Diamond Girl

A very short story that I made for my beloved friend, Lusi Desmayanti. This is not a special gift but I hope you like this story. All the best, Lulu. Still, I’m waiting for your novel. Live happily,darl {}


Lee Jonghyun menarik kedua sudut bibirnya hingga menerbitkan sebuah senyuman indah. Siapapun gadis yang melihatnya pasti terpesona. Laki-laki tampan itu melambaikan tangannya pada seorang gadis yang baru keluar dari rumahnya.
“Maaf membuatmu menunggu lama,” ujar gadis itu ketika sampai di hadapan Jonghyun. Jonghyun menyentil dahi gadis itu.
“Hilangkan kebiasaan menulis hingga larut malammu itu, Choi Jinhye! Tidak baik untuk kesehatanmu,” cecar Jonghyun. Gadis bernama Jinhye itu mendelik. “Kalau begitu hilangkan juga kebiasaan menulis lagu hingga malammu itu, Lee Jonghyun!” timpal Jinhye.

Jonghyun tertawa pelan. Gadis ini selalu saja mendebatnya. Jonghyun mengacak pelan puncak kepala Jinhye membuat gadis itu mengerang. Ia tidak suka jika rambutnya disentuh. Bukan apa-apa, ia akan mengantuk jika rambutnya disentuh.
“Lee Jonghyun, stop it!” Teriak Jinhye dengan mata tajamnya menatap Yonghwa yang mengulum senyum.

Jinhye mengerjap saat kedua tangan kekar Jonghyun menangkup wajahnya. Jonghyun menyapu seluruh wajah Jinhye yang terpahat begitu sempurna di matanya. Mata coklat kehitaman dihiasi bulu mata yang panjang dan lentik alami, hidung mancung yang terlihat sangat pas di wajahnya, bibir mungil merah mudanya yang terlihat manis, benar-benar pahatan sempurna. Bagi Jonghyun, Choi Jinhye adalah mahakarya Tuhan yang teramat indah. Mahakarya Tuhan yang harus ia jaga, melebihi ia menjaga sebuah berlian.
Pesona kecantikan Jinhye semakin kuat menguar dengan kecantikan hatinya. Gadis yang sudah dua tahun menjadi kekasihnya ini bagaikan malaikat yang sengaja diciptakan Tuhan untuk memperkaya keindahan bumi.

Jinhye meraih kedua tangan Jonghyun, memejamkan kedua matanya. Ia sangat menikmati sentuhan Jonghyun yang begitu lembut. Hatinya menghangat. Ia selalu menyukai setiap sentuhan dari Jonghyun. Baginya, kehadiran Jonghyun adalah jawaban dari setiap doa yang ia lantunkan sebelum tidur. Setiap malam sebelum tidur, Jinhye selalu memanjatkan doa agar Tuhan mau mengirim seseorang untuk menghilangkan kesepiannya.

Terlahir sebagai anak bungsu keluarga Choi tidak serta merta membuatnya bahagia. Choi Kiho dan Byun Jiyoo, kedua orang tuanya, tidak pernah meluangkan waktu untuk memberinya kasih sayang. Hanya bisnis dan bisnis yang menjadi prioritas mereka. Sang kakak, Choi Siwon, sudah tinggal di Inggris sejak enam tahun lalu untuk belajar di University of Oxford. Bisa membayangkan betapa sepinya hidup Choi Jinhye?

Semua itu berubah sejak kehadiran Jonghyun. Lee Jonghyun merupakan mahasiswa tingkat akhir dan Jinhye mahasiswa tingkat kedua Seoul University ketika mereka pertama kali bertemu.
“Kita memiliki riwayat kesehatan yang berbeda, Jinhye. Aku mohon,” ucap Jonghyun lembut. Jinhye menunduk. Bagaimana mungkin ia menolak segala ucapan Jonghyun jika laki-laki itu selalu mengutamakannya. Lee Jonghyun tidak hanya berlaku sebagai kekasih. Ia bahkan sudah seperti kakak kandungnya. Lee Jonghyun selalu mengerti setiap yang ada pada dirinya. Hal yang tidak pernah ditunjukkan oleh kedua orang tuanya.

“Baiklah. Maafkan aku,” lirihnya masih tertunduk. Jonghyun tersenyum simpul. Ditariknya Jinhye ke dalam pelukan hangatnya. Demi Tuhan, Jonghyun sangat mencintai gadisnya ini.
“Kau tahu aku sangat mencintaimu, Choi Jinhye. Aku hanya tidak ingin terjadi hal buruk padamu,” Jonghyun mengecup puncak kepala Jinhye dengan tangannya mengusap lembut punggung gadis itu. Choi Jinhye hanya mampu mengangguk sebagai balasannya. Ia terharu. Sungguh, Lee Jonghyun adalah laki-laki terbaik yang pernah ia temui. Choi Siwon saja bahkan tidak memperhatikannya sampai seperti ini.
“Ah! Ini sudah sangat sore. Kita sudah terlambat. Ayo,” Jonghyun membuka pintu mobilnya untuk Jinhye. Ia kemudian berputar untuk duduk di kursi kemudi.


Choi Jinhye mengerutkan dahi ketika Jonghyun menepikan mobilnya di basement sebuah gedung yang sangat ia hapal. Sinji Hotel. Sebuah hotel yang baru dibangun 10 tahun lalu di bawah naungan Hyundai Group.
Untuk apa Jonghyun membawanya ke sini? Sebuah pikiran liar menghampirinya. Jinhye mendekap dadanya. Matanya menyipit, menatap Jonghyun penuh curiga.

Merasa diperhatikan, Jonghyun menghentikan kegiatan melepas sabuk pengamannya. Laki-laki itu mengernyit tatkala dilihatnya Jinhye menatapnya penuh curiga. “Apa?” tanyanya.
Jinhye semakin menyipitkan matanya. “Katakan, untuk apa kau membawaku kemari? Kau tidak akan mengambil kegadisanku, kan?” Jonghyun terbelalak. Matanya membulat sempurna. Hanya sedetik karena selanjutnya smirk menyeramkan milik Jonghyun muncul. Menggoda gadisnya sebentar sepertinya akan menyenangkan.
“Kalau ya, memangnya kenapa? Kita sudah berpacaran dua tahun. Pasangan lain bahkan tinggal serumah,” goda Jonghyun.
Mata Jinhye membulat. “Jangan bercanda, Lee Jonghyun!” teriaknya. Tawa Jonghyun lepas. Astaga, Choi Jinhye sangat menggemaskan. Jinhye merengut. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada. Bibirnya mengerucut. Jonghyun terkekeh geli.
“Kau sendiri yang berpikiran liar seperti itu, Jinhye sayang. Sudahlah, cepat turun! Atau kau mau aku merenggut kegadisanmu di dalam mobil ini?”
“Mati saja kau Lee Jonghyun!”

Jonghyun turun dari mobil, diikuti Jinhye di belakangnya. Laki-laki itu mengenggam tangan sang kekasih menuju lift untuk sampai di sebuah ruangan.

Keduanya sampai disebuah pintu yang menjulang tinggi. Jinhye tentu saja tahu ini adalah ballroom Sinji Hotel.
Jonghyun melepas jaket tebalnya kemudian diserahkan pada pelayan yang berada di pintu. Jinhye melakukan hal yang sama. Gadis itu tertegun melihat pakaian yang dikenakan Jonghyun.

Kemeja biru dibalut jas hitam dengan hiasan dasi berwarna senada. Jonghyun memakai celana jeans dan sneaker hitam. Selama mengenal Jonghyun, baru kali ini ia melihat Jonghyun memakai pakaian begitu rapi. Semakin membuatnya terlihat sangat tampan.

Sama halnya dengan Jonghyun. Ia juga tertegun melihat Jinhye memakai gaun yang ia berikan kemarin. Ia tersenyum senang. Pilihannya tidak salah. Gaun selutut berwarna biru muda tanpa lengan, dipadukan dengan syal berwarna senada yang melilit di lehenya, terlihat sangat pas membalut tubuh ramping gadisnya.

“Ayo,”


Musik khas perayaan ulang tahun mengalun dengan indah ketika Jinhye dan Jonghyun sampai di ballroom Sinji Hotel. Jinhye tertegun. Pesta ulang tahun? Memangnya siapa yang berulang tahun? Temannya Jonghyun kah?

Jinhye sadar dari keterpanaannya ketika orang-orang menghampirinya. Mereka menyanyikan lagu selamat Selamat Ulang Tahun. Seseorang di tengah-tengah mereka, laki-laki tampan yang sangat ia rindukan, membawa sebuah tart dengan lilin berangka 21 menyala di atasnya.

Jinhye membekap mulutnya dengan tangan. Matanya berkaca-kaca. Demi Tuhan, ia merindukan laki-laki ini.
Happy birthday, my brloved sister Choi Jinhye. Ayo, buat permohonan lalu tiup lilinnya” ucap laki-laki itu. Jinhye menoleh ke arah Jonghyun. Ia kemudian menutup kedua matanya setelah melihat senyum simpul terpatri di wajah tampan sang kekasih.

Terima kasih untuk kehidupan yang telah kau beri. Lindungi selalu orang-orang yang aku cintai, Tuhan.

Jinhye membuka matanya lalu meniup lilin tersebut dengan luapan rasa bahagia yang membuncah. Riuhan tepuk tangan menambah kemeriahan pesta yang dirancang dengan sangat mewah ini. Jinhye mengambil alih kue lalu menyerahkannya pada Jonghyun. Jonghyun mengerti. Ia tersenyum simpul.

Jinhye berhambur memeluk laki-laki yang sangat ia rindukan. Laki-laki tampan dengan kemeja putih dibalut jas hitam, terlihat sangat gagah. Jinhye terisak. Laki-laki itu menbalas pelukan Jinhye tak kalah erat. Diciumnya pelipis gadis itu.
“Apakah Inggris membuatmu lupa bahwa kau memiliki seorang adik yang kesepian di sini, Choi Siwon?” Siwon sekali lagi mencium pelipis Jinhye.

“Maafkan aku, Jinie. Maafkan aku,” sesal Siwon. Sungguh, ia tidak bermaksud menambah kesepian sang adik. Ia hanya ingin berbakti pada kedua orang tuanya. Kuliah di Inggris bukanlah keinginannya, melainkan perintah dari Choi Kiho.
“Sudahlah. Aku senang kau datang,” Jinhye melepas pelukannya. Tersenyum hangat pada sang kakak.
“Lima kali aku melewatkan event spesialmu. Aku tidak ingin melewatkannya lagi,” Jinhye kembali memeluk Siwon.

Jonghyun mengusap air yang mengalir di sudut matanya. Ia terharu melihat sepasang saudara yang saling melepas rindu. Kebahagiaan Choi Jinhye adalah prioritasnya. Choi Jinhye, berliannya.

Jonghyun mengerjap saat sepasang tangan melingkari lehernya, memeluknya. Tersenyum simpul lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang orang yang memeluknya. Choi Jinhye.
“Aku mencintaimu,” bisik gadis itu. Jonghyun semakin mengeratkan pelukannya. “Aku bahkan lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunku,” tambah Jinhye dengan terisak.

“Sekarang bukan saatnya untuk menangis, sayang. Ayo, temui para tamu” Jonghyun mengusap lembut wajah Jinhye, menghapus air mata yang mengaliri pipi gadis itu. Jinhye mengangguk. Mereka kemudian menghampiri para tamu yang sedang menunggu giliran untuk menyalami sang ratu pesta malam ini.

Jinhye menatap aneh pada seorang laki-laki yang mempunyai tinggi yang hampir menyamai Siwon. Ia tidak mengenal laki-laki ini.
“Selamat ulang tahun. Aku Cho Kyuhyun, teman kakakmu, Choi Siwon.” Ujar laki-laki itu seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Jinhye. Jinhye tersenyum, menyambut uluran tangan Kyuhyun. Kyuhyun mencium tangan Jinhye, membuat Jinhye terbelalak.

Jonghyun yang melihat itu langsung menepis tangan Kyuhyun. “Jangan sembarangan mencium berlianku,” desisnya tajam. Rae Ah terkekeh. Jonghyun sedang cemburu dan ia senang melihat laki-laki itu cemburu.
“Ayolah, bung, itu hanya sopan santun. Aku tidak bermaksud buruk pada gadismu,” bela Kyuhyun.
“Jangan samakan Korea dengan Inggris, Cho Kyuhyun!” Kyuhyun berjengit saat suara yang sangat ia kenali memasuki gendang telinganya. Ia menoleh ke arah kanan dan mendapati seorang gadis dengan tatapan ingin membunuh. Kim Rae Ah, kekasihnya.
“Oh, hai, sayang. Aku pikir kau tidak jadi datang,”

Jonghyun menarik Jinhye untuk menjauh dari Kyuhyun dan Rae Ah yang sedang berdebat. Pasangan yang aneh, pikir Jinhye.

Jonghyun membawa Jinhye ke tengah-tengah ruangan. Seketika mereka menjadi pusat perhatian. Jinhye menatap heran kepada Jonghyun. “Aku belum memberikan kadomu. Tunggu di sini,” ujar Jonghyun yang dibalas anggukan oleh Jinhye.

Jinhye menatap punggung Jonghyun hingga laki-laki itu berdiri di atas panggung. Laki-laki itu tersenyum manis ke arahnya, lalu mulai berbicara. “Aku Lee Jonghyun dan gadis yang berulang tahun hari ini adalah kekasihku,” ucapnya seraya menunjuk Jinhye yang berdiri gugup. Oh, haruskah Jonghyun membuat pengumuman seperti itu? Batin Jinhye.

“Di hari spesialnya ini, aku ingin mempersembahkan sebuah lagu untuknya. Sebuah lagu yang aku ciptakan untuk menggambarkan betapa berartinya ia untukku,” ruangan yang sempat hening itu kembali ramai oleh riuhan tepuk tangan. Para gadis bahkan ada yang berteriak iri. Tidak ada yang tidak mengenal Lee Jonghyun. Putra sulung Perdana Menteri Lee Seung Joon yang memilih untuk keluar dari rumah demi menjadi seorang musisi. Lee Jonghyun, kakak dari CEO muda JS Corp, Lee Seunghyub. Musisi muda multitalenta yang dimiliki industri musik Korea Selatan.

Jinhye terpana saat Jonghyun mulai memetik gitarnya. Lee Jonghyun dengan sejuta pesonanya, hadir dalam sepinya hidup seorang Choi Jinhye. Choi Jinhye sangat mensyukuri anugerah Tuhan yang satu itu.

You stole my eyes, you stole my heart, you’re
a Diamond
You make a charming, gorgeous gesture
Pretending to ignore you, I want to steal you away
I can’t seem to pass your shiny light

Suara Jonghyun mengalun dengan indah. Matanya menatap lurus penuh perasaan pada Jinhye.

Come here, D.I.A.M.O.N.D girl
I’ll embrace you here in my arms
It’s unbearable, I only see you
Come here, You are my diamond girl

Jinhye matanya telah berkaca-kaca. Entah sudah berapa banyak lagu yang Jonghyun ciptakan untuknya dan semuanya begitu menyentuh. Lirik lagu yang saat ini dinyanyikan Jonghyun, entah apa judulnya, membuat Jinhye merasa sangat istimewa.

There were numerous encounters, why did I only find you now, diamond?
You shine out of all ladies, You’re my diamond
Do not pretend about how you feel
It’s too late now, there is no turning back

You are my diamond girl
Don’t worry no more
A beautiful jewel

You are my diamond girl
Don’t worry no more
Cautious girl

“Diamond girl. Lagu tadi berjudul Diamond Girl. Bagiku, Choi Jinhye bahkan lebih dari berlian tapi aku tidak tahu apa lagi yang bisa menggambarkan keindahannya di mataku selain itu. She’s my diamond and I love her for my every breathe. I love you so much, Choi Jinhye. Ah, happy birthday. Don’t do anything which potentially makes me worried about you. Don’t be sick ’cause it makes me sick, too. Live happily, Jinhye” tepat setelah Jonghyun mengucapkan kalimat terakhir, Jinhye berlari ke atas panggung lalu memeluk Jonghyun dari belakang.

Seluruh tamu yang hadir dibuat terpana. Benar-benar pasangan yang romantis.

Siwon mengusap air mata yang mengalir. Ia bersyukur melihat sang adik begitu dicintai oleh laki-laki baik. Dalam hatinya terselip sebuah penyesalan. Ia menyesal karena dulu, tidak sepenuhnya memperhatikan Jinhye. Siwon dan Jinhye telah hidup sepi karena kesibukan orang tuanya. Oh, bahkan orang tuanya lebih memilih melakukan perjalanan bisnis ke Vancouver daripada datang ke acara ulang tahun Jinhye hari ini. Bodohnya lagi, Siwon membiarkan Jinhye kesepian. Siwon selalu sibuk di sekolah bersama teman-temannya lalu terakhir meninggalkan Jinhye ke Inggris. Namun ketahuilah, di luar semua itu, Siwon sangat menyayangi Jinhye.

“Aku mencintaimu, Lee Jonghyun,” gumam Jinhye. Jonghyun membalikkan badannya hingga menghadap Jinhye. Laki-laki itu tersenyum hangat. Diciumnya dahi Jinhye. Jinhye merasa seluruh tubuhnya berdesir. Oh Tuhan, aku sangat mencintai gadis ini, batin Jonghyun.

“Kenapa kau tidak romantis seperti Jonghyun?” Kyuhyun mendengus sebal mendengar gerutuan sang kekasih. “Diamlah, Kim Rae Ah!” gumamnya. Rae Ah hanya menggedikkan bahunya tak peduli. Jujur saja, ia hanya merasa iri melihat keromantisan yang ditunjukkan Jonghyun. Seingatnya, Kyuhyun tidak pernah semanis itu.

“Aku mencintaimu melebihi apapun, diamond.” balas Jonghyun. Dikecupnya sekilas bibir merah muda Jinhye. Gadis itu menunduk, menyembunyikan rona merah di wajahnya. Jonghyun menciumnya di tempat umum.
Puluhan pasang mata menatap iri keduanya. Siwon tertawa pelan melihat peristiwa itu. Semoga kalian selalu bahagia hingga ajal menjemput, batinnya.

THE END

Oh my! This is a very absurd story, right? Baiklah, aku cuman berharap kalian suka. Ini FF pertamaku dengan pemeran utama si ‘Lovely’-nya CNBLUE. Hihi
Sekedar info, Diamond Girl adalah track di mini album kelima CNBLUE bertajuk Can’t Stop. Liriknya diciptain si ‘Emotional’ Jung Yonghwa. Hihi
Well, once again, happy birthday my beloved friend. Love ya :*
As always, thank’s for coming. Love ya~”

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

2 thoughts on “Diamond Girl”

  1. ideny agak mirip ama crita donghae yg beautiful nov ya?
    aigooooo km ada typo nama yonghwa dsana wkwkwkwk.
    please jgn kbnykan mikirin yong hwa ya wkwkwkwkwk.
    ah aku sk bgt adegan yg jihye meluk jonghyun abis dia meluk siwon.
    ah itu feelny dpt bgt palg pas jihye bil aku mencintaimu asli itu romantis sx dan bikin aku pingin meluk guling loh hahahaha
    ah pas jonghyun naik ke panggung aku kira dia bakal nglamar jihye loh hahaha
    jd tugas pasangan chokyu ma kim rae ah dsini apa ya?
    wkwkwkwk
    btw stuju ma rae ah kapan kyu bs kd romantis kaya gt hmmmm?
    writer blockmu ud ilangkah?

    1. Iya tah? Aku gak merhatiin. Hihi
      Nah, tadinya mau bikin Yonghwa tapi ternyata temenku malah sukanya Jonghyun. Hihi jadilah typo. Wkw
      Tugas mereka cuman sebagai tamu gak penting. Sekali2 mereka harus dijadiin cameo lah ya biar gak sok famous (?) Haha
      Entahlah. Tapi akhir2 ini lagi seneng nulis lagi hha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s