Love Girl Part 2

Aku cuap-cuap dulu ya.

Jadi gini, aku udah janji sama seorang eonni bakal posting Epilog-nya Regret hari Minggu, beberapa jam lalu. Tapi ternyata setelah pulang KKL otak sama badanku bener-bener butuh istirahat. Aku gak ngapa-ngapain selain makan, mandi, sama nyuci. Jadi aku belum sempet lanjutin epilognya yang kira-kira udah ada empatan lembar. Maaf banget. Aku gak tau kapan epilog itu aku publish krena aku pengen yang terbaik. gamau terburu-buru buat endingnya. Sebagai gantinya aku pst dua ff. Pagi ini sama nanti malem. Gapapa kan ya? Haha

sekali lagi aku minta maaf. Well, enjoy!

 

_o0o_

Warning: Bad English! Typo!

 

Pesawat yang membawa penumpang dari Seoul menuju Amerika telah lepas landas sejak tiga puluh menit lalu. Entah apa yang direncanakan Tuhan untuk Yoon Ri saat ini. Disengaja atau tidak, Song Yoon Ri duduk berdampingan dengan Kim Kibum. Suatu kebetulan yang sangat manis.

Awalnya Yoon Ri sempat terkejut, tidak bisa berkata apa-apa saat dirinya dan Kibum duduk bersebelahan. Oh, bahkan hingga saat inipun Yoon Ri masih tidak bisa berkata apa-apa.

Mulutnya seolah terkunci rapat. Sial. Jantungnya tidak berhenti berulah. Berdetak semakin kencang dan kencang. Melirik laki-laki yang duduk di sebelah kirinya melalui sudut mata.

Saat itu juga ia merutuki dirinya yang mencuri pandang. Melalui sudut mata itu Yoon Ri bisa melihat Kibum tengah memperhatikannya. Hal itu membuat jantungnya semakin tak normal. Ia gugup, sangat.

Stopp staring at me! God, I need so much oxygen! Yoon Ri berkata dalam hati.

 

o0o

 

Kibum diam-diam menatap Yoon Ri. Ada desiran aneh saat melihat wajah dingin Yoon Ri. Gadis cantik itu tidak bereaksi apapun saat berada dekat dengannya? Ini aneh.

Kibum terus menatap Yoon Ri hingga ia melihat Yoon Ri meliriknya dari sudut mata. Kibum tahu itu dan menunggu reaksi apa yang akan ditunjukkan Yoon Ri ketika mendapati dirinya sedang ditatap.

Sial. Yoon Ri tidak menunjukkan reaksi apapun. Apa ketampanannya sudah berkurang? Astaga. Apa yang kau harapkan, Kim Kibum? Song Yoon Ri sudah memiliki kekasih! Kibum mengerang dalam hati.

Putra sulung Kim Tae Jun itu kemudian berdeham. Berusaha menarik perhatian Yoon Ri. Double sial. Yoon Ri tetap diam seolah tak peduli. Apa gadis ini marah karena penawarannya ditolak?

“Nona Song, apa kabar?” Susah payah Kibum mengumpulkan keberanian untuk mengajak Yoon Ri mengobrol dan kenapa kalimat itu yang diucapkan? Bodoh.

Can’t you see? I’m okay,” kali ini triple sial. Yoon Ri menjawabnya dengan ketus, tanpa melihat ke arahnya sama sekali.

Ada apa dengan gadis ini? Apa benar-benar marah? Kibum menggedikkan bahu tak peduli.

 

“Ngomong-ngomong, bisakah kau berbicara dalam bahasa Korea saja? Bahasa Inggrismu lumayan kasar, kurasa,” ujar Kibum dan sukses membuat Yoon Ri menoleh ke arahnya.

Kibum mengangkat kedua alisnya. Menunggu jawaban Yoon Ri.

I can’t,” jawab Yoon Ri singkat kemudian

Wae?” Demi Tuhan, percakapan dua bahasa ini harus segera diakhiri.

Yoon Ri menjerit dalan hati. Tidak adakah topik yang lebih keren dari sekedar membahas bahasa? Benar-benar aneh. Kibum bertanya dalam bahasa Korea dan Yoon Ri menjawab dalam bahasa Inggris. Tiba-tiba saja ia menyesal telah mengabaikan bahasa Korea.

 

I can’t speak Korean. I understand but I don’t know how to reply in Korean. If You’re tryin’ to talk to me, speak in english then. I’m sure, you can,” Kibum mengangguk kecil.

Okay. Anyway, is your vacation finished?

Yes, it is.”

 

Yoon Ri menatap Kibum cukup lama. “I have an invitation to attend in a party. I’m not following you,” Yoon Ri berdeham mendengar ucapan Kibum yang seolah bisa membaca pikirannya. Wajahnya memerah.

Kibum tertegun melihat wajah itu memerah. Terlihat sangat manis. “Where do you live?” Tanya Kibum.

“Los Angeles,”

Oh, really? I’m going to New York,”

Me, too. I’m going there,”

 

Obrolan antara Yoon Ri dan Kibum mengalir begitu saja. Terkadang Kibum melontarkan lelucon yang berhasil membuat Yoon Ri tertawa. Hingga Yoon Ri tahu bahwa pesta yang Kibum maksudkan sama dengan pesta yang akan dihadirinya. Sebuah pesta perayaan hari jadi perusahaan milik keluarga Yoon Ri yang memang akan digelar di perusahaan pusat di New York.

Haruskan ia menyebut kebetulan kali ini merupakan sebuah kebetulan manis? Yoon Ri rasa tidak. Kebohongannya tentang bekerja untuk salah satu majalah di US akan terbongkar. Kibum pasti mengenal ayahnya, kan?

Oh Tuhan, haruskah ia langsung ke Los Angeles saja dan tidak menghadiri pesta tersebut? Lalu seluruh kaset permainan beserta segala alat-alatnya akan musnah, dijodohkan, dan yang paling parah adalah dicoret dari daftar keluarga Song. Membiarkan Arin berkuasa sendirian? Tidak. Yoon Ri tidak akan membiarkan Arin menguasai harta ayahnya sendirian.

 

_o0o_

 

Kibum dan Yoon Ri berjalan beriringan keluar dari bandara. Yoon Ri menatap sekeliling. Tidak ada yang menjemput. Orang tua Song itu menyebalkan sekali. Setelah membuat liburannya terpotong, kini malah tidak menyambutnya.

Kibum tersenyum samar melihat Yoon Ri memasang wajah kesal. Kakinya menghentak lantai. Kibum yakin Yoon Ri tengah mengumpat seseorang dalam hatinya. Sekali lagi ia merasa asing pada dirinya sendiri.

Yoon Ri mengambil sebuah ponsel yang berdering dari dalam tasnya. Kibum baru sadar, semua yang dikenakan Yoon Ri, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki adalah barang-barang branded. Barang-barang yang hanya orang-orang kelas atas yang dapat memakainya. Orang kaya, pikirnya.

Stop laughing, Kyuhyun! That old-man didn’t taking care of me,” Kibum mengalihkan pandangannya ke arah lain saat Yoon Ri menyebut nama Kyuhyun. Yang ia tahu Kyuhyun adalah kekasih Yoon Ri.

Dengan berat Kibum menghembuskan napas. Seolah ia disadarkan pada fakta yang beberapa saat lalu dilupakannya. Song Yoon Ri sudah memiliki kekasih.

Stop it or I’ll make your lovely sweetheart, your lovely girl leaves you!” Kibum mengernyitkan dahi mendengar ucapan Yoon Ri yang ini.

I know, she always gets jealous to me. How if I tell her I’m your girlfriend, as you did lately,”

Entah kenapa Kibum merasa ingin sekali mengetahui apa yang Yoon Ri dan Kyuhyun bicarakan. Yoon Ri seperti sedang mengancam Kyuhyun dan mereka memang tidak dalam sebuah hubungan cinta.

I’ll miss you, too. See you next month

 

Yoon Ri menyudahi percakapannya dengan Kyuhyun. Ia mengadu pada satu-satunya laki yang dekat dengan dirinya itu tentang ayah yang tidak memerintahkan siapapun untuk menjemputnya. Kyuhyun malah tertawa.

Yoon Ri mengangkat kedua alisnya saat menyadari bahwa Kibum masih berdiri di sampingnya. Kibum yang merasa diperhatikanpun menoleh. “What?” Tanyanya ketus.

 

Yoon Ri mendengus. “Why you still here?” Balik bertanya dan kalah ketus. Oh, untuk urusan ketus tentu saja Yoon Ri akan menjadi juaranya. Jika ia tidak ketus selama ini, ia tidak akan berlibur sendirian. Pasti akan bersama kekasihnya karena secara tidak langsung, sifat ketus dan dinginnya Yoon Ri membuat banyak laki-laki menelan ludah hanya untuk sekadar dekat dengannya. Meski begitu, tidak sedikit laki-laki yang berani mendekatinya dan harus berakhir mengenaskan. Yoon Ri tidak pernah melihat mereka. Gadis itu bahkan tidak pernah tahu bahwa ada seorang laki-laki bernama Max yang pernah mendekatinya.

 

You need a ride, right?” Pertanyaan dijawab pertanyaan. Demi Tuhan, itu sangat menjengkelkan.

No,”

Keep stand in there. I’ll take my car,”

Yoon Ri hanya mematung melihat punggung Kibum yang berjalan menjauh. Tangannya bergerak menekan debaran pada dadanya. Ini benar-benar tidak sehat. Berada dalam pesawat yang sama bahkan duduk bersebelahan, lalu sekarang akan berada dalam mobil yang sama. Tidak sehat. Benar-benar tidak sehat. Yoon Ri ingin sekali pingsan di tempat rasanya.

 

_o0o_

 

Yoon Ri mematut dirinya di depan cermin. Terlihat seringaian bangga kala melihat wajahnya terlihat semakin cantik. Yoon Ri memang tidak terlalu suka pesta tapi ia tidak akan mempermalukan dirinya di hadapan semua orang. Sebagai putri sulung keluarga Song, ia harus menunjukkan betapa pantasnya seorang Song Yoon Ri menyandang status sebagai putri dari pasangan chaebol yang bahkan terlihat sempurna sejak mereka memutuskan untuk bersama.

Ketampanan dan kecantikan orang tuanya seolah melebur menjadi satu dalam wajah dingin namun anggun miliknya. “You’re not allowed to be pretty, Song Yoon Ri!”

Yoon Ri menyeringai bangga lalu bergegas keluar menuju ballroom, tempat terlaksananya pesta. Untuk pertama kalinya seorang Song Yoon Ri menampakkan diri di hadapan relasi bisnis sang ayah.

 

_o0o_

 

Riuh-rendah menenuhi ruangan besar salah satu hotel berbintang lima di New York tersebut. Para pengusaha dan beberapa pejabat tampak hadir. Saling mengobrol satu sama lain, memamerkan kekayaan dan kedigdayaan masing-masing.

Kibum tampak mengobrol dengan salah satu tamu undangan yang juga dikenalnya. Max Changmin. Sama dengan Yoon Ri, Changmin juga lahir di Seoul dan besar di US ini. Pengusaha muda yang baru saja lulus kuliah magisternya.

 

Ruangan itu mendadak sepi ketika sang tuan rumah naik ke atas panggung bersama dua orang gadis cantik di samping kiri dan kanannya. Para tamu yang hadir terpana. Mereka seperti dihipnotis oleh kecantikan dua orang gadis yang memiliki wajah seperti bidadari tersebut.

Tidak terkecuali Kibum dan Changmin. Mereka membulatkan matanya lebar-lebar. Terkejut melihat seorang gadis yang mereka kenal berdiri di atas panggung.

 

Gadis yang berdiri di sebelah kanan Song Seung Hoon -pemilik pesta- memakai long-dress hitam tanpa lengan yang sangat kontras dengan kulit seputih saljunya. Rambut hitamnya disampirkan ke samping depan bagian kanan. Semua yang melihatnya setuju bahwa gadis itu tidak menempelkan riasan yang terlalu berlebihan pada wajahnya.

Sangat cantik. Sayangnya, kecantikan itu tidak dihiasi dengan senyuman. Sebagai rekan bisnis yang mengenal Song Seung Hoon, para tamu undangan tersebut bertanya-tanya tentang gadis itu. Siapa dia?

Berbanding terbalik dengan gadis yang berdiri di samping kiri Seung Hoon. Gadis cantik -meski tidak lebih cantik dari gadis yang berdiri di sebelah kanan- yang mengenakan mini-dress berwarna biru langit, bertambah cantik karena senyumnya yang terus mengembang.

Kedua gadis tersebut mengundang decak kagum dari para tamu laki-laki dan tatapan iri dari para tamu perempuan.

 

Good evening, ladies and gentleman. Thank you for come in here. To the party which I hold to celebrate our company’s anniversary and also I’ll introduce my daughters,”

Bisikan-bisikan dari para tamu kembali terdengar. Mereka sudah tidak asing dengan gadis yang mengenakan baju biru karena memang gadis itu sering terlihat bersama sang ayah. Gadis yang satunya yang menarik perhatian karena gadis itu tidak pernah sekalipun tertangkap media atau siapapun bersama dengan Song Seung Hoon.

The oldest one, Song Yoon Ri and the youngest, Song Arin,

 

Kibum berdiri seperti orang bodoh. Terkejut dengan fakta yang dikatakan Seung Hoon bahwa Yoon Ri adalah calon penerus keluarga Song. Yoon Ri baru akan secara resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran bulan depan, menggantikan Seung Hoon setelah gadis itu menyelesaikan kuliah magisternya sesegera mungkin. Bukankah Yoon Ri bekerja untuk salah satu majalah di US? Tidak mungkin seorang Song Seung Hoon membiarkan anaknya bekerja pada perusahaan lain. Yoon Ri berbohong. Gumamnya dalam hati.

Lagi, Kibum merasa asing dengan dirinya sendiri. Ia merasa kecewa pada Yoon Ri yang menurutnya pasti telah berbohong soal pekerjaannya. Kenapa ia harus kecewa? Mereka bahkan tidak berteman.

“Song Seung Hoon benar-benar beruntung. Mendapatkan istri secantik Park Han Ri, kemudian dikaruniai dua orang anak secantik mereka,” Kibum tersadar dari lamunannya. Tersenyum simpul pada Changmin.

“Aku pernah mendekati Song Yoon Ri. Dia menolakku mentah-mentah tanpa pernah bertanya namaku,”

 

Pengakuan Changmin berhasil membuat Kibum terkejut. Sepengetahuan Kibum, Changmin adalah pengusaha muda yang sangat cerdas. Bagaimana Yoon Ri menolak laki-laki seperti Changmin?

“Aku tidak tahu kalau dia adalah putri sulung Song Seung Hoon,” Changmin kembali berujar. Laki-laki itu memang tumbuh dan besar di US tapi kemampuan bahasa Koreanya tidaklah buruk.

Kibum mengernyit. Entah kenapa ia merasa ada nada kemarahan terselip dari nada bicara Changmin.

Obrolan mereka harus terhenti karena Song Seung Hoon dan kedua putrinya sudah berdiri di hadapan mereka.

 

“Dua pemuda sukses bersedia hadir ke pestaku. Terima kasih,” ucap Seung Hoon dibalas anggukan sopan oleh Kibum dan Changmin.

“Anda terlalu berlebihan, Tuan Song. Kami justru bersyukur anda telah mengundang kami,” balas Kibum dengan sopan diamini oleh Changmin.

Seung Hoon tertawa. “Aku harus menemui rekan yang lain. Boleh aku menitipkan putriku yang satu ini? Aku rasa umur kalian tidak terlalu jauh jadi Yoon Ri pasti akan nyaman. Dia terlalu berisik untuk aku ajak berkeliling,”

Kibum dan Changmin sontak menoleh ke arah Yoon Ri. Gadis itu tidak memilik reaksi apapun. Keduanya terlihat ragu atas ucapan Seung Hoon. Berisik bagaimana? Gadis itu bahkan tidak memiliki ekspresi.

 

“Kalian tidak keberatan, kan?”

“Tentu saja tidak, Tuan Song. Aku rasa, kami bisa berteman,”

Yoon Ri yang sedari tadi diam mengangkat kedua alisnya. Berteman dengan seorang Kim Kibum? Oh, bahkan Yoon Ri ingin lebih dari itu.

“Terima kasih. Ayo,” Seung Hoon menarik tangan Arin.

Yoon Ri, Kibum, dan Changmin kemudian terjebak dalam suasana canggung.

 

Yoon Ri sibuk menenangkan jantungnya yang kembali berulah. Dalam hati merutuki Seung Hoon yang membiarkan ia berdiri di samping Kibum. Ia memang tidak suka untuk diajak berkenalan dengan seluruh rekan kerja ayahnya. Seharusnya Song Seung Hoon membiarkan ia kembali ke kamar saja. Kenapa membiarkan ia terjebak bersama seorang laki-laki yang membuat hatinya bergetak sejak pertama kali melihatnya sedang merenung, memasang wajah sedih di sebuah taman? Song Seung Hoon menyebalkan.

Tidak jauh berbeda dengan Yoon Ri, Kibum juga berusaha menormalkan detak jantungnya. Ia akui, ia sangat senang berada di dekat Yoon Ri. Akan tetapi, tiba-tiba saja Kibum teringat dengan pekerjaan Yoon Ri. Ia harus menanyakan ini.

Lain Kibum lain pula Changmin. Entah apa yang ada dalam pikiran laki-laki itu. Jika melihat matanya, ada kilatan mengerikan terpancar dari sana. Mungkin sesuatu yang mengerikan juga tengah bersarang dalam otak jeniusnya.

 

_o0o_

 

Changmin pergi setelah mendapat panggilan dari seseorang. Setelah kepergian Changmin, di sinilah Yoon Ri dan Kibum berada. Di sebuah taman yang terletak di bagian belakang hotel. Taman yang menjadi salah satu nilai jual hotel milik keluarga Song tersebut.

Keduanya duduk dalam canggung.

 

Mind to be my friend?” Yoon Ri memecah keheningan yang tercipta cukup lama tadi. Yoon Ri benar-benar sudah gila.

Pardon me?” Kibum tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Song Yoon Ri mengajaknya berteman. Dari sedikit cerita yang ia dengar dari Changmin, rasanya sangat tidak mungkin seorang Song Yoon Ri mengatakan itu.

 

Yoon Ri menghembuskan napasnya dengan kasar. Ini sangat memalukan. “Mind to by my friend?” Yoon Ri melanjutkan, “I just having Kyuhyun as my friend. He is my cousin, to be honest. I think, make a friendship with you isn’t bad. What is your opinion?

Kibum terperangah. Kyuhyun, sepupu Yoon Ri? Lalu kenapa Saehee dan Kyuhyun berkata kalau Yoon Ri dan Kyuhyun adalah sepasang keksasih?

 

Kibum menaikkan alisnya sebelah, berpikir. Sepertinya ia harus menerima tawaran Yoon Ri kali ini. Berteman tidak buruk, persis seperti kata Yoon Ri. Lagipula ia bisa mencari jawaban atas keanehan yang menimpa dirinya, menemukan arti dari desiran aneh yang dirasanya ketika berdekatan dengan Yoon Ri.

With one condition,”

What is that?

Don’t tell me a lie,”

Yoon Ri terpaku di tempatnya. Berbohong? Ya Tuhan, apakah kebohongan yang ia utarakan waktu pertama kali bertemu Kibum, termasuk ke dalam kebohongan? Apakah Kibum akan mentolerirnya?

Yoon Ri terdiam. “Is it too much? I thought it is just a simple thing. We caouldn’t tell a lie each other as a friend, right?

 

Yoon Ri memaksakan senyumnya. “Well, friend?” gadis itu menjulurkan tangannya. Kibum menyambutnya dengan senyum tulus. Lagi, desiran aneh itu kembali dirasakan oleh keduanya. “Friend,

Malam ini, disaksikan bulan dan bintang yang bersinar di langit New York, Kim Kibum dan Song Yoon Ri memulai hubungan pertemanan. Tentang pekerjaan Yoon Ri yang ingin ia tanyakan, ia rasa sekarang bukan waktu yang tepat. Lagipula, hal itu tidak terlalu penting.

 

_o0o_

 

Dari sekian banyak manusia berjenis kelamin perempuan di muka bumi ini, mengapa hanya Song Yoon Ri seorang yang mampu menyedot perhatian seorang Kim Kibum begitu banyak? Bahkan mereka baru beberapa kali bertemu. Menjalin hubungan pertemanan yang belum genap 24 jam.

Song Yoon Ri, perempuan itu memang cantik tapi di luar sana juga banyak perempuan cantik lainnya yang lebih dari Yoon Ri. Dan dari sekian banyak perempuan cantik kenapa hanya Yoon Ri yang selalu dengan lancangnya masuk ke dalam benak Kibum?

Beberapa hari lalu bahkan laki-laki itu masih meratapi hubungan cintanya yang kandas karena kematian. Pikirannya dipenuhi oleh kenagngan-kenangan indah bersama Jung Inhye –kekasihnya yang telah meninggal setahun lalu.

Sekarang yang terjadi adalah sebaliknya. Pikirannya dipenuhi oleh wajah Yoon Ri dalam berbagai ekspresi yang beberapa hari ini ditemukannya. Wajah Yoon Ri ketika tersenyum, tertawa, dan yang paling mendominasi adalah wajah dinginnya. Demi Tuhan, Kibum tidak suka melihat wajah dingin Yoon Ri itu ditujukan padanya.

See? Memang ada yang salah dengan dirinya. Hal ini juga pernah ia alami ketika bersama Inhye namun butuh waktu yang lama bagi Kibum seperti ini. Maksudnya –Kibum mengalami keanehan pada dirinya setiap kali bertemu Inhye setelah bertahun-tahun mereka berteman.

Apa yang terjadi sekarang? Kibum dan Yoon Ri belum ada satu minggu bertemu. Ya, Tuhan. Apa yang dimiliki Yoon Ri sampai-sampai membuat Kibum kelimpungan seperti ini? Kibum bahkan tidak bisa memejamkan matanya padahal jam sudah menunjukan pukul 3.30 pagi waktu Amerika.

Gara-gara Yoon Ri. Kibum mengacak rambutnya frustasi. Beranjak dari kasur empuk lalu menyambar jaket serta kunci mobilnya. Ia butuh udara segar. Beruntung besok –maksudnya hari ini Kibum tidak ada jadwal pertemuan bisnis dan tidak dalam keadaan buru-buru untuk kembali ke Korea.

 

_o0o_

 

“Kim Heechul!”

Lengkingan suara perempuan memenuhi sebuah apartemen mewah di pusat kota New York pagi ini. Masih tampak sepi. Perempuan itu menaruh bawang bawaannya di atas meja makan lalu berjalan menuju sebuah kamar. Ia sudah biasa keluar-masuk partemen ini tanpa izin. Toh pemiliknya juga memberitahu passcode apartemen ini.

Perempuan itu sampai di depan pintu kamar. Dengan kasar dibukanya pintu itu. Matanya membulat sempurna. Di dalam kamar itu –tepatnya di atas ranjang, dua orang laki-laki tengah tidur bertelanjang dada. Hal yang membuatnya terkejut adalah posisi mereka yang saling berpelukan.

 

“Kim Heechul!!!” teriakannya kali ini naik beberapa oktaf. Berhasil membuat dua laki-laki yang tengah berpelukan itu terlonjak kaget. Matanya terbuka dalam sekejap.

Mata Yoon Ri semakin membulat saat melihat wajah mereka. Laki-laki yang satu tentu saja Song Heechul si tuan rumah sedangkan yang satunya lagi adalah laki-laki yang baru semalam resmi menjadi temannya. Kim Kibum.

 

I admit you’re a beautiful guy, Heechul  but I don’t ever think that you’re a gay. There’s so many beautiful girl!” Yoon Ri menatap tajam Heechul dan Kibum. Tangannya melipat di dada,“wear your clothes! Damn!”

Heechul dan Kibum saling melempar pandangan. Bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Perempuan itu berteriak marah lalu pergi dengan membanting pintu. Beberapa detik berlalu , Heechul dan Kibum masih saling berpandangan. Bebrapa detik kemudian…

“AAA!!”

 

Yoon Ri menutup kedua telinganya. Kedua laki-laki itu bereteriak kencang sekali. Seperti perempuan yang baru direnggut kegadisannya saja.

 

“Uhuk!” Yoon Ri tersedak air yang sedang diminumnya. Perempuan yang direnggut keegadisannya? Astaga Heechul sudah tidak perawan. Dia tidur dengan seorang laki-laki tanpa mengenakan baju. Tunggu! Kenapa ia harus panik? Hal seperti itu sudah lumrah terjadi. Lagipula, Heechul bukan perempuan.

Laki-laki itu Kibum, kan? Bagaimana mereka bisa tidur dalam satu kamar? Apa mereka saling mengenal? Atau jangan-jangan, lebih parah lagi mereka memang menjalin hubungan asmara. Kalau itu benar, bagaimana dengan dirinya? Dia menyukai Kibum. Kalau Kibum memiliki hubungan asmara dengan Heechul, itu berarti Kibum seorang gay dan seorang gay tidak akan pernah menyukai perempuan.

Masa bodoh! Yoon Ri tidak peduli jika Kibum memiliki hubungan asmara dengan Heechul. Ia akan membuat Kibum menyukainya dan meninggalkan Heechul. Membawanya kembali ke jalan lurus. Tidak peduli jika Heechul memang gay tapi Kibum tidak boleh. Ia harus membuat Heechul menyukai orang lain.

 

Throw your bad thought about us out, Song Yoon Ri! We’re not a gay!

Yoon Ri tersentak. Ia langsung membalikkan badannya menghadap ke arah pintu dapur. Heechul berdiri di sana hanya mamakai celana pendek. Yoon Ri menyipitkan matanya, memindai seluruh tubuh Heechul.

What? There’s no kissmark!” ucap Heechul ketus. Dipukulnya kepala Yoon Ri pelan. Yoon Ri meringis.

Sure?

Of course!

You’re really not in a relationship with that guy?” Heechul mengerang. Dipelototinya Yoon Ri yang menatapnya penasaran. Yoon Ri memang sangat penasaran. Ia tidak rela jika Kibum dan Heechul memang memiliki hubungan asmara. Demi Tuhan, itu tidak boleh terjadi!

 

You wish we were in relationship, wasn’t you? I’m sorry, but absolutely no!” ucap Heechul penuh penekanan. Yoon Ri menghembuskan napasnya lega. Heechul mengernyit melihat tingkah Yoon Ri. Laki-laki itu beranjak pergi dengan menggelengkan kepalanya. Song Yoon Ri memang sulit ditebak.

 

_o0o_

 

Ruang makan di kediaman Heechul tampak sepi. Ketiga orang yang berada di kursinya masing-masing terlihat sibuk dengan makanan masing-masing. Hanya suara sendok yang beradu dengan piring memnuhi ruangan ini.

Sesekali Kibum mencuri pandang ke arah Yoon Ri. Ia penasaran dengan apa yang tengah Yoon Ri pikirkan tentangnya. Kibum yakin perempuan itu tangah berpikiran negative setelah melihatnya tidur bersama Heechul. Berpelukan.

Kibum memutuskan untuk mengunjungi Heechul setelah tadi malam tidak bisa tidur. Sudah lama sekali Kibum tidak bertemu dengan Heechul. Jadi, ia putuskan saja untuk pergi ke apartemen Heechul.

Pukul 4.45 waktu Amrika ia baru bisa tidur. Di kamar Heechul. Dan harus bangun dengan cara dipaksa oleh perempuan yang masuk tanpa permisi. Perempuan yang dikenalnya sebagai Song Yoon Ri dan baru ia tahu kalau Yoon Ri adalah adik sepupu Heechul.

 

Lagi. Kibum merasa kesal karena sedari tadi yang dipikirkannya hanya Yoon Ri, Yoon Ri, dan Yoon Ri. Apa yang dipikirkan Yoon Ri tentangnya? Apa Yoon Ri akan menjauhinya? Haruskah ia memberi penjelasan secara detail pada Yoon Ri? Memangnya siapa Yoon Ri? Oh, Yoon Ri temannya. Lalu, kenapa ia harus menjelaskan secara detail jika Yoon Ri hanya temannya? Yoon Ri bukan kekasihnya, kan?

Heechul berdeham. Meletakkan sendok dan garpunya. Menatap Kibum dan Yoon Ri bergantian. Heechul memang terbiasa dengan sikap diam Yoon Ri, tapi ia sangat tidak terbiasa dengan sikap diam yang ditunjukkan Kibum. Kenapa dia? Apa laki-laki ini gugup karena berada di dekat perempuan yang belum dikenalnya?

 

“Aku belum mengenalkan kalian. Yoon Ri, dia Kibum. Temanku sejak di Korea. Kibum, dia Yoon Ri, sepupuku,” ucap Heechul. Kibum dan Yoon Ri mendongak kemudian saling melempar senyum.

“Kami sudah saling mengenal,” balas Kibum seraya meletakkan sendok dan garpunya. Heechul mengangkat sebelah alisnya.

“Kami bertemu di Korea, beberapa hari lalu dan semalam,” Heechul menepuk dahinya mendengar ucapan Kibum. Tentu saja Kibum tahu Yoon Ri. Semalam Song Young Woon mengenalkan kedua putrinya.

 

“Bagaimana kalian bisa saling kenal?” Yoon Ri mendengus sebal. Song Heechul seolah tak percaya dirinya bisa berkenalan dengan orang baru.

“Tentu saja bisa. Sepupumu memintaku menjadi modelnya. Dia bilang, dia bekerja untuk salah satu majalah di US,” balas Kibum santai.

Heechul memuntahkan minuman yang baru akan melewati tenggorokannya. Kibum dan Yoon Ri berjengit, menghindari semburan Heechul. Yoon Ri melemparkan kain lap ke arah Heechul dengan kasar. Tepat. Pada. Wajah.  Heechul.

 

“Benarkah? Bocah ini mengaku seperti itu? Mahasiswi kedokteran yang manja ini mana mungkin mau bekerja!” cecar Heechul. Yoon Ri menundukkan wajahnya. Ia butuh Kyuhyun. Ya, di saat-saat seperti ini hanya Kyuhyun yang ia butuhkan. Ia memerlukan bantuan dari sepupu setannya itu. Baiklah, yang ada di hadapannya saat ini juga sepupu setannya tapi setan yang ini tidak pernah berpihak pada Yoon Ri.

“Song Yoon Ri, kenapa kau berbohong? Tertarik dengan wajah tampan Kibum?” goda Heechul dengan penuh selidik. Jika dugaannya benar, maka ini adalah hal paling keren. Song Yoon Ri menyukai seseorang adalah hak paling keren sepanjang hidupnya selama tigapuluh tahun ini.

 

You must be kidding me, Kim Heechul! I’m just corius how Asian interest to US. Just it,” Yoon Ri tertegun. Entah mengapa ia merasa menyesal atas ucapannya barusan.

Apakah Kibum tersinggung? Laki-laki itu akan marah? Ia merasa tidak enak pada Kibum. Takut-takut, Yoon Ri mengarahkan matanya pada Kibum. Tubuhnya membeku. Kibum menatapnya dengan tatapan tajam yang tidak bisa ia artikan.

 

Kibum memperhatikan wajah Yoon Ri. Kibum yakin Yoon Ri sedang berbohong. Penasaran? Baiklah, kita lihat seberapa penasaran juga diriku terhadapmu, batin Kibum. Sama halnya dengan Heechul. Laki-laki itu juga yakin Yoon Ri berbohong. Heechul sudah sangat tahu gerak-gerik Yoon Ri ketika berbohong. Telinga kanannya akan bergerak.

 

“Baiklah, baiklah. Kalau begitu nanti kau pulang dengan Kibum saja, ya? Aku sedang malas keluar,” ucap Heechul. Ini rencana liciknya tentu saja. Heechul tahu Yoon Ri menyukai Kibum meskipun perempuan itu menyangkalnya. Heechul akan membantu Yoon Ri mendapatkan Kibum karena baru kali ini Heechul melihat Yoon Ri menyukai seseorang. Lagipula Kibum adalah laki-laki baik. Heechul sudah mengenalnya cukup lama.

Berawal dari hari ini. Yoon Ri tidak pernah mau mengendarai mobilnya sendiri meskipun perempuan itu bisa menyetir. Perempuan itu selalu bepergian bersama sopir. Setiap kali Yoon Ri mengunjunginya, maka Heechul memiliki kewajiban untuk mengantarnya pulang karena sopirnya selalu Yoon Ri usir. Menyusahkan tapi menyenangkan. Heechul sangat menyayangi Yoon Ri.

 

“Heechul,”

“Tidak ada penolakan, Yoon Ri! Kibum akan mengantarmu kemanapun. Lagipula dia masih libur –setidaknya sampai hari ini. Bernar begitu, Kibum?”

“Ya,”

 

o0o

 

Malam sudah mulai larut ketika Kibum menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel yang menjadi tempat menginap Yoon Ri. Laki-laki itu benar-benar memenuhi perintah Heechul untuk mengantar Yoon Ri pulang. Mereka –Kibum dan Yoon Ri sempat berjalan-jalan di sekitaran New York. Ide itu milik Kibum, tentu saja dengan dalih agar pertemanan mereka terlihat lebih akrab.

Yoon Ri membuka sabuk pengaman lalu turun dari mobil mewah milik Kibum. Sedikit menunduk untuk mengucapkan terima kasih ketika ia sudah berdiri di luar. Seketika Kibum terpana melihat sunggingan senyum mematikan di wajah Yoon Ri tertuju untuknya. Senyuman yang terlihat begitu anggun dan membuat hatinya bergetar.

Thank you, Kibum. I’m sorry, I can’t take you to the airport, tomorrow. I already have an appointment with Arin,” ucap Yoon Ri dengan wajah menyesal. Besok Kibum sudah harus kembali ke Korea karena sesuatu yang genting tiba-tiba terjadi dan laki-laki itu meminta Yoon Ri mengantarnya ke Bandara tapi gadis itu tidak bisa. Yoon Ri sudah memiliki janji dengan Arin untuk pergi ke suatu tempat.

 

Kibum tersenyum simpul untuk menutupi rasa kecewa yang entah mengapa menghampiri dirinya. Demi apapun, ia tidak benar-benar mengharapkan Yoon Ri mengantarnya ke Bandara tapi ia juga merasa kecewa saat Yoon Ri mengatakan tidak bisa. Seperti seorang teman yang kecewa karena temannya tidak bisa mengantar, seperti seorang kakak yang kecewa karena adiknya tidak bisa mengantar kepergan sang kakak, dan seperti seorang kekasih–- tidak. Tidak mungkin seorang Kim Kibum merasakan hal-hal seperti itu.

It’s no matter. Hope we’ll meet again,” balas Kibum sesantai mungkin.

Of course, we will. We are friend, aren’t we?” mendengar keyakinan Yoon Ri akan pertemuan mereka membuat senyum di wajah Kibum semakin melebar. Senang sekali rasanya mendengar Yoon Ri berucap dengan keyakinan penuh.

Okay. See you later, my friend!” Yoon Ri mengangguk, membalas lambaian Kibum.

 

Yoon Ri menegakkan tubuhnya, menatap mobil Kibum yang melaju menjauhi dirinya. Gadis itu tersenyum malu dengan rona merah di wajah putih dengan pipi chubby-nya. Yoon Ri baru benar-benar tahu seperti apa rasanya jatuh cinta. Selama ini ia selalu menampik segala rasa yang menjurus ke arah itu. Ternyata rasanya sangat menyenangkan.

Senyuman malu-malu Yoon Ri menular pada Kibum yang memperhatikan Yoon Ri dari kaca spion. Kibum menggigit bibir bawah untuk menahan senyuman. Tidak bisa. Laki-laki itu sudah terlanjur tersenyum. Bahkan hanya dengan melihat Yoon Ri tersenyum saja sudah membuatnya ikut tersenyum. Dua sejoli yang tengah dilanda cinta, huh?

 

_o0o_

 

ARE YOU SERIOUS?!”

Acara sarapan pagi ini terasa penuh kejutan bagi keluarga Song. Pasalnya, pagi ini Yoon Ri mengutarakan beberapa keinginannya sebagai imbalan untuk membantu Arin belajar acting. Adiknya itu ingin sekali menjadi bagian dari keluarga besar aktris Hollywood namun bakat itu malah dimiliki Yoon Ri yang lebih tertarik pada dunia kedokteran dibandingkan dengan dunia seni peran sedangkan Arin, gadis itu harus berusaha mati-matian melatih kemampuan acting-nya.

 

I’m so serious,” ucap Yoon Ri santai membalas teriakan adik dan kedua orang tuanya. Gadis itu mengunyah makanannya dengan tenang tanpa merasa terganggu sedikitpun oleh tatapan mengintimidasi milik ketiga orang ppaling berharga dalam hidupnya itu.

Teachs you how to speak Korean language? Live in Korea after graduation party? Are you okay, Song Yoon Ri?” Yoon Ri menghembuskan napas dengan kasar seraya meletakkan sandwich di atas piring.

I’m okay, dad. You’ll let me stay in there, right?

There is no family, Yoon Ri. I–

Tthere’s Kyuhyun, daddy! Please–“ mohon Yoon Ri.

You won’t be comfortable to live in Korea. The culture is so much different,” tambah sang ibu.

That’s no matter, mom. I’m sure that I can live comfortably, there. Mommy, daddy, please–“ Yoon Ri menatap ayah dan ibunya bergantian.

 

Semalam ia memikirkan hal tersebut hingga malam menjelang pagi. Yoon Ri adalah seorang gadis penganut sistem pergaulan bebas khas anak muda Amerika dan ia berpikir untuk mencoba gaya hidup orang-orang Asia Timur. Alasan utama dari segala macam alasan adalah Yoon Ri ingin berada di dekat Kibum.

 

Live with Kyuhyun, no matter what. I’ll ask him to come to pick you up,” Yoon Ri terlonjak senang mendengar keputusan final Youngwoon membuat semua orang harus kembali terheran-heran atas sikapnya yang pagi ini kelewat ajaib.

“Gadis aneh. Kau sedang jatuh cinta, ya?” tuduh Arin asal-asalan dan itu membuat Yoon Ri merasa malu sekaligus kesal.

 

You’re my best, daddy! I can’t take you to the college by the way. I’ve an appointment with someone important. See you, Arin!” tingkah ajaib Yoon Ri kembali membuat keluarganya terheran-heran. Hari ini jadwal mereka kembali ke Los Angeles, Yoon Ri mengantar Arin ke kampus agar dapat diterima di kelas pelatihan akting, dan Yoon Ri membatalkan janji begitu saja pagi ini. Seorang Song Yoon Ri membatalkan janji? Benar-benar bukan style putri sulung keluarga Song.

 

Arin ingin sekali protes tapi terlambat. Yoon Ri sudah menghilang dibalik pintu masuk restoran di hotel tempat mereka menginap. Well, salah satu hotel milik keluarga Song. Putri bungsu Song Seung Hoon itu hanya bisa mengumpat dalam hati atas sikap aneh sang kakak sedangkan kedua orang tuanya hanya mampu menggelengkan kepala lalu kembali melanjutkan acara sarapan mereka.

 

_o0o_

 

Bandara Internasional John F. Kennedy terlihat sangat ramai siang ini. Kibum melihat arloji di tangannya dengan perasaan resah. Matanya tidak pernah berhenti mengitari bandara untuk memastikan kedatangan seseorang. Meskipun semalam sudah mendapatkan jawabannya, Kibum tetap berharap gadis itu akan datang. Ya Tuhan, apakah ia sedang jatuh cinta –lagi?

Kibum menggelengkan kepalanya kuat-kuat untuk mengusir pemikiran yang menurutnya cukup berlebihan. Tidak mungkin ia jatuh cinta secepat itu. Baru satu tahun kekasihnya pergi jadi Kibum tidak mungkin jatuh cinta pada Yoon Ri. Well, tidak untuk saat ini.

Song Yoon Ri memiliki kepribadian yang sulit ditebak. Pada pertemuan pertama mereka Kibum dapat melihat Yoon Ri tertarik padanya. Terbukti ketika terbongkar tentang kebohongan yang gadis itu katakan tentang bekerja di salah satu majalah fashion di Amerika. Setelah beberapa kali bertemu gadis itu tidak menunjukkan apapun. Kadang pendiam dan kadang ceria. Song Yoon Ri bagi Kim Kibum adalah gadis yang menarik. Jadi, ia tidak bisa mengatakan bahwa ia tidak akan jatuh cinta pada gadis ini. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan.

 

Laki-laki itu kembali menggelengkan kepala. Kali ini bukan untuk mengusir pemikirannya tentang jatuh cinta melainkan untuk mengusir bayangan siluet Yoon Ri. Ia berpikir keberadaan Yoon Ri di bandara saat ini hanyalah ilusi belaka.

Sementara Kibum sibuk berargumen dengan dirinya, Yoon Ri berjalan tergesa menuju tempat di mana Kibum duduk menunggu jadwal keberangkatannya tiba. Jantungnya berdebar kencang melihat Kibum duduk dengan gaya tenangnya. Ditambah outfit Kibum hari ini terlihat begitu keren di mata Yoon Ri. T-shirt warna putih dilapisi kemeja biru polos dibiarkan terbuka, kaki panjangnya dibalut celana jeans  hitam standar dengan sepatu sport berwarna putih. Kim Kibum terlihat seperti seorang dewa zaman Yunani Kuno. Amat sangat tampan.

 

Langkah Yoon Ri memelan saat jaraknya hanya tinggal beberapa meter di depan Kibum. Jantugnya berdebar semakin kencang tapi tidak merubah ekspresi datar di wajahnya. Kibum berdiri ketika Yoon Ri sudah berada dekat di hadapannya. Tepat saat itu pula pengumuman bahwa pesawat menuju Seoul sudah tiba waktunya untuk berangkat. Yoon Ri mendesah kecewa, tentu saja tanpa diketahui oleh Kibum karena gadis itu hanya mendesah dalam hati.

 

Take good care, Kibum. See you later,” ucap Yoon Ri. Kibum tersenyum simpul. Song Yoon Ri benar-benar ada di hadapannya.

Okay. See you later, Song Yoon Ri. I’ll call you when arrived,” Yoon Ri mengangguk menanggapi ucapan Kibum. Kibum berjanji akan menghubunginya sudah lebih dari cukup.

 

Detik berikutnya Yoon Ri dibuat terkejut oleh Kibum. Laki-laki itu memeluknya erat namun cepat. Hanya beberapa detik karena setelah itu Kibum langsung berbalik untuk pergi sedangkan Yoon Ri masih berdiri mematung di tempatnya.

Tubuhnya terasa kaku. Tindakan Kibum yang tiba-tiba itu membuat seluruh aliran darahnya berhenti mengalir. Jantungnya berdetak cepat. Ia bahkan tidak dapat merasakan kakinya menapak di lantai. Hingga Kibum menghilang Yoon Ri bahkan masih berdiri kaku di tempatnya.

Yoon Ri tersadar ketika ponselnya berdering. Gadis itu mengerjap lalu mengambil ponselnya dari dalam tas. Panggilan dari Kyuhyun. Menghela napas untuk menormalkan detak jantungnya, Yoon Ri lalu menjawab panggilan.

 

“How have you been, princess?” sapa Kyuhyun sesaat setelah Yoon Ri menekan tombol hijau pada layar ponselnya.

I’m okay. What about you?

I’m not okay,” jawab Kyuhyun. Suaranya terdengar lemah membuat Yoon Ri mngernyit heran dan melupakan kegugupannya atas insiden pelukan-erat-dan-cepat yang dilakukan Kibum.

What’s going on?”

I’m sick,

What are you doing?! You’ve to take a good rest if you’re sick! Oh! My God. Cho Kyuhyun–” lengkingan khawatir Yoon Ri terhenti karena suara kekehan di seberang sana menyapa telinganya. Kyuhyun pasti sedang berbuat jahil lagi.

Yoon Ri berteriak kesal, “I’ll kill you, Cho Kyuhyun!! I mean it,

Sorry. Actually, I’m on may way to LA. You’ll be there when I’m arrived, won’t you?

Are you serious?! Yes, we’ll home. I’ll pick you up, then. Take care, Kyuhyun.” kekesalan Yoon Ri seolah menguap begitu saja mendengar berita kedatangan Kyuhyun karena Yoon Ri selalu senang jika Kyuhyun datang berkunjung.

Okay. Then, I’ll hang the phone up. I’ve to go. See you,

See you,

 

Yoon Ri menaruh kembali ponselnya ke dalam tas. Senyumnya semakin mengembang. Kyuhyun akan datang dan ia tidak sabar untuk bertemu dengan sepupu setan kesayangannya itu. padahal baru beberapa hari mereka berpisah.

Wajahnya merona kemerahan saat bayangan Kibum yang memeluknya tiba-tiba melintas dalam benak. Tangannya menangkup wajah merona itu lalu bergegas pergi dari bandara. Kyuhyun harus tahu tentang ini.

Apa arti dari pelukan itu? Apakah Kibum juga menyukainya? Ya Tuhan, semoga saja seperti itu. semoga Kibum juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Rupanya Song Yoon Ri sudah benar-benar jatuh cinta pada seorang Kim Kibum.

 

TBC

 

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

2 thoughts on “Love Girl Part 2”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s