Hate You

Kibum-Hate-You

 

Aku saranin baca ini sambil denger Hate You-nya Shannon Williams karena aku dapet inspirasi dari sana. Selamat membaca dan hati-hati sama kesalahan dalam pengetikan.

_o0o_

 

Seandainya Tuhan mau berbaik hati padaku, aku yakin saat ini hidupku pasti baik-baik saja. Aku tidak mungkin hidup dalam kehancuran. Aku hancur karena kepergianmu.

“Aku mencintaimu,”

Kalimat cinta itu kau ucapkan beberapa saat sebelum kau pergi. Tidakkah itu terlalu kejam? Saat itu bahkan aku melihat binar ketulusan di matamu. Aku percaya pada cinta tulusmu. Aku percaya bahwa kalimat cinta itu akan membawaku pada kebahagiaan karena ada dirimu di sampingku. Nyatanya aku memang bahagia. Kebahagiaan yang hilang dalam sekejap beberapa waktu kemudian.

Kakiku terus berjalan menelusuri jalanan Frankfurt am Main. Kau mengingatnya, Kim Kibum? Di jalanan ini kita sering menghabiskan waktu bersama.

“Jalan kaki lebih asyik daripada mengendarai mobil,”
Kalimat itu kau ucapkan untuk merespon rengekanku karena tidak ingin berjalan kaki. Hari itu kencan pertama kita. Kau mengingatnya?
Setelah itu aku sering mengajakmu kencan di sini tanpa membawa mobilmu. Pengaruh dirimu cukip besar terhadapku. Tidak, sangat besar.
Membeli makanan ringan khas Frankfurt, mampir ke toko es krim yang menjadi favoritku sejak pertama kali kita mengunjunginya, membeli pakaian-pakaian branded yang bahkan jarang kupakai setelahnya tapi tetap kau belikan, dan banyak lagi hal yang telah kita lakukan di sini. Frankfurt am Main.

Aku membencimu, Kim Kibum. Kau pergi tanpa memikirkan diriku. Lebih parah lagi, kau membawa seluruh hatiku bersamamu. Aku tidak mampu mengambilnya untuk diberikan pada orang lain. Aku tidak sanggup. Sama tidak sanggupnya dengan aku untuk membencimu.
Aku ingin membencimu, sungguh. Aku selalu berpikir bahwa aku membencimu, tapi nyatanya aku masih merindukanmu. Aku merindukanmu hingga rasanya dada ini terlalu sempit untuk sekadar dilewati udara.

Di seberang jalan itu, di samping sebuah toko merk fashion terkenal, aku melihat toko elektronik. Aku ingat, saat itu adalah hari jadi kita yang ketiga. Kau mengajakku kencan di sini.

“Satu buah SLR di hari jadi yang ketiga, aku rasa tidak berlebihan. Benarkan?” ucapku setelah melihat toko itu.
Aku bahkan masih mengingat dengan jelas tanggapanmu saat itu.
“Kau benar-benar pintar memanfaatkan keadaan sekitar, sayang. Ayo,”

Saat itu kau menarik tanganku untuk menyeberang bersama-sama. Aku melepasnya karena tali sepatuku lepas. Aku bahkan belum menyentuh sepatuku tapi kau menbuat tanganku melayang di udara begitu saja.

Aku masih mematung dengan posisi badan setengan membungkuk saat melihat tubuhmu ditabrak bus merah, melayang di udara, kemudian tubuhmu terlempar beberapa meter dari tempatmu berdiri tadi.
Kau bahkan tidak memberiku kesempatan untuk berbicara meski hanya satu kata.
Kau tahu, kau benar-benar kejam. Aku meminta SLR untuk hadiah di hari jadi kita yang ketiga, namun yang kau berikan justru tubuhmu yang berlumuran darah dan… tak bernapas.

Sekarang apa yang harus kulakukan? Ini sudah tahun kelima setelah kejadian itu tapi kau sama sekali tidak pernah mau menyingkir barang sejenak dari pikiranku. Katakan, apa yang harus kulakukan, Kim Kibum?
Tidak bisakah kau mengembalikan hatiku yang kau bawa agar aku tidak lagi hancur? Aku ingin membenencimu karena telah membawa pergi hatiku tanpa sisa, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa membencimu. Bahkan setiap hari aku semakin merindukanmu.

Senyum manis yang hanya kau tunjukkan untukku, sikap romantis yang mungkin hanya sekali dalam setahun kau beri, dan dirimu yang selalu ada di barisan terdepan ketika aku memiliki masalah, aku merindukan semua itu. Aku merindukanmu, Kim Kibum.

Di atas aspal ini dengan kejamnya kau meninggalkanku. Apakah kau merasakannya? Rasa sakitku, kau merasakannya?
Tidak bisakah kau kembali padaku? Apakah di sana lebih menyenangkan daripada berada di sisiku? Kau tidak ingin kembali? Aku mengerti. Maka dari itu, jangan pernah mencegah diriku untuk datang menghampirimu. Aku… akan datang padamu.

Sekarang aku bisa merasakannya. Rasa sakit yang kau alami karena berbenturan dengan benda keras yang melaju kencang, aku merasakannya. Rasanya sangat menyakitkan, tulang-tulang dan semua persendian serasa tidak lagi pada tempatnya. Aku juga mencium bau anyir sesaat setelah tubuhku mendarat di atas aspal.

Pandanganku memburam. Apakah waktu itu kau juga merasakan ini? Mataku perih sekali. Telingaku berdengung, tidak bisa menangkap suara apapun selain dengungan itu.
Mataku menghangat. Samar-samar aku dapat melihat dirimu berlutut di samping kepalaku, menatapku dengan wajah sendu. Wajah tampanmu tidak cocok dengan ekspresi itu, Kim Kibum.
Kau marah? Kumohon jangan marah. Ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa bertemu denganmu karena aku tidak bisa membencimu. Aku tidak bisa berhenti merindukan dirimu.
Sekarang kita telah bertemu. Di tempat yang sama ketika kau meninggalkan diriku.

Kim Kibum, jangan halangi aku untuk mengambil hatiku yang telah kau bawa. Mengambil hatiku beserta dirimu. Aku mencintaimu.

THE END

APA INI??! Bunuh aku, bunuh! Sok-sok-an pengen bikin FF bergenre angst padahal feelnya aja gak dapet.
Kim Kibum, maafkan aku telah menistakan dirimuㅠ.ㅠ readers, silahkan caci maki diriku. Eh, jangan deng. Nanti gak sanggup nulis lagi kalo ada yang caci maki haha

Masih merupakan rangkaian selebrasi ulang tahun Bang Toyibnya Suju.

Oiy, mau tau dongs. Kan aku punya Fate, The Necklaces, & Reason. Mau dikelarin yang mana dulu nih? Komennya yak hihi
Well, selamat buat kalian para Snowers karena bisa ngerecokin BumToyib lagi. Lewat Instagram pula haha serius ya aku tau Kibum bikin IG udah berasa dapet durian runtuh /padahal gak suka durian/

Okelah, terima kasih sudah mampir. Kritik dan saran dari kalian sangat membantu dalam penulisanku. Ditunggu pokoknya. Apanya? Apanya welah haha

Love ya, readers! Love ya, Kim Kibum!

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

3 thoughts on “Hate You”

  1. baca alinea 1 dan brasa ni bakalan sad ending akhirny aku ga baca bwahahahaha.
    feel alinea 1 dpt makany aku stop baca pizzz
    aku absen aja.
    lg melow ntar baper aku nek baca yg sedih2 begini.
    fighting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s