Over-Protective Hubby

Name: kyubumgirl

Title: Over-Protective Hubby

Casts: Kim Rae Ah, Cho Kyuhyun, Kim Kibum.

Genre: Married-Life, Romance

Rating: PG-13

Length: One-Shot

A/N: Hello, readers! We meet again 🙂 For your information, this fanfict is still a sequel of Wait for Me. Still remember that? The first sequel is I’m Yours. And in the future, aku bakal terus bikin ff tentang pasangan ini yang basic ceritanya berdasarkan Wait for Me -semacam serial gitu kali ya. Karena aku rasa, aku jadi nge-fans sama couple ini. hehe 

Butuh kesabaran yang ekstra untuk membaca ini, karena typo yang merajalela.

Okay, happy reading, readers!

 

 


 

“Tidak pulang lagi?” … “Baiklah. Jangan lupa makan malam, Kyu.” Rae Ah menghela nafasnya kasar. Perempuan itu menaruh ponselnya -sedikit membantingnya.

 

Kesal, marah, rindu, bercampur menjadi satu di dalam dirinya. Sudah empat hari ini Kyuhyun tidak pulang ke rumah akibat dari kesibukannya mengurus mega proyek di Kyoto. Rae Ah hanya diizinkan untuk menemui Kyuhyun saat jam makan siang, itupun Rae Ah harus datang ke kantornya.

 

“Kau menyebalkan, Cho Kyuhyun!”

 


 

“Selamat siang, tuan direktur!”

“Selamat siang,” Rae Ah merengut mendengar respon dari Kyuhyun. Bahkan laki-laki itu tidak mengalihkan pandangannya dari layar komputer.

“Apakah komputermu itu lebih menarik daripada istrimu ini, Cho Kyuhyun?” Rae Ah melipat kedua tangannya di depan dada. Kyuhyun menghentikan kegiatannya, beralih menatap Rae Ah yang menatapnya kesal. Kyuhyun menyeringai. Ia kemudian berdiri, berjalan memutari meja kerjanya untuk menghampiri Rae Ah.

 

“Ah, aku merindukanmu, sayang.” Kyuhyun memeluk tubuh kurus Rae Ah. Kyuhyun mengerutkan keningnya -heran karena ia merasakan sesuatu membasahi pundaknya. Kyuhyun melonggarkan pelukannya.

“Kenapa menangis? Apa kau sakit?” Rae Ah menggeleng dengan air mata yang masih mengalir, kembali memeluk Kyuhyun.

“Aku merindukanmu, Kyu. Aku khawatir. Sudah empat hari kau tidak pulang, aku takut kau telat makan.” Kyuhyun mengulum senyumnya.

“Maafkan aku. Hari ini aku pulang.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

 

“Ada yang ingin aku katakan,” “Ada yang ingin aku katakan,” ucap Kyuhyun dan Rae Ah bersamaan. Saat ini mereka tengah duduk menikmati kebersamaan mereka setelah menyantap makan siang -di ruang kerja Kyuhyun. Mereka terkikik geli.

“Kau duluan, Kyu.”

“Tidak, kau yang duluan. Lady’s first!

“Baiklah, Kyu, congratulations!” Rae Ah menggenggam tangan Kyuhyun yang terlihat bingung.

“Untuk?” tanya Kyuhyun.

“Sebentar lagi, kau akan menjadi seorang ayah.” Kyuhyun terdiam. Ia teringat kejadian dua minggu yang lalu, saat ia tidak pulang selama dua hari, Rae Ah meneleponnya dan mengatakan bahwa ia sedang hamil. Saat itu Kyuhyun bahkan langsung pulang tanpa menyelesaikan meeting-nya. Dengan wajah tanpa dosanya, Rae Ah mengatakan bahwa ia mengerjaiku Kyuhyun agar suaminya itu pulang.

“Kau tidak senang, Kyu?” tanya Rae Ah hati-hati karena respon yang diberikan Kyuhyun benar-benar jauh dari harapannya.

“Aku akan senang jika kau tidak sedang membohongiku lagi, Cho Rae Ah!” ucap Kyuhyun, menatap tajam Rae Ah. Rae Ah meringis. Ia ingat kejahilannya beberapa waktu lalu yang membuat Kyuhyun mendiamkannya selama dua hari.

 

Rae Ah membuka tasnya, mengambil sesuatu dari dalam sana. Sebuah amplop berlambangkan rumah sakit milik keluarga Kim yang masih memiliki hubungan kerabat dengan keluarga Cho.

“Sebelum ke sini, aku memeriksakan diriku ke rumah sakit karena sudah tiga hari ini aku selalu mual setiap pagi. Jong Woon oppa yang memeriksaku dan hasilnya ada di amplop ini.” Kyuhyun mengambil amplop yang disodorkan oleh Rae Ah. Ia melirik Rae Ah sekilas lalu membuka isi amplop itu.

 

Tangan Kyuhyun gemetar, rona kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Matanya mulai berkaca-kaca. Demi Tuhan, hal inilah yang paling dinantikan oleh Kyuhyun selama dua tahun sejak menikah dengan Rae Ah.

 

“Maaf membuatmu menunggu lama untuk ini, Kyu.”

“Terima kasih telah menyempurnakan rumah tangga kita, sayang.” Kyuhyun menarik Rae Ah ke dalam pelukannya, membelai rambut istrinya itu dengan lembut -sayang. Berkali-kali Kyuhyun mencium puncak kepala Rae Ah, hingga sesaat kemudian hatinya terenyuh mengingat ia tidak ada di samping istrinya disaat kehadirannya sangat dibutuhkan.

 

“Aku minta maaf, sayang. Aku seharusnya berada di sampingmu, mengantarmu ke dokter. Aku benar-benar minta maaf,” Rae Ah mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun.

“Tidak apa-apa,” Rae Ah melonggarkan pelukannya, “ah, aku harus pulang. Waktu makan siangmu juga sudah berakhir.”

“Aku akan mengantarmu, tapi…” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya, menimbang-nimbang apa yang dikatakan selanjutnya, memikirkan reaksi yang akan dikeluarkan Rae Ah.

 

Rae Ah mengangkat sebelah alisnya, “tapi?”

Kyuhyun berdeham, “aku harus tidur dulu, aku takut tidak fokus menyetir. Jujur saja, aku belum tidur semalaman, aku harus-”

“Cho Kyuhyun!! Sudah kukatakan jangan terlalu memforsir dirimu, bukan? Jangan katakan kau melalaikan makanmu?!” Kyuhyun meringis, seperti yang dibayangkannya.

“Jangan berteriak, sayang! Kasian bayi kita.” Rae Ah menghembuskan nafasnya kasar.

 

“Seorang istri yang sedang hamil biasanya akan lebih sensitif. Jadi, kalau kau tidak ingin aku marah-marah terus, jadilah suami yang penurut!”

“Hei, mana bisa seperti itu? Aku kepala keluarganya!”

“Kau sadar itu? Kalau begitu bersikaplah layaknya kepala keluarga. Jangan sampai membuat anakmu ini nantinya berandai-andai!” Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

“Berandai-andai seperti apa?”

“Seandainya ayahku bukanlah seorang CEO, seandainya ayahku lebih banyak meluangkan waktunya untukku,” Kyuhyun tersenyum lebar mendengar celotehan istrinya itu.

“Tenang saja, hal itu tidak akan terjadi,” Kyuhyun berdiri, kemudian mengulurkan tangannya pada Rae Ah, “sekarang ayo, tidur!” Rae Ah tersenyum, ia mengiringi Kyuhyun menuju ruangan khusus -memeluk tangan Kyuhyun dengan erat.

 


 

“Kyoto?” Kyuhyun mengangguk, tanpa menghentikan kegiatannya menyendok makanan. Baru saja ia menyampaikan apa yang ingin disampaikannya di kantor siang tadi. Berita kehamilan Rae Ah membuatnya lupa untuk menyampaikan bahwa besok ia harus berangkat ke Kyoto.

“Kyu, kau ingat dengan janjimu, kan?” Kyuhyun mengernyit -heran.

“Janji yang mana?”

“Jika kau pergi ke luar kota atau luar negeri, kau akan mengajakku.” Kyuhyun tersedak, dengan sigap Rae Ah memberinya segelas air putih.

 

Rae Ah menatap khawatir Kyuhyun yang sedang terengah, “kau tidak apa-apa, Kyu?”

“Emm.”

“Bagaimana? Kau akan menepati janjimu, kan? Kau akan mengajakku ke Kyoto, kan?” Tanya Rae Ah antusias. Kyuhyun menatapnya tajam.

“Tidak.”

“Kenapa? Kau kan sudah berjanji,” Rae Ah merengut kesal.

“Janji itu berlaku sebelum kau mengandung,”

Please, hubby~ I wanna see how great Kyoto is.” Rae Ah berusaha merayu Kyuhyun dengan wajah manisnya.

“Tidak.” Jawab Kyuhyun tegas.

“Kyu,” Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar, melirik malas ke arah istrinya lalu mengambil ponselnya.

 

Rae Ah berpikir bahwa Kyuhyun akan menghubungi seseorang untuk mengurus keberangkatan mereka berdua. Ya, Rae Ah memang benar-benar penasaran dengan Jepang. Donghae selalu bercerita tentang Jepang padanya saat masih kuliah dulu -sebelum hubungan mereka merenggang.

“Kau akan mengurus keberangkatan kita, kan?” Kyuhyun tidak memedulikan istrinya, ia menempelkan ponsel itu ditelinganya, “Shindong hyung, wakili aku untuk urusan yang di Kyoto! Aku tidak bisa pergi.”

 

Rae Ah menatap sebal Kyuhyun yang langsung menyantap kembali makanannya setelah mengakhiri teleponnya.

“Aku tahu aku tampan. Kau tidak perlu menatapku seperti itu, sayang.”

“Kau menyebalkan!” Kyuhyun menaruh sendok dan garpunya -menyelesaikan makannya. Rae Ah mulai merajuk, dan Kyuhyun harus berusaha keras untuk membujuknya.

Kyuhyun menghela nafas, “dengar! Aku tidak ingin kau kelelahan, perjalanan ke Kyoto itu tidak sebentar. Kandunganmu baru menginjak usia tiga bulan, kau harus lebih hati-hati terhadap kesehatanmu.” Ucap Kyuhyun panjang lebar.

 

Rae Ah mendesah kasar. Suaminya benar-benar menjadi sangat over-protective semenjak Rae Ah hamil. Tidak ada yang bisa dilakukan lagi jika Kyuhyun sudah membuat keputusan.

 


 

Rae Ah menatap datar lima orang perempuan dan dua orang laki-laki di hadapannya. Pagi-pagi sekali ketika ia baru bangun tidur, ketujuh orang ini sudah berada di rumahnya. Rae Ah mengambil ponselnya, menelepon Kyuhyun yang sudah berangkat bekerja tanpa menunggu istrinya bangun terlebih dahulu.

 

“Apa lagi yang kau rencanakan, tuan Cho?” tanya Rae Ah, tanpa membalas sapaan Kyuhyun.

‘Sudah bertemu dengan mereka? Mereka yang akan mengerjakan urusan rumah. Kau tidak boleh membantu mereka sedikitpun karena aku-”

“Terserah!!!” Rae Ah langsung memutuskan sambungannya, lalu membanting ponselnya ke lantai hingga baterainya terlepas. Ketujuh orang itu menunduk, takut pada perubahan mood Rae Ah yang menyeramkan. Di seberang sana, Kyuhyun hanya bisa mengernyit heran atas sikap yang ditunjukkan istrinya.

 

“Kalian bisa pergi,” perintah Rae Ah.

 

Saat ini Rae Ah benar-benar kesal. Rae Ah memang senang atas perhatian Kyuhyun padanya, tapi jika terlalu seperti ini, benar-benar membuatnya kesal. Tidak boleh menyentuh pekerjaan rumah sama sekali? Hei, bukankah dokter hanya menyarankan agar menjaga kesehatan? Bagaimana aku bisa sehat jika tidak bergerak sama sekali? Gerutu Rae Ah dalam hati.

 

Rae Ah memerhatikan sekelilingnya, mereka -para asisten baru di rumahnya sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Aman. Pikirnya.

 

Dengan hati-hati, Rae Ah menuju pintu utama rumahnya. Ia berencana menyegarkan otaknya dengan pergi ke Olympic Stadium. Entah setan apa yang berbisik padanya agar pergi ke sana. Atau mungkin janinnya adalah calon pesepak bola.

 

Rae Ah tersenyum penuh kemenangan saat ia berhasil menutup pintu utama tersebut dari luar. Ia berhasil keluar tanpa diketahui oleh asisten-asisten itu.

Rae Ah membalikkan tubuhnya dan seketika tubuhnya menegang. Satu dari dua laki-laki yang menjadi asisten barunya tengah menatapnya dengan datar.

 

“Maaf, nyonya. Tuan Cho tidak mengizinkan anda keluar tanpanya. Jika nyonya ingin keluar, silakan tunggu tuan Cho pulang!” Laki-laki membungkuk sebentar. Rae Ah menggeram kesal.

“Aku hanya ingin keluar. Minggir!”

“Maafkan saya, nyonya. Saya hanya menjalankan perintah dari tuan Cho.”

 

Rae Ah menarik nafas lalu membuangnya perlahan. Ia harus tenang. Ia tidak ingin bayinya tidak nyaman di dalam sana karena ibunya tidak bisa menahan amarah.

“Pinjam ponselmu!” Meskipun bingung, laki-laki itu tetap memberikan ponselnya pada Rae Ah sedangkan Rae Ah langsung mengetik nomor yang sudah sangat ia hapal.

 

“Pulang sekarang dan temani aku jalan-jalan ke Olympic Stadium. Kau tidak bisa menolak karena ini permintaan bayi kita. Jika dalam lima belas menit kau tidak pulang, aku akan menelepon Ahra eonni agar membebaskanku dari penjara ini!” Rae Ah berbalik, masuk ke dalam rumah dengan jengkel setelah mengembalikan ponsel yang dipinjamnya.

Laki-laki itu melongo, pikirnya, bagaimana bisa majikannya itu berbicara dalam satu kali tarikkan nafas. Bahkan ia yakin, gadis itu tidak memberikan seseorang yang dihubuanginya kesempatan untuk berbicara. Laki-laki itu menggeleng -tidak habis pikir, lalu kembali menjalankan tugasnya.

 

Kyuhyun menatap kesal Rae Ah yang tengah menikmati pemandangan di Olympic Stadium. Pemandangan? Ya, pemandangan yang isinya hanya lintasan maraton, lapangan sepak bola, gawang, dan kursi-kursi penonton. Ini yang disebutnya pemandangan indah? Bayiku senang melihat lapangan sepak bola? Apa dia laki-laki? Ah, jika dia laki-laki, maka dia akan tampan sepertiku. Batin Kyuhyun dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Jadi seperti inikah kebahagiaan yang dirasakan para calon ayah yang menunggu calon bayinya lahir?

 

“Kyu, aku ingin es krim,”

“Ck! Malas. Kau tahu? Kau telah membuatku meninggalkan rapat dan mengebut di jalan,”

“Kyu, ini permintaan anakmu. Kau ingin anakmu-”

“Baiklah, baiklah. Tunggu di sini dan jangan berbuat macam-macam!” Rae Ah mengangguk. Ia menyeringai saat Kyuhyun melangkah dengan wajah cemberutnya.

 


 

Kyuhyun membuka matanya yang masih terasa mengantuk saat tangannya tidak menemukan seseorang di sampingnya. Matanya terbuka sepenuhnya saat didengarnya suara Rae Ah sedang membentak seseorang. Kyuhyun beranjak dari kasurnya, lalu dengan langkah yang terburu-buru ia berjalan keluar.

 

“Aku hanya ingin membuatkan sarapan untuk suamiku. Jangan menghalangiku!” Rae Ah berbicara dengan nada tinggi.

“Tapi nyonya-”

“Biarkan dia memasak, bibi.” Seseorang yang dipanggil bibi itu membungkuk ke arah Kyuhyun, lalu meninggalkan area dapur.

 

“Bukankah kau ingin memasak? Kenapa hanya diam?” Rae Ah mengerjap, tersadar dari keterkejutannya. Benarkah Kyuhyun dengan mudah mengizinkannya untuk memasak?

 

Kyuhyun memeluk Rae Ah dari belakang, mengelus perut buncit Rae Ah.

“Maaf. Aku tahu jika perlakuanku selama ini berlebihan. Sungguh, aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa padamu dan bayi kita.” Rae Ah mengelus pipi Kyuhyun dengan sayang. Apakah Kyuhyun mendengar keluhannya tadi malam?

“Jika kau bertanya apakah aku mendengar keluhanmu tadi malam, jawabannya adalah ya. Maaf.” Ucap Kyuhyun, seakan mengerti dengan pikiran Rae Ah.

 

Flashback

 

Rae Ah membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun. Ditatapnya wajah polos Kyuhyun ketika tidur, membuatnya tersenyum. Tangannya refleks mengelus pipi berjerawat Kyuhyun.

“Aku senang melihatmu begitu bahagia menanti kehadiran bayi kita, sayang. Kau tahu? Meskipun kebahagiaanmu itu malah membuatku kesal atas sikap over-protective-mu,” Rae Ah menghela nafas sebentar, lalu mencium kening Kyuhyun sekilas, “tidak boleh ini, tidak boleh itu, membuatku merasa dipenjara. Aku harus menggerakkan tubuhku karena aku ingin melahirkan dengan normal, setidaknya itu yang disarankan dokter. Aku kesal, tapi aku tidak bisa merusak kebahagiaanmu dengan aku mengeluhkannya padamu. Good night, hubby. I love you,” kembali Rae Ah mencium kening Kyuhyun, kali ini cukup lama, lalu menutup matanya untuk tidur.

 

Kyuhyun membuka matanya yang sejak tadi sudah ingin ia buka, sebenarnya. Kyuhyun tahu, perlakuannya selama ini berlebihan , tapi ia hanya ingin melindungi istri dan calon bayinya. Lama Kyuhyun menatap Rae Ah yang sudah mulai terlelap. Diusapnya rambut perempuan yang paling ia cintai di dunia ini setelah ibunya, lalu Kyuhyun mengecup kening Rae Ah, menyalurkan kasih sayangnya.

 

Flashback end.

 

“Aku mengerti, Kyu. Tidak apa-apa,”

“Sudah sembilan bulan, bukan? Tinggal menghitung hari, aku tidak sabar.” Kyuhyun mengecup pipi kanan Rae Ah.

 

Ouch! Sakit, Kyu!” Kyuhyun kalang kabut mendengar pekikkan Rae Ah, ditambah lagi dengan Rae Ah yang terus memegangi perutnya.

“Apakah sudah waktunya?” Tanya Kyuhyun panik. Baiklah, ini pengalaman pertamanya menghadapi perempuan yang akan melahirkan dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

“Cepat panggil ambulan!” Pekik Rae Ah, mencengkram kaos yang dikenakan Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengambil ponselnya dari dalam saku celana pendek, lalu menekan nomor darurat.

“Sakit sekali,” rintih Rae Ah, membuat Kyuhyun tidak tega melihatnya.

“Tahan, sayang. Aku sudah menghubungi ambulan,” ucap Kyuhyun menenangkan, mengusap kening Rae Ah yang bercucuran keringat.

 


 

“Selamat, bayi anda laki-laki, Tuan Cho.” Kyuhyun tersenyum sumringah mendengar penuturan dari dokter yang membantu persalinan Rae Ah.

Kyuhyun tidak ikut menemani Rae Ah di dalam, mengingat ia paling takut melihat darah -pengecualian ketika setan membisikkannya untuk bunuh diri kala itu yang membuatnya tidak takut pada darah.

“Istri saya?” Tanya Kyuhyun kemudian. Dokter itu tersenyum, “istri anda baik-baik saja. Ia perempuan yang hebat. Ah, anda sudah bisa menjenguk bayi dan istri anda. Saya permisi,” dokter itu berlalu, diiringi senyuman paling membahagiakan di wajah Kyuhyun.

 

Kyuhyun membuka pintu kamar tempat istri dan anaknya berada, tampaklah Rae Ah yang tengah menimang putranya dengan pancaran kebahagiaan -yang mungkin mengalahkan kebahagiaan yang dirasakan oleh Kyuhyun. Ibu mana yang tidak bahagia setelah melahirkan dan bayinya itu lahir dengan selamat, tanpa kurang suatu apapun.

 

Rae Ah menoleh ke arah pintu, lalu tersenyum menyambut kehadiran Kyuhyun.

“Ingin menggendong anakmu?” Rae Ah memberikan bayinya pada Kyuhyun yang sudah berdiri di sampingnya. Dengan hati-hati Kyuhyun menggendong bayi itu. Perasaan bahagia lagi-lagi membuncah di dalam dadanya melihat bayi mungil yang tampan itu tengah tertidur pulas.

 

Kyuhyun menimang bayi itu di gendongannya. Ia kemudian duduk di samping Rae Ah, mengajak Rae Ah memperhatikan pemandangan paling indah yang diciptakan Tuhan -seorang bayi yang masih suci.

“Dia sangat tampan,” ucap Rae Ah, mengusap lembut kening bayinya.

“Tentu saja. Ayahnya sangat tampan, otomatis anaknya akan tampan,” balas Kyuhyun.

“Ck! Dia memang tampan, tapi aku harap kau tidak cemburu. Senyum dan hidungnya itu milikku.”

“Benarkah? Kau bisa lihat, secara keseluruhan wajahnya adalah milikku, terutama matanya.” Balas Kyuhyun tidak mau kalah. Rae Ah terkekeh.

 

Welcome to the world, Cho Hyun Bum!” Ucap Kyuhyun seraya mencium kening bayinya.

“Hyun Bum? Kenapa Hyun Bum? Itu terdengar seperti gabungan namamu dengan Kibum oppa,”

“Ya. Aku akui, hanya Kibum hyung yang dapat mengalahkan ketampananku, jadi namanya adalah gabungan dari nama dua laki-laki paling tampan ciptaan Tuhan.”

“Kenapa tidak gabungkan namamu dengan namaku saja?”

“Hyun Rae, Hyun Ah, Kyu Rae, kau pikir anakku ini perempuan, huh?” Jawab Kyuhyun kesal. Rae Ah tertawa melihat raut kesal Kyuhyun.

 

“Baiklah, Cho Hyun Bum, nama yang bagus. Terima kasih telah memilihku sebagai ibu dari anakmu, Cho Kyuhyun.” Kyuhyun tersenyum, mencium kening Rae Ah dengan sayang. Rae Ah memejamkan matanya, meresapi kasih sayang yang diberikan Kyuhyun.

 

“Ayah dan ibu sedang di Jepang, mereka meminta maaf karena belum bisa datang. Jong Woon hyung sedang ada seminar kedokteran di Beijing, dan Kibum hyung-”

Hi, my lovely sister!” Kyuhyun mendengus sebal. Kakak iparnya itu selalu saja datang tiba-tiba.

“Aku pikir kau sudah kembali ke Amerika, oppa. Sudah satu bulan kau tidak mengunjungiku.” Cibir Rae Ah, menjauhkan tubuhnya dari Kibum yang akan memeluknya.

“Mana keponakanku? Aku ingin menggendongnya!”

“Tidak! Aku tidak akan mengizinkan siapapun menggendongnya hari ini. Anakku baru saja lahir, ia harus mengenali ayahnya, tidak boleh ada yang menggendongnya selain aku dan istriku!” Ucap Kyuhyun panjang lebar. Rae Ah hanya tertawa melihat tingkah Kyuhyun. Ia sudah memprediksi Kyuhyun akan berlaku seperti itu, mengingat dulu, ketika usia kandungannya genap enam bulan, Kibum ingin mengelus perutnya namun langsung ditepis dengan kasar. Padahal Kibum adalah kakak kandung Rae Ah.

 

“Kau benar-benar berlebihan, Cho Kyuhyun!” Geram Kibum.

“Aku bukan berlebihan, hyung. Aku hanya ingin melindungi anakku dari tangan orang asing-”

“Orang asing katamu? Aku ini pamannya!!”

“Jangan berteriak! Kalian seperti bocah saja. Kibumie oppa, maklumi suamiku, eoh?” Bela Rae Ah. Kibum mendengus sebal sedangkan Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

 

Ketiga orang di ruangan itu menoleh ke arah pintu, seorang perawat baru saja masuk.

“Maaf, tuan-tuan dan nyonya, saya harus memindahkan bayinya ke ruangan bayi-”

“Tidak! Bayiku akan tidur di ruangan ini dengan ibunya. Aku akan bayar berapapun, aku akan mengurus administrasinya!” Perawat itu terlihat bingung, tapi pada akhirnya ia mengangguk laku keluar. Kibum dan Rae Ah menggelengkan kepala mereka.

“Suamimu benar-benar berlebihan, Rae.” Gumam Kibum

“Ya, oppa.”

“Aku mendengar kalian!”

 

THE END

 

Gajekah? Jangan lupa komennya ya~ Terima kasih sudah mau membaca *Bow bareng Cho Family.

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

43 thoughts on “Over-Protective Hubby”

  1. Jiaaaaahh kyukyu segitu protective nya xD ntar malah Rae jadi ngurus 2 bayi sekaligus hahaha….
    Aq tunggu another story dari keluarga ini ya kakak (?) Keep writing !!!

  2. Aduh lebay bgt ya si Kyu ini hahaha. Btw, Aku suka bgt thor ceritanya bagus bgtt, aku tunggu kelanjutannya ya hihi.

  3. Maaf baru sempet komen.hehe
    Kyuhyun bener2 protect bgt. Sampai segitunya tidak mengizinkan anaknya digendong sama yg lain kecuali kyurae.

  4. ckck, bener-bener over -_-
    eon, ini di perpanjang terus bagus loh, dibikin cerita kehidupan mereka dong, daily activity ngurus baby Hyun Bum :3

  5. o ternyata ini series to, i aku blm bc awal mulanya, haduh klo suami OP ampe lebay mah aku bisa apa, apalagi tn Cho yg jd suami aku mah nurut aj klo gitu, hahai

  6. wahhh jadi ni ff bakal berkelanjutan ya….

    sumoah ga ke emanya ga ke anaknya kyuhyin over bgt…tapi iya si keliatan bgt dia sayang bgtma anak ma istri..

  7. wahhh jadi ni ff bakal berkelanjutan ya….

    sumoah ga ke emanya ga ke anaknya kyuhyin over bgt…tapi iya si keliatan bgt dia sayang bgtma anak ma istri…

  8. Ahhahahha klo ak pling suka si mbul brprilaku over protective trkesan kyak gimna gitu kekekekke wehh smoga ini knyataan tp yeojanya itu aku hahahhha amjnnnn 😅😅😅😆
    #very nice

  9. Oow ini pernah dipublish di tempat lain gga say??
    Kyak’a saia pernah baca, tpi lupa dimana..

    Kyu yg bener” protektif..

  10. Ya ampun kyuuuu tingkahnya bener2 berlebihan deh smp over protektif gtu, ga bagus jg buat calon ibunya kan hehe.. sama anaknya jg begitu pas udah lahir dasar deh ya jiwa protektif

  11. aku lupa, yg ku maksud tadi sequel my husband hubby kalo gak salah itu. abis judulnys sama ada hubby hubby nya. tp yg ini jg perlu sequel deh aku rasa. huh lucu juga si kyu. lebay bngt dah

  12. Halo Author…
    Aku readers baru.
    Aku mau mengomentari cerita ini. Sebenarnya cerita author sudah bagus tapi mungkin alurnya kecepetan kali ya. Aku sarankan sebelum Author mempublish ffnya sebaiknya Author baca ulang, kalau bisa dibacanya lebih dari 15 kali seminggu. Ini aku gak bercanda ya. Aku juga biasanya gitu kalau nulis selalu aku baca ulang. Tapi kalau itu, membuat Author males. Mungkin author bisa menyerahkan ke editor yang mau dibayar gratis kalo ada
    oke, cuma itu komentar dari aku.

  13. Rae..suamimu bener bener sayangdam cinta sama kamu..sampe jd seperti itu…hahahah…justru itu malah bikin jd gemes dan romantizzz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s