Reason Part 2

Reason2

 

Haaaiii! Masih inget sama FF ini? Duh, maaf ya, baru selesai sekarang Part 2-nya. Sebenarnya ini udah lama ada draft tulisannya, tapi baru bisa dirampungin malem ini. Aku kebanyakan mager nih. Huhu

 

Aku sengaja munculin FF ini. Soalnya mulai pertengahan Desember sampe Februari aku bakal sibuk sama tugas Seminar Proposal dan KKN. Aku gak yakin bisa posting FF. Dan aku takut FF ini semakin lama terbengkalai padahal ini FF favoritku sebenarnya. Udah lama pengen bikin ide cerita yang kayak gini hehe

Aku juga lagi lanjutin The Necklaces nih. Masih ingetkan? Doain aja semoga gak mageran lagii. Hehe oiya, baca author’s note di bawah yaaa.

Well, Typo itu anugerah. Jadi, hadapi typo dengan senyuman^^

 

ღღღ

 

Hari ini Nicola datang sedikit terlambat. Karyawan yang melihatnya menunjukkan reaksi yang mungkin cukup berlebihan, membuka mulutnya tak percaya melihat General Manager mereka datang terlambat. Nicola Kim terkenal sangat disiplin sehingga selama ini ia tidak pernah terlambat sekalipun.

Nicola tidak memedulikan orang-orang yang berbisik-bisik. Pagi ini ia kebingungan karena tidak menemukan dompet kesayangannya di manapun. Dompetnya hilang dan itulah alasan Nicola datang terlambat. Pagi ini ia mencari dompet berwarna oranye itu namun tidak menemukannya di sudut manapun apartemen yang ia tinggali saat ini.

Nicola tidak peduli jika dompet itu hilang hanya saja di sana ada surat-surat pentinng tentang kependudukannya. Ia bukan warga negara Jerman dan akan sangat riskan jika surat-surat itu tidak berada di tangannya. Bisa saja gadis itu mengurus kembali ke kantor imigrasi namun ia sangat malas berurusan dengan birokrasi yang berbelit itu.

Pada akhirnya, setelah cukup lama mencari dan ia sadar bahwa ia sudah terlambat, gadis itu akhirnya memutuskan untuk berhenti mencari dan berangkat ke kantor. Nicola tidak mau jika ia membolos hanya karena sebuah dompet. Ia cukup tahu diri seperti apa jabatannya di perusahaan ini. Meskipun perusahaan ini milik sang ayah, tetap saja Nicola tidak bisa berbuat semena-mena.

 

Gadis itu menjatuhkan pantatnya di atas kursi kebesaran seorang General Manager, menghembuskan napas dengan kasar begitu melihat dokumen yang sudah menumpuk, menunggu untuk disapa olehnya pagi ini.

Nicola menyukai pekerjaannya. Sangat menyukai. Hanya saja terkadang ia merasa bosan hidup seperti ini. Benar kata Anna, hidupnya sangat membosankan. Kantor, rumah, dan kafe. Hanya itu yang ia lakukan selama tinggal di Frankfurt. Temannya bahkan hanya Anna seorang.

Jika hidup seperti ini, bisakah ia menemukan seseorang yang akan mencintai dan melindungi, menjadi teman hidupnya? Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan tegas, berusaha mengenyahkan pemikiran yang selama ini –tepatnya setelah peristiwa yang membuatnya harus ‘dibuang’ sampai ke Jerman, merupakan pemikiran paling mengerikan. Cinta? Teman hidup? Ya Tuhan, ia bahkan tidak mendapatkan cinta dari keluarganya sendiri.

Setelah meneguhkan hatinya, Nicola mulai fokus pada lembaran-lembaran penting yang akan menjadi bukti integritasnya sebagai seorang General Manager. Nicola harus membuktikan bahwa ia adalah orang yang bisa dipercaya serta anak yang membanggakan.

 

ღღღ

 

Jam makan siang hampir habis namun Nicola masih betah bergelut dengan dokumen-dokumen penting yang seolah tidak ada habisnya. Gadis itu bahkan tidak sadar seseorang telah masuk ke ruangan ini. Wajah seriusnya tidak mengurangi kadar kecantikan itu.

“Serius sekali, nona.” Nicola baru sadar akan kehadiran orang lain di ruangannya setelah orang itu berbicara. Ia mengangkat kepalanya dan matanya seketika melebar melihat orang asing berada di ruangannya. Orang itu adalah Kyuhyun, laki-laki yang baru dikenalnya kemarin sore. Untuk apa ia kemari?

“Tentu saja untuk bertemu denganmu, Nicola Kim.” Nicola sepertinya tanpa sadar telah menyuarakan pertanyaannya itu. Gadis itu sedikit merinding mendengar Kyuhyun menyebut namanya penuh penekanan seoalah laki-laki itu baru menangkap basah dirinya berbohong soal nama.

Tunggu. Kenapa ia harus takut? Kyuhyunkan bukan siapa-siapa. Lagipula ia memang memiliki dua nama. Hei! Kyuhyun memanggilnya tanpa embel-embel yang biasa untuk menunjukkan rasa hormat. Bukankah mereka sama-sama orang Korea? Kyuhyun tidak sopan sekali.

 

Rae Ah menopang dagu di atas kedua tangannya, menatap Kyuhyun dengan alis terangkat. Kyuhyun tahu gadis itu sedang mencoba memprovokasinya. Ya Tuhan, kenapa ia jadi salah tingkah sendiri? Mata bulat gadis itu menghipnotisnya. Kyuhyun terperdaya oleh tatapan tajam namun seolah menyimpan kesakitan itu.

Kyuhyun adalah orang yang bisa membaca kondisi hati seseorang dari raut wajahnya. Ia dapat melihat dengan jelas Nicola atau Kim Rae Ah menyembunyikan kesakitan tersendiri di matanya tapi apa? Gadis itu bahkan terlihat angkuh sekilas.

 

“Aku ingin mengembalikan dompetmu. Kau meninggalkannya di kafe kemarin,” Kyuhyun menunggu reaksi Nicola dan gadis itu hanya mengangguk samar membuat laki-laki itu harus menelan kekesalan. Kyuhyun jadi berpikir, orang seperti apa sebenarnya Nicola ini?

“Terima kasih,” Nicola membuat Kyuhyun benar-benar terperangah. Bagaimana mungkin dia mengucapkan terima kasih tapi dengan nada datar bahkan terdengar tanpa minat? Ini benar-benar menyebalkan. Kyuhyun tidak tahan lagi jika harus terus-terusan bersikap seperti bukan dirinya ini.

Oh, demi Tuhan, Cho Kyuhyun tidak akan pernah mau repot-repot datang ke kantor orang yang bahkan baru ia kenal apalagi orang itu tidak memiliki ketertarikan sama sekali terhadap dirinya. Bahkan di luar sana banyak yang rela melemparkan diri pada pria itu. Tidak masuk akal jika harus sampai seperti ini untuk membuat seorang Nicola Kim jatuh ke dalam pesonanya.

 

“Hanya terima kasih? Setidaknya kau harus memberiku imbalan, Nicola-ssi. Temani aku makan siang!” kali ini Nicola yang dibuat terperangah oleh Kyuhyun. Entah kenapa gadis itu tiba-tiba merasa suara Kyuhyun menjadi begitu mengerikan dan kelam. Jantungnya berdebar serta alirah darahnya seperti membeku begitu saja.

“Lamban sekali!”

Kesadaran Nicola baru kembali setelah Kyuhyun menyeretnya dengan paksa sehingga membuat gadis itu berdiri. Gadis itu meringis karena pinggangnya sedikit terantuk meja, meringin dan mengumpat Kyuhyun yang menyeretnya dalam hati.

 

Skandal yang cukup untuk membuat para pegawai lainnya bergosip. Nicola menundukkan kepalanya, melihat tangan Kyuhyun yang masih terus menggenggam tangannya. Mereka sudah berada di lobi. Kyuhyun sama sekali tidak melepaskan tangan Nicola bahkan ketika mereka berada di dalam lift.

Rae Ah terus mengumpat Kyuhyun dalam hatinya. Genggaman tangan Kyuhyun rupanya berdampak buruk pada kinerja sarafnya. Ia jadi penasaran apakah ini benar-benar efek genggaman tangan Kyuhyun atau bukan. Apakah jika lain kali tangan Kyuhyun kembali menggenggamnya, jantungnya juga akan kembali berdebar seperti ini? sekali lagi gadis itu mengumpat dalam hati karena telah mencetuskan pemikiran seperti itu. memangnya kau berharap akan ada lain kali, nona Kim?

Nicola mengernyitkan dahi ketika Kyuhyun tidak membawanya menuju parkiran mobil, melainkan parkiran motor. Ia pikir Kyuhyun akan memamerkan mobil mewahnya mengingat kata Anna, Kyuhyun adalah orang kaya. Pikiran bahwa Kyuhyun bukan orang yang suka pamer yang sesaat lalu melintas dalam benaknya, menguap begitu saja bersamaan dengan tubuh Kyuhyun yang sudah berada di atas sebuah motor. NCR Leggera 1200 Titanium yang dinaiki Kyuhyun itu membuat Nicola memutar bola matanya.

 

“Tidak naik?” tanya Kyuhyun, masih belum mengenakan helmnya.

“Tidak, jika itu adalah sebuah motor. Aku tidak bisa naik motor,” jawab Nicola dengan ketus.

“Ayolah! Aku kelaparan dan kau semakin membuatku kelaparan jika hanya terus berdiri di sana.”

“Bukan urusanku. Kau bisa pergi sendiri.”

“Tapi aku telah mengembalikan dompetmu.” Kyuhyun mendesis kesal. Perempuan-perempuan di luaran sana akan dengan senaang hati menaiki motornya dan bahkan sengaja menekankan dada mereka pada punggungnya untuk menggoda. Nicola benar-benar melukai pesonanya.

Nicola berpikir keras. Ia tidak bisa naik motor dan tidak akan bisa. Bukan, ia bukan tidak bisa tapi tidak mau. Naik motor hanya akan membuatnya teringat masa lalu dan itu sangat menyakitkan. Akhirnnya, setelah berpikir beberapa lama, ia memutuskan. “Naik mobilku, bagaimana?”

 

Kyuhyun diam. Mobil? Haruskah? “Kau benar-benar tidak bisa naik motor?” Nicola mengangguk. “Hanya duduk di belakang dan berpegangan padaku. Apa susahnya?” kali ini Nicola yang diam.

“Pokoknya aku tidak mau naik motor!” disadari atau tidak, suara Nicola meninggi membuat Kyuhyun mengernyitkan dahi. Kalau sudah begini, apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia mengikuti keinginan Nicola menggunakan mobilnnya? Entah apa yang terjadi pada dirinya tapi Kyuhyun merasa seluruh tubuhnya berkeringat sekarang. Ia menggeleng kuat untuk menghapus bayang-bayang yang tiba-tiba muncul di benaknya.

“Kalau begitu, gunakan kendaraan masing-masing saja. Aku menunggumu di kafe tempat pertama kali kita bertemu,” ujar Kyuhyun memutuskan. Ia tidak bisa memaksa Nicola untuk naik motornya dan ia juga tidak bisa memaksa dirinya untuk naik mobil.

Nicola merasa heran atas sikap Kyuhyun. Memang apa sulitnya ikut bersamannya naik mobil? Ah, mungkin Kyuhyun hanya tidak ingin lepas dari motor mahalnya itu. Atau, mungkinkah jika Kyuhyun memiliki alasan tertentu sehingga tidak ingin naik mobil? Bukan urusanmu, Kim Rae Ah! Nicola mengangguk lalu berbalik menuju prkiran mobil. Ia tidak melihat ketika Kyuhyun mengusap dengan kasar peluh yang membanjiri dahinya.

 

ღღღ

 

Kyuhyun dan Nicola sedang menikmati hidangan makan siang mereka ketika seorang gadis datang dan langsung duduk di samping Kyuhyun. Seorang gadis berperawakan tinggi langsing, rambut pirang, dan wajah cantik. Benar-benar cantik dengan senyum yang terpatri di wajahnya.

Nicola mengernyitkan dahi ketika gadis itu melingkarkan kedua tangannya di lengan Kyuhyun.

“Aku tidak mengira kita akan bertemu di sini, Mark. Kau tidak merindukanku?” ujar gadis itu dalam bahasa Jerman, dengan suara yang dibuat menggoda. Dahi Rae Ah semakin mengernyit dibuatnya sedangkan Kyuhyun terlihat tidak peduli. Laki-laki itu hanya terus memakan steak kesukaannya.

“Mark!” panggil gadis itu tak sabaran.

Kyuhyun melepas garpu serta pisaunya dengan kasar dan menoleh ke arah gadis itu. Kyuhyun menatapnya tajam. “Siapa kau?”

Gadis itu merengut kesal. “Kau melupakanku? Aku Jessie. Kita pernah menjadi partner, jika kau lupa.”

“Aku tidak mengingat nama dari setiap gadis yang melemparkan dirinya untuk kutiduri. Sekarang, bisakah kau pergi? Aku sibuk,” balas Kyuhyun dengan suara yang datar.

Mata Nicola membelalak mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Jadi, gadis bernama Jessie ini pernah menjadi partner one night stand laki-laki menyebalkan. Dan Kyuhyun tidak mengingat namanya sama sekali. Ternyata Cho Kyuhyun tidak hanya menyebalkan, tetapi lebih parah dari itu. Kyuhyun brengsek.

“Sombong sekali! Sibuk dengan gadis ini? Aku yakin, aku lebih memuaskan di atas ranjang daripada gadis ini.” Nicola mendecih kesal. Apa-apaan dia? Lebih hebat? Di atas ranjang?

“Pergilah!” desis Kyuhyun. Ia tidak pernah suka jika kesenangannya diganggu dan saat ini ia sedang melakukan kesenangan, makan siang dengan seorang gadis yang telah membuatnya penasaran hingga ingin menaklukkannya.

Well, aku pergi kalau begitu. Aku ada di Heaven jika kau membutuhkan teman.”

Jessie mengalah. Gadis itu pergi setelah mendaratkan sebuah kecupan di pipi Kyuhyun dan menatap sinis pada Nicola. Nicola memutar bola matanya malas. Menjijikkan.

Nicola menatap Kyuhyun lama. Ia memerhatikan wajah Kyuhyun. Dahi yang lebar, hidung mancung, bibir yang –seksi, dan kulit yang putih. Benar-benar pahatan yang mendekati sempurna. Seandainya di wajah itu tidak ada bekas jerawat, pasti sangat sempurna. Wajar jika ia bisa begitu brengsek. Memang wajar, tapi kenapa rasanya ia tidak menyukai fakta itu.

Tunggu. Fakta yang mana yang ia tidak sukai? Fakta bahwa Kyuhyun memiliki wajah tampan mendekati sempurna –ataukah fakta bahwa Kyuhyun adalah laki-laki brengsek yang tidur dengan gadis berbeda setiap malam?

What?

Nicola mengerjap. Ia menyesal karena tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menilai Kyuhyun.

“Aku harus kembali ke kantor. Bill-nya akan kubayar,” jawab Nicola.

Kyuhyun mengernyit. Nicola belum menyentuh makanannya sama sekali dan gadis itu sudah mau pergi. Ya, Tuhan, gadis macam apa yang tidak tahan berlama-lama dengan laki-laki memesona seperti dirinya? Gadis macam apa Nicola Kim sebenarnya?! Harga dirinya benar-benar terluka. Astaga.

“Tuan Cho, Aku harap, kita tidak bertemu lagi setelah ini.”

Ucapan Nicola itu membuat Kyuhyun tercengang. Lihat? Harga dirinya benar-benar telah terluka oleh seorang gadis yang mengaku bernama Kim Rae Ah padahal nama aslinya adalah Nicola Kim.

Kyuhyun ingin membalas ucapan Nicola tapi gadis itu telah menghilang dari pandangannya. Ia mendesah kesal. Kau melupakan sesuatu, Nona. Kyuhyun menyeringai penuh kemenangan.

 

ღღღ

 

Sepertinya Tuhan tidak mengamini keinginan Nicola agar tidak lagi bertemu dengan Kyuhyun. Gadis itu lupa kalau hari ini, seperti janjinya pada Anna, ia bersedia pergi untuk menyaksikan Oktoberfest. Sebuah festival yang selalu dihelat setiap tahunnya. Meskipun namanya Oktoberfest, tapi acara ini tidak dilaksanakan di bulan Oktober.

Nicola mengikuti ke mana Kyuhyun pergi dengan langkah yang setengah diseret. Ia kesal, tidak suka berada di keramaian seperti ini apalagi dengan orang asing yang menyebalkan seperti Kyuhyun.

Entah kenapa tiba-tiba Rae Ah tidak bisa memalingkan pandangannya dari wajah Kyuhyun yang terlihat begitu berseri saat menanyakan berbagai hal mengenai wine yang tersedia. Wine khas Jerman. Laki-laki itu sepertinya sangat menyukai wine.

Laki-laki itu terlihat seperti malaikat dengan wajah yang bersinar, garis rahangnya tegas, mata tajam, kulit putih pucat dan tubuhnya yang cukup kekar. Nicola membayangkan pasti akan hangat jika kedua tangan kekar itu melingkupi tubuhnya.

Nicola kau benar-benar sudah gila. Hanya dengan melihatnya kembali tertawa dan membayangkan Kyuhyun memeluknya, melingkri tubuhnya dengan kedua tangan kekar itu, membuat Nicola kembali harus menormalkan detak jantungnya yang sudah berada di ambang batas.

 

“Ayo, Anna sudah menunggu kita.” Nicola menghembuskan napasnya dengan kasar. Lagi-lagi Kyuhyun menarik tangannya dan itu membuat jantungnya semakin berdetak tak karuan. Kenapa ini? Tidak mungkin kalau ia jatuh cinta, kan?

Jatuh cinta? Nicola  berhenti, melepaskan tangannya dengan kasar dari genggaman Kyuhyun. Tidak. Nicola tidak boleh dan tidak pantas untuk jatuh cinta. Nicola– tidak ingin jatuh cinta.

 

Kyuhyun menoleh ke belakang, menatap bingung Nicola yang bergeming di tempatnya. Ia bahkan berani bersumpah bahwa ia melihat ada cairan bening yang mengalir di wajah cantik itu. bahunya bahkan bergetar. Kyuhyun yakin gadis itu benar-benar menangis tapi kenapa? Nicola terlalu sulit untuk ia tebak.

Perlahan Kyuhyun menghampirinya. Jarak mereka kini tidak lebih dari satu langkah dan dari jarak sedekat ini Kyuhyun dapat mendengar suara isakan meskipun sekeliling sangat ramai oleh suara pengunjung. Laki-laki itu merasa bingung harus melakukan apa dan juga bingung pada dirinya sendiri yang merasa ingin menenangkan gadis itu dari tangisnya.

Kemudian tanpa tahu harus berbuat apa, Kyuhyun menarik bahu Nicola yang bergetar lalu membiarkan gadis itu menangis di dadanya.

 

ღღღ

 

“Maaf,” ujar Rae Ah setelah tangisnya mereda.

“Untuk apa?” Kyuhyun mengangkat alisnya sebelah.

Rae Ah menunduk. Ini tidak seperti yang ia harapkan. Mudah sekali menangis di hadapan Kyuhyun yang baru ia kenal. Padahal selama ini ia tidak bisa menangis sekalipun itu di hadapan Anna. Ketika berada dalam pelukannya tadi, ia merasa seperti berada dalam pelukan hangat seseorang yang selama ini tidak pernah berhenti ia pikirkan.

Beberapa saat kemudian gadis itu mengangkat kepalanya, bermaksud menatap Kyuhyun. Namun, seseorang yang selalu ia pikirkan namun tak pernah ingin ia lihat itu kini ada di hadapannya –di belakang Kyuhyun.

Tubuh Rae Ah menegang sementara matanya berserobok dengan tatapan dingin dan misterius milik seorang laki-laki yang mengenakan jaket kulit berwarna hitam itu. Laki-laki yang seharusnya tidak pernah ia hindari dan –ia cintai.

Keduanya sama-sama terpaku di tempat masing-masing seolah kedai bir ini sepi dari pengunjung. Suara-suara bising bahkan tak terdengar sama sekali bagi mereka. Hanya berkecamuk pada kenangan-kenangan indah sekaligus buruk dalam benak.

 

TBC

 

Makasih banyak udah setia baca FF-ku meskipun yang komennya gak setia hihi

Aku mau minta maaf nih. Maaf ya kemarin udah ‘marah-marah’  sama postingan yang judulnya Please… meski sebenernya gak niat buat marah-marah sih hehe aku sadar aku terlalu cildish dan FFku mungkin emang gak komentar-able. aku harus ningkatin lagi kemampuan nulisku. Makanya, maaf yaaa. Aku sekarang terserah readers aja deh mau komen apa nggak hihi

Oiya, aku mau nanya nih. Ada yang minat sama Buku Oneshot gak? Kemarinkan aku ngadain FF Voting buat dijadiin judul gitu, tapi resposnya kurang banget, makanya aku mutusin buat ngasiih nama sendiri. Maaf lagi ya buat kelabilanku.

Ada yang minatkah? Kalo ada, aku bisa nyelesain sebelum tanggal 20 Desember dan langsung buka PO-nya. Responsnya ditunggu yaaa^^

Good night!

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

36 thoughts on “Reason Part 2”

  1. Masih penasaran banget sama kenangan yang dialami rae ah.
    Apa yang sebenarnya terjadi ??
    Kenapa ia menyimpan kenangan menyakitkan itu ??
    Aku juga penasaran sama siapa yang tidak sengaja bertemu rae ah disana??
    Ditunggu next part nya author-nim..
    Semangat…!!!

  2. Rae ah kyknya ada masa lalu yg kelam(?) nih makanya jg gtu….kyu takut naik mobil sedangkan rae ah takut naik motor wkwk bisa saling melengkapi(?) itu cowo masa lalunya rae ah knp tiba2 bisa disana jg….-_-

  3. Penasaran siapa orang itu?kenapa rae ah trauma naik motor?dan kyu trauma naik mobil?ada apa sama mereka?kenapa rae ah merasa tak pantas dicntai dan mencintai?ditunggu next chapnya author.

  4. Makin kesini makin penasaran ama ceritanya:”3 ,, Kepo juga sama trauma yang di alami mereka berdua,, dan apa itu cowok yang jadi masa lalu rae ah dateng lagi??? Terlalu banyak pertanyaan yang harus segera di pecahkan :’3 keep writing and FIGHTING THOR!!!

  5. Itu sapa yang dibelakang kyuhyun??
    Jgn2 orang dr masalalu nya rae-ah?
    Kayak nya mereka punya trauma tersendiri dengan mobil dan motor ya?

  6. Makin penasaran sama kelanjutan FF ini.
    Kira-kira gimana sih, masalalu Rae Ah.
    Apa penyebab Rae Ah berubah,…???
    Masih penuh misteri.

    Itu siapa laki-laki yg ditemuin Rae Ah. Apa laki-laki itu penyebab Rae Ah berubah… Dan apa laki-laki itu ada hubungannya sama masalalu Rae Ah,…???

  7. Hai kak..
    Readers baru nih, slam kenal ya..
    Hihi aku udah baca part satunya di wp onlykoreanffnc
    Jd tdnya mau main aja eh ternyata ada chapter duanya jd lanjut baca…

    Emmm..
    Masih blm ngerti sbnernya ada apa sama nicola, kyuhyun jg kyaknya punya trauma ya sama mobil :3..

  8. Penasaran sebenarnya rahasia apa yg d srbunyikan nikola?? kyuhyun takut naik mobil krn otunya mninggal kcelakaan dan rae ah knp taut n gk mao ingt masalalu?? apa yg trjadi d masa lalu mrk?

  9. Yang lelaki nggak bisa naik mobil, yang wanita nggak bisa naik motor. Lol. Yaelah, naik sepeda aja dech kalau begitu. Wkwkwk…. Btw, gimana sich masa lalu Rae Ah? Jadi penasaran. Hmm…

  10. Masalalu yg kaya gimana sih yg bikin rae ah trauma banget?/ penasaran sama kisah masalalu nyaa, trus kyuhyun juga kenapa lagi, dia punya trauma sama mobil grgr apaan ya-_-
    Aaaa itu siapa yg bikin rae ah menegang pas liat sosok ituu

  11. penasaran bnget masa lalunya rae ah
    kok kayak dia di jauhi bnget sama keluarganya
    btw,orang berjaket itu siapa?
    aku kira rae ah nangis gara” kyu
    eh ternyata bukan

    rae ah ga bisa klo naik motor
    klo klo ga bisa klo naik mobil
    haduh

  12. penasaran bnget masa lalunya rae ah
    kok kayak dia di jauhi bnget sama keluarganya
    btw,orang berjaket itu siapa?
    aku kira rae ah nangis gara” kyu
    eh ternyata bukan

    rae ah ga bisa klo naik motor
    klo klo ga bisa klo naik mobil
    haduh. .

  13. Btw suka banget Rae Ah melukai Harga diri Kyuhyun kkkk itu bikin Kyuhyun semakun penasaran dengan sosok RaeAh yang berbeda dari gadis yang lain. Kyuhyun dicuekin lebih bagus daripada RaeAh yang dicuekin. Sekali-kali Kyuhyun dibuat begitu biar gk songong kkkkk

    Oya sepertinya Kyuhyun ada trauma sama mobil, apa dia pernah kecelakaan? Trus RaeAh juga, dia gk mau naik motor pasti gara-gara gk bisa move on sama mantan kekasihnya, mungkin.

  14. Halloooo~~ aku pembaca baru disini. Baru banget nemu tulisanmu semalam hehehe~ ini ff yg aku baca pertama kali disini. Jalan ceritanya bikin penasaran. Kayanya banyak yg terjadi sama kyuhyun dan nicola di masa lalunya mereka. Aku mau lanjutin ke part 3 tapi kok aku gak bisa ngebuka protekannya yah? Padahal udah bener masukin pw nya huhu 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s