Royal Daddy

07:00 p.m – Cho’s House, Seoul, South Korea

 

Suasana makan malam ini begitu tenang. Hanya dentingan-dentingan kecil yang terdengar dari sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Kyuhyun menatap putrinya nanar. Ia menghela nafas berat. Gadis cantik yang baru menginjak usia 17 tahun beberapa minggu lalu itu makan dengan tertunduk. Gadis itu tidak pernah berbicara banyak.

Kyuhyun mengerjap, menatap tangannya yang digenggam lembut. Kyuhyun tersenyum seolah-olah mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Kim Rae Ah -istrinya mengusap punggung tangan Kyuhyun dengan ibu jarinya. Ia tahu, suaminya sedang menahan sesak yang teramat atas sikap putri mereka.

 

Mom, dad, bisakah kalian bermesraan nanti saja?” Rae Ah melepas genggamannya pada tangan Kyuhyun. Mereka -Kyuhyun dan Rae Ah kemudian terkekeh mendapat protes seperti itu dari putra sulung mereka. Hyunbum mendelik pada ayahnya yang mencibir.

Dad, kau tahu? Lamborghini Veneno Roadster hanya diproduksi sebanyak sembilan buah. Akan sangat menyenangkan jika aku memilikinya” Rae Ah terbelalak mendengar ucapan putranya itu. Astaga. Harga mobil itu bahkan bisa membeli puluhan mobil hasil produksi negara mereka sendiri.

“Tentu saja daddy tahu. Kau menginginkannya?” tanya Kyuhyun santai. Hyunbum mengangguk. “Baiklah, paling lama satu bulan, mobil itu akan menjadi milikmu.”

“Benarkah? Daddy, kau memang yang terbaik!” Hyunbum mengacungkan dua jempolnya membuat Kyuhyun terkekeh. Ayah dan anak itu kemudian melakukan hi-five.

 

“Cho Kyuhyun, kau tahu harga mobil itu berapa? Dibandingkan dengan membeli satu mobil itu lebih baik membeli sepuluh mobil produk dalam negeri!” protes Rae Ah. Kyuhyun dan Hyunbum hanya menggedikkan bahunya, mengabaikan protes dari Rae Ah dengan kembali menyuapkan makanan ke mulut masing-masing. Rae Ah menggeram.

 

“Mau kemana, Eve? Makananmu belum habis.” tanya Rae Ah begitu melihat putrinya beranjak. Kyuhyun dan Hyunbum ikut menatap ke arah Evana.

“Aku sudah selesai, mom” jawabnya singkat. Gadis itu melangkahkan kakinya menuju kamar. Rae Ah menghela napas.

“Sepertinya dia belum bisa menerimamu, dad.” ujar Hyunbum. Laki-laki berusia 20 tahun itu menatap punggung adiknya yang menghilang di balik pintu dapur. Kyuhyun mengangguk -membenarkan ucapan Hyunbum.

“Dia hanya butuh waktu. Tenang saja, Eve hanya belum terbiasa dengan kehadiranmu.”

“Tidak seharusnya dia bersikap seperti itu, mom. Bagaimanapun daddy adalah ayahnya” suara Hyunbum meninggi. Laki-laki itu benar-benar geram dengan tingkah adiknya. Sudah satu tahun berlalu namun Evana selalu mengabaikan keberadaan Kyuhyun. Hyunbum tahu betapa tersiksanya Kyuhyun dengan sikap yang ditunjukkan Evana.

“Sudahlah, lanjutkan makanmu!” perintah Kyuhyun. Hyunbum tidak membantah dan tidak akan berani membantah ayahnya.

 

Evana melemparkan dirinya ke atas kasur. Sudah satu tahun berlalu namun gadis itu belum terbiasa dengan kehadiran Kyuhyun. Evana menghembuskan napasnya dengan kasar. Tidak. Evana tidak menyangkal bahwa dirinya ingin seperti Hyunbum yang dekat dengan ayahnya, mengatakan semua keinginannya pada Kyuhyun, memeluknya, bercerita banyak, dan melakukan segalanya bersama Kyuhyun. Masa lalu. Ya, kesalahan Kyuhyun di masa lalu yang membuatnya sulit untuk menerima kehadiran Kyuhyun. Gadis itu mengusap wajahnya dengan kasar. Diambilnya ponsel yang berdering. Senyumnya mengembang saat sebuah nama memanggilnya. Kris Wu.

 

“Ya, Kris.” … “Baiklah, 15 menit lagi aku sampai di sana” Evana memutuskan sambungan. Ia bergegas untuk menggosok gigi dan membasuh wajahnya, mengganti pakaiannya lalu merias wajahnya. Wajah cantik yang hampir sepenuhnya mirip dengan milik Kyuhyun. Hanya bibir mungilnya yang merupakan turunan dari sang ibu.

 

“Mau kemana, Eve? Ini sudah pukul setengah delapan.” Evana menghentikan langkahnya.

“Aku akan bertemu dengan Kris, mom.” Jawabnya.

“Kris? Kris yang temanku itu?” tanya Hyunbum yang juga ada di ruang tengah bersama Kyuhyun dan Rae Ah. Evana mengangguk. Kyuhyun menatap anak gadisnya.

“Eve, sudah kuperingatkan jangan dekat dengannya! Dia itu-”

“Jangan ikut campur, Chohyun! Mom, aku pergi!” Evana mencium kedua pipi Rae Ah. Ia berlalu tanpa menatap Kyuhyun yang menatapnya hingga tubuh kurus dan tinggi itu menghilang. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Hyunbum.

“Apa ada yang salah dengan seseorang yang bernama Kris, Hyunbum?” Hyunbum mengangguk mantap.

“Laki-laki itu player, dad.

“Kau juga player, sayang.” Sergah Rae Ah. Hyunbum mencibir.

“Tenang saja, Kyu. Evana dan Kris sudah saling mengenal sejak di Jerman. Aku juga mengenal orangtuanya.” Ujar Rae Ah yang mengerti kecemasan Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk.

“Ck! Baiklah, aku harus menjemput Yi Ra.”

 

***

 

Kyuhyun memutar-mutar ballpoint-nya. Pikirannya benar-benar kacau. Evana. Gadis itu membuat pikirannya kacau. Kesalahan yang dilakukan Kyuhyun di masa lalu membuat gadis itu sulit untuk menerimanya. Rae Ah menitikkan air matanya. Sungguh, ia tersiksa melihat Kyuhyun sekacau ini atas sikap Evana. Seandainya gadis itu tidak mendengar semua ucapan Kyuhyun saat meminta Rae Ah kembali, ia tidak mungkin seperti ini.

Rae Ah menghampiri Kyuhyun. Ia memeluk suaminya itu dari samping.

“Maafkan aku. Aku belum bisa membuat Evana menerimamu.” Ucap Rae Ah. Kyuhyun menarik Rae Ah ke pangkuannya. Ia mengusap air mata yang keluar dari mata indah Rae Ah, mata yang selalu membuat Kyuhyun tenang dengan tatapan teduhnya, tatapan yang selama 16 tahun menghilang darinya.

 

“Ini bukan salahmu, sayang. Wajar jika Evana bersikap seperti itu. Aku- membuat kesalahan yang tidak termaafkan.” Rae Ah menenggelamkan wajahnya di lekukan leher Kyuhyun. Ia tidak sanggup melihat tatapan terluka suaminya.

“Evana sudah terbiasa tanpaku. 16 tahun ia hidup tanpa seorang ayah bahkan ketika ia lahir aku tidak ada untuk menyambutnya. Maafkan aku,” Rae Ah menggeleng. Ia tidak ingin mendengar nada kepahitan yang keluar dari mulut Kyuhyun. Rae Ah tidak ingin suaminya itu menangis. Rae Ah mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Kyuhyun yang tetap tampan di usianya yang tidak lagi muda.

“Jangan meminta maaf lagi, Kyu. Aku mencintaimu.” Rae Ah mencium bibir tebal Kyuhyun kilat. Kyuhyun tersenyum. Kim Rae Ah akan menjadi penguatnya. Dengan Kim Rae Ah di sampingnya, ia yakin akan mendapatkan hati anak gadisnya.

“Terima kasih. Aku juga mencintaimu, sayang. Aku yakin, aku dapat merebut hati Evana.” Rae Ah mengangguk. Ia mengelus wajah Kyuhyun. Wajah tampan yang selama 16 tahun hanya dapat dilihatnya melalui foto-foto yang dikirim Kibum.

 

***

 

12:30 p.m. – JKR Restaurant, Seoul, South Korea

 

Kyuhyun menunduk. Rasanya ia tidak berselera terhadap makan yang tersaji di hadapannya. Hatinya bergemuruh. Ia memikirkan cara apalagi agar dapat membuat Evana memanggilnya ayah, sama seperti Hyunbum memanggilnya. Selama ini ia selalu mencuri-curi waktu untuk mencium sayang putrinya, ketika dia telah terlelap. Kyuhyun ingin mencium Evana sama seperti Rae Ah menciumnya. Astaga. Rasanya pasti sangat membahagiakan.

 

“Cho Kyuhyun-ssi?” Kyuhyun mendongak. Tatapannya yang semula sendu berubah tajam saat seorang perempuan berdiri di hadapannya. Kemarahan mengilat dari matanya. Tanpa meminta persetujuan Kyuhyun, perempuan itu duduk di samping Kyuhyun.

“Apa kabar? Astaga, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini, mantan suamiku.” Kyuhyun berjengit. Perempuan ini benar-benar tak tahu malu.

“Kita tidak pernah menikah, Song Qian-ssi” desis Kyuhyun tajam. Qian tersenyum sinis. Laki-laki ini tak pernah berubah. Qian meletakkan tangannya di bahu Kyuhyun. Belum sempat Kyuhyun menepis tangan perempuan itu, sebuah suara berhasil membuat tubuh Kyuhyun membeku.

 

“Apa yang kalian lakukan?! Who’s she?” Evana menatap taja Kyuhyun. Kyuhyun tergagap. Ia menepis kasar tangan Qian. Ya ampun, jangan sampai Evana salah paham.

“Dia-”

“Aku Song Qian. Kau siapa, gadis manis?” Kyuhyun menggeram. Evana, gadis itu mengepalkan tangannya. Song Qian. Ya, Song Qian. Perempuan yang telah membuatnya tidak pernah merasakan kehadiran sang ayah sejak lahir.

“Ah, kau salah satu gadis remaja penggemar Kyuhyun? Whoa~ kau benar-benar hebat, mantan suamiku.”

“Jangan sembarangan bicara, Song Qian! Dia anakku! Eve, jangan salah paham. Daddy bisa menjelaskan- Eve!!” Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya, mengejar Evana yang telah berlari dengan emosinya yang memuncak dan meninggalkan Song Qian yang sebal atas perlakuan Kyuhyun.

 

Evana berlari tanpa memperhatikan jalanan. Teriakan Kyuhyun yang memanggil namanya ia abaikan. Niatnya datang ke restoran itu adalah untuk menemui Kibum namun yang didapatnya membuatnya benar-benar marah. Laki-laki itu masih berhubungan dengan masa lalunya? Lalu untuk apa laki-laki itu meminta ibunya kembali? Aku membencinya. Aku membencinya.

 

“EVE!!!” BUK! Evana merasakan tubuhnya terbentur benda yang sangat keras kemudian terasa melayang. Evana tertabrak. Kyuhyun berlari menghampiri tubuh Evana yang tergeletak dengan bersimbah darah. Astaga. Tidak. Kyuhyun memeluk kepala Evana dengan terisak.

“Eve, bangunlah sayang. Jangan tinggalkan daddy! Evana, please!!” Kyuhyun menepuk pelan pipi Evana. Ia merogoh sakunya untuk mengambil ponsel lalu menghubungi ambulance.

“Evana, come on! Wake up, darling!

 

***

 

13:00 – Seoul Hospital, Seoul, South Korea

 

Kyuhyun tidak bisa membuat dirinya diam. Ia berdiri, berjalan, duduk, lalu begitu seterusnya. Anak gadisnya tengah diperiksa. Tidak, tidak boleh terjadi apa-apa pada anak gadisnya. Rae Ah menangis di pelukan Hyunbum. Ia sama seperti Kyuhyun. Sedih. Begitu sesak melihat putrinya bertaruh memperjuangkan hidup di dalam sana. Hyunbum menatap nanar ayahnya. Oh Tuhan, Hyunbum tahu betul jika Kyuhyun sudah seperti ini, tidak ada yang bisa membujuknya. Kyuhyun segera menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan. Dokter itu menghela napasnya berat. Ia menatap iba pada Kyuhyun yang begitu berantakan dengan pakaiannya yang penuh oleh noda darah.

 

“Bagaimana dengan putri saya, dok?” cecar Kyuhyun.

“Putri anda kehilangan banyak darah dan ia harus segera mendapatkan donor. Golongan darahnya A dan kami sedang menghubungi palang merah untuk meminta darahnya. Stok kami habis.” Ujar dokter Park. Dokter itu menatap satu persatu keluarga Evana yang sudah mengerubunginya.

“Terlalu lama. Darahku A. Ambil sebanyak yang putriku butuhkan, dokter!” Kyuhyun mengulurkan tangannya pada dokter itu. Dokter Park mengangguk, “ikut saya, tuan.” Kyuhyun mengikuti langkah dokter Park tanpa menoleh pada Rae Ah dan Hyunbum. Dipikirannya saat ini adalah ia harus menyelamatkan Evana. Evana sangat membutuhkannya. Eve, kau harus selamat.

 

Hyunbum memeluk Rae Ah yang kembali terisak. Ia ingin menangis, sebenarnya. Namun ia tidak boleh menangis. Jika ia juga menangis, siapa yang akan menenangkan kedua orangtuanya?

 

***

 

10:00 p.m. – Eve’s Room

 

“Kau harus pulang, Kyu. Ganti pakaianmu lalu istirahat. Besok kau bisa kembali lagi, sayang.” Rae Ah mengelus pelan puncak kepala Kyuhyun. Kyuhyun bergeming. Ini sudah sembilan jam namun Evana belum siuman. Kyuhyun tidak akan pergi sebelum ia melihat anak gadisnya membuka mata. Ia terus menggenggam tangan Evana, tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya sejak Evana dipindahkan ke ruang rawat. Ya Tuhan, kenapa tidak aku saja yang terbaring di sana?

 

Mommy benar, dad. Daddy harus pulang dengan mommy, biar aku yang menjaga Evana.” Kyuhyun masih bergeming. Ia seakan menjadi tuli mendadak.

“Evana pasti kesakitan. Kenapa tidak aku saja yang tertabrak? Eve, sayang, bangunlah. Daddy akan memenuhi segala yang kau inginkan. Daddy akan mengajakmu keliling dunia, daddy akan membelikanmu mobil yang lebih mahal dari Hyunbum, daddy- daddy rela jika kau terus mendiamkan daddy asal kau bangun. Bangunlah, Eve!” Rae Ah memeluk erat tubuh Kyuhyun. Racauan suaminya itu sungguh membuat hatinya tersayat. Hyunbum mendongakkan kepalanya, menahan agar tidak menangis. Tuhan, buat Eve bangun. Buat Eve memaafkan daddy. Aku mohon, Tuhan.

 

Jari tangan Evana bergerak lemah. Hyunbum yang menyadari itu langsung menghampiri sang adik. Kyuhyun dan Rae Ah melakukan hal yang sama. Mata Evana perlahan membuka, membuat kakak dan kedua orangtuanya menangis haru. Ia menatap kakak, ibu, dan terakhir Kyuhyun. Tatapannya begitu lemah. Gadis itu menahan sakit yang teramat di kepalanya.

“Syukurlah kau sudah bangun, sayang. Kami semua mencemaskanmu” ucap Kyuhyun. Terpancar kelegaan dan kesakitan di wajah tampannya. Evana tidak mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun. Ayahnya terlihat sangat menyedihkan. Apakah Kyuhyun mengkhawatirkannya?

 

“Tidak ada luka yang sangat serius namun putri anda harus istirahat total selama tiga bulan agar sembuh total. Ia benar-benar gadis yang kuat, tuan Cho.” Kyuhyun menghela napas lega. Evana selamat. Terima kasih, Tuhan.

 

***

 

Mom, aku ingin pulang. Dua minggu lagi ujian masuk universitas” rengek Evana. Satu bulan berada di rumah sakit sangat membosankan.

“Tidak, sayang. Kau bisa mengikuti ujiannya tahun depan” sergah Rae Ah.

Mom-”

“Kau bisa pulang hari ini, Eve. Daddy sudah konsultasi dengan dokter.” Evana mendelik ke arah Kyuhyun. Ia masih mengingat dengan baik kejadian di JKR Restaurant itu. Ia sangat kesal pada Kyuhyun. Kyuhyun menhampiri Evana lalu duduk di samping anak gadisnya yang memalingkan wajahnya itu. Kyuhyun tersenyum miris.

 

“Maafkan daddy, sayang. Kau salah paham. Daddy tidak sengaja bertemu dengannya Perempuan itu tiba-tiba saja ada di sana.” Kyuhyun menggenggam erat kedua tangan Evana. Evana tidak berniat menepisnya. Ia- ingin mengakhiri segalanya. Mengakhiri sikap dinginnya pada Kyuhyun. Sebenarnya ia sudah dapat merasakan kasih sayang Kyuhyun yang begitu besar untuknya. Bahkan laki-laki itu rela pingsan untuk mendonorkan darah padanya. Oh, tiba-tiba saja ia ingin tertawa ketika mengingat perkataan Rae Ah. ‘Daddy sangat takut pada darah. Bahkan ia tidak berani menemani mommy ketika melahirkan Hyunbum. Demi kau, seorang Cho Kyuhyun yang takut pada darah rela darahnya diambil.’

 

“Maaf,” mendengar Kyuhyun mengucapkan kata maaf dengan begitu lirihnya membuat Evana refleks menatap Kyuhyun. Mata Kyuhyun memerah dengan air mata yang menganak sungai di pipinya. Ya Tuhan, Evana ingin sekali memeluk laki-laki itu.

Daddy, peluk aku!” Kyuhyun mematung. Apakah telinganya rusak? Kyuhyun menatap Rae Ah yang tersenyum. Perempuan itu mengangguk. Dengan perasaan bahagia yang meluap Kyuhyun merengkuh tubuh anak gadisnya itu, menenggelamkan wajahnya pada puncak kepala Evana. Ya Tuhan, jika ia harus kehilangan banyak darahnya sekali lagi agar Evana mau memaafkannya, ia rela. Kyuhyun terus mencium puncak kepala anak gadisnya. Anak gadisnya itu terisak dalam dekapannya. Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

Rae Ah mengusap air matanya. Ia tersenyum, mengusap lembut tangan Hyunbum yang sedari tadi memeluknya dari belakang. “Evana akan menjadi sasaran kejahilan daddy setelah ini, mommy.” Rae Ah memukul pelan tangan Hyunbum yang melingkar di lehernya. Hyunbum tertawa pelan. Diam-diam ia menyeka air matanya.

 

***

 

01:00 p.m. – Cho’s House, Seoul, South Korea

 

Daddy, peluk aku hingga aku tertidur.” Dengan senang hati Kyuhyun berbaring di samping Evana memeluknya. Anugerah Tuhan tidak pernah kalah indah. Evana melingkarkan tangannya di perut Kyuhyun. Gadis itu terkekeh merasakan perut ayahnya yang buncit. Kyuhyun menunduk agar dapat melihat wajah Evana.

“Kenapa tertawa?”

“Perutmu buncit, dad. Astaga, bagaimana bisa mommy jatuh cinta padamu?” Kyuhyun mendecak sebal. Gadis ini benar-benar menyebalkan.

“Jangan menggodaku, Eve. Sebaiknya kau tidur!” Evana tersenyum. Ayahnya sangat menggemaskan ketika memasang wajah cemberut seperti itu.

I love you, dad.” Kyuhyun tersenyum lalu mencium dahi Evana.

I do love you

Demi Tuhan, Kyuhyun benar-benar rela kehilangan seluruh kekayaannya asalkan tetap seperti ini. Tetap memeluk Evananya.

 

Rae Ah menutup pintu kamar putrinya dengan senyum tulus yang begitu lebar. Evana pada akhirnya dapat menerima kehadiran Kyuhyun. Rae Ah tahu, selama ini Evana menahan hasratnya untuk dapat memeluk ayahnya. Ayah dan anak itu memiliki gengsi yang sama-sama tinggi.

 

***

 

07:00 p.m. – JKR Restaurant, Seoul, South Korea

 

Kibum tersenyum lebar memperhatikan keluarga kecil adik kesayangannya. Mereka terlihat begitu bahagia. Evana begitu manja pada ayahnya. Wajar saja jika mengingat Evana tidak pernah merasakan kasih sayang sang ayah sejak lahir hingga 16 tahun lamanya.

 

Dad, Hyunbum sudah kau belikan mobil untuk yang kedua kalinya. Aku juga ingin mobil.” Kyuhyun terkekeh. Ini adalah pertama kalinya Evana mengatakan keinginannya.

“Akan kau dapatkan segera setelah kau mendapat lisensi mengemudimu.”

Really? Dad, you’re the best!” Kyuhyun tertawa pelan mendapat pelukan dan ciuman dari anak gadisnya.

“Ferrari Four, dad!”

“Akan kau dapatkan, sayang!”

“Cho Kyuhyun, kau selalu saja memanjakan kedua anakmu!” protes Rae Ah. Kyuhyun tersenyum lalu digenggamnya tangan sang istri.

“Uang bukan masalah. Selama aku mampu untuk mengabulkan keinginan mereka, aku akan melakukannya.” Rae Ah mendengus. Well, Kyuhyun memang ayah yang pengertian dan ‘royal’ tapi menurut Rae Ah hal itu tidak baik. Anak-anaknya harus belajar untuk menahan keinginan mereka yang terbilang selalu eksklusif sejak mereka kecil.

 

Mom, daddy tidak akan jatuh miskin hanya untuk membelikan kami mobil.” Hyunbum meringis. Ucapannya menghasilkan sebuah pukulan di lengannya.

Rae Ah menegakkan duduknya lalu melipat tangannya di depan dada.

“Baiklah, aku mengalah. Jika anak-anakku bisa mendapatkan yang mereka inginkan, aku juga harus mendapatkannya.” Kyuhyun mengangkat kedua alisnya, menanti apa yang diinginkan oleh istri tercintanya itu.

“Aku ingin kita sekeluarga berlibur ke Jerman.”

“Hanya itu?” tanya Kyuhyun sarkastis. Rae Ah mengangguk. Kedua anaknya hanya menggeleng mendengar keinginan ibunya. Berlibur ke Jerman akan dengan mudah dikabulkan oleh ayahnya. Oh, tidak adakah keinginan yang ‘lebih’ eksklusif dari itu?

“Selama ini ayah kalian selalu sibuk dengan pekerjaannya, Hyunbum sibuk dengan teman-teman kuliahnya dan Evana sibuk dengan Kris-”

Mom!” Rae Ah terkekeh mendengar protes dari Evana. Kyuhyun mengusap pipi anak gadisnya yang merona kemerahan. Anak gadisnya telah dewasa.

Mommy hanya ingin kita liburan, hanya untuk keluarga kita. Hanya mommy, daddy, Hyunbum dan Evana. Mommy hanya ingin memiliki kenangan bahwa kita pernah berlibur bersama. Kalian sudah dewasa mungkin sebentar lagi akan berkeluarga. Mommy-”

Mom, kita akan selalu bersama. Baiklah. Dad, kau harus mengabulkan keinginan mommy!” potong Hyunbum cepat. Hyunbum dapat melihat sebentar lagi ibunya akan menangis dan ia tidak akan membiarkan ibunya menangis. Kyuhyun mengangguk. Benar. Selama ini Kyuhyun selalu sibuk, tidak pernah mengajak keluarganya untuk berlibur.

 

“Baiklah, kita ke Jerman, lusa.” Rae Ah tersenyum lebar mendengar keputusan suaminya. Tidak perlu Jerman, sebenarnya. Rae Ah hanya ingin Kyuhyun memanjakan dirinya sendiri dengan menyegarkan otaknya. Kyuhyun terlalu bekerja keras mengumpulkan pundi-pundi emas untuk membuat keluarganya hidup berkecukupan.

“Hanya Jerman? Dad, aku bosan. Aku sudah 16 tahun hidup di sana” protes Evana.

“Kau memang bosan, tapi aku baru sekali ke sana” cibir Hyunbum. Evana mendelik.

“Diamlah, Chohyun! Dad, aku ingin menginjakkan kakiku di tanah para dewa yang termashyur, Yunani. Aku juga ingin melihat negara-negara dengan peradaban paling maju pada masanya. Italia, Turki, Spanyol-”

“Spanyol membosankan. Aku sudah sering ke sana.”

“Chohyun!! Sudah kubilang diam!”

Oppa, bodoh! Aku tiga tahun lebih tua.” Hyunbum melempar kacang yang sedang dimakannya pada Evana. Kyuhyun dan Rae Ah hanya tertawa geli melihat perdebatan kakak beradik itu. Kyuhyun menatap Rae Ah dengan tatapan penuh rasa cinta, tatapan penuh rasa terima kasih. Kyuhyun menggenggam tangan Rae Ah lalu mencium punggung tangannya. Rae Ah melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun kemudian menariknya. Mereka berpelukan tanpa mempedulikan perdebatan yang masih terjadi antara Hyunbum dan Evana. “Terima kasih. Aku sangat mencintaimu. Aku mencintai kalian.”

 

“Akhirnya Evana dapat menerima paman Kyuhyun, dad.” Kibum mengangguk. Ya, Cathy -putrinya benar. Mereka akan menjadi keluarga pakling bahagia, batin Kibum.

 

***

 

“Uang bukan masalah. Selama aku mampu untuk mengabulkan keinginan mereka, aku akan melakukannya.” -Cho Kyuhyun-

 

THE END

 

OMAMAIGAT! tiruin Kyuhyun apa kaba? tiru Kyuhyun lagi

Kenapa aku nulis FF macam ini? Aku tau ini FF gajelas banget. But, thank’s for reading!

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

51 thoughts on “Royal Daddy”

  1. pesen appa kaya kyuhyun 1 bskah?
    wkwkwkwkwk
    kyu knp ninggalin rae ah?
    well setidaknya happy end kekekekekeke.
    sx2 kyu jd sweet appa blh jg.
    keep writing 🙂

      1. mw BGT BGT BGT kalo bs order tp lbh nhs kalo bs diorder jd suami ajah wkwkwkwkwk.
        thor ff regretnya ya dtunggu wkwkwkwk.
        oh ya yg fate (history) knp chanyeolnya dmatiin hukz T.T
        happy end ya bsk kalo ga nyesek nih #ngancem
        wkwkwkwkwk
        keep writing!!

  2. gk bisa bayangin berapa bnyak ya uang nya kyu .. Daftar donk jadi anak tirinya .. 😀 satu kata buat dech buat ff ini .. good job thor .

  3. Sukkkaaaa banget,jarang ff yg ngepos udah punya anak yg besr2. Kyu daddy bner2 royal abis. SaluT buat perjuangan kyuhyun yg mau ngambil hati eve. 🙂

  4. Aigoo bagus banget ff nya family story, Kyu daddy berusaha keras agar putri nya Evana mau menerima nya lagi seperti istri nya Rae Ah, kesalahan di masa lalu berusaha ia tebus dan ia mencoba menjadi ayah dan suami yg lbh baik dari sblmnya, so sweet

  5. Love it so much..and just like others,I do hope I have a father like him..
    though I prefer the real cho kyu (or his copycat) be my husband (except for the affair point here)..
    sequel please..

  6. wow punya daddy kayak kyuhyun enak banget yak.
    Minta apa-apa langsung dikasih.. royal banget 🙂
    Masih ada gak yang kayak dia? kalau ada pesen satu yah? kekekke..
    Keren ceritanya thor,, lanjut terus ya 🙂 fighting

  7. ini ada awalanx kah, kasian 16th Eve berpisah dr ayahx, tp skrg udah full, dpt kash sayang + mobil mewah hahahah+keluarga lengkap

  8. Baru nemu blog ini
    Izin baca ya…
    Pesen daddy yg kaya kyuhyun boleh gk??
    Kkk…
    Kyuhyun bener” Crazy dad

  9. astaga gak tau dah sekaya apa chokyuhyun bahkan anak-anaknya minta dibelikan mobil yang harganya wooouuwww…..langsung ngejawab iya… emang enak dah punya ayah kaya gono…

  10. q kurang jelas…selama 16th itu kyuhyun selingkuh????soalnya victoria dateng trus ngaku mantan suami…ya walauoun kyuhyun ga mengakui

  11. Aku bisa pesab suami 1 aja kayak kyuhyun ndak ??
    hahahaha royal banget
    aku rasa anaknya minta dibeliin pulau juga Kyuhyun bisa wkwkwkwk

    Aaaaah ngomong2 kenapa ya mereka pisah selama 16 tahun??
    lama amat 16 tahun ya hahaha

  12. Hy Authornim…
    Aku Readrs baru….

    aKu blm tw prmaslahn Kyuhyun duLy dgn kluarny…
    Knp Evana membenci Kyuhyun…
    Trus Song Qian Kog bisa jdi mntan istriny….
    Ttpi ap puN yg terjdi aKhirny Evana bisa nerima Kyuhyun…
    Paling demin genre Cho’s Family…

  13. Sedih cho hyun ae blm nerima kyu sbg ayahnya krn.kesalahan masa lalunya wlw msih bingung dan penasaran apa yg membuat hyun ae bisa tdk mengenal ayahnya dan knp rae ah meninggalkan kyu

  14. Huhhhh,…
    Enak banget ya, kalau punya Daddy, kaya Daddy Kyu.
    Minta apa aja diturutin. Gk bisa bayangin sekaya apa Kyuhyun di FF ini.
    Pasti, aku bakalan seneng dan bahagia banget kalau punya Daddy kaya’ Kyuhyun. Udah tampan, mempesona, perhatian,penyayang keluarga,kaya raya dan royal banget. Huh,… Bikin iri aja,…

    Jujur nih, aku gk bisa bayangin gimana wajah seorang Cho Kyuhyun yg udah punya anak berumur 20 thn.
    Apa dia masih tampan diumur yg udah gk bisa dibilang muda lagi.

    Penasaran, kenapa Kyuhyun dulu sempet pisah dan ninggalin Rae Ah dan keluarganya selama 16 tahun….????
    Ini yg jadi pertanyaanku. :/

  15. aduuh terharu liat perjuangan kyuhyun supaya evana bisa nerima dia :’ ngomong2 kyu udah tuir dong kalo hyunbum umurnya 20 tahun >.<

    oh iya lupa, halo kak aku reader baru. izin ubek2 blognya ya 😀

  16. omo. ini sequelnya itu kah. dudududu aku tidak tau. malah minta sequel lagi hahaha. dasar pabbo, yesung dah, bagus deh. kyu bapak yg baik. kyu klo gwe jd anak lu , aku minta negara korea trs di kabulin gak #plakk, biar semua warga nya termasuk bang encung punya ku. heheehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s