Schwarzwäld

 

Kim Rae Ah menatap nanar ponsel hitamnya. Sudah satu minggu ini kekasihnya jarang sekali menghubungi. Pikiran buruk selalu menghantui pikirannya akhir-akhir ini. Apakah laki-laki itu sudah mulai bosan dengannya? Oh, ayolah. Sesibuk apapun kekasihnya, laki-laki itu tidak pernah absen untuk menanyakan kabarnya, apakah ia sudah makan atau belum, dan atau hanya sekedar mengatakan ‘aku mencintaimu’.

 

Rae Ah menghela napas beratnya. Tiga hari kedepan adalah hari ulang tahunnya. Apakah kekasihnya itu akan ingat? Kembali menghela napas beratnya lalu bergegas keluar dari kamar. Sudah saatnya menonton pertandingan piala FA antara FC Barcelona kontra Manchester United. Seumur hidupnya -setidaknya semenjak gadis itu mengenal bola sejak berada di tingkat pertama SMP, menonton bola selalu dapat memperbaiki suasana hatinya. Tidak peduli jika saat ini waktu telah menunjukkan tengah malam, demi tim kesayangannya ia rela begadang untuk melihat wajah teduh dan aksi mengagumkan dari seorang Lionel Messi, sang pemilik ‘tangan Tuhan’. Lionel Messi merupakan satu-satunya laki-laki yang dapat membuat kekasihnya cemburu. Ya Tuhan, hingga babak kedua pertandingan suasana hatinya belum juga membaik. Ia tersentak ketika sang komentator berteriak. ‘Messinya’ mencetak gol dan ia tidak memperhatikan bagaimana prosesnya hingga gol itu tercipta, membawa Barcelona unggul telak. Ia menggeram kesal, “rupanya kau sudah bosan hidup, Cho Kyuhyun!!”

Rae Ah kembali ke kamarnya setelah pertandingan usai dengan tiga poin diraih oleh Barcelona. Oh, seharusnya ia senang karena tim kesayangannya itu menang, bukan? Pengaruh seorang Cho Kyuhyun terhadap dirinya benar-benar luar biasa.

 


 

 

Gedung yang menjadi tempat penghasil pundi-pundi kekayaan itu tampak lengang. Hanya beberapa orang saja yang terlihat masih berada dalam gedung. Tentu saja. Saat ini adalah jam makan siang.

Kim Rae Ah mengetuk-ngetukkan ballpoint-nya pada meja. Ia bosan. Ia ingin bertemu dengan Kyuhyun. Astaga, sesibuk apa presdirnya itu? Ya, Kim Rae Ah adalah salah satu karyawan Cho Kyuhyun. Satu atap tapi dalam delapan hari ini mereka tidak pernah bertemu. Entahlah, biasanya Kyuhyun akan memanggil Rae Ah ke ruangannya hanya untuk sekedar mengajaknya berbicara meski harus dengan dalih pekerjaan. Kecuali Hankyung sang asisten presdir, tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka yang terjalin sebelum gadis itu bekerja di perusahaan Kyuhyun, dua tahun lalu.

“Besok ulang tahunku. Apakah Kyuhyun melupakannya?” Rae Ah menjatuhkan kepalanya pada meja. Gadis itu benar-benar tidak memiliki semangat bahkan untuk makan siang yang tidak boleh ia lewatkan sekalipun.

 

“Kau tidak makan siang, Rae?” Rae Ah mengangkat kepalanya dan mendapati Chanyeol sudah duduk di hadapannya.

“Tidak” jawabnya singkat.

“Gadis bodoh! Kau ingin penyakit pasaranmu itu kambuh, hah?” teriak Chanyeol. Rae Ah menatap Chanyeol tajam. Astaga. Temannya ini selalu berlebihan.

“Jangan berlebihan, Park Chanyeol!”

“Berlebihan? Baiklah, jika menurutmu itu berlebihan maka aku tidak akan menolongmu ketika kau merintih kesakitan karena penyakit maag-mu kambuh!” cecar Chanyeol. Laki-laki itu kembali dengan wajah kesal atau lebih tepatnya- khawatir. Park Chanyeol, ada apa dengannya? Rae Ah mengangkat bahunya tak pedulh. Otaknya sudah penuh oleh Cho Kyuhyun sehingga tidak ada ruang lain untuk memikirkan sikap seorang Park Chanyeol.

 

***

 

Kyuhyun mengangkat gagang teleponnya. Ia menghubungi layanan pesan antar. Astaga. Gadis itu benar-benar membuatnya frustasi. Tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara Rae Ah dan temannya ketika akan kembali ke ruangannya. Ada apa dengan gadis itu? Sudah tahu tidak bisa untuk tidak makan siang. Kyuhyun berdecak lalu kembali mengangkat gagang telepon, “panggilkan nona Kim dari divisi pemasaran! Dia harus bertanggung jawab atas kesalahannya.”

 

Kim Rae Ah berjalan dengan hati setengah gembira. Setengah? Tentu saja. Setengahnya lagi karena ia kesal pada laki-laki yang saat ini tengah menunggu di ruangannya. Bahkan ia berencana akan menjalankan aksi mogok bicaranya, ia akan berbicara formal dan tidak akan menatapnya.

Rae Ah mengetuk pintu ruangan Kyuhyun, sesuatu yang tidak pernah dilakukannya selama ini. Setelah mendengar sahutan dari sang pemilik ruangan, gadis itu masuk dengan kepala menunduk. Kyuhyun mengernyit. Biasanya gadis itu akan berlari dan langsung memeluknya tapi hari ini ia bahkan menatap pun tidak. Ah, gadis itu sepertinya sedang marah. Kyuhyun menyeringai, menatap tajam Rae Ah yang sudah berdiri di hadapannya -tetap dengan kepala yang menunduk.

 

“Kesalahan apa yang saya buat hari ini, sajangnim?” Kyuhyun hampir saja tertawa mendengar nada bicaranya namun kemudian ia tahan. Gadis ini sungguh sangat lucu. Baru kali ini ia mendengar bawahannya berbicara formal namun dengan nada merengek. Astaga.

“Kau tidak menyadari kesalahanmu sendiri, nona Kim?” Rae Ah menggeleng. Demi Tuhan, kentara sekali wajah kesalnya itu.

 

Kyuhyun berdiri kemudian memutari mejanya. Ia memeluk Rae Ah dari belakang, menenggelamkan wajahnya di lekukan leher gadis itu, menghirup aroma yang selalu disukainya. Gadis itu tidak merespon.

“Kesalahanmu adalah kau tidak makan siang.” Rae Ah mengangkat kepalanya, membalikkan badannya agar dapat melihat wajah Kyuhyun.

“Apa pedulimu?”

“Tentu saja aku peduli. Kau adalah karyawanku dan aku tidak ingin karyawanku sakit. Itu akan membuat uang sedikit tersumbat.”

“Karyawan? YA Cho Kyuhyun! Biarkan saja aku aku sakit. Kau bahkan tidak peduli lagi padaku, tidak meneleponku meski hanya untuk mengatakan ‘aku mencintaimu’, kau tidak mengajakku makan siang di ruanganmu, kau- hiks..” Kyuhyun membawa Rae Ah ke dalam pelukannya. Demi Tuhan, ia sangat merindukan gadis ini. Tidak ada sama sekali niat untuk membuatnya menangis. Kyuhyun mencium puncak kepala Rae Ah dan mengusap rambut hitam kecoklatan gadis itu dengan sayang.

I’m sorry” gumam Kyuhyun. Rae Ah membalas pelukan Kyuhyun. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun dengan erat. Demi Tuhan, ia sangat merindukan kenyamanan ini.

 

“Makanlah!” Rae Ah menatap bingung pada makanan yang begitu banyak tersaji di atas meja yang ada di ruangan Kyuhyun. Hanya untuk berdua harus sebanyak ini?

“Kyu, tidakkah ini terlalu banyak untuk kita makan berdua?”

“Tentu saja tidak. Kau harus menghabiskan semuanya!” Rae Ah mendengus.

“Aku akan memakan semuanya asal kau yang menyuapi” Kyuhyun tertawa geli. Gadis ini benar-benar manja.

“Baiklah, gadis manja.” Kyuhyun menyendok makanan lalu menyuapkan pada Rae Ah. Gadis itu makan dengan lahap.

.

“Aku harus kembali bekerja, Kyu. Aku tidak ingin manajer Yoon mengira bahwa aku sedang menggoda presdir yang menyebalkan ini karena terlalu lama berada di ruangannya.” Ujar Rae Ah. Tangannya mengusap lembut kepala Kyuhyun yang tidur di pangkuannya. Kyuhyun membuka matanya.

“Biarkan saja. Jika manajermu itu macam-macam padamu, aku akan membuatnya turun jabatan.” Rae Ah tertawa pelan.

“Kenapa tidak memecatnya? Kau takut kehilangan salah satu manajer cantik di perusahaanmu ini?”

“Benar! Aw-”

“Kau mau mati, Cho Kyuhyun?” Kyuhyun meringis. Pukulan gadisnya benar-benar membuat tangannya sakit. Ya ampun, mana mungkin Kyuhyun berani melirik wanita lain jika gadisnya segalak ini.

“Kau yang mengatakannya, sayang. Ah, nanti kita pulang bersama, ya? Aku ingin makan malam denganmu.”

“Siap, tuan Cho Kyuhyun!”

 

***

 

Sama seperti pasangan lainnya yang mengunjungi Namsan Tower, Kyuhyun dan Rae Ah berjalan dengan tangan yang bertautan. Senyuman bahagia di wajah gadis itu tidak pernah lepas semenjak Kyuhyun mengajaknya untuk makan malam bersama, tadi siang. Bahkan Chanyeol terus menatap heran padanya yang tetap tersenyum meskipun pekerjaannya menumpuk.

 

Rae Ah menatap tangannya yang digenggam dengan erat oleh Kyuhyun. Genggaman itu seakan menegaskan bahwa Kim Rae Ah hanya milik seorang Cho Kyuhyun dan Kyuhyun tidak akan pernah melepasnya.

 

“Ini sudah jam setengah dua belas malam, Kyu. Aku harus pulang.” Ujar Rae Ah. Ia tidak ingin pulang, sebenarnya. Hanya saja ia tidak ingin terlambat ke kantor atau manajer Yoon yang cantik namun menyebalkan itu akan mengomelinya hingga membuat telinganya gerah.

“Sebentar lagi saja, sayang. Aku masih ingin seperti ini.” Kyuhyun menarik Rae Ah untuk duduk di salah satu kursi taman. Ia melingkarkan tangannya di bahu Rae Ah lalu menariknya agar kepala gadisnya itu bersandar pada dadanya. Rae Ah tersenyum. Ia melingkarkan tangannya di perut Kyuhyun yang ‘sedikit’ buncit. Ini benar-benar nyaman.

 

Mereka terdiam cukup lama, menikmati kebersamaan yang tidak selalu mereka rasakan setiap hari. Kencan romantis seperti ini sangat jarang dilakukan keduanya. Rae Ah menegakkan tubuhnya saat kembang api menyala dengan indah di langit. Gadis itu takjub. Apakah hari ini ada acara perayaan? Siapa yang menyalakan kembang api tersebut? Ah, siapapun itu ia akan mengucapkan terima kasih karena telah memberikan pemandangan indah di langit malam ini.

 

Happy birthday, my beloved Kim Rae Ah.” Rae Ah menoleh ke samping kanannya. Matanya berkaca-kaca melihat Kyuhyun memegang sebuah kotak besar berwarna hitam dengan pita berwarna oranye. Kyuhyun- ingat ulang tahunnya?

“Kembang api, kau menyukainya?” tanya Kyuhyun.

“Kau yang menyalakannya?” Kyuhyun mengangguk. Air mata yang tadi ditahannya kini telah lolos menganak-sungai di pipi putih mulusnya.

Thank you. It’s awesome, Kyuhyun.” Kyuhyun tersenyum. Rae Ah mengambil kotak yang disodorkan Kyuhyun. Dengan tidak sabaran ia membuka kotak itu.

 

Sangat cantik. Rae Ah mengambil gaun berwarna hitam dengan renda oranye dari dalam kotak yang diberikan Kyuhyun Gaun hitam selutut dengan lengan pendek, bagian pinggangnya dikelilingi dengan renda oranye bermotif bunga. Tidak seksi namun terlihat elegan.

“Cantik sekali.” Gumamnya. Kyuhyun tersenyum puas. Dugaannya tidak salah. Asalkan ada warna oranye, gadis itu pasti akan menyukainya. Batin Kyuhyun.

“Aku tahu kau menyukainya. Gaun itu tidak mahal, hanya menghabiskan 0.1% isi dompetku.” Rae Ah mendelik. Astaga, Kyuhyun telah merusak suasana.

“Presdir pelit. Hah, berpacaran selama empat tahun denganmu seharusnya sudah ada salah satu seri mobil Lamborghini dan Ferrari atas namaku di basement apartemenku.” Kyuhyun membulatkan matanya.

“Apa? Kau ingin aku membelikanmu mobil? Aku baru tahu kau materialisti, sayang.”

“Kau pikir aku menerimaimu karena apa, hah? Aku tidak mungkin menikah hanya karena cinta. Perutku tidak akan kenyang hanya dengan makan cinta.” Kyuhyun mematung. Rahangnya mengeras. Benarkah yang diucapkan gadis itu? Ah, tidak. Kyuhyun tidak peduli jika gadis ini menginginkan hartanya. Akan ia berikan seluruh harta kekayaannya asalkan Kim Rae Ah tetap di sampingnya.

 

Rae Ah mengerjap. Ia terhenyak melihat perubahan ekspresi Kyuhyun. Ia tidak serius dengan perkataannya.

Rae Ah meletakkan kotak hitam itu di bawah kakinya lalu menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Kyuhyun mengerjap. Rae Ah mengelus pipi Kyuhyun dengan ibu jarinya, di wajahnya terpatri sebuah senyuman yang begitu indah.

 

“Aku tidak peduli apapun yang kau berikan berikan dan berapapun harganya. Aku akan tetap menyukainya asalkan itu darimu. Aku serius dengan mengatakan bahwa perutku tidak akan kenyang hanya dengan memakan cinta tapi bukan berarti aku menerimamu karena kau adalah CEO sebuah perusahaan besar.” Rae Ah menarik napasnya dalam-dalam, “aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.” Kim Rae Ah mengakhiri kalimatnya dengan mendaratkan sebuah kecupan lembut pada bibir tebal Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya kemudian menekan tengkuk Rae Ah agar memperdalam ciuman mereka.

 

“Apa aku harus selalu memberimu kado agar kau menciumku lebih dulu?” goda Kyuhyun begitu mereka melepas ciuman yang cukup lama. Rae Ah memukul pelan bahu Kyuhyun. Wajahnya merona kemerahan membuat Kyuhyun tanpa sadar tergelak melihatnya.

“Terima kasih. Aku menyukai kadonya. Aku pikir kau akan melupakan hari ulang tahunku” Kyuhyun tersenyum.

“Tidak mungkin aku melupakannya, sayang.”

“Tapi- kapan kau akan memberikan salah satu kartu kreditmu padaku?”

“Kau!!!”

 

***

 

Kim Rae Ah menghentikan kegiatan mengetiknya. Ia mengambil ponsel hitamnya yang berdering sekali, tanda ada sebuah pesan masuk. Gadis itu mengerutkan dahinya lalu berjalan menuju jendela, mengikuti intruksi dari pesan yang masuk. Pesan yang dikirim Cho Kyuhyun yang meminta atau lebih tepatnya menyuruh Rae Ah melihat ke jendela ruang kantornya.

 

Rae Ah menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan kedua tangannya, mata membulat sempurna untuk ukuran matanya yang terbilang kecil. Dari kaca jendela itu ia dapat melihat sebuah kain hitam berukuran panjang yang ditarik oleh sebuah helikopter berlabelkan Cho Group. Tidak. Bukan helikopter itu yang membuatnya takjub melainkan tulisan yang tercetak di atas kain hitam itu. Would you marry me? Belum habis rasa takjubnya pada kalimat itu, seseorang kembali membuatnya merasakan ketakjuban yang luar biasa.

Seorang laki-laki terjun dari dalam helikopter hingga parasut di punggungnya membuka. Air matanya mengalir tanpa permisi. Tulisan di atas parasut itu adalah kalimat yang sudah ia rasakan dengan jelas kebenarannya dan sudah sangat sering ia dengar. CGH LOVES YOU.

 

Pertunjukkan yang disuguhkan Kyuhyun untuk melamar gadisnya itu menarik perhatian seluruh penghuni Cho Group’s Building. Siapa yang melamar siapa? Rae Ah segera berlari menuju lift membuat rekan kerjanya mengernyit heran. Tidak mungkin jika yang dilamar adalah gadis itu, kan?

Tanpa mengindahkan tatapan aneh orang lain, Rae Ah berlari dengan kencang menuju luar gedung. Tidak peduli kakinya yang sakit karena memakai heels karena yang ia inginkan saat ini adalah menemui Kyuhyunnya, memeluknya, lalu menjawab lamarannya.

 

Gadis itu berhenti tepat di hadapan Kyuhyun yang telah melepas atributnya dengan napas yang terengah. Kyuhyun menatap tak percaya pada gadisnya yang berlari untuk sampai ke sini.

“Bodoh. Aku tidak memintamu untuk berlari.” Ujar Kyuhyun. Ia terkesiap melihat ada cairan bening yang mengalir di pipi gadisnya.

“Rae-” ucapan Kyuhyun terhenti secara otomatis ketika Rae Ah memeluknya dengan begitu erat.

I do” dua kata pendek yang keluar dari mulut gadis itu mampu membuat tubuh Kyuhyun berdesir. Dua kata pendek yang akan merubah hidupnya, dua kata pendek yang akan membuatnya lebih bahagia dalam keseharian karena akan ada Kim Rae Ah di dalam rumahnya. Astaga, memikirkan hal itu membuat Kyuhyun tersenyum bahagia.

 

“Nanti malam akan ada pesta pertunangan. Aku mengundang kalian semua dan lihat website perusahaan untuk info lengkapnya.” Ujar Kyuhyun pada orang-orang yang mengerumuninya, tanpa melepas dekapannya. Rae Ah terperangah. Pesta pertunangan? Rae Ah meregangkan pelukannya, menatap wajah Kyuhyun yang begitu berseri.

“Jangan bertanya apapun! Lebih baik kau ambil tasmu dan ikut aku ke suatu tempat.” Rae Ah merengut kesal. Kyuhyun selalu bisa membaca pikirannya. Rae Ah berbalik, melangkah menuju ruangannya, mengambil tas lalu mengikuti Kyuhyun.

 

Park Chanyeol menatap nanar Lamborghini Veneno yang baru saja menjauh dari area gedung dengan tangannya yang mengepal erat di samping tubuhnya. “Aku mencintaimu, Kim Rae Ah” gumamnya lalu berbalik, kembali ke ruangannya.

 

***

 

Rae Ah menatapi wajah Kyuhyun yang serius memperhatikan jalanan. Ketampanan Kyuhyun tidak berkurang sama sekali meskipun sedang serius seperti ini. Gadis itu mengerjap ketika tangan kanan Kyuhyun sudah menggenggam erat tangan kirinya. Kyuhyun mencium punggung tangan Rae Ah tanpa mengalihkan fokusnya dari jalanan, tersenyum dengan sangat manis membuat gadis itu membeku, jatuh ke dalam pancaran kebahagiaan yang keluar dari wajah Kyuhyun. Tuhan tidak adil. Bagaimana mungkin Tuhan menciptakan laki-laki setampan ini dan membuat laki-laki lain iri?

 

“Kita sudah sampai, sayang.” Rae Ah mengalihkan pandangannya ke luar. Kyuhyun pasti akan meledeknya habis-habisan melihat kegugupannya ini. Astaga, Kim Rae Ah. Cho Kyuhyun sudah 4 tahun berada di sekitarmu tapi kau masih saja seperti baru beberapa hari. Dengan cepat ia mengikuti langkah Kyuhyun menuju sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah dengan halaman yang dipenuhi tanaman.

 

Rae Ah menatap Kyuhyun, meminta penjelasan tentang rumah bertuliskan ‘Schwarzwäld Haus’ di hadapannya dengan banyak anak-anak berlarian. Kyuhyun tersenyum, membawa Rae Ah untuk duduk di salah satu kursi yang terdapat di taman depan rumah itu.

Schwarzwald, The Black Forest. Seseorang yang aku temui di sana pernah berkata, ‘suatu saat nanti aku ingin memiliki sebuah rumah di mana anak-anak yang kurang beruntung ada di dalamnya’, dan rumah ini akan aku hadiahkan untuknya.” Kyuhyun tersenyum, pandangannya menerawang jauh ke masa 4 tahun silam. Rae Ah mengernyit. Ia merasa familiar dengan kalimat itu.

 

“Empat tahun lalu aku bertemu dengan seorang gadis Korea di Schwarzwald. Aku tertarik untuk mengobrol dengannya, gadis yang tengah memakan kue black forest dengan earphone warna orange di telinganya.” Rae Ah terperangah. Kyuhyun tengah membicarakan pertemuan pertama mereka di atas bukit yang begitu luas di Jerman, Schwarzwald. Kalimat itu, bukankah kalimat yang pernah diucapkannya juga?

 

“Yayasan anak ini untukmu, kado ulang tahunmu dariku yang sesungguhnya.” Rae Ah tergagap. Kyuhyun memberikan yayasan ini untuknya. Ini lebih berharga dari apapun. Sungguh. Kyuhyun tersenyum melihat Rae Ah yang tidak bisa berkata apa-apa namun terlihat dengan jelas gadis ini terharu. Berhasil. Kyuhyun berhasil membuat gadisnya bahagia.

“Karena ini juga aku jadi jarang sekali menghubungimu. Maafkan aku” Rae Ah berhambur memeluk Kyuhyun, membuat laki-laki itu tertawa pelan. Kebiasaan gadis ini jika sedang bahagia atau berterima kasih, ia akan memeluknya seperti ini.

 

Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Rae Ah dengan erat. Tidak ada niatan sama sekali untuk segera melepas pelukan penuh luapan bahagia ini.

Rae Ah terisak. Butuh waktu lama untuk gadis itu mewujudkan mimpi memiliki sebuah yayasan namun Kyuhyun membuatnya mewujudkan mimpi itu dengan begitu cepat. Hidup tanpa ayah dan ibu kandung yang merawatnya sejak bayi membuat gadis ini tidak ingin melihat ada anak lain yang miliki nasib sama dengannya. Ditelantarkan orangtua angkat ketika berusia 10 tahun di sebuah rumah petak, membiayai hidup dan pendidikannya dengan keringat sendiri, tidak ada yang memperhatikannya ketika sakit, semua itu cukup ia yang mengalaminya. Beruntung ia memiliki otak yang jenius sehingga sejak SMP hingga lulus sarjana gadis itu selalu mendapat beasiswa. Bahkan dengan otak jeniusnya ia pernah menjalani program student-exchange di Jerman dan bertemu Kyuhyun untuk pertama kalinya.

 

“Kenapa memberi rumah ini nama Schwarzwäld Haus?” tanya Rae Ah, menatap lekat mata Kyuhyun yang selalu mampu membuatnya jatuh ke dalam pesona yang begitu dalam.

 

“Karena Schwarzwäld adalah tempat pertama kali kita bertemu. Ah, bukan itu yang paling utama. Yang paling utama karena kau pernah mengatakan, ‘aku ingin anak-anak yang berada dalam yayasanku nanti merasakan manisnya kehidupan seperti kue Black Forest. Kehidupan yang manis meskipun akan ada rasa pahit di dalamnya, namun itulah yang membuat kue black forest itu banyak disukai. Anak-anak itu juga akan menyukai rasa pahit yang terdapat dalam manisnya kehidupan.'” Kyuhyun memberi jeda pada kalimatnya, menatap gadisnya yang kini telah beruraian air mata. Kyuhyun tersenyum, mengusap air mata di pipi Rae Ah seraya melanjutkan kalimatnya, “aku memberi Haus dan bukan panti karena aku ingin mereka merasa tinggal di rumah, bukan di panti. Panti dan rumah memiliki konotasi yang sangat jauh berbeda. Setelah kau menjadi istriku, kau akan fokus untuk memberikan mereka kasih sayang agar mereka benar-benar merasa berada di rumah. Kau akan menjadi ibu bagi mereka. Kau akan membuat hidup mereka indah, seindah Schwarzwäld.”

 

Oh Tuhan, Kyuhyun manis sekali. Bahkan ia mengingat ucapannya empat tahun yang lalu. Cho Kyuhyun bukanlah tipe laki-laki yang akan selalu mengucapkan kalimat romantis selain ‘aku mencintaimu’. Hari ini ia bersikap lebih manis dari black forest.

“Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.” Hanya kalimat itu yang dapat keluar dari mulutnya. Sungguh, ia tahu apa yang harus dikatakannya untuk membalas kalimat manis Kyuhyun.

“Aku tahu” Kyuhyun tertawa pelan melihat Rae Ah cemberut karena jawaban singkatnya. Sungguh, Kyuhyun tidak tahan harus berlama-lama berada dalam suasana romantis.

 

Well, nanti malam kita akan menghabiskan hari ulang tahunmu di pesta pertunangan kita.”

“Kau mengabaikanku selama beberapa hari ini untuk menyiapkan semuanya?” tanya Rae Ah penasaran. Kyuhyun mengangguk.

“Manis sekali, tapi-”

“Tapi?” Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.

“Nanti malam Barcelona kontra Real Madrid. Kau tahu kan jika kedua klub itu bertemu, akan menjadi pertandingan yang sangat panas?” Kyuhyun menghembuskan napasnya kasar. Jika bisa, ia akan membeli Barcelona dan membuat para pemainnya menjadi buruh saja, atau menjadi karyawan di Cho Group. Oh, pertama ia akan menjadikan Lionel Messi penjaga Camp Nou agar ia tidak lagi membuat gadisnya terpukau dengan permainannya yang- well, sangat indah.

 

 

“Aku tidak peduli. Kau bisa menonton di situs resmi mereka, besoknya.” Bukan Kyuhyun jika akan dengan mudah membatalkan sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang, terutama hanya karena siaran bola. Sial. Sepertinya ia harus membuat seluruh stasiun televisi membatalkan kontrak penayangan liga-liga Eropa dan menyabotase satelit agar siaran luar tidak masuk ke negaranya.

“Baiklah, dengan satu syarat.”

“Apa?” Rae Ah memasang wajah sok manis -yang memang manisnya.

“Besok pagi, di basement apartemenku, harus sudah ada sebuah Lamborghini apapun serinya. Di dalam dompetku, harus sudah ada tiga buah kartu kredit yang unlimited.” Kyuhyun melongo. Gadis ini menakutkan sekali, Tuhan.

“Kim Rae Ah, neo jinjja daebak!”

 

THE END

 

HAH! Pengen nendang muka iblisnya Kyuhyun rasanya. Ini FF idenya tiba-tiba aja melintas di otakku dan beginilah jadinya, GAJE! Semoga menghibur~

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

30 thoughts on “Schwarzwäld”

  1. Wow, pengen punya suami yang kaya seperti Kyu Hyun >_< ya ampuuuun, disini Kyu Hyun romantis dan manisnya melebihi gula. Wkwkwkwk…

  2. hahaaaaaaaaaa
    demi apa rae ah bikin kyu menboong
    kyunya serius banget, romantisnya ngena,
    eh lg romantis2nya malah ngomongin bola,,, hahaaa
    wah, nodong nih minta unlimited credit card ama lamborghini haha
    bercandanya rae ah sukses

  3. Hahaha,, suka sama syarat nya Rae ah ,, kekeke
    ‘sebuah Lamborghini apapun serinya dan tiga buah kartu kredit yang unlimited’
    Daebakk,, hahaha jinja daebak Rae ah..
    Pasti puas banget liat kyu yg melongo disitu.. Hahaha

  4. Wkwk rae ya tetep lamborghini sama kartu kredit unlimited gak mau ketinggala.hehe
    Kyuhyun bisa romantis jg ya dia. Lamarnya pake acara helikopter segala.

  5. HAHAHA parah nih endingnya, itu syarat apa malak mbak? 😀 lamborghini sama 3 kartu kredit, lu kata tinggal metik -_-

  6. loh ko end si ini tuh lebih manis dari black forest loh thor bisa dibiin squel gk penasaran klo mereka punya anak tuh gimana.thor boleh saran gk gimana klo semua chas nya pasangan ini aja karana aku suka banget sama mereka KYURAE

  7. ya ampun acara lamarannya bikin gila…heli,trus kyuhyun yg terjun payung…oooo
    q nisa gilaaaa buat bayangin kyuhyun nglamat aku.hahahhahah

  8. hai q reader baru d sini,
    salam kenal.
    cerita yang manies d pagi hari yang cerah.
    nie ff ringan tp manies bgt…
    bikin ngiri j,
    beruntung bgt Rae ah.
    happy end z..

  9. FF ini neo jinja daebak eon,….
    Menghibur banget kok. Ah,… Aku jadi semakin cinta sm Cho Kyuhyun. Kyuhyun di FF ini gila romantis dan sweet banget. Beruntungnya Rae Ah bisa dapetin hatinya seorang Cho Kyuhyun.
    Harusnya buat FF ini sampai mereka menikah eon, nanggung banget endingnya. Hehehe,..
    Awalnya aku bingung sm judul dari FF ini. Tapi, akhirnya paham juga pas baca sampai selesai. FF ini bagus banget dan menghibur. 🙂

  10. y ampunn bener” sweet dan romantis banget klo aku jadi rae ah bakalan meleleh lagi.. udah kaya royal romantis lagi aduhh cari dimana orang kayak gitu..
    ohh y chingu maaf bukanya sok pinter akunya mau melurusin dikit aja kebetulan aku juga suka bola kalo piala FA itu cuma ada d liga inggris.. klo d liga spanyol copa del rey sama laliga…. maaf klo aku sok menggurui kesanya maaf banget ga maksud apapun

  11. cara ngelamar yang romantissss , awalnya aku gak ngerti sama judul FF ini tapi terusin aja baca ternyata berhubungan sama temapt pertama kali mereka ketemu

  12. Hahahahah 0.1% itu hemat apa emang pelit cho wkwk, ngancurin suasana romantis aja dahh ahh. Rae ah juga udah minta mobil minta 3 kartu unlimited lagi hahahah,
    tapi gimanapun kyuhyun disini manis banget, gula aja kalah wkwk lebay ahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s