My Life [2/?]

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : My Life (Part 2)
Tags : Catherine Kim, Kim Kibum, Super Junior.
Genre : Family
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

 

***My Life 2***

 

Manchester, United Kingdom.

 

Sebuah lagu tentang kerinduan seorang anak kepada ibunya mengalun begitu indah di dalan coffee shop ini. Kata-kata dalam lagu itu seakan menghipnotisku. Lihatlah, seorang Catherine Kim yang tidak pernah penasaran mengenai ibunya, kini menitikan air mata begitu menghayati kata demi kata yang keluar dari mulut sangat penyanyi. Oh, apakah ini rasa yang disebut rindu pada ibu? 18 tahun hidup tanpa ibu yang nama dan wajahnya bahkan aku tidak tahu, bagaimana mungkin aku bisa merindukannya.

 

Sorry, I’m late” ucap seseorang membuat bayanganku yang mereka-reka wajah ibu membuyar.

“gwenchana” ucapku seraya menghapus sisa air mataku yang hanya menetes sedikit.

hey, what’s wrong? did you cry?” tanya laki-laki yang kini telah duduk dihadapanku.

i’m okay. Jadi, kau mau menjawab apapun pertanyaanku?” tanyaku memastikan.

 

Pertanyaan? Laki-laki ini adalah Choi Jun Won. Mahasiswa pindahan dari Korea. Aku sudah duduk di bangku universitas semester kedua saat ini. Setelah mendengar pengakuannya waktu itu, yang mengatakan bahwa dia adalah anak dari pemilik CS Group yang mendominasi dunia perbisnisan di Korea bahkan saat ini sedang mengapakan sayapnya di UK. Maka dari itu dia dan keluarganya pindah kesini. Satu hal yang membuatku ingin bertemu dengannya hari ini adalah bahwa ayahnya itu seorang Choi Siwon Super Junior. Aku rasa, jika aku bertanya pada Jun Won akan sedikit menjawab rasa penasaranku terhadap masa lalu ayah di Korea yang muncul dibenakku akhir-akhir ini.

“Tentu. Apa yang akan kau tanyakan?”

“Kau tau banyak tentang Super Junior?” Jun Won mengangguk.

“Ceritakan padaku. Terutama tentang Bryan Kim. Ah, ani. Kim Kibum maksudku.”

“Kenapa kau ingin tau tentang Kibum samchon?” Alisnya terangkat. Oh, aku tidak mungkin mengaku padanya bahwa aku adalah anaknya yang tidak tahu banyak tentang masa lau sang ayah. Mengerikan!

“Aku hanya penasaran. Ibuku bilang dia adalah fansnya” Kilahku.

Well, Super Junior itu debut dengan 12 orang. Nama-nama mereka bisa kau cari di internet! Tahun 2006 ada penambahan anggota, yaitu Kyuhyun. Mereka merilis album ketiga tanpa Kibum. Hanya beberapa kali saja gambarnya tampil di mv sorry sorry dan it’s you.” Jun Won menghentikan kalimatnya, menyesap capuccino yang telah tersedia dihadapannya.

wae?

“Alasannya, dia ingin fokus pada karir aktingnya. Disusul Hankyung yang benar-benar keluar dari Super Junior dan manajemen sebelum merilis album keempat. Lalu Kangin yang menjalani wajib militer. Begitulah seterusnya, Super Junior tampil dengan anggota yang tidak lengkap. Tentang Kibum, ia masih berhubungan baik dengan para hyungnya dan Kyuhyun sampai sebuah konflik terjadi yang membuatnya menghilang bagai ditelan bumi. Sampai sekarang, belum ada yang pernah bertemu dengannya lagi…”

“Konflik apa?”

“Aku tidak tahu. Appaku tidak pernah menceritakannya. Menurut gosip yang beredar, konfliknya itu dengan Donghae. Padahal mereka sangat dekat satu sama lain.” Jun Won menghentikan ceritanya. Atau mungkin mengakhiri ceritanya karena sedetik kemudian sebuah pertanyaan terlontar dari mulutnya.

“Kau, benarkah hanya penasaran karena ibumu adalah penggemarnya? Aku menangkap sesuatu yang aneh disini.” Insting Jun Won benar-benar tajam. Aku menghembuskan nafas dengan kasar.

“Baiklah, aku mengaku. Aku, ayahku adalah Bryan Kim atau yang sering kalian sebut Kim Kibum itu.”

“Namanya memang Kim Kibum, bodoh!” cibirnya. Tunggu! Kenapa dia tidak terjejut?

“Kau, tidak terkejut?” tanyaku ragu.

“Aku sudah tahu. Heechul ahjussi yang memberitahuku.” Heechul ahjussi? Berarti ayah tidak benar-benar lost contact dengan Super Junior?

WHAT?!

Hey! I can hear you finely. Don’t scream like that!” Jun Won mengelus telinganya.

“Heechul ahjussi menyuruhku untuk mencari dan berteman dengan perempuan bernama Catherine Kim, anaknya Bryan Kim. Kau tenang saja, hanya dia -dan aku tentu saja- yang tahu keberadaan kalian.” Jelas Jun Won panjang lebar.

“Jun Won-ah, thank you so much. Honestly, I don’t know anything about Daddy’s past. And, my father is Bryan Kim. I don’t know who Kim Kibum is.” ucapku lirih. Ya, memang itu kenyataannya. Aku hanya mengenal Bryan Kim. Ayahku tidak pernah menceritakan masalah apapun yang terjadi padanya.

 

Setelah aku bertemu dengan Jun Won hari itu, tanpa diperintah otakku terus saja mendeklarasikan pertanyaan-pertanyaan tentang masa lalu ayah terutama tentang ibu. Ah, silahkan katakan aku bodoh! Aku memang bodoh pada kenyataannya. Aku tidak bertanya tentang ibu pada Jun Won. Baiklah, tidak ada salahnya aku mencoba datang ke rumahnya. Jika aku bertanya pada ayah langsung, aku sangat takut membuka kembali luka yang aku sendiri tidak tahu seberapa terlukanya ayah. Aku sering melihat ayah melamun dengan tatapan terluka setiap ia bangun tidur. Lagipula, ayah tidak akan menjawabnya.

 

Kupacu mobilku dalam kecepatan normal menuju kediaman keluarga Choi.

“Jun Won-ah, where are you?” Tanyaku pada Jun Won setelah ia menjawab telponnya.

I’m at home. Why?’

“I’m on the way to your home. Don’t go anywhere!” perintahku.

I see.

PIP. Aku memutus sambungan.

 

Choi Family’s House

 

Seorang laki-laki yang berumur tidak jauh dari ayah membukakan pintu saat aku menekan bel untuk ketiga kalinya. Laki-laki itu tersenyum. Ramah. Ah, aku tidak pernah membayangkan bahwa pengusaha seperti paman Siwon akan seramah ini. Gagah. Penuaan tidak menghilangkan kesan gagah dalam diri paman Siwon. Ayahku bahkan tidak seramah paman Siwon jika ada temanku yang berkunjung ke rumah.

 

You’re Korean, right?” tanya paman Siwon ketika kami telah duduk di sofa ruang tamunya.

Right. Kita bisa menggunakan bahasa Korea, ahjussi.”

Geurae, Jun Won selalu bercerita tentangmu.” Jun Won selalu bercerita tentangku?

“Benarkah? Aku harap Jun Won menceritakan hal yang baik tentangku.” Paman Siwon terkekeh mendengar kalimatku.

 

“jadi, ada apa ingin menemuiku?” aku mengernyit. Paman Siwon sepertinya mengerti dengan ekspresi wajahku.

“Jun Won yang mengatakannya padaku.” Lanjutnya. Aku hanya mengangguk.

Ahjussi, aku ingin bertanya pada ahjussi. Bolehkah?” Ah, ya. Memang inilah tujuanku kesini. Bertanya pada paman Siwon tentang ibu.

“Tentu.” tampan sekali orang tua ini. Tapi ayahku juga tidak kalah tampan.

 

“Emh, kau tau siapa nama istri dari Bryan Kim?” tanyaku hati-hati.

“Bryan Kim? Maksudmu Kim Kibum?” Tanya paman Siwon balik. Ah, aku lupa. Orang-orang di Korea lebih mengenal Kim Kibum.

“ah, iya, ahjussi.”

“Kenapa kau ingin tau?” Tanya paman Siwon. lagi.

“Sebenarnya, aku…”

“Dia anaknya Kibumie samchon, appa.” Perkataanku dipotong Jun Won yang entah sejak kapan ada di sini. Paman Siwon terlihat begitu terkejut.

Mworago? Is it true, Cathy?” Ayah, maafkan aku. Aku begitu penasaran tentang ibu. Maafkan aku, ayah.

Yes, it is, ahjussi.”

“Aish, jinjja. Anak itu tidak menceritakan apa-apa tentang ibumu?”

“Bukan begitu, ahjussi. Daddy pernah bercerita bahwa ibuku sudah meninggal dan entah kenapa aku tidak pernah penasaran tentang siapa dan bagaimana ibu. Baru akhir-akhir ini aku begitu penasaran tentangnya.” jelasku panjang lebar.

“Begitukah? geureom, nama ibumu adalah Lee Hye Ah. Tentang meninggalnya ibumu, ada baiknya kau tanyakan pada ayahmu. Bagaimanapun, kau membutuhkan kebenaran, Cathy” Kebenaran? Apa maksud paman Siwon? Apakah ada yang ayah sembunyikan dariku?

“Aku, membutuhkan kebenaran? Maksud ahjussi?”

“Hanya ayahmu yang berhak menjawab setiap pertanyaanmu” Paman Siwon tersenyum.

Geurae… Baiklah, ahjussi. Aku pulang dulu. Terima kasih atas waktunya.”

 

“Hati-hati di jalan, Cathy. Sampaikan salamku pada ayahmu. Katakan padanya bahwa aku sangat merindukannya” Paman Siwon menangis? Oh, ayah. Ada orang yang begitu merindukanmu, tapi kau malah mengasingkan diri disini. Sebegitu mengerikannya kah masa lalumu, ayah?

“Sebaiknya ahjussi sampaikan sendiri kerinduan itu. Aku mengundang ahjussi dan keluarga untuk makan malam.”

“Tapi…”

“Aku tidak menerima penolakan, ahjussi. Jun Won tau rumahku.” paman Siwon tersenyum.

“Baiklah. Kami akan datang”

Lee Hye Ah. Jadi, itu nama ibuku.

TBC

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

8 thoughts on “My Life [2/?]”

  1. Ha…. Menyulitkan. Kasihan…. Nathasya dan andrew saling mencintai tetpi kebencian ayah nathasya menyulitkan mereka utk bisa bersama. Mudah2an aja kemarahan ayah nathasya bisa meredah, agar nathasya dan andrew bisa bersatu selamanya deh…

  2. awalnya aku berpikir bahwa kibum jadi pasangan chaty tapi ternyata ayahnya ya 😀
    tapi aku lebih suka cerita tentang keluarga seperti ini, membayangkan idola2ku sudah menikah dan punya anak ada rasa bahagia dan tidak rela sekaligus.

  3. eaaaahhh aku rsa ff ini bda dgn ff yg sring aku bca ff ini blm klharan yg mna pu yha atau aku aja yg gak nyadar????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s