My Life [3/?]

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : My Life (Part 3)
Tags : Catherine Kim, Kim Kibum, Super Junior.
Genre : Family
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

***My Life 3***

 

Kim Family’s House

 

Hidup jauh dari keluarga dan sahabat yang begitu disayangi dan menyayangi pasti sangat berat. Ayah pasti tersiksa ketika merasakan rindu pada Super Junior, ia hanya bisa melampiaskannya pada Heechul ahjussi. Ya, satu fakta yang aku dapat, ayah masih berhubungan dengan Heechul ahjussi.

“Bibi, aku mengundang keluarga temanku untuk makan malam disini. Tolong bibi persiapkan, ya!” ucapku pada bibi Rose begitu aku sampai di rumah. Dalam bahasa Inggris, tentu saja.

“Baik, nona.”

“Daddy, ada?”

“Tuan ada di kamarnya, nona.”

“Baiklah. Terima kasih, bibi.” Aku bergegas menuju kamar ayah.

 

Tunggu, ayah sedang menangis? Aku urungkan niatku untuk masuk, memilih mengintip sebentar. Ayah duduk di pinggiran kasurnya membelakangiku. Pundaknya bergetar. Benar. Ayah menangis! Aku mulai memberanikan diri untuk masuk. Aku ingin menghentikan tangisan ayah. Dan aku ingin tahu apa yang membuat ayah menangis.

Ayah memegang sebuah foto yang di dalamnya ada potret laki-laki yang begitu banyak. Itu adalah Super Junior. Ayah bahkan tidak menyadari kehadiranku.

“Daddy, kenapa menangis?” tanyaku seraya memeluk daddy dari belakang. Aku bisa merasakan daddy begitu terkejut. Ia langsung mengusap air matanya.

“Aku ketahuan. Aku tidak apa-apa, sayang.” Jawab daddy masih dengan memandangi foto itu.

“Daddy merindukan mereka?”

“Ya. Aku rindu pada mereka.”

“Daddy, aku yakin, merekapun pasti sangat merindukan daddy.” Aku tidak membual. Setidaknya, dengan melihat paman Siwon yang begitu merindukan ayahku, bisa menjadi bukti, bukan?

“Ah, daddy. Aku mengundang temanku untuk makan malam. Tidak apa-apa, kan?” lanjutku. Mengalihkan pembicaraan adalah hal terbaik agar ayah berhenti menangis.

“Tentu saja tidak apa-apa. Boleh Daddy tau siapa temanmu itu?”

“Daddy akan tau nanti. Geureom, aku siap-siap dulu. Daddy juga harus siap-siap. Ara?

Arasseo.”

Good! Dan, berhetilah menangis! Tangisan ayah semakin membuatku tidak ingin menikah dengan laki-laki Korea.”

 

19:00 P.M

Sempurna! Makan malam kali ini pasti akan mengharu biru. Oh, ayolah. Itu yang membuatku sangat membenci drama. Keadaan seperti itu benar-benar melankolis. Aku jadi ingin lihat, bagaimana reaksi ayah ketika bertemu dengan paman Siwon! Jika ayah menangis, aku pastikan bahwa laki-laki Korea memang cengeng dan aku tidak akan menikah dengan laki-laki Korea.

 

Bel berbunyi. Itu artinya, keluarga Jun Won sudah datang.

“Mereka sudah datang, tuan, nona.” ujar bibi Rose. Bersamaan dengan itu, muncul sosok laki-laki yang umurnya tidak jauh berbeda dengan ayah. Kalian bisa bayangkan bagaimana dengan ayahku? Benar, ayah sangat terkejut. Bahkan ia langsung berdiri dari tempatnya duduk.

“Annyeong, Kibum-ah” Sapa paman Siwon ketika posisinya sudah berada di depan ayah.

“Siwon hyung?” ayah masih terpaku. Sedetik kemudian, mereka saling berangkulan. Ah, baiklah, sekarang sudah bisa aku pastikan aku tidak akan menikah dengan laki-laki Korea. Mereka menangis.

 

“Bagaimana bisa, hyung?” tanya ayah ketika pelukan mereka sudah di lepas.

“Kau tidak menyuruhku duduk?” canda paman Siwon.

“Ah, benar. Duduklah, hyung!” Paman Siwon dan keluarga duduk di sebelah kiri ayah.

“Jun Kyo Noona, kau masih cantik.” Ucap ayah pada perempuan di sebelah paman Siwon.

“Tentu saja, Kibum-ah. Kau juga masih tampan.” balas Jun Hye ahjumma.

“Jadi, selama ini kau ada disini, Kibum-ah?” paman Siwon mengalihkan pembicaraan. Tatapannya menyiratkan kerinduan yang begitu mendalam.

Hyung, sebaiknya kita makan dulu. Aku janji, setelah itu aku akan menjawab apapun yang kau tanyakan.” Baiklah, ayah memang benar. Kami semua setuju untuk makan terlebih dulu. Tidak ada seorangpun yang mengeluarkan suara selama makan. Aku rasa, ayah dan paman Siwon sedang memikirkan sesuatu. Entah apa itu.

 

After Dinner.

 

Malam ini rumahku terasa lebih hangat. Mungkin karena kehadiran keluarga paman Siwon. Mungkin juga karena kebahagiaan yang terpancar dari mata ayahku menyebabkan rumah ini terasa hangat. Ayah dan paman Siwon berbagi cerita tentang kehidupannya selama ini. Aku, Jun Won, dan Jun Kyo ahjumma pun terlibat di dalam perbincangan malam ini. Jadi begini rasanya memiliki keluarga yang utuh? Perlakuan Jun Kyo ahjumma padaku seakan-akan mengatakan anggaplah-aku-ini-ibumu.

 

“ada yang ingin aku tanyakan padamu, Kibum-ah. Tapi tidak disini.” ucap paman Siwon tiba-tiba. Seakan mengerti, ayah mengajak paman Siwon untuk berbicara di kamarnya.

“Para lelaki itu. Seenaknya saja menyimpan rahasia.” Aku dan Jun Won tergelak melihat Jun Kyo ahjumma yang kesal.

“Biarkan saja, eomma. Mereka sudah lama tidak bertemu.”

“Benar, ahjumma. Bagaimana kalau kita berfoto saja?” Tawarku.

“Ide bagus! Pakai ponselku!” Pinta Jun Won.

“Menggunakan SLR-ku akan lebih bagus hasilnya. Tunggu sebentar.” Aku bergegas menuju lemari penyimpanan alat elektronik. Lemari itu berada tepat di samping pintu kamar ayah. Tanpa sengaja aku mendengar paman Siwon berteriak. Entah setan apa yang menarikku agar menguping pembicaraan mereka.

 

“Jawab aku, Kim Kibum!” Apa yang ditanyakan paman Siwon? Kenapa ayah diam saja?

Hyung, aku hanya tidak ingin Cathy membenci ibunya. Sudah cukup aku saja yang tersiksa karena aku harus membenci orang yang kucintai.” Ada apa ini? Benci? Ada apa sebenarnya?

“Tapi tidak dengan mengatakan pada Cathy bahwa ibunya sudah meninggal!”

“Kau tau, hyung? Rasanya sakit sekali ketika aku melihat istriku berusaha membunuh anaknya sendiri! Wanita itu mau membunuh anakku, hyung!!” Teriak ayah seperti orang yang frustasi. Membunuh? Apa ibuku pernah berusaha untuk membunuhku? Kenapa? Air mataku tidak bisa di bendung lagi. Benar-benar sulit dipercaya. Tidak mungkin! Aku pasti salah dengar. Benar, kan Tuhan? Aku salah dengar, Tuhan.

“Kau pasti bercanda, Kibum-ah! Tidak mungkin Hye Ah melakukan itu!” sangkal paman Siwon.

“Sayangnya itulah faktanya, hyung” Tubuhku merosot. Kenyataan apa ini? Cabut nyawaku sekarang, Tuhan! Aku tidak sanggup menghadapi kenyataan ini. Bagaimana bisa seorang ibu menginginkan anaknya mati? Ayah, bagaimana bisa ayah menyembunyikan ini semua dan lebih memilih merasakan sakitnya sendirian? Bagaimana bisa ayah selalu bersikap tegar di hadapanku? Perih sekali rasanya, Tuhan. Entah apa lagi yang mereka bicarakan. Terlalu sakit bahkan membuat telingaku seakan menjadi tuli. Sebuah tangan tiba-tiba merengkuhku.

“Kau mendengarnya, sayang?” Tanya ayah. Jadi, ayah yang memelukku. Aku tidak menjawab. Hanya suara tangisan yang keluar dari mulutku.

“Maafkan daddy”

“Kenapa, daddy? Kenapa ibu tidak menginginkanku?” Hening. Tidak ada jawaban. Dan semuanya kini menjadi gelap.

TBC

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

6 thoughts on “My Life [3/?]”

  1. trus hbungan yha sma donghae dan kyu ???? ini gak jlas di bagian ibu kndung cathey dan knpa donghae,kyu and kim bum brtngkar????

  2. ahhh,,yg in tell pendek,,,ni TBC nyempil aj,,oh jdi krna itu kibum blang emmaknya cash ninggal,,tpi awa gak mau prasangka dlu ni psti ad alsannya dong knpa emmaknya cath ,,gak maucath hidup,,

  3. makin ribet dan membingungkan masalahnya apa mungkin omma cathy bener2 mau membunuh nya dan apa hubungannya ma donghae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s