Loreley Part 3/3 [END]

 

 

Loreley

PreviousPart 1 I Part 2

_o0o_

Kyuhyun sedang sibuk membaca laporan dari sekretarisnya yang dikirim melalui pesan elektronik tentang perusahaan Bosch yang saat ini sedang ia pimpin. Telinganya menangkap suara langkah seseorang yang sudah sangat ia hapal di luar kepala. Kyuhyun tersenyum dengan mata yang masih fokus ke layar tablet.

“Kau terlambat sepuluh menit, nona Kim.” ujar Kyuhyun ketika Rae Ah sudah berdiri di samping sofa yang ia duduki –tanpa melihat ke arah gadis itu.

“Maaf. Terjadi sesuatu di jalan,” suara Rae Ah terdengar lemah dan hal itu sontak membuat Kyuhyun mengangkat kepala. Kyuhyun menatap gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki, khawatir terjadi sesuatu.

“Apa yang terjadi?” Kyuhyun menyembunyikan kekhawatirannya dengan bersuara sedatar mungkin.

“Hanya kecelakaan kecil. Tidak ada yang serius,” samar-samar Kyuhyun dapat melihat Rae Ah meringis.

“Jangan berbohong!” suara Kyuhyun meninggi. Rae Ah meremas tangannya.

“Aku terjatuh di kebun. Hanya lututku yang terluka tapi sudah tidak apa-apa. Kalau begitu aku permisi, harus memasak. Sebentar lagi waktu makan malam,”

 

Belum sempat Rae Ah melangkahkan kakinya menuju dapur, Kyuhyun menarik tangannya dengan kencang hingga ia terjatuh di atas sofa. Kyuhyun berkacak pinggang dan menatapnya dengan tajam. “Jangan bergerak sedikitpun,” setelah mengucapkan itu Kyuhyun pergi menuju dapur. Rae Ah dibuat bingung dengan sikap Kyuhyun ini. Tidak ingin melihat Kyuhyun yang lebih menyeramkan dari ini, dengan terpaksa Rae Ah menuruti perintah Kyuhyun. Lagipula lututnya terasa sakit sekali.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun kembali ke hadapannya dengan membawa kotak P3K. Laki-laki itu berlutut di bawah kakinya. Soantak Rae Ah membulatkan matanya, meatap tak percaya dengan apa yang Kyuhyun lakukan. Laki-laki itu menggulung celana panjang Rae Ah namun kemudian berteriak karena celana itu tidak bisa digulung sampai ke lutut.

 

“Buka celanamu!”

“Apa?!” Rae Ah berteriak. Kyuhyun pasti gila karena menyuruhnya membuka celana.

“Maksudku ganti celanamu dengan celana pendek. Ayo,”

Cho Kyuhyun benar-benar tipe laki-laki yang sangat menyebalkan. Laki-laki itu menarik tangannya hingga Rae Ah berdiri dengan paksa. Kim Rae Ah meringis kesakitan. Kyuhyun mnedengar itu langsung menghetikan langkahnya. Ditatapnya Rae Ah dengan tatapan menyesal tapi tidak lama karena ia langsung menggendong Rae Ah.

Jika ada yang alat yang bisa meredam jantungnya agar tidak berdebar semakin kencang dan tak beraturan, Rae Ah akan membelinya. Demi Tuhan, Kyuhyun tidak sadar jika perlakuanya ini membuat jantung Rae Ah berdetak tak karuan dan bahakan hampir terlepas dari tempatnya.

Rae Ah terus berusaha menenangkan detak jantungnya hingga akhirnya ia menyerah karena selama ia berada dekat dengan Kyuhyun, jantung sialannya itu tidak akan berdetak dengan normal. Tidak hanya kali ini saja ia merasakan perasaan aneh seperti ini, bahkan sudah sejak pertama kali melihat Kyuhyun, gadis itu sudah merasakannya.

Kim Rae Ah bukan gadis polos yang tidak bisa mengartikan debaran menyenangkan pada jantungnya, rasa gugup saat berdekatan dengan Kyuhyun, dan rasa lain yang menghampirinya. Rae Ah bisa mengartikan itu semua. Ia –telah jatuh cinta pada Kyuhyun. Jatuh cinta pada laki-laki kaya yang tidak akan pernah melirik sedikitpun pada gadis miskin dan tak berpendidikan seperti dirinya.

Selama ini Rae Ah terus berusaha menekan perasaannya terhadap Kyuhyun tapi tidak bisa. Semakin hari perasaannya untuk Kyuhyun semakin menguat. Saat ia sadar bahwa seminggu lagi hukumannya akan berakhir, perasaannya tidak menentu. Entahlah. Ia merasa tidak rela jika waktu kebersamaannya dengan Kyuhyun akan segera berakhir.

 

“Pakai ini! Aku akan menunggu di luar. Kuberi waktu lima menit,” Kyuhyun menyodorkan celana pendek berwarna hitam pada Rae Ah,, membuat Rae Ah tersadar dari lamunannya tentang Kyuhyun. Setelah itu Kyuhyun keluar dan menutup pintu.

Rae Ah mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ia berada di dalam kamar yang sangat luas –mungkin lebih luar dari ukuran rumahnya. Aroma yang menguar dari ruangan ini membuat wajahnya meronna. Aroma khas Kyuhyun. Meski sudah sering keluar-masuk ruangan ini untuk membersihakannya, Rae Ah tetap merasa gugup. Berada di area pribadi orang yang kau cintai, yakin tidak akan berpikir macam-macam?

Munafik jika Kim Rae Ah tidak pernah memikirkan hal-hal erotis saat sedang membersihkan kamar Kyuhyun. Rae Ah melakukannya, membayangkan dirinya dan Kyuhyun saling menyentuh dan memberi kenikmatan satu sama lain. Kyuhyun yang mmegucapkan kata-kata manis saat sedang menyentuhnya dan drinya yang tak bedaya dibawah kuasa tubuh laki-laki tampan itu.

 

Rae Ah tersadar dari lamunannya, memukul kepalanya sendiri kemudian bergegas menggganti celana. Celana itu hanya menutupi separuh pahanya, celana untuk laki-laki yang beruntung memiliki tali di bagian pinggang jadi tidak akan melorot karena kebesaran. Pikiran liar Kim Rae Ah kembali menggerayangi otaknya. Saat ini ia sedang memakai celana Kyuhyun. Wajahnya kembali memerah. Hentikan, Kim Rae Ah! Kyuhyun tidak mungkin melihat apalagi menyentuhmu.

 

o0o

 

Kyuhyun mengobati luka di lutut Rae Ah dengan telaten. Wajahya terlihat sangat serius dan berhati-hati seperti tidak ingin salah langkah. Hanya luka biasa tapi tetap saja membuat Kyuhyun khawatir setengah mati. Kyuhyun tidak ingin melihat gadisnya terluka. Lihat, betapa pengecutnya seornag Cho Kyuhyun. Terus mengklaim Kim Rae Ah sebagai gadisnya tetapi terus bersembunyi dibalik wajah pemilik kebun yang emnghukumnya karena telah mencuri.

Kyuhyun dan Tuhan tahu bahwa niat Kyuhyun yang sebenarnya adalah agar Kim Rae Ah terus berada dalam jarak pandangnya. Ia tida peduli seberapa banyak Kim Rae Ah mengambil buah anggur itu karena gadis itu sekarang menajdi salah satu kesukaannya. Bisa jadi mengalahkan kesukaan Kyuhyun terhadap anggur-anggur itu. Bagi Kyuhyun, Kim ae Ah lebih memabukkan dari wine jenis apapun.

 

Selesai. Kyuhyun merapikan kotak P3K kemudian mendongak, menatap Rae Ah yang memandangnya tanpa berkedip. Kyuhyun tersedot ke dalam dimensi pesona milik seorang Kim Rae Ah hingga laki-laki itu tidak bisa memalingkan pandangannya. Kim Rae Ah terlalu mempesona untuk dilewatkan.

Kim Rae Ah memesona Kyuhyun dengan caranya sendiri. Bukan dengan ­make-up tebal dan pakaian seksi, bukan dengan kekayaan. Kim Rae Ah memesona Kyuhyun dengan cara yang Kyuhyun sendiri tidak yakin apa. Kyuhyun tidak mengerti apa yang dimiliki gadis itu hingga ia memilih jatuh ke dalam pesonanya daripada menerima para gadis di luar sana yang rela menyerahkan diri, para gadis dengan kecantikan dan kemolekan tubuh serta kekayaan yang melimpah.

 

Waktu terasa begitu lambat bagi keduanya. Tatapan mereka masih bersirorbok, menyelami kedalaman masing-masing. Rae Ah mengerjap, merasakan napas Kyuhyun menyapa kulit wajahnya. Wajahnya dengna wajah Kyuhyun kini hanya berjarak kurang dari satu senti. Bergerak sedikit saja, material lembut yang disebut bibir itu akan beradu.

Entah mendapat dorongan dari setan macam apa Kim Rae Ah menyentuhkan bibirnya dengan bibir Kyuhyun yang berada tepat di hadapannya. Gadis itu menutup mata, mulai meenggerakkan bibirnya di atas bibir penuh Kyuhyun yang selalu terlihat menggoda. Persetan dengan harga diri. Kim Rae Ah tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan yang tumbuh dalam hatinya.

Daripada terkejut Kyuhyun lebih merasa senang dan menang atas ciuman Rae Ah yang tiba-tiba itu. Kyuhyun meraih tengkuk Rae Ah dan mulai mengimbangi permainannya. Lama mereka saling memagut tanpa ada pihak yang mendominasi.

Kyuhyun mengerang di sela-sela ciuman lembut itu. Laki-laki itu menginginkan lebih dari sekedar ciuman. Maka kemudian Kyuhyun mendorong tubuh Rae Ah, membuat gadis itu tidur di atas tempat tidur dan berada di bawahnya.

Kyuhyun mendominasi. Melumat bibir Rae Ah dengan gerakan menggoda. Napasnya beradu dengan napas Rae Ah, sama-sama memburu. Tangan Kyuhyun mengusap wajah dan rambut Rae Ah. Rae Ah mengalungkan tangannya ke leher Kyuhyun, mendorong agar Kyuhyun memperdalam ciumannya.

Ada rasa kehilangan saat Kyuhyun melepas tautan bibir mereka. Rae Ah membuka matanya, menatap Kyuhyun yang juga menatapnya dalam jarak sangat dekat. Hidung mereka bahkan bersentuhan. Rae Ah dapat merasakan napas Kyuhyun yang memburu menyapa wajahnya.

Sekali lagi Kyuhyun mengecup bibir Rae Ah. Cukup lama namun tidak bergerak. Kyuhyun menyukai rasa bibir Rae Ah. Lebih manis dan lebih memabukkan daripada anggur terbaik yang diproduksi oleh perusahaan wine miliknya sekalipun. Kyuhyun harus menahan diri atau ia akan merusak gadis yang terlihat pasrah di bawah kungkungan tubuhnya ini.

 

Rae Ah melumat bibir Kyuhyun yang masih menempel di bibirnya. Gadis itu mengeratkan pelukannya pada leher Kyuhyun seolah tidak mengizinkan laki-laki itu pergi ke manapun. Untuk beberapa saat Kyuhyun membiarkan Rae Ah memimpin, menikmati rasa manis yang memabukkan.

Kyuhyun yakin diirinya sudah gila karena melepas ciuman itu dengan paksa. Ciuman yang bahkan ingin ia nikmati selama yang diinginkan. Laki-laki itu berdiri, menjauh dari tempat tidur. Mengacak rambutnya dengan kasar kemudian berujar, “pulanglah. Seunghyub akan mengantarmu,” setelah itu Kyuhyun menghilang di balik pintu kamar.

 

Bersamaan dengan perginya Kyuhyun dari kamar itu, Rae Ah menangis. Ia seperti wanita jalang yang menggoda majikannya lalu ditolak. Cho Kyuhyun menolaknya. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Bagaimana caranya ia menampakkan wajah di hadapan Kyuhyun besok? Kim Rae Ah semakin terisak. Menghancurkan image di hadapan Kyuhyun, merendahkan harga dirinya.

Setelah ini Kyuhyun pasti berpikir bahwa dirinya adalah seorang gadis jalang penggoda laki-laki kaya. Penolakan Kyuhyun menambah perih di hatinya. Rae Ah tidak tahu jika patah hati akan sesakit ini.

 

o0o

 

Hari keempat setelah kejadian itu. Kyuhyun bergerak gelisah dalam tidurya. Sudah empat hari ini Rae Ah tidak menampakkan wajahnya. Gadis itu juga tidak datang ke kebun. Kyuhyun merasa bersalah. Kim Rae Ah pasti berpikir Kyuhyun menolaknya.

Sungguh, Kyuhyun tidak berniat menolak gadis itu. Kyuhyun hanya tidak ingin pengendalian dirinya selama ini berakhir sia-sia. Ia tidak ingin mengambil apa yang seharusnya ia ambil jika sudah mengikat gadisnya itu dalam sebuah tali perkawinan.

Kyuhyun tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dengan gerakan cepat diambilnya cardigan hitam dari lemari kemudian mengambil kunci motor yang menggantung di tempat penyimpanan kunci. Malam ini juga ia harus menemukan Rae Ah dan mengakui perasaanya. Kyuhyun tidak ingin Rae Ah kembali hilang dari jangkauannya.

 

Tidak sampai menghabiskan waktu sepuluh menit Kyuhyun sudah berdiri di depan sebuah rumah kecil. Rumah itu terlihat sepi dan tenang –bahkan terlalu tenang. Kyuhyun mengetuk pintu rumah itu dengan ragu, pasalnya terlihat tidak ada kehidupan sama sekali. Sudah ketukan kelima tapi belum ada yang membukakan pintu.

Kyuhyun takut Rae Ah akan pergi menghilang lagi seperti beberapa tahun lalu. Sekali lagi Kyuhyun mengetuk pintu itu cukup keras. Kali ini ini seorang wanita yang Kyuhyun tahu adalah ibu dari Kim Rae Ah membukakan pintu. Wajah perempuan itu terlihat bingung.

 

“Mencari siapa, anak muda?”

“Aku mencari Kim Rae Ah,” raut muka perempuan itu berubah sedih setelah Kyuhyun menyebut nama Rae Ah.

“Untuk urusan apa kau mencarinya?” Emma Beck tidak pernah kedatangan tamu seorang laki-laki tampan mencari anak gadisnya. Sebanyak yang ia tahu, Kim Rae Ah tidak memiliki teman, karena itulah ia bingung atas kedatangan Kyuhyun.

“Aku temannya. Beberapa hari ini aku tidak melihat Rae Ah datang ke kebun,” Kyuhyun tisak berbohong. Ia memang tidak melihat Rae Ah datang ke kebun selama empat hari ini. Soal teman, lupakan saja! Kyuhyun hanya ingin tahu keberadaan Rae Ah.

“Kau temannya?” Kyuhyun mengangguk.

“Masuklah. Ada yang harus kusampaikan dan kuharap setelah itu kau mau membantuku,” meski bingung Kyuhyun tetap mengikuti Emma ke dalam rumah yang tak lebih besar dari kamarnya ini. Bagaimanapun caranya, Kyuhyun harus bertemu dengan Rae Ah malam ini juga.

 

o0o

 

Sungai Rhein terlihat tenang seperti biasa. Semilir angin yang berhembus mampu membuat siapapun yang berada di luar merapatkan jaketnya. Seharusnya memang seperti itu, tapi tidak berlaku pada gadis yang duduk di atas gubuk kecil dari kayu. Gadis itu terus menatap ke arah sungai –lebih tepatnya ke arah bukit batu Loreley. Sejak empat hari yang lalu gadis itu berdiam diri di sini. Ia tidak lagi memiliki pijakan setelah neneknya meninggal. Ia merasa gagal menjaga anggota keluarga.

Gadis itu meringis, menahan rasa sakit di perutnya. Rasa sakit yang melilit seperti organ di dalamnya ditarik oleh sesuatu. Keringat dingin membanjiri wajah dan tubuhnya, tidak mampu lagi menopang berat badannya sendiri. Mata indahnya yang berubah layupun memburam, tidak bisa melihat apa-apa hingga beberapa detik kemudian ia merasa dunianya menggelap.

 

Kegelapan yang sangat menakutkan. Gadis itu bergerak gelisah, berusaha kuat membuka matanya agar dapat melihat cahaya. Dalam hitungan detik gadis itu berhasil membuka kedua matanya, mengerjap pelan untuk menyesuaikan dengna cahaya di ruangan ini.

Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan dan detik itu pula ia tahu sedang berada di mana dirinya. Sebuah kamar dengan dekorasi dan aroma maskulin, area pribadi milik Kyuhyun.

Gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Kyuhyun muncul dari sana dengan wajah kusut namun setelah melihatnya laki-laki itu tersenyum senang. Gadis itu, Kim Rae Ah, menatap Kyuhyun yang sudah duduk di sampingnya, mengusap lembut surai hitam kecokelatannya.

 

“Syukurlah kau sudah bangun,”

“H-ha-us,” hanya untuk mengucapkan satu kata itu saja rasanya sangat menyakitkan bagi tengorokannya. Kyuhyun mengambil gelas berisi air putih di meja samping tempat tidur kemudian dengan cekatan dn hati-hati emmbantu gadis itu bangun.

Kyuhyun menahan tubuh Rae Ah dan kembali menidurkannya setalah gadis itu mengahbiskan minumnya. Keadaan menjadi hening dalam sekejap. Keduanya saling menatap tanpa ada yang mau mengalah.

 

“Tidur lagi, Rae Ah. Dokter bilang kau harus banyak tidur untuk saat ini. Kita akan bicara setelah kau benar-benar pulih,” Kyuhyun membenarkan letak selimut Rae Ah, menusap puncak kepalanya lalu berbalik akan pergi. Niatnya terhenti karena tangannya ditahan oleh Rae Ah.

“Mau kemana?” tanya gadis itu lemah. Kyuhyun tersenyum, “Aku akan menjagamu dari luar. Panggil aku kalau ada yang kau butuhkan,”

Rae Ah menggeleng, tidak suka dengan ide Kyuhyun. “Tidur di sini saja. Aku mohon,”

Kyuhyun terkejut mendengar permintaan Rae Ah. Ingin menolak tapi tidak tega melihat wajah memohon gadis itu. Kemudian Kyuhyun mengangguk, berjalan memutar menuju sisi lain tempat tidurnya. Ia msasuk ke dalam selimut dan tidur menghadap ke arah gadisnya. Tanpa diperintah Kyuhyun menarik Rae Ah ke dalam pelukannya.

Rae Ah tersenyum lemah dalam pelukan Kyuhyun. Matanya benar-benar mengantuk sekarang. Ia bahagia berada dalam pelukan Kyuhyun, meski ini hanya mimpi, setidaknya ia tahu rasanya berada dalam pelukan laki-laki yang dicintainya ini. Tidak ada lagi yang bersuara selain jam dinding yang berdetak akibat perputaran waktunya.

Napas Rae Ah teratur. Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan menciumi puncak kepala Rae Ah dengan segenap rasa cinta dan penyesalan. Kyuhyun menyesal karena baru tahu bahwa gadisnya menanggung beban yang cukup berat. Dalam hati Kyuhyun berjanji, setelah bangunnya Rae Ah besok pagi, tidak akan ada lagi kesedihan yang menghampiri gadis itu. kyuhyun akan berusaha keras menghadirkan kebahagian ke dalam hidup gadisnya, hidup seorang Kim Rae Ah.

 

o0o

 

Few hours earlier

 

“Rae Ah pergi dari rumah sejak kematian neneknya empat hari lalu. Aku sudah mencarinya ke mana-mana tapi tidak berhasil. Dia tidak memiliki teman,” Emma Beck memulai ceritanya sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikan, tidak berniat untuk menyela.

“Aku rasa, Rae Ah menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa membawa neneknya ke rumah sakit. Sebenarnya beberapa minggu –hampir sebulan yang lalu Rae Ah berhasil mendapatkan uang tapi hanya bisa untuk memanggil dokter. Aku sendiri tidak tahu dari mana dia mendapat uang itu,” Kyuhyun merasa tertampar atas cerita Emma. Sebulan yang lalu adalah ketika ia menemukan Rae Ah mencuri buah anggurnya. Jadi karena alasan itu Rae Ah mencuri dan ia tidak peduli sama sekali.

 

“Sebagai temannya, aku ingin kau tahu sesuatu tentang dirinya, Kyuhyun. Rae Ah mungkin terlihat kuat tapi sebenarnya ia menyimpan kesedihan yang mendalam. Kesedihan itu berakar dari perbuatanku di masa lalu,”

“Beberapa hari sebelum meninggal, Kim Tae Jun, ayah Rae Ah memergoki diriku sedang bersama laki-laki lain. Dia terkena serangan jantung dan akhirnya beberapa hari kemudian meninggal. Saat itu Rae Ah sedang di Munster dan baru kuberitahu beberapa hari setelah itu karena tidak ingin mengganggu ujian akhir semesternya. Aku tahu dia marah meski tidak menunjukkannya. Rae Ah menjaga jarak denganku terutama setelah melihat aku berjalan dengan seorang laki-laki. Sejak saat itu aku tidak bisa menggapai anakku sendiri, ditambah dengan ia haru smerelakan pendidikan dokternya. Anak muda, berjanjilah akan menemukan Rae Ah dan terus menjadi temannya. Bantu anak gadisku kembali ceria,”

Emma mengakhiri ceritanya dengan isak tangis. Kyuhyun mengusap punggung tangannya lalu berujar, “Aku akan menemukannya, tenang saja. Aku akan terus menjadi teman dan –penopang hidupnya,”

 

o0o

 

Two days later

 

“Aku rasa kau sudah cukup pulih untuk menjelaskan alasan ketidak-datanganmu ke rumah ini padahal kau masih dalam masa hukuman,” Kyuhyun memulai percakapan. Saat ini mereka sedang duduk di ruang tengah rumah Kyuhyun. Dua hari ini Rae Ah di rawat di sana. Rae Ah menatap Kyuhyun.

“Maaf, aku terlalu kalut jadi lupa pada kewajibanku. Tidak apa-apa jika kau ingin menambah masa hukumanku,”

“Aku tidak peduli dengan hukuman itu, Kim Rae Ah. Persetan dengan anggur-anggur itu! Mulai sekarang kau sudah bebeas dari hukuman,”

Kyuhyun mengubah posisi duduknya yang semula di seberang Rae Ah menjadi di sampingnya. Diraihnya kedua tangan Rae Ah yang bertumpu di atas paha gadis itu kemudian digenggam dengan erat. Rae Ah menatap Kyuhyun di sampingnya dengan gugup.

 

“Mulai sekarang hiduplah dengan baik dan berbahagia. Nenek dan ayahmu meninggal karena memang sudah jalannya harus seperti itu. Jangan menyalahkan diri sendiri ataupun ibumu,” perkataan lembut Kyuhyun itu nyatanya membuat Rae Ah menitikkan air mata yang selama ini disembunyikannya. Kyuhyun tidak tahu apa-apa, tidak pantas bericara seperti itu. Dirinya yang merasakan penderitaan, bukan Kyuhyun.

“Kau tidak berhak bericara seperti itu, Kyuhyun. Kau tidak tahu apa-apa,”

“Aku tahu, aku tahu semuanya. Aku tahu kau marah pada ibumu, juga menyalahakan diri sendiri atas kematian ayah dan nenekmu. Jangan menyalahkan siapapun lagi. Mulai sekarang hiduplah dengan bebas tanpa beban,”

“Kalau begitu tanggung seluruh biaya hidupku dan ibu. Kau tidak akan mau melakukannya, kan? Jadi diam saja, jangan campuri hidupku!” Rae Ah menepis kasar tangan Kyuhyun lalu berdiri, berniat akan pergi. Namun belum sampai berdiri tegak gadis itu kembali duduk karena ditarik oleh Kyuhyun. gadis itu tidak kembali duduk di atas sofa melainkan di atas pangkuan Kyuhyun.

 

Bahkan dalam keadaan seperti ini jantungnya kembali berdetak tak karuan. Ini tidak bisa dibiarkan. Rae Ah harus menyingkir sejauh mungkin dari hidup Kyuhyun sebelum perasaannya tidak bisa ditekan. Ia tidak ingin terluka karena cinta sepihak. Sudah cukup lukanya ditorehkan oleh ibu tercinta, Kyuhyun tidak boleh menambahnya.

Rae Ah meronta, mencoba melepas tangan Kyuhyun di pinggangnya.

“Aku akan menanggungnya, Kim Rae Ah. Aku akan menjamin hidupmu asal kau hidup dengan bahagia.,”

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Kyuhyun? Kenapa?”

Kyuhyun diam. Ia bingung harus mengatakan apa. Berkata kalau ia mencintai Rae Ah jadi rela melakukan apapun untuk gadis itu? Kyuhyun belum siap.

“Kumohon jangan seperti ini. Biarkan aku pergi,”

“Tidak. Kau tidak akan pergi ke manapun. Dengar, Kim Rae Ah, aku tidak akan pernah melepasmu lagi. Aku –mencintaimu,”

 

Kyuhyun mencium Rae Ah tepat setelah kalimat terakhirnya ia ucapkan. Kyuhyun merindukan gadis itu, merindukan rasa manis yang ditimbulkan olehnya, rasa manis yang sangat memabukkan. Rae Ah masih belum bisa mencerna kalimat terakhir Kyuhyun. Pikirannya terlalu buntu untuk sekedar berpikir akibat dari sensasi ciuman Kyuhyun.

Lambat laun Rae Ah mulai membalas lumatan yang Kyuhyun berikan. Tangannya naik ke leher Kyuhyun, memeluknya. Mereka berciuman cukup lama. Rupanya ciuman mampu meredam perdebatan di antara merkea.

 

“Jadilah kekasihku, Kim Rae Ah. Aku tidak akan berjanji akan membuatmu selalu bahagia, tapi aku bisa berjanji akan menjadi orang yang berusaha memberimu kebahagiaan.” Rasanya Kim Rae Ah ingin sekali menangis dengan kencang mendengar kalimat Kyuhyun itu. Kalimat sederhana namun terdengar istimewa di telinga Rae Ah.

“Menjadi kekasihmu? Kau yakin? Aku bukan dari keluarga kaya sepertimu, Kyuhyun. Bahkan pendidikanku hanya sampai Gymnasium,”

Kyuhyun merengkuh wajah Rae Ah, mengusapkan ibu jarinya ke wajah cantik itu. sambil tersenyum Kyuhyun berkata, “Aku tidak membutuhkan gadis kaya. Aku hanya membutuhkanmu karena aku mencintaimu, Kim Rae Ah. Tidak perlu memusingkan pendidikan. Aku bisa membuatmu kembali ke Munster dan meraih gelar sarjana kedokteran dari sana,”

 

o0o

 

Rasanya tidak akan pernah bosan memandangi Sungai Rhein dengan segala pesona keindahannya. Sungai Rhein bahkan dikenal dengan nama Romantic Rhine, sungan yang menyuguhkan suasana romantis. Semua orang setuju dengan hal itu termasuk Kim Rae Ah sebagai orang yang selalu melepas penat hanya dengan memandangi sungai itu.

Namun, kedatangannya malam ini bukanlah untuk melepas penat melainkan ingin menikmati semilir angin malam bersama seseorang yang baru beberapa jam lalu resmi menjadi kekasihnya. Rae Ah datang ke tempat biasa ia duduk menikmati matahari terbit bersama dengan Kyuhyun.

Duduk menghadap sungai dengan Kyuhyun yang memeluknya dari belakang. Tangannya menggenggam hangat tangan Kyuhyun yang melingkar di perutnya. Senyuman itu kembali terpatri, Kyuhyun berhasil mengembalikannya dalam waktu beberapa jam.

 

“Aku sering melihatmu duduk di sini setiap pagi. Sepertinya kau benar-benar ingin menjadi Loreley versi abad kedua puluh satu,” Rae Ah terkekeh mendengar penuturan Kyuhyun. Beberapa jam yang lalu Kyuhyun telah bercerita tentang cinta pada pandangan pertamanya –pada Rae Ah. Rae Ah seperti berada di atas awan mengetahui Kyuhyun sudah menyukainya sejak lama.

“Hmm. Aku akan menjadi Loreley versi bahagia karena aku memilikimu,” balas Rae Ah seraya menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum simpul lalu mengecup bibir Rae Ah sekilas.

“Berjanjilah untuk membuang rasa marah pada ibumu. Percaya padaku, kebahagiaanmu akan tertunda jika terus menyimpan rasa marah itu. Bagaimanapun ia adalah ibu yang selalu menyayangimu. Mau berjanji?” Kyuhyun seperti memiliki ilmu hipnotis karena rae Ah hanya bisa mengangguk tanpa mengatakan apapun.

Perkataan Kyuhyun tidak ada yang keliru sedikitpun. Untuk itu ia menyetujui janjinya pada Kyuhyun dan berjanji pada diri sendiri akan menghapus rasa marah pada ibunya, karena bagaimanapun, Kim Rae Ah sangat mencintai sang ibu.

Kyuhyun kembali mencium Rae Ah, menyampaikan rasa cinta yang begitu menggebu. Rasa cinta pada seorang gadis untuk pertama kalinya. Rembulan yang bersinar terang malam itu menjadi saksi bisu dua anak manusia berbeda jenis kelamin yang akan memulai kisah cintanya.

 

The End

 

Thanks buat yang udah ngikutin Ffku. Happy 2nd anniversary, FlyingNC! Terima kasih loh ya udah mau nyediain wadah buat para penulis FF yang tidak memiliki tujuan apapun selain menghibur. Sukses terus ya^^

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

32 thoughts on “Loreley Part 3/3 [END]”

  1. ya mungkin ini yg di nmakan jodoh dan takdir
    yah jodoh itu tuhan yg ngatur dan kita hanya perlu usaha untuk mewujudkan nya
    nah yg di alami rae ah pun hampir sama
    dia gak tau selama ini ada yg mnunggu nya
    ya dia gak tau selama ini ada laki2 yg menginginkan nya
    dan di saat skarang di waktu yg buruk itu
    laki2 itu datang merangkul nya dan mengeluarkan isi hati nya yg selama ini di pendam
    dan yah mreka sdh di takdirkan bersama
    dan perassaan itu pun terbalaskan sampai sekarang
    tapi rae ah patut bersyukur skarang
    legenda sungai itu tdk terjdi pada diri nya
    dan skarang dia punya ibu dan tentu saja si cho yg harus ia sayangi dan cintai
    semngat cho ah..

  2. ih.. Sweet banget..
    Rae ah nurut sama kyuyun. Ceritanya adem ayem tapi nyelekit..duuhhh

    Tapi kan happy ending..haha
    Gak tau kenapa suka sama ff ini karna baru baca, sama baru nemu wp ini..haha ijin dulu deh buat baca yg lain…kkk

  3. yuhuuuuuuuu sweet moment… and I really like it… kyuhyun akhirnya berani juga ngungkapin perasaannya ke rae ah…
    suka…suka..suka sama ff ini

  4. Kak aku baru sadar komen part satunya pake id beda hehehehe
    Btw sedih banget jadi rae ah gatega dia disakitin sama kyuhyun gara2 anggur terus nyawa nenek nya ilang😭😭 next chap ku tunggu hehhehe

  5. Kak cara dapetin pw proposal mya gimana ya?.-. Aku line ndak dibales hehehe aku invite ndak di acc ehehhe aku ndak ada twitter sama fb kak😺

  6. ooo kyu manis bgt si qm…
    cuma lama ya jujur nya…dahal keliatan kejem tapi di depan rae ah dia lama jujur nd ga tegas ma prasaannya…

    oooooo end yg manis

  7. kyuhyun sweet yah..
    Rae luka dikit aja,khawatirnya duuuhhh…

    Part ini aku suka banget,soalnya jalan ceritanya kalem-kalem tapi deg-degan…wkwk…

  8. aahhh happy end,,,
    kyu perhatian bangget luka dkit ajja udh kuatirny mnta ampun,,,
    sdkit penggecut sich kyu d sini?,, lma bnget ngunggkapin cinta ny tpi gpp lah kn happy ending,,,
    chukaeyoo udh menang d flaying nc

  9. Cieee akhirnya jadian juga nih couple kasihan haalmeoni rae meninggal tapi ada berakhirnya juga penderitaan pasangan gengsi kyaaaa semoga ada versi yang after story bahkan udah nikahnya kkk

  10. Cieee akhirnya jadian juga nih couple kasihan haalmeoni rae meninggal tapi ada berakhirnya juga penderitaan pasangan gengsi kyaaaa semoga ada versi yang after story bahkan udah nikahnya

  11. huaaa happy ending ❤
    keren banget kak, cukup gregetan sama kyuhyun
    butuh sequel sih kak, tapi diprotect hehe
    nanti aku cari pasword nya deh kak.
    thanks for this story kak, keep writing yaa. semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s