My Life [1/?]

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : My Life (Part 1)
Tags : Catherine Kim, Kim Kibum, Super Junior.
Genre : Family
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

Salam sejahtera, readers! aku bawa FF chapter, nih! Yang ini lebih panjang ceritanya. Jadi, siap-siap ya! ^^ seiring berjalannya cerita, maka tokohpun akan bertambah. Dan yang aku tulis di atas itu tokoh utamanya.

Oke deh, Happy reading, readers!

 

 

***My Life 1***

 

Membenci seseorang yang sangat aku cintai itu sangatlah menyiksa. –Kim Kibum-

 

Manchester, United Kingdom.

 

Perhelatan laga bergengsi di Inggris bahkan mungkin Eropa baru saja selesai dilaksanakan. Musim ini Manchester United keluar sebagai juaranya. Kalian tentu sudah tahu apa nama liga itu, bukan? Yup! Barclays Premier League. Oh, apakah aku terlihat begitu antusias menceritakan ini? Baiklah, jika kalian pikir aku sangat mengagung-agungkan liga ini, sebaiknya buang jauh-jauh pikiran itu! Ayolah, liga spanyol bahkan lebih keren! Aku tidak peduli dengan liga inggris itu. Aku mengetahui tentang liga Inggris karena aku tinggal di Inggris, Manchester, tepatnya. Alasan itu tidak dapat diterima? Baiklah, alasan lainnya adalah karena laki-laki yang paling berharga dalam hidupku dan menjadi satu-satunya alasanku bernafas hingga saat ini, laki-laki yang selalu ada disampingku sejak aku masih dalam kandungan, sangat mengagung-agungkan klub yang berasal dari tempatku saat ini, Manchester United.

Setiap pagi setelah menonton pertandingan, laki-laki tampan berusia hampir setengah abad ini akan bercerita tentang tim kesayangannya itu.

Hah, laki-laki ini memang sangat berpengaruh dalam hidupku. Hobi menonton bolanya itu bahkan ia turunkan padaku. Tentu saja ia sangat berpengaruh. Ia adalah ayahku. Hanya saja, untuk masalah tim, aku tidak bisa dipengaruhinya. Aku suka Barcelona. Oh, baiklah, berhenti bercerita tentang bola atau aku akan dimarahi ayah karena telat.

 

“Cathrine Kim!!! Hurry up! I’ll leave you if you’re not ready right now!See? Ayah sudah berteriak dari ruang tamu. Ini memang sudah telat. Biasanya aku dan ayah sudah berangkat dari lima menit yang lalu.

Yes, dad!” teriakku sambil berlari menuruni tangga yang begitu banyak. Astaga, kenapa ayahku membuat rumah sebesar ini? Padahal kami hanya tinggal berdua. Jadi berlima dengan para asisten di rumah, jika dihitung.

Aku menyusul ayah yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.

You makes me late to work, Cathy.” omel ayah dengan pandangan tetap ke depan.

I’m sorry, dad” Hening.

 

Kurasa ayah sedang terheran-heran dengan sikapku barusan yang dengan mudahnya meminta maaf. Biasanya, aku tidak mau kalah dan tidak akan meminta maaf hanya karena aku terlambat. Hingga sampai di sekolahku, kami tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ayah langsung menjalankan mobilnya begitu aku turun. Sungguh seorang presiden direktur yang patut menjadi panutan. Bahkan dia hanya telat 15 menit. ck!

 

Segera ku langkahkan kakiku menuju kelas. Untunglah masih belum masuk. Tunggu! Kenapa kelasku ditutup? Apakah sudah ada guru? Kulirik jam tangan orenku. Baru jam 07:20. Itu artinya masih ada 10 menit lagi. Lalu, kubuka pintu itu dan…

Happy Birthday, Cathrine Kim!!” for a god sake! Inilah yang membuatku menjadi pendiam hari ini. Bagaimana bisa ayah belum mengucapkan selamat ulang tahun, sedangkan teman-temanku pagi-pagi begini sudah memberi kejutan. Apa ayah lupa? Biasanya ayah selalu menjadi orang pertama yang memberiku ucapan.

Thank you so much, guys!

 

 

Tinggal di Manchester sejak bayi membuatku tidak pernah berpikir ingin mengenal negara tempatku lahir, Korea Selatan. Ya, ayah bilang aku lahir di Seoul. Ayah membawaku pindah kesini ketika umurku baru berusia dua bulan. Masih sangat bayi, bukan? Saat ditanya mengapa ayah membawaku kesini, ayah hanya menjawab bahwa ia ingin meninggalkan kenangannya bersama ibuku di Seoul. Ibu? Kata ayah ibuku meninggal sesaat setelah melahirkanku.

Oh, ya, aku juga memiliki nama Korea, Kim Rae Ah. Entah kenapa di akta kelahiranku ayah memilih menulis nama Cathrine Kim. Mungkin karena aku tinggal di Inggris? Sudahlah, toh aku sangat nyaman menggunakan nama ini belasan tahun.

Drrt… Drrt…

From: Daddy

I can’t pick you up. I have a very important meeting.

 

Baiklah, selamat bersenang-senang dengan rapatmu, tuan Kim. Ayah selalu sibuk. Hei, tapi tenang saja. Ayah hanya sibuk dari hari senin sampai jum’at. Sabtu dan minggu adalah waktunya untuk berduaan dengan anaknya. Begitu prinsip ayah. Ah, aku sangat menyayanginya. Percaya tidak percaya, aku tidak pernah penasaran dengan sosok ibu. Bahkan aku tidak tahu namanya. Aku tidak pernah bertanya apapun pada ayah tentang ibu. Ayah sudah berperan sebagai ayah dan ibu sekaligus dengan baik selama ini. Untuk apa aku menginginkan seorang ibu?

Seperti biasa, jika ayah tidak menjemputku, maka paman Robert-lah yang menjemputku.

 

Bak istana. Bangunan di depanku saat ini memang seperti istana di zaman modern. Menurut cerita ayah, rumah ini dibangun dengan menggabungkan arsitektur beberapa rumah yang pernah ia lihat ketika di Korea. Rumah-rumah itu adalah rumah yang dipakai ayah untuk syuting dramanya, katanya. Ah, aku pasti belum memberitahu bahwa ayahku seorang aktor, bukan? Ya, ayahku seorang aktor. Dulu, saat masih berumur 19 tahun, ayah debut sebagai magnae Super Junior tapi kemudian ayah memutuskan untuk fokus di dunia akting, lalu berubah haluan menjadi seorang presiden di perusahaan milik kakek -ayahnya ayah. Tahu Super Junior? Jujur saja. Aku hanya tau mereka dari cerita ayah.

 

Kenapa rumahku gelap sekali? Padahal di luar masih sangat terang. Aku mulai melangkahkan kakiku secara perlahan. Bukan takut tiba-tiba ada hantu, tapi aku lebih takut jika ada seseorang yang berniat untuk berbuat jahat di rumah.

 

Tiba-tiba, sebuah film berputar di dinding putih ruang tamu. Film itu memutar kegiatan-kegiatanku ketika bersama ayah. Oh, itu saat aku dan ayah berada di Camp Nou, markas tim sepak bola asal catalan yang sangat ku agung-agungkan, Barcelona. Itu beberapa bulan yang lalu. Putaran film itu lalu berganti dengan ayah. Ia mengucapkan seuntaian kalimat. Dalam bahasa Korea. Ya, kami memang sering menggunakan bahasa Korea. Ayah akan menggunakan bahasa Inggris ketika ia memarahiku. Ia takut menggunakan kalimat kasar jika marah dengan bahasa Korea. Hanya dengan ayah aku berbicara menggunakan bahasa Korea, sedangkan dengan teman-temanku aku menggunakan bahasa Inggris. Aku tidak memiliki teman yang orang Korea di sini.

Sengil chukhae, Catherine-ah! Daddy akan berdoa yang terbaik untukmu, untuk kehidupanmu. 17 tahun sudah daddy membesarkanmu. Kau cantik sekali, sayang. Ah, daddy saja begitu tampan, tentu saja kau akan menjadi cantik. haha Geurae, daddy hanya ingin kau tau, nan jeongmal neol saranghae. Tetaplah menyayangi daddy.

 

Tes..

Air mataku meluncur begitu saja. Ayah sudah menyiapkan semuanya.

Saengil chukhahamnida,

Saengil chukha hamnida,

Saranghaneun uri Cathy,

Saengil chukhahamnida.

 

Ayah berdiri dibawah layar proyektor membawa tart kesukaanku. Hei, ayah bernyanyi untukku! Sebelumnya dia tidak pernah mau bernyanyi di hari ulang tahunku dan aku belum pernah mendengarnya bernyanyi sama sekali. Ayah selalu menyuruhku untuk mendengarkan lagu-lagu Super Junior jika aku memintanya untuk bernyanyi, dan aku tidak tertarik sama sekali.

“Tiup lilinnya. But, make a wish first!” Aku tersenyum dan menutup mataku.

 

Daddy, thank you so much.” Ucapku setelah aku selesai mengucapkan permohonanku di tahun ini. Ayah memelukku.

“eum. Ingat, kita memang tinggal di Eropa tapi daddy tidak akan memberikanmu kebebasan seperti yang para orang tua disini berikan. Kau mengerti dengan kebebasan yang daddy maksud, kan?”

I know, daddy! And, thank you for the car. Aku hanya ingin daddy bahagia dan selalu menyayangiku.” senyuman menghiasi wajah tampan ayah. Air mata kini meluncur di pipinya.

“Apa laki-laki Korea begitu cengeng? Ayah sudah menangis dua kali hari ini.” hanya gelak tawa yang ayah keluarkan.

“Aku tidak mau menikah dengan laki-laki Korea nantinya.” Ucapku spontan.

wae? Padahal ayah sudah memilihkan calon suamimu di Korea.”

WHAT?! Daddy, NO!!”

 

TBC

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

4 thoughts on “My Life [1/?]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s