Fate (History Long Version) Part 6

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Sudah dua tahun semenjak dibawanya Chanyeol ke Jerman. Kim Rae Ah merasakan kehampaan tanpa Chanyeol di sisinya.

Komunikasi di antara mereka bahkan tidak terjalin dengan baik. Tahun pertama, hubungan komunikasi itu masih berjalan lancar. Chanyeol dioperasi setelah beberapa minggu menjalani perawatan intensif di rumah sakit di jerman. Tubuh Chanyeol sudah lebih baik ketika terakhir kali Rae Ah menghubunginya. Laki-laki itu sudah kembali tampan seperti sedia kala.

Entah apa yang membuat Chanyeol tiba-tiba tidak pernah mau menjawab panggilannya. Laki-laki itu bahkan tidak melakukan kewajiban yang mereka sepakati, ia diwajibkan menelepon Rae Ah setiap pagi waktu Korea. Mereka kehilangan kontak. Tepatnya Chanyeol yang memutus kontak di antara mereka sejak delapan bulan lalu.

 

 

Rae Ah kebingungan. Ia benar-benar tidak tahu apa yang membuat Chanyeol menghilang begitu saja. Orang tua laki-laki itu bahkan sangat sulit untuk dihubungi. Dalam benaknya selalu berputar pertanyaan yang sama. Tentang Chanyeol.

Padahal Yoon Jiyoo sudah kembali ke Korea, delapan bulan lalu sebelum Chanyeol benar-benar menghilang. Menurut Jiyoo, Chanyeol sudah pulih. Namun entah kenapa Kim Rae Ah merasakan ada kejanggalan saat Jiyoo menerangkan tentang kondisi laki-laki itu. Seperti ada sesuatu yang terlewat tapi ia sendiri tidak tahu hal apa yang terlewat itu.

 

Mendesah kasar. Kim Rae Ah beranjak dari duduknya. Ia mulai bosan duduk di beranda kamar. Niatnya duduk di sana adalah untuk melihat keindahan senja namun ia malah melewatkannya. Ia tidak sadar senja telah terganti oleh malam. Park Chanyeol lagi-lagi membuatnya kehilangan fokus.

Kim Rae Ah tersentak mendapati Kyuhyun tengah bersender pada pintu kamar. Sejak kapan laki-laki itu ada di sana? Menggedikkan bahu tak peduli lalu melangkah menuruni tangga. Kyuhyun mendecih. Merasa kesal karena tidak dipedulikan oleh gadis itu.

 

“Ya, ampun. Susah payah aku menyempatkan waktu untuk datang ke sini di sela-sela kesibukanku mempersiapkan konser dan kau mengabaikanku? Yang benar saja,” gerutu Kyuhyun seraya membuntuti Rae Ah menuruni tangga.

Rae Ah terus berjalan tanpa mempedulikan ocehan Kyuhyun. Langkahnya berhenti tepat di depan kulkas. Membukanya lalu mengambil air. Menuangkannya ke dalam gelas yang sudah ia ambil di atas meja sebelum ia berhenti tadi. Meminum air itu dalam sekali tegukan. Kyuhyun mendengus. Ini benar-benar menyebalkan.

Kyuhyun kemudian mengamati dandanan gadis itu. Terlihat sekali gadis itu belum mandi seharian ini. Lagi, Kyuhyun mendengus kesal. Melipat tangannya di depan dada, menatap tajam Rae Ah lalu bersiap-siap menyemburkan omelannya.

Namun sebelum sempat omelannya menyembur Kim Rae Ah sudah lebih dulu berkata, “aku berkutat dengan bab terakhir seharian jadi belum sempat mandi. Setelah ini aku akan bersiap-siap. Tenang saja, aku tidak melupakanmu!”

Ucapan gadis itu sukses membuat mulut Kyuhyun kembali mengatup. Tersenyum puas lalu mengangguk-anggukkan kepalanya, “berkutat dengan bab terakhir dan setelah jenuh, aku duduk di beranda untuk menyaksikan senja. Biar kutebak, kau melewatkannya lagi karena terlalu fokus memikirkan laki-laki yang entah masih kekasihmu atau tidak itu, kan? Park Chanyeol?”

 

Sejenak Rae Ah tertegun mendengar rentetan kaliamat yang Kyuhyun ucapkan. Benar. Memang itu yang terjadi. Kepalanya refleks tertunduk. Matanya tiba-tiba terasa panas mendengar nama Chanyeol keluar dari mulut Kyuhyun. Sudah delapan mereka tidak saling menyapa dan Rae Ah merindukan laki-laki itu. Merindukan suaranya.

“Cepatlah bersiap! Aku memberimu waktu tiga puluh menit,” setelah mengucapkan itu Kyuhyun pergi. Sudah tahu ke mana arahnya. Kim Rae Ah sudah pasti menangis dan ia tidak tahu apapun untuk dikatakan.

Hatinya cukup sakit melihat Kim Rae Ah begitu setia pada seorang Park Chanyeol. Dua tahun ini Kyuhyun selalu ada untuk Rae Ah meskipun tidak setiap hari. Menemani ketika gadis itu butuh teman. Memberikan seluruh kasih sayang yang dimilikinya tapi gadis itu tetap saja tidak menyadari. Hatinya terlalu terpaut kuat pada Chanyeol.

Kyuhyun juga marah terhadap Chanyeol yang tiba-tiba saja menghilang. Chanyeol tidak tahu bagaimana Kim Rae Ah tersiksa karena rindu yang menghimpit dadanya. Dan sekarang laki-laki itu menghilang. Kim Rae Ah benar-benar bodoh. Masih saja setia pada laki-laki yang telah menghilang.

Jika Kim Rae Ah bodoh, lalu ia sendiri apa? Bukankah ia juga bodoh? Ia tahu Kim Rae Ah begitu mencintai Chanyeol tapi hatinya tidak mampu berpaling. Tetap menyimpan rasa cintanya hanya untuk gadis itu. Kalau sudah begini, siapa yang benar-benar bodoh?

 

_o0o_

 

Suara bising yang ditimbulkan oleh alat musik memenuhi gendang telinganya. Kim Rae Ah duduk di salah satu kursi tempat sebuah konser berlangsung. Gadis itu menemani Kyuhyun melakukan reherseal untuk konsernya yang akan dilaksanakan esok malam.

Fokusnya tidak beralih sedikitpun dari panggung. Di sana Kyuhyun tengah berlatih vokal. Demi Tuhan, dari banyaknya penyanyi, entah mengapa baginya Kyuhyun adalah yang terbaik. Kim Rae Ah sangat tergila-gila dengan suara Kyuhyun. Tentu saja hal itu tidak pernah dikatakannya secara langsung. Rae Ah bahkan mengoleksi semua album Kyuhyun sejak pertama kali debut hingga yang terbaru.

Suara Kyuhyun mampu membuatnya tenang. Begitu merdu terdengar di telinga. Tanpa sadar gadis itu tersenyum ketika Kyuhyun menyanyikan sebuah lagu yang disukainya sepanjang masa.

7 Years of Love. Liriknya sangat menyedihkan tapi entah kenapa ia sangat menyukai lagu itu. Sebuah lagu yang menceritakan tentang seorang laki-laki yang menyukai sahabat kecilnya. Mereka berpisah dan bertemu kembali saat sahabat yang disukainya sudah menikah. Dan laki-laki itu hanya mampu memendam perasaan itu untuk dirinya sendiri.

Setetes air mata meluncur di pipi mulusnya. Entah kenapa ia berpikir bahwa itu sedang terjadi pada dirinya dan Kyuhyun. Kyuhyun mencintainya namun ia sudah memiliki Chanyeol. Astaga. Pemikiran itu benar-benar bodoh. Kyuhyun tidak mungkin menyukainya. Lagipula, kenapa ia bisa berpikir seperti itu? Apakah diam-diam ia mengharapkan Kyuhyun memang menyukainya?

Rae Ah menggelengkan kepala untuk menyingkirkan pemikiran bodoh itu. Mereka bahkan tidak berpisah. Mengusap air mata lalu kembali fokus pada Kyuhyun. Tanpa gadis itu sadari, bersamaan dengan ia mengusap air matanya, saat itulah Kyuhyun meneteskan air mata karena terlalu menghayati lagu yang dibawakan. Lagu yang tanpa sengaja tercipta sesuai dengan kondisinya saat ini.

 

_o0o_

 

Hawa dingin terasa begitu menusuk hingga ke tulang. Kyuhyun dan Rae Ah melangkah dalam diam. Waktu telah menunjukkan tengah malam. Setelah menemani Kyuhyun tadi, gadis itu mengajak kyuhyun mengunjungi sebuah kedai di pinggir jalan yang terletak tak jauh dari tempat Kyuhyun akan mengadakan konser nanti.

Rae Ah terus berkutrat dengan pikiran-pikiran anehnya. Pikiran-pikiran aneh yang datang setelah mendengar Kyuhyun menyanyikan lagu tadi dengan penuh penghayatan. Ia terus berspekulasi dengan segala yang telah mereka lalui bersama.

Selama ini Kyuhyun selalu berada di sampingnya apapun yang terjadi. Laki-laki itu bahkan selalu menjadi obat kala kesedihan datang. Kenyamanan yang Kyuhyum berikan seolah menjadi candu baginya. Chanyeol juga membuatnya selalu merasa nyaman tapi kenyamanan yang ia rasa ketika bersama Kyuhyun terasa begitu berbeda.

Mereka sudah bersama sejak lama, sejak masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah. Laki-laki itu bahkan menolak tawaran pertemanan dari gadis lain. Kenapa hanya dirinya yang bisa masuk ke dalam kehidupan Kyuhyun sebagai sahabat?

Apakah perumpamaan yang mengatakan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak pernah ada yang tulus itu benar adanya? Apakah ada cinta di antara mereka? Maksudnya, cinta seorang laki-laki kepada seorang permpuan dan begitu sebaliknya.

Jika dalam persahabatan mereka ada cinta, siapa yang mencintai siapa? Apakah Kyuhyun yang mencintai dirinya? Atau bisa jadi dirinya yang mencintai Kyuhyun? Tidak mungkin jika ia yang mencintai Kyuhyun karena dirinya mencintai Chanyeol. Bagaimana dengan Kyuhyun?

Demi Tuhan, hentikan pemikiran bodohmu itu Kim Rae Ah! Bagaimana bisa otak jeniusmu itu memilki pemikiran sedangkal itu? Kyuhyun tidak mungkin merusak persahabatan kalian.

 

“Besok adalah konser terakhirku. Setelah itu aku akan pergi,”

Langkahnya melambat. Kalimat itu membuat dunianya seakan berhenti berputar. Kepalanya pening. Apakah ini semacam perpisahan? Lagi? Setelah berpisah dengan Chanyeol, ia juga harus berpisah dengan Kyuhyun? Apakah itu adil? Mengapa ia merasa dunia tidak adil padanya?

“Ayah memintaku kembali ke London. Kau tahu ‘kan, sudah dua tahun aku lulus dari universitas dan sudah saatnya aku kembali ke sana. Melanjutkan S2 di Oxford dan menggantikan ayah,”

Langkahnya kini berhenti, benar-benar berhenti. Kenapa semua orang harus meninggalkannya seperti ini? Dulu Chanyeol dan sekarang Kyuhyun juga akan pergi.

 

“Apakah ini semacam perpisahan?” gumamnya. Pelan namun masih bisa didengar oleh Kyuhyun. Kyuhyun bergeming di tempatnya. Suara gadis itu terdengar begitu lirih.

Kyuhyun tahu, tidak seharusnya ia pergi sekarang. Pergi di saat Kim Rae Ah membutuhkannya. Namun, bagaimanapun ia adalah seorang anak yang harus berbakti pada orang tua. Seorang laki-laki yang harus menepati janjinya. Janji untuk kembali ke London setelah ia menyelesaikan kuliahnya.

Sebenarnya Kyuhyun sudah akan kembali ke London sejak masih duduk di bangku sekolah menengah. Hanya saja waktu itu Kyuhyun masih ingin menikmati waktunya lebih lama di Korea. Dan waktunya bersama Kim Rae Ah.

Kini sudah tidak ada alasan lagi untuknya tetap tinggal. Dulu, ia berharap Kim Rae Ah akan membuka hati untuknya tapi sayangnya tidak. Kim Rae Ah mencintai Chanyeol dan tetap setia pada laki-laki itu hingga sekarang. Meskipun laki-laki itu menghilang bagai ditelan bumi selama berbulan-bulan ini. Dan Kyuhyun sudah tidak memiliki harapan apapun untuk gadis itu. Kyuhyun menyerah.

 

“Seorang laki-laki harus menepati janjinya. Aku sudah berjanji pada ayah untuk kembali. Aku janji, aku akan tetap menghubungimu,”

“Ya, pergilah! Pergi saja, Kyuhyun! Tidak perlu, kau tidak perlu berjanji seperti itu. Pergilah!”

 

Kyuhyun mematung di tempatnya. Menatap punggung Rae Ah yang berjalan gontai. Seandainya gadis itu tahu apa yang membuatnya pergi, masihkah gadis itu marah saat ia mengatakan ini? Haruskah Kyuhyun mengatakan alasannya?

Kyuhyun mengambil ponsel di saku jasnya lalu menekan tombol panggil pada nama seseorang dalam kontak. Menempelkan benda pipih itu ke telinga, menunggu sang empu menjawab.

“Satu bulan. Beri aku waktu satu bulan untuk berpikir ulang! Maafkan aku,” Kyuhyun memutus sambungan tanpa memberi kesempatan pada seseorang di seberang sana untuk mengucapkan sepatah kata apapun. Laki-laki itu kemudian mengetikkan sebuah pesan.

 

To: Kim Rae Ah

Aku menyimpan tiket konser di tasmu. Datanglah! Aku tidak akan pergi jika kau datang.

 

Setelah itu Kyuhyun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Memilih berjalan pelan, beberpaa meter di belakang Rae Ah. Ia harus membiarkan Rae Ah sendirian saat ini tapi ia juga harus memastikan gadis itu baik-baik saja.

 

_o0o_

 

Bergerak ke kanan, kiri, atas, menelungkup, begitu seterusnya. Hanya itu yang dilakukan Rae Ah sejak sampai di rumah. Ia kesal dan marah karena Kyuhyun tiba-tiba saja mengatakan akan kembali ke London. Kenapa akhir-akhir ini hidupnya selalu dekat dengan kata perpisahan? Well, setelah berpisah dengan Chanyeol, tepatnya.

Tiba-tiba ia teringat akan pesan yang Kyuhyun kirimkan ke ponselnya. Pesan singkat yang meminta agar Rae Ah datang dan Kyuhyun tidak akan pergi jika ia datang. Ia masih kecewa pada Kyuhyun karena telah mengatakan akn pergi karena itu sudah diputuskan tidak akan datang saja. Namun berpikir lagi, jika Kyuhyun benar-benar pergi, ia pasti kesepian. Jongwoon dan Kibum sudah sangat sibuk dengan urusan perusahaan. Baiklah, Kyuhyun juga sibuk dengan karirnya sebagai penyanyi tapi laki-laki itu selalu ada di saat ia membutuhkan.

Dengan kasar Kim Rae Ah mengacak rambutnya lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh kemudian mulai melancong ke negeri mimpi, tempat yang paling disukainya.

 

_o0o_

 

“Lima menit lagi. Bersiaplah!”

Kyuhyun menghembuskan napas dengan kasar mendengar teriakan koordinaator konser itu. Ia merasa gugup tapi bukan karena ia akan tampil di depan ribuan orang. Kyuhyun gugup karena terus memikirkan Rae Ah. Ia sudah berjanji akan mengatakan perasaannya jika gadis itu datang.

“Semoga berrhasil, Kyuhyun!” teriakan seorang gadis sukses membuat Kyuhyun terperanjat kaget. Kyuhyun hafal betul pemilik suara ini. Perlahan Kyuhyun membalikkan badannya dan tersenyum kaku. Ya Tuhan, kau pikir kau tidak akan gugup saat memikirkan seseorang dan tiba-tiba saja orang itu ada di hadapanmu?

“Kenapa? Tidak senang aku datang?” tanya gadis itu ketika menyadari senyum Kyuhyun yang kaku. Kim Rae Ah bersikap seolah semalam tidak ada apapun yang terjadi antara dirinya dan Kyuhyun. Kyuhyun merasa sedikit lega.

“Tentu saja senang. Aku pikir kau tidak akan datang,” balasnya, kali ini dengan senyum tulus yang mengembang begitu lebar. Kyuhyun sangat senang karena pada akhirnya ia memiliki alasan untuk tetap berada di sini dan melanjutkan karirnya sebagai penyanyi. Kyuhyun sangat menyukai dirinya yang seorang penyanyi.

“Untukmu,”

“Untukku?” Kyuhyun mengambil sebuket bunga dari Rae Ah. Rae Ah tersenyum cerah lalu sedetik kemudian memeluk Kyuhyun membuat laki-laki itu terpaku untuk beberapa saat. Kyuhyun terkejut mendapat pelukan tiba-tiba dari Rae Ah. Tubuhnya membeku dan semakin membeku saat Rae Ah mengucapkan serentetan kalimat yang cukup menusuk tepat ke ulu hatinya.

“Terima kasih telah menjagaku, Kyuhyun. Kau bisa kembali ke London tanpa harus mengkhawatirkanku. Aku mengerti kau harus menepati janjimu. Tidak apa-apa. Lagipula, Chanyeol sudah kembali menghubungiku. Dia akan segera kembali,”

 

Lengan Kyuhyun yang tadinya melingkari tubuh Rae Ah kini terkulai lemas ke samping tubuhnya. Ia seperti tak bertenaga. Apakah ia baru saja dibuang? Tidakkah Kim Rae Ah sadar bahwa kalimat itu terdengar seperti ‘aku tidak membutuhkanmu lagi, Chanyeol akan kembali jadi pergilah!’ bagi Kyuhyun?

Demi Tuhan, rasanya Kyuhyun ingin telinganya tuli seketika. Kim Rae Ah tidak lagi mnginginkannya. Ya Tuhan, baru saja ia senang karena Rae Ah datang ke konsernya. Sekarang ia berpikir akan lebih baik jika Kim Rae Ah tidak datang jadi ia bisa pergi ke London tanpa harus mendengar rentetan kalimat yang terdengar seolah-olah Kim rae Ah tidak lagi menginginkan keberadaannya.

 

“Aku harus bersiap,” ucap Kyuhyun setelah kesadarannya kembali. Laki-laki itu lekas pergi setelah mendorong Rae Ah dari pelukannya tanpa mau menatapnya sedikitpun. Kyuhyun pergi ke atas panggung dengan hati terluka dan meninggalkan Rae Ah yang menatapnya sedih. Hukum aku karena telah menyakitinya, Tuhan.

 

_o0o_

 

Cologne Chatedral.  Bangunan megah peninggalan masa lalu itu sore ini terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang berdoa dan beberapa wisatawan asing sibuk mengabadikan kemegahannya. Seorang laki-laki dalam balutan jas hitam tampak berdoa dengan khusyuk seolah di sekelilingnya tidak ada apapun dan siapapun. Park Chanyeol, laki-laki itu sedang bermunajat pada Tuhan. Mengecilkan dirinya yang sangat kecil di hadapan Tuhan.

Park Chanyeol menitikkan air mata dalam pejamnya, jatuh di atas kedua tangan yang bertengger di depan dada. Tubuhnya bergetar, menahan rasa sakit atas rindu yang tak pernah bisa ia sampaikan, rasa bersalah karena telah mengabaikan seseorang yang begitu mencintainya.

Park Chanyeol meminta pada Tuhan agar mau menjaga orang terkasihnya dan memaafkan kesalahan fatal karena telah menghilang bagai ditelan bumi, tanpa mengizinkan siapapun yang megatakan keberadaannya pada sang terkasih.

 

“Sudah saatnya untuk pergi, sayang. Dokter sudah menunggu,” suara lembut milik sang ibu memenuhi gendang telinganya. Suara lembut yang terdengar lirih itu membuat Chanyeol membuka mata lalu mengusap wajahnya yang basah karena air mata. Sungguh Chanyeol merasa malu tertangkap basah sedang menangis.

“Pulanglah, sayang. Tidak kasihan pada Rae Ah? Dia terus-terusan mengirim e-mail dan merengek pada dokter Yoo untuk memberitahu keberadaanmu. Tidak merindukannya?”

“Aku merindukannya, ibu. Aku merasa berdosa telah membuatnya kelimpungan mencariku. Tapi aku tidak pantas untuk kembali berada di sisinya,” nyonya Park seketika itu langsung memeluk Chanyeol. Keduanya terisak dalam pilu.

“Dia mencintaimu, sayang. Ibu yakin dia akan menerima kondisimu saat ini,”

“Tidak, bu. Aku tidak ingin membebaninya,”

“Ibu yakin kau akan lebih bersemangat menjalani kemoterapi jika dia ada di sisimu. Dia membutuhkanmu,” bujuk sang ibu.

“Ibu, sudah ada Kyuhyun hyung yang lebih sehat. Rae Ah tidak mungkin membutuhkanku,”

“Chanyeol,”

“Aku tidak ingin menjadi beban baginya, ibu. Mengertilah, aku tidak akan kembali–”

“Dan membiarkanku mati dalam penyesalan karena tidak mengetahui apapun tentangmu. Begitu, Park Chanyeol?”

 

_o0o_

 

“Ayah, kenapa kalian tega membohongiku? Aku bahkan selalu mengumpat Chanyeol karena menghilang selama ini,” Rae Ah berucap dalam tangisnya yang tidak mau berhenti sejak tuan Park menjemputnya di bandara hingga kini mereka sudah berada dalam perjalanan menuju tempat tujuan. Tuan Park mengelus lembut kepala Rae Ah, metapa sedih gadis yang sudah ia anggap seperti anaknya ini.

“Maafkan ayah, nak. Ini semua permintaan Chanyeol,”

“Kenapa dalam keadaan sakit saja dia masih sangat menyabalkan?! Aku akan menarik rambutnya hingga botak kalau sudah bertemu nanti,”

“Chanyeol sudah tidak memiliki rambut,” ucapan tuan Park kembali membawa Rae Ah dalam kesedihan yang teramat luar biasa. Bagaimana mungkin ia berpikiran akan menarik rambut seseorang yang tidak memiliki rambut?

Tangisnya kembali pecah dan seketika itu juga tuan Park memeluknya untuk menenangkan. Ayah dari laki-laki yang Rae Ah cintai itu ikut menangis.

“Hari ini jadwalnya untuk melakukan kemoterapi. Sebelum itu dia akan pergi ke katedral. Kita sedang menuju ke sana,”

 

_o0o_

 

Chanyeol masih tidak bereaksi apapun ketika gadis yang selama ini ia rindukan berdiri di hadapannya dengan berurai air mata. Ia pikir sedang berhalusinasi. Chanyeol baru sadar bahwa ia tidak sedang berhalusinasi ketika gadis itu berlutut di hadapannya dan mengusap kedua wajahnya yang menjadi sangat tirus dan pucat. Air matanya kembali jatuh membasahi tangan gadis itu.

“Masih tampan. Aku pikir setelah kecelakaan itu wajahmu akan menjadi jelek,” Rae Ah berniat tertawa atas candaannya sendiri tapi yang terjadi malah ia terisak. Demi Tuhan, hatinya seperti teriris benda yang sangat tajam melihat kondisi Chanyeol saat ini.

Wajahnya terlihat sangat pucat dan mengenakan penutup kepala. Tulang rahangnya terllihat sangat tajam, tubuhnya juga sangat kurus. Tidak tahan lagi, Rae Ah memeluk Chanyeol begitu erat, menenggelamkan wajahnya di lekukan leher Chanyeol, menangis tersedu di sana. Chanyeol melingkarkan tangannya tak kalah erat di pinggang Rae Ah. Tangisnya juga terdengar memilukan. Nyonya Park membalikan tubuhnya dan memeluk Tuan Park karena tidak tahan melihat kedua anaknya menangis dalam kesakitan yang meliputi diri mereka.

 

Seperti sadar akan sesuatu, Chanyeol melepas paksa pelukannya membuat Rae Ah mengernyit bingung. Meski begitu tangisnya masih belum mereda.

“Pulanglah! Aku tidak ingin kau di sini,” rasanya seperti tersambar petir di siang bolong. Rae Ah tidak menyangka Chanyeol akan mengatakan hal menyakitkan seperti itu.

“Tidak, Chanyeol. Aku tidak ingin pulang. Aku ingin bersamamu,”

“Aku tidak pantas lagi untukmu. Pulanglah!” tegas Chanyeol. Rae Ah terenyuh mendengarnya. Chanyeol sedang merendahkan diri. “Demi Tuhan, Park Chanyeol selalu pantas untukku dalam kondisi apapun. Tidak ada yang lebih pantas selain kau, Park Chanyeol! Aku tidak akan pergi,” Rae Ah tidak lagi berlutut melainkan duduk bersimpuh, menatap Chanyeol sedih lalu menempatkan kepalanya di pangkuan Chanyeol yang duduk di kursi roda. Gadis itu terisak di sana membuat Chanyeol membuang wajahnya ke arah lain.

 

“Biarkan aku di sini, Chanyeol. Aku mohon,” Chanyeol tidak lagi memiliki kekuatan untuk menekan rasa rindunya. Laki-laki itu mengusap kepala Rae Ah dengan lembut seraya berkata, “ kalau begitu tinggallah. Tinggal di sisiku sampai waktuku habis,”

Rae Ah mengangkat kepalanya, sedikit menunjukkan senyumnya untuk Chanyeol.

Ich vermisse dich,” Chanyeol tertawa pelan mendengar Rae Ah berucap dalam bahasa Jerman yang terdengar sangat kaku dan terkesan aneh.

Ich würde dich vermissen. Sorry für ein kränkliches Chanyeol,” Rae Ah mengerutkan dahinya mendengar Chanyeol berucap dalam bahasa Jerman sepanjang itu. Demi Tuhan, Rae Ah sama sekali tidak mengerti apa yang Chanyeol ucapkan.

“Apa artinya?” tanyanya polos.

“Aku juga merindukanmu,”

“Hanya itu? Bukankah tadi ada dua kalimat dan juga ada namamu di dalamnya?”

Wajah Rae Ah yang kebingungan terlihat sangat menggemaskan dan membuat Chanyeol tertawa. Rae Ah memberenggut kemudian memukul paha Chanyeol sekenanya. Rae Ah kemudian ikut tertawa. Keduanya seperti lupa bahwa beberapa detik lalu mereka tengah menangis pilu bersamaan. Hal itu membuat tuan dan nyonya Park saling melempar senyum lalu memilih untuk keluar dari katedral, memberikan ruang untuk pasangan kekasih itu melepas rindu.

 

 

_o0o_

 

“Sebenarnya apa yang kalian pikirkan?! Membiarkan anak gadisku pergi ke Jerman untuk menemui Chanyeol dan mengundur sidang skripsinya. Kalian mau membiarkan anak gadisku gagal meraih gelar sarjana hanya untuk laki-laki berpenyakitan seperti Chanyeol?” Kim Tae Jun, kepala rumah tangga keluarga Kim sangat marah begitu mengetahui Rae Ah –anak gadisnya mengajukan penundaan atas sidang skripsi yang akan dilaksanakan beberapa minggu lagi dan pergi ke Jerman untuk menyusul Chanyeol.

“Kim Jongwoon, Kim Kibum, siapa dia antara kalian yang mengatakan padanya tentang Chayeol?”

“Aku,”

“Aku,”

Jongwoon dan Kibum menjawab bersamaan. Kim Tae Jun mengurut keningnya. Ia tidak habis pikir melihat kedua anak laki-lakinya begitu membela Rae Ah. “Kenapa kalian melakukannya?” tanyanya geram.

“Kami tidak ingin adikku hidup tapi tidak memiliki nyawa. Biarkan dia tetap bersama Chanyeol,” jawab Jongwoon tenang tanpa ada rasa takut sedikitpun.

“Chanyeol tidak pantas untuk anak gadisku. Aku lebih suka dia bersama Kyuhyun!”

“Kenapa, ayah? Karena Kyuhyun anak dari cinta pertama ayah, begitu?” Kim Kibum mendapatkan tamparan keras di wajah atas kalimat kasar yang dilontarkannya. Kim Tae Jun dadanya kembang kempis akibat emosi yang membludak.

 

Kibum tersenyum sinis sedangkan Jongwoon hanya menghembuskan napasnya kasar. Kim Kibum dan Kim Tae Jun tidak pernah terlihat seperti ayah dan anak semenjak Kibum beranjak dewasa.

“Jaga mulutmu, Kim Kibum! Aku tidak menyekolahkanmu untuk bisa berkata sekasar itu pada orang tua,”

“Orang tua? Kau yakin dirimu adalah seorang orang tua? Tidak ingat siapa yang kau buat menderita karena kehilangan Song Rin? Tidak ingat siapa yang kau buat menderita karena selama delapan bulan ini hidup dalam rindu yang tak tersampaikan? Setelah membuat mereka menderita, kau masih menyebut dirimu sebagai orang tua?”

“Tutup mulutmu! Pergi dari rumah ini sekarang juga, Kim Kibum!” amarah Kim Tae Jun sudah mencapai puncaknya. Ia memang sering beradu mulut dengan Kibum tapi tidak pernah menyangka anak putra keduanya itu akan berkata sekasar ini.

“Tentu. Aku akan pergi setelah mendengar kau mengatakan kebenaran tentang kecelakaan yang menimpa Song Rin,” Jongwoon sudah mengerutkan kening sejak pertama kali nama Song Rin keluar dari mulut Kibum. Ia tidak mengerti maksud dari rentetan kalimat tanya yang Kibum lontarkan untuk ayah mereka.

“Apa maksudmu, Kibum?” tanya Jongwoon pada akhirnya. Kim Tae Jun dan Kim Kibum, ayah dan anak itu saling memandang tajam cukup lama hingga Kibum membuka suara dan tubuh Jongwoon membeku sesaat setelah mendengarnya.

“Song Rin meninggal tidak semata-mata karena kecelakaan. Song Rin dibunuh dan laki-laki tua di hadapanku ini adalah pelakunya,”

 

TBC

Jangan protes soal kurang panjang yaa. Aku emang agak sulit buat bikin cerita panjang-panjang. Btw, maaf buat yang nunggu Epilog Regret belum aku proses sedikitpun. Lagi nyari pencerahan buat ending yang pas. Hehe

FF ini 2 ampe 3 part lagi tamat kok kayaknya. Aku udah bosenlah pengen lanjutin yang baru (re: Reason). Soalnya aku pikir, yang Reason bakal aku lanjutin pas semua chapter yang lain udah tamat aja. Gapapa kan ya? hihi

Masih adakah yang nungguin FF Fate ini? Aku kok kayaknya ngerasa kurang ya peminat ini FF :3

Yaudahlah, aku gak bakal maksa-maksa lagi buat kalian komen. Anyway, makasih banyak loh buat yang selalu nyempetin buat komen gak cuman di Regret aja^^ I love you :*

Thanks for coming^^

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

18 thoughts on “Fate (History Long Version) Part 6”

  1. Kamu ga berniat matiin chanyeol kan di ff ini?
    Aaaa chanyeolny bwt aku aja wkwkwkwk.
    Eh ato chanyeol bwt rae ah trus kyu bwtq deh hahahaha.
    ga bayangin chanyeol botak kaya gmn wkwkwkwk.
    Iiih si bapak jahat pisan?
    ini lmyn panjang kok.
    Aku nungguin kok slalu hahahaha.
    Btw kok si mantanny kibum (anabele kalo ga salah) ga dbahas dsini?
    Aku pnasaran ad ap dgn song rin trus kyu ah km hrs cepet update!!!
    Wkwkwkwkwk
    fighting.
    Smangat uts jg.
    Anak ini lg uts sempet2ny bikin ff hahaha salut deh :*

    1. Ah klupaan itu kata2 chanyeol artinya apaan?
      Nda bs bhs jerman aku hahaha.
      Btw ad 1 lg klupaan kalo dtanya yg bodoh siapa kayany yg bodoh authorny wkwkwkwk.
      Pizzz udah kyu2 ama aku aja hahahahaha

      1. liat nanti ya Chanyeolnya idup atau mati. haha
        jadi tuyul tampan kalo dia botak :3
        alhamdulillah ada yang nungguin^^
        oiya aku lupa naro fotnote-nya -,- itu artinya, “I miss you, too. Maaf telah menjadi Chanyeol yang penyakitan” haha
        yang bodoh emang authornya kok :3
        ambil dah tuh Kyuhyun. Aku udah kembali ke jalan yang benar dengan kembali ke pelukan Kibum. wkw

  2. ya ampun kesian bener ya mereka semua
    gtw mw comment gimna
    sebener nya perasaan Rae Ah ke Kyu gimna?
    Kok kaya’ ada seauatu gitu

    dan nyees waktu baca kata² Rae Ah ke Kyu yg nyuruh Kyu pergi
    ya ampuun 😦

    dan sebener nya ada konflik apa antara bapak kim dan anak nya itu ya ?

    okee deh
    gtw mw comment apa lagi deeh
    tp yg pasti ff inu selalu di tunggu kok
    semangat ya lanjut nya
    FIGHTING 💪😉

  3. Annyeong, saya readers baru,
    akhirnya nemu ff kyuhyun tersakiti :v biasanya kyuhyun yg nyakiti :v
    gue lebih suka kalo rae sama kyu, enggak sreg kalo rae sama chanyeol

  4. ff ini adalah kebanggan ku.. dari dulu aku selalu cari ff nya park chanyeol dan terlalu susah untuk mendapatkannya.. dan aku dipertemukan dengan ff ini bahagia dan sedih sekali.. aku juga senang dalam ff ini ada kyuhyun karena setiap baca ff aku paling suka kalo ada nama kyuhyun didalamnya hahaha.. sekarang udah dapat ff yang catsnya chanyeol dan gak nyangka bakalan dapat ff yang cerita nya bikin nyesek banget kaya gini.. feelnya sangat sangat dapat… Lovely banget dah!

  5. Kira” nnt si yeol bklan mngjnggal gak yeh? Yp mnurutku sih iyya imaigooo si mbul jg udh gak gak ad mbgkin dia udh trbang ke hatiku*ehh mksudku udh trbang k london gahahahhaha
    #very nice

  6. Lha, imi apa lagi? Masa iya Tae Jun tega sih? Dan knapa? Apa krna Song Rin gadis miskin dan Tae Jun mrasa Sing Rin ga pantes untuk Jongwoon? Dan gimana dgn Kyu? Apa bakal ttp cinta ke Rae Ah? Lalu Chan apa bakal ttp hidup? Astaga! Banyk bangt yg bikin gw pnasrn! Please, ini ff dilanjutin dongThor! Smangt ya! 😀

  7. Keren nih ceritanya.. rumit bgd.. appanya kim bum jht bgd membunuh song rin, kasian kyuu d sni.. thor, main cast kyuhyun n kim rae ah ato chanyeol n rae ah.. lanjut thor

  8. busetdah
    konfliknya ke keluarga lagiii
    tadi hanya antara Chanyeol-Rae Ah-Kyuhyun
    and now keluarga
    wuiiiih aku tebak
    ff ini pasti banyak part

    aahahahahaha gak apa2 deh yg penting Rae Ah sama Kyuhyun
    wkwkwkwkwkwk

    Rae Ah kau jahat sekali
    Kyuhyun-ku hiks hiks

    hng … Kibum selalu memberontak dimana2 -_-”

    aaaaah semangat ya ^^~

  9. gilaaaaaa apa jadinya itu kyuhyun pastu sakit bgt ity dibuang gity aja gilaaaa gatau lagi daaahh hahahah jd chanyeol sakit??? jd jd jd wah banyak fakta yg trrungkap dsiniiii

  10. Kok aku ngebayangin ya gimana kalo chanyeol botak 😂nanti deh liat aja secara langsung pas dia mau wamil, entah kapan 😁
    Nahlohkannn jahat tuh kan ayah mereka kan, duhhh jadi kematian sungrin itu garagara appa mereka, jahat bener 😢

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s