Rain

Awan gelap menyelimuti langit Mayfair. Aku selalu menyukai langit Mayfair yang mendung bahkan hampir gelap seperti ini. Mendung berarti akan segera turun hujan dan untuk alasan itulah aku sangat menyukai langit yang mendung. Aku menyukai hujan.

 

Hujan menjadi satu-satunya hal yang mampu membuatku tenang. Hati dan pikiranku terasa ringan jika bau tanah masuk ke dalam indera penciumanku, seperti kali ini.

Hujan yang baru saja turun membasahi tanah, baunya sangat menenangkan. Hujan yang semula hanya berupa rintikan itu kini berubah deras. Sangat deras. Hujan deras yang mampu membuatku tersenyum tanpa beban.

Hujan deras yang mampu membawaku kembali mengingat masa lalu yang menyakitkan tanpa ada rasa dendam atau sakit hati yang mengiringi. Masa lalu tentang aku, dan mereka. Hal itulah yang membuatku sangat menyukai hujan, karena hujan mampu menghilangkan sakit dalam hatiku.


“Apa yang kalian lakukan?!” Aku menggeram. Demi Tuhan. Saat ini hatiku terasa sangat sakit. Sakitnya bahkan melebihi rasa sakit ketika tulang kakiku bergeser karena jatuh ketika mendaki gunung beberapa minggu lalu.

Sesak sekali rasanya. Niat awalku kembali ke kelas adalah untuk mengambil payung yang tertinggal. Hujan sangat deras di luar. Namun apa yang terjadi? Di dalam kelas ini aku mendapati seseorang, ah bukan, dua orang yang sangat berharga dalam hidupku tengah berciuman. Cho Kyuhyun dan Kim Yira.

Tanganku mengepal kuat. Tidak apa-apa mereka berciuman jika saja Kyuhyun bukanlah kekasihku. Kekasihku, berciuman dengan sahabat yang begitu aku cintai di dalam kelas. Oh Tuhan, bunuh aku saja sekarang.

Persendianku terasa lemas. Aku tidak dapat merasakan kakiku yang menapak di lantai. Sungguh, aku sangat mencintai Kyuhyun dan Yira.

Kyuhyun menghampiriku. Tangannya mencoba meraih tanganku namun segera kutepis. Aku ingin sekali menangis tapi tidak di sini. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melihatku mengurai air mata. Sekalipun itu kedua sahabatku.

Aku menatap tajam Kyuhyun dan Yira bergantian. Tidak ada raut penyesalan sama sekali dari mereka. Apakah ini hanya perasaanku saja? Mereka sepeti menatapku penuh kebencian.

“Seperti yang kau lihat, tadi kami berciuman. Tanpa bertanyapun kau tahu apa yang kami lakukan,” Kyuhyun berucap dengan santai. Ada apa ini? Ada apa dengan Kyuhyun?
“Kalian mengkhianatiku,” aku begitu terkejut melihat cara Kyuhyun dan Yira menanggapi ucapanku. Mereka tertawa meremehkan.

“Kami tidak mengkhianatimu, Kim Rae Ah. Kami menipumu,”
“Apa maksudmu, Kim Yira?”

Kyuhyun mendekatkan tubuhnya padaku, membuatku refleks mundur. Tangan kanannya ia letakkan pada pintu di belakangku. Aura yang dipancarkan oleh mata Kyuhyun… sangat menyeramkan.

“Kau tahu, Rae Ah sayang, aku bersama Yira telah menipumu selama ini. Kami mempermainkan dirimu untuk kesenangan kami. Melihat dirimu yang selalu menatapku penuh cinta adalah hiburan yang sangat menyenangkan untuk kami,” Kyuhyun menghentikan kalimatnya.

Demi Tuhan, aku membutuhkan pegangan untuk saat ini. Tubuhku benar-benar lemas akibat betapa sesaknya dadaku. Aku tidak dapat menghirup udara dengan benar. Kyuhyun dan Yira, dua orang paling berharga dalam hidupku… menjadikan diriku sebagai objek hiburan.

“Kenapa kalian melakukan ini?” Aku mencoba menahan suaraku agar terdengar normal meskipun saat ini aku tengah menahan tangis mati-matian. Dengan segala kekuatan yang tersisa, aku menatap tepat pada manik hitam Kyuhyun.

Mata Kyuhyun yang hitam dan tajam inilah yang membuatku semakin hari semakin yakin akan cintanya.

“Kami hanya ingin melakukannya,” jawab Kyuhyun datar. Ia menarik Yira lalu melenggang keluar.

“Sejak kapan kalian melakukan ini?” Kyuhyun menghentikan langkahnya, begitupun Yira. Tanpa menoleh Kyuhyun menjawab, “aku dan Yira sudan berpacaran sejak beberapa minggu sebelum aku memintamu menjadi kekasihku. Mungkin sejak saat itu,” Kyuhyun kembali melangkah namun terhenti pada langkah kedua. Ia berbalik, tersenyum penuh kemenangan.

“Menyakitimu adalah caraku untuk membalas perlakuan Kwon Sinha padaku. Kwon Sinha yang mencampakkanku demi kakakmu, Kim Kibum” setelahnya Kyuhyun dan Yira benar-benar pergi dari hadapanku.

Tubuhku merosot ke lantai. Kepalaku memutar setiap ucapan Kyuhyun. Beberapa minggu sebelum hari jadi kami? Itu berarti satu tahun lamanya Kyuhyun dan Yira melakukan hal ini.

Balas dendam. Kyuhyun balas dendam pada kakakku. Ini sangat menyakitkan, Tuhan. Cintaku dibalas kebencian. Sungguh, aku mencintai Kyuhyun dan Yira.

Aku dapat merasakan air mata mulai mengalir di kedua pipiku. Aku juga dapat mendengar isakan kencang yang beradu dengan derasnya suara hujan. Aku… tidak menangis di depan mereka.

***

Sensasi hangat dari latte yang membasahi tenggorokan menambah ketenangan dalam diriku. Lagi-lagi aku tersenyum mengingat masa laluku. Aku tersenyum karena telah bertindak bodoh dalam menanggapi perlakuan Kyuhyun dan Yira pada waktu itu.

Membuat Yira diberhentikan dari pekerjaan paruh waktunya, mengerjai Kyuhyun, melakukan segala cara untuk membuat mereka menderita. Hal tersebut terus-menerus aku lakukan hingga berakhirnya masa kelas sebelas dengan bantuan dari kekuasaan yang dimiliki oleh ayahku. Ayahku merupakan donatur utama sekolah, waktu itu.

Menginjak kelas dua belas, aku tidak mampu lagi melihat wajah Kyuhyun dan Yira. Aku mencintai mereka dan penyesalan selalu menghampiriku tiap kali aku berhasil membuat mereka menderita. Untuk itu, aku memutuskan pindah ke Mayfair. Menghilang dari pandangan kedua orang yang sangat aku cintai itu.

Hujan semakin deras. Mataku menangkap siluet seorang laki-laki yang sudah sangat aku kenal. Laki-laki yang selama enam bulan ini selalu datang dan hanya berdiri di depan pintu gerbang tiap jam lima sore. Jam pulang kantor. Laki-laki yang tujuh tahun lalu kutemukan sedang berciuman dengan Yira, sahabatku. Ya, laki-laki itu Kyuhyun.

Kyuhyun selalu datang ke sini setiap hari selama enam bulan terakhir. Aku tidak pernah menemuinya. Tidak, bukan karena aku masih membencinya. Aku hanya takut dan tidak berani melihat wajah Kyuhyun.

Sejujurnya, hatiku selalu memberontak. Aku ingin sekali menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya. Namun tidak pernah aku lakukan. Aku takut rasa benci akan mendominasi jika aku menghampirinya. Sungguh, membenci sangat melelahkan.

Kyuhyun menatap lurus ke depan. Ia tidak menyadari jika aku sedang memperhatikannya dari balik jendela kamarku di lantai dua. Aku bahkan selalu mempehatikannya.

Sudah satu jam Kyuhyun berdiri di sana dan ia terlihat memeluk tubuhnya sendiri. Ia pasti kedinginan. Bodoh. Untuk apa ia melakukan hal seperti itu? Cho Kyuhyun bodoh.

“Sudah tujuh tahun dan kau belum memaafkannya? Aku dan ayah tidak pernah mengajarimu untuk menjadi seseorang yang pendendam,” siar bass milik Kibum memenuhi indera pendengarku.

Aku menatapnya sekilas. Kibum berdiri dengan tatapan lurus pada Kyuhyun. “Aku takut, Kibum. Perasaan cintaku untuknya sama besar dengan rasa benciku seperti tujuh tahun lalu,” Kibum menepuk pundakku lalu mengelus pelan rambutku.

“Ada yang ingin kau sampaikan padanya?” Kibum menatapku lembut.
“Katakan pada Kyuhyun, aku sudah memaafkannya. Suruh dia berhenti melakukan hal bodoh seperti ini. Dia bisa sakit,” bersamaan dengan berakhirnya kalimat itu, pipiku membasah. Memikirkan kemungkinan Kyuhyun sakit karena melakukan hal konyol ini membuat hatiku perih.

Sekali lagi Kibum menepuk pundakku. Beberapa saat kemudian Kibum sudah berdiri di hadapan Kyuhyun. Aku menatap kedua laki-laki itu dari sini. Air mataku semakin deras mengalir ketika sosok Kyuhyun meghilang di balik pintu gerbang yang berdiri kokoh melindungi rumah.

Hujan, jaga dia untukku. Pastikan dia pulang dengan selamat. Aku sudah memaafkannya. Sampaikan rasa rinduku untuknya. Aku mencintainya. Mencintai Cho Kyuhyun.

END

Pendek dan gak jelas ceritanya kayak gimana. Entahlah, ide bikin cerita ini muncul gitu aja pas ujan dan terinspirasi dari berbagai cerita. Hoho
Regret lagi dalam proses yaa. Doakan semoga bisa publish cepet-cepet.
Oiya, yang kemaren punya pin bbku, aku ganti pin. Jadi delete aja yaa. Hehe
Okelah, terina kasih udah mau baca. Jangan lupa follow instagram ato twitterku @lisnursf^^
As always, thank’s for coming {}

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

16 thoughts on “Rain”

  1. huh?
    km abis dselingkuhin?
    wkwkwkwkwk
    abis akir2 ini ffny ttg pslingkuhan mulu.
    kyu berdiri ddpn rmh rae ah knp?
    nyesel ato sadar dia cinta ama rae ah?
    alasan yira mw2 aja jahatin rae ah knp?
    pdhl kan mreka sahabatan?
    keep writing!!!
    fighting!

    1. Nggak. Aku gak diselingkuhin. Gatau kenapa lagi seneng aja sama yang namanya selingkuh. Haha
      Kyuhyun mau minta sumbangan kayaknya :3 banyak yang gak jelas kan? Sengaja. Hihi

      1. sengaja mw ngasih sequel?
        wkwkwkwk
        ini kaya prolog gt.
        mw bikin crita ttg ff ini?
        wkwkwkwk
        astaga duit hasil solo ama dramus kmana?
        kok ampe minta sumbangan wkwkwkwk.

      2. Nggak sequel lah. Aku males kebanyakan ff. Ini aja masih banyak utang -,-
        Duitnya aku yang ngendaliin. Dia minta sumbangan buat beli obat jerawat hihi

      3. hahahahaha km bknny cm utang regret ama history aja?
        aigooooo km tega sx ga ks dia jatah bwt beli obat jerawat manger mcm mana km?
        aku istriny aja ga ngendaliin keuangan dia kok #upsssss wkwkwkwkwkwk
        smangat ya lanjutin ffny!!!
        demi saia *salahfokus hahaha

      4. huh?
        that girl?
        aku blm pnah baca wkwkwkwkwk.
        the necklaces aku jg ga ngikutin hahahaha.
        sowryyyyyy jd aku mrasa km cm pny utang regret ama history aja hehehehe.
        oh ya sm ff req henryq hahahaha.
        jgn pslingkuhan lg ya hahahaha.
        you??!!
        his wife?!!
        tsk!
        kibum aja deh bwt km kyu bwtq hahahahaha

  2. Sequel ~ sequel !!!!^^
    setia amat kyuhyun yee, 7tahun mengemis maaf xD
    dia beneran nyesel atau udah cape menderita? kibum harusnya minta maaf juga klo emang dialah alasan kyuhyun main main.

  3. Ini blom ada sequelnya ya?? aq suka critanya…. Pgin tahu maksud kyuhyun brdiri d fon ruma itu…. Hujan sampaikan smua prasaan ku padanya… #pasbgtaqbacanyalgihujan….😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s