My Wife is A Fangirl

MWIAFG

A-Yo! Hari ini niatnya mau posting Fate Part 7 tapi aku pikir bakal lebih baik kalo ditulis sampe tamat dulu baru post. Hehe Aku suka kehilangan mood sama Fate untuk waktu yang sangat lama. Makanya, mumpung sekarang mood-nya lagi dapet, aku terusin ngetik Fate sampe akhir. Yang suka sama Fate sabar yaaa.

FF ini bisa dibilang after story-nya Want You. Ini juga berisi clues of password. Jadi, yang bingung sama clue yang aku kasih di page password, baca ini aja. Udah aku tulis di sini jawabannya. Tinggal kalian mix and match (?) aja.

 

Aku gak yakin feel-nya bakal dapet hihi oiya, aku minta maaf sama kalian yang ­email-nya lama aku bales, permintaan pertemanan yang lama aku accept, dan inbox kalian yang lama juga aku balesnya. Aku lagi ada project sama temen-temen angkatan makanya agak sibuk gitu.  wkwk Ya bisa dibilang project gede, jadi itu mengurangi waktuku buat nulis karena kuliah udah jarang sih sekarang.

Yaudah, gitu aja. Sorry for looong long speech haha enjoy! Typo everywhere!

 

_o0o_

 

Hari ini melelahkan sekali. Artis-artis yang bernaung di bawah manajemennya benar-benar membuat seorang Cho Kyuhyun memutar otak lebih keras. Skandal demi skandal muncul ke permukaan. Beruntung Cho Kyuhyun adalah orang yang genius dan ahli dalam mengatasi masalah dengan cepat dan tentu saja tepat.

Matanya menyapu ke seluruh ruangan, berusaha menemukan seorang wanita yang sejak dua bulan lalu resmi menjadi istrinya. Penthouse mewah ini sangat sepi. Ini baru pukul 19:00. Tidak mungkin istrinya itu sudah tidur.

Kyuhyun melangkahkan kaki panjangnya menuju kamar utama. Ketika akan membuka pintu kamar tersebut, Kyuhyun mendengar jeritan dari ruang kerja. Jantungnya berdebar keras. Tanpa memikirkan apapun lagi, ia bergegas menuju ruang kerja setelah melempar tas dan jasnya ke sembarang arah. Kyuhyun khawatir. Ia tahu kalau yang menjerit itu adalah istrinya.

“Ada apa? Are you okay?” tanya Kyuhyun dengan napas terengah. Tangan Kyuhyun menggenggam erat kenop pintu. Rasa khawatirnya menguap begitu saja melihat sang istri terlihat dalam keadaan baik, sedang duduk di belakang meja kerja Kyuhyun, fokus pada laptop di depannya.

Kyuhyun menghembuskan napas lega kemudian dengan langkah pelan menghampiri Rae Ah. Perempuan itu masih fokus pada laptop. Entah apa yang dilakukan perempuan itu hingga tak tak mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan di sini, sayang?” Kyuhyun mendaratkan sebuah ciuman di kepala Rae Ah.

“Sudah pulang?” perempuan itu mendongak sambil melepas earphonenya. Melihat itu Kyuhyun memejamkan matanya sebentar kemudian melepas tangan yang bertengger bahu Rae Ah. Kyuhyun kesal.

“Aku pikir sesuatu yang buruk terjadi,” ujarnya. Kyuhyun pergi meninggalkan ruang kerja, meninggalkan Rae Ah yang kebingungan atas sikapnya, kemudian menutup pintu dengan kasar.

Rae Ah mengurut pelipisnya, mengingat kesalahan apa yang sudah ia lakukan sampai-sampai membuat Kyuhyun berpikir sesuatu yang buruk telah terjadi. Matanya beralih dari pintu ke laptop.

Benda itu menampilkan video empat orang dengan alat musik masing-masing. Ia ingat beberapa saat lalu menjerit setelah mereka memulai pertunjukan. Ya Tuhan, Cho Kyuhyun.

Kim Rae Ah meninggalkan laptop di atas meja tanpa mematikannya lebih dulu. Ia dalam keadaan genting. Meski baru dua bulan menikah dengan Kyuhyun, Rae Ah sudah hapal dengan betul apa saja yang akan membuat suaminya itu kesal.  Saat ini Kyuhyun sedang merajuk dan akan sangat sulit mengubah haluan mood laki-laki itu. Semoga aku tidak harus berusaha keras agar Kyuhyun mau memaafkanku.

 

_o0o_

 

Rae Ah menemukan Kyuhyun di dapur. Kyuhyun sedang menikmati wine kesukaannya. Meski ragu, Rae Ah akhirnya menghampiri Kyuhyun. Melingkarkan tangannya di sekitar leher sang suami dari belakang, menumpukan dagunya di atas kepala Kyuhyun.

“Jangan seperti ini. Aku bau,” ucap Kyuhyun datar. Meski begitu ia tetap fokus pada wine di tangannya. Rae Ah bergeming. Jelas Kyuhyun sedang merajuk.

“Maafkan aku. Aku tidak tahu kau akan pulang cepat,” Kyuhyun diam.

Oppa,” dibandingkan sedih Rae Ah lebih merasa kesal karena Kyuhyun bersikap seperti ini.

“Kekanakkan sekali,” Rae Ah menggerutu. Pelan tapi cukup jelas di telinga Kyuhyun.

“Kekanakkan? Berteriak hanya karena melihat N.Flying kesayanganmu tampil, apa itu tidak kekanakkan?” balas Kyuhyun. Laki-laki itu berdiri secara tiba-tiba. Rae Ah hampir terjerembab ke belakang karena posisi tangannya yang masih melingkar di sekitar leher Kyuhyun. Gadis itu memekik pelan.

Demi setan buncit yang menghuni rumah sepi ini. Jika saja Heechul tidak mendidiknya dengan baik, saat ini juga ia pasti sudah menyumpahi Kyuhyun habis-habisan. Laki-laki itu benar-benar berlebihan.

Memangnya salah mengidolakan idola? Di rumah ini ia merasa kesepian karena hanya dirinya dan Kyuhyun yang tinggal. Pelayan-pelayan tidak akan berani dekat dengannya. Setidaknya Rae Ah juga memang tidak ingin dekat dengan siapapun. Karir keartisannya secara otomatis terhenti setelah ia resmi memakai Cho sebagai nama belakangnya.

“Akan kuikuti permainanmu, Cho Kyuhyun! Kita lihat saja seberapa lama kau akan bertahan dengan kondisi ini,” gumam Rae Ah.

 

_o0o_

 

Kyuhyun mengambil ponsel dari atas meja. Ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Penasaran dengan kegiatan apa yang dilakukan sang iistri, Kyuhyun membuka salah satu aplikasi media sosial. Kim Rae Ah akhir-akhir ini cukup aktif menggunakan media tersebut.

Hanya ada dua akun yang Kyuhyun ikuti. Kim Rae Ah dan akun resmi milik perusahaannya. Kyuhyun terkejut bukan main ketika melihat lini masanya peuh dengan akun-akun lain yang di-retweet oleh Kim Rae Ah. Akun-akun tersebut kebanyakan tentang N.Flying.

 

FNC Entertainment make a project named Jimin and J.DON

 

N.Project’s title track has revealed as GOD

 

Masih banyak sekali kicauan-kicauan tentang N.Flying. Kyuhyun tahu sejak awal Rae Ah memang sangat menyukai grup band asuhan FNC Entertainment tersebut tapi sebelumnya tidak pernah menunjukkan hal itu secara terang-terangan.

Kyuhyun mengurut keningnya. Seharusnya, seorang perempuan yang sudah bersuami mengurangi kadarnya sebagai seorang fangirl, bukan? Kenapa Kim Rae Ah malah sebaliknya?

 

Kyuhyun kembali bersungut-sungut ketika melihat Rae Ah menulis sesuatu yang menurutnya berlebihan. Berkicau tentang N.Flying, N.Flying, dan N.Flying. Setidaknya katakan sesuatu tentang sang suami yang begitu tampan, kaya, atau apapun itu. tsk!

 

Kim Rae Ah @KimRae 5m

Can’t wait for N.Flying’s new mini album. Awesome!

 

Kyuhyun semakin kesal setelah melihat ada komentar pada kicauan sang istri. Rae Ah bahkan membalasnya. Kyuhyun geram kemudian meletakkan kembali ponselnya di atas meja dengan kasar, tanpa menutup aplikasi tersebut lebih dulu. Ia dengna langkah lebarnya keluar dari ruang kerja yang terasa panas. Segelas air dingin adalah solusi terbaik saat ini.

 

o0o

 

엔플라잉 (N.Flying) @Nflyingofficial 4m

@KimRae Thank’s for always support us. You’re the best!

 

Kim Rae Ah @KimRae 3m

@NFlyingofficial Kim Rae Ah is N.Flying’s number 1 fan! Haha N.Flying fighting!

 

_o0o_

 

Berstatus sebagai seorang istri tapi suamimu tidur dengan membelakangimu, apa yang kau rasakan? Kim Rae Ah tidak memiliki semangat untuk memulai harinya pagi ini. semalam Kyuhyun tidur dengan membelakanginya. Pagi ini bahkan laki-laki itu tidak memberikan ciuman selamat pagi sebelum berangkat untuk bekerja.

Ini menyebalkan. Kyuhyun tidak seharusnya marah sampai seperti itu. Lagipula ia tidak selingkuh. Apa salahnya menyukai grup musik seperti N.Flying? Kyuhyun juga sudah tahu bahwa ia penggemar berat N.Flying. Lalu, kenapa sekarang marah hanya karena ia berteriak ketika menonton video musik mereka?

 

Rae Ah menelungkupkan kepalanya ke atas meja makan. Sejak selesai sarapan dan Kyuhyun pergi tadi, ia belum beranjak sedikitpun dari sana. Setelah menikah, mood-nya menjadi tergantung pada mood Kyuhyun. Ia akan merasa lesu jika melihat wajah Kyuhyun muram ketika pagi dan sebaliknya, harinya akan terasa cerah ketika Kyuhyun menunjukkan wajah cerahnya.

Pagi ini ia bingung harus melakukan apa. Bahkan pagi-pagi sebelum ini –sejak menikah dengan Kyuhyun– juga ia selalu bingung akan melakukan apa. Tidak bekerja dan tidak ada teman. Sebelumnya ia masih bisa mengganggu Kyuhyun di sela-sela pekerjaan laki-laki itu, tapi sekarang rasanya tidak mungkin.

 

Rae Ah menghela napas berat. Megedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Rumah ini terlalu besar untuk dihuni oleh dua orang. Ada banyak kamar yang tidak terpakai. Tiba-tiba saja ia tersenyum tipis membayangkan kamar-kamar kosong tersebut diisi oleh anak-anak mereka.

Ia menggeleng pelan. Wajahnya tersipu. Baru beberapa bulan meniikah dan ia sudah berani membayangkan memiliki anak. Ini memalukan.

Dering ponsel menyadarkan Rae Ah dari lamunannya. Nama Heechul tertera sebagai pemanggil. Rupanya ikatan antara ayah dan anak memang sangat kental. Meski entah untuk alasan apa Heechul menghubunginya, tapi Rae Ah senang karena ada seseorang yang bisa ia ajak bicara.

 

“Aku senang kau menelepon,” selorohnya sebelum Heechul mengucapkan kalimat sapaan. Heechul mendengus kesal.

“Aku yakin sesuatu telah terjadi. Ada apa?” Kim Rae Ah tidak akan sesenang itu mendapat telepon dari Heechul, kecuali jika gadis itu sedang dalam keadaan yang tidak baik. Heechul hapal betul tabiat anak gadisnya itu.

 

“Kyuhyun marah padaku,” ucapnya lesu.

“Sudah kuduga. Melihat lini masamu aku sudah yakin Kyuhyun akan seperti itu. Suamimu itu sedang cemburu, kau tahu?” balas Heechul.

“Memangnya ada yang salah? Kyuhyun tahu aku penggemar berat N.Flying. Sebelumnya ia tidak mempermasalahkan tentang itu,”

“Karena sebelumnya kau tidak menujukkan hal itu dengan jelas apalagi di media sosial, bodoh!”

“Kenapa Ayah memarahiku? Setidaknya bantu aku. Apa yang harus aku lakukan?” Rae Ah balas berteriak membuat Heechul semakin sebal. Ia tidak habis pikir dari mana anak gadisnya itu mendapatkan sifat menyebalkan tersebut.

 

“Kenapa kau melakukannya?” Rae Ah mengernyitkan keningnya dalam-dalam.

“Maksud Ayah?”

Fangirling. Kenapa kau melakukan itu justru setelah bersuami? Seingatku kau tidak pernah menunjukkannya secara jelas sebelum ini,”

Rae Ah menghembuskan napasnya dengan kasar sebelum kemudian menjawab, “Aku kesepian, Ayah. Aku tidak melakukan apapun setelah menikah. Aku juga tidak memiliki teman jika siang hari Kyuhyun bekerja,”

Di seberang sana, heechul menganggukkan kepalanya pelan. Ia mengerti apa yang tengah putri semata wayangnya rasakan. Kim Rae Ah terbiasa sibuk sebelum menikah dan ketika menikah, ia harus berhenti menjadi aktris. Heechul tidak bisa menyalahkan Kyuhyun karena ini merupakan keputusan Rae Ah. Heechul mendecih mengingat betapa percaya dirinya Kim Rae Ah ingin berhenti dari dunia keartisan.

 

“Sekarang bersiap-siaplah. Pergi ke kantor Tour & Travel milik Paman Hankyung dan pesan tiket ke Stuttgart untuk bulan madu,” ucap Heechul penuh percaya diri. Rae Ah mengangkat kedua alisnya, semakin tidak mengerti dengan kalimat-kalimat yang Heechul lontarkan.

“Ayah, untuk apa aku melakukan itu? Memangnya siapa yang akan berbulan madu?”

“Ya Tuhan, aku tidak melahirkanmu untuk menjadi orang bodoh, Kim Rae Ah! Kau–”

“Aku dilahirkan oleh Ibu, bukan oleh Ayah!” Heechul menggertakkan gigi-giginya. Ia gemas sekali mendengar bantahan-bantahan yang dilontarkan putri kesayangannya.

“Ibumu tidak akan melahirkan jika tidak ada aku,”

“Ibu bisa melahirkan meski tidak ada Ayah. Banyak laki-laki di luar sana yang bersedia membuat Ibu melahirkan,”

“Ya Tuhan. Aku berharap saat ini sedang duduk di sebelahmu dan akan kupastikan wajah cantikmu itu menjadi buruk rupa kemudian kau dan Kyuhyun bercerai,” Heechul masih menahan kekesalannya sedangkan Rae Ah mati-matian menahan tawa. Membuat Heechul kesal adalah hiburan tersendiri baginya.

“Kejam sekali. Aku rasa tidak ada seoang ayah yang ingin merusak kebahagian putrinya,”

“Baiklah, berhenti mendebatku, Kim Rae Ah! Sekarang cepat pergi ke kamarmu dan bersiaplah! Aku akan menelepon Paman Hankyungmu,” Heechul menyerah. Tidak ada ada yang bisa mengalahkan kepiawaian seorang Kim Rae Ah dalam hal berdebat.

“Baiklah, baik. Ayah,”

“Hmm,”

“Aku menyayangimu,”

 

Heechul tersenyum haru setelah Rae Ah memutus sambungan telepon. “Aku juga menyayangimu,” gumamnya seraya menatap ponsel. Laki-laki itu mengangkat wajah untuk menahan laju air matanya. Sudah dua bulan Kim Rae Ah menjadi milik laki-laki lain. Ia tidak percaya anak gadisnya telah menjadi serang istri. Heechul berharap, Kim Rae Ah akan menjadi istri dan ibu yang baik juga setia di kemudian hari.

 

_o0o_

 

Rae Ah menatap pintu ruangan Kyuhyun dengan gusar. Ia bingung harus masuk atau tidak. Jika masuk, ia takut Kyuhyun akan mengabaikan dirinya, tapi jika tidak mungkin keadaan akan semakin memburuk.

Awalnya Rae Ah berpikir akan mengikuti alur Kyuhyun yang sedang marah. Namun, perasaannya ternyata tidak bisa melakukan itu. Ia merasa ada sesuatu yang kosong ketika Kyuhyun tidak berbicara bahkan tidak menciumnya seperti biasa. Satu yang paling membuatnya merasa kosong adalah ketika ia tidak tidur dalam pelukan Kyuhyun. Rasanya sangat hampa.

Sekarang ia sudah berada di depan ruangan Kyuhyun. Mengikuti kata hatinya yang ingin berbaikan dengan Kyuhyun dan ‘sedikit’ paksaan dari Heechul. Perlahan ia mengangkat tangan kanannya untuk meraih knop pintu namun seseorang dari dalam sana mendahului. Pintu itu terbuka dan menampilkan sosok Kyuhyun, membuat Rae Ah mundur selangkah karena terkejut.

Kyuhyun juga terkejut melihat Rae Ah berdiri di depan pintu ruangannya. Menatap sang istri yang terihat gugup. Baru semalam ia tidak tidur dengan memeluk perempuan kesayangannya, baru sekali ia tidak mencium belahan jiwanya, tapi rasanya bagi Kyuhyun seperti sudah berminggu-minggu tidak melakukan hal tersebut. Ia ingin sekali menarik Rae Ah yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan gugu dan –mungkin bersalah, tapi ia ingat bahwa saat ini sedang menjalankan protes atas aksi fangirling yang dilakukan sang istri.

Kyuhyun tidak keberatan dengan kesukaan Rae Ah pada N.Flying, tapi ia tidak bisa menerima jika istrinya itu menyukai N.Flying secara berlebihan. Berkicau di media sosial, bahkan berteriak hanya karena melihat mereka bermain alat musik dan menyanyi. Kyuhyun tidak ingin istrinya melakukan hal itu.

 

Sir,” suara seorang gadis dari belakang Kyuhyun membuat Rae Ah dengan refleks mengalohkan tatapannya. Matanya menyipit tajam menatap pada seorang gadis dengan rambut blonde dan memiliki wajah British di belakang Kyuhyun. Kyuhyun ikut menoleh.

“Oh, Shannon. I’ll call you, later,” ujarnya pada gadis itu. Ia merasakan tatapan tajam menusuk punggungnya kemudian melanjutkan, “I mean –my secretary,

Gadis itu tersenyum, membungkuk sekilas pada Kyuhyun dan Rae Ah kemudian pergi. Shannon –gadis itu bisa merasakan ada hawa berbeda dari perempuan yang ia ketahui sebagai istri dari pemilik agensi tempatnya bernaung tersebut. Seperti seorang yang terbakar cemburu, mungkin.

 

“Siapa?” tanya Rae Ah setelah Shannon menghilang di balik pintu lift yang akan membawanya ke lantai dasar. Kyuhyun mengernyit sebentar kemudian menjawab, “Oh, Shannon. Dia Shannon Williams,”

“Aku tidak bertanya tentang namanya,”

“Masuklah. Aku tahu ada yang ingin kau sampaikan,”

 

Rae Ah ingin menangis melihat Kyuhyun berjalan mendahuluinya. Ini tidak biasa Kyuhyun lakukan sejak dua bulan pernikahan mereka. Perempuan itu mengikuti Kyuhyun dengan langkah berat. Ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu sedangkan Kyuhyun masih berjalan dan berhenti di depan alat pembuat kopi.

Laki-laki itu duduk di seberang Rae Ah setelah meletakkan dua gelas kopi buatannya di atas meja. Duduk dengan menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa dan meletakkan kedua tangannya ke dalam saku celana, sedangkan kaki kanannya ia tumpangkan pada kaki sebelah kiri.

Sekarang rasanya Rae Ah benar-benar ingin menangis. Biasanya Kyuhyun tidak akan membiarkan mereka duduk berjauhan. Suaminya itu akan memaksa ia untuk selalu duduk tanpa jarak di antara mereka, bahkan di atas pangkuannya. Ia tidak tahu jika fangirling yang ia lakukan adalah kesalahan yang –mugkin besar bagi Kyuhyun.

 

“Ke sini dengan siapa?” tanya Kyuhyun memulai pembicaraan. Sial. Ia sangat ingin berpindah tempat ke sisi sang istri saat ini. Kyuhyun tidak biasa duduk sejauh ini dengan Rae Ah.

“Paman Hankyung. Gadis tadi –siapa?” Rae Ah sepertinya melupakan tujuan utamanya datang ke kantor Kyuhyun setelah melihat Shannon.

“Pendatang baru,” jawab Kyuhyun singkat membuat Rae Ah menahan dirinya mati-matian agar tidak menangis. Lagi, Kyuhyunn tidak pernah bicara setenang dan sesingkat ini padanya.

“Aku pikir, aku harus pulang sekarang,” uajr Rae Ah dengan suara tercekat. Ia tidak bisa lagi menerima perlakuan Kyuhyun yang seperti orang asing.

Melihat sang istri beranjak tanpa menunggu respon darinya bahkan tidak menoleh sedikitpun membuat Kyuhyun mengumpat dalam hati. Ia pasti sudah membuat istrinya itu tersinggung. Lalu dengan cepat Kyuhyun ikut berdiri, menahan tangan kanan Rae Ah.

 

“Aku antar,” ujar Kyuhyun kemudian berjalan mendahului Rae Ah.

Kyuhyun tidak sadar bahwa perbuatannya barusan membuat Rae Ah tidak lagi menahan air matanya. Ia menangis, membuat tubuhnya terpaku di lantai tanpa bisa melanjutkan langkah. Tas tangannya jatuh ke lantai, menimbulkan suara yang membuat Kyuhyun menoleh.

Perasaan bersalah yang sejak awal kedatangan Rae Ah ke kantornya seketika membuncah kala melihat air mata mengaliri istrinya itu. Kyuhyun tahu ia sudah keterlaluan. Untuk itulah ia dengan sigap menghampiri Rae Ah dan berusaha menggapai kedua bahunya. Rae Ah dengan sigap pula memundurkan tubuhnya selangkah, menghindari Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun melayang di udara bersamaan dengan sesal yang meninju ulu hatinya. Kyuhyun pikir, kali ini ia sudah terlalu jauh melakukan protes sehingga Rae Ah menangis seperti itu.

 

“Aku datang kemari untuk meminta maaf, bukan untuk diacuhkan” ujar Rae Ah dengan suara bergetar. Kyuhyun kembali menarik Rae Ah dan kali berhasil, tidak ada penolakan.

Entah Kyuhyun yang mudah memaafkan atau memang ia tidak bisa marah lebih dari ini pada Rae Ah. Laki-laki itu memeluk sang istri dengan penuh kehangatan, mengelus punggungnya dengan penuh kelembutan, dan menciumi puncak kepala Rae Ah dengan penuh kerinduan. Ini jauh lebih baik daripada mengacuhkan perempuan yang selalu menjadi pujaan hatinya ini.

 

Rae Ah memundurkan wajahnya, mendongak untuk melihat wajah Kyuhyun setelah tangisnya mereda. Berada dalam pelukan Kyuhyun memanglah hal paling benar. Kyuhyun merapikan rambut yang mengenai wajah Rae Ah dan mengusap sisa-sisa air mata di wajah cantik itu.

“Aku kesepian, makanya aku melakukan itu. Maafkan aku,” tutur Rae Ah dengan tangannya sibuk mengusap mata, mengikuti kegiatan yang Kyuhyun lakukan membuat perempuan itu terlihat sangat menggemaskan di mata sang suami.

Kyuhyun tersenyum simpul, menangkup wajah Rae Ah kemudian mengecup bibirnya sekilas dan berkata, “Aku tidak melarang istriku untuk menyukai siapapun. Hanya saja, aku tidak suka jika kau melakukan itu dengan berlebihan karena bagaimanapun kau adalah seorang istri dan calon ibu dari anak-anakku. In another word, I got jealous.” Kyuhyun menarik kembali wajah Rae Ah ke depan dadanya setelah mengatakan hal itu. Sesungguhnya ini memalukan. Mengakui kecemburuannya terhadap sebuah band yang sang istri sukai.

 

Rae Ah tersenyum, wajahnya merona mendengar Kyuhyun melontarkan kalimat itu. Anak-anak? Ya Tuhan, Kyuhyun ingin ia melahirkan anaknya lebih dari satu. Sebuah penghargaan karena ia diinginkan oleh Kyuhyun untuk menjadi ibu dari anak-anaknya. Bodoh. Tidak ada laki-laki yang menginginkan orang lain untuk melahirkan anak-anaknya sedangkan ia memiliki istri yang sangat dicintai.

 

“Sudah tidak marah?” Rae Ah melepaskan dirinya dari pelukan Kyuhyun, berdiri selangkah di hadapan laki-laki itu. Kyuhyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, menatap sang istri dengan senyum indah yang tak pernah lepas sejak ia mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.

Laki-laki itu menggeleng sebagai jawaban. Rae Ah tersenyum lebar kemudian mengambil tas yang terjatuh di bawah kakinya. Ia mengambil sebuah brosur dari dalam tas itu kemudian menyerahkannya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengeluarkan tangannya dari dalam saku dan mengambil brosur tersebut. Keningnya mengernyit ketika melihat logo sebuah perusahaan Tour & Travel.

 

“Ayah memberi saran padaku untuk mengajakmu berbulan madu ke Stuttgart. Aku mendapatkan itu dari Paman Hankyung,” ucap Rae Ah seolah mengerti dengan kebingungan Kyuhyun. Wajahnya merona. Kyuhyun tersenyum simpul dibuatnya.

Kyuhyun memasukkan kembali tangan kirinya ke dalam saku celana sedangkan tangan kanannya membawa brosur yang Rae Ah berikan. Laki-laki itu berjalan menuju meja kerjanya, menyimpan brosur itu di sana dan mengambil selebaran dari atasnya kemudian berbalik menghadap Rae Ah yang dengan setia mengikuti gerak-geriknya.

Pemilik CR Entertainment tempat Rae Ah dulu bernaung sebagai atkris itu tersenyum ke arah sang istri, menunjukkan kertas yang ada ditangannya kemudian berkata, “Aku sangat berterima kasih pada abeonim tapi dia kalah cepat. Aku sudah menyiapkan hal itu kemarin,”

 

Rae Ah kembali tersenyum, menghampiri Kyuhyun dan mengambil selebaran itu. Kyuhyun meraih pinggang Rae Ah dan melingkarkan kedua tangannya di sana. Senyuman di wajah Rae Ah semakin mengembang melihat tujuan bulan madu yang tertera di sana.

 

“Stuttgart?”

“Hmm,” Kyuhyun mengangguk. “Aku ingin sekali mengunjungi kantor pusat Mercedes Benz. Jika beruntung, mungkin aku bisa mendapat jaringan di sana untuk kemudian mengambangkan bisnis di bidang otomotif,” jawaban Kyuhyun membuat senyum di wajah Rae Ah menghilang.

“Pekerjaan lagi? Kalau begitu tidak usah pergi. Aku merasa kesepian di rumah makanya mengajakmu pergi. Setidaknya setelah pergi berlibur aku bisa lebih siap menghadapi kesunyian rumah,” Rae Ah merengut kesal dan hal itu membuat Kyuhyun tidak tahan untuk tidak mencubit kedua pipi Rae Ah. Rae Ah meringis, menatap Kyuhyun kesal.

 

“Tenang saja. Aku tidak akan bekerja selama di sana,” ucap Kyuhyun seraya mengacak pelan puncak kepala Rae Ah. Rae Ah memeluk Kyuhyun penuh antusias. Sekarang sudah terbukti bahwa suasana hatinya tergantung pada Kyuhyun, bukan?

Gomawo,” Rae Ah mengeratkan pelukannya dan dibalas tak kalah erat pula oleh Kyuhyun. Keduanya saling tersenyum dalam perasaan lega yang membuncah dalam diri masing-masing.

 

Kyuhyun sebenarnya ingin memberitahu Rae Ah tentang bulan madu pertama mereka kemarin. Namun, ‘sambutan’ yang Rae Ah berikan ternyata membuat laki-laki itu melupakannya. Ia sadar selama dua bulan ini ia sangat sibuk dan belum mengajak istrinay untuk berbulan madu. Maka dari itu Kyuhyun mengurus rencana bulan madu mereka di akhir musim gugur nanti.

 

“Lalu, paket bulan madu yang diberikan Paman Hankyung bagaimana? Itu diberikan secara cuma-cuma untuk kita,” Kyuhyun melirik ke arah brosur yang Rae Ah berikan tadi dan ia simpan di atas meja di belakangnya. Laki-laki itu menggedikkan bahunya, “Kembalikan saja,”

“Tidak sopan, tahu. Paman Hankyung memberikan itu sebagai hadiah pernikahan. Aku ada ide,” Kyuhyun menatap lekat istrinya, menanti kalimat berikutnya yang akan ia keluarkan.

“Tiket dari Paman Hankyung memiliki tanggal sehari setelah milikmu berakhir. Kita pakai dua-duanya saja, bagaimana?”

Kyuhyun melebarkan matanya. Ia terkejut mendengar penuturan Rae Ah. Paket bulan madu miliknya dan pemberian Hankyung masing0masing memiliki waktu selama dua minggu. Itu berarti Kyuhyun harus meninggalkan perkerjaannya selama sebulan. Berat untuk meninggalkan pekerjaan selama itu tapi Kyuhyun juga tidak ingin mengecewakan istrinya.

 

“Kenapa? Keberatan ya?” tanya Rae Ah melihat kebingungan tercipta di wajah Kyuhyun. Perempuan itu kemudian memasang wajah kecewa. Melihat itu Kyuhyun mendesah berat.

“Baiklah, kita akan di Stuttgart selama sebulan penuh. Sudah puas, Queen?” Rae Ah megangguk lucu dan Kyuhyun mencolek hidungnya karena gemas.

 

Rae Ah mencium Kyuhyun dengan sedikit kasar, membuat Kyuhyun mendaratkan sebagian kecil pantatnya di atas meja. Tangan Kyuhyun melingkar di pinggang Rae Ah, membalas ciuman brutal yang perempuannya berikan. Menyalurkan rindu yang semalam tak tersamaikan.

Tangan Kyuhyun aktif mengelus punggung Rae Ah. Keduanya cukup lama berciuman panas. Kyuhyun menghentikan ciuman itu saat mendengar pintu ruangannya diketuk seseorang. Keduanya bernafas terengah kemudian merapikan penampilan mereka yang sedikit bernatakan.

 

“Masuk!” perintah Kyuhyun setelah ia berhasil duduk di kursinya dan Rae Ah duduk di sofa. Jonghyun –sahabat Kyuhyun muncul di sana. Laki-laki itu berjalan ke arah Kyuhyun tanpa menyadari bahwa di ruangan itu ada orang lain.

“Aku sudah mendapatkan tiketnya. N.Flying akan menggelar fanmeeting di Myeong-dong. Aku tidak tahu kau akan menyukai N.Flying sama seperti istrimu,” Kyuhyun melotot pada Jonghyun sedangkan Jonghyun menatap Kyuhyun dengan tatapan tak mengerti. Kyuhyun memberi kode lewat matanya bahwa di belakang Jonghyun ada istrinya.

Jonghyun terkejut melihat Rae Ah sedang menatap mereka berdua dengan tatapan tak percaya. Hanya sekejap karena setelahnya laki-laki itu justru membuat Kyuhyun menggeram marah.

 

“Hai, Kim Rae. Aku datang karena Kyuhyun memintaku untuk membeli tiket fanmeeting N.Flying. Aku pikir suamimu ini menyukainya,” setelah itu Jonghyun tersenyum dan mengdipkan sebelah matanya pada Rae Ah lalu keluar untuk menghindari amukan Kyuhyun.

Rae Ah menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Aku hanya ingin memberi kejutan untukmu. Aku pikir, aku sudah keterlaluan dengan mengacuhkanmu,” ucap Kyuhyun tanpa melihat Rae Ah yang tengah menghampirinya.

 

Kyuhyun terkejut mendapati Rae Ah telah duduk di atas pangkuannya. Perempuan itu mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun kemudian mencium sang suami tanpa berkata apapun. Kim Rae Ah kembali menciptakan suasana panas di antara keduanya. Ini sangat mengejutkan untuk Kyuhyun.

Naluri Kyuhyun sebagai seorang laki-laki mengesampingkan rasa terkejutnya itu. Kyuhyun menarik Rae Ah agar tidak ada jarak di antara keduanya. Tangannya bergerak menyentuh punggung Rae Ah selama mereka berciuman panas.

 

Ciuman dihentikan secara paksa oleh Rae Ah. Kyuhyun menatap istrinya dengan kesal sedangkan Rae Ah tersenyum nakal. “Aku berjanji, kita akan melakukannya di sini jika kau berkata dengan jujur,” ucapnya.

“Apa?”

“Katakan dengan jujur, alasan kau meminta Jonghyun untuk membeli tiket fanmeeting mereka,” Kyuhyun menggerakkan matanya ke arah lain asal tidak bertemu dengan mata bening milik istrinya.

“Aku sudah mengatakannya,” jawab Kyuhyun cepat, secepat Rae Ah bangkit dari pangkuan laki-laki itu.

“Baiklah. Sampai jumpa nanti malam,” Rae Ah mengambil tasnya yang tertinggal di atas sofa. Ia berharap Kyuhyun akan menahannya karena perempuan itu belum ingin berpisah dengan Kyuhyun.

 

Rae Ah tersenyum lebar saat pinggangnya dilingkari oleh tangan-tangan kekar milik Kyuhyun. Ia dapat merasakan terpaan hangat dari hidung laki-laki itu di bahunya. Demi Tuhan, Rae Ah sangat rindu dipeluk oleh Kyuhyun.

 

“Baiklah, aku mengaku. Aku melihat penampilan mereka pagi ini. Aku pikir, wajar saja kau menyukai mereka. N.Flying memiliki anggota yang multitalenta,” Rae Ah tersenyum geli.

“Lalu?” godanya.

“Aku rasa tidak masalah jika sekali-kali kita berkencan dengan melihat mereka. Aku hampir tidak pernah mengajakmu kencan,” Kyuhyun memelankan suaranya pada kalimat terakhir. Ia merasa bersalah karena sulit menghindari kesibukannya dan membiarkan Rae Ah kesepian di rumah.

 

Sebenarnya Kyuhyun mengerti mengapa Rae Ah sekarang menyukai N.Flying dengan cara yang berlebihan. Istrinya itu pasti merasa kesepian hingga melampiaskannya pada hal tersebut yang lebih pantas untuk para remaja, bukan untuk seorang istri.

 

Fanmeeting di Myeong-dong, bukankah hari minggu ini?” Kyuhyun mengangguk sembari bibirnya sibuk mengecupi bahu Rae Ah yang tertutup kain.

“Berhenti berbicara tentang N.Flying. Aku meridnukanmu,” bisik Kyuhyun tepat di belakang daun telinga Rae Ah. Rae Ah tersenyum geli kemudian menuntun Kyuhyun menuju sofa, menyalurkan rindu yang semalam tak tersampaikan.

 

Hari ini Rae Ah belajar bahwa tidak baik menyukai sesuatu secara berlebihan. Ia juga belajar bahwa dirinya akan tersiksa jika Kyuhyun marah. Hatinya merasa kosong tanpa senyuman laki-laki itu. Ia belajar bahwa cinta yang tumbuh secara perlahan membawa mereka pada kebahagiaan.

 

THE END

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

33 thoughts on “My Wife is A Fangirl”

  1. Beehhh N.flying😍😍😍😍😍😍😍😍😍
    Ganteng ganteng eyy wkwkwkkw
    Suka bangett ceritanya, andai punya suami kek gitu nti wkwkwkw aamiin ahahhaha bagus kak, kusukaa👌🏼👌🏼👌🏼

  2. Suka ama ceritanya…
    Mereka itu manis banget…
    Kyk nya si rae ah lumayan dewasa ya buat ngimbangin kyuhyun…
    Percakapan rae ah ama heechul juga bikin ngakak,,, kgk nyangka disini si heechul itu ayah nya rae ah,,, hah maklum lh readers baru,,, hehe

  3. bwahahahaha km ga blh rusuh di TL lg ya brarti hahaahhaha.
    dmarahin emak apa km triak2 liat n.flying?
    ini nampol bgt critanya walo aku ga segtny tp sdh dlm tahap kritis sk ma kyuny wkwkwkwkwk

      1. aku dmarahi adek2q dibil alay coba T.T
        salahq apa cobalah.
        hidup fangirl susah T.T kantong sering kosong krn oppa comeback, over sm oppa dibil alay, official&unoff goods mahal T.T
        bsk cr suami yg dukung hobi qta+duit banyak yuk?
        wkwkwkwkwkwk

  4. Tuh group asing buat aku..!
    Group baru yah?
    Ey..ini istilahx kayak cerminan nanti kalo nikah
    duh..fangirlx jangan sampe over
    nantix suami marah lagi
    ky si kyu!
    Marahnya ga lama2
    duh kyu
    dia bikin kejutan ke rae ah!
    Honeymoon 2minggu jadi sebulan
    cie..yg mo honeymoon!

  5. beneran gue bingung mau comenta apa
    beneran otack gue ngedadak ngeblank buat coment cerita ini
    kisah mreka itu terlalu manis untuk di lewatkan
    dan yah gak ada kesalahan semua nya perpect gak ada celah
    yah dan mungkin setiap perbuatan pasti ada alasan nya knpa dia ngelakuin itu
    simple kesepian
    itu lah kehidupan kadang manis kadang pahit
    tapi itulah proses kehidupan …

  6. ini kayaknya nyindir gw banget hahahahahahahaha
    after married jiwa fangirl gw udah berkurang kok mungkin sebelum menikah bisa gila”an tapi setelah menikah juga harus ingaa tanggung jawab
    gw sama seperti rae ah kadang kita ngrasa kesepian tapi berlebihan juga gk bagus sewajarnya aja
    ihhh keren keren
    real banget ini
    aku baru sedikit tahu aja sich boyband N.Flying

  7. kyu mengakui kalo N.Flying itu kren
    wkwkwk
    😀
    brhrap dpet suami kyak si kyu yg bisa ngerti istri nya fangirl
    hahaha
    kalo brlebihan ya marah sih
    tpi mreka baikan lg
    ah si kyu romantis nya kadang ha
    🙂

  8. Huh kyuhyun mah gitu, marah awal2 tp ujung2nya malah rindu. Tapi, dia pengertian bnget yaaaa beruntung sekali istrinyaaaaaa *iri ffnya kerennnn apalagi pas heechul nelfon sama rae ah kayak adik kakak zizzxizxi

  9. wkwkwk…jadi gtu ya fangirl dimata suami
    kata2.a banyak yg bkin melting…,
    karakter kyuhyun.a bkin greget,dwasa bgt tapi bkin gemes.

  10. Weh si mbul amazing yehh hahahhaah hd kbyng andai yg jd istrinya mbul itu gue psti happy bnget idup gue wehhh
    #very nice

  11. q kok ngrasa kesinggung ya…hhaha istri tapi sifat fangiel nya keterlaluan….dari remaja pe bersuami ….
    hahahaha

    ya ampuuuunnn coba suami q kaya kyuhyunnnn….tiba tiba kasih kejutan buat kencat nayamperin artis idola

  12. Hallo aku readers baru ^^ slam kenal 😘
    Deminya ff ini nasehat bnget klo qta gk bolh trlalu brlebihan sbgai FG ,, kyu-rae mna bsa tahan mreka mrahan lma2 kyuu ngerti istri bngeet sih n brhrap rae ah cpeet hamil jdi kan dy gk ksepian lgi klo kyu lgi kerja selma blm lahir babynya nikmti za dlu N.Flayingnya hoho tpi aws ati2 nnti kyu ngamuk lagi hihi

  13. haduh…iini yang sedang saya alamin

    seperti ngaca pada diri sendiri
    pernah dimarahin sama cece karena terlalu berlebihan jadi FANGIRLS

    suka loh
    mereka jadi baikan gitu

  14. Ini gk bakalan ada lanjutannya lagi eonni,…???
    Uhhhhh,…
    Kyuhyun, menurutku kamu suami paling sempurna dan pengertian. Aku makin cinta sama kamu.
    Emang bener sih, gk baik menyukai seseorang secara berlebihan. Tapi, aku gk bisa kalau gk menyukai Kyuhyun secara berlebihan. Semakin hari, aku malah semakin terpesona sama maknae Super Junior. Hehe,…

    Berharap banget, ini masih ada lanjutannya. Buat Kyuhyun sama Rae Ah sampai punya anak, dong eon,…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s