My Life [6/]

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : My Life (Part 6)
Tags : Catherine Kim, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Super Junior.
Genre : Family, Sad, Romance.
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

 

***My Life 6***

 

Saling mengumpat, saling melempar kulit kacang, saling melempar bantal. Benarkah mereka mantan idols? Kelakuan dua belas orang pria ini benar-benar abnormal. Ayah bahkan seperti manusia bermuka dua. Di Manchester, ayah selalu dingin dan tidak banyak bicara kecuali denganku sedangkan di sini, di hadapan pria-pria tua ini ayah bertingkah seperti bocah SMP.

Bagaimana bisa mereka memiliki fans hampir di seluruh penjuru dunia dengan kelakuan mereka yang seperti ini? Lihat, rumah paman Heechul berubah menjadi seperti kapal pecah akibat ulah mereka.

STOP IT!!” Kedua belas orang pria itu langsung menghentikan aktifitas mereka. Teriakkanku ampuh juga.

Why?” Tanya ayah.

Daddy, kau berhutang penjelasan padaku tentang California.” Aku menyilangkan tanganku di depan dada.

“Baiklah, duduk di sini.” Ayah menepuk tempat kosong di sampingnya. Aku menurut.

Daddy berbohong. Daddy ingin memberimu kejutan, sayang.” Daddy memelukku. Ya, sejak dari acara pertemuan tanpa sengaja itu ayah melupakanku. Ayah sibuk melepas rindu dengan saudara-saudaranya itu. Sebenarnya tidak masalah bagiku. Toh, aku baru tiga bulan berpisah dengan ayah sedangkan Super Junior? Mereka sudah puluhan tahun tidak bertemu.

YA! Kim Kibum, kau pintar sekali merawat anakmu. Gadis ini cantik sekali.” Ucap paman Jong Woon.

“Jangan tertipu dengan kecantikannya!” Timpal paman Kyuhyun. Ck! Apa maksudnya?

“Apa maksudmu, Kyu?” Tanya paman Hangeng. Ah, paman Heechul benar-benar berbisa. Ia mampu membuat paman Hangeng datang jauh-jauh dari Cina ke Korea.

“Dia gadis setan. Setidaknya, itu yang dikatakan Heechul hyung dan aku sudah membuktikannya sendiri.”

“Lalu, apa bedanya denganmu?” Paman Kyuhyun merengut mendengar serangan dari ayah.

Daddy, kau tahu? Di sini, kau berubah menjadi seorang bocah SMP. Sangat berbeda denganmu yang di Manchester.” Ejekku.

“Kalian dengar sendiri, kan? Bahkan ayahnya sendiri diejek.” Cibir paman Kyuhyun.

Daddy, bagaimana bisa kau merindukan orang seperti Kyuhyun uncle?” Semua orang yang ada di sini tertawa, kecuali paman Kyuhyun. Ia memasang wajah kesal.

 

Uncle, aku dengar kau seorang gamer sejati. Aku ingin menantangmu.”

YA! Jangan macam-macam dengan Kyuhyun! Di antara kami semua, tidak pernah ada yang bisa mengalahkannya.” Ucap paman Hyukjae.

“Kau meremehkan anakku, hyung!” Bela ayah.

“Cih, bocah sepertimu ingin menantangku? Baiklah, tapi jangan menangis jika kau kalah!” Sombong sekali orang ini.

“Kau benar-benar meremehkanku, uncle! Apa yang akan kau pertaruhkan untuk pertandingan ini?”

“PSP kesayanganku untukmu jika kau menang.” Aku menyeringai. Rasanya aku ingin mengerjainya.

“Aku tidak ingin PSP. Cinta. Kau harus memberikan cintamu padaku jika aku menang, uncle.”

 

MWO???” Aku menutup telingaku. Hei, bayangkan saja! Dua belas pria, mantan penyanyi, berteriak secara bersamaan! Bisa pecah gendang telingaku. Aku hanya bercanda. Kenapa mereka bereaksi seperti itu? Baiklah, aku mulai takut sekarang. Ayah menatapku dengan tatapan ancaman, seakan-akan mengatakan jangan-gila-Cathy!

“Aku hanya bercanda. Daddy, jangan menatapku seperti itu!”

“Jangan main-main, Cathy! Kyuhyun pamanmu!” Ucapan ayah seperti peringatan agar aku tidak jatuh cinta pada paman Kyuhyun. Ada yang aneh dengan hatiku mendengar ucapan ayah itu. Mungkinkah… Tidak! Tidak mungkin aku menyukai paman Kyuhyun.

Arasseo. Uncle, aku akan mengabulkan apapun permintaanmu jika kau menang dan begitupun sebaliknya. Eottae?” Paman Kyuhyun mengerjap. Ada apa dengannya? Kenapa terlihat shock seperti itu?

Oke!

 

Pertandingan dimulai. Paman Kyuhyun bilang, ia butuh waktu seminggu untuk menyelesaikan keseluhan level sedangkan orang lain perlu waktu satu bulan. Oh, ayolah. Aku hanya butuh tiga hari menyelesaikannya. Hanya tiga level yang kami mainkan. Sepertinya, paman Kyuhyun tidak berkonstrasi pada game-nya. Look! Aku menang!

“Aku menang! Yeay!” Teriakku. Paman Kyuhyun berdecak kesal sedangkan yang lainnya berdecak kagum.

“Kyu, gelarmu sebagai raja game sudah terpatahkan. Kau hebat sekali, Cathy!” Ucap paman Shindong, diamini oleh yang lain.

“Kau harus mengabulkan permintaan Cathy, Kyu!” Paman Ryeowook terlihat senang melihat kekalahan paman Kyuhyun.

“Benar! Cepat katakan keinginanmu, Cathy!” Tambah paman Jungsoo membuat paman Kyuhyun semakin kesal. Ada kebahagiaan tersendiri melihatnya seperti itu. Hei, ada apa denganku? Sadar, Cathy! Dia pria Korea dan dia lebih pantas jadi ayahmu!

 

“Aku ingin Kyuhyun uncle jadi sopir pribadiku selama aku di Korea.”

MWORAGO? YA! Aku ini seorang CEO, mana mungkin menjadi sopir pribadimu?!” Tampan. Paman Kyuhyun benar-benar tampan, bahkan saat sedang marah seperti ini.

It’s not my business! Para orang tua di belakangku adalah saksinya.”

“Kau menurunkan sifatmu terlalu banyak, Kibum-ah.” Aku bisa mendengar bisikkan paman Young Woon.

“Terima saja kekalahanmu! Aku turut berduka cita, Kyu.” OMO! Berduka cita? Paman Sungmin, paman Kyuhyun tidak meninggal!

“YA! Aku tidak meninggal, Lee Sungmin!”

Paman Kyuhyun, bersiaplah untuk menjadi sopir pribadiku.

 


 

Daddy harus kembali ke Manchester hari ini. Ada proyek yang tidak bisa ditinggalkan. Maaf tidak membangunkanmu. Jaga dirimu baik-baik. Daddy sangat menyayangimu. –Your handsome father, Bryan Kim-

 

Menyebalkan. Aku pikir ayah akan tinggal di sini untuk beberapa hari. Hanya meninggalkan pesan di lemari es? Hah! Yang benar saja. Dan, apa ini? Your handsome father, katanya? Ck! Paman Kyuhyun lebih tampan dari ayah. Wait! Pagi-pagi seperti ini kenapa aku memikirkan paman Kyuhyun? Baiklah, aku mengaku! Aku merasa, aku mulai jatuh cinta pada paman Kyuhyun.

Aku tahu, umurku dengannya berbeda jauh tapi, apakah cinta memandang usia? Aku rasa tidak. Aku jatuh cinta pada pria yang usianya hanya berbeda satu tahun dengan ayahku.

 

Drrt… Drrt…

From: Kyuhyun Uncle

Aku di depan. Cepat keluar atau aku akan meninggalkanmu!

 

“Bahkan aku belum sarapan dan kau sudah menyuruhku keluar. Uncle, kau yang bertanggung jawab jika aku pingsan di kampus gara-gara tidak sarapan!” Cerocosku saat sudah masuk ke dalam ferrari merahnya.

“Cerewet sekali!” Wajahnya datar sekali. Seperti ada yang menarik mataku, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya.

Matanya yang tajam, rambutnya yang coklat, hidungnya, oh, Tuhan! Ciptaanmu begitu sempurna.

 

“Jangan melihatku seperti itu! Kau bisa jatuh cinta karena ketampananku.” Aku mengerjap. Berusaha menormalkan ekspresiku, lalu menghadap ke depan. “Percaya diri sekali! Sudah ku bilang, aku tidak tertarik dengan pria Korea.” Kilahku. Bahkan aku sudah jatuh cinta padamu sejak sebelum hari ini, uncle.

Are you sure?

Uncle, bahasa Inggrismu jelek sekali!”

 

“Sudah sampai!” Aku menghela nafas, lalu keluar dari mobil. Sungguh, berada dalam satu mobil dengannya membuat jantungku berdetak lebih cepat.

Paman, seandainya kita bertemu dua puluh tahun lalu.

“Cathy!”

Wae?” Paman Kyuhyun mengusap tengkuknya. Seperti orang gugup saja.

“Selama kau di Korea, apakah pernah bertemu dengan ibumu?” DEG! Pertanyaan semacam inilah yang tidak pernah aku harapkan.

“Ibu? Aku hanya punya daddy, ibuku sudah meninggal, uncle!”

“Apa? Ibumu masih hidup, Cathy! Eo? Hye Ah noona!” Aku mengikuti arah pandang paman Kyuhyun. Hye Ah? Aku seperti tidak asing dengan nama itu. Perempuan yang dipanggil oleh paman Kyuhyun itu tersenyum lalu menghampiri kami. Kami menjadi pusat perhatian di parkiran ini. Mungkin mereka mengenal paman Kyuhyun.

 

“Eo, Kyu. Sedang apa di sini? Gadis ini, kekasihmu?” Tanya perempuan itu.

“Aku mengantar gadis ini, noona. Bukan! Bocah seperti ini mana mungkin menjadi kekasihku. Dia anak… Aw!”

“Aku kekasihnya, ahjumma!” Maaf menginjak kakimu, uncle. Satu, dua, ti…

YA! Beraninya kau menginjak kakiku, bocah tengik!”

“Kyu, kau jahat sekali tidak mau mengakuinya sebagai kekasihmu. Ah, Donghae oppa pasti bahagia melihatmu sudah memiliki kekasih.” Donghae? Donghae, Hye Ah. Ah, paman Donghae? Paman Donghae tidak datang kemarin, membuatku lupa bahwa ada nama Donghae dalam Super Junior dan aku yakin perempuan ini istrinya.

Jika benar, itu artinya dia adalah mantan istri ayah.

 

“Aku Lee Hye Ah. Aku dosen baru di sini.” Perempuan itu mengulurkan tangannya. Aku mundur satu langkah, memperhatikan tangan itu. Tangan itu pernah mau membunuhku. Aku menggeleng kasar. Tanpa aba-aba, aku masuk kembali ke dalam ferrari merah milik paman Kyuhyun. Beberapa detik kemudian, paman Kyuhyun menyusul.

“Cathy, waegeurae?” Tanyanya, panik.

Uncle, apakah perempuan itu mantan istri daddy?”

“Emm. Dia ibumu. Kau, kenapa seperti ini melihat ibumu?”

Ani, dia bukan ibuku. Catherine Kim tidak memiliki ibu. Kim Rae Ah yang memiliki ibu, tapi Kim Rae Ah sudah tidak ada. Dia bukan ibuku, uncle.” Racauku. Paman Kyuhyun terlihat bingung.

“Ada apa ini? Kenapa kau seperti ini? Apa si brengsek Kibum melarangmu mememuinya?”

UNCLE! Jangan sebut daddy ‘si brengsek’! Daddy tidak brengsek! Kau tidak tahu bagaimana daddy menderita selama ini, jadi tutup mulutmu! Jangan berusaha untuk mempertemukan aku dengan perempuan itu karena aku tidak akan pernah mau!” Aku keluar dari mobil dengan amarah. Perempuan itu masih berdiri di tempatnya tadi. Aku berlari, tidak kupedulikan panggilan paman Kyuhyun. Aku terus berlari hingga sampai di halte bus. Berkat mereka, semangatku untuk kuliah menguap seketika.

Lee Hye Ah. Kim Hye Ah. Park Hye Ah.

TBC

 

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

6 thoughts on “My Life [6/]”

  1. annyeong…
    aku reader baru aku suka sama ff ni nguras emosi bacanya….dan terharu juga chap selanjutnya aku tunggu ya…

    salam kenal…^_^

  2. 3nma yg sma tpi bbeda marga,,kebangetan stlah dia mmbuat kibum mnderta bersma cath,sih bsa.dia tersenyum,,dsar singa.betina,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s