Love Girl Part 1

Di penghujung musim dingin ini, seorang laki-laki tampan tanpa cela tampak melamun. Ia duduk di salah satu kursi taman. Kursi yang berbeda dari yang lainnya. Kursi yang berwarna hitam sedangkan lainnya berwarna merah. Laki-laki itu menatap lurus ke depan namun pikirannya menerawang jauh ke belakang. Mengingat masa lalu seolah menjadi kegiatan favoritnya selama setahun belakangan ini.

Hingga setahun yang lalu, di tempat ini, hal-hal indah selalu mengitarinya. Di tempat ini ia menciptakan kenangannya bersama seorang gadis yang sangat ia cintai. Seorang gadis yang telah menawan hatinya sejak empat tahun lalu, bahkan hingga saat ini. Hatinya sudah dibawa bersama kepergian gadis itu.

Hingga saat ini laki-laki itu tidak pernah melupakan hal kecil apapun yang berhubungan dengan Jung Inhye. Setahun lalu, gadis itu pergi dengan membawa seluruh hati yang dimiliki oleh laki-laki itu karena sebuah kecelakaan.

 

Kim Kibum, laki-laki itu, menarik napas dengan berat lalu membuangnya kasar. Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Laki-laki itu mengedarkan pandangannya ke seluruh taman.

Pandangannya berhenti pada sebuah titik di mana ada seorang gadis yang ia rasa tengah memperhatikannya. Ia menoleh ke arah kanan, kiri, dan belakang untuk memastikan. Tidak ada orang lain selain dirinya. Benar, gadis itu pasti tengah menatap ke arahnya.

Kibum meraba wajahnya untuk memastikan tidak ada yang salah di sana. Memang tidak ada yang salah. Lalu kenapa gadis itu terus menatapnya? Hei, sejak kapan seorang Kim Kibum peduli terhadap sekitarnya? Menyadari keanehan terjadi pada dirinya Kibumpun berdiri, bermaksud untuk pergi dari taman ini. Ugh, kau menjadi aneh hanya karena menangkap basah seorang gadis yang sedangen menatapmu, Kim Kibum.

 

_o0o_

 

“Tunggu di sini dan jangan bergerak sedikitpun. Aku akan segera kembali,” perintah seorang laki-laki berperawakan tinggi pada seorang gadis cantik, dalam bahasa Inggris yang terdengar kaku. Gadis itu mengerucutkan bibirnya. Ia kesal pada laki-laki yang berstatus sebagai sahabatnya ini. Memperlakukan dirinya seperti anak kecil. Menyebalkan.

I’m not a child, Cho Kyuhyun! Aku juga orang Korea jadi jangan perlakukan aku seperti ini. Ck. Bahkan turis saja berkeliaran tanpa dihalangi,” gadis itu menggerutu dalam bahasa Inggris yang sangat fasih. Kyuhyun, laki-laki itu, menjentikkan jarinya pada dahi gadis itu hingga membuatnya meringis.

Ya, kau memang orang Korea. Orang Korea yang tidak bisa berbicara bahasa Korea,”
Tapi aku mengerti. Aku hanya tidak bisa mengucapkannya,” protes gadis itu. Kyuhyun berdecih.
Terima saja kenyataan dan ikuti perintahku, Song Yoon Ri! Aku akan hanya akan mengembalikan ponsel kekasihku yang tertinggal. Ingat, jangan bergeser sedikitpun!

 

Yoon Ri terus menggerutu bahkan hingga Kyuhyun sudah tidak lagi berada pada jarak pandangnya. Merasa bosan Yoon Ri mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di atas tanah Seoul, tanah kelahirannya. Rasanya cukup menyenangkan bisa berada di tempat kelahiran.

Yoon Ri lahir di Seoul namun tumbuh dan besar di California. Keluarga Song, keluarga terkaya nomor dua di Korea saat itu memutuskan untuk tinggal di California setelah setengah tahun kelahiran putri sulungnya. Yoon Ri tidak pernah menginjakkan kakinya di Korea, sebelum hari ini.

Seharusnya banyak yang dapat ia pelajari tentang Korea dari kedua orang tuanya. Termasuk bahasa. Yoon Ri memang selalu diajarkan namun pergaulan Amerika lebih banyak mempengaruhi. Ya, jadilah seperti ini. Gadis kelahiran Korea yang hanya mengerti bahasa Korea namun tidak bisa mengucapkannya.

 

Seperti ada magnet yang menariknya, Yoon Ri menatap sesosok laki-laki yang terlihat sedang merenung. Dari tempatnya duduk yang berjarak kurang dari lima meter dengan laki-laki itu, Yoon Ri dapat melihat ada raut kesedihan, ketakutan, dan kerinduan yang menjadi satu di wajahnya.

Tampan, pikir Yoon Ri. Yoon Ri yakin bahwa dibalik coat besar berwarna hitam itu bersembunyi tubuh atletis. Dilihat dari wajah saja Yoon Ri sudah dapat memastikannya. Astaga, kenapa sampai sejauh itu seorang Song Yoon Ri memikirkan laki-laki yang tidak dikenal?

Yoon Ri masih menatap laki-laki itu dengan tatapan memuja hingga ia sadar akan sesuatu. Laki-laki tampan itu akan pergi! Entah setan macam apa yang menariknya. Yoon Ri bersumpah ia tidak ingin melakukannya namun yang terjadi justru sebaliknya. Song Yoon Ri menghampiri dan memanggil laki-laki itu.

Yoon Ri hanya berdiri mematung ketika laki-laki itu berbalik menatapnya. Lebih tampan jika dari jarak sedekat ini. Dia lebih tinggi dari Kyuhyun. Aku menyukainya. Yoon Ri membatin. Gadis itu benar-benar sudah gila!

Baiklah, katakan saja Yoon Ri gila karena kenyataannya memang seperti itu. Ia gila karena laki-laki di hadapannya ini. Laki-laki yang hanya diam dengan tatapan yang tidak Yoon Ri mengerti. Laki-laki tampan. Sangat tampan hingga membuat Yoon Ri menjadi gila hanya setelah beberapa menit memperhatikannya.

 

_o0o_

 

Baru dua langkah berjalan, Kibum menghentikannya. Ia menoleh ke belakang karena panggilan seseorang. Entah apa yang terjadi dengan tubuhnya.

Ketika matanya menemukan gadis yang tadi menatapnya, ia terpaku. Kinerja jantungnya juga dapat dikatakan tidak normal. Seluruh tubuhnya berdesir melihat gadis ini dari jarak dekat. Sangat cantik.

Haruskah ia menyamakan gadis ini dengan Aphrodite? Oh, jangan konyol! Ia bahkan tidak tahu seperti apa wajah Aphrodite yang ‘katanya’ sangat cantik itu.

Gadis di hadapannya memiliki mata hitam kecoklatan. Tatapannya tajam namun meneduhkan. Garis wajah dan lekuk tubuh yang sempurna. Pakaian yang dikenakannya terlihat cocok. Cantik sekali. Kibum memuji gadis itu dalam hati. Astaga, hati-hati Kim Kibum! Sebentar lagi mungkin kau akan jatuh ke dalam pesonanya dan kemudian melupakan masa lalu kesukaanmu itu.

 

“Aku sedang mencari seorang model untuk majalahku. Apa kau bersedia menjadi model?” Kibum menambahkan penilaiannya untuk Yoon Ri setelah mendengar gadis itu berbicara padanya falam bahasa Inggris dengan aksen Amerika yang sangat kental. Bahasa Inggrisnya fasih sekali.

Bukan orang Korea. Terlihat dari cara bicara dan berpakaiannya. Tidak sopan. Tidak mengenal istilah basa-basi. Tapi tetap cantik.

“Aku tidak berminat,” jawab Kibum ketus. Berusaha keras mempertahankan wajah-tidak-berminatnya agar gadis itu tidak menyadari kegugupannya.

Aneh lagi. Kibum tidak pernah gugup berhadapan dengan siapa saja termasuk dengan gadis tercantik dan terseksi se-Seoul sekalipun. Ia hanya akan gugup di hadapan orang yang sudah menawan hatinya. Orang itu sudah meninggal.

Tunggu! Ia gugup? Apakah ia menyukai gadis ini? Tidak, tidak. Terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa dirinya menyukai gadis ini. Kibum menggeleng, menyingkirkan pikirannya yang liar.

 

“Kenapa? Wajahmu tampan. Aku akan membayarmu dan kau menjadi terkenal. Aku bekerja untuk salah satu majalah di Amerika,” Yoon Ri berucap penuh keyakinan. Bekerja untuk salah satu majalah Amerika? Cih. Hanya dalam mimpimu saja, Song Yoon Ri. Kau bahkan hanya seorang mahasiswa kedokteran yang menikmati masa liburan sebelum wisuda.

Orang Amerika rupanya. Tapi wajahnya wajah Korea. Ah, pantas saja gadis ini tidak sopan sekali bicaranya. “Aku tidak tertarik, nona. Tawarkan saja pada orang lain!”

Yoon Ri mendengus sebal. Hei, bagaimana ia tidak kesal?! Ini adalah kali pertama gadis itu mau menyapa seorang laki-laki asing dan langsung ditolak. Sangat menyebalkan.

“Pertimbangkanlah! Aku akan menunggu jawabanmu besok, di tempat dan pada waktu yang sama dengan sekarang. Okay?”

 

Belum sempat Kibum menjawab, seseorang menghampiri mereka. Laki-laki itu merangkul pundak Yoon Ri. “Sudah kubilang jangan bergeser sedikitpun, Song Yoon Ri!”

“Jangan berlebihan, Kyuhyun! Ayo pulang!” Yoon Ri menarik lengan Kyuhyun. Kyuhyun menatap bingung laki-laki yang tadi berhadapan dengan Yoon Ri.

“Dia siapa?” Tanya Kyuhyun penasaran. “Tidak tahu,” jawab Yoon Ri acuh sembari terus menyeret Kyuhyun menjauh dari Kibum. Kyuhyun hanya bisa mencibir.

Dalam langkahnya yang beriringan dengan Kyuhyun, Yoon Ri berdoa dalam hati. Berharap agar laki-laki itu datang dan menyetujui tawarannya. Lalu bagaimana jika ia ketahuan berbohong? Persetan. Ia bisa meminta ayahnya mengurus semua itu. Sekarang yang terpenting adalah semoga laki-laki itu datang, besok.

Tunggu! Kenapa Yoon Ri tidak menanyakan namanya? Astaga, Song Yoon Ri kau memang bodoh.

Kibum masih berdiri di tempatnya. Ia berbalik arah lalu berjalan menuju tempat di mana mobilnya diparkir. Tangannya bertengger di atas dada. Jantungnya kembali berulah mendengar sebuah nama yang menurutnya sangat indah. Song Yoon Ri. Namanya Song Yoon Ri. Gadis aneh tapi menarik. Dia sangat cantik.

 

_o0o_

 

Kim Kibum merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa fokus pada dokumen-dokumen penting yang tergeletak mengenaskan di atas meja. Mengacak rambutnya, ftustasi. Kibum benar-benar frustasi.

Sejak pertemuannya dengan gadis aneh –tapi cantik kemarin sore, Kibum tidak bisa menghilangkan bayangan gadis itu. Gadis bernama SongYoon Ri yang tidak punya sopan santun. Gadis yang berbicara dalam bahasa Inggris.

Kibum juga mimikirkan ucapan Yoon Ri kemarin. Haruskah ia menerima tawaran gadis itu? Bagaimana jika ia ditipu? Kibum adalah seorang CEO dari perusahaan besar. Bisa saja gadis itu ingin menipunya, kan? Lalu kalau gadis itu bukan penipu, bagaimana?

Kim Kibum, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau menjadi begitu gelisah hanya karena seorang gadis asing? Kibum menggeram. Ia kesal pada dirinya sendiri. Baiklah, sudah diputuskan. Ia tidak akan datang.

Mengangguk pasti lalu membuka kembali dokumen-dokumen penting yang ia abaikan tadi. Kibum sudah memutuskan tidak akan datang. Ya, ia tidak akan datang.

 

_o0o_

 

Kyuhyun nenatap aneh sahabatnya yang terlihat senyum-senyum sendiri dengan wajah yang memerah dan tatapan memuja. Ia tahu Yoon Ri sedang menerawang jauh memikirkan sesuatu. Apa? Kyuhyun kesal karena daritadi diacuhkan. Meskipun sedang memainkan PSP, tapi Kyuhyun tidak fokus. Ia ingin bercerita banyak dengan Yoon Ri tapi gadis itu asyik dengan dunianya sendiri.

Tidak tahan melihat tingkah aneh Yoon Ri, Kyuhyun melempar PSP kesayangannya ke atas meja. Hal itu berhasil membuat Yoon Ri mengalihkan perhatiannya. Yoon Ri mengerutkan dahi melihat Kyuhyun melempar benda kesayangannya itu. Jangan lewatkan wajahnya yang memancarkan aura seram. Sangat menyeramkan.

What are you doin’?” Tanya Yoon Ri. Kyuhyun mendengus membuat Yoon Ri semakin mengerutkan dahinya. Apa ada yang salah?

What are you thinkin’ about, SongYoon Ri?” Desis Kyuhyun. Sungguh, Kyuhyun kesal pada gadis yang telah mengabaikannya ini. Well, Kyuhyun tahu Yoon Ri memang tidak banyak bicara tapi itu tidak berlaku jika mereka berdekatan. SongYoon Ri bukan gadis pendiam jika berdekatan dengan Kyuhyun.

 

Gadis pendiam? Oh, apakah gadis pendiam yang dimaksud Kyuhyun adalah seorang gadis yang menyapa lebih dulu seorang laki-laki tak dikenal? Atau seorang gadis yang rela berbohong, mengaku dirinya bekerja untuk salah satu majalah di Amerika agar mereka bsa bertemu lagi?

Kali ini giliran Kyuhyun yang mengerutkan dahi. Seharusnya Yoon Ri nencecarnya dengan banyak pertanyaan tapi yang terjadi malah melenceng jauh dari pemikiran Kyuhyun. Wajah Yoon Ri merona dan gadis itu menundukkan kepalanya.

Tell me, right now!” Yoon Ri mengangkat wajahnya. Ia dapat melihat keseriusan di wajah Kyuhyun. Menghela napas lalu berkata, “I’m not sure what I am thinkin’ about. I just can’t throw his face away,”

 

Mulut Kyuhyun terbuka lebar mendengar jawaban Yoon Ri. Ia tidak salah dengar, kan? SongYoon Ri membicarakan seorang laki-laki. Demi Neptunus, ia akan melakukan apapun untuk membantu Yoon Ri mendapatkan laki-laki itu jika pemikirannya memang benar. Pemikiran bahwa SongYoon Ri sedang jatuh cinta.

You’re telling me bout a guy, right? Oh my damn God! Who is he?!” Kyuhyun terlihat begitu antuias. Tentu saja Kyuhyun antuias. Selama mengenal Yoon Ri, Kyuhyun tidak pernah sekalipun mendengar Yoon Ri membicarakan seorang laki-laki apalagi melihatnya berdekatan. Hanya Kyuhyun dan ayah Yoon Ri laki-laki yang dekat dengan gadis itu.

A guy I met yesterday,”

Tell me clearly, SongYoon Ri!” Yoon Ri mendengus. Ia bahkan belum menyelesaikan perkataannya tapi Kyuhyun sudah memotong.

I think, I’m in love. You know, I don’t even know why I asked him to be my model. I told him that I work for a magazine in US.” Kali ini Kyuhyun benar-benar berjanji akan melakukan apapun untuk membantu Yoon Ri mendapatkan laki-laki yang disukainya.

Bravo! SongYoon Ri, I’ll help you to make that guy fall in love with you.” Ujar Kyuhyun penuh semangat. Detik berikutnya, ia tampak berpikir lalu menatap tajam ke arah Yoon Ri.

 

You’re a doctor, SongYoon Ri! How can you told a lie? You must be really in love. Geez. Who is he?” Yoon Ri meringis. Kyuhyun benar. Sepertinya ia benar-benar telah jatuh cinta. Tidak masuk akal tapi ini yang terjadi. Lihatlah, seorang SongYoon Ri berbohong demi bertemu dengan laki-laki itu lagi.

I didn’t ask his name but I told him that I’ll wait for his answer in the same place and in the same time.”

“Jatuh cinta membuatmu IQ tinggimu tidak berfungsi, SongYoon Ri.” Gerutu Kyuhyun dalam bahasa Korea dan dihadiahi pukulan cukup keras di kepalanya.

Okay, stop talking about that handsome guy. It’s lunch time. Baegopha,” Yoon Ri memasang wajah memelas. Ia ingin menghentikan sejenak pikirannya dari laki-laki yang belum ia ketahui namanya tersebut.

Kyuhyun mendengus. “Hanya kata ‘lapar’ yang bisa kau ucapkan? Cih. Memalukan,” cibir Kyuhyun. Lagi-lagi Yoon Ri memukulnya.

Stop beating me, SongYoon Ri! I’ll throw you out if you beat me again,” ancam Kyuhyun. Yoon Ri melipat tangannya di depan dada. “Mom will do that first to you. Be aware, Cho! Mom loves me more than she loves you,”

Kyuhyun semakin kesal. Benar. Ibunya lebih menyayangi Yoon Ri dibanding dirinya. Kadang Kyuhyun berpikir, siapa anak kandung keluarga Cho sebenarnya? Ayah dan ibunya benar-benar memanjakan SongYoon Ri.

 

_o0o_

 

Kata ‘gila’ sepertinya cocok untuk diberikan pada Kim Kibum. Sungguh, seharian ini Kim Kibum bertingkah seperti orang gila. Sebentar tersenyum, lalu menggeleng, bahkan menggeram seperti orang kesal.

Kim Saehee yang sejak bertemu dengan kakaknya untuk makan siang menatap Kibum penuh curiga. Saehee curiga kakaknya itu sedang memikirkan sesuatu yang membutnya bertingkah seperti itu. Baiklah, Kim Saehee. Setiap orang pasti seperti itu.

Saehee mengedarkan pandangannya ke penjuru kafe karena bosan. Tahu begini Saehee lebih baik menerima ajakan makan siang dari teman kampusnya.

Perasaan lega dirasakan Saehee ketika ia melihat seseorang yang dikenalnya berada di kafe itu, tiga meja dari tempatnya duduk. Lebih baik ia meninggalkan Kibum bersama dunia bawah sadarnya.

 

“Kyuhyun,” panggil Saehee ketika sampai di meja yang ditujunya. Kyuhyun –orang yang dipanggil oleh Saehee pun menoleh.

“Oh, hai, Saehee. Kau di sini?” Saehee mengangguk. “Dengan siapa?” Tanya Kyuhyun lagi. Saehee duduk di samping Kyuhyun lalu menjawab, “dengan kakakku”

Kyuhyun mengangguk. Saehee dan Kyuhyun sebenarnya tidak dekat. Mereka hanya pernah terlibat satu sama lain dalam sebuab kelompok tugas. Saehee dan Kyuhyun kuliah di jurusan dan angkatan yang sama. Mereka berada di kelas yang sama untuk beberapa mata kuliah.
“Ah, kenalkan. Dia SongYoon Ri,” Saehee beralih pada gadis yang duduk dihadapannya. Ia terlalu fokus pada Kyuhyun, orang yang disukainya sehingga tidak menyadari ada orang lain bersama Kyuhyun.

Saehee tersenyum kaku lalu mengulurkan tangannya pada Yoon Ri. “Aku Kim Saehee,”
“SongYoon Ri,” balas Yoon Ri singkat. Saehee mengernyit. Gadis ini tidak ramah.
“Kau siapanya Kyuhyun?” Tanya Saehee.

Saehee sangat penasaran dengan gadis di hadapannya ini. Gadis cantik tapi tidak ramah. Apa mungkin pacar Kyuhyun?

I’m his girlfriend,” jawab Yoon Ri singkat membuat Saehee terpaku. Kekasih? Rasanya sesak sekali. Saehee menyukai Kyuhyun diam-diam. Sekarang ia berkenalan dengan kekasih dari orang yang disukainya. Oh, sempurna.

 

Yoon Ri mati-matian menahan tawanya melihat raut terkejut Saehee. Ia sengaja berbohong karena dari awal melihat gadis itu, Yoon Ri sudah yakin Saehee menyukai Kyuhyun. Sangat terlihat dengan jelas di mata Yoon Ri yang pernah mempelajari psikologi manusia.

Kyuhyun akan protes namun suara seseorang memotongnya.

“Kim Saehee, kenapa meninggalkanku, bodoh?” Saehee, Kyuhyun, dan Yoon Ri menoleh ke sumber suara. Mata Yoon Ri dan Kyuhyun membola. Bukankah dia laki-laki yang kemarin?

 

Kibum, laki-laki itu memberikan reaksi yang sama ketika melihat Yoon Ri. Ia tidak menyangka akan bertemu Yoon Ri di sini. Mata mereka bertemu.

Napas Yoon Ri tercekat. Jantungnya berdetak tak normal. Ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan Kibum. Saehee menatap mereka bingung.

“Bukankah kau yang di taman itu, nona?” Yoon Ri hampir melonjak kegirangan mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Kibum tersebut. Kibum mengingatnya!

“A-ah, ya” jawab Yoon Ri gugup.

“Kalian saling kenal?” Tanya Saehee. Entah setan apa yang membuat Kibum dengan beraninya duduk di samping Yoon Ri sebelum menjawab pertanyaan Saehee. Hell.

“Tidak. Aku hanya melihatnya sekali dan gadis ini langsung memintaku untuk menjadi modelnya,” ujar Kibum tanpa melihat Yoon Ri.

“Benarkah? Kyuhyun, kekasihmu seorang fotografer?” tanya Saehee. Kibum membeku di tempatnya. Hei, kenapa Kibum harus terkejut dan merasa marah saat mendengar Saehee menyebut Yoon Ri sebagai kekasih Kyuhyun?

 

Kali ini Yoon Ri menyesali kejahilannya. Laki-laki di sebelahnya pasti akan salah paham dan kesempatan untuk Yoon Ri mendekatinya pasti akan lenyap. Bahkan sebelum Yoon Ri memulai pendekatannya. Kyuhyun menyeringai. Dapat dilihatnya dengan jelas kegugupan di wajah Yoon Ri. Dugaannya pasti benar. SongYoon Ri telah benar-benar jatuh cinta.

“Ya, kekasihku adalah seorang fotografer. Ia bekerja untuk salah satu majalah fashion di US. Dia sangat berbakat,” ujar Kyuhyun tanpa ragu. Kau salah telah bermain-main denganku, SongYoon Ri.

 

Demi Aphrodite yang terkenal akan kecantikannya dan demi Kim Heechul, kakak sepupunya yang lain yang memiliki tingkah laku paling ajaib. Saat ini juga Yoon Ri rasanya ingin sekali menjambak rambuk hitam kecoklatan milik Kyuhyun, menariknya hingga botak. Menyebalkan. Bukankah Kyuhyun sudah berjanji akan membantunya? Go to hell, Cho Kyuhyun. Dammit!

“Anda akan menerima tawaran kekasihku ini, Tuan–?” Kyuhyun memiringkan kepalanya, menatap Kibum seolah sedang bertanya siapa nama laki-laki itu.
“Kibum,” jawab Kibum cepat. Kyuhyun mengangguk, “anda akan menerimanya?” Tanya Kyuhyun lagi.

Sungguh, dalam hati Kyuhyun sangat berharap Kibum akan menerimanya karena dengan begitu ia tidak akan kerasa bersalah pada Yoon Ri. Yoon Ri hanya menundukkan wajahnya. Ia terlalu gugup berdekatan dengan Kibum. Apalagi saat ini dirinya tengah menunggu jawaban Kibum.

Damn! Can’t he just answer Kyuhyun’s quickly? I didn’t even felt this damn nervous when Daddy gets angry to me. Yoon Ri menggerutu dalam hati. Demi Tuhan, ia bahkan tidak segugup ini ketika menghadapi sidang kelulusannya.

 

“Menjadi seorang CEO lebih menguntungkan daripada menjadi seorang model. Kebetulan sekali kita beremu di sini dan kekasih anda bertanya, saya akan menjawab sekarang saja. Maaf, nona. Saya menolak tawaran anda,” jawaban Kibum terdengar seperti vonis hakim yang menjatuhkan hukuman mati. Terdengar berlebihan, memang. Tapi yang dirasakan Yoon Ri benar-benar sesak ketika Kibum menolak. Ayolah, SongYoon Ri. Banyak jalan menuju Roma, bukan?

Yoon Ri memasang senyum terpaksa di wajah cantiknya. Meski dipaksakan, senyum itu berhasil membuat Kibum kembali terpesona. “You’ll feel sorry for that, mister. I can help you to be famous in US. But, it’s okay. I can find another ‘good looking’ guy,” Yoon Ri menyelipkan candaan dalam kalimatnya. Untuk menutupi kekecewaannya tentu saja.

Kibum terpana melihat Yoon Ri tertawa pelan. Ia tersenyum kaku lalu mengajak Saehee pergi dari situ. Kibum dan Saehee pergi dari hadapan Kyuhyun dan Yoon Ri setelah berpamitan.

 

_o0o_

 

Sepeninggal Kibum, Yoon Ri menatap Kyuhyun penuh amarah. Ditatap seperti itu membuat dahi Kyuhyun mengkerut. Jika Kyuhyun dijuluki raja iblis, maka Yoon Ri adalah ratu iblis. Kyuhyun sangat tahu petaka apa yang akan menimpanya jika Yoon Ri marah. Petaka dari segala jenis petaka menyeramkan yang pernah ada.

I’ll go home, tomorrow. I rejected,” Kyuhyun tertegun mendengar penuturan Yoon Ri. Benar-benar jauh dari perkiraannya. Ia kira Yoon Ri akan meluapkan kemarahannya namun tidak. Yoon Ri bahkan sedang mati-matian menahan tangisnya.

Kyuhyun merasa bersalah lalu pindah menjadi duduk di samping Yoon Ri. Merangkul bahu Yoon Ri lalu memeluknya. “I’m sorry, Yoon Ri.”

Nevermind, Kyuhyun. Ah, to be honest, daddy wants me go home tomorrow. He wants me to come to company’s party. I swear,” Yoon Ri tidak berbohong. Itu yang ditangkap Kyuhyun. Tapi tetap saja, Kyuhyun yakin Yoon Ri sedang menahan rasa kecewanya.

I’ll miss you,” ucap Kyuhyun. Ia ingin membuat Yoon Ri, setidaknya sedikit melupakan insiden penolakan tadi. Memang Kibum menolak untuk menjadi model tapi bagi Yoon Ri yang jatuh hati pada Kibum, hal itu seolah ia sudah ditolak mentah-mentah.

 

_o0o_

 

Kibum memijit keningnya. Ia bingung pada dirinya sendiri. Ada perasaan menyesal setelah ia menolak tawaran Yoon Ri karena itu berarti Kibum tidak lagi bisa bertemu dengan Yoon Ri. Ia tidak akan melihat wajah cantik itu lagi. Kibum menyesal telah menolak karena itu adalah jalan agar ia bisa terus melihat Yoon Ri.

Entahlah. Kibum tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya. Hati dan pikirannya seolah bekerja sama untuk terus melihat bayangan Yoon Ri.

Sebenarnya, selama makan siang dengan Saehee, ia mengubah keputusannya. Kibum akan menerima tawaran Yoon Ri. Ingin tahu sejauh mana ia bisa membuka hatinya untuk orang lain. Namun keputusannya kembali pada keputusan awal -menolak tawaran Yoon Ri setelah mendengar Saehee menyebut Yoon Ri sebagai kekasih Kyuhyun.

Ya Tuhan, ini benar-benar membingungkan.

 

_o0o_

 

Bandara Internasional Incheon memang tidak pernah sepi. Di tengah-tengah hiruk pikuk itu Yoon Ri dan Kyuhyun saling berpelukan seolah mereka tidak akan bertemu dalam waktu lama.

You and your beloved girlfriend have to come to my graduation’s party, next month. I won’t tolerate for any reason,” Kyuhyun terkekeh mendengar ancaman Yoon Ri.
Don’t worry, I’ll come. I’m promise, princess.” Yoon Ri tersenyum puas mendengar jawaban Kyuhyun.
I’ll call you when arrive in California. See you, prince.”

Sekali lagi Kyuhyun memeluk Yoon Ri. Yoon Ri berbalik menuju boarding pass. Melambaikan tangan lalu berdiri di jalur antrean. Yoon Ri kembali melihat Kyuhyun. Laki-laki itu masih di sana dengan wajah yang terlihat seperti sedang melihat sesuatu denngan terkejut. Akhirnya Yoon Ri mengikuti arah pandang Kyuhyun.

Di depannya, berdiri seorang laki-laki dengan perawakan yang sudah cukup ia kenal. Laki-laki ini yang dilihat Kyuhyun. Yoon Ri mengenali punggung kekar ini.

Laki-laki itu tiba-tiba berbalik dan dalam sekejap tubuh Yoon Ri mematung. Jantungnya berdetak cepat. Kim Kibum, laki-laki itu ada di hadapannya. Yoon Ri mengerjapkan matanya berkali-kali lalu berdeham untuk menormalkan ekspresinya. God, you must be crazy when you created him. Why he’s so handsome? Damn!

“Kita bertemu lagi, nona”

 

TBC

 

Haaalooo! Apa kabar? Aku bawa FF Kibum nih. Ini FF remake. Cast aslinya Siwon sama Kibum. udah aku publish di FFn. Pengen aja gitu tiba-tiba nge-remake ini dan pemeran utamanya Kibum. buat ngisi kekosongan FF Kibum yang entah kapan aku bikin buat dia yang original. Hihi sorry for typo!

Oiya, kemaren Bum Toyib tepat 11 taun debut sebagai aktor loh~

Thanks for being exist, Kim Kibum! I literally love my precious actor so much. My first boy :*

I’ll wait for your comment, Träumer!

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

2 thoughts on “Love Girl Part 1”

  1. keren,,, wwkwkw semoga kibum dapat membuka hatinya yaa,,, kyuhyun meladeni permainan yoon ri kereen laah,,, tapi siapa kekasih kyuhyun yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s