapun yang dianggap hama dan akan melenyapkannya kapanpun.

Setelah memakai masker dan menurunkan topi yang sejak tadi dipakainya, Kyuhyun bergerak mengangkat tubuh Rae Ah. Meletakkan satu tangan di bawah leher dan satu lagi di bawah lutut.

Rae Ah terbangun setelah merasakan tubuhnya melayang. Matanya mengerjap dan terkejut setelah melihat wajah seseorang yang ditutupi masker. Ia berada dalam lift. Tubuhnya gemetaran. Ia berpikir bahwa sekarang sudah saatnya mengucap salam perpisahan pada dunia yang selama ini ia pijak.

Dalam keadaan seperti ini seharusnya ia berteriak. Namun pita suaranya seolah tidak berfungsi lagi karena ia begitu ketakutan. Tatapannya hanya tertuju pada wajah bermasker hitam. Ia penasaran, ingin melihat wajah yang tersembunyi di balik masker ini.

Rae Ah akhirnya tertegun ketika melihat mata tajam milik lelaki itu berada dekat dengan miliknya. Ada sesuatu yang muncul di dadanya kala matanya berserobok dengan mata itu. seperti rasa rindu yang telah lama terpendam… mungkin. Rae Ah tidak tahu, karena yang ia tahu, sekarang ia pasti telah mendekati kematiannya.

 

“A–apa aku akan mati sekarang?” tanya Rae Ah dengan suaranya yang bergetar ketakutan.

Kyuhyun tertegun. Benar, seharusnya gadis ini mati sekarang. Sayangnya, Kyuhyun tidak bisa dan tidak akan bisa membunuh seorang gadis yang selama ini menjadi impiannya. Ia telah kehilangan banyak waktu yang terlewat tanpa Rae Ah, dan kali ini ia tidak akan mau lagi mengalaminya. Ia akan membiarkan Rae Ah hidup dan menyembunyikan fakta tentang dirinya. Fakta bahwa ia yang menculik Kim Rae Ah.

Kyuhyun meneruskan langkahnya tanpa berniat menjawab pertanyaan Rae Ah. Dalam langkahnya, ia berpikir di mana ia akan meninggalkan Rae Ah. Ia harus meninggalkan Rae Ah di tempat yang tidak ramai tapi juga tidak berbahaya.

Kyuhyun telah mengaturnya. Ia akan meninggalkan Rae Ah di suatu tempat dan membiarkan anak buahnya menemukan gadis itu kemudian mengantarnya ke rumah, kepada Kris. Meski kebersamaan mereka singkat di waktu kecil, tapi Kyuhyun telah mengikat hatinya untuk Kris dan Rae Ah. Ia tidak mungkin menyakiti mereka –terlebih Rae Ah.

Rae Ah dapat mendengar deburan ombak menyapa gendang telinganya. Ia berpikir, mungkin ini saatnya ia mati. Lelaki ini akan membawanya ke pantai. Ia akan mati di tempat yang paling ia cintai. Mati di pantai tidak terlalu buruk.

Sugesti baik tentang kematian itu tidak membuat tubuh Rae Ah berhenti gemetaran. Ia takut. Bahkan terlalu takut untuk membayangkan bahwa dirinya akan pergi sangat jauh dari Kris. Tidak lagi bisa berharap akan bertemu dengan seseorang dari masa kecilnya. Tidak lagi bisa memikirkan masa depan dengan seseorang yang ia cintai. Rae Ah takut, ia akan merindukan Kris karena sesungguhanya hal itulah yang paling ditakuti oleh setiap orang dari kematian. Merindukan orang-orang yang ditinggalkan.

Dalam kegelapan jalan Rae Ah merasakan genggaman lelaki itu pada tubuhnya merenggang dan hilang. Lelaki itu pergi, meninggalkan dirinya sendirian di tempat asing yang ia tidak tahu di mana.

Ia sendirian. Ia benci mengakui bahwa dirinya sangat takut terhadap kegelapan. Tempat ini benar-benar gelap. Rae Ah menangis. Mulutnya mulai melafalkan nama Kris. Kris tidak pernah membiarkan Rae Ah ketakutan sendirian di tengah gelap. Kris akan memeluk dan menenangkannya dengan mengucapkan berbagai macam kalimat sugesti dan itu berhasil. Rae Ah sealu berhasil tenang dalam kegelapan karena berada dalam pelukan hangat lelaki yang telah menemani hampir seluruh hidupnya.

Tubuhnya merosot ke aspal. Ia berjongkok di sana dengan tangisan yang semakin kencang. Ia benar-benar takut hingga tidak bisa memikirkan kemungkinan sedang berada di mana dirinya saat ini. Oteknya terlalu buntu dan penuh untuk berpikir. Kemampuannya sebagai seorang wartawan yang selalu menyikapi sesuatu dengan kritis tidak lagi berfungsi dalam keadaan seperti ini.

 

Ketika Rae Ah menangis dengan tubuh yang benar-benar bergetar, tidak jauh dari tempatnya berada, sepasang mata menatapnya sendu dan penuh penyesalan. Ia tidak ingin melakukan ini. Demi Tuhan, ia tidak pernah berpikir akan meninggalkan gadis yang dicintainya di tempat gelap yang jelas-jelas ia tahu gadis itu membencinya.

“Sekarang!” perintahnya pada seseorang di seberang telepon. Matanya tidak pernah lepas mengawasi Rae Ah.

“Seandainya kita bertemu setidaknya beberapa jam sebelum kau melihat kejadian itu.” Kyuhyun berbicara untuk dirinya sendiri. Ia bukan lelaki suci, tapi ia juga tidak ingin gadis yang dicintainya sejak kecil itu tahu bahwa ia adalah lelaki brengsek yang menghalalkan segala cara untuk meraih kesuksesan.

Kyuhyun mengantukkan kepalanya pada setir mobil. Ia tidak sanggup melihat tubuh gemetaran Rae Ah yang saat ini berusaha menghindari seorang lelaki berusia sekitar empat puluhan. Kyuhyun mengenal lelaki itu tetapi Rae Ah tidak. Tentu saja gadis itu berpikir Noh Sooil –lelaki itu akan membahayakannya. Ia baru saja lepas dari maut yang begitu dekat. Jadi, tidak mungkin Rae Ah percaya bahwa Sooil akan benar-benar menyelamatkannya.

 

ღღღ

 

Rae Ah mendongak ketika merasakan seseorang menepuk bahunya. Ia masih terisak dan tubuhnya gemetaran dengan hebat. Ia baru saja lepas dari maut, ditinggalkan oleh penculik, dan sekarang seorang lelaki tinggi tegap menghampirinya. Ia mengetahui itu karena bisa melihat siluetnya.

Ia berpikir, mungkin lelaki ini adalah orang suruhan penculik yang membawanya ke tempat ini untuk benar-benar membunuhnya. Lelaki itu menyalakan senter dan menyorotkan nya ke wajah Rae Ah. Lelaki itu terkejut –atau mungkin pura-pura terkejut. Membuka jaket yang dikenakannya kemudian menyampirkannya ke bahu Rae Ah.

Rae Ah terkejut dan berusaha menolak tetapi kemudian ia terdiam ketika mendengar lelaki itu berkata, “Kami sedang mencari Anda. Anda baik-baik saja, Nona?”

“K-kau si-siapa?” tanya Rae Ah terbata.

“Saya seseorang yang dibayar untuk mencari Anda. Nona bisa ikut saya,”

“Siapa yang membayarmu?” Entah bagaimana caranya tapi tiba-tiba saja Rae Ah merasa harus membentengi dirinya bukan dengan menangis.

Lelaki itu terlihat berpikir hingga seseorang menginterupsinya dari seberang telepon. Itu Kyuhyun.

“Tuan Wu, Nona.”

“Benarkah? Kris Wu, maksudmu? Kalau begitu, bisakah kau memintanya untuk menjemputku?”

Tanpa berbicara lagi, lelaki itu mengambil ponsel hitam dai saku jasnya kemudian menghubungi seseorang. Rae Ah hanya terlalu takut. Ia tidak ingin diculik untuk kedua kalinya. Jika lelaki ini tidak berniat buruk, ia pasti akan membawa Kris ke hadapannya.

Rae Ah terkejut ketika lelaki itu benar-benar menghubungi Kris. Gadis itu merebut ponsel dari lelaki itu dan berbicara dengan tangisan yang kembali membuat suaranya terdengar memilukan.

“Kris, tolong aku. Aku takut. Orang itu membawaku ke tempat gelap. Kris, Kumohon, tolong aku.” Gadis itu menangis terisak.

Di seberang sana, Kris mengusap wajahnya dengan kasar. “Tetap di sana dan jangan menjauh dari lelaki itu. Dia orang terpercaya. Tenangkan dirimu dan tunggu aku di sana, OK? Aku akan menjemputmu. Jadi, berhenti menangis. Aku tidak suka mendengarnya.”

Kris melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ketika lelaki yang menemukan Rae Ah itu menelepon dan mengatakan keberadaannya, Kris langsung menyambar kunci mobil dan berlari menuju garasi tanpa menghiraukan dirinya yang hanya mengenakan kaus putih tipis dan celana pendek.

“Jangan tutup teleponnya. Katakan apapun agar aku tidak lagi merasa takut,” ujar Rae Ah begitu lirih. Kris mengumpat. Gadis itu pasti sangat ketakutan. Ia bersumpah demi para leluhurnya, ia tidak akan pernah membiarkan orang yang telah membuat orang tersayangnya ketakutan seperti ini.

“Ya, aku akan bernyanyi untukmu.”

 

ღღღ

 

Kris tidak berbohong ketika mengatakan akan menyanyi untuk menemani Rae Ah. Lelaki itu menyanyi sepanjang jalan hingga kini ia menghentikan mobilnya tepat di hadapan Rae Ah yang duduk meringkuk di atas trotoar.

Kris berhambur memeluk Rae Ah begitu berhasil keluar dari mobil. Jantungnya berdebar keras kala melihat wajah ketakutan gadis itu. Hatinya berdenyut nyeri mendengar isak tangis Rae Ah. Ia merasa telah gagal menjaga satu-satunya gadis paling brharga di hidupnya.

Rae Ah belum mengatakan apa-apa karena menangis dan Kris tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya mengusap lembbut rambut Rae Ah untuk menenangkan. Lelaki itu juga tengah meredam emosinya yang serasa ingin meledak, memikirkan betapa inginnya ia membuniuh orang yang telah menculik Rae Ah.

Wu Yifan tidak akan berdiam diri. Ia telah bertekad dalam hatinya untuk mencari tahu dan membalas perbuatan penculik itu sejak Rae Ah menghilang. Ia akan terus mencari dan tidak akan pernah mengampuninya. Tidak jika itu menyangkut gadis yang dicintainya.

 

Kyuhyun yang masih memerhatikan di sudut yang tidak terlihat, menghela napasnya lega bercampur sesak. Seharusnya ia yang memeluk dan menenangkan gadis itu. Seharusnya ia yang membuat gadis itu merasa aman hidup di kota ini, tetapi yang ia lakukan justru sebaliknya. Ia menciptakan kenangan buruk pada Kim Rae Ah.

Ia bertanya-tanya, bagaimana ia bisa menghadapi Rae Ah setelah ini. Ia takut Rae Ah akan mengenalinya. Tidak, bukan penjara yang Kyuhyun takutkan. Penjara dan hukum bisa sangat mudah unntuk ia taklukkan.

Bagaimana jika Rae Ah mengenalinya sebagai penculik itu kemudian tidak mau bertemu dengannya meski sebagai tman kecil? Tidak ada hal lain yang saat ini ia takutkan selain Rae Ah membencinya. Ia takut itu terjadi.

 

TBC

Gimana? Jangan lupa komen yaa. Aku semangat nulis kalo banyak yang ngasih feedbcak. See you next time, Traumer!

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

6 thoughts on “The Necklaces Part 2”

  1. Kyu sakit kan liat gdismu d tanangkan olh laki2 lain apalgi laki2nya shabatmu sndiri ,, kasian kyu klo sampai rae ah tau yg culik dy trnyata kyu yah mungkin skrang2 blm ketauan kan nnti gmna/?T_T hwuua rae pasti mkin nyaman sma kris trus skrang dy jga yg nyelamtin rae ah dri pnculik itu trus nasib kyu gmna dong hwuua gak tega liat kyu galau 😓

  2. kondisi yang salah

    kyu jadi agak susah yaa buat ketemu sama rae ah

    aku pingin dehh kyu bertemu sama rae ah dalam kondisi yang baik

    padahal mereka kan sama² saling naruh hati

    ga tau deh gimana seunghyub
    kalo tau kyu lepasin rae ah
    apakah masih setia dgn lindungin kyu ato tetep ngincar rae ah buat dibunuh

  3. Uwowww kayalnya konfliknya agak berat yehh cinta segitiga di masa kecil bo’ haehhh mndingan si ndut ama gue aja kan si rae ah udh ada kris hahahH
    #very nice

  4. Kayanya masih ada perasaan tersisa untuk Kyu Hyun dihati Rae Ah, Tapi dia juga menaruh perasaan sama Kris. Tapi Kalau dipikir-pikir itu kaya perasaan nyaman aja deh karna Kris selalu ada buat Rae Ah, bukan Cinta. Tapi gk tau juga sih, berharap Rae Ah sama Kyu Hyun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s