Sweet Misunderstanding

kyubumgirl

 

 

Matahari di ufuk timur mulai menampakkan wajahnya. Sinarnya yang hangat membakar semangat para pencari kehidupan. Jalanan di kota Seoul mulai menampakkan tanda-tanda kehidupannya yang bahkan di malam haripun tidak pernah mati. Kesibukan pagi hari juga mulai tampak di sebuah rumah bergaya campuran antara arsitektur Eropa abad pertengahan dengan Korea Modern.

 

Cho Kyuhyun, kepala keluarga di rumah ini menarik kembali selimutnya, setelah sebelumnya selimut ini disingkapkan oleh sang istri. Melihat itu, sang istri menggeram kesal.
“Cho Kyuhyun!! Sampai kapan kau akan bergulung dengan selimut itu, huh?!”
“Lima menit lagi, Rae Ah sayang.” Gumam Kyuhyun. Laki-laki itu semakin menenggelamkan wajahnya ke bawah bantal.

 

Rae Ah berkacak pinggang. Biasanya laki-laki itu akan langsung bangun hanya dengan bisikan saja. Sekarang, apa? Sepertinya setan sedang berpihak padanya pagi ini karena hanya dengan mendengar tangisan jagoan kecilnya, rencana jahil sudah berkeliaran di otaknya yang memang sudah sangat cerdas, bahkan sebelum setan berpihak padanya.

Rae Ah melesat ke luar, lalu tidak kemudian ia kembali dengan Hyun Bum di pangkuannya. Senyuman miring tercetak di wajah cantiknya tatkala dilihatnya Kyuhyun mulai terganggu dengan suara tangisan bayi enam bulan mereka. Dengan tangan kanannya, Rae Ah menyingkapkan selimut yang membalut tubuh suaminya, lalu setelah berhasil, ia mendudukkan Hyun Bum di punggung Kyuhyun. Bayi enam bulan itu berhenti menangis, sesaat kemudian tangisannya itu berubah menjadi tawa yang cukup memakakan telinga.

Kyuhyun mengerjap. Matanya langsung melebar saat menyadari bahwa sesuatu membasahi punggungnya. Kyuhyun bangun dengan tergesa, ditatapnya tajam Rae Ah yang menampilkan cengirannya.

“Apa yang kau lakukan, bodoh? Cepat ganti celana Hyun Bum!” Kyuhyun beranjak dari tempat tidurnya, berjalan menuju kamar mandi. Dari wajahnya, Rae Ah dapat melihat dengan jelas bahwa Kyuhyun sedang marah.

Appa-mu sepertinya tidak suka kita mengganggunya, sayang. Ah, ayo kita ganti celanamu!” Rae Ah membawa Hyun Bum ke kamarnya, tidak ingin memikirkan lebih banyak tentang wajah kesal Kyuhyun.

 

***

 

“Cho Kyuhyun! Cepat keluar dan bantu aku menjaga Hyun Bum!” Kyuhyun yang sedang mengancingkan lengan kemeja birunya mendengus kesal mendengar teriakan sang istri. Tidak bisakah ia mendapatkan ketenangan pagi ini?

Oh, pagi ini rasanya ia ingin sekali bermalas-malasan setelah semalam baru pulang lembur jam dua pagi lalu harus menenangkan Hyun Bum yang menangis. Kyuhyun tidak tega jika harus membangunkan istrinya. Jam tiga pagi Kyuhyun baru bisa benar-benar beristirahat.

Kyuhyun langsung menggendong Hyun Bum sesaat setelah ia sampai di ruang tengah rumahnya, tanpa berbicara sepatah katapun pada Rae Ah, membuat gadis itu mengernyit heran.

 

“Bagaimana tidurmu, sayang? Kau memimpikan appa?” Suasana hati Kyuhyun akan berubah 180 derajat jika sudah berhadapan dengan Hyun Bum. Bayi enam bulan itu meronta kesenangan ketika ayahnya mengangkat tubuhnya ke atas dan itu dilakukan berulang-ulang. Entah sejak kapan kegiatan yang dilakukan Kyuhyun itu seperti menjadi favorit bagi Kyuhyun. Kyuhyun sibuk bermain dengan Hyun Bum hingga Rae Ah menginterupsi kegiatannya.

“Kau akan bekerja di hari sabtu? Padahal aku ingin menitipkan Hyun Bum. Hari ini aku ingin menemani Ahra eonni belanja–”
“Batalkan acaramu dengan Ahra noona!” Kyuhyun memotong ucapan Rae Ah dengan cepat, membuat Rae Ah bungkam dalam sekejap.

W-wae?” tanya Rae Ah gugup. Pasalnya, tidak biasanya Kyuhyun mengacuhkannya.

“Aku harus pergi ke lokasi proyek yang di Busan dan kau hanya memikirkan belanja dengan Ahra?” Kyuhyun menatapnya tajam. Sungguh, dalam hatinya ia tidak ingin marah-marah. Namun efek kurang tidurnya semalam nampak mendominasi.

“Kyu, aku hanya- aku hanya bertanya. Kenapa marah?” Suara Rae Ah bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca.

Kyuhyun memejamkan matanya, mengatur emosinya yang meledak-ledak. Otak lelahnya selalu mengatakan bahwa Rae Ah benar-benar tidak mengerti tentang kondisi suaminya yang begitu lelah. Kyuhyun beranjak dari kursinya, membawa Hyun Bum dalam gendongannya menuju meja makan.

Rae Ah menarik kursi di samping kanan Kyuhyun. Gadis itu mendesah kasar. Suaminya itu bahkan tidak terganggu, laki-laki itu sibuk memainkan sarapannya dengan putra mereka. Baiklah, seharusnya Kyuhyun mengatakan apa salahk dibanding membuatku menebak-nebak seperti ini, batin Rae Ah.

 


 

Appa berangkat dulu ya, sayang.” Ucap Kyuhyun seraya mengecup kening Hyun Bum. Ia menyerahkan Hyun Bum pada Rae Ah ketika mereka telah sampai di ambang pintu.

“Aku berangkat” ucap Kyuhyun pada Rae Ah namun tanpa menatap wajah istrinya.

Rae Ah menahan lengan Kyuhyun dengan tangan kanannya karena tangan kirinya menggendong Hyun Bum ketika Kyuhyun baru satu langkah keluar dari pintu. Kyuhyun berhenti. Ia memutar badannya agar menghadap sang pemilik tangan. Mata sang istri sudah mulai berkaca-kaca membuat Kyuhyun jatuh ke dalam rasa bersalah karena emosinya yang tidak bisa diredam, emosi yang membuat Kyuhyun menjadi kekanakkan.

 

“Kau marah padaku?” suara Rae Ah bergetar. Tidak biasanya Kyuhyun bersikap seperti ini dengan alasan yang tidak ia ketahui dan itu benar-benar membuatnya sedih.

“Tidak. Aku hanya-”
“Kyu,” Kyuhyun terpaku melihat air mata yang sudah menganak-sungai di pipi Rae Ah. Oh, ayolah, Cho Kyuhyun. Kau telah membuat istrimu menangis pagi ini.

“Tidak, tidak. Maafkan aku, Rae. Kau tidak salah pagi ini. Justru akulah yang salah karena aku mendiamkanmu dengan alasan yang sangat kekanakkan. Maafkan aku,”

 

Cho Kyuhyun, laki-laki itu tidak akan tahan melihat orang terkasihnya menangis apalagi yang menjadi penyebab adalah dirinya sendiri. Kyuhyun membawa Rae Ah ke dalam pelukannya, mengecup sayang kening gadis yang telah menjatuhkan pilihannya untuk menjadi pendamping hidup seorang Cho Kyuhyun dan menjadi ibu dari anaknya -Hyun Bum.

“Mau menjelaskan apa yang terjadi, hmm?” Tinggi badan Rae Ah yang hanya 168cm membuatnya harus mendongak untuk menatap wajah tampan Kyuhyun dari jarak yang hanya satu jengkal. Tangan kanannya ia taruh di dada bidang Kyuhyun yang sedang mencium kening Hyun Bum. Hyun Bum menatap ayahnya dengan tawa khas bayi berusia enam bulan.

 

“Aku hanya sedang lelah, sayang. Tadi malam aku lembur dan sampai rumah harus menjaga Hyun Bum. Hyun Bum tidak nyaman dalam tidurnya dan aku baru bisa tidur jam tiga pagi. Maafkan aku,” jelas Kyuhyun panjang lebar.

“Seharusnya kau membangunkanku”
“Aku tidak mau mengganggu tidur damaimu, sayang. Tidak apa-apa. Aku senang bisa menjadi appa yang berguna untuk Hyun Bum,” Kyuhyun tersenyum tulus. Ia mengacak pelan rambut istrinya.

“Maaf-”
“Sudahlah, tidak perlu dipikirkan! Aku harus berangkat sekarang,” Kyuhyun mengecup kening Rae Ah cukup lama.

Appa berangkat, sayang.” Kyuhyun beralih pada Hyun Bum. Bayi enam bulan itu hanya tertawa saat mendapat kembali kecupan dari sang ayah, membuat Kyuhyun dan Rae Ah tertawa karena gemas melihatnya.

See you at night, darl.” Kyuhyun mengecup kilat bibir Rae Ah, lalu berjalan menuju Lamborghini Veneno-nya. Rae Ah memegang tangan Hyun Bum lalu dilambaikannya tangan mungil itu untuk membalas lambaian tangan Kyuhyun. Senyuman Rae Ah mengiringi keberangkatan Kyuhyun, laki-laki yang telah memilihnya untuk menjadi pendamping hidup laki-laki tampan itu dan menjadi ibu dari anaknya.

 

Kesalahpahaman yang terjadi pagi ini hanyalah sebuah langkaian kejadian yang membuat rumah tangganya dengan Kyuhyun semakin berarti. Ikatan cinta dalam keluarganya akan membawa kebahagiaan berumah tangga hingga ajal menjemput, nanti.

 

THE END

GOD! Ini FF macam apa? Seriously, otakku bener-bener buntu dan stuck ampe sini doang. Geez. Tadinya aku pengen nonjolin Hyun Bumnya, tapi malah tetep KyuRae yang keliatan. Maafkan aku, ya. Please, hargai karya gajelas bin anehku ini. Aku cuman berharap kalian mau komen di setiap FF-ku. At last but not least, thank’s to you who respond my fanfic and to you, too, silent readers! See ya on other story^^

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

18 thoughts on “Sweet Misunderstanding”

  1. Hai thor. Aku suka crta mrka ini, tapi dari 3 ff sebelumnya penulisan dan feel nya yg ini yg paling buruk. Dari tingkah kyu ngerasa ini jd lain crta lain, soalnya gk ada scene yg ngeliatkan rasa cinta kyu ke rae kyk ff sebelumnya. Udh gitu alur kyk nya ngebut juga deh jd feel nya gk bagus gitu hehe. Oh iya thor, coba wp nya di perbaiki biar ngeliatnya enk. Aku juga sebelumnya oon bgt buat ngurus wp jd berantakan tampilanya. Dan kalo busa buat link aja ff nya, jd bacanya gk si home wp sekalian komen juga gampang. Yg langsung baca di wp itu yg buat males ninggalin komen thor. Jgn tersinggung sama komentar ku ya thor, mksdnya baik kok 🙂

    1. aku juga ngerasanya gitu, sih. seriously, berat sebenernya buat ngepost ini ff. bukan ngebut, sih. tapi moodnya yang gak dapet. hihi udah tau mood gak dapet tetep aja nulis. haha seneng nih ada yang komen sepanjang ini. honestly, aku emang masih bego banget pake wp. boleh minta ajarin? hehe makasih bany6ak loh, atas saran-saran yang membangunnya. aku seneng banget sumpah. jangan kapok, ya^^

      1. Ah seneng kalo ternyata author nya gk marah dan gak tersinggung ^^ aku emg gk mksd buat matahin semangat cuma biasanya ada yg kurang seenng sama komen negatif, tapi syukur deh kalo author nya gk ngerasa gitu 🙂 boleh thor, kita komunikasi dari tweet aja gmn ? @novanfr id tweet ku. Ditunggu ya mention nya ^^

  2. yuuhuuuu….yuhuuu…..
    baru baca ff ini yang ada scene kyuhyun ngebentak rae ah, tapi syukur diam-diamannya gak berlaku lama tapi emangnya kyuhyun tahan kalau diam-diaman gitu sama rae ah.. wkk
    well, suka sama nama anaknya kyuhyun ma rae ah hyun bum.. huaaa jinjja kyeopta

  3. uuuuuuuuuuu pasti hyun bum lucu>< bagus hyunbum pipisin aja suamiKYU!! kebo sih wwwww
    eon panjangin dong ff kluarga bahagia ini dr mlai sblm mreka nikah smpe mreka pny hyunbum kaia skrg 😀 suka crita’a^^
    bnr2 kesalahpahaman yg manis~

  4. tetep ajja sang anak mau di munculin eyyy malah emak bapaknya

    ahhh….saya ga tau muka anaknya kyuhyun disini

    kenapa ga ngasih visualnya???

    hmmmm….kesian kyu yaa
    rae ah ga peka sihhhhh
    but like like

  5. Hanya salah paham .. Bisa dimngerti,, kurang tidur mmng bikin sensitif bgt.. Saya mrskannya hahaha..
    Aihh.. Hyun bum psti ngegemesin bgt.. Pngen dicolek deh tuh hyun bum.. 😂😂

  6. Eh?! Kaya pernah baca ,tapi dimana? Entahlah lupa hihi

    Kkk~ jadi konfliknya krn kurang tidur?! Yaa dan akupun juga selalu seperti itu kalo lagi enak enak tidur malah disuruh bangun

    Next baca yg lainnya ^^

  7. Kasihan kyu kelelahan kayanyaa, nyampe emosi kaya gitu, dan marah sama istrinya nyampe ngediemin gitu, tapi untungnya tidak berlangsung lama kemarahan kyu setelah liat istrinya nangis,, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s