My Life [7/?]

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : My Life (Part 7)
Tags : Catherine Kim, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Super Junior.
Genre : Family, Sad, Romance.
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

 

***My Life (Part 7)***

 

Sungai Han. Setelah beberapa jam berjalan tanpa tujuan, kakiku akhirnya berhenti di sini. Sudah dua jam aku duduk di pinggiran sungai bersejarah ini. 22.30. Sudah malam. Tunggu! Aku tidak tahu jalan pulang. Ini pertama kalinya aku kesini. Haruskah aku menelepon paman Heechul untuk menjemput? Ah, andwae! Paman Heechul pasti lelah.

Aku menyusuri pinggiran sungai Han. Mataku terpaku pada sosok yang kini ada di hadapanku. Paman Kyuhyun. Nafasnya seperti tersenggal.

 

“Akhirnya.” Ucapnya setelah berdiri tegak.

“Kenapa kau bisa di sini, uncle?” Tanyaku datar.

“Hanya teringat masa lalu. Jika ia sedang sedih, marah, ataupun kesal, gadis itu pasti kesini. Ternyata aku benar, kau juga di sini.” Teringat masa lalu? Telingaku gerah mendengarnya. Sebesar apa sebenarnya cinta paman Kyuhyun untuk gadis itu?

 

Drrt… Drrt…

Yeoboseyo.

‘Eodiya? Gwenchana?’ Paman Heechul, dia cerewet sekali.

Angwenchana, uncle.

‘Cepat pulang! Aku tahu kejadian tadi siang.’

Arasseo.” Paman Heechul tahu? Pasti paman Kyuhyun yang memberitahunya. Paman Heechul memutus sambungan.

Uncle, jib-e kajja!” Aku berjalan mendahuluinya. Paman Kyuhyun menahan tanganku, lalu membawaku ke dalam pelukannya.

Aku bisa merasakan detak jantungnya, terdengar tidak normal . Pasalnya, detak jantungku saat ini juga berdetak seperti itu.

“Jika kau butuh pelukan ayahmu, aku bersedia menggantikannya. Anggap aku seperti ayahmu sendiri.” Paman Kyuhyun mengelus rambutku. Hanya sebagai pengganti ayah? Aku ingin lebih dari itu, paman.

 

 

“Kau mengejutkanku, uncle!” Paman Heechul berdiri di depan pintu kamarku. Aku pikir orang tua ini sudah tidur.

“Ini sudah pukul dua belas malam, Cathy!”

I’m sorry, uncle. Sebelum pulang, aku menemani Kyuhyun uncle makan malam. Aku juga tidak tahu jalan pulang, untung saja uncle setan itu menemukanku.” Aku menunduk. Aku paling tidak bisa melihat paman Heechul marah karena khawatir.

Gwenchana. Tidurlah! Jangan pikirkan masalah tadi siang. Kyuhyun tidak memberitahunya bahwa kau putri Kim Kibum.” Paman Heechul mengacak pelan rambutku, lalu pergi. Hah! Daddy tidak boleh tahu bahwa aku bertemu dengan perempuan itu.

 


 

Hari ini paman Kyuhyun tidak banyak bicara. Ia hanya fokus melihat ke jalanan. Lingkaran hitam menghiasi matanya. Apakah ia kurang tidur? Sepertinya dia sedang ada masalah. Ah, hentikan, Cathy! Jangan terlalu ingin tahu!

Suasana hening itu bertahan hingga aku turun. Ada apa dengannya? Rasanya aneh sekali melihat paman tua itu jadi pendiam. Ck!

 

“Catherine-ssi, aku boleh duduk di sini?” Seseorang membuyarkan lamunanku. Pria ini, sekelas denganku. Ah, kalau aku tidak salah, dia mahasiswa pertukaran juga di sini. Jung Jinyoung, mahasiswa pertukaran dari Universitas Tokyo.

“Duduk saja. Kursi itu tidak ada pemiliknya.” Jawabku datar. Aku memang tidak terlalu dekat dengan siapapun di sini.

“Kita kedatangan dosen baru. Kau tidak masuk kemarin.”

“Aku tidak peduli.” Ayolah, apakah pria ini sedang mencoba dekat denganku? Tapi, dia tidak buruk juga untuk dijadikan teman.

 

“Dia dosen yang menggantikan prof. Yoo. Artinya, dia juga yang akan membimbing para mahasiswa pertukaran di fakultas ini.”

“Sudah kubilang aku tidak peduli, Jinyoung-ssi! Ah, apa kau sedang mencoba dekat denganku?” Jinyoung tersenyum sinis.

“Aku hanya ingin membuktikan kebenaran. Ternyata gosip yang mengatakan bahwa mahasiswi pertukaran dari Manchester sangat dingin itu benar. Aku tidak berminat dekat denganmu!” Hei, benarkah ada gosip seperti itu? Baiklah, tidak usah dipedulikan, Cathy!

“Benarkah? Bagus kalau begitu. Aku juga tidak berminat dengan siapapun selama di…”

“Selamat pagi!” Perempuan itu. Perempuan yang kemarin bertemu denganku dan paman Kyuhyun. Cantik. Ya, tidak dapat kupungkiri, perempuan itu terlihat sangat cantik.

“Prof Lee. Kau bisa memanggilnya seperti itu. Namanya Lee Hye Ah.”

Cerita ayah tentangnya tiba-tiba terngiang di telingaku. Wajah cantik itu tidak menginginkan kelahiranku. Hanya demi harta dia melahirkanku.

 

YA! Kau mendengarku tidak?” Jinyoung. Pria itu memukul kepalaku, membuatku beralih menatapnya. Cih, ini yang kau sebut tidak berminat dekat denganku, tuan Jung?

“Jangan berisik atau kau akan keluar dari kelasku, anak muda!” Jinyoung meringis mendengar teguran perempuan itu.

Mianhae, saem.

“Siapa namamu?” Tanya perempuan itu menunjuk ke arahku.

“Catherine Kim.” Jawabku datar.

“Ah, mahasiswi dari Manchester?”

Ne.

“Baiklah, kelas akan kita mulai. Aku tidak mentolerir kegaduhan.” Perempuan yang tegas. Tidak ada satupun penjelasannya yang masuk ke otakku. Imajinasiku tentang masa lalu ayah yang menyakitkan berkeliaran di otakku.

Aku akan membuatnya menderita seperti dia membuatmu menderita, daddy.

 

Saem, aku dengar kau adalah istri dari salah satu mantan personel Super Junior. Apakah itu benar?” Semua mata di ruangan ini sontak melihat ke arahku. Mereka seolah mengatakan kau-sedang-menggali-kuburmu. Aku tidak peduli. Aku hanya ingin membuatnya tidak menyukaiku, sama dengan ia tidak menyukai Kim Rae Ah.

“Kau bertanya di luar mata kuliah, nona Kim. Keluar dari kelasku!” Menakutkan sekali.

“Itulah yang aku inginkan, Lee sonsaengnim. Geundae, aku hanya ingin memberitahu padamu bahwa kemarin Super Junior mengadakan reuni. Hanya suamimu yang tidak datang.”

“Apa maksudmu, nona Kim? Keluar dari kelasku! Right now!” Apakah aku berlebihan? Kenapa dia marah seperti itu? Aku jadi semakin bersemangat untuk untuk mengerjainya. Ternyata perempuan ini seorang yang tempramen.

“Bahkan Kim Kibumpun datang. Aku permisi, saem.” Aku membereskan mejaku dan pergi. Dapat kutangkap ekspresinya yang terkejut mendengar aku menyebut nama Kim Kibum. Sepertinya nama itu sangat keramat baginya. Bagaimana jika aku menyebutku sebagai Kim Rae Ah? Tunggu kejutan dariku, nyonya Lee.

 

Suasana perpustakaan benar-benar pas untuk tidur. Pantas saja Jun Won lebih sering memilih tidur di perpustakaan. Hening. Tenang.

Baru saja aku akan menjatuhkan kepalaku di meja, seseorang sudah menggagalkan rencanaku.

“Kau, ada hubungan apa dengan boyband yang sudah menjadi legenda itu?”

“Jung Jinyoung-ssi, apakah ini yang kau sebut tidak berminat dekat denganku? Untuk apa kau menanyakan itu?”

“Baiklah, aku berbohong soal itu. Aku ingin berteman denganmu dan aku tidak menerima penolakkan! Jadi, jawab pertanyaanku!” Pemaksa sekali orang ini. Mirip sekali dengan paman Kyuhyun. Eh, stop! Jangan paman Kyuhyun lagi! Ada pria muda di hadapanmu, Cathy!

“Pemaksa sekali! Salah satu dari mereka adalah ayahku.” Jinyoung membulatkan matanya.

Jinjja? Nugu?” Ck! Kenapa laki-laki ini terlihat begitu penasaran?

“Kau cerewet sekali, tuan Jung. Lebih baik sekarang kau traktir aku makan. Anggap saja sebagai tanda pertemanan kita!” Aku beranjak keluar dari perpustakaan diikuti Jinyoung. Pria itu menggerutu. Aih, seperti anak perempuan saja!

 

“Kau pesan apa?” tanya Jinyoung setelah kami mendapat meja di kantin. Jinyoung memilihkan meja yang terletak di sudut. Dari sini aku dapat melihat lapangan sepak bola milik SNU.

Ramyeon dan jus mangga saja.” Jinyoung menuju stand makanan. Pria itu menarik juga. Sesosok perempuan berdiri di hadapanku. Aku memutar bola mataku malas.

 

“Kau, bukankah kau adalah kekasih Kyuhyun?”

Wae?” Perempuan itu duduk di kursi yang berseberangan denganku.

“Tadi kau menyebut nama Kim Kibum. Apakah kau mengenalnya?” Bingo! Usahaku untuk membuatnya penasaran ternyata berhasil.

“Kau mengenal Kim Kibum?” Aku balik bertanya. Perempuan itu mengernyit.

“Dulu kami sahabat, tapi dia menghilang begitu saja. Apa kau mengenalnya?” Sahabat, katanya? Ayahku sangat mencintaimu.

“Aku sangat mengenalnya. Bahkan mengenalnya lebih dari kau mengenalnya dulu.” Jawabku datar.

“Ma-maksudmu?”

“Tidak usah dipikirkan, saem. Hanya, berhubung aku sedang di Korea, berhati-hatilah dengan hidupmu.” Sesak. Dadaku terasa sesak mendengar mulutku mengeluarkan kalimat itu. Ada apa denganku? Melihat wajah perempuan itu yang sekarang seperti sedang bingung membuat dadaku semakin sesak.

 

“Ini pesananmu. Eo, annyeong, saem.” Beruntung Jinyoung segera datang. Perempuan itu berdiri.

Ne. Aku pergi!” Aku menatap punggung perempuan itu dengan penuh amarah. Bersiaplah untuk menderita, nyonya Lee. Sayang sekali jika aku tidak membuatnya menderita selama aku di sini.

Jinyoung, pria itu terlihat bingung.

“Kalian membicarakan apa? Kenapa profesor Lee terlihat bingung seperti itu?”

“Tidak ada. Ayo, makan!

 


 

Senja sudah mulai tampak di langit Seoul. Aku merindukan senja di langit Manchester. Jauh dari ayah sangatlah tidak mudah. Aku rindu menghabiskan senja bersama ayah di ETIHAD stadium. Aku rindu menjahili ayah. Jun Won, apa kabarnya orang itu?

Seorang pria tersenyum ke arahku. Ia menyender pada ferrari merahnya dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Seingatku, aku tidak memintanya untuk menjemputku hari ini. Aku sedang dalam mood yang buruk. Pulang sendiri adalah pilihan yang terbaik.

 

“Akhirnya kau keluar juga! Aku menunggumu dari jam empat tadi.” Apa? Jam empat? Berarti, paman Kyuhyun sudah menungguku selama satu setengah jam? Aku harap, aku salah dengar.

“Aku tidak minta dijemput.”

Ara. Berhubung kau sudah membuatku menunggu, kau harus menemaniku makan malam. Cepat masuk!” Tanpa berkata apa-apa, aku menurut. Tawaran yang tidak pantas untuk ditolak bagi anak rantau sepertiku. Makan gratis!

 

Uncle, ceritakan tentang daddy sewaktu muda.” Pintaku. Saat ini kami telah berada di restoran favoritnya paman Kyuhyun. Ia bilang, restoran ini penuh kenangan. Hampir seluruh kenangannya bersama gadis yang begitu ia cintai terukir di sini.

“Ayahmu tidak pernah bercerita?” Tanya paman Kyuhyun, heran. Tentu saja ayah bercerita. Hanya saja, aku tidak ingin mendengar lebih banyak cerita tentang masa lalu paman Kyuhyun. Semacam pengalihan pembicaraan, tepatnya.

 

“Ceritakan saja!”

“Baiklah.” Paman Kyuhyun menarik napas.

“Ayahmu debut dengan Super Junior sebagai magnae. Sebelum debut dengan Super Junior, Kibum hyung sudah banyak muncul di televisi sebagai aktor. Dia dijuluki the killer smile. Setiap wanita yang melihatnya, pasti akan meleleh.”

“Benar. Jika saja dia bukan daddy-ku, aku pasti sudah jatuh cinta padanya.” Paman Kyuhyun tersenyum.

“Kibum hyung itu prince of silence-nya Super Junior. Dia tidak banyak bicara. Kibum hyung, dia adik kesayangan Heechul hyung.Aku iri padanya. IQ-nya paling tinggi di Super Junior.”

“Tidak heran jika aku juga tumbuh menjadi gadis pintar dan cerdas.” Potongku lagi. Paman Kyuhyun meringis mendengarku memuji diri sendiri.

“Impiannya adalah menjadi seorang aktor, maka dari itu dia memutuskan untuk fokus di acting sejak album ketiga kami. Kibum hyung selalu mengatakan bahwa menjadi penyanyi adalah anugerah Tuhan.” Lanjut paman Kyuhyun. Ceritanya terhenti karena pesanan kami telah datang. Matanya terlihat berkaca-kaca.

“Seumur hidupku, hanya sekali aku mendengar ayah bernyanyi. Saat ulang tahunku yang ketujuh belas.”

“Kibum hyung bersahabat dengan Hye Ah noona dan ia jatuh cinta pada sahabatnya itu.” Aku menghentikan kegiatanku menyendok makanan. Bagian ini tidak ingin kudengar.

Geumanhae. Jangan ceritakan bagian ini, uncle! Aku sudah tahu. Lebih baik kita makan saja.”

Geurae.” Paman Kyuhyun melanjutkan makannya.

 

Lucu sekali caranya makan itu. Seandainya saja nanti aku bisa memasak untuknya setiap hari. Aku ingin melihatnya memakan masakanku setiap hari. Bahkan aku tidak bisa memasak. Ck!

Handphoneku bergetar. Satu panggilan masuk dari ayah. Ah, aku benar-benar merindukannya.

 

Hello, daddy! I miss you so much!” Kataku manja. Paman Kyuhyun menatapku. Ia pasti berpikir aku manja sekali.

‘Me too. What are you doin right now?’

Dinner with Cho uncle.

‘MWO? How could you dinner with him?’

Daddy, did you forget? He’s my private driver. He asked me to accompany him.

‘Don’t fall in love with him! He’s too old for you.’ Aku mengerti, tapi hatiku tidak mengerti, daddy. Maafkan aku, aku jatuh cinta pada paman Kyuhyun.

I know. Daddy, I felt in love with Korean boy.

‘Really? Who is he?’ Ayah terdengar penasaran sekali. Paman Kyuhyun.

I’ll tell you later. Daddy, i love you.

‘I love you too. Take care of yourself.’

“Emm.”

PIP. Ayah memutus sambungannya. Memperhatikan paman Kyuhyun sepertinya menjadi hobi baruku.

 

“Kau, sedang menyukai seseorang?” Tanya Paman Kyuhyun yang terlihat gugup menanyakan hal itu.

“Emm. Wae?

Nugu? Kau bilang kau tidak suka pria Korea.”

“Kapan aku bilang seperti itu? Seingatku, aku hanya mengatakan bahwa aku tidak akan menikah dengan pria Korea.” Jawabku sambil memasukkan kentang goreng ke mulutku.

“Sama saja, pabo!

“Haha. Tadinya memang seperti itu, tapi entahlah. Melihatnya tersenyum, melihatnya kesal, kejailannya, seakan-akan menjadi candu untukku. Aku, aku merasa benar-benar jatuh cinta padanya.” Oh, kenapa aku jadi melankolis seperti ini? Paman Kyuhyun mendekatkan wajahnya padaku. Tangannya mengelus pipiku, membuat jantungku berdetak tak karuan. Mengerjap-ngerjapkan mata, hanya itu yang aku lakukan. Mata tajamnya mengeluarkan air mata.

 

“Yi Ra-ya.” DEG! Yi Ra? Apakah itu, nama gadis di masa lalu paman Kyuhyun? Cairan bening mengumpul di pelupuk mataku. Sesak. Gerah rasanya kupingku mendengarnya menyebut nama gadis lain. Paman Kyuhyun, melihatku sebagai Yi Ra?

Aku menjauhkan wajahku dan menepis tangannya. Paman Kyuhyun mengerjap, lalu menghapus air matanya.

“Cathy. Catherine, uncle.” Ucapku lirih. Tubuhku tergerak untuk berdiri. Tidak, aku tidak ingin menangis di hadapannya. Konyol sekali jika ia tahu bahwa aku menangis karena cemburu pada Yi Ra-nya itu.

Segera kulangkahkan kakiku keluar dari sini. Air mataku sukses keluar beriringan dengan keluarnya aku dari restoran ini. Aku tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang berlalu-lalang di jalanan ini.

Ini pertama kalinya aku merasakan jatuh cinta, lalu patah hati.

TBC

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

5 thoughts on “My Life [7/?]”

  1. ohhh so hurt….cathy jgn jd judes dong…and u fallin in love with old man…tp kyu masih tetep mempesona…penasaran sangat sama next chap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s