Jealous [Kibum Version]

God! Is it true? Siwon will debut in Hollywood! He’s so fuckin’ awesome!”

Teriakan seorang gadis yang berada di meja paling sudut sebuah restoran di Los Angeles mengundang perhatian seluruh pengunjung. Gadis itu tidak sadar jika dirinua tengah menjadi pusat perhatian. Terlalu fokus membaca rumor tentang idola kesayangannya yang akan debut Hollywood.

Song Yoon Ri. Gadis Korea yang lahir dan dewasa di Los Angeles, California. Seorang mahasiswa Pascasarjana di Universitas Harvard. Seorang gadis yang sudah jatuh cinta pada negara tempat ayahnya dilahirkan sejak sang ibu menceritakan segala hal tentangnya, Korea Selatan.

Seorang gadis yang mengidolakan Choi Siwon. Hanya Choi Siwon. Ia tidak peduli pada dunia hiburan Korea lainnya jika tidak berhubungan dengan Siwon. Termasuk Super Junior, ia tidak peduli sama sekali. Ia hanya melihat mereka tampil bersama Siwon. Bahkan nama masing-masing anggotapun tidak ia ketahui.

Siwon is the most important thing, as always. What are you doing?” Seorang laki-laki dengan dandanan aneh menghampiri Yoon Ri. Laki-laki itu memakai topi hitam, kacamata hitam, jaket hitam yang menutupi hingga setengah wajah. Padahal matahari LA cukup menyengat hari ini.

Yoon Ri tidak merespon. Laki-laki itu menggebrak meja untuk menarik perhatian Yoon Ri dan berhasil. Gadis itu mendongak. Kedua matanya seketika melebar, terkejut mendapati seseorang yang dirindu kini berada di hadapannya. Dengan antusias Yoon Ri berdiri lalu memeluk laki-laki itu dengan sangat erat.

Yoon Ri mengerutkan dahi saat dirasanya laki-laki itu tak memberi respon apapun apalagi membalas pelukannya. Dilepasnya pelukan itu lalu menatap heran laki-laki itu. “What’s wrong?” Tanya Yoon Ri.

Laki-laki itu tidak menjawab. Ia duduk di hadapan Yoon Ri. Dengan kesal Yoon Ri ikut duduk. Menelisik laki-laki yang belum membuka alat penyamarannya tersebut dengan tatapan tajam. Tingkahnya aneh sekali. Sungguh. Laki-laki itu bahkan tidak pernah menyamar jika akan memuinya. Kenapa hari ini menyamar? Seperti dia terkenal saja di LA.

“Kim Kibum, hari ini tingkahmu aneh sekali,” Yoon Ri melipat tangannya di depan dada lalu menyandarkan punggungnya pada punggung kursi. Laki-laki yang dipanggil Kibum itu menghela napas pelan lalu membuangnya.

Tangannya bergerak untuk melepas topi, kacamata, lalu jaketnya. Yoon Ri menatap Kibum yang sedang melepas jaket tersebut dengan bosan. Cih. Sudah tahu tidak bersahabat dengan panas. Yoon Ri mencibir dalam hati. Gadis itu bersabar menunggu Kibum menjawabnya.

“Aku tidak merasa aneh,” jawab Kibum pada akhirnya. Yoon Ri berdecak sebal. Menunggu lama dan Kibum hanya mengucapkan itu. Benar-benar gaya seorang Kim Kibum. Menyebalkan.

“Memakai topi, kacamata, jaket yang semuanya berwarna hitam. Seperti seorang aktor terkenal yang sedang menyamar saja,” cibir Yoon Ri.
“Aku memang seorang aktor,” tukas Kibum.
“Ayolah, aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu. Aku seorang psikolog. Ingat?” Kibum mendecih. Salahnya yang sudah jatuh cinta pada seorang psikolog. Tidak ada yang bisa ia senyumbikan

“Apa yang sedang kau baca? Berita tentang Siwon?” Kibum mencoba mengalihkan pembicaraan. Well, Kibum melupakan fakta bahwa pertanyaannya justru berhubungan erat dengan tingkah anehnya hari ini.
“Ya. Siwon dikabarkan akan debut di Hollywood. Bukankah itu keren?” Jawab Yoon Ri antusias. See? Yoon Ri memang lupa dengan firasat anehnya tentang Kibum tapi itu justru berhasil menambah kekesalannya.

Ok. Kibum datang kemari sebenarnya dengan perasaan kesal yang luar biasa. Bagaimana tidak? Ketika rumor tentang Siwon itu turun, Siwon memang berada di Amerika dan bahkan sedang di rumahnya. Sahabatnya itu memaksa ingin berkenalan dengan Yoon Ri. Untuk itulah ia merasa kesal.

Siwon lebih tampan, lebih kaya, db lebih terkenal darinya. Bagaimana jika Yoon Ri berpaling? Tidak. Kibum tidak akan sanggup jika Yoon Ri berpaling.

“Dia tidak akan debut Hollywood. Percaya padaku,” ucap Kibum ketus. Yoon Ri mengernyit heran. Kibum memang terkenal sebagai laki-laki yang sangat irit bicara tapi tidak jika mereka sedang berdua. Kibum selalu banyak bicara jika mereka bertemu.

“Hei, sebenarnya ada apa denganmu? Ketus sekali,”
“Tidak ada,”
“Sungguh?”
“Sungguh!”

Benar. Memang ada yang aneh dengan laki-laki yang menjadi kekasihnya sejak lima tahun lalu ini. Sebuah pemikiran tiba-tiba muncul di otaknya. Dari tadi mereka hanya menyebut Siwon, bukan? Apakah Kibum sedang cemburu?

“Baiklah, aku percaya,” Yoon Ri menganggukkan kepalanya yang saat ini dipenuhi oleh ide licik untuk membuktikan kebenaran dari pemikirannya. “Omong-omong, Siwon sedang di US. Bukankah kau temannya?”

“Apa hubungannya Siwon sedang di US dengan statusku sebagai temannya?”

“Aku ingin bertemu dengannya. Kumohon, ajak dia bertemu. Aku ingin sekali melihatnya dari dekat, mengobrol face to face,

Kibum mengerang dalam hati. Apa bagusnya sih seorang Choi Siwon? Apa foto-foto nerd yang Siwon upload di akun media sosialnya tidak cukup untuk membuat kekasihnya ini berhenti mengidolakan putra Choi Kiho tersebut? Apa perlu ia membongkar segala kelakuan buruknya?

“Kibum,” rengek Yoon Ri. Gadis itu tersentak melihat Kibum menatapnya dengan kesal. Song Yoon Ri bodoh, kau telah membuat Snow White tampan itu marah. Tiba-tiba saja ia merasa takut melihat wajah Kibum. Ia memang ingin menggoda Kibum tapi ia tidak akan sanggup melihat kekasihnya marah. Astaga.

“Berhenti, Song Yoon Ri! Berhenti membicarakan Choi Siwon di hadapanku!” Ucap Kibum pelan namun tajam. Penuh penekanan pada setiap kalimatnya. Keinginan Yoon Ri untuk menggoda Kibum muncul kembali. Jelas Kibum sedang cemburu.

“Kenapa? Kau cemburu?” Goda Yoon Ri.
Me? Jealous? Hah! No,” Yoon Ri bersorak dalam hati. Kibum benar-benar sedang cemburu. Bagus, hal yang tidak pernah Kibum akui. Hari ini ia harus membuat Kibum mengakui kecemburuannya. Harus.

Oh, bayangkan saja. Selama lima tahun menjalin hubungan, tidak pernah sekalipun Kibum mengakui jika dirinya sedang cemburu meskipun Yoon Ri dapat merasakannya. Seringkali ia memancing Kibum agar laki-laki itu mengaku cemburu namun selalu gagal. Kibum selalu memiliki cara untuk mengalihkan kecemburuannya.

“Kalau begitu telepon Siwon dan ajak dia bertemu,”

“Kau pikir dia tidak sibuk?” Kibum mengepalkam tangannya di bawah meja. Tiba-tiba saja ia ingin pulang untuk mencakar wajah Siwon agar ketampanannya mengelupas.

“Kibum, ayolah. Sekali saja pertemukan aku dengan sahabatmu itu,” bujuk Yoon Ri. Terlepas dari niatnya menggoda Kibum, ia memamg sangat ingin bertemu langsung dengan Siwon.

Kibum memutar bola matanya malas. Tidak mau memedulikan Yoon Ri yang terus merengek meminta bertemu dengan Siwon, memainkan permainan di ponselnya.

Ia mengumpat kasar saat permainannya terganggu oleh panggilan masuk dari Siwon. Sangat menyebalkan. Kibum menolak panggilan itu. Ada urusan apa memangnya Kuda itu menelepon?

Damn!” Yoon Ri terkejut mendengar Kibum kembali mengumpat. Sedetik kemudian laki-laki itu menempelkan ponsel pada telinga kirinya.

“Apa?… Tidak.… sudah kubilang tidak, ya tidak… apa? Aku tidak menyalakan GPS,” Kibum menatap Yoon Ri sekilas. Ia mengernyit heran melihat Yoon Ri membelalakkan matanya dengan mulut terbuka lebar. Penasaran, Kibum mengikuti arah pandang Yoon Ri.

Seandainya ada pistol, ia akan menarik pelatuknya lalu menembak seseorang yang kini berdiri dengan ponsel menempel di telinga, tersenyum dengan tangan melambai. Choi Siwon. Demi Tuhan, kibum ingin sekali mencakar muka sahabatnya itu.

Untuk apa Siwon menelepon kalau sudah mengetahui keberadaannya? Bahkan kuda itu juga meminta Kibum menyalakan GPS. Menyebalkan sekali.

“Apa yang kau lakukan, bodoh?” Teriak Kibum seraya berdiri. Siwon mengangkat bahu tak peduli, melewati Kibum lalu duduk di samping Yoon Ri yang masih memasang wajah bodohnya.

Kibum mengerang. Ia kembali duduk dengan rasa kesal yang sudah memuncak di ubun-ubun. Kali ini ia benar-benar ingin membunuh seorang Choi Siwon.

“Kau pasti Song Yoon Ri, kan?” Tanya Siwon, membawa kembali kesadaran Yoon Ri. Yoon Ri mengerjap lalu mengangguk kaku.

Apa-apaan gadis itu? Di depanku saja tidak pernah segugup itu.

“Kau jahat sekali, Kibum. Menyembunyikan gadis secantik nona Song,” pipi Yoon Ri merona. Disebut cantik oleh aktor dan penyanyi sekaliber Siwon terlebih laki-laki itu adalah idolanya. Bermimpi pun ia tidak pernah.

“Senang bertemu denganmu, nona Song. Aku selalu meminta Kibum mengenalkan kekasihnya tiap kali kami berada di sini tapi selalu ditolak,”

Yoon Ri terkejut mendengar penuturan Siwon. Benarkah? Kibum tidak pernah bercerita.

Tunggu, ia melupakan Kibum karena terlalu asyik menikmati ketampanan Siwon. Astaga, ini bencana. Dengan penuh kehati-hatian Yoon Ri melihat ke arah Kibum. Bingo! Kibum terlihat sangat kesal.

“Kenapa kau diam saja, Kibum?” Rupanya Siwon juga menyadari ‘kebisuan’ Kibum.
“Lanjutkan saja acara perkenalan kalian. Lupakan aku,” jawab Kibum ketus. Memalingkan wajah ke arah jendela. Siwon tersenyum dalam hati. Sejak dulu ia selalu ingin melihat ekspresi Kibum yang sedang cemburu seperti ini. Siwon memang sengaja membuat Kibum cemburu. Tentu saja untuk membalas dendam.

Dulu Kibum pernah cemburu ketika Heechul lebih memerhatikan Kyuhyun sedangkan terhadap Siwon yang saat itu juga lebih memerhatikan Kyuhyun, Kibum biasa-biasa saja. Padahal Kibum dan Siwon tidak kalah dekat oleh kedekatan Kibum dengan Donghae atau Heechul. Cemburu yang dimaksud Siwon adalah kecemburuan seorang adik terhadap kakaknya, tidak lebih. Mereka masih normal, sangat normal.

“Jika itu maumu,” timpal Siwon dengan seringaian tersungging di wajah tampannya. Yoon Ri hanya melongo melihat Kibum bertingkah seperti itu. Sungguh, ini partama kalinya Kibum terlihat kesal karena cemburu. Siwon memang ajaib. Mampu membuat seorang Kim Kibum cemburu.

“Aku sering mendengar cerita tentang dirimu dari Kibum. Aku benar-benar ingin bertemu langsung denganmu tapi manusia salju kekasihmu itu selalu menolak. Menyebalkan sekali,”

“Tuan Choi, boleh aku mengakui sesuatu?” Yoon Ri sudah mulai menikmati obrolannya dengan Siwon. Jujur saja ia gugup. Gugup karena sedang berbicara dengan idolanya sekaligus gugup melihat wajah kesal Kibum yang seperti bom yang siap meledak kapan saja.

“Silakan,”
“Aku penggemarmu,”
“Benarkah? Kibum tidak pernah mengatakannya,”Siwon terlihat begitu antusias mendengar pengakuan Yoon Ri. Yoon Ri mengangguk.
“Kalau begitu kita harus berfoto. Ayo,” Siwon mengeluarkan ponsel laku menyodorkannya pada Kibum.

Kibum dengan wajah cemberutnya menatap malas ponsel yang disodorkan oleh Siwon. “Aku pergi,” alih-alih mengambil ponsel Siwon, Kibum beranjak dari duduknya. Menenteng jaket hitamnya, memakai topi dan kacamata lalu beranjak. Kibum pergi meninggalkan dua orang yang telah membuatnya kesal tersebut.

Yoon Ri dan Siwon melongo. Beberapa saat kemudian Yoon Ri sadar dengan apa yang terjadi. Kibum marah, benar-benar marah. Dengan gerakan tergesa Yoon Ri menyusul Kibum bahkan tanpa permisi pada Siwon. Melewati laki-laki yang menjadi idolanya itu begitu saja.

Yoon Ri mengejar Kibum yang sudah berada di luar. Beruntung Kibum berjalan biasa malah terkesan cukup pelan. Dengan begitu ia dapat menyusul dan menahan lengan Kibum.

Kibum bergeming. Laki-laki itu tetap meneruskan langkahnya. Yoon Ri mencelos. Jadi seperti ini jika Kibum marah -atau lebih tepatnya cemburu? Astaga, menyusahkan sekali.

“Kenapa pergi?” Kibum tidak menghiraukan pertanyaan yang terus meluncur dari mulut Yoon Ri tersebut. Ia terus berjalan sedangkan Yoon Ri terus-terusan memintanya untuk berhenti. Kibum baru berhenti ketika kakinya sudah berdiri di tempat dimana Lamborghini-nya terparkir.

Yoon Ri buru-buru menghalangi Kibum yang akan membuka pintu mobil. Gadis itu merentangkan tangannya. Kibum mendesah kasar, membuang pandangannya ke arah lain. Hati Yoon Ri menjerit. Diabaikan seperti ini membuatnya sedih.

“Kau marah?” Tanya Yoon Ri dengan penuh kehati-hatian.
“Tidak. Menyingkirlah! Aku mau masuk,” jawab Kibum datar. Tangannya berusaha membuat Yoon Ri menyingkir. Yoon Ri tetap mempertahankan posisinya, menggeleng kuat menandakan ia tidak akan menyingkir barang sedikitpun.

Masih dengan ekspresi datar dan nada ketus Kibum bertanya, “apa maumu?”
“Kenapa kau pergi?”
“Pergilah! Temani Siwonmu itu,” ujar Kibum seraya mendorong tubuh Yoon Ri ke samping kiri. Kali ini lebih kuat dan berhasil.

Bukan Yoon Ri namanya jika menyerah begitu saja. Secepat kilat ia berlari ke arah pintu mobil lainnya dan berhasil masuk bersamaan dengan Kibum menyalakan mesin. Kibum tidak peduli. Laki-laki itu menginjak pedal gas lalu mulai membelah jalanan Los Angeles yang tampak lengang dengan kecepatan di atas rata-rata. Yoon Ri berjengit. Demi Tuhan, ini terakhir kali ia berusaha membuat Kibum cemburu.

Yoon Ri mengatur emosinya yang sudah ingin menangis karena diabaikan. Sungguh, ia sangat benci di abaikan. Gadis itu akan cepat menangis jika seseorang mengabaikannya. Namun kali ini ia tidak boleh menangis. Kemarahan Kibum ia sendiri yang menyebabkan jadi tidak boleh cengeng. Menarik napas lalu menghembuskan perlahan.

Jealous?
What? No!” Kilah Kibum. Padahal terlihat dengan sangat jelas laki-laki itu sedang cemburu. Gengsinya benar-benar tinggi.
“Mengaku saja. Aku akan senang kalau kau mau mengakuinya,”

Kibum tidak membalas. Ia tetap fokus menatap jalanan di depannya. Sebenarnya ingin sekali berteriak karena kesal tapi kibum sadar ada Yoon Ri di sampingnya. Ia tidak ingin berteriak di hadapan gadisnya. Hal itu akan membuat Yoon Ri sedih. Bagi Kibum, meneriaki seorang gadis adalah perbuatan seorang pengecut. Bagaimana jika ibu dan adiknya juga diteriaki orang lain?

What a nice gentleman.

“Kibum bicaralah. Kumohon,” mendengar nada lirih dari suara Yoon Ri membuat Kibum mengurangi kecepatan. Perlahan ditepikannya mobil tersebut. Menarik napas lalu menghembuskannya perlahan agar tenang.

“Kibum I’m sorry,” ucap Yoon Ri pelan. Kepalanya menunduk karena tidak berani menatap Kibum yang sedang kesal.

Kibum tersenyum samar. Entah kenapa ia tidak bisa mengabaikan gadis ini terlalu lama. “Kau sengaja ingin membuatku cemburu?”

Yoon Ri mengangguk pelan, masih belum berani mengangkat wajahnya. “Lihat aku, Song Yoon Ri. Aku sedang bicara padamu,”

Perlahan Yoon Ri mengangkat wajahnya, menatap lurus tepat ke mata Kibum. Ia tertegun melihat Kibum menyunggingkan senyum pembunuhnya.

Kibum tertawa pelan melihat ekapresi yang ditunjukkan Yoon Ri. Secepat kilat dikecupnya bibir Yoon Ri membuat gadis itu semakin terkejut. Apa-apaan ini? Tadi diabaikan sekarang dibuat terkejut.

“Menyebalkan sekali melihatmu gugup di hadapan Siwon,” ucap Kibum seraya membetulkan duduknya, kembali menghadap ke depan. Yoon Ri mengangkat alisnya. Kibum tidak sedang mengungkapkan kecemburuannya, kan?

“Aku kesal setiap kali bertemu, Siwon selalu memintaku mengenalkan kalian. Dia selalu memujimu cantik. Aku… cemburu,”

Demi ikan ajaib yang bernama Lee Donghae. Kibum baru saja mengaku cemburu. Setelah lima tahun, seorang Kim Kibum akhirnya mengaku kalau dia cemburu. Kenapa rasanya sangat menyenangkan untuk didengar?

Selama ini, tidak jarang Yoon Ri meragukan perasaan Kibum karena laki-laki tampan itu tidak pernah mengaku cemburu. Ketika Kibum mengatakan dirinya cemburu pada Siwon, jujur saja, ia sangat senang.

“Benarkah? Bagus kalau kau cemburu,” ucap Yoon Ri. Kibum menoleh. Menatap gadisnya dengan tajam.
“Kau tidak pernah cemburu selama ini. Jujur saja, kadang aku meragukan perasaanmu. Tidak cemburu ketika aku berusaha membuatmu cemburu dengan mengunggah foto bersama teman laki-lakiku. Apa kau benar-benar mencintaiku atau tidak. Terlebih lagi kita sulit untuk menghabiskan waktu bersama. Rasanya senang sekali mendengarmu cemburu,”

Keluh-kesah itu akhirnya Yoon Ri ungkapkan dalam satu kali helaan napas. Ia lega karena telah mengungkapkannya. Kata orang-orang cemburu adalah salah satu cara untuk mengukur sebuah hubungan. Tidak cemburu berarti tidak cinta namun jika berlebihan juga tidak akan baik bagi sebuah hubungan. Yoon Ri ingin Kibum menunjukkan kecemburuannya sekali saja agar ia tidak meragukan Kibum.

Kibum tertegun. Jadi, selama ini Yoon Ri meragukannya karena Kibum tidak pernah menunjukkan bahwa ia sedang cemburu? Demi Tuhan, Kibum tidak pernah berpikir sampai sejauh itu.

“Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Aku tidak pernah mengaku cemburu bukan berarti aku tidak cemburu, Yoon Ri. Maafkan aku,” ucap Kibum sembari mengusap lembut pipi Yoon Ri.

Yoon Ri menggeleng. “Tidak, Kibum. Seharusnya aku yang meminta maaf. Aku sudah membuatmu marah,”
“Aku tidak marah. Hanya kesal,”
I see. I’m so sorry, Kibum. I just wish you say jealous when you get jealous. I’m wrong,”

Don’t talk about Siwon too much in front of me then. I mean it,” tegas Kibum. Yoon Ri mengangguk patuh. Kibum terkekeh.

Menangkup wajah Yoon Ri, mengikis jarak di antara mereka hingga material lembut Kibum menyentuh bibir Yoon Ri. Mengecupnya dengan penuh perasaan cinta. Mereka berciuman cukup lama hingga Kibum melepaskannya.

Napas keduanya terengah, saling menatap dengan jarak wajah yang masih dekat. “Jangan pernah meragukan perasaanku terhadapmu hanya karena aku tidak pernah cemburu. Aku sangat mencintaimu, Song Yoon Ri,” bisik Kibum tepat di depan bibir Yoon Ri.

Yoon Ri tersenyum. Mengecup kilat bibir Kibum lalu menjauhkannya. Kibum tersenyum. “Omong-omong, Siwon tinggal di mana selama di US? Apakah di rumahmu?”

Senyum Kibum memudar dalam sekejap. Wajahnya kembali muram. Yoon Ri menggigit bibirnya saat sadar telah membuat Kibum kesal lagi.

Kibum memutar kunci mobil lalu mulai menjalankan mobilnya kembali. Yoon Ri meringis. “Sorry,” ucapnya takut. Kibum menarik napas. Menatap Yoon Ri lalu tersenyum.

Nevermind,” Yoon Ri merasa lega mendengarnya. Well, lebih menyenangkan jika Kibum bersikap hangat seperti biasanya daripada Kibum yang dingin seperti tadi.

Ini terakhir kali baginya membuat Kibum benar-benar cemburu. Ya, seharusnya ia tidak perlu meragukan Kibum. Sejak awal Kibum sudah berusaha keras untuk menarik perhatiannya. Tidak peduli Yoon Ri menolak kehadirannya, Kibum tetap berusaha mendekatinya.

THE END

Ini apa? Apa ini?
Ya ampun, udah lama banget aku gak bikin ff yang maincast –nya Kibum. Aku jadi ngerasa bersalah sama manusia tampan yang punya hobi ngilang ini. Huhu
Nggak tau kenapa tiba-tiba kepikiran buat bikin ff Jealous versi Kibum. Feel aku nulis ff Kibum sebenernya berkurang kalo dipasangin sama OC. Ya gara-gara jiwa SBS aku kambuh -,-
Btw, kalian ngeh gak kalo Kibum gak punya pasangan tetap di sini? Haha orangnya gnti mulu, kan? Aku sih ngerasa. wkw menurit kalian Kibum mau ditetepin sama siapa? Aku ngikut. Hihi

Umm, sorry for this bad story. Sorry for typo. Thanks for coming, as always^^

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

7 thoughts on “Jealous [Kibum Version]”

  1. miss me?
    sorry lama nongolny hahaha
    aku sibuk bgt akhir2 ini padahal ud save page tp wkt bwt bacany ga ad hahahaha
    aigoooooo ige mwoya?
    aku ga terlalu ngerti kibum sih soalny aku sk suju stlh kibum ga ad tapi tapi ini feelny cho kyu sx hahahaha
    maaf tp serius aku baca ini brasa kibumny si cho kyu hahaha.
    mw partnerin sm aku?
    hihihihihi.
    tp aku mwny sm cho kyu hahahaha.
    fighting!!!
    kata abang siwon never give up!!

    1. Yes, I miss you haha

      Chokyu banget? Ya, aku juga malah ngerasanya gitu. Serius, efek SBS aku yang kambuh ya gini. Gak bisa bayangin Kibum jadi milik orang lain. Yang kepikiran itu Kibum ya milik Siwon. Haha

      Nonono. Kibum is Siwon’s. Dia gak butuh partner lain wkw

      Kata Siwon gitu? Mungkin nih ya, Siwon ngomong kayak gitu buat Kibum biar dia gak nyerah buat bikin SM balikin dia ke Suju. Haha

      Aku juga sukanya seudah gak ada Kibum sih. Tapi ya entahlah. Dia memesonakan aku sejak pertama kali melihat *hoek

  2. efek sbs?
    sbs apaan?
    eyyyyyy jinja trus tuh author note apa gunany kalo kibum ud dklaim pny siwon?
    wkwkwkwkwk.
    jd alasan asli sm ndepak kibum apaan sih?
    cm krn si kibum mw jd aktor?
    ato ad skandal?
    mungkin aku ga bs kaya dulu lg sering main ke blog dan jd org ptama yg cmnt tp tetep smangat ya jgn berhenti nulis wkwkwkwk.
    fighting!!!
    janji deh pasti aku sempetin cmnt kalo ud baca hahahaha

    1. Sbs itu sibum shipper. Hehe

      Ya entahlah. Yang pasti Kibum milik Siwon. Haha
      Alasan dia didepak karena ngebela hubungan aku sama Kyuhyun. Waks

      It’s no matter. Eonni sudah mulai sibuk ya? Fighting^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s