Loreley Part 2/3

Loreley

Pevious: Part 1

Typos everywhere!

_o0o_

 

Kyuhyun menyusuri jalan setapak di area kebun anggur miliknya. Senyuman indah tak pernah lepas dari wajah tampan nan dingin itu. Kyuhyun selalu tersenyum jika berada di kebun anggur yang diberikan oleh sang ayah, ia sendiri tidak tahu kenapa. Mungkin karena ia mencintai buah anggur sejak dulu.

Kyuhyun memicingkan mata, merasa ada sesuatu yang mengganggu matanya. Di depan sana ada seseorang terlihat sedang memasukkan sesuatu ke dalam kantung. Dengan langkah hati-hati Kyuhyun mendekat ke tempat di mana orang itu berada.

Darah di seluruh tubuh Kyuhyun medidih seketika saat tahu bahwa orang itu sedang memetik buah anggur kesayangannya. Rasanya ingin sekali Kyuhyun memukul tubuh bagian belakang orang itu.

Baru akan melangkah, ia sadar kalau perawakan itu sangat ia kenal. Darahnya mulai berangsur mendingin. Tidak ingin gegagabah, Kyuhyun menyembunyikan diri di balik bangunan kecil dari kayu yang berfungsi sebagai tempat istirahat para pekerja. Laki-laki itu mengamati dengan cermat. Ia tahu orang itu merasa diawasi, terlihat dari gerakannya yang berhenti lalu menoleh secara perlahan.

Entah kenapa Kyuhyun tidak ingin ketahuan sedang meperhatikan orang itu, maka ketika melihat seekor kucing sedang meringkuk, segera saja ia melempar kucing malang itu ke depan. Benar-benar kucing yang malang karena tidur nyenyaknya telah diganggu bahkan dilempar.

 

Kyuhyun tahu ia telah menjadi laki-laki bodoh saat ini. Bagaimana tidak? Baru saja ia membebaskan seorang pencuri anggur yang bahkan tertangkap basah oleh mata kepalanya sendiri selaku pemilik. Lihatlah, orang itu melenggang santai dengan buah anggur di tangannya. Harganya mungkin tidak akan seberapa tapi anggur-anggur itu adalah milik Kyuhyun. Seorang Cho Kyuhyun tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh miliknya tanpa izin.

Lalu kenapa malam ini Kyuhyun membiarkan pencuri itu bebas di depan matanya sendiri? Ia bisa saja menangkap orang itu lalu membawanya ke kantor polisi untuk diproses secara hukum, karena bagaimanapun pencurian tetaplah pencurian. Ya, Kyuhyun memang bisa melakukannya tapi tidak untuk orang itu. Kyuhyun memiliki rencana lain untuk menghukum pencuri yang malam ini tertangkap basah olehnya.

“Setelah ini hidupmu tidak akan tenang, nona pencuri!” gumam Kyuhyun. Jika ada yang mendengar, mungkin orang itu akan bergidik ngeri karena nada bicara Kyuhyun memang sangat tajam dan mencekam. Semakin mencekam jika melihat smirk khas seorang Cho Kyuhyun tersungging di wajahnya.

Kyuhyun keluar dari persembunyiannya lalu kembali melangkah ke arah ia datang tadi. Seseorang telah merusak suasana hatinya dengan mencuri buah anggur di kebunnya. Demi Tuhan, besok ia tidak akan membiarkan orang itu lepas dan menikmati anggur tanpa merasakan hukuman.

 

_o0o_

 

Rae Ah menutup pintu kamar di mana sang nenek berbaring. Ia kemudian menatap iba pada ibunya yang sedang duduk di atas sofa sederhana di ruang tengah, tepat di depan kamar nenek. Ibunya terlihat gerlisah, terutama saat melihat ke arah dirinya.

“Maaf, aku hanya mendapat uang untuk memanggil dokter saja. Aku akan berusaha lagi agar bisa membawa nenek ke rumah sakit dan dirawat di sana,” ucapnya pelan. Hari ini ia tidak bisa membawa nenek ke rumah sakit karena hasil dari menjual anggur hasil curiannya semalam tidaklah seberapa. Sebenarnya ia tidak rela membiarkan mengotori tangannya dengan mencuri, tapi ia tidak memiliki daya apapun untuk tetap berada di jalur aman. Keadaannya mendesak. Ia sudah mencoba usaha aman untuk mendapatkan uang itu tapi tidak berhasil. Tidak apa-apa, yang penting nenek bisa ditangani oleh dokter.

 

“Jangan terlalu memaksakan, sayang. Ibu juga sedang mencari pinjaman,”

“Aku harus bekerja. Ibu di rumah saja, temani nenek. Aku akan membawa uangnya ketika pulang nanti,”

 

Selalu seperti ini. Kim Rae Ah selalu pergi tanpa berpamitan apalagi jika sebelumnya terlibat dalam pembicaraan serius tentang finansial keluarga. Rae Ah meninggalkan rumah dengan seorang ibu yang terkungkung penyesalan karena tidak bisa membahagiakan sang anak.

Emma Beck bukan tidak berusaha mencari uang. Perempuan itu bekerja sebagai tukang kebun di sebuah rumah mewah –paling mewah di daerah ini. bisa jadi rumah itu juga termasuk ke dalam deretan rumah paling mewah di Kota Rüdesheim. Gaji seorang tukang kebun hanya cukup untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari yang terkadang masih kekurangan.

Emma menyesal karena telah menghilangkan rona bahagia yang dulu, ketika Kim Tae Jun –suaminya masih hidup, selalu menghiasi wajah cantik Rae Ah. Rae Ah menjadi lebih pendiam dan menjaga jarak dengannya setelah kematian sang ayah. Emma tahu pasti keluarnya Rae Ah dari Universitas Munster bukanlah satu-satunya penyebab gadis itu menjaga jarak. Ada hal lain yang Emma sendiri tidak ingin mengingatnya. Terlalu menyesakkan dada jika ingatan itu kembali.

 

_o0o_

 

Rae Ah sudah sampai di kebun, hari ini ia tidak mengunjungi tempat favoritnya karena terlambat. Ia terkejut saat jalannya dihadang oleh dua orang laki-laki berbadan besar dengan wajah dingin dan menyeramkan. Kedua laki-laki itu menarik paksa Rae Ah, tidak peduli pada rontaan dan teriakannya. Orang-orang yang melihat kejadian itu hanya mampu melihat dengan tatapan heran dan kasihan.

“Apa yang kalian lakukan?” Rae Ah terus meronta hingga kini tenggorokannya terasa sangat kering karena terus berteriak di sepanjang jalan tadi. Rae Ah baru diturunkan ketika mereka sudah sampai di sebuah bangunan mewah khas Eropa, campuran arsitektur Renaissance dengan Gothic.

 

Bangunan mewah itu sempat membuat Rae Ah terpesona, menatap sekeliling tanpa berkedip. Pemilik bangunan ini pasti sangat kaya. Tunggu. Bangunan ini berdiri kokoh di area perkebunan anggur. Jangan-jangan rumah ini milik Cho Kyuhyun yang digadang-gadangkan orang-orang sebagai pemilik kebun anggur yang luas itu? Majikannya? Tapi kenapa ia dibawa ke sini dengan caa diculik? Memangnya keuntungan apa yang akan didapat dari hasil menculik gadis miskin seperti dirnya?

Menyadari banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya Rae Ah mulai ketakutan. Jika ini penculikan, maka ia harus mencari cara untuk melarikan diri. Bagaimana? Di sekitar sisni bahkan hanya berdiri pohon-pohon anggur dengan gubuk-gubuk kecil terbuat dari kayu. Ia tidak bisa bersembunyi.

 

Di tengah kepanikannya Rae Ah tiba-tiba mendengar suara seorang laki-laki sedang bercakap-cakap dengan dua orang yang tadi menculiknya. Oh, hanya laki-laki itu yang berbicara karena dua orang lainnya terlihat patuh dan menjadi pendengar yang baik.

Rae Ah memperhatikan laki-laki itu dari ujung kaki ke ujung kepala. Semuanya berkelas, tidak ada satupun barang yang menempel pada tubuhnya merupakan barang murah. Meski miskin dan terlihat tidak fashionable, sebagai gadis remaja masa kini Kim Rae Ah tentu mengerti tentang dunia fashion. Dari barang-barang mahal tersebut Rae Ah berani bertaruh bahwa laki-laki itu adalah orang yang berkuasa di perkebunan ini.

 

Rae Ah tidak melepaskan pandangannya dari laki-laki itu, laki-laki tampan yang sedang berjalan menyusuri pinggiran kolam renang menuju ke arahnya. Tadi kedua orang bertubuh kekar itu membawa Rae Ah ke sini, kolam renang luas dengan kursi santai di pinggirnya.

Rae Ah akui, laki-laki itu memang tampan –sangat tampan dengan memakai kemeja putih dibalut jas berwarna hitam, kakinya dibalut celana bahan dan sepatu kulit berwarna senada dengan jas. Cara berjalannya terlihat sangat elegan dan mempesona.

Laki-laki itu semakin dekat dan Rae Ah berani bersumpah bahwa saat itu juga ia telah jatuh ke dalam pesonanya sesaat setelah melihat laki-laki itu memiliki mata yang tajam namun meneduhkan. Otaknya dipenuhi bayangan erotis ketika tubuh kekar laki-laki itu sudah berada tidak lebih dari satu meter di hadapannya.

Membayangkan tangannya menyentuh sesuatu dibalik kemeja berwarna putihnya, menulusuri  wajah tampan itu dengan bibirnya cukup membuatnya sesak napas. Pikirannya semakin liar saat pandangannya berhenti tepat pada bagian bawah perut laki-laki itu. Seperti apa rasanya jika ia memanjakan sesuatu di balik celana hitam itu dengan mulut dan kewanitaannya?

 

“Apa yang kau lihat, nona pencuri?” suara laki-laki itu membuat Rae Ah mengerjap kaget,, tersadar dari lamunan erotis bersama laki-laki tampan di hadapannya ini. Cho Kyuhyun.

“Bu-bukan apa-apa,” jawabnya terbata. Ia belum sadar dengan panggilan yang Kyuhyun berikan. Gadis itu baru sadar beberapa saat kemudian dan tubuhnya langsung membeku. Nona pencuri?

Rae Ah menatap Kyuhyun dengan tatapan takut. Laki-laki di hadapannya ini pasti melihatnya mencuri. Ya Tuhan, Rae Ah tidak ingin dipenjara. Apa yang harus ia lakukan agar laki-laki ini tidak melaporkan perbuatannya semalam?

 

“Tadi malam aku melihatmu mencuri anggur-anggurku, jika kau penasaran kenapa aku memanggilmu seperti itu.” Kyuhyun berucap seolah tahu apa yang ada di pikiran Rae Ah. Laki-laki itu dengan santai duduk di kursi terdekat, menumpukan kaki kanan ke atas kaki kiri, lalu menatap Rae Ah yang menunduk dalam-dalam dengan tatapan yang sulit diartikan.

Mendengar ucapan Kyuhyun membuat Rae Ah yakin laki-laki adalah pemilik kebun anggur tempatnya bekerja. Ketakutannya semakin menjadi. Ia tidak ingin masuk penjara, tempat yang menurutnya paling menyeramkan. Kebebasannya akan terenggut dan yang paling penting ia akan mengecewakan keluarga tercintanya, terutama sang ayah yang sudah berada di surga.

 

“Aku yakin semua pekerja kebun sudah tahu bahwa aku tidak suka milikku dicuri. Penjara adalah tempat yang pantas untuk pencuri,” ucap Kyuhyun santai tanpa beban. Tubuh Rae Ah semakin bergetar, Kyuhyun dapat melihat itu.

“Saya terpaksa, Tuan. Jangan jebloskan saya ke penjara. Saya mohon,” Rae Ah memohon dengan suara yang bergetar menahan tangis. Kepalanya masih menunduk, terlalu takut untuk menatap Kyuhyun.

Kyuhyun menunjukkan smirk yang mampu meluluhkan hati perempuan manapun yang melihatnya –jika dalam keadaan normal, tapi kali ini terlihat menyeramkan mengingat seorang gadis merasa terancam akan kehadirannya.

Kyuhyun memang sangat marah karena gadis di hadapannya ini telah mencuri di kebun miliknya. Akan tetapi entah setan apa yang merasuki dirinya hingga malam tadi ia membeiarkan gadis ini lolos begitu saja. Kyuhyun bukan tipe orang yang akan dengan senang hati mengampui pencuri anggur setelah mendengar alasan yang mereka keluarkan. Laki-laki itu bahkan tidak pernah membiarkan si pencuri mengutarakan alasan dan langsung menjebloskan ke penjara. Kasus Rae Ah memang bukan yang pertama.

 

“Kenapa mencuri? Apakah orang tuamu tidak mengajarimu tentang moral?” ucapan Kyuhyun kali ini cukup membuat Rae Ah mengangkat wajahnya danj menatap Kyuhyun dengan tatapan marah. Dirinya yang mencuri, caci maki saja dirinya tapi jangan keluarganya. Tidak, orang tuanya tidak boleh diperlakukan sehina itu oleh irang lain.

“Saya mencuri tidak ada hubungannya dengan orang tua saya. Jadi Tuan, silakan caci maki saya tapi jangan mereka. Orang tua saya tidak bersalah,” ujar Rae Ah penuh dengan penekanan. Rasa takutnya akan penjara menguap begitu saja. Kyuhyun sempat terkejut namun dengan baik ia mampu menyembunyikannya.

“Sangat menyayangi orang tuamu? Apakah mencuri juga demi orang tuamu? Menyedihkan sekali,” kalimat demi kalimat yang Kyuhyun lontarkan semakin tajam dan menusuk. Hanya karena anggur laki-laki itu berkata semaunya. Rae Ah semakin memepertanyakan arti kemanusiaan saat ini.

 

“Mencuri tetaplah mencuri, nona. Aku tidak akan menjebloskanmu ke penjara tapi sebagai gantinya –kau akan bekerja di rumah ini pada sore hari setelah pekerjaanmu di kebun selesai, selama satu bulan penuh. Gajimu juga tidak akan kuberikan untuk mengganti buah anggur yang sudah kau jual. Mengerti?” Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada.

“Saya hanya mendapat uang sebesar lima puluh euro dari anggur-anggur itu. apakah tidak berlebihan jika harus diganti dengan gaji saya selama satu bulan? Ditambah dengan bekerja di rumah ini sore harinya,”

“Keberatan? Aku bisa menjebloskanmu ke penjara sekarang juga kalau begitu,” Kyuhyun mengangkat ponselnya yang sedari tadi ia pegang, menaruhnya di telinga. Laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan saat Rae Ah berujar dengan pelan –hampir tidak terdengar. “Saya tidak keberatan,”

Bersamaan dengan itu Kyuhyun menaruh ponselnya ke dalam saku jas kemudian berdiri. Berbisik tepat di samping telinga Rae Ah sebelum benar-benar pergi, meninggalkan gadis itu dalam kebekuan atas perkataannya.

“Selamat datang di neraka, nona. Semoga harimu menyenangkan,”

 

_o0o_

 

Sudah satu minggu Rae Ah tidak mengunjungi tempat kesukaannya ini. Rae Ah harus berterima kasih pada Tuhan karena telah menciptakan sungai yang mengalir di delapan negara dengan begitu indahnya. Sungai yang menjadi sumber kehidupan tempat ia tinggal.

Kota Rüdesheim tidak pernah berhenti mendatangkan wisatawan baik lokal maupun asing berkat keindahannya yang terletak dekat Sungai Rhein dan perkebunan anggur yang mendapat predikat terbaik di Jerman. Di bawah sana –di sungai perahu berlalu-lalang memberikan kemudahan untuk mobilitas manusia.

Rae Ah juga harus berterima kasih pada orang yang telah membangun gubuk kecil di atas sungai ini. Berkatnya ia bisa menikmati keindahan sungai di sela-sela kepenatan hidup, terutama setelah satu minggu menjadi ‘budak’ Cho Kyuhyun.

Berurusan dengan Kyuhyun ternyata sangat rumit dan mengesalkan. Laki-laki itu berbuat semena-mena terhadap dirinya. Menyuruhnya memasak, mencuci pakaian, bahkan membersihkan kamarnya setiap sebelum pulang. Laki-laki sekaya itu memangnya tidak memiliki pelayan? Semuanya harus ia yang mengerjakan. Rae Ah bahkan tidak sempat mencari uang untuk membawa nenek ke rumah sakit.

Mengingat tentang nenek, hatinya terasa sangat perih. Ia ingin segera mendapatkan uang itu tapi pergerakannya terbatas oleh Kyuhyun. Pagi bekerja di kebun kemudian sore harinya langsung bekerja lagi di rumah besar milik Kyuhyun dan baru pulang ke rumah setelah lewat jam sembilan malam. Ia merasa bersalah pada iibunya yang selalu kahawatir tapi juga tidak bisa memberitahukan yang sebenarnya. Rae Ah takut membuat ibu dan nenek kecewa.

 

Gadis itu kemudian menghela napas berat. Dipandanganya sebuah patung seorang gadis berwarna keemasan yang terlihat kecil karena letaknya cukup jauh dari tempat Rae Ah kini. Patung itu duduk di atas bukit batu yang melegenda bernama Loreley.

Pada zaman Romantik abad ke sembilan belas, muncul sebuah legenda di Jerman yang menceritakan tentang seorang perempuan cantik berambut panjang dan berwarna keemasan, duduk di atas bukit sambil menyisir rambutnya. Perempuan itu terlihat sangat menawan. Sambil menyanyikan lagu yang terdengar begitu menyedihkan gadis itu menyisir rambut keemasannya dengan sisir emas. Dengan nyanyiannya ia sanggup memikat setiap orang yang melewati sungai itu, sehingga  banyak perahu mengalami kecelakaan dan tenggelam, karena terlena olehnya. Banyak penyair Jerman menuliskan syair atau puisi mengenai Loreley ini, diantaranya adalah penyair Heinrich Heine.

 

Dulu ayahnya suka sekali menceritakan legenda tentang Loreley. Sampai sekarang tidak ada yang tahu mengapa Loreley menyanyikan lagu sedih yang menyayat hati. Padahal gadis itu cantik. Apakah karena patah hati? Gadis secantik Loreley seharusnya tidak mengalami patah hati karena ia bisa mendapatkan laki-laki manapun yang diinginkannya.

Apakah mungkin Loreley memiliki kesedihan yang sama dengan dirinya saat ini? Ayah meninggal, dirinya harus menyerah menjadi dokter, nenek sakit, menjadi budak dari laki-laki tampan dan kaya karena mencuri, dan ibu yang selingkuh. Apapun kesedihan Loreley, setidaknya gadis itu beruntung karena mampu memikat hati siapapun yang melihat dan dikenang hingga saat ini.

 

“Duduk di atas gubuk dekat sungai dengan wajah sedih. Ingin menandingi Loreley?” suara berat dan dingin itu menyapa gendang telinganya. Tidak perlu menoleh untuk tahu siapa pemilik suara itu karena sudah seminggu ini ia selalu mendengarnya. Suara berat dan dingin, milik siapa lagi jika bukan milik Kyuhyun? Gadis itu mengusap air matanya.

“Apa yang kau lakukan malam-malam begini? Bukankah seharusnya kau sudah pulang?” Kyuhyun berdiri di samping Rae Ah. Menatap gadis itu dari samping.

Wajah cantik yang menyiratkan kesedihan itu diterpa sinar rembulan yang bersinar cukup terang malam ini. Kyuhyun berani bersumpah bahwa gadis itu selalu cantik dalam kondisi apapun. Tapi ia tidak suka dengan ekspresi sedih ini. Kyuhyun ingin melihat wajah cantik itu terus menyunggingkan senyum ceria yang menawan, seperti beberapa tahun lalu.

“Pulanglah! Aku tidak ingin kau datang terlambat besok pagi,” kau bisa sakit jika berlama-lama disini apalagi tanpa jaket. Sulit bagi seorang Cho Kyuhyun untuk mengatakan apa yang benar-benar di pikirannya. Tidak ingin Rae Ah datang terlambat? Tsk. Kyuhyun bahkan ingin Rae Ah berhenti saja bekerja di kebun lalu menjadi nyonya besar di rumah besarnya.

 

Lima tahun lalu, Cho Kyuhyun, laki-laki dengan sejuta pesona itu telah jatuh cinta pada seorang gadis remaja. Ia melihat gadis itu di kebun anggurnya untuk pertama kali. Wajahnya sangat cantik ditambah senyum ceria yang menghias indah. Saat itu ia sedang terburu-buru jadi dengan tidak rela pergi meninggalkan kebun. Keesokan harinya Kyuhyun kembali melihat gadis itu datang ke kebun dengan tas di bahu. Gadis itu menghampiri seorang laki-laki berumur, memeluk dan menciumnya.

Kyuhyun penasaran pada gaadis itu sehingga memerintah seseorang untuk menyelidiki segala hal yang berhubungan dengan gadisnya. Kyuhyun benar-benar terpesona hingga ia bahkan mengklaim gadis itu adalah miliknya. Besoknya lagi ia sudah mendapatkan segala informasi tentang gadis itu.

Kim Rae Ah, siswa tingkat akhir di salah satu sekolah swasta, berusia tujuh belas tahun. Gadis itu bisa bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Jerman itu karena beasiswa. Latar belakang keluarga yang tidak kaya membuat Kyuhyun kagum dan semakin terpesona pada gadis remaja itu. Kyuhyun –jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sejak saat itu Kyuhyun selalu datang ke kebun bagian barat, tempat di aman Rae Ah selalu menemani ayahnya bekerja sepulang sekolah. Ada rasa damai dalam hati Kyuhyun saat melihat wajah cantik itu selalu tersenyum ceria.

Kyuhyun merasa dirinya seperti seorang pengecut yang hanya bisa mengagumi seorang gadis dari kejauhan dan bersembunyi setahun lamanya. Sama sekali bukan tipe seorang Cho Kyuhyun. Untuk itulah ia memutuskan akan mendekati gadis itu kemudian mengakui perasaannya. Namun belum sempat Kyuhyun bertegur sapa dengannya, gadis itu sudah tidak pernah muncul lagi di kebun.

Kyuhyun frustasi karena terus-terusan melihat Kim Tae Jun –ayah Rae Ah tanpa ada gadis itu. Setelah itu Kyuhyun sempat berhenti datang ke kebun bagian barat dan kembali ke aktvitas semula, bekerja dan bekerja.

 

Suatu hari Kyuhyun ingin sekali mengunjungi kebun bagian barat itu. Betapa bahagianya ia ketika melihat gadis itu ada di sana dengan pakaian khas seorang pekerja kebun. Jadi gadis itu menghilang dan sudah kembali dengan menjadi pekerja kebun. Sebenarnya Kyuhyun tidak rela melihat gadisnya berdiri di bawah terik matahari mengenakan pakaian itu. Ingin sekali ia menarik dan membawanya ke rumah untuk dijadikan istri namun lagi-lagi Kyuhyun bersikap seperti pecundang. Kembali mengagumi Kim Rae Ah dari jauh. Bersembunyi dari rasa cinta yang semakin hari semakin menggerogoti hatinya hingga saat ini.

Cho Kyuhyun benar-benar pecundang sejati. Ia bahkan menjadikan pencurian Rae Ah sebagai alasan agar bisa bberinteraksi dan dekat dengan gadis itu. tanpa tahu bahwa gadisnya sedang memendam kesedihan yang mendalam.

 

“Menurut anda, kenapa Loreley bersedih, Tuan?” Kyuhyun menatap heran Rae Ah. Gadis itu sedang meminta pendapatnya? Demi Tuhan, Kyuhyun berani membayar berapapun agar gadis ini terus mengajaknya bicara. Selama ini Kim Rae Ah hanya mengatakan ‘ya’, ‘maaf’,  dan ‘tidak’ pada Kyuhyun.

“Aku tidak tahu. Aku tidak menyukai Loreley jadi tidak ingin tahu apapun tentangnya,” jawab Kyuhyun.

“Kenapa?” detik itu juga Kyuhyun berani bersumpah bahwa memang tidak akan ada yang bisa mengalahkan keindahan mata Kim Rae Ah. Sekalipun itu Angelina Jolie yang menurut sepupunya memiliki mata paling indah.

Karena aku hanya menyukaimu.

“Loreley membuat banyak orang tenggelam karena nyanyiannya,” jawab Kyuhyun asal membuat Rae Ah terkekeh pelan. Diam-diam Kyuhyun tersenyum simpul melihat gadisnya sudah tidak sesedih tadi.

“Berhenti memanggilku dengan panggilan ‘tuan’, Kim Rae Ah. Aku tidak menyukainya,” Rae Ah mengerutkan dahinya dalam-dalam.

“Lalu saya harus memanggil anda apa?” Kyuhyun menggeram tertahan mendengar Rae Ah bertanya dengan polosnya dan yang paling parah gadis itu menggunakan anda-saya.

“Panggil aku oppa atau nama saja dan jangan pernah memakai anda-saya jika berbicara denganku. Paham?”

“Memangnya bahasa Jerman memiliki kata oppa?” Kyuhyun tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya. Seingatnya Kim Rae Ah adalah anak dari seorang laki-laki Korea, tapi kata oppa saja tidak tahu. Menyebalkan.

“Kalau begitu panggil Kyuhyun saja. Mengerti?” Kim Rae Ah mengangguk dengan wajah bingungnya masih kentara. Gadis itu bingung dengan sikap Kyuhyun malam ini. Memang tidak menghilangkan sifat pemarahnya, tapi dengan meminta dirinya memanggil Kyuhyun hanya dengan nama saja membuat Rae Ah memutar otak, gerangan apa yang terjadi dengan Cho Kyuhyun?

 

“Ayo pulang,” Kyuhyun menarik tangan Rae Ah. Kim Rae Ah tidak menolak karena sibuk menenangkan jantungnya yang berdebar kencang, merasakan tangan besar Kyuhyun menggenggam tangannya. Rasanya –hangat.

 

TBC

 

Maaf jika ada kesalahan mengenai legenda Loreley yang aku sebutkan. Terima kasih sudah membaca^^

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

27 thoughts on “Loreley Part 2/3”

  1. Karakter nya berubaaaaaah? Seingatku. Kyuhyun sama sekali ga munculin inner thought apa2 saat dia ketemu rae ah pas di kira paman itu ><
    Rada……. Kalau karakter nya berubah2 gini. Aku berasa baca cerita beda2.
    Tapi ini bagus kok. Cuma rasanya. Tahap ke cinta2 nya terlalu tiba2

  2. Nah loo, tak kira kyuhyun bener-bener kesel sama rae ah karena udah nyuri anggur kesayangan kyuhyun..
    ternyata dia udah terpesona sama rae ah, jauh sebelum ini ternyata.. wkwk
    kyuhyun bener-bener gak ketebak yah orangnya

    1. karena aku suka. hihi lagipula kalo buat ff ini yang cocok emang Jerman sih. aku gatau di Korea ada perkebunan anggur apa nggak makanya aku milih Jerman, Ruedesheim tepatnya😃

  3. Ohalahh itu beneran ada legenda nya toh? Wkwkkw aku kira ndak adaaa
    Bagus bangeet alurnyaa. Coba sii kyuhyun ini cari tau kenapa si rae ah ini nyurii ihh sebel dehh. Ditunggu cerita next nya kak😀

  4. yakk… Kyu menyebalkan tapi ngangenin..wkwk
    bagus ceritanya,tappi kayak ditahan-tahan gitu kisah cinta mereka.

    Ciee .. Rae deg-deg seran…haha

  5. Jadi ibu rae ah pernah selingkuh? Duh kasian rae ah. Tapi si Kyuhyun kenapa gk gentle amat yawloh cepat2 deh jadiin rae ah sebagai istri:d

  6. Oow kyu dah kenal ma rhaeah toh, aq kira mank gga kenal kan pas kyu di panggil paman itu kyak kaget gituu aq kira gga ada sesuatu gituu..

    Ini puendek bnget say,, ooh eomma’a selingkuh? Perasaan gga ada penjelasan klo dy selingkuh kan ya? Ato aq’a yg kurang mahamin??

    Next ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s