Jealous [Kyuhyun Version]

Ini versi Kyuhyun tapi bukan Kyuhyunnya yang cemburu ya. Gak suka cukup close tabs.

 

_o0o_

 

Riuh tepuk tangan dan teriakan penonton memenuhi ruang pertunjukan University of Oxford. Pertunjukan drama musikal klub seni membuat penikmat benar-benar jatuh cinta. Para pemeran yang hebat mampu membawakan karakter masing-masing dengan sangat baik sehingga penonton seolah tersedot ke dalam dimensi ceerita yang begitu mengharu biru.

Puncak haru semakin terasa begitu bagian paling akhir dari cerita telah tersampaikan. Drama musikal yang menampilkan kisah cinta modern antara seorang pemuda kaya raya dengan seorang gadis cantik namun memiliki kekurangan pada tubuhnya. Gadis itu lumpuh.

 

Banyak rintangan selama perjalanan kisah cinta mereka hingga akhirnya cinta itu mendapatkan kebahagiaanya. Sang pemuda menggendong gadis itu dengan rasa bahagia yang teramat. Scene yang paling dinanti, mereka melakukannya. Ciuman lembut penuh cinta dan kerinduan. Keduanya saling berpagutan mesra cukup lama hingga tirai menutup, pertanda bahwa pertunjukan telah usai.

 

Ketika semua orang mengharu biru menyaksikan pertunjukan itu, seorang gadis yang duduk di barisan kedua paling depan menahan air mata yang terus-menerus mendesak ingin keluar. Sesak melihat pemuda itu berkali-kali mencium pemeran wanita dalam pentas. Seandainya tahu akan banyak scene seperti ini, ia tidak akan datang.

Air mata yang sejak tadi ditahan pada akhirnya menetes juga. Tidak sesuai dugaan, tirai panggung kembali terbuka dengan menampilkan kedua pemeran utama sedang tidur di atas ranjang besar. Keduanya terlihat tidak memakai busana, haanya tertutup selimut hingga batas dada, dan yang lebih menyakitkan untuk Rae Ah adalah keduanya saling berpelukan dan menatap mesra. Tangan sang pemuda mengelus lembut rambut hitam sang gadis. Ya Tuhan, ini di luar kuasanya.

Tanpa mau melihat lagi Kim Rae Ah bergegas pergi. Tidak ingin menyaksikan yang lebih dari ini. Rae Ah pikir ia akan baik-baik saja jika ia datang untuk menyaksikan drama musikal pertama yang laki-laki itu menjadi pemeran utama. Rae Ah ingin memberi kejutan sekaligus semangat pada laki-laki itu, kekasihnya. Ya, laki-laki itu adalah kekasih Rae Ah sejak setahun lalu.

Bukankah seharusnya Rae Ah mengerti konsekuensi yang akan ia terima ketika memberikan izin pada kekasihnya itu untuk mengikuti klub seni drama? Sungguh, ia amat sangat mengerti. Hanya saja, entah kenapa hati dan logikanya sangat bertolak belakang. Logika terus-terusan mengatakan bahwa ini hanya bentuk profesionalitas tapi hati menolak gagasan itu.

 

_o0o_

 

Cho Kyuhyun berjalan ke sana kemari. Ia tak tenang setelah mendengar dari salah satu sahabatnya bahwa ia melihat Kim Rae Ah keluar dari gedung pertunjukan dengan wajah sembab. Gadis itu bahkan tidak melirik atau membalas saat disapa. Kyuhyun yakin gadis itu pasti marah melihat adegan demi adegan yang ia lakukan di atas panggung.

Ya Tuhan, ini salahnya. Kyuhyun bersalah karena tidak pernah memberi tahu apapun pada gadis itu tentang drama musikal pertamanya. Kyuhyun hanya tidak ingin gadis itu marah dan kenyataannya gadi itu sudah marah.

Kyuhyun mengambil ponsel lalu menekan tombol hijau untuk menelepon Rae Ah. Napasnya tercekat saat di seberang sana Kim Rae Ah menolak panggilannya dan saat Kyuhyun mencoba untuk menghubungi kembali, ponsel gadis itu sudah di-nonaktifkan. Laki-laki itu menghembuskan napas dengan kasar kemudian bergegas masuk ke dalam ruang ganti. Kyuhyun harus menemukan Rae Ah, secepatnya.

 

“Kenapa buru-buru sekali, Mark?” tanya seorang gadis yang merupakan partner-nya di atas panggung tadi.

“Kekasihku marah. Aku harus mencarinya,” jawab Kyuhyun seraya mengenakan jaket hitamnya lalu menyambar kunci mobil dan tas ransel yang selalu ia bawa kemanapun. Tas ransel berwarna hitam pemberian Rae Ah enam bulan lalu.

Gadis itu tersenyum sinis, “kekanakan sekali,” ucapnya. Kyuhyun berhenti di ambang pintu, berbalik, dan menatap tajam ke arah partner-nya.

She loves me, Audrey. Get it?” tidak perlu bertanya pada Aristoteles, Hegel, atau bahkan Thales untuk mengerti kalimat Kyuhyun itu. Gadis yang dipanggil Audrey itu terdiam. Tubuhnya mematung di tempat. Membuat Kyuhyun menjadi pemeran utama dalam cerita ini tidak merubah apapun. Tidak merubah kenyataan bahwa Kyuhyun –atau Audrey lebih senang memanggil laki-laki itu dengan sebutan Mark– tidak akan pernah berpaling ke arahnya. Kyuhyun hanya menatap Kim Rae Ah sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di atas tanah Universitas Oxford.

 

_o0o_

 

Kyuhyun menghela napas pelan kemudian menekan kombinasi angka keamanan untuk masuk ke dalam sebuah mansion mewah di Mayfair, kawasan elit yang dimiliki London.  Laki-laki itu melangkah masuk. Mansion ini terlihat gelap seperti tidak ada penghuni. Tanpa memasuki ruangan lain Kyuhyun langsung menuju ke lantai dua, tempat di mana perpusatakaan berada, tempat yang selalu Rae Ah datangi jika suasana hatinya sedang buruk.

 

Kyuhyun menghembuskan napas lega setelah dilihatnya Rae Ah tengah duduk dengan kepala menulungkup di atas meja. Perlahan Kyuhyun menghampiri gadis itu, mengusap lembut kepalanya ketika sudah tiba di sampingnya. Seulas senyum mengembang di wajah tampan pewaris tunggal CH Group, penguasa pasar bisnis Asia dan Eropa itu. Ia selalu menikmati saat-saat di mana tangannya menyentuh kepala gadis tercintanya.

 

Get out! I don’t wanna see you, here. I hate you,” senyum di wajah Kyuhyun semakin mengembang mendengar gadisnya berbicara sinis. Demi Tuhan, Kyuhyun khawatir melihat gadisnya marah tapi ada sebuah perasaan yang menggelitik dadanya melihat kemarahan Kim Rae Ah. Kyuhyun tahu Kim Rae Ah sedang cemburu dan Kyuhyun sangat menyukai keadaan seperti ini. Bukan berarti Kyuhyun senang membuat Rae Ah sedih. Kyuhyun hanya senang melihat gadis itu cemburu. Baiklah, katakan saja gadis itu sedang cemburu. Memangnya ada kata lain yang bisa mendeskripsikan momen ketika kekasihmu pergi dengan linangan air mata saat melihatmu beradegan mesra dengan orang lain?

“Kita harus bicara,”

“Aku tidak mau berbicara denganmu. Pergi!” bantah gadis itu tanpa mengangkat sedikitpun kepalanya dari atas meja. Okay, Kyuhyun menyerah. Ia tidak lagi senang melihat gadisnya seperti ini karena ia yakin sebentar lagi ruangan ini akan penuh dengan isakan. Kyuhyun paling tidak bisa melihat Kim Rae Ah menangis, terlebih jika penyebabnya adalah dirinya sendiri.

 

“Maaf. Kau pasti marah melihat penampilanku. Maafkan aku,” ujar Kyuhyun lembut. Kim Rae Ah masih tetap pada posisinya.

“Lagipula, bukankah seharusnya kau masih di Birmingham hingga pekan depan? Aku pikir kau tidak akan menonton pertunjukanku,” ucapan Kyuhyun kali ini sukses membuat Rae Ah mengangkat kepalanya. Gadis itu menatap Kyuhyun yang berlutut di sampingnya dengan tatapan menyala. Kyuhyun akui, tatapan itu menakutkan.

 

“Memangnya kenapa kalau aku pulang lebih cepat? Kau tidak ingin aku melihatnya? Agar kau lebih leluasa menciumnya, begitu? Pergi, Kyuhyun!” emosi gadis itu meluap. Kyuhyun menahan napasnya melihat kemarahan Rae Ah. Sebentar lagi. Ya, sebentar lagi, dan… “Ouch! Stop it, darling. It hurts,

Pukulan demi pukulan mendarat di tubuh Kyuhyun. ya, seperti inilah jika emosi Kim Rae Ah meluap. Kyuhyun harus mampu menahan pukulan gadis itu yang cukup membuat Kyuhyun kesakitan. Rae Ah semakin beringas memukul Kyuhyun. Gadis itu marah, benar-benar marah. Bagaimana bisa Kyuhyun tidak mmeberitahu dirinya tentang adegan-adegan laknat itu?

 

“Aku ingin kau mati saja, Kyuhyun! Aku bahkan melewatkan pertunjukan seni di sana hanya untuk menontonmu dan kau malah memberiku pemandangan laknat itu. Menyebalkan!”

“Hentikan, sayang. Baby, ayo kita bicarakan baik-baik. Sakit sekali,” Kyuhyun merintih kesakitan seraya memegang bahunya. Trik yang ampuh karena sesaat kemudian Rae Ah berhenti memukul. Gadis itu bahkan mendorong kursi yang tadi didudukinya lalu berjongkok di hadapan Kyuhyun, menatap Kyuhyun penuh khawatir.

Apha? Mianhae,” Kyuhyun menyeringai melihat Rae Ah mengusap bahunya dengan wajah panik. Sebrutal apapun Kim Rae Ah memukulinya, gadis itu akan merasa bersalah setelahnya. Gadis itu akan mulai berbicara dalam bahasa Korea jika panik melanda dan Kyuhyun sangat suka mendengar bahasa ibu mereka itu keluar dari mulut sang kekasih. Menggemaskan sekali di mata Kyuhyun.

Gwaenchanha, ayo bicara!”

Kyuhyun meneguk ludah dengan sussah payah melihat Rae Ah kembali menunjukkan tatapan tajamnya. Baiklah, kali ini sepertinya akan sulit membujuk gadis itu. Terima nasib burukmu, Cho Kyuhyun!

 

“Keluar. Sekarang. Juga. Aku tidak ingin melihatmu. Keluar!” Kyuhyun terjerembab ke belakang karena terkejut melihat Rae Ah berteriak tepat di depan wajahnya. Ya Tuhan, ini lebih menyeramkan daripada melihat neneknya yang tinggal di Korea sana marah.

Baby, kita perlu bicara. Memangnya kau tidak merindukanku? Kita sudah dua bulan tidak bertemu,” bujuk Kyuhyun. lagi-lagi tidak ada reaksi apapun yang berubah dari wajah seorang Kim Rae Ah.

 

Kim Rae Ah memang mudah marah tapi tidak pernah semarah ini. Kemarahan gadis itu akan mereda jika Kyuhyun sudah mengerang kesakitan akibat mendapat pukulan di beberapa bagian tubuhnya. Kali ini apa? Gadis itu bahkan masih terlihat menakutkan setelah membuat Kyuhyun kesakitan.

Okay, katakan saja kesalahan Kyuhyun kali ini cukup fatal mengingat tidak adanya pemberitahuan apapun tentang scene yang menurut Rae Ah merupakan scene laknat. Kyuhyun hanya memberitahu pada kekasihnya itu bahwa ia akan menjadi pemeran utama dalam sebuah drama musikal modern, bekerjasama dengan Audrey. Seantero kampus Universitas Oxford tahu bahwa Audrey menyukai Cho Kyuhyun.

Selama ini Kim Rae Ah tidak terganggu dengan hal itu. Mereka saling mempercayai satu sama lain sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seperti waktu Kyuhyun mengatakan siapa partner­-nya dalam drama ini, Kim Rae Ah memang sedikit khawatir tapi Kyuhyun berhasil membuat gadis itu percaya bahwa ia dan Audrey tidak akan menjadi lebih dari seorang partner dalam drama.

Hal yang wajar jika Rae Ah marah setelah melihat penampilannya. Dua bulan ini Kim Rae ah tinggal di Birmingham untuk mendalami kebudayaan di sana dan Kyuhyun tidak pernah menceritakan apapun tentang adegan-adegan dalam drama, seolah-olah memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seharusnya Kyuhyun tahu bahwa semengerti apapun seorang wanita, ia tidak akan rela melihat kekasihnya bersentuhan dengan wanita lain.

 

“Sayang, dengarkan aku–“

“Aku bilang keluar, Cho Kyuhyun!!”

Menyerah. Kali ini Kyuhyun benar-benar menyerah. Kim Rae Ah sepertinya membutuhkan waktu untuk sendiri. Ya, ia harus memberikan waktu sendiri untuk gadisnya ini. Meskipun dalam lubuk hatinya yang paling dalam Kyuhyun ingin sekali menyelesaikan ini dengan cepat, tapi apa daya jika tidak memungkinkan. Ya Tuhan, Kyuhyun meridukan gadis yang sudah dua bulan tidak ditemuinya ini. Kyuhyun ingin memeluk Rae Ah.

“Baiklah. Aku pergi. Jangan lupakan makan malammu, baby. I miss you so bad,” ucap Kyuhyun. laki-laki itu benar-benar pergi setelah mengecup singkat puncak kepala Rae Ah. Ada sedikit kelegaan karena gadis itu tidak menolak ciumannya.

 

Kim Rae Ah menatap punggung Kyuhyun dengan tatapan tajam hingga menghilang di balik pintu perpustakaan. Air matanya menetes, tidak lama kemudian gadis itu terisak. Bukan ini yang ia inginkan ketika pulang dari Birmingham. Ia ingin membuat Kyuhyun terkejut tetapi yang terjadi adalah kebalikannya. Ia sendiri yang terkejut karena melihat pertunjukan Kyuhyun.

Sebenarnya Rae Ah juga tidak ingin marah-maraah seperti tadi. Rae Ah mengerti bahwa Kyuhyun melakukannya atas nama profesionalitas tapi entah kenapa logikanya seolah tidak berfungsi sama sekali. Demi Tuhan, Kim Rae Ah bukan seseorang yang hanya melibatkan perasaan saja dalam menjalin sebuah hubungan. Logika dan perasaan dilibatkan secara seimbang. Entah apa yang terjadi pada dirinya hari ini sampai-sampai tidak bisa mengendalikan emosi.

 

Stupid! Idiot! Kenapa pergi, Kyubi? Seharusnya kau tahu aku seperti ini karena cemburu. Jangan pergi,” racaunya. Ya Tuhan, ia bahkan tidak sadar mengucapkan nama panggilan kesayangannya untuk Kyuhyun.

Gadis itu terkejut saat tiba-tiba saja wajahnnya sudah berada di depan dada bidang yang amat sangat ia rindukan. Hidungnya mencium bau khas Kyuhyun. Kyuhyun tidak pergi? Astaga. Dia pasti mendengar ucapannya. Ini memalukan.

Tangisnya mengencang seiring dengan mengeratnya rengkuhan Kyuhyun. Kali ini Kim Rae Ah menangis bukan karena marah, melainkan malu telah berbuat kekanakan seperti tadi. Menyedihkan sekali. Kyuhyun pasti menertawakannya.

 

Kyuhyun tersenyum simpul tanpa sepengetahuan Rae Ah. Laki-laki itu menyandarkan dagunya pada kepala Rae Ah, mengusap lebut rambut hitam gadis itu. kyuhyun kemudian bergumam, “merindukanku, ya?”

Kyuhyun terkekeh geli mendengar Rae Ah semakin terisak. Selama satu tahun menyandang status sebagai kekasih seorang Kim Rae Ah, baru kali ini Kyuhyun melihat Rae Ah bertingkah seperti ini. Marah-marah, menangis, dan menyalahakan Kyuhyun.

 

“Dengar, aku tidak mengatakan padamu tentang adegan-adegan itu karena aku tidak ingin studimu di Birmingham sana terganggu. Aku tahu kau akan cemburu seperti ini makanya aku tidak mengatakan apapun. Aku salah, maafkan aku, ya?” Kyuhyun merunduk, menangkup wajah Rae Ah yang sembab karena menangis.

“Jadi, selama dua bulan latihan rutin tiap minggu dan selama seminggu latihan setiap hari, kau mencium Audrey seperti itu? Jahat sekali… hiks…”

“Tidak, sayang. Hanya di panggung itu aku menciumnya. Sungguh. David merekam semua kegiatan saat latihan dari awal hingga akhir. Kau bisa beratanya padanya. Aku berani bersumpah,” jelas Kyuhyun dengan penuh keyakinan. Rae Ah menyipitkan mata, “aku tidak percaya” kekehnya.

“Apa perlu aku menelepon David sekarang juga? Kau tahu dia sutradaranya, kan?” tangis Rae Ah sudah mulai mereda. Tanpa peringatan apapun Rae Ah langsung menarik leher Kyuhyun, memeluknya dengan sangat erat. Kyuhyun terkekeh pelan lalu ikut melingkarkan tangannya pada punggung sang kekasih.

 

“Aku merindukanmu, Kyubi. Sangat,” gumam Rae Ah pelan namun dapat didengar dengan jelas oleh Kyuhyun.

“Aku juga. Ngomong-ngomong, sudah lama aku tidak mendengar panggilan itu. kedengarannya sangat manis,” balas Kyuhyun.

 

Rae Ah melepas paksa pelukan hangat itu. Matanya kembali memicing, “bukannya kau tidak suka dengan panggilan itu? ‘Aku bukan monster, jangan panggil aku Kyubi!’ cih,” cibir Rae Ah.

“Sekarang aku menyukainya. Kyubi lumayan keren,” Rae Ah mendelik.

Baby, kita tidak mungkin berdiam diri di sini semalaman, kan?” ucap Kyuhyun dengan mulut meringis. Jujur saja, tubuhnya sudah mulai pegal berada dalam posisi berlutut karena ditarik Rae Ah tadi. Rae ah menyeringai.

“Tentu saja tidak, Kyubi. Kita akan menghabiskan malam panjang ini bersama di kamarku,” Kyuhyun mmbulatkan matanya. Kalimat godaan. Astaga. Dua bulan tinggal di Birmingham, apa yang membuat Kim Rae Ah seberani ini? Tunggu! Malam panjang? Apakah mereka akan melewati malam pertama lebih awal?

“Memangnya apa yang akan kita lakukan?” tanya Kyuhyun antusias. Rae Ah semakin melebarkan seringaiannya dan Kyuhyun tidak menyadari itu sama sekali.

“Menurutmu?” Kim Rae Ah berucap dengan nada seduktif. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.

“Malam pertama–“

“Membantuku mengolah data hasil penelitian kemarin. Singkirkan pikiran mesummu itu, Cho Kyuhyun!” tegas Rae Ah membuat Kyuhyun menunduk lesu. Rae Ah tertawa pelan menyaksikan tingkah konyol Kyuhyun dengan segala pikiran mesumnya.

“Ayo,”

 

_o0o_

 

Jarum jam menunjuk ke angka tiga, itu artinya sudah menjelang dini hari. Kyuhyun meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Kim Rae Ah benar-benar membuatnya nmenghabiskan malam yang panjang untuk ‘bercinta’ dengan data-data hasil penelitian gadis itu.

Kyuhyun melihat ke samping kanan di mana Rae Ah tadi duduk di sampingnya, menganalisis data-data yang lain. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Tangannya tergerak mengelus kepala Rae Ah yang menelungkup di atas meja.

Setelah puas melakukan kegiatan favoritnya –mengelus rambut hitam Rae Ah Kyuhyun mengangkat tubuh gadis itu untuk dipindahkan ke kamar. Mereka memang mengolah data itu di ruang tengah.

 

Kiss,” Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar gumaman Rae Ah. “Kiss” gadis itu kembali bergumam. Kyyuhyun menggelenngkan kepala lalu mendaratkan bibirnya di kening, kemudian melanjutkan langkahnya.

Pabo! Kiss!!” gumaman Rae Ah meninggi tapi matanya tetap menutup. Kyuhyun mengerti. Bukan di kening.

Kyuhyun menyentuhkan bibir tebalnya pada bibir seksi Rae Ah. Semula hanya menempel namun berubah menjadi kecupan bahkan lumatan saat Rae Ah mengeratkan kalungan tangannya di leher Kyuhyun. bahkan tanpa sadar Kyuhyun kini sudah membaringkan tubuh Rae Ah di atas tempat tidur. Ciuman yang cukup intens.

Kyuhyun terus mencium Rae Ah seolah menyampaikan rasa rindu yang selama dua bulan ini menderanya. Rae Ah mengusap garis rahang Kyuhyun, mendorongnya perlahan agar Kyuhyun mengehentikan ciumannya.

Rae Ah tersenyum lembut di tengah-tengah napasnya yang nmemburu, sama dengan Kyuhyun. laki-laki itu merapikan rambut rae Ah yang menghalangi pandagannya pada wajah sang kekasih.  Keduanya menikmati keindahan wajah masing-masing.

 

“Satu ciuman untuk satu kissing scene. Get it?” ujar Rae Ah. Gadis itu memainan jari telunjuknya di atas permukaan bibir tebal milik Kyuhyun.

“Tidak masalah,” balas Kyuhyun santai. Rae Ah tertawa pelan. Kyuhyun mengedipkan matanya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

Rae Ah beringsut ke dalam pelukan Kyuhyun, membaui aroma maskulin Kyuhyun yang begitu khas. Aroma seorang gentleman. Keduanya sudah nyaman pada posisi untuk mengistirahatkan tubuh  mereka setelah kegiatan melelahkan –menganalisis data. Rae Ah memainkan tangannya di atas dada bidang Kyuhyun sedangkan Kyuhyun memainkan tangannya di tempat yang selalu paling ia sukai, rambut hitam Kim Rae Ah.

 

“Ngomong-ngomong, Bryan ingin kita berkunjung ke Liverpool. Kau tahu, dibanding mmerindukanku yang adiknya, pria es itu lebih mmerindukanmu. Dia bilang sudah lama kalian tidak berbincang. Tsk! Paling berbincang tentang Starcraft,”

“Lusa aku free. Bagaimana?”

Okay. Aku sudah tidak sabar membuat manusia es itu marah,” Kyuhyun tertawa mendengar julukan yang Rae Ah berikan untuk kakak laki-lakinya itu. Manusia es mengatai orang lain manusia es juga? Cih.

Kim Rae Ah dan Bryan Kim atau Kim Kibum menurut orang di luaran sana adalah sepasang saudara yang memiliki sifat sedingin es di Kutub Utara. Namun, entah kenapa sepasang saudara itu akan berubah menjadi orang yang hangat jika sedang bersama Kyuhyun. Mungkinkah karena Kyuhyun orang yang ‘loveable’? Tidak juga. Sifatnya yang jahil sekaligus dewasa yang mungkin menyebabkan kedua orang itu nyaman dan menjadi dirinya sendiri jika bersamanya.

Good night, baby. I love you,” ucap Kyuhyun seraya mencium puncak kepala Rae Ah dan mengeratkan rengkuhannya.

It’s morning already but okay, I love you, too, Kyubi. Good night,

Senyum yang melengkung pada wajah masing-masing menghantarkan keduanya tidur. Melepas rindu yang selama dua bulan mendera. Akibat kesibukan masing-masing, keduanya tidak bisa bertemu meskipun jarak antara London dan Birmingham tidak begitu jauh. Okay, good night, lover.

 

THE END

 

Ini tuh ya, aku bikin gara-gara liat kelakuannya Kyuhyun yang megang-megang dancer. Tadinya mau dibikin Kyuhyun beneran menderita akibat kecemburuan Rae Ah tapi gara-gara liat dia tiba-tiba muncul di TL jadi gak tega. Haha

Oke, aku tau ini ff absurd banget, typo yang banyak, jadi ya harap maklum. Di tengah-tengah kesibukan aku sempetin bikin FF biar gak kaku. Huhu obat stress juga sih sebenernya. Stress yang biasa dihadepin mahasiswa semester 6 😥

Yang kalimat terakhir, good night lover  benean aku ambil dari judl lagunya Yonghwa. Judul yang sama. Sumpah enak banget deh itu lagu. Bukan bermaksud promosi sih haha

Okay, thanks for coming^^

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

23 thoughts on “Jealous [Kyuhyun Version]”

  1. Wow sweet loh crita nya wlpun adegan cmburu tp tetep mnis kesan bca nya wkkwkw
    KiBum oppa, hueee serasa mau jd adek nya bumppa, Haha
    ember dramus it bkin empet loh apalg klo ad adegan kiss nya Hadeh #NyesekDihati

  2. aku jadi rae ah juga gondok kalau liat kyuhyun ngelakuin kissing scene+bed scene –” mana partnernya sok kecentilan lagi…
    Lucunya waktu si rae ah bilang mau habisin malam panjang/? di kamarnya XD pikirannya si kyubi udah menjurus ke hal ‘itu’ XD padahal ‘bercinta’ sama data2 X”D
    mereka kenapa ngga sekalian menikah aja thor? bwahah XD
    oh iya alur nya aku suka^^ terus konfliknya juga ringan/? tapi banyak typo nya:3 mungkin author lagi males ngedit kali yaa? Tapi over all bagussss kok aku suka,
    aku juga baru tau wp ini, jadi aku reader baru kekeke~ salam kenal:3 sekalian mau berkelana ke ff mu yang lain muaaaachh::

    1. udah aku edit dongs. hihi tadi aku buru-buru, kejar-kejaran sama kuliah nulisnya jadi belum sempet diedit. tapi sekarang udah kok.
      iya salam kenal. selamat ngubek2 dan semoga gak keberatan buat ninggalin jejak di tiap ffnya^^

  3. Kapan kyuhyun megang2 dancer?
    Kyubi?!!
    Serius pas dsitu aku ngakak loh mana dah melow2 km tiba2 bil kyubi alamak nongol muka oon naruto hancur sudah mood mellowq hahahahaha.
    Idih kasian tw kalo dia dbikin menderita km ga kasian ama suamiq?
    Udah jerawat pada banyak yg numbuh perut semakin nongol wkwkwkwkwk.
    Fix!!!
    Jeolous versi henry fav aku #lohsalahfokus hahahaha.
    Btw cara penulisan km ad pningkatan.
    Ga tw knp tp gaya tulisanmu agak beda apa cm prasaanq ya?
    Ini lbh rapi dr regret.
    Fighting!!!

    1. Aku aja yang nulis ngakak kok make nama kyubi. Gara-gara kakakku neror terus suruh downloadin Naruto :3
      Eh iya btw perut setan yang satu itu kok makin timbul ya. Ini semua gara2 doyan makan-,-
      Bagus kan berarti kalo ada peningkatan? Hihi btw bedanya dri segi apa tah?
      Anyway, ada pin bb gak? Aku boleh minta? ;;)

      1. kayanya penggunaan bahasa baku pa ya?
        Ga tw jg cm rasanya lebih rapi wkwkwkwk.
        Bacanya lbh enak&ngalir.
        Aku cm ngrasa gt sih.
        Ini ampir2 setipe ma my handsome hubby gt rasa2ny hahaaaha.
        Aku dm twitter ya.
        Hmmmm dia kan sering kluar makan malam ama chang ya gmn ga mw buncit hahaha.
        Bikin lagu di fluttering indo aja ttg kare alamak idup untuk makan dia mah wkwkwkwk

      2. Aaah semoga ke depan lebih baik lagi ya gaya penulisanku. Hihi
        Kok bisa setipe tah? Gk tau lah aku jarang inget sama ff yang udah lalu. Wkw
        Okeee.
        Makanya. Gengnya (kyuline) aja semua anggotanya udh kayak tong sampah. Segala makanan masuk ke perut. Liat aja di fluttering India. Jonghyun Minho mah gak ada bedanya sama Kyuhyun Changmin. Kyuline di otaknya berisi makanan. Haha

  4. Haloooooo kak~~~ reader baru niiiiih 😀 hihihijihi tulisannya loveable banget >a< aku gemeeeeeeessssss.
    beruntung bgt nyasar ke sini hehehe
    aku nyayangin, seharusnya kyu di buat sengsara di sini –‘ yah. muka dia di sexy dancer itu. bnr2 ><

    baca yg lain ya ^^

  5. tuh kan..tuhkan…
    bener kataku, suka sama karakter rae ah sama kyuhyun.. ohh my,,,, mereka berdua bener bener sweet daaah…
    kyuhyun gentle juga lagi, abang gua tambah lope lope sama luuu

  6. panggilan suamiKYU yg baru : Kyubi wwwwwww
    paling rame klo kyu ud omes xoxoxoxo so sweet’a kluar rawwrrrr
    daebak bgt lh couple ini. bodor tp so sweet!!! loploplop~~
    spt biasaa~~ sequel dooong!! bwt ff kisah kyurae yg pjgggggggggggg bgt biar greget 😉

  7. oke kyubi cukup bikin ngakak,,
    tadinya udal melow melow gimana gitu eh pas kyubi keluar gak jadi bermelow ria haha,,
    tadinya ku fikir kyuhyun nya yg cemburu eh ternyata rae ah nya tapi suka lah pas dia ngebujukin rae ah yg lagi cembokur heee,,,

  8. oooooo sweet bgt…ya walaupun ikut nahan napas pas tau adegan kyuhyun…makanya sampe sekarang drama musicak dia q ga nonton….
    takut sahiiittt…hyhuhuhuhuhu

  9. Masalahnya sebenernya klise sih cemburu ya sesuai judul ff nya, tp entah knp klo sambil bayangin couple ini masalah apapun kesannya ya lucu2 gmn gtu hehehe marah2 tp ujungnya sayang2an lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s