Reason Part 1

Sabtu sore. Jalanan utama untuk para pecinta fashion dan semacamnya, Zeil (The Fifth Avenue German) tampak begitu ramai. Turis asing pecinta barang-barang mahal memenuhi setiap sudut department store berlantai sepuluh itu.

Sambil menyesap latte kesukaannya, gadis dengan jaket berwarna oranye itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe. Sebuah kafe yang memiliki interior sederhana namun tetap tampak mewah. Nuansa Asia bagian timur terasa cukup kental. Ia jadi berpikir, mungkin pemiliknya sangat menyukai negara-negara di Asia Timur atau malah pemiliknya adalah orang Asia Timur asli.

Desahan panjang keluar dari bibir merah mudanya. Menyimpan cangkir berisi latte itu di atas meja lalu menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa berwarna oranye. Satu hal yang membuatnya selalu datang ke tempat ini setiap sabtu sore. Kafe ini memiliki sofa berwana oranye, warna yang begitu ia gilai.

 

 

“Lusa aku dan Frank akan ke Munich. Sebentar lagi Oktoberfest akan berakhir,” gadis itu hanya menatap sekilas ke arah temannya yang baru datang. Pandangannya kemudian ia buang ke arah luar. Terlalu malas meladeni temannya sejak tiga tahun ia tinggal di Frankfurt ini. Suasana hatinya sedang buruk.

“Nicola, kau mau ikut?” Gadis berambut hitam kecoklatan yang baru datang itu kemudian menyesap latte milik gadis yang disebutnya dengan nama Nicola itu. Beruntung Nicola sedang dalam suasana hati yang buruk. Tidak ada teriakan tak terima karena latte kesukaannya disentuh orang lain. Ia sedang malas.

Nicola mendelik, “sudah berulang kali kukatakan, jangan pernah memanggilku dengan nama itu, Anna! Telingaku sakit mendengarnya,” hatiku juga sakit mendengar nama itu.

Anna mengangkat kedua tangannya seperti seorang pengedar narkoba yang tertangkap oleh polisi. “Bagaimana? Kau ikut?” sekali lagi Anna bertanya. Nicola menggeleng. Oktoberfest dan festival-festival lainnya sudah ia putuskan tidak akan pernah ada dalam daftar kunjungannya, sejak tiga tahun lalu.

Anna melipat tangannya di depan dada. Menatap Nicola dengan kesal, “tinggal di Jerman tanpa pernah mengunjungi Oktoberfest sama saja dengan kau tidak pernah tinggal di sini. Frankfurt membosankan, kau tahu. Ayolah!”

Nicola diam. Bukan apa-apa. Gadis itu hanya terlalu takut untuk datang ke acara seperti itu. Lagipula ia pernah datang ke Oktoberfest dan itu memang sangat menyenangkan. Dulu. Beberapa tahun lalu. Sebelum kejadian menyakitkan itu menghampirinya.

“Nic, okay, Kim,” Anna meralat panggilannya, “seorang teman akan bergabung dengan kami. Kau harus ikut untuk menemani temanku!”

“Dia bisa mengajak temannya,”

“Dia tidak punya teman selain kami. Dia baru beberapa bulan tinggal di Frankfurt,”

“Aku tidak tertarik dengan acara-acara seperti itu. Kau tahu itu, Anna,”

“Astaga. Aku rasa, sebaiknya kau kembali ke Korea atau Amerika saja. Sudah tiga tahun tinggal di Jerman dan kau hanya berputar-putar di sekitaran rumah, kantor, dan kafe ini. Demi Tuhan! Nicola, hidupmu menyedihkan sekali,”

Anna berbicara panjang lebar dalam satu kali tarikan napas. Ini bukan pertama kalinya ia mengajak Nicola pergi ke suatu tempat. Selalu. Gadis itu selalu menolak ajakannya. Hanya dengan alasan malas. Menyebalkan, bukan?

Nicola tidak menggubris perkataan Anna. Terlalu malas. Dalam benaknya, hanya terpikir bagaimana cara menyingkirkan Anna dari hadapannya. Satu-satunya orang yang selalu menempel sejak pertama kali Nicola menginjakkan kaki di Jerman sebagai General Manager di sebuah perusahaan properti.

 

“Tidak memesan makanan?”

Tiga tahun bersama Anna tentu sedikit banyaknya membuat Nicola tahu kebiasaan gadis itu. Bertanya tentang makanan memang cara yang ampuh. Terbukti. Tanpa merasa perlu menjawab Nicola terlebih dulu, Anna langsung mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.

Nicola akhirnya mendesah lega. Setidaknya, dengan Anna sibuk memesan makanan, ia bisa memikirkan berbagai macam alasan agar tidak dipaksa bergabung dengannya dan Frank.

 

_o0o_

 

“Jadi Kim, kau akan ikut, kan?”

Astaga. Kenapa kali ini sulit sekali mengalihkan perhatian Anna? Bahkan gadis itu tetap menanyakan hal yang sama dengan mulut penuh makanan.

Well, no! Tidak, Anna! Aku sama sekali tidak tertarik dengan tempat-tempat seperti itu,” sergah Nicola dengan wajah kesal.

Anna mencibir. Namun sedetik kemudian gadis itu melambaikan tangan ke arah pintu masuk di belakang Nicola. Nicola memutar bola matanya malas.

 

“Kau terlambat tiga puluh menit,” tegas Anna pada seorang laki-laki tinggi yang berdiri di samping meja mereka. Nicola terlalu malas untuk sekadar melihat wajah orang itu. Oh, dari tadi ia memang sedang malas melakukan apapun. Well, she’s always like that in every moment.

“Aku baru selesai rapat,” dari suaranya Nicola bisa menebak laki-laki itu bukanlah Frank yang disebutkan Anna tadi. Baru kali ini Nicola mendengar suara itu.

“Ini hari Sabtu, Cho Kyuhyun! Astaga, kenapa aku selalu dikelilingi orang-orang penggila kerja?!”

Nicola menolehkan wajahnya ke arah laki-laki yang baru diketahui bernama Cho Kyuhyun. Entah kenapa tiba-tiba saja ia merasa penasaran. Mungkin karena nama itu tidak asing baginya. Nama khas orang Korea. Sama dengannya.

“Tidak menyuruhku duduk?”

“Oh, tentu. Silakan duduk!” Anna menggeser tubuhnya hingga kini ia berada di dekat jendela. Laki-laki itu duduk di samping Anna.

 

“Jadi, untuk apa memintaku kemari?” Tanya laki-laki itu setelah melirik Nicola sekilas.

Nicola memperhatikan laki-laki yang kini duduk di hadapannya itu dengan seksama. Wajahnya cukup tampan dengan mata yang besar. Wajah khas orang-orang Asia. Pipinya sedikit tembam. Hidung mancung dan kulitnya putih pucat. Pakaian musim gugur yang dipakainya terlihat sangat pas. Badannya terlihat tegap.

“Untuk mengenalkanmu dengannya. Kalian akan menjadi partner di Munich nanti,”

Seketika Nicola memalingkan wajah karena bersamaan dengan itu Kyuhyun menoleh ke arahnya. Oh, apa laki-laki itu sadar bahwa dirinya tengah menilai penampilannya?

“Aku tidak tertarik,” gumam Nicola tanpa menoleh. Dahi Kyuhyun mengerut dalam.

Demi Tuhan, ini tidak bisa dipercaya. Baru kali ini seorang Cho Kyuhyun diabaikan oleh seorang gadis. Astaga. Harga dirinya.

“Berhenti menolak, Nicola Kim! Aku tidak mau tahu, kau harus–”

“Ikut. Ya, baiklah! Aku ikut asal kau berhenti menyebut nama itu. Harus berapa ribu kali aku mengatakannya, Anna?” potong Nicola cepat. Telinganya sudah sangat gerah hanya untuk mendengar ocehan Anna. Baiklah, sekali ini saja. Untuk kali ini ia akan mengalah dan pergi dengan Anna. Ya Tuhan, gadis itu menyusahkan saja.

“Aku tahu kali ini kau tidak akan menolak,” ujar Anna bangga karena pada akhirnya berhasil membuat seorang Nicola menyetujui ajakannya. Nicola hanya berdecak kesal. Jika saja Anna sedikit lebih peka, gadis itu pasti dapat menangkap raut menyedihkan pada wajah Nicola.

“Sebaiknya kalian berbicara dulu. Aku ada janji dengan Frank, malam ini. Sampai jumpa besok,” Anna beranjak dari tempatnya. “Menyingkir, Kyuhyun!”

 

_o0o_

 

Hari mulai gelap. Matahari telah tergantikan oleh bulan. Hampir dua pulih menit mereka –Kyuhyun dan Nicola terus diam tanpa mengatakan sepatah katapun semenjak kepergian Anna.

Kyuhyun mencibir dalam hati. Pertama kali dalam dua puluh delapan tahun hidupnya, seorang gadis mengabaikan, seolah tidak peduli terhadap eksistensinya. Ini menyebalkan. Tapi menarik. Tantangan seperti apa yang akan ia hadapi nantinya jika ingin mendekati gadis ini.

“Aku rasa kita belum berkenalan secara resmi. Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun,” satu hal lagi yang menyebalkan dalam hidup Kyuhyun. Harus memulai perkenalan lebih dulu. God! It doesn’t his style!

“Kim Rae Ah,”

Tangan Kyuhyun yang berada di pangkuannya mengepal dengan sendirinya. Gadis ini benar-benar menyebalkan. Bodoh. Sok jual mahal. Mengabaikan laki-laki sesempurna dirinya.

“Tadi Anna memanggilmu–”

“Kim Rae Ah. Memangnya ada yang salah dengan namaku?”

Kali ini rasanya Kyuhyun sangat ingin meninju apa saja benda yang ada di hadapannya. Nada ketus dan tatapan-tidak-suka yang gadis itu tunjukkan sungguh menjatuhkan harga dirinya. Hei, harusnya dia, Kyuhyun, yang melakukan itu!

“Tidak. Hanya saja–”

“Maaf, Tuan. Aku harus pergi. Sampai jumpa di Munich!” Nicola berbenah. Mempersiapkan diri untuk pergi dari hadapan Kyuhyun.

Sebenarnya dari tadi Nicola sudah ingin pergi. Hanya saja ia masih memikirkan sopan santun untuk tidak langsung pergi. Kali ini ia sudah tidak tahan. Suasana hatinya sedang tidak bagus dan ia sedang tidak berminat berada diantara orang asing. Baiklah, Nicola tidak pernah nyaman duduk dengan orang asing.

“Biar kuantar,” tawar Kyuhyun.

“Terima kasih tapi aku membawa mobil,”

Sekali lagi Kyuhyun mengumpat dalam hati. Gadis bernama Kim Rae Ah atau Nicola –atau siapalah itu telah menjatuhkan harga dirinya. Harga dirinya benar-benar jatuh!

 

Cho Kyuhyun. Pewaris tunggal CH Group, salah satu perusahaan raksasa yang berpusat di Frankfurt dengan cabang di berbagai belahan dunia, digilai para gadis sejak kecil, dan kini diabaikan. Bahkan menolak tawaran untuk mengantarnya pulang yang baru kali ini ia lakukan. Gadis-gadis di luar sana bahkan rela berbohong hanya untuk bisa satu mobil dengannya.

Dengan perasaan kesal yang memuncak Kyuhyun pun berdiri. Bertekad dalam hati. Gadis itu, Kyuhyun akan membuatnya bertekuk lutut. Terperangkap ke dalam pesonanya hingga tidak bisa keluar lagi.

Matanya tertuju pada sebuah benda berwarna oranye yang tergeletak di atas sofa yang tadi Nicola duduki. Sebuah dompet. Kyuhyun menyambarnya dengan rencana licik yang langsung menghampirinya.

Tidak salah lagi. Dompet ini milik gadis yang mengaku bernama Kim Rae Ah dan dipanggil Nicola oleh Anna. Kyuhyun menyeringai. I’m ready to ruin your life, Nicola.

 

_o0o_

 

Entah ini hanya perasaannya saja atau mungkin memang begitu adanya. Malam ini terasa sangat mencekam dengan hawa dingin yang menusuk tulang. Nicola merapatkan jaketnya. Bersandar pada mobil. Menatap air danau yang cukup tenang. Helaan napasnya terdengar berat.

Bayang-bayang masa lalu berputar tanpa perlu ia menekan tombol on. Masa lalu menyakitkan yang membawanya terdampar hingga ke Frankfurt. Dibuang oleh keluarganya sendiri karena satu kesalahan yang pernah dibuatnya.

Sudah tiga tahun sejak ia diasingkan. Ia meindukan keluaganya. Apakah keluarganya masih tinggal di Los Angeles? Atau sudah pindah ke Korea? Nicola benar-benar diasingkan. Tidak ada satupun keluarga yang menghubunginya. Tidak ayah, ibu, ataupun– kakaknya.

 

Dulu –dulu sekali, Kim Rae Ah tidak sedingin saat ini. Selalu ceria bahkan mudah bergaul dengan orang asing sekalipun. Pribadi yang hangat dan menyenangkan itu menghilang bersamaan dengan pengasingan dirinya ke salah satu negara di Eropa ini.

Kim Rae Ah kadang merindu. Ia rindu dengan dirinya yang berkepribadian hangat. Rindu tersenyum, mengunjungi berbagai tempat yang memiliki keindahan alam dan budaya, dan tidak mengabaikan orang asing yang ingin dekat dengannya. Entahlah, rasanya saat ini begitu sulit untuk Kim Rae Ah kembali seperti itu. Ia merasa tidak pantas memiliki kepribadian seperti itu. Merasa sangat tidak pantas.

Setiap kali Anna mengajaknya pergi, ingin sekali ia langsung mengangguk setuju. Namun, seperti ada sesuatu yang menghalanginya. Dan ketika Kyuhyun mengajaknya berkenalan, ia sama sekali tidak berniat mengacuhkannya. Laki-laki setampan Kyuhyun tidak pantas diacuhkan. Lagi-lagi seperti ada tembok  yang menghalanginya.

 

_o0o_

 

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran besar. Hening sejenak. Memikirkan kejadian hari ini yang membuat harga dirinya terlukai. Bertemu dengan seorang gadis yang bahkan tidak memiliki ketertarikan sedikitpun padanya. Ya, Tuhan. Harga dirinya benar-benar terluka. Ia bahkan harus memulai perkenalan lebih dulu dan menawarkan tumpangan untuk gadis itu.

Teringat sesuatu, Kyuhyun merogoh saku jas yang masih melekat sempurna pada tubuhnya. Diambilnya sebuah dompet berwarna oranye. Milik gadis itu. Lama Kyuhyun menimbang-nimbang apakah ia akan membuka dompet tersebut atau tidak. Ia penasaran ingin melihat kartu identitas pemiliknya.

Kyuhyun bingung. Gadis itu mengaku bernama Kim Rae Ah sedangkan Anna memanggilnya Nicola. Gadis itu juga terlihat tidak suka saat Anna memanggilnya dengan nama itu. Memangnya apa yang salah dengan sebuah nama?

Menggedikkan bahu tak peduli. Dibukanya dompet berwarna oranye itu. Hanya ada beberapa lembar uang Euro dan beberapa kartu kredit. Well, sepertinya gadis ini memang kaya. Beberapa kartu kredit yang dikeluarkan oleh beberapa bank internasional cukup untuk membuktikan bahwa gadis itu kaya. Pasalnya Kyuhyun juga memiliki kartu-kartu itu. Tangannya kemudian mengambil sebuah kartu yang menjadi tujuan utamanya membuka dompet ini. Kartu identitas.

 

“Nicola Kim, warga negara Amerika. Jeas-jelas namanya Nicola. Kenapa dia mengaku Kim Rae Ah? Cih, mau menipuku, nona?” Kyuhyun mencibir seraya menunjuk-nunjuk foto Nicola.

Tidak lama kemudian Kyuhyun tersenyum simpul. Senyuman yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun. Senyuman yang menghilang sejak kematian kedua orang tuanya belasan tahun lalu. Jika orang-orang terdekat yang sudah tahu Kyuhyun luar dalam, mereka pasti akan mengabadikan senyum itu.

Wajah cantik, garis rahang yang indah, mata yang lumayan bulat, hidung mancung, kulit putih, dan senyum indah yang terlihat pada sebuah foto, itulah yang membuat Kyuhyun tersenyum. Entah kenapa Kyuhyun merasa tertarik melihat foto itu. Foto Nicola.

Kyuhyun meraba dada krinya. Ada desiran aneh pada tubuhnya dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Hanya dengan melihat fotonya tubuh Kyuhyun sudah bereaksi seaneh ini. Apa ini? Jatuh cinta pada pandangan pertama? Tidak mungkin. Hal seperti itu tidak ada, bagi Kyuhyun.

 

Dengan kesal Kyuhyun kembali memasukkan barang-barang yang ia keluarkan pada dompetnya. Uang, kartu kredit, kartu identitas, dan terakhir foto. Kyuhyun merasa berat memasukkan kembali foto itu ia ingin melihatnya lebih lama. Sedetik kemudian, foto itu tidak masuk kembali ke tempatnya melainkan ke sebuah dompet hitam milik Kyuhyun. Kyuhyun– hanya ingin menyimpannya. Tidak lebih.

Tersenyum puas lalu meletakkan kedua dompet itu di atas nakas. Beranjak dari tidunya untuk membersihkan diri lalu pergi tidur. Iatidak sabar ingin kembali bertemu dengan Nicola. Tentu saja untuk melancarkan tekadnya membuat gadis itu bertekuk lutut pada pesona yang dimiliki seorang Cho Kyuhyun.

 

TBC

 

Apa yang kalian pikirkan tentang ff ini? Aku sih, yes. Halaah apalah apalah.

Tadinnya aku pngen nulis ini ff abis Regret sama Fate tamat, tapi ini cerita udah gak bisa dibendung lagi. Maaf buat yang nunggu ff-ff lain belum bisa aku lanjut. ini udah lama aku tulis sebenernya. hihi

part 1 ini sengaja aku bikin pendek. Anggap aja teaser ya^^

Well, thanks for coming^^

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

39 thoughts on “Reason Part 1”

  1. Ahhh ini keren! Sungguh sangat dinantikan kelanjutannya thor. Aigoo… Aku suka cerita kaya gini. Bosen bgt baca ff yg kyunya cool, kali2 harus cwnya yg cool. And I like it ^^
    Semangat nulisnya ya thor 😀

  2. hai….hai… AQ nemu blog ini dr temen, seru jg sieh baca ff ini, kyu ky kebakaran jenggot gara2 dicuekin ma rae ah..sekali2 emang kyu hrs dibikin ngejar2 Cewek koq, ga dia mulu yg dikejar2….he he

  3. Omo ini Keren sekali thornim.. Ceritanya membuat penasaran. Kyuhyun kali ini image nya beda sekali 😀 next part panjangin juga boleh authornim dan keep writing

  4. Haloow ka, aku reader baruuu 😀
    Aku dapet rekomendas(keliatan ini ff dari temen fb yg katanya Kyuhyunnya ga kayak di ff” lain yg ceritanya jadi cowo cool trus jatuh cintrong sama cewe kalem kalo ga ya sama cewe berandal.
    Tapi disini agak sedikit beda ya, walaupun Kyuhyunnya (keliatan) dingin tapi masih kalah dingin sama main cast cewenya si Nicola aka RaeAh XD
    Bagus kak emang skali” Kyuhyunnya itu dibikin berjuang ekstra buat ngedapetin cewenya hahahah XD
    Ah iya ijin baca” ffmu yg lain ya kak, fighting!!!

  5. Aah, suka bgt sama ceritanya.. baru kali ini cast ceweknya yang dingin~ sbenarnya dimasa lalu kim rae ah knapa? kok dia gak mau dipanggil nicola ya? ditnggu ya lanjutannya author-nim ^^
    btw, salam kenal.. reader bru di blog ini 😀

  6. Rae Ah sok jual mahal XD jangan sok jual mahal ntar cinta lhooo XD
    masih penasaran kenapa rae ah ngga mau di panggil nicola:3
    ditunggu part selanjutnyaaa~

  7. jadi banyakk alasannya ini
    ttg nicola kim
    hmmm…masa lalu yng gimana sampe keluarganya ga mau ngakuin
    dan nicola kim yang berubah jadi lebih dingin

    like
    liat kyu beraksi bikin rae ah bertekuk lutut

  8. Ada apa dengan rae ah ??
    Kenapa dia gak suka’ di panggil nicola ??
    Apa yang membuat ia di asingkan ??
    Dan ada kenangan menyakitkan apa hingga membuat rae ah merasa tidak pantas lagi bersikap hangat terhadap orang lain ??
    Begitu banyak pertanyaan yang harus di jawab dalam ff ini.
    Menarik banget untuk part 1 nya.
    Aku bener” suka’ dan gak sabar nungguin part selanjutnya.

  9. hohoo,,keren,,aq ska alurnya,,,pnsran kslahan ap.yg d perbuat am nicole ampek d asingkan am kelurganya k jerman ok next,,

  10. Ffnya menarik banget.
    Bikin penasaran sama kelanjutan ceritanya.

    Penasaran banget sama masalalu Rae Ah. Kira-kira apa penyebab Rae Ah bisa gk dianggep lagi sama keluarganya,…???
    Terus, apa penyebab Rae Ah berubah,…???

    Penasaran juga, kira-kira nanti Rae Ah bakal terpesona dan jatuh cinta gk, sama Kyuhyun,…???

  11. Hai authornim izin baca ya hehe
    Btw ini ceritanya nenarik hloh unn hihi
    Penasaran kenapa nicole sampe diasingkan sama keluarga, aku jadi mikir mereka jahat huhu
    Kyuhyun awas ntar malah senjata makan tuan wkwk

  12. Hai hai hai…. Baru sempat lagi berkunjung ke blog ini, dengan penname baru juga. Kangen juga dengan couple ini. Hhahaha… Apalagi aku langsung suka dengan karakter Kyu Hyun disini. Awalnya aku kira masa lalu Rae Ah ada hubungan ma Kyu, eh nyatanya tidak. Okelah, meluncur ke part berikutnya 😀

  13. nicole penuh misteri …..
    kyu langsung suka aj ma nicole…
    lanjut baca ga sabar pingin tau sosok nicole dn masa lalunya kesalahan apa yg bikin nicole diasingkan

  14. annyeong reader baru ijin bc ff yaa..
    crita’y seru biar aja si kyu di bikin pnasaran sm rae ah.. trs knp si rae ah di asingkan k Jerman yaa.. smga aja si kyu tertarik sm rae ah

  15. masih ga ngerti ceritanya*mian
    mungkin efek baru baca part 1
    btw,knp rae ah ga mau di panggil nicola
    terus knp dia di asingkan?
    oke cus part 2.

  16. Kim Rae Ah sudah menjatuhkan Harga diri seorang Cho Kyu Hyun kkkkk mau membuat Rae Ah bertekuk lutut? Awas loh Kyu nanti kamu sendiri yang malah bertekuk lutut, sampe tergila-gila pula 😁
    Btw Rae Ah ngotot banget gk mau dipanggil Nicola, apa masalahnya dengan nama itu? 🤔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s