My Life [5/?]

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : My Life (Part 5)
Tags : Catherine Kim, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Super Junior.
Genre : Family, Sad, Romance.
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

 

***My Life 5***

 

Seoul National University, Seoul, South Korea.

 

“Catherine-ssi!” Panggilan seorang gadis membuatku mengalihkan pandangan yang sejak tadi menghadap sebuah novel. Yoo Song Il. Gadis itu terlihat ragu, ataukah takut? Aku mengernyitkan dahi.

Igo, kampus kita akan mengadakan pentas seni dan setiap mahasiswa pertukaran harus menampilkan sesuatu. Yang berkaitan dengan Korea.” Pentas seni?

“Arasseo. Gomawo, Song Il-ssi.” Song Il mengangguk lalu beranjak pergi.

 

Seoul National University. Sudah menginjak bulan ketiga aku menimba ilmu di universitas kebanggaan Korea Selatan ini sebagai mahasiswa pertukaran. Bagaimana bisa aku sampai di sini? Tentu saja karena dosen waliku yang secara diam-diam memasukkan berkas-berkasku untuk mengikuti program ini. Mau tidak mau, saat namaku diterima, aku harus melaksanakannya jika tidak ingin nilaiku dalam mata kuliahnya tidak pernah lulus. Oh, itu benar-benar mimpi buruk bagiku.

Lalu, bagaimana bisa ayah memberiku izin? Mudah saja. Hanya dengan mengatakan bahwa aku akan di rumah paman Heechul, maka proposalku di acc. Ya, aku tinggal dengan paman Heechul selama di sini.

 


 

Jalanan Seoul selalu saja padat oleh kendaraan. Macet sekali. Aku sudah lelah, ingin segera membersihkan tubuh lalu tidur. Kulirik jam berwarna oren yang melingkar di lenganku. Jam 16.50. Pantas saja aku lelah sekali. Sudah sore dan aku tidak makan siang.

 

“Sudah pulang? Kau terlihat lelah sekali.” Paman Heechul menaruh koran yang tadi dibacanya. Aku mengangguk dan menjatuhkan diri di samping paman Heechul.

“Cathy, apakah kau tidak ingin bertemu dengan paman-pamanmu yang lain?”

“Paman-paman yang lain? Maksud… Ah, Super Junior?” Paman Heechul mengangguk.

“Aku ingin sekali, uncle. Hanya saja…”

HYUNG! Kau berselingkuh dengan seorang gadis, huh?” Aku dan paman Heechul menoleh ke belakang, sumber teriakan seorang pria barusan. Mulut pria itu terbuka lebar. Cih, ekspresinya berlebihan sekali.

“Jaga ucapanmu, Cho Kyuhyun! Tidak mungkin aku berselingkuh dengan gadis setan ini!” Apa katanya? Gadis setan?

“Jangan menyangkal, hyung! Kau sudah tertangkap basah olehku!” Whoa~ paman ini benar-benar! Kenapa pemikirannya negatif sekali? Tunggu! Cho Kyuhyun? Ah, Super Junior Kyuhyun! Pantas.

Paman Heechul menghampiri paman Kyuhyun lalu memukul kepalanya.

“Aw! Hyung, appo!” Paman Kyuhyun meringis. Wajahnya seperti anak kecil.

Uncle, pria kurus ini siapa?” Tanyaku.

YA! Pria kurus katamu? Hyung, dia itu siapa sebenarnya?” Paman Kyuhyun menatap paman Heechul yang tersenyum sinis.

“Sudah kubilang dia gadis setan. Dia anaknya Kibum.” Jawab paman Heechul dibalas anggukan datar dari paman Kyuhyun. Lalu beberapa saat kemudian, “MWO? A-apa kau bilang? A-anaknya Kibum?” Paman Heechul mengangguk. Heol. Kenapa otaknya telat sekali merespon?

 

“Kau, benarkah? Kau anaknya Kibum hyung?”

Right. Uncle, jangan memasang wajah seperti itu! Menjijikkan!” Paman Kyuhyun menangis. Hei, apakah aku berlebihan? Kenapa paman Kyuhyun menangis? Aku berdiri, paman Kyuhyun berjalan ke arahku. Ia menangkupkan kedua tangannya pada wajahku, lalu membawaku ke dalam pelukkannya.

“Akhirnya aku bertemu denganmu, Kim Rae Ah.”

“Catherine Kim. Namaku Catherine, uncle. Kau bisa memanggilku Cathy.” Ucapku. Paman Kyuhyun melepaskan pelukannya, menatapku bingung. Kim Rae Ah sudah dibunuh oleh ibunya sendiri, paman.

“Catherine? Bagaimana bisa?” Tanyanya. Entahlah, aku benar-benar tidak ingin memiliki nama itu.

“Aku dan daddy tinggal di Manchester, uncle. Ayah mengganti namaku. Untuk penyebabnya, uncle bisa tanyakan pada ayah nanti.” Paman Kyuhyun mengangguk.

“Aish, uncle, apakah laki-laki korea sangat mudah menangis? Aku tidak ingin menikah dengan laki-laki Korea!”

Paman Kyuhyun mengusap air matanya.”Kau yakin? Bagaimana dengan Jun Won?” Celoteh paman Heechul.

UNCLE! Jun Won hanya temanku!” Paman Heechul benar-benar menyebalkan.

“Jun Won anaknya Siwon hyung? Kau mengenalnya? Bagaimana bisa?” Tanya paman Kyuhyun. Dia bertanya atau mau menginterogasiku sebenarnya?

“Ya. Dia temanku di universitas Manchester.” Paman Kyuhyun mengangguk.

“Ah, aku mau mandi dulu. Bye!”

 


 

Makan malam kali ini hanya bertiga -Aku, paman Heechul, dan paman Kyuhyun. Bibi Hwa Young dan Hee Young -istri dan anak paman Heechul- sedang pergi ke Busan, menginap di rumah orang tua bibi Hwa Young. Paman Kyuhyun? Yang aku dengar, ia belum menikah. Sayang sekali.

 

Uncle, minggu depan SNU mengadakan pentas seni dan aku menjadi salah satu pengisi acaranya. Aku harap, kalian bisa datang untuk melihat penampilanku.” Ucapku memecah keheningan. Ini kali pertama bagiku tampil di depan umum, tentu saja aku ingin orang-orang terdekatku melihatnya. Ayah? Ayah tidak bisa datang. Ayah bilang, di hari itu ia harus ke California mengunjungi kakek-nenek dan juga bibi Saehee. Hah, kenapa harus hari itu ayah mengunjungi mereka? Padahal aku ingin sekali ayah datang.

 

“Benarkah? Akan kuusahakan untuk datang.” Balas paman Heechul.

“Aku sudah pasti datang! Geundae, apa yang akan kau tampilkan?” Tanya paman Kyuhyun.

“Aku akan menyanyikan lagu berbahasa Korea.” Jawabku singkat.

“Ayahmu akan datang?” Tanyanya lagi. Aku menggeleng lemah.

Gwenchana. Aku akan menggantikan ayahmu.” Bijak sekali paman Kyuhyun ini. Apakah usia mempengaruhi perangai seseorang?

Uncle, apakah ini benar kau? Bijak sekali.” Ucapku dengan nada mengejek. Paman Heechul terkekeh.

“Gen Kibum hyung mendominasimu. Ck!” Ucap paman Kyuhyun kesal.

“Kau dan Kibum itu sama-sama menyebalkan, Kyu.” Timpal paman Heechul.

Seandainya ayah ada di sini. Ayah, tingkah mereka, apakah itu yang kau rindukan? Mereka orang baik, ayah. Jika ayah di sini, pasti kekonyolan mereka akan bertambah.

 


 

Hari pentas seni tiba. Gugup. Ya, aku dilanda kegugupan. Ayolah, ini pertama kalinya aku akan berdiri di atas panggung.

“Selanjutnya, kita sambut mahasiswi pertukaran dari Univesity of Manchester, Catherine Kim!” Suara MC menggema di seluruh ruangan. Ini saatnya aku naik ke atas panggung. Aku menutup mata, membayangkan wajah ayah yang tersenyum. Cara untuk mengatasi kegugupanku. Sejauh ini selalu berhasil.

 

Kuedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan. Di barisan paling depan, aku melihat paman Heechul dan keluarganya serta paman Kyuhyun. Senyumanku semakin mengembang tatkala di barisan penonton paling belakang, aku melihat seorang pria duduk dengan senyum penuh kebanggaan. Ayah. Ayah datang.

Annyeong hasimnikka, Catherine Kim imnida.”

 

Alunan musik terdengar begitu romantis. Paman Heechul dan paman Kyuhyun terlihat kaget mendengar musik pembuka ini. Beberapa orang pria yang duduk berdampingan dengan paman Kyuhyun dan paman Heechul juga memasang ekspresi yang sama. Mereka saling memandang satu sama lain.

 

Nawa gyeolhonhaejullae? I do...” Riuhan tepuk tangan mengiringi berakhirnya lagu Marry U milik Super Junior yang aku bawakan. Ayah memberiku standing applause. Senyuman bangga merekah di wajahnya.

“Catherine Kim! Daebak! Kau membawakan lagu ini dengan penuh penghayatan.” Puji sang MC.

Kamsahamnida.” Aku membungkukkan badanku, berusaha menghargai pujiannya.

“Kalau boleh tahu, kenapa kau memilih lagu ini? Setahuku, lagu ini diciptakan puluhan tahun lalu.”

“Karena ayahku. Grup yang menyanyikan lagu ini adalah orang-orang yang sangat berarti untuk ayah. Aku sangat menyayangi ayah.” Tanpa terasa air mata mulai mengalir di pipiku. Ayah terlihat mengusap air matanya.

Geureom. Terima kasih atas penampilan spektakulermu, Catherine-ssi.” Sekali lagi, penonton bertepuk tangan. Jadi, seperti ini rasanya berdiri di atas panggung? Pantas saja ayah selalu membangga-banggakan bahwa dirinya pernah menjadi bagian dari Super Junior.

 

“Cathy!”

Daddy?!” Aku berhambur ke dalam pelukan ayah. Ayah memelukku erat, menciumi puncak kepalaku. Tidak kupedulikan tatapan orang-orang yang berada di backstage.

I miss you so much, daddy!”

I miss you too. It’s so awesome, darling! I don’t know that you could singing finely.”

I’m better than you, aren’t I?”

“Cathy!” Paman Kyuhyun. Ia terpaku ketika ayah membalikkan tubuhnya dan menghadap paman Kyuhyun.

Hyung” gumam paman Kyuhyun lirih sambil berjalan menghampiri ayah. Mereka saling berpelukkan.

Satu, dua, tiga, sepuluh pria saling berdatangan. Mereka berdiri mematung, terkejut melihat paman Kyuhyun memeluk ayah.

Daddy.” Ucapku pada paman Heechul. Kesembilan pria lainnya melemparkan pandangan , meminta penjelasan pada paman Heechul.

 

“Kim Kibum.” Ucap paman Heechul, matanya menatap ayah dan paman Kyuhyun yang melepaskan pelukkan mereka setelah mendengar suara paman Heechul.

Ayah menyunggingkan senyumnya, dibarengi air mata.

Satu persatu dari mereka menghampiri ayah, lalu memeluknya bersamaan. Kedua belas pria tua saling berpelukkan. Mengharukan. Akhirnya, ayah bisa memeluk mereka. Air mata mengalir di pipiku.

Tuhan, inikah yang dinamakan air mata kebahagiaan? Terima kasih telah membawa ayah kemari dengan selamat.

TBC

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

4 thoughts on “My Life [5/?]”

  1. oh yaampun aku cengeng!
    Aku membayangkan pertemuan itu jadi kenyataan suatu saat nanti. Apalagi dengan kibum yang sudah keluar dari agensi.
    Aku jadi cengeng karena 13 ajhussi-ajhussi itu!

  2. pertemuan uang mengharukan setelah sekian lama akhirnya meteka bertemu moga aja pertemuan ini ga rusak degan hadirnya seseorang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s