Fate (History Long Version) Part 1

kyubumgirl

 

 

Kyuhyun menikmati terpaan angin di wajahnya. Laki-laki itu memejamkan matanya -benar-benar menikmati situasi seperti saat ini. Situasi yang jauh dari kebisingan teriakan-teriakan para penggemarnya. Situasi yang jauh dari kilatan-kilatan dari blitz kamera,  jauh dari teriakan manajer hyung-nya, jauh dari jadwal yang sangat padat yang kadang membuatnya muak.

 

Situasi ini, situasi di mana ia hanyalah seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Post-Modern Music Universitas Kyung-Hee. Kyuhyun sangat menikmati keberadaannya di kampus ini.

Hyung,” Kyuhyun membuka matanya saat seorang laki-laki tinggi -lebih tinggi darinya tengah berdiri di sampingnya -setelah tadi memanggilnya.
“Ada apa?”
“Kau melihat Rae Ah? Hari ini aku belum bertemu dengannya,” laki-laki itu mendudukkan tubuhnya di samping Kyuhyun yang menatapnya -aneh.
“Kau pikir aku baby sitter-nya? Yang pacarnya itu siapa, huh?” Tanya Kyuhyun sinis, “kenapa tidak kau telepon saja?” lanjutnya. Laki-laki itu mendecak sebal.
“Sudah kulakukan, hyung. Dan kau memang baby sitter-nya,” laki-laki itu bangun dari duduknya lalu meninggalkan Kyuhyun yang mengumpatnya.
“Park Chanyeol, masih untung kau kuizinkan menjadi kekasih Rae Ah.” Desis Kyuhyun.

Kyuhyun merogoh saku jas hitamnya lalu mengeluarkan ponsel dari dalam sana. Jemarinya menekan tombol nomor satu yang dapat menghubungkannya langsung dengan seseorang yang saat ini membuatnya khawatir. Kyuhyun bergerak gelisah saat tidak ada jawaban dari seseorang yang dihubunginya. Untuk kelima kalinya, Kyuhyun kembali menghubungi orang itu namun hasilnya sama -tetap tidak ada jawaban.

Kyuhyun kembali menggerakkan jemarinya di atas layar sentuh ponselnya, membuka akun media sosialnya -berharap mendapatkan petunjuk tentang keberadaan seseorang. Dengan lihai Kyuhyun mengetik nama seseorang di tab search akunnya -akun-media-sosial bergambar-telurnya.
Laki-laki dengan rambut kecokelatan itu mendengus sebal saat mata tajamnya membaca status terakhir orang itu, “Edisi Indonesia? Cih,” Kyuhyun menutup akunnya, lalu menaruh kembali ponselnya ke dalam saku.


Kyuhyun menghembuskan nafas leganya saat ia menangkap orang yang dicari-carinya. Benar dugaannya. Orang itu sedang duduk sambil membaca sebuah buku yang Kyuhyun yakini itu adalah novel -bergenre sejarah di taman belakan kampus, taman yang jarang sekali dikunjungi mahasiswa.

“Edisi Indonesia, huh?” Kyuhyun meletakkan tangannya di pinggang, menatap kesal orang di hadapannya. Orang itu mendongak, mengembungkan pipinya sesaat setelah mata indahnya menangkap sosok Kyuhyun.
“Ck! Kenapa kau selalu menemukanku, huh?”
“Karena aku bukan Chanyeol-mu yang bodoh itu,” jawab Kyuhyun seraya mendudukkan tubuhnya di rumput taman yang sedikit basah.

“Ada apa?” Kyuhyun mendelik -malas. “Ada apa? Ada apa, katamu? Kau pikir siapa yang membuat Chanyeol-mu itu mengusik ketenanganku dan membuatku khawatir dengan mengatakan bahwa kau tidak memberinya kabar sama sekali hari ini, Kim Rae Ah?” Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada, menatap gadis di sampingnya yang tengah meringis melihat Kyuhyun memarahinya.
“Maaf, aku minta maaf, Kyu. Aku, kau tahu kan aku tidak ingin diganggu jika sedang bergelut dengan ini?” Rae Ah -gadis itu mengacungkan buku yang di genggamnya. Benar saja, sesuai perkiraan Kyuhyun, gadis itu tengah membaca novel bergenre sejarah.
“Jadi, setelah edisi Singapore, hari ini edisi Indonesia?”
“Ya, edisi Indonesiaku sudah selesai dan sekarang aku mohon padamu, jangan menggangguku. Aku harus menyelesaikan ini,” sedetik kemudian gadis itu sudah hanyut dalam dunia fiksinya. Bahkan Kyuhyun yang menggerutu diabaikannya hingga laki-laki itu bosan sendiri dan memilih untuk menyandarkan kepalanya di bahu Rae Ah, memejamkan matanya -menikmati kebersamaan dengan sahabatnya.


“Kenapa kau suka sekali belajar sejarah?” Tanya Kyuhyun pada gadis di sampingnya yang sedang fokus pada novel bergenre sejarah. Kyuhyun mendecak kesal karena gadis itu tidak menanggapinya.
“Kim Rae Ah, jawab aku!” Kyuhyun menarik paksa novel itu, membuat Rae Ah menatapnya dengan tajam. Tatapan tajamnya meredup, berganti dengan senyuman saat dilihatnya Kyuhyun sangat antusias menunggu jawaban dari Rae Ah.
“Karena sejarah mengajariku tentang arti kehidupan. Sejarah memberikan kita pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.” Rae Ah memberi jeda pada jawabannya, ia mengambil novel dari tangan Kyuhyun yang terpana melihat wajah Rae Ah begitu berseri.
“Melalui sejarah, aku dapat mengetahui kebesaran manusia-manusia di masa lalu. Di Indonesia, contohnya. Selama abad ketujuh hingga abad kelima belas, banyak didirikan candi-candi yang begitu megah. Teknologi pada masa itu bisa jadi lebih canggih daripada abad kedua puluh satu ini.”
“Whoa~ bahkan kau tahu sejarah Indonesia, Rae-ya.” Ucap Kyuhyun penuh kekaguman. Rae Ah terkekeh geli melihat ekspresi yang ditunjukkan Kyuhyun.
“Kau juga harus belajar sejarah, Kyu. Kau tahu? Sejarah ada agar peristiwa pada masa lalu itu tidak terulang lagi.” Kali ini Kyuhyun tertegun. Nafasnya tercekat mendengar penuturan Rae Ah. Kyuhyun mengerti makna yang tersirat di balik kalimat-kalimat itu.

“Sejarah itu untuk dipelajari, bukan untuk dihindari, ditangisi, atau bahkan disesali. Perselingkuhanmu dengan Victoria eonni telah membuat Yi Ra membencimu. Jangan ulangi itu, Kyu.” Rae Ah menatap intens ke dalam manik mata Kyuhyun. di pelupuk mata Kyuhyun terlihat ada benda cair yang mengumpul.
“Kau mengungkitnya lagi, Rae-ya.”
Mian. Geundae, aku hanya mengingatkanmu agar kau tidak mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.”
“Jadi menurutmu, aku juga tidak perlu berusaha untuk mendapatkan Yi Ra kembali?”
“Bukan, bukan itu maksudku.” Rae Ah mendengus kesal. Kenapa pemikiran Kyuhyun sempit sekali? Batin Rae Ah.
“Aku tahu. Kau memang sahabatku yang terbaik, Kim Rae Ah.” Kyuhyun mengacak-acak rambut Rae Ah.
“Aku tidak akan kembali pada masa laluku. Lagipula, Yi Ra sudah berlalu tiga tahun lalu,”
“dan kau masih mengejarnya.”
“Kau cemburu?”
“WHAT? NO!”
“Mengaku saja kalau kau cemburu, Rae.” Goda Kyuhyun.
“Dengar, aku memang mencintaimu tapi cinta sebagai sahabat, sebagai kakak -berbeda dengan rasa cintaku untuk Chanyeol, jadi jangan terlalu percaya diri, Cho Kyuhyun!” Kyuhyun tertawa keras melihat ekspresi kesal Rae Ah. Kyuhyun selalu suka saat melihat ekspresi Rae Ah yang seperti ini.


Cho Kyuhyun. Kim Rae Ah. Seluruh jagad raya tahu tentang hubungan mereka. Sahabat. Sejak lima tahun yamg lalu, saat itu Kyuhyun siswa tingkat ketiga dan Rae Ah siswi tingkat pertama di Neul Paran High School. Bermula ketika masa orientasi, salah satu siswa baru harus mengutarakan pendapatnya mengenai nasionalisme dan Rae Ah mengajukan dirinya. Pemikirannya tentang nasionalisme itu membuat Kyuhyun berdecak kagum. Dengan percaya dirinya, Kyuhyun mendeklarasikan dirinya sebagai sahabat dari Kim Rae Ah.

Sahabat. Tidak ada noda yang bernama cinta dalam persahabatan mereka. Kyuhyun dan Rae Ah sama-sama tulus dalam persahabatan mereka, saling menjaga satu sama lain. Namun belakangan ini ada yang aneh dengan Kyuhyun.

Kyuhyun, entah sejak kapan laki-laki itu mulai merasa hatinya berdesir tiap kali matanya menangkap siluet Rae Ah. Jantungnya menjadi berdetak lebih cepat jika sedang berada dalam radius kurang dari satu meter dengan gadis itu -gadis yang telah menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun.

“Di sini rupanya. Hyung, tadi kau bilang tidak tahu di mana gadis menyebalkan ini tapi buktinya sekarang kau sedang bersamanya!” Kyuhyun mendecak sebal melihat laki-laki tinggi berdiri di hadapannya. Ia mendongak.

Mwo? Menyebalkan, katamu? Siapa yang kau sebut gadis menyebalkan, Park Chanyeol?!” Chanyeol tertawa pelan melihat ekspresi murka Rae Ah.
“Tentu saja kau. Memangnya ada gadis lain bersama Kyuhyun hyung di sini, huh?”
“PARK CHANYEOL!!”


“Kim Rae Ah, putri bungsu JKR Group sepertinya sedang menjalin hubungan dengan Cho Kyuhyun. Saling mengenal selama lima tahun tidak mungkin jika tidak ada hubungan spesial di antara mereka….” Chanyeol mematikan televisinya yang menayangkan gosip tentang Rae Ah dan Kyuhyun. Baiklah, ini memang bukan yang pertama kalinya gosip murahan itu beredar tapi entahlah Chanyeol benar-benar tidak suka atau ia cemburu dengan gosip itu. Cemburu? Hei, Chanyeol tahu betul hubungan seperti apa yang Kyuhyun dan Rae Ah jalani. Berhenti berpikiran konyol, Park Chanyeol! Chanyeol memukul-mukul pelan kepalanya. Kegiatannya itu terhenti saat sepasang tangan melingkar di lehernya. Dari layar televisi ia dapat melihat gadisnya tengah tersenyum.

“Kenapa memukul kepala seperti itu, hm?” Chanyeol mendongakkan kepalanya, menatap gadisnya.
“Kenapa bisa di sini? Kau tidak takut malam-malam begini masuk ke kamar laki-laki?” Rae Ah mengerucutkan bibirnya, menarik tangannya dari leher Chanyeol.

“Aku sudah sering menginap di sini, untuk apa takut? Kibum dan Jongwoon oppa ke luar negeri, orang tuaku ke Jeju.” Ucap Rae Ah. Matanya berubah sendu. Chanyeol menarik nafasnya perlahan. Ia tahu, gadisnya itu akan meminta Chanyeol untuk membiarkan tidur di kamarnya jika ia merasa kesepian. Akan menjadi hal yang tidak berguna jika ia menolak gadis itu menginap, karena Rae Ah akan merengek terus-menerus agar diizinkana. Chanyeol terlalu tahu bagaimana rasanya saat semua orang di rumah bahkan tidak tahu tempat mereka pulang karena urusan bisnis. Pasalnya, Chanyeol memiliki nasib yang sama dengan Rae Ah.

“Tidurlah. Ini sudah malam,” Chanyeol menghampiri Rae Ah yang sudah duduk di ranjang besarnya. Ia mengacak pelan rambut gadisnya itu. Chanyeol bahagia. Dengan Rae Ah yang tidak takut untuk tidur satu ranjang dengannya, itu berarti gadisnya itu memepercayainya -percaya bahwa Chanyeol akan menjaganya selama ia tidur.

“Ayah dan ibumu tidak pulang?” Tanya Rae Ah saat Chanyeol menyelimutinya.
“Hm.”
“Apa kau akan seperti mereka, jika sudah memimpin perusahaan? Kau akan sering meninggalkan istri dan anakmu?” Chanyeol tersenyum mendengar pertanyaan Rae Ah. Diusapnya dengan lembut rambut kecoklatan gadisnya itu.
“Kau takut aku akan sering meninggalkanmu jika kita menikah nanti, huh?”
“Ck! Siapa yang akan menikah dengan laki-laki menyebalkan sepertimu?” Cibir Rae Ah. Chanyeol tertawa pelan, lalu mencium kening gadis itu.

Chanyeol kembali tertawa saat dilihatnya gadis itu tengah membeku. Chanyeol yakin, gadis itu sedang menahan debaran jantungnya. Lagi-lagi Chanyeol harus merasa bahagia mengetahui gadisnya selalu seperti ini, membeku jika mereka bersentuhan. Gadisnya, masih seperti itu, bahkan setelah dua tahun.

Chanyeol merebahkan tubuhnya di samping Rae Ah, menarik gadis itu ke dalam pelukan hangatnya, mengabaikan kenyataan bahwa gadisnya kini tengah kepayahan mengatur detak jantungnya. Rae Ah melingkarkan tangannya di pinggang Chanyeol, laki-laki yang selalu mampu membuatnya bertingkah bodoh. Pesona Park Chanyeol selalu mampu menumpulkan otak pintar seorang Kim Rae Ah. Elusan lembut Chanyeol di rambutnya lambat laun membuat Rae Ah terlelap dalam dekapan hangat laki-laki yang telah membuat cintanya semakin hari semakin membesar.


“Hentikan kebiasaanmu menginap di rumah Chanyeol, Rae. Jika wartawan tahu-”
“Reputasi ayah dan JKR Group akan jatuh di mata media. Tenang saja, hal itu tidak akan terjadi, ayah.” Tuan Kim menghela nafasnya perlahan. Anak gadisnya selalu bersikap dingin.
“Sopanlah pada ayah. Jangan memotong ketika ayah berbicara, Rae!” Seorang laki-laki yang duduk di samping kiri Rae Ah menegurnya.
“Maaf. Aku selesai,” Rae Ah bangkit dari duduknya, meninggalkan sarapannya yang bahkan belum habis setengahnya.

Jengah. Gadis itu jengah. Ayahnya selalu saja lebih mementingkan reputasinya dibandingkan perasaannya. Rae Ah masuk ke dalam kamarnya, berniat untuk tidak ke kampus. Malas. Lagipula Kyuhyun dan Chanyeol tidak ada jadwal kuliah hari ini.

“Kenapa tidak menghabiskan sarapanmu, bodoh? Selalu saja seperti itu!” Seorang laki-laki tampan -bahkan sangat tampan menjatuhkan tubuhnya di ranjang Rae Ah, membuat gadis itu mendecak sebal.

“Tanyakan pada ayah, kenapa selalu saja seperti itu?! Selalu saja mementingkan reputasinya,”
“Ck! Cobalah untuk berdamai dengan pemikiran ayah, Rae.”
“Jika hanya itu yang ingin kau katakan, sebaiknya keluar dari kamarku, Kim Kibum! Mengganggu saja,” Rae Ah mendorong Kibum agar turun dari ranjangnya namun sia-sia. Kibum lebih kuat. Kibum tertawa melihat usaha Rae Ah yang mati-matian ingin mengusirnya.
“Hentikan! Hei, kau tidak kuliah?”
“Malas. Kyuhyun dan Chanyeol tidak ada jadwal kuliah hari ini,” jawab Rae Ah, menghasilkan sebuah jitakan di kepalanya.
“Gadis bodoh! Kau itu kuliah untuk apa, huh? Untuk masa depanmu apa untuk Kyuhyun dan Chayeol?” Cibir Kibum.
“Aku tahu IQ-mu itu tinggi, tapi aku tidak sebodoh yang kau pikirkan! Tentu saja aku kuliah untuk masa depanku dan Chanyeol-lah masa depanku-aw!” Rae Ah meringis akibat sentilan di keningnya.
“Bodoh! Oh, pagi ini gosipmu dengan Kyuhyun kembali menjadi headline di surat kabar. Sebenarnya kekasihmu itu Chanyeol apa Kyuhyun, huh?”
“Tentu saja Chanyeol. Aku tidak seperti kau yang memiliki kekasih lebih dari satu,” Rae Ah tertegun. Ia merutuki bibirnya yang telah lancang seperti itu.

Rae Ah tahu betul apa sebenarnya membuat Kim Kibum tidak pernah memiliki kekasih lebih dari satu.

“Kau sendiri tahu, laki-laki di rumah ini tidak pernah beruntung dalam hal cinta, Rae. Jongwoon hyung dan aku sama-sama ditinggalkan oleh gadis yang kami cintai,” Kibum menatap langit-langit kamar Rae Ah yang berwarna oren -bahkan dinding kamar ini seluruhnya berwarna oren.

“Kalian sama-sama ditinggalkan, tapi kalian menyikapinya dengan cara yang jauh berbeda. Jongwoon oppa terpuruk dan tidak pernah tertarik lagi dengan wanita bahkan Ji Yoo eonni yang begitu cantik dan baikpun tidak mampu memikatnya. Kau menjadi sosok laki-laki yang tidak pernah puas hanya dengan satu perempuan. Sebenarnya kalian sama saja, sama-sama menyesali masa lalu.” Rae Ah menatap lekat Kibum. Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa laki-laki itu menasihati Jongwoon dengan menggunakan teori sejarah yang pernah Rae Ah ceritakan padanya sedangkan Kibum sendiri berada dalam penyesalan yang mendalam sehingga mengubahnya menjadi seorang player.

“Aku sangat mencintainya, Rae.” Sebulir air mata menetes dari sudut mata Kibum.
“Ck! Kenapa cengeng sekali, huh? Kalau kau lupa dengan teori sejarah yang kau bicarakan pada Jongwoon oppa, aku akan mengingatkanmu kembali.” Kibum terhenyak. Refleks ia langsung duduk, berhadapan dengan Rae Ah. Matanya mengerjap.

“K-kau, bagaimana kau tahu?” Rae Ah mendesis. Wajah bodoh Kibum benar-benar menggelikan. “Cih. Ketampananmu menurun drastis saat memasang wajah bodoh seperti itu!” Kibum melempar Rae Ah dengan bantal di tangannya.
“Kapan kau akan memanggilku ‘oppa‘, bodoh? Aku dilahirkan tiga tahun lebih dulu, jika kau lupa.”
“Jangan mengalihkan pembicaraan! Sebaiknya kembali kau renungkan apa yang sudah kau ucapkan pada Jongwoon oppa tempo hari. Masa lalu ada bukan untuk disesali,” Rae Ah beranjak dari kasurnya, meninggalkan Kibum yang masih merenung. Samar-samar terlihat senyuman tulus di wajah gadis itu.


“Eonni, benarkah kau memiliki hubungan dengan Kyuhyun oppa kami?” Rae Ah mendongak. Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar saat dilihatnya tiga orang gadis SMA berdiri di depan mejanya dengan tatapan sinis.

“Ya,” jawabnya malas.
“Jadi benar? God! Selera Kyuhyun oppa benar-benar rendahan-”

“Aku sedang menunggu kekasihku, jadi jangan mengganggu ketenanganku atau kalian akan diusir dari sini!” Rae Ah sudah di ambang batas kesabarannya. Tujuannya datang ke JKR Restaurant adalah untuk bertemu dengan Chanyeol tapi tiga gadis labil itu merusak mood-nya.
Tiga gadis SMA itu pergi dengan bersungut-sungut. Rae Ah hanya bisa menggelengkan kepalanya. Baiklah, ini sudah menjadi resikonya menjadi sahabat dari seorang Cho Kyuhyun.


Rae Ah menatap sekelilingnya dengan kening berkerut. Ruangan ini sepi. Dengan ragu-ragu Rae Ah melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu.

Mwohae?” Sebuah suara menginterupsi langkah gadis itu. Ia tersenyum, lalu memutar tubuhnya.

“Aku pikir kau tidak ada di rumah, Chanyeol.” Senyum Rae Ah meredup saat Chanyeol menatapnya dengan tajam, lalu berjalan melewatinya. Laki-laki itu duduk di sofa oren yang dibelinya setahun lalu, agar Rae Ah merasa nyaman jika mendudukinya. Rae Ah mendengus sebal, menghampiri Chanyeol. Gadis itu tidak habis pikir bagaimana bisa laki-laki menyebalkan itu mengabaikannya, sedangkan ia sendiri tidak melakukan kesalahan apapun. Bahkan mereka baru bertemu hari ini setelah kemarin sore Chanyeol membatalkan janjinya karena harus menghadiri acara penting bersama ayahnya.

“Kau kenapa, Chanyeol?” Rae Ah memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Chanyeol yang duduk di sampingnya. Chanyeol mendesah berat, mengambil remote tv di meja lalu menyalakan tv hitam di hadapannya itu.

Rae Ah terpaku. Tubuhnya membeku bersamaan dengan otaknya yang memanas. Tampilan di layar tv itu mampu membuat emosinya memuncak. Sedetik kemudian tubuhnya melemas. Ia melirik Chanyeol yang dari tadi hanya diam. Ketakutan mulai menggerayangi pikirannya. Gadis itu takut jika Park Chanyeol, satu-satunya laki-laki yang telah membuatnya jatuh cinta, akan salah paham seperti mereka di layar tu dan yang paling buruk, gadis itu takut Chanyeol akan meninggalkannya.

“Aku akan menjelaskannya-”
“Memang harus kau jelaskan, Kim Rae Ah!”

TBC

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

30 thoughts on “Fate (History Long Version) Part 1”

  1. waaaaah kirain cm 1part, gk taunya ada tbc nya ._. baru kali ini nemu story yg kyuhyun jadi orang ke 3 xD
    Sepertinya bakal keren nie, next ya…tp moga gk bawa bawa status keluarga cos pasti udah ketebak endingnya klo menyangkut perusahaan dan sosial.

  2. kayaknya hubungan kyuhyun ama rae ah gk hanya sekedar sahabat
    tapi mungkin benih” cinta mulai tumbuh
    kasian chanyeol

  3. O.o jd crintanya si mbul hatuh hati ama rae tp si rae cman cinta ama yeol huweehh crita cinta miris yeh klo gitu mbding mbul ama gue aje kan wlaubagaimanapun d dunia nyata mbul ttep suami gue hahahhaha
    #very nice

  4. woah tmben bngt kyuhyun yg ngrasain sindrom love with friend…hahaha
    bakalan harus brjuang bngt pasti si kyu…mana rae ah kliatan cnta bngt lagi ma chanyeol.

  5. apa timbul cinta segitiga nantinya diantara mereka???? takut nya nnt rae ah bakalan nyalahin kyu or chanyeol larang larang rae ah utk dkt lagi sama kyu.. memang ya persahabatan antara ce or co itu ga ada yg pure sahabat kkkk #curcol

  6. agak gimanaaaaaaa gitu yah rae ah sama chanyeol tapiiii karena chanyeol bias aku jadi ngebayanginnya juga enak(?) hahahaha jd yah sahabat tp kyuhyun duluan yg suka rae ah yah hmmmm bakal gimana iniiii lanjuuuuttt

  7. Kok bisa rae ah digosipin pcran sama kyu? Emang hbgan rae ah dgn chanyeol dsmbyiin ya smpe yg lain pda gk tau

  8. Apa gadis” SMA itu menyebarkan ke publik waktu Rae Ah bilang iya pacarnya Kyuhyun atau di rekam or video ? Sampai Chanyeol emosi liat berita di tv. Apa hubungan Chanyeol&Raeah akan berakhir disini ?

  9. Cinta segitiga nih..antara cinta dan sahabat. Yahh walaupun sebenernya kyu udh cinta dengan sahabatnya sendiri.entah rae ah akan berakhir dgn siapa??ingin sih dengan kyu saja ya thor hehe

  10. Penasaran sama masa lalu nya kyuhyun, jadi kyuhyun itu pernah selingkuh dulu dan sekarang lagi menyesal? Duuuhhh cho kamutuu 😒

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s