My Life [4/?]

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : My Life (Part 4)
Tags : Catherine Kim, Kim Kibum, Super Junior.
Genre : Family
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

 

***My Life 4***

 

Butiran-butiran salju telah memenuhi seluruh negara di Eropa. Bahkan lapangan sepak bola di hadapanku kini tertutup oleh salju. Lapangan sepak bola ini adalah tempat yang selalu aku datangi ketika aku merasa tidak baik.

Sudah tiga bulan berlalu sejak ayah menceritakan segala hal tentang masa lalunya.

Jawaban dari rasa penasaranku ternyata begitu menyakitkan.

 

FLASHBACK

“Maafkan daddy. Daddy tidak bermaksud membohongimu. Daddy hanya tidak ingin kau membenci ibumu.” Tidak ada sedikitpun niatku untuk menyela penjelasan ayah. Mulutku seakan terkunci.

“Daddy menikah dengan ibumu atas dasar perjodohan. Tapi sebelum perjodohan itu, daddy sudah mencintai ibumu. Kami bersahabat. Ibumu selalu bercerita segala hal pada daddy termasuk ketika ia jatuh cinta pada Donghae hyung.” Ayah menghentikan kalimatnya. Sorot matanya seakan menerawang jauh.

 

“Awalnya kami menolak perjodohan itu. Namun kami akhirnya menyetujui. Orang tua kami memaksa. Setelah menikah, ibumu berubah menjadi tertutup dan menjauhi daddy. Kami tidur di kamar yang berbeda meskipun kami tinggal dalam rumah yang sama. Ia bahkan masih menjalin hubungan dengan Donghae hyung.” Ayah menghela nafas kasar. Entah sejak kapan air mata itu mengalir di wajah ayah yang tampan.

“Bagaimana bisa perempuan itu melahirkan aku, jika kalian saja tidur di kamar yang berbeda?” Ayah tersenyum mendengar pertanyaanku. Senyum yang penuh dengan kepedihan.

 

“Ayah mertuaku mengancam akan menghapus nama ibumu dari daftar ahli waris jika dalam waktu satu tahun, ibumu tidak juga melahirkan seorang bayi. Ibumu sangat menginginkan harta itu. Ia tidak ingin hartanya jatuh ke tangan pamannya. Akhirnya, ibumu meminta pada ayah untuk melakukannya. Aku mencintainya. Makanya, aku memenuhi permintaannya. Dua minggu setelah kami melakukan itu, ibumu akhirnya mengandung.” Oh, Tuhan. Aku bisa merasakan betapa menderitanya ayah saat itu. Berhubungan suami istri tanpa dasar cinta. Melakukannya hanya karena harta.

 

“Setelah kau lahir, harta itu telah dipatenkan atas nama ibumu. Meski begitu, ia tidak pernah mau menyusuimu, merawatmu. Aku bahkan tidak habis pikir bagaimana bisa ia berlaku seperti itu. Hingga suatu hari, aku baru pulang bersama Heechul hyung yang ingin melihatmu. Aku dan Heechul hyung langsung menuju ke kamarmu, tanpa memberitahu ibumu terlebih dahulu. Saat itu aku melihat pintu kamarmu terbuka dan ibumu ada di dalamnya. Kau tau perasaanku? Bahagia sekali melihat ibumu akhirnya mau masuk ke kamar malaikatku.”

“Sayangnya, kebahagiaan itu sirna ketika ibumu menutup wajahmu dengan bantal. Sontak aku dan Heechul hyung langsung berteriak dan menjauhkanmu dari ibumu. Untung saja, nafasmu masih sangat stabil. Heechul hyung sangat marah pada ibumu.”

 

“Itu sebabnya daddy tidak lost contact dengan Heechul ahjussi?” ayah mengangguk, meng-iyakan pertanyaanku.

“Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung mengurus perceraianku dengannya. Aku memang mencintainya, tapi dia sudah melewati batas. Aku tidak mungkin hidup dengan orang yang hampir membunuh anakku. Setelah resmi bercerai dan hak asuh jatuh padaku, aku memutuskan pindah ke sini. Mengganti namamu menjadi Catherine Kim. Jangan tanya bagaimana reaksi halabeoji-mu. Dia tentu sangat marah dengan keputusanku menceraikan ibumu. Tapi akhirnya dia memaafkanku dan memberiku anak perusahaannya disini.”

 

“Kenapa perempuan itu ingin aku mati, daddy?” potongku. Ah, aku tidak ingin menyebutnya ibu. Perempuan itu tidak pantas aku sebut ibu.

“Donghae hyung memutuskan hubungan mereka. Donghae hyung berpikir, bisa saja dia merebutnya dariku. Tapi dia tidak bisa merebut ibumu dari anaknya. Sebelum percerain Donghae hyung menceritakan itu. Bisa ditarik kesimpulan bahwa ibumu depresi. Dia tidak ingin berpisah dengan Donghae hyung.” Kau boleh menghukumku, Tuhan. Saat ini aku benar-benar telah membuat ayahku menangis. Aku telah membiarkan ayahku membuka lagi luka yang telah lama itu.

 

“Daddy, I’m sorry.” aku terisak dan berhambur ke dalam pelukan daddy. Isak tangis memenuhi kamarku.

“Aku membencinya, Daddy! Bagaimana bisa perempuan itu tega ingin melenyapkan anaknya sendiri demi tidak ingin berpisah dari kekasihnya?!!” Kebencian kini telah mulai memenuhi hatiku. Aku membenci perempuan yang telah melahirkanku. Aku membenci perempuan yang telah berusaha membunuh darah dagingnya sendiri.

“Jangan. Daddy mohon jangan membencinya. Kau akan tersiksa karena perasaan benci itu, sayang. Cukup daddy yang tersiksa karena membenci orang yang daddy cintai.” Ayah, bagaimana bisa aku tidak membencinya. Perempuan itu ingin aku mati!

“Hiduplah dengan tenang tanpa membenci siapapun, sayang.” Lanjut ayah. “Setidaknya berusahalah. Demi daddy.” Ya, aku akan berusaha. ayah.

 

FLASHBACK END

 

Sakitnya masih sangat terasa. Akan tetapi, ada hal yang dapat ku syukuri saat ini. Kebahagiaan ayah setidaknya telah kembali bersama dengan adanya paman Siwon. Kami -keluargaku dan keluarga paman Siwon bahkan sering mengadakan event bersama.

Ah, aku lupa. Tujuanku ke daerah sini adalah mencari kado untuk ulang tahun Jun Won. Jun Won mengadakan perayaan ulang tahun besok malam. Seperti anak berumur tujuh tahun saja. Kulangkahkan kakiku menuju pusat pertokoan di Manchester. Bersamaan dengan itu, aku terus berusaha melenyapkan perasaan benci ini. Benar kata ayah. Membenci itu benar-benar menyiksa.

TBC

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

5 thoughts on “My Life [4/?]”

  1. ternyata ibu cathy berhubungan ma donghae meski statusnya masih istrinya kimbum jahat banget karena donghae tega mau bunuh anaknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s