The Necklaces Part 1

 

Sore ini awan terlihat begitu gelap. Hanya dalam hitungan menit, hujan telah turun mengguyur permukaan bumi. Orang-orang berlarian untuk mencari tempat berteduh. Menurut perkiraan cuaca tadi pagi, hari ini tidak akan turun hujan. Prediksi manusia memang tidak selalu tepat, bukan? Ketika orang-orang sibuk berteduh, seorang gadis dengan balutan kemeja hitam berlengan pendek dengan rambutnya yang diikat, kaki jenjangnya dibalut celana jeans hitam dan sneaker putih masih setia diam di tempatnya berdiri, sejak dua jam yang lalu. Matanya menerawang jauh seakan jiwanya tidak berada di sana. Tatapan kosong yang sarat akan ketakutan. Tubuhnya bergetar halus. Bukan. Bukan karena gadis ini kedinginan akibat air hujan yang terus mengguyurnya. Sesuatu yang dilihatnya dua jam yang lalu yang membuatnya seperti ini.

 

 

Berhentinya Ferrari Four di hadapan gadis itu tidak membuatnya terganggu. Ia masih tetap termangu di tempatnya. Bahkan hujan yang semakin deras mengguyurnya pun tidak membuatnya terusik. Laki-laki pemilik mobil sport mewah yang berasal dari itu keluar dari balik kemudinya, menghampiri gadis yang sudah dicarinya sejak tiga jam yang lalu, sejak tiba-tiba gadis itu meneleponnya namun tidak ada suara yang didengarnya. Kris -sapaan akrab laki-laki itu melingkarkan tangannya pada pundak si gadis. Gadis itu terhenyak. Ia memutar kepalanya ke kiri. Kening Kris mengerut melihat tatapan kosong gadis bernama Kim Rae Ah itu. Banyak yang ingin Kris tanyakan namun harus ia simpan dulu. Yang terpenting sekarang adalah membawa Rae Ah pulang. Kris menuntun Rae Ah menuju mobilnya. Tidak ada penolakan, tidak ada kata-kata, tidak ada suara yang keluar. Sesuatu yang besar pasti telah menimpa gadis ini.

 

***

 

“Maaf, tuan. Ada seseorang yang melihatnya,” Cho Kyuhyun menggeram. Laporan yang diberikan anak buahnya telah membuat emosi yang mulai reda kini kembali memuncak. Kyuhyun mengepalkan tangannya dengan erat.

“Sudah kukatakan, lakukan semuanya dengan rapi! Cari orang itu dan bungkam mulutnya!” Kyuhyun menggebrak meja di hadapannya. Demi Tuhan, jika semuanya terbongkar, reputasinya di dunia bisnis akan hancur. Anak buah Kyuhyun seakan mengerti dengan kemarahannya lantas membungkuk untuk kemudian undur diri.

 

“Tunggu!”

“Ya, tuan?” anak buah Kyuhyun membalikkan tubuhnya kembali menghadap Kyuhyun. Kyuhyun menatap anak buahnya dengan penuh selidik. “Apa ada petunjuk tentang orang itu?” tanyanya. Laki-laki yang menjadi anak buahnya itu terlihat berpikir. Sedetik kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

“Saya menemukan ini. Sepertinya itu terjatuh ketika ia berlari.”

 

***

 

“Kau payah sekali. Seorang Kris memang tidak pernah menang jika beradu lari denganku. Tsk!” Rae Ah tersenyum mengejek melihat Kris kepayahan mengatur napasnya. Laki-laki itu baru saja kalah adu lari dengan Rae Ah -lagi. Kim Rae Ah kembali ke belakang untuk menghampiri Kris. Tangannya terulur, memberikan botol berisi air yang tadi pagi sengaja dibawanya dari rumah pada Kris. Kris menegakkan tubuhnya lalu menyambar botol dari tangan Rae Ah kemudian menenggak air itu. Rae Ah terkikik geli melihat cara minum Kris. Debaran aneh di dalam dadanya kembali ia rasakan saat melihat wajah Kris yang dipenuhi peluh. Peluh yang mengalir dari celah pori-porinya membuat aki-laki terlihat semakin tampan dan err- seksi. Rae Ah meneguk ludahnya dengan susah payah.

 

“Aku tahu wajahku ini seperti dewa Yunani yang paling tampan tapi kau tidak perlu menatapku seperti itu, Kim Rae Ah.” Rae Ah mengerjap lalu memukul lengan kanan Kris saat sadar dirinya tengah digoda oleh laki-laki tampan pemilik nama asli Wu Yifan itu. Rae Ah mengerucutkan bibirnya membuat Kris tertawa pelan.

“Dewa Yunani? Cih, tetap saja kau tidak lebih tampan dibandingkan dengan ‘Kim Kibum-ku’.” cibir Jiyeon.

What? ‘Kim Kibum-mu’? Oh, ayolah, Kim Rae Ah! ‘Kim Kibum-mu’ itu sudah tua, tinggal dua tahun lagi ia akan berkepala tiga. Mana bisa kau- aw! YA! Kim Rae Ah!” Rae Ah terbahak melihat Kris meringis kesakitan sambil memegangi perutnya yang baru saja terkena bogem mentah darinya. Kim Rae Ah tidak akan membiarkan siapapun mengejek aktor nasional favoritnya itu. Baginya, Kim Kibum adalah aktor nomor satu di dunia perfilman Korea.

 

“Aku membencimu!!” Plak! Suara tamparan yang begitu kencang membuat tubuh Kim Rae Ah membeku. Seorang laki-laki menampar seorang gadis. Tepat. Di. Hadapannya. Tubuh Rae Ah bergetar dengan rahang yang mengeras. Bayangan suatu kejadian yang pernah dilihatnya saling berkelebat di dalam otak jenius Rae Ah. Keringat dingin mulai nampak di dahinya. Kris yang menyadari itu langsung mengibaskan tangannya di depan wajah Rae Ah. Ekspresi seperti inilah yang selalu dilihatnya dalam kurun waktu seminggu ini. Setelah menemukannya di pinggiran jalan satu minggu lalu, Rae Ah terlihat seperti orang yang tak bernyawa dan baru pagi tadi ia berhasil mengajak Rae Ah keluar. Ekspresi yang membuat Kris khawatir antara hidup dan mati.

 

“Rae, are you okay?” desahan frustasi keluar dari mulut Kris. Beberapa kali ia memanggil Rae Ah namun gadis itu tetap bungkam. ” Kim Rae Ah!!” Rae Ah mengerjap. Teriakkan Kris kali ini berhasil.

 

Rae Ah memandang Kris yang juga memandangnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Tatapan penuh ketakutan itu kembali dilihat oleh Kris.

“Kris, aku- aku takut” racau Rae Ah sedangkan Kris hanya dapat menarik gadis itu ke dalam dekapannya. Menyandarkan kepala Rae Ah pada dada bidangnya. Tubuh Rae Ah bergetar bersamaan dengan isakannya yang semakin terdengar kencang. Kris menepuk-nepuk pelan punggung Rae Ah, memberikan ketenangan yang saat ini sangat dibutuhkan gadis itu. Kris bingung. Ia benar-benar tidak memiliki ide tentang apa yang membuat Rae Ah ketakutan sampai seperti ini.

“Tenanglah, Rae. Aku di sini.”

 

***

 

Beberapa hari ini Kyuhyun merasa enggan untuk melakukan apapun termasuk melalukan kegiatan di perusahaan yang amat dicintainya. Kyuhyun hanya terus memandangi sebuah kalung yang menurut anak buahnya adalah milik seseorang yang melihat aksi mereka -anak buah Kyuhyun. Jika benar benda yang berada di tangannya ini adalah milik seseorang itu, berarti orang itu adalah perempuan. Dilihat dari segi manapun kalung itu adalah kalung khusus untuk perempuan. Tulisan RYK pada kalung itu membuat Kyuhyun tertarik. Seperti ada sebuah makna dibalik tiga huruf itu. Apakah ini nama seseorang? Kenapa ia begitu tertarik pada kalung ini? Lalu, kenapa ia merasa pernah melihat kalung ini di suatu tempat? Kyuhyun menggeleng. Tidak. Kyuhyun tidak pernah melihatnya.

 

Deringan dari ponsel hitam miliknya membuat laki-laki itu mengerjap. Oh, ada apa dengannya? Ia bahkan melupakan fokusnya untuk menemukan seseorang yang menjadi ‘saksi’ atas perbuatannya -melalui anak buahnya. Kyuhyun meletakkan kalung itu sebelum akhirnya ia menjawab panggilan yang masuk dari Lee Seunghyub, sang kaki tangan.

 

“Lakukan dengan rapi dan jangan sampai ada yang melihat LAGI.” Kyuhyun memutus sambungan. Seringaian menyeramkan miliknya terukir secara alamiah setelah mendengar laporan dari Seunghyub. Kaki tangannya itu baru saja membawa kabar gembira. Orang itu ditemukan dan kini telah berada dalam kuasa anak-anak buahnya. Tepat. Perkiraannya tepat. Orang itu seorang gadis. Kyuhyun menyambar ponsel dan kalung temuan anak buahnya lalu bergegas keluar. Ia harus melihat sendiri orang itu dan membungkamnya. Oh, ayolah. Tidak akan pernah ada yang mengira bahwa seorang Cho Kyuhyun memiliki cara kotor untuk mempertahankan eksistensi perusahaannya. Perusahaan yang dibangun oleh ayahnya dengan susah payah.

 

Cho Kyuhyun, putra tunggal Cho Younghwan yang termasyhur karena kegigihannya mendirikan sebuah perusahaan yang teramat besar. Cho Group bergerak dalam bidang ekspor-impor, konstruksi, perhotelan, fashion, dan kini tengah merambah ke dalam kancah industri hiburan. Kyuhyun yang memiliki ide untuk menjajal dunia entertainment itu. Jika ia tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk menjadi penyanyi, maka ia harus melahirkan banyak penyanyi berkualitas.

 

***

 

Kris mengerutkan keningnya. Ia tak mendapati Rae Ah di kamarnya. “Rae Ah, kau di mana?” teriak Kris. Ia mengetuk pintu kamar mandi yang berada di kamar gadis itu. Tidak ada jawaban. Panik. Kris berlari keluar, mencari Rae Ah di seluruh penjuru rumah dengan penuh ketakutan. Laki-laki itu takut terjadi sesuatu pada Rae Ah. Rae Ah belum pulih. Tidak mungkin gadis itu keluar tanpa memberitahunya. Rae Ah tidak pernah membantah Kris. Bersama sejak kanak-kanak membuat keduanya saling bergantung satu sama lain. Kris berlari, keluar dari rumah mewah keluarga Kim dengan menempelkan benda tipis berwarna hitam, berharap Rae Ah akan menjawab panggilannya. Sial. Ponsel gadis itu tidak aktif.

 

Kris memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, berharap ia akan menemukan Rae Ah. Ya Tuhan, jika tahu akan seperti ini jadinya maka Kris lebih memilih untuk membatalkan meeting dengan kliennya yang berasal dari Kanada itu. Tiga jam. Sial. Ternyata sudah selama itu Kris meninggalkan Rae Ah sendiri di rumahnya. Beberapa hari ini, setelah kejadian di taman waktu itu, Rae Ah terus ketakutan. Tidak ada jalan lain selain Kris menginap dan menemani Rae Ah 24 jam dalam sehari. Orangtua Rae Ah sedang berada di Manchester untuk mengunjungi keluarga dari ibu Rae Ah.

 

Kim Rae Ah. Gadis berusia 28 tahun itu merupakan putri tunggal pengusaha sukses di berbagai bidang, Kim Tae Jong. Kim Rae Ah berparas cantik, bahkan Kris dengan terang-terangan mengatakan pada gadis itu bahwa kecantikannya mengalahkan Aphrodite. Terdengar berlebihan, memang. Namun kenyataannya Rae Ah benar-benar cantik. Sangat cantik. Wajah cantiknya merupakan perpaduan dari wajah tampan khas Korea milik Kim Tae Jong dan wajah cantik khas Inggris milik Emma Beck.

 

Double sial. Jalanan begitu padat dan mobil Kris tidak dapat bergerak sama sekali. Laki-laki itu memukul kemudi mobilnya. Ia mengerang frustasi. Ia harus mencari dan menemukan Rae Ah hari ini juga. “Kim Rae Ah, kumohon. Jangan membuatku khawatir!”

 

***

 

Jalan yang begitu padat oleh kendaraan membuat Kyuhyun geram. Beberapa kali ia menekan klakson tak sabaran namun hal itu tidak membuat jalanan berubah menjadi lengang. Tanpa pikir panjang lagi ia turun dari mobilnya, meninggalkan Lamborghini Veneno Roadster yang hanya berjumlah sembilan buah di seluruh dunia itu di sana. Kyuhyun menyusuri trotorar. Ia tidak keberatan untuk berjalan kaki, toh tempat yang ditujunya hanya tinggal berjarak 500m.

 

Kyuhyun mengerang kesal saat seseorang mengganggu perjalanannya. Orang itu menabrak punggungnya. Kyuhyun memutar badannya. Pandangannya bertemu dengan pandangan milik seorang laki-laki yang sedikit lebih tinggi darinya. Kyuhyun sempat terpaku namun sesaat kemudian ia dapat menguasai dirinya. Entahlah. Seperti ada sesuatu yang aneh yang dirasakan Kyuhyun saat pandangannya bertemu dengan laki-laki itu.

 

Kris -laki-laki yang menabrak Kyuhyun juga mengalami hal yang sama. Ada apa ini? Ia seperti pernah melihat mata tajam itu. Mata itu mirip dengan milik seseorang tapi siapa? Ayolah, Kris. Kau sedang mencari Rae Ah. Kris kembali melangkah tanpa mengucapkan satu patah katapun membuat Kyuhyun menahan tangannya.

“Anda tidak meminta maaf, tuan?” gumam Kyuhyun dengan penuh penekanan pada setiap katanya. Kris menaikkan sebelah alisnya.

“Minta maaf? Untuk apa?” Kyuhyun mengerang. Laki-laki ini membuatnya kesal.

“Anda baru saja menabrak saya,” jawab Kyuhyun. Laki-laki itu semakin geram saat senyuman meremehkan tersungging di wajah tampan Kris.

 

Kyuhyun menatap sengit ke arah Kris namun tatapannya kemudian terkunci pada kalung yang dikenakan oleh Kris. Ada dua kalung yang dikenakan Kris dan keduanya memeliki bandul yang sma. RYK.

Kyuhyun kemudian teringat pada kalung milik seseorang yang diincarnya, seseorang yang menjadi kunci keamanan rahasia terbesar yang dimiliki oleh seorang Cho Kyuhyun. Jika laki-laki di hadapannya ini memiliki kalung yang sama bahkan dua, berarti tidak hanya satu orang yang memiliki kalung itu. Tidak menutup kemungkinan ada orang lain lagi yang memilikinya, kan?

 

“Wu Yifan. Namaku Wu Yifan. YF Group, anda bisa mencari saya di sana jika sesuatu terjadi pada punggung anda,” ucap Kris. Ia tidak berminat meladeni laki-laki yang menurutnya sangat berlebihan. Kris kembali mengayunkan langkahnya untuk mencari Rae Ah. Sial. Waktu Kris untuk mencari Rae Ah terbuang percuma berkat laki-laki itu.

 

Kyuhyun mematung. Wu Yifan. Otak Kyuhyun terus memutar nama itu. Apakah Wu Yifan yang sama? Tidak mungkin. Wu Yifan yang dikenalnya pasti masih berada di Kanada. Ya, benar. Nama Wu Yifan tidak hanya satu, kan?

 

***

Few Days Earlier

Matahari di langit Seoul cukup terik hari ini. Rae Ah melangkahkan kakinya dengan santai menuju sebuah gedung perkantoran. Hari ini ia ingin memberi kejutan pada seorang sahabat yang sudah bersamanya sejak mereka masih kanak-kanak. Rae Ah memegangi sebuah kalung yang bertuliskan ‘RYK’ dengan senyuman yang begitu lebar tersungging di wajahnya. Ah, rasanya ia ingin kembali ke masa kanak-kanak. Masa kanak-kanak yang dihabiskannya di Kanada bersama Kris. Rae Ah melewati gang yang sangat sepi -jalan cepat untuk menuju gedung kantor Kris. Jarak dari rumah Rae Ah ke kantor Kris tidak jauh sehingga Rae Ah memilih untuk berjalan kaki. Di bawah teriknya matahari? Oh, ayolah! Kim Rae Ah bukanlah gadis kaya yang manja. Pendaki gunung dan pecinta laut seperti Rae Ah tidak akan kalah oleh teriknya matahari siang ini.

 

Langkah Rae Ah memelan bersamaan dengan mata indahnya menangkap sesuatu yang membuat rasa penasarannya menyeruak ke permukaan. Rae Ah mengendap, mengikuti segerombolan orang berjas hitam yang memasuki sebuah bangunan tua yang sudah tak terawat. Rasa penasaran gadis itu semakin tinggi. Rae Ah bersembunyi di salah satu tiang gedung itu. Ia membekap mulutnya, matanya melebar menyaksikan seseorang dipukuli oleh orang-orang berpakaian serba hitam itu.

“Direktur Jang, anda telah bermain-main dengan Cho Group. Anda telah menghina Cho Group dengan memenangkan tender proyek bernilai milyaran poundsterling itu. Jadi, sampaikan salamku pada bidadari-bidadari di surga, ya?” seseorang yang disebut sebagai direktur Jang itu terlihat sangat ketakutan. Laki-laki yang mengancamnya tadi telah menodongkan pistol ke arahnya. Hanya tinggal sekali tarikan maka pelurunya akan bersarang di tubuh tambun direktur Jang.

 

Rae Ah mengambil ponselnya untuk menghubungi Kris. Tangan kiri yang digunakan Rae Ah unuk menutup mulutnya terkulai lemas, tanpa disadari membuat kalung miliknya tertarik dan jatuh ke lantai. Tepat. Seunghyub, laki-laki itu menyarangkan timah panas tepat di kepala direktur Jang. Rae Ah tidak sanggup lagi untuk menahan beban tubuhnya. Kakinya begitu lemas. Demi apapun, ini adalah kali pertama bagi gadis itu menyaksikan pembunuhan secara langsung.

Akal sehat Rae Ah masih berfungsi. Otaknya memerintahkan gadis itu untuk pergi dari sana. Dengan tubuh yang bergetar Rae Ah meninggalkan tempat itu. Sialnya, kaki Rae Ah tersandung botol minuman. Botol itu beradu dengan batu yang tergeletak tak jauh dari tempatnya sehingga menimbulkan suara dentingan yang cukup nyaring. Rae Ah tak peduli. Ia terus berlari tanpa melihat ke belakang. Ia terlalu takut meski hanya untuk melihat sekilas. Rae Ah tidak tahu sudah berapa lama ia berlari hingga ia merasa sekelilingnya menjadi gelap.

 

***

Today

 

Mata Rae Ah mengerjap berkali-kali. Tubuhnya bergerak gelisah dengan keringat yang mengucur dari dahinya. Tak berapa lama kemudian Rae Ah dapat membuka matanya dengan sempurna. Mimpi. Mimpi itu datang lagi. Mimpi yang selalu hadir dalam setiap tidurnya sejak ia melihatnya, melihat laki-laki tampan bak malaikat namun berhati iblis itu menarik pelatuk pistolnya yang membuat laki-laki tambun pemilik J Corporation tewas seketika. Rae Ah menyapukan matanya ke seluruh ruangan. Gelap. Tempat ini gelap namun ia dapat merasakan dirinya sedang berbaring di atas tempat tidur yang empuk dan hangat. Rae  Ah mengernyit. Gadis itu panik mendapati tangan dan kakinya dalam keadaan terikat. Apa yang terjadi? Siapa yang mengikatnya? Apakah Kris sedang mengajaknya bercanda? Tidak mungkin.

Rae Ah memutar memorinya, mencari bayangan-bayangan kejadian sebelum ini. Seingatnya, ia memutuskan untuk tidur sesaat setelah Kris meminta izin padanya. Kris harus menghadiri rapat penting dengan kliennya dari Kanada. Setelah itu Rae Ah tidur. Benar-benar tidur hingga akhirnya ia bangun dalam keadaan seperti ini.

 

Rae Ah terperanjat kaget ketika lampu tiba-tiba menyala. Mata gadis itu melebar ketika melihat laki-laki yang menyalakan lampu. Laki-laki itu, laki-laki tampan bak malaikat berhati iblis. Laki-laki itu menghampiri Re Ah dengan tatapan yang sulit untuk Rae Ah artikan. Tatapan iba, kah? Entahlah. Rae Ah takut. Laki-laki itu bisa saja membunuhnya, sama seperti ia membunuh direktur Jang. Rae Ah memundurkan tubuhnya saat laki-laki itu semakin mendekat. Rae Ah menggeleng, mengisyaratkan agar laki-laki itu tidak mendekat. Tubuhnya bergetar.

 

“Kim Rae Ah, kenapa harus kau yang melihat aksi kejamku?” laki-laki itu menatap Rae Ah sendu. Laki-laki itu mengetahui namanya?

“Aku Lee Seunghyub. Kau tidak mengenalku?” Rae Ah menggeleng takut. Ia benar-benar takut. Seunghyub menghela napasnya berat. Gadis ini melupakannya- ah, tidak. Gadis ini memang tidak pernah mengenalnya.

“Aku menyukaimu sejak SMA namun kau selalu dijaga ketat oleh Yifan, bodyguard-mu sehingga kau sungguh sulit untuk kugapai. Siapa sangka, kita bertemu lagi dalam keadaan seperti ini, Rae Ah.” Rae Ah terhenyak. Laki-laki ini salah satu orang yang menyukainya? Lalu apa kesalahannya sehingga ia diperlakukan seperti ini?

“Apa maumu? Kenapa kau menyekapku?” tanya Rae Ah. Suaranya meninggi. Seunghyub hanya tersenyum sinis.

“Mauku? Mauku, kau mati. Kau ingat telah menyaksikan pembunuhan yang dilakukan olehku pada pemilik J Group, kan? Aku mau kau mati karena melihatnya, Kim Rae Ah.” Tubuh Rae Ah menegang. Demi Tuhan, Rae Ah tidak ingin mati sekarang. Tidak dengan cara yang sangat menyedihkam. Tidak, sebelum ia bertemu dengan seseorang yang menghilang puluhan tahun yang lalu. Tidak, sebelum Rae Ah mengungkapkan perasaannya pada Kris. Ya. Rae Ah tidak ingin mati sebelum Kris mengetahui kebenarannya. Kebenaran bahwa sebuah nama yang berada di dalam hatinya sejak masih kanak-kanak telah terganti oleh Kris. Air mata Rae ah mengalir.

 

“Ah, selain itu, aku juga ingin kau mati agar tidak ada yang bisa memilikimu sekalipun itu seorang Wu Yifan.”

“Kau tidak akan bisa membunuhku, Lee Seunghyub-ssi!” desis Rae Ah. Seunghyub tertawa pelan, meremehkan ucapan Rae Ah.

“Aku suka sikap optimismu, Kim Rae Ah. Kau benar. Aku tidak akan bisa membunuhmu karena bukan aku yang akan melakukannya. Aku tidak akan membunuh orang yang pernah ada dalam hatiku dengan tanganku ini.” Rae Ah menggeram. Ia ingin sekali memukul wajah mengerikan itu. Bantu aku, Kris. Rae Ah membatin.

 

“Baiklah, kau beruntung karena orang yang akan membunuhmu tidak jadi datang hari ini. Selamat malam, Rae Ah.” Seunghyub mengedipkan sebelah matanya sebelum beranjak dari hadapan Rae Ah. Rahang Rae Ah mengeras, giginya gemeretak menahan amarah.

“Jangan pernah berpikir kau bisa kabur karena ruangan ini berada di lantai paling atas Cho Building, Rae Ah sayang.” Ucap Seunghyub sebelum akhirnya ia menghilang di balik pintu. Ya Tuhan, jika hidupnya berakhir menyedihkan seperti ini, ia hanya berharap agar di kehidupan selanjutnya ia akan kembali bertemu dengan Kris dan- orang yang menghilang puluhanan tahun lalu. Kim Rae Ah semakin terisak. Dalam hatinya terus meneriakkan nama Kris, berharap rasa takutnya sampai pada laki-laki itu.

TBC

 

Selamat dinihari, der Phantast! hihi bawa FF baru lagi nih! Ampun deh, belum nemu mood buat lanjut yang laen. huhu

Makasih banyak buat yang udah komen dan maaf aku gak balesin satu persatu. Tapi aku baca semua, kok 🙂 Jujur ya, satu minggu ini aku sibuk minta ampun. Bahkan pulang ke kost aja malem terus. Maaf kalo pada kecewa karena gak ngelanjut FF favorit kalian. Aku bener-bener minta maaf. Oiya, FF ini sebenernya udah lama banget aku tulis tapi baru ada minat buat posting. Ini tadinya mau diikutin lomba cuman gajadi. So, maaf kalo ada typo nama atau apapun. btw, thank’s for coming^^

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

16 thoughts on “The Necklaces Part 1”

  1. antara kyu sma kris
    wahhh….bakalan seru ini
    cuz mereka ber3 bakalan saling berhubungan dan jan lupa seunghyub jugaaa
    ternyata dia suka juga sama rae ah

    du du du
    ini baklan seru
    ditunggu next part nya

  2. Wowww critanya menarik aku suka banget feelnya jg dapet gue lnsran banget sosok puluhan tahun yg di maksud rae ah tuh siapa yah? Ndut kah? Ekkekeke
    #very nice

  3. Hai…slam kenal.., setelah bca part 1 ni jadi gmn itu knp jg kyuhyun jdi org yg jahat ya.., kasian kim rae ah, apkah nntnya mereka jadi jatuh cinta…

  4. Orang yang menghilang itu Cho Kyu Hyun kan? Pasti dia. Dan kalung RYK itu inisial Rae Ah Yi Fan Kyu Hyun.
    Lahhh Kenapa Kyu Hyun perannya jahat banget. Tapi sialnya cocok buat dia kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s