Heartless Part 1

Heartless

Pintu besar di belakangku berderit keras. Seseorang telah masuk dan aku bisa merasakan auranya dari jarak sejauh ini. Aura mengerikan yang dikeluarkan olehnya terasa semakin kuat seiring dengan langkah kakinya yang mendekat ke arahku.

“Aku terkejut ketika mendengar kabar bahwa kau bertAndang ke kantorku pagi ini, Nona Kim. Aku merasa tersanjung,”

Kalimat yang ia lontarkan selalu membuat telingaku gerah. Aku penasaran apakah rasa malu pernah menghinggapi benak lelaki yang sekarang sudah duduk di seberangku itu. Aku benar-benar muak melihat wajahnya yang selalu terlihat tenang tanpa beban.

“Apa yang kau lakukan pada perusahaanku?” aku tidak ingin membuang waktuku hanya untuk berbasa-basi dengannya. Tujuanku datang ke tempat ini adalah untuk meminta pertanggungjawaban darinya. Ia telah membuat proyek yang saat ini sedang kutangani batal. Sejujurnya, tempat ini adalah tempat yang paling tidak ingin aku kunjungi.

“Buru-buru sekali. Aku bahkan belum menawarimu minuman,” aku tidak tahu apa yang Tuhan rasakan ketika menciptakan lelaki ini.

“Kau menghancurkan proyekku di Kanada, Cho Kyuhyun!” suaraku meninggi. Aku tahu, aku tidak akan pernah bisa menekan emosiku jika berhadapan dengannya. Aku sudah mencoba bersabar tapi melihat wajah bengisnya membuatku tidak bisa menahan diri.

“Kesimpulan yang terlalu cepat, Nona. Ada baiknya kau merenungkan kemampuan berbisnismu,” lelaki itu berujar dengan tenang. Ia selalu tenang di balik wajah bengisnya.

“Kau mengerikan. Kau bahkan tidak berpikir berapa banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan setelah proyek ini gagal. Mereka memiliki keluarga,” aku menatap nyalang ke arahnya dengan napas terengah. Sudah sangat terlambat untuk menekan emosiku. Mereka sudah mengumpul di ubun-ubun dan siap pecah ketika Kyuhyun kembali memicunya nanti.

“Kalau begitu jual saja perusahaanmu padaku. Aku yakin mereka tidak akan kehilangan pekerjaan,” aku benar-benar tak habis pikir. Bagaimana bisa lelaki itu bersikap sangat tenang setelah menghancurkan perusahaanku? Ia bahkan menghancurkan hidupku.

“Kau pikir aku aku akan menyerahkan perusahaan yang menjadi tempatku menggantungkan hidup selama ini? Tidak akan pernah, Kyuhyun-ssi!”

“Terserah saja. Aku yakin hidup ribuan orang lebih berharga dari hidupmu, Nona.”

Kali ini aku tidak bisa menyangkal ucapannya. Hidup ribuan pegawai itu lebih berharga. Aku tidak mungkin mengorbankan mereka untuk membuat hidupku selalu nyaman. Lalu, bagaimana dengan Grant? Apa ia akan menerima jika kami jatuh miskin? Aku tidak ingin Grant mengalami kesulitan.

“Beri aku waktu dua puluh empat jam. Aku akan mengadakan rapat internal dan menghubungimu setelah mengambil keputusan,”

Sejak keluar dari ruangan itu aku tahu bahwa aku telah mengakui kekalahanku padanya. Aku yakin ia sedang menertawaiku di dalam sana. Aku menekan dadaku kuat-kuat. Rasanya sangat menyesakkan. Setelah ini, aku harus berusaha keras meyakinkan Grant bahwa kami akan baik-baik saja meski telah jatuh miskin.

Aku meninggalkan perusahaan ini dengan kebencian yang semakin menumpuk. Aku membenci lelaki itu. Ia menghancurkan hidupku terlalu banyak. Dulu ia menghancurkan hidupku dan sekarang ia menghancurkan hidup kami. Setelah urusan ini selesai, aku hanya berharap tidak akan pernah lagi melihat wajahnya.

 

_o0o_

 

Mom, are you okay?” suara lembut khas anak remaja belasan tahun menyapa pendengaranku. Aku harus menampilkan senyum terbaik di hadapannya. Aku tidak ingin anak lelaki yang selama lima belas tahun nenjadi oksigenku ini merasa khawatir.

I’m okay, son. How’s your day?

Aku tidak tahu apa yang Grant pikirkan. Ia hanya diam, menatapku seperti ingin bertanya tapi ragu. Aku ibunya. Aku bisa membaca gerak-gerik Grant dengan baik.

There’s something wrong, right? Just tell me, Grant. I’ll listen,”

I met someone,” jawab Grant dengan cepat.

“Lalu apa masalahnya? Kau terlihat tidak senang,”

He is Kyuhyun,” aku diam.

Kyuhyun menemui Grant? Aku ingin menutupi keterkejutanku tapi aku tahu itu tidak berhasil. Aku benar-benar terkejut. Kali ini apa lagi yang ia rencanakan untuk menghancurkan hidupku?

Mom,” Grant menggenggam kedua tanganku dengan erat. Aku sadar telah membuat Grant khawatir.

“Siapa Kyuhyun itu? Apa yang kalian bicarakan?” Aku mencoba menenangkan Grant dengan mengukir sebuah senyum di wajah.

He said that he is my father. He is not, isn’t he?” aku merasa tubuhku bergetar mendengar ucapan Grant. Kyuhyun mengaku sebagai ayahnya dan Grant ingin menyangkal kenyataan itu. Aku tidak tahu motif mereka melakukan itu. Aku tidak bisa berpikir. Apa yang harus aku katakan sekarang?

“Aku menunggu jawabanmu, Mom. Katakan dia bukan ayahku! Aku tidak ingin memiliki ayah yang kejam seperti dia,” Grant meninggikan nada bicaranya. Ia terlihat frustasi.

You know something about him, right?”

He ruined our company. He left you without say even a word. He ruined your life. My father shouldn’t be that rude. My father is dead, right?”

Cepat atau lambat situasi ini akan terjadi. Aku tahu itu tapi aku tidak menyangka Grant akan bereaksi seperti ini. Ia bahkan menangis.

Kuraih tubuhnya ke dalam pelukanku. Aku menangis di bahunya.

I’m sorry, Grant. I should’ve tell you earlier,”

He wants me to leave you and live with him. He’s so rude, Mom. I can’t live anywhere without you,” aku tahu Grant sangat menyayangiku. Selama ini kami hanya hidup berdua tanpa bantuan orang lain. Aku membesarkan Grant dengan tanganku. Aku tidak akan membiarkan Kyuhyun mengambil Grant.

 

_o0o_

 

“Perusahaan sudah tidak bisa diselamatkan. Apakah kau akan baik-baik saja jika kita menjadi miskin?” aku dan Grant memutuskan untuk makan malam bersama setelah emosi mereda. Restoran khas Asia Tenggara di daerah Incheon menjadi tempat singgah kami saat ini. Grant melahap makanannya dengan tenang.

“Asalkan bersamamu, aku baik-baik saja. Jangan terlalu dipikirkan,” hatiku menghangat mendengar jawaban diplomatisnya. Anakku sudah mulai beranjak dewasa rupanya. Grant meletakkan sendok dan garpu di atas piring yang sudah kosong kemudian menatap dengan gusar ke arahku.

“Katakan saja,” aku tahu ada yang ingin Grant tanyakan. Naluri seorang ibu tidak pernah salah.

“Aku ingin mengetahui sesuatu tapi aku takut kau marah. Mom, bolehkah aku mengetahuinya?”

“Tentu saja,”

“Tapi ini tentang masa lalumu,” tubuhku menegang. Masa laluku yang Grant maksud pasti berhubungan dengan Kyuhyun.

“Tidak usah dijawab jika itu menyakitimu,” aku menggeleng lemah. Grant sudah bisa mengerti. Aku harus menceritakan masa laluku dan Kyuhyun padanya meski itu akan kembali membawa luka. Luka lama yang bahkan tidak pernah sembuh. Jika bukan untuk Grant, mungkin aku tidak akan duduk berhadapan dengannya saat ini.

“Tidak. Aku akan menceritakannya padamu. Kau berhak tahu bagaimana hubunganku dengan Kyuhyun,” Grant membersihkan mulutnya dari sisa makanan. Perhatiannya ia curahkan padaku.

“Aku dan Kyuhyun bersahabat. Waktu itu aku mahasiswa tingkat pertama dan Kyuhyun berada di tingkat ketiga. Aku tidak memiliki siapa-siapa selain dirinya. Aku sangat bergantung pada Kyuhyun hingga malam itu terjadi. Malam laknat yang tidak ingin aku ingat sepanjang hidupku,” Grant menggenggam tanganku di atas meja.

“Kyuhyun melakukannya padaku. Ia tidak peduli ketika aku menangis, meronta, memohon agar Kyuhyun tidak melakukan itu. Kyuhyun tidak mabuk. Aku tidak tahu apa yang membuatnya melakukan hal keji itu padaku. Kau tahu, Kyuhyun melakukannya di atas rumput yang dipenuhi daun kering di belakang kampus. Kyuhyun dengan nafsu bejatnya telah menghancurkan hidupku,”

Aku dapat merasakan Grant memeluk dan mencium puncak kepalaku. Aku juga bisa merasakan air mata banyak membasahi kaos hitam favoritnya. Aku tidak suka menjadi lemah di hadapan anak lelakiku.

“Jangan diteruskan, Mom. Sudah cukup. Maafkan aku,” suara Grant bergetar.

“Dia bilang aku harus menjauh dari hidupnya kemudian pergi meninggalkanku dengan kondisi mengenaskan. Sampai sekarang aku tidak tahu kenapa dia melakukan itu,”

Aku tidak peduli terhadap pAndangan orang-orang saat ini. Aku butuh menumpahkan segala kesedihan yang menghimpit dadaku selama ini. Aku ingin menenangkan diri dalam pelukan Grant. Pelukan anak lelakiku yang sangat menenangkan.

Beberapa menit kemudian hanya diisi oleh suara tangisku. Untuk pertama kalinya aku memperlihatkan pada Grant seluruh rasa sedih yang selama ini mendera. Aku seharusnya malu tapi ini benar-benar menyakitkan. Kesedihanku sudah terlalu lama kutahan. Sekali saja. Sekali saja aku ingin menangis dalam pelukan anak lelakiku.

Mommy harus istirahat. Ayo pulang,” aku mengangkat wajah, mengusap sisa air mata yang masih membasahi pipi, kemudian tersenyum pada Grant. Matanya memerah. Aku yakin Grant pasti sedang menahan emosinya.

“Jangan pikirkan apapun. Kau juga harus istirahat. Mengerti?” Grant mengangguk. Aku mengusap wajahnya sebentar, merasakan kulitnya yang ditumbuhi jerawat di beberapa bagian.

Aku menyayangi Grant melebihi nyawaku sendiri. Meski terkadang perasaan hancur menyeruak ke permukaan saat melihatnya kerena wajah Grant begitu mirip dengan Kyuhyun, itu bukan masalah. Bagiku Grant adalah segalanya terlepas dari bagaimana cara Tuhan memberiku dirinya.

Grant anak yang penurut. Ia juga pintar, selalu menjadi yang pertama di sekolahnya. Grant mewarisi otak cerdas Kyuhyun, aku tahu itu.

Grant berjalan mendahuluiku keluar dari tempat ini. Badannya kurus dan tinggi meski usianya baru lima belas tahun. Jika Kyuhyun memiliki wajah tampan dan dingin, maka Grant sangat tampan dan ramah. Wajahnya seperti malaikat.

 

_o0o_

 

Rapat pemegang saham telah usai dan keputusan telah didapat. Setelah Kyuhyun menAndatangani surat yang kuajukan, perusahaan yang selama ini aku pimpin akan berpindah tangan.

Kyuhyun membubuhkan tAnda tangannya dengan gerakan luwes tanpa beban. Aku harus berusaha keras menahan air mata agar tidak lolos begitu saja membasahi wajahku. Tidak jika itu di depan Kyuhyun.

“Bagaimana keadaan Grant?”

Aku tidak tahu apa yang Tuhan rencakan terhadapku. Kyuhyun bertanya tentang Grant seolah dia memiliki hak paten atasnya. Ia bahkan tidak pernah mempedulikan Grant selama belasan tahun ini. Aku tidak ingin Kyuhyun tiba-tiba melakukan ini.

“Grant baik,” Kyuhyun mengangguk. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya. Lagipula aku juga tidak ingin tahu. Pertemuan dengan Kyuhyun cukup sampai di sini. Aku tidak ingin bertemu lagi dengannya. Aku akan pergi sejauh mungkin, ke tempat yang tidak akan ada Kyuhyun di dalamnya. Lelaki di hadapanku ini cukup banyak menorehkan luka pada diriku.

“Terima kasih atas kerjasama Anda, Tuan Cho. Semoga perusahaan ini menjadi jauh lebih baik di tangan Anda. Saya permisi,” tanpa menjabat tangannya aku beranjak dari ruangan itu. Selama ini aku selalu berusaha menghindar dari Kyuhyun tapi Tuhan ternyata memberi takdir lain. Aku sering bertemu dengannya, entah itu secara sengaja atau tidak.

“Biarkan Grant tinggal denganku. Dia tidak pantas hidup miskin,”

Tidak memiliki hati atau gila. Hanya dua pilihan itu yang ada dalam benakku saat menggambarkan Kyuhyun. Selama ini ia bersikap acuh pada keberadaan Grant. Aku tidak percaya sekarang ia memintaku untuk menyerahkan Grant.

Tanganku yang semula akan membuka pintu terkulai lemas di samping tubuhku. Aku gemetar, menahan amarah. Dulu Kyuhyun adalah seorang sahabat yang selalu ada setiap aku mendapat masalah, menghapus air mataku ketika aku menangis, dan menyayangiku seperti sudaranya sendiri.

 

Aku berbalik menghadap Kyuhyun. Ia masih duduk dengan tenang di tempatnya tadi.

“Apa hakmu meminta Grant?”

“Aku ayahnya,” mataku memanas mendengar Kyuhyun mengakui bahwa dirinya adalah ayah Grant. Rasanya sangat menyesakkan. SeAndainya Kyuhyun mengakui hal itu sejak dulu, mungkin aku tidak akan merasa sesakit ini. Meski ia tidak bersedia menikah denganku, setidaknya ia mau mengakui Grant sebagai anaknya. Sebenarnya itu saja sudah cukup. Namun Kyuhyun tidak melakukannya.

Beberapa hari setelah mengetahui kehamilanku, aku datang menemui Kyuhyun. Mencoba peruntungan. Aku berharap ia mau mengakui anak yang ada dalam kandunganku, tapi tidak. Alih-alih mengakui, Kyuhyun justru menuduh aku melakukannya dengan orang lain. Anak yang kukandung bukanlah hasil perbuatannya.

Waktu itu Kyuhyun berkata dengan kejam bahwa ia tidak ingin melihatku lagi. Aku harus menghilang dari hadapan Kyuhyun untuk selamanya.

Segala perkataan dan perbuatan keji Kyuhyun membuatku depresi selama berhari-hari. Aku hampir kehilangan Grant karena terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur. Setelah mengalami itu aku sadar bahwa aku memiliki tanggung jawab untuk memberikan hidup pada janin yang sedang kukandung.

Meninggalkan Republik Korea dengan tabungan yang tak seberapa isinya menjadi pilihanku saat itu. Aku memulai hidup baru di Ruedesheim, salah satu kota paling indah di Jerman. Di sana aku berhasil bangkit. Membesarkan Grant dan melanjutkan pendidikanku di sana, serta bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kami.

 

“Ayah Grant sudah mati sesaat setelah ia menolaknya. Selama enam belas tahun aku menderita karena ulahmu. Perusahaan, aku tidak keberatan menyerahkannya padamu tapi untuk yang satu ini aku tidak akan melakukannya. Saat ini hanya Grant yang kumiliki. Biarkan kami menjalani hidup dengan damai tanpa bayang-bayangmu,” aku bisa merasakan getaran pada suaraku dan air mata yang menetes membuat pandanganku memudar.

Aku pikir, aku sudah gila karena melihat perubahan pada raut wajah Kyuhyun. Wajahnya terlihat sendu dan penuh penyesalan. Aku ingin menyangkalnya tapi mereka terlihat jelas.

 

“Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan Grant,”

“Pun denganku,”

Setelah itu aku benar-benar pergi. Mengambil Grant setelah mencampakkannya. Aku yakin lelaki itu sudah tidak memiliki hati dan akal sehat. Sial. Aku benar-benar membenci lelaki itu.

 

o0o

 

Grant sedang berkutat dengan buku-buku matematika kesukaannya. Anakku tidak pernah bersentuhan dengan ayahnya tapi mereka memiliki kesukaan yang sama. Kyuhyun dan Grant sama-sama menyukai games, matematika, warna biru, piano, dan bisnis. Terkadang aku merasakan sesak ketika melihat Grant tengah berkutat dengan kesukaannya. Aku seperti melihat Kyuhyun.

Mom, can we just go back to Ruedesheim? That person wouldn’t find us there,” aku mengerjap. Sadar bahwa aku masih berdiri di belakang Grant. Aku menghampiri Grant dan duduk di sampingnya. Wajahnya selalu mampu membuatku tersenyum sekaligus merasa sesak. Wajah itu terlalu mirip dengan Kyuhyun.

What about US?

Why there?” Grant menatapku bingung setelah sebelumnya menaruh buku yang dari tadi ia genggam di atas meja.

He knows that we were live there. Aku pikir, US tidak buruk untuk memperbaiki keadaan kita,”

Well, it’s no matter since I’ll live there with you. I love you,

Aku tersenyum, menarik Grant ke dalam pelukanku. Rasanya semua beban di pundakku menghilang setelah mencium aroma khas anak lelakiku ini. Hanya Grant yang bisa mengembalikan semangat hidupku. Aku pikir, dalam hal ini Tuhan telah berlaku adil terhadapku. Tuhan menciptakan Grant untuk membantuku bertahan hidup.

“Aku pikir, aku bukan lagi satu-satunya orang yang mendapat pengakuan cintamu. Benar?”

Grant melepas pelukannya kemudian beranjak. Ia berlalu ke dalam kamarnya kemudian berteriak dari balik pintu, “Arin, Mom. Namanya Arin,”

Aku hanya berniat menggodanya tadi. Aku terkejut mendengar pengakuan Grant. Jadi, anak lelakiku itu benar-benar telah beranjak dewasa rupanya. Aku tertawa. Tawa itu kemudian pudar sesaat setelah aku membaca pesan masuk di ponselku. Sebuah pesan yang membuat seluruh tubuhku memanas dan emosi dalam jiwaku menyeruak ke permukaan. Pesan singkat dari seorang lelaki brengsek yang telah menghancurkan hidupku.

 

Bersiaplah untuk kehilangan Grant karena aku akan melakukan apapun untuk mengambilnya darimu.

 

TBC

 

Pendek banget!! Tadinya aku mau bikin Oneshot, tapi malah kepanjangan idenya. Hihi bertambahlah hutangku hiks jangan lupa feedback-nya yaaa. Aku hibur kalian, kalian hibur aku. Cukup adil, kan? Semacem simbiosis mutualisme gitu halah sok-sokan anak biologi

Fate aku cancel lagi. lagi sibuk-sibuknya nih hiks ini aja sebenernya udah jadi draft dari berbulan-bulan yang lalu. haha Thanks for coming, gengs!! Love ya!

 

tumblr_n3w16iQ9KM1tvhfogo4_500

Grant.

Anggep aja mirip Kyuhyun. Anggep aja umurnya 15an tahun. Aku gak jago nyari ulzzang nih hihi

1442722227463

Arin. Magnae of Oh My Girl. Cantik, kan? wkwk

Di masa depan dia bakal banyak muncul bareng Grant. Jadi, aku kenalin dari sekarang hihi

Aku lagi tergila-gila sama 3 rookies. N.Flying, Oh My Girl, UP10TION. Harap maklum kalo ke depannya bakal banyak nama cameo yang diambil dari grup2 tersebut. hihi

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

70 thoughts on “Heartless Part 1”

  1. Ada apa dg kyuhyun. Knp gaknmau tanggungjawab.. bukannya kata rae ah di bersahabat.. tpi kyu kjem bgt.. baca next part dlu.. 😊😆

  2. Masih butuh alasan kyuhyun gak mau tanggung jawab waktu itu.. padahal bukannya sahabat sama rae ah ya? Anaknya udh gede aja….
    Mau baca next post dlu..

  3. hohohoho…daebaaaak😁..kyu kejem bgt ya dsini!! ga salah tuhhh!! emg gmn si masa lalu mereka tu!! seru nih ff ny thor!! lanjuuuutt yuuuu!!

  4. Eonni q reader baru salam kenal ya?? yahh yahhh ko kyu kejam banget aku ngerasain sedih jika jd ibunya grant yg mau anaknya diambil paksa…makin penasaran…lanjut aj😊

  5. Hai aq redear baru ijin baca
    Kkyu jahat banget, benci q jadinya
    Mentang2 dia kaya di bisa seenaknya, bukan dulu dia nolak grant kok sekarang sok-sok an peduli

  6. Kyu disini jadi cwok pling kejam gak bertanggung jawab udah gtu mau ngambil anak yg dulu bahkan gak pernah di akuin…. dasar kyu gak punya hati…
    #reader baru
    #salam kenal

  7. Hallo~ aku reader baru 😊
    Baru nemu(?) blog Ini. Mampir kesini karna penasaran sama tulisannya dan juga karna cast cewenya Pake OC Hweji 😀

    Ceritanya menarik, bikin penasaran. Gk tau apa motif Kyuhyun kenapa dia dulu nglakuin hal bejat(?) itu. Trus tiba-tiba dia minta Grant hidup dengan dia.

  8. N.flying aku juga suka 🙂 🙂 :-)….
    Brengsek ya kyuhyun,setelah memperkosa,ningalin,dan ga mau ngakuin malh bilang itu anak orang lain sekarang mau ambil grandt?

  9. Keren nih kak ceritanya ,pantesan aja rae ah segitu bencinya sama kyuhyun setelah diperkosa ditinggalin gitu aja ckckck
    Btw btw visualnya grant keren juga lho 😀jadi kepincut ama anaknya ketimbang bapaknya wkwkwk
    Izin baca next part kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s