Infinitely Love [1/2]

Name: KyuBum Girl

Title: Infinitely Love

Tags: Kim Rae Ah, Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Kim Jong Woon.

Genre: Sad, Romance.

Rating: PG-13

Length: Two-Shot

KyuBum Girl was back! Haha. Lagi, aku bawa FF KyuRae couple.

FF ini masih jauh dari kata sempurna, typo bertebaran, jadi mohon kesabarannya dalam membaca. Hhe. Komennya sangat ditunggu ya ^^ follow akunku @LSFeffect

Happy Reading!

 

***Infinitely Love***

Cho Kyuhyun. Pesona seorang Cho Kyuhyun benar-benar telah membuatku gila! Ya, Cho Kyuhyun telah membuatku kehilangan akal sehat! Di usiaku yang sudah mencapai 25 tahun, tidak pernah sekalipun aku memiliki kekasih. Itu karena aku jatuh hati padanya sejak kami sama-sama duduk di bangku SMP. Waktu itu, Kyuhyun adalah sunbaeku. Dia termasuk sunbae yang sangat populer. Tampan, ramah, pintar, dan kaya. Semua yeoja di sekolahku berharap menjadi kekasihnya, tidak terkecuali aku. Aku juga termasuk yeoja yang cukup populer waktu itu, entah apa yang membuatku populer. Banyak namja yang menyatakan perasaannya padaku, namun entah sejak kapan aku hanya menaruh hati pada sunbae populer nan ramah itu. Tidak ada yang tahu tentang perasaanku sampai saat ini. Tidak satu pun. Aku memilih untuk menyimpannya sendiri.

Normalnya, orang akan mudah melupakan perasaannya ketika sudah tidak bertemu lagi, namun apa yang terjadi denganku? Aku selalu menolak namja yang mendekatiku. Cho Kyuhyun, nama itu selalu menjadi alasan utama untuk aku menolaknya. Gila, bukan?

“Hari ini direktur baru kita akan mulai bekerja. Ah, aku tidak sabar melihat wajah rupawannya!” Nahye menyandarkan tubuhnya di kursi. Gadis ini, dia selalu seperti ini! Padahal dia telah memiliki tunangan.

“Ck! Kau sudah memiliki Hyuk Jae, Na-ya! Jangan seperti itu!”

“Aku hanya ingin melihatnya, nona Kim! Aku tidak akan selingkuh!” Balasnya. Baiklah, lebih baik aku diam! Tidak akan berhasil berdebat dengannya.

“Rae-ya, aku ingin mengenalkanmu pada temanku! Kau mau, kan?” Tambahnya. Ini sudah puluhan kali dia menawarkan itu.

“Kau sudah menawarkannya puluhan kali, nona Kang! Jawabanku tetap sama!” Nahye mendengus kesal.

“Kim Rae Ah, ada tamu untukmu. Dia menunggu di lobby!” Jinyoung, orang yang menyampaikan pesan itu langsung pergi setelah mendapat anggukkan dariku. Sebenarnya aku sedikit heran dengannya. Laki-laki itu lulusan teknik kimia universitas Harvard, tetapi hanya bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan ini. Ah, aku tidak harus ambil pusing tentang Jinyoung. Aku bergegas menuju lobby, meninggalkan Nahye yang sudah kembali berkutat dengan pekerjaannya.

 

Oppa!” Aku berlari menghampiri tamu yang dikatakan Jinyoung tadi. Ternyata dia adalah Kibum oppa, kakak keduaku. Kibum oppa menyambutku ke dalam pelukannya.

Bogoshipeo, Rae-ya” Ucapnya masih memelukku.

Nado, oppa.”

“Ah, aku membawa oleh-oleh untukmu. Igo!” Kibum oppa menyodorkan paper bag yang dibawanya padaku. Aku mengambilnya tanpa minat.

Wae?” Tanyanya heran.

“Aku tidak butuh ini! Yang aku butuhkan adalah kau dengan Jong Woon oppa pulang dan menetap di sini!” Kibum oppa kembali memelukku. Tidakkah mereka mengerti? Aku membutuhkan mereka, aku membutuhkan keluargaku!

“Kau harus mengerti, Rae-ya! Ayah ingin aku mengurus perusahaannya di California, dan Jong Woon hyung mengurus perusahaan yang di Jerman. Perusahaan-perusahaan ayah membutuhkan tenaga kami!” Jelas Kibum oppa panjang lebar.

“Kau benar! Hanya perusahaan yang membutuhkan kalian! Kakak pertamaku di Jerman, Kakak keduaku di California, ayah dan ibuku di Perancis! Kau benar, perusahaan membutuhkan kalian dan aku tidak! Aku harus kembali bekerja, oppa!” Aku melepaskan diri dari pelukan Kibum oppa.

“Ayah memintaku untuk membujukmu, Rae-ya. Kau pasti sudah diberi tahu ayah, kan?” Kibum oppa menahan tanganku.

“Jauh-jauh dari California hanya untuk membujukku agar mau menuruti kemauan ayah? Hah! Katakan pada ayah, aku lebih baik bekerja di negaraku sendiri sebagai karyawan daripada menjadi atasan di Spanyol.” Aku berlalu meninggalkan Kibum oppa. Apa dosaku, sehingga kau membuatku merasa terbuang seperti ini, Tuhan? Ayah dan ibu sudah membuatku hidup sendiri di Korea, dan kini mereka ingin membuangku ke Spanyol? Oh, ayolah! Tidak mengertikah mereka?

Handphone-mu bergetar terus, Rae-ya!” Ucap Nahye sesaat setelah aku duduk di kursiku. Aku langsung melihat ponselku yang kembali bergetar. Nama Jong Woon Oppa tertera di layar. Jangan katakan ia juga akan membujukku! Dengan malas aku menjawab panggilannya.

Yeoboseyo.”

Akhirnya kau menerima panggilanku, Kim Rae Ah!

“Ada apa?” Tanyaku datar.

Ayah..

“Katakan pada ayah aku tidak ingin dibuang ke Spanyol! Sudah cukup kalian membuangku di sini!” Sergahku. Ya, aku tahu apa yang akan dikatakannya.

YA! Apa yang kau katakan? Kami tidak membuangmu! Aku menghela nafas, menahan agar tidak mengeluarkan air mata.

“Baiklah, kalian memang tidak membuangku. Aku harus bekerja!”

Kau lebih memilih menjadi karyawan di perusahaan milik orang lain, huh?

“Aku rindu kalian. Jaga dirimu baik-baik, oppa!” Aku memutus sambungan secara sepihak, tanpa menghiraukan pertanyaan retorisnya itu.

“Kau akan ke Spanyol?” Tanya Nahye tiba-tiba. Sepertinya gadis ini menguping pembicaraanku.

“Kau mengagetkanku!”

“Jawab aku, Kim Rae Ah!” Oh, ada apa dengannya? Dia benar-benar serius!

“Tentu tidak, Nahye sayang! Sahabatmu ini tidak akan meninggalkanmu!” jawabku dengan membuat senyum se-manis mungkin. Nahye mencibir.

Drrt… Drrt…

Sebuah e-mail masuk dari ayah. Aku membukanya dengan malas.

Ayah akan menjamin keselamatan sahabatmu, Nahye, jika kau mengurus perusahaan kita di Spanyol. Jika tidak, maka ayah tidak bisa menjaminnya.

Ujian apa lagi ini, Tuhan? Bagaimana bisa ayah tahu tentang Nahye? Aku tidak pernah bercerita tentang teman-temanku pada keluargaku. Apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku menyeret Nahye ke dalam masalahku. Ayah benar-benar sudah gila! Baiklah, aku akan menuruti kemauannya!

 


Mood-ku benar-benar buruk hari ini. Bahkan aku tidak memperhatikan manajer perusahaan ini memperkenalkan direktur baru. Pikiranku melayang hanya pada satu masalah. Aku tidak menyangka akhirnya akan mengatakan ‘ya’ pada ayah. Spanyol? Hah! Bahkan aku tidak tahu sedikitpun bahasa mereka. Oh my God

“Kau dipanggil direktur baru itu, Kim Rae Ah!” Ucapan Nahye membuyarkan semua lamunanku.

“Aku? Kenapa?” Tanyaku.

“Mana kutahu! Sebaiknya cepat temui dia! Dia benar-benar tampan!!” Aku segera berlalu menuju ruang direktur, sebelum gadis itu lebih banyak memuji sang direktur baru. Aku tidak habis pikir, Nahye sudah bertunangan tapi masih bisa memuji laki-laki lain. ck!

“Silahkan masuk!” Ucap seorang laki-laki yang aku yakin dia adalah sang direktur baru. Aku terperangah ketika mataku menangkap seseorang tengah duduk di sofa hitam ruangan ini. Ada dua orang laki-laki disini! Yang satu aku yakin sekali dia adalah direktur baru itu. Perawakannya tinggi, kulitnya putih, rambut coklat, benar-benar tampan! Benar apa yang dikatakan Nahye, tapi bukan dia yang membuatku memasang ekspresi wajah seperti orang bodoh. Laki-laki satunya, yang tengah duduk dengan santainya, menatapku dengan senyuman yang mematikan! Kim Kibum, jangan lakukan itu jika kau tidak ingin adikmu jatuh cinta padamu!

“Jadi, gadis ini yang ingin kau temui, hyung?” Laki-laki yang aku yakini sebagai direktur baru itu memecah keheningan. Kibum oppa hanya mengangguk.

“Duduklah, Rae Ah-ssi!” Sesuai perintahnya, aku duduk di hadapan laki-laki yang tadi pagi sudah membuat mood-ku menjadi buruk seperti ini..

Thank you, Cho Kyuhyun!” DEG! Jantungku berpacu lebih cepat mendengar Kibum oppa menyebut nama Kyuhyun. Nama direktur itu Kyuhyun? Kyuhyun yang sama, kah?

“Jadi, dia siapa? Kekasihmu?” Tanya sang direktur sambil menjatuhkan dirinya di samping Kibum oppa.

She’s my younger sister! Is she pretty?” Heol~ Kau kira aku akan tersipu karena pujianmu, tuan Kim? Sudah kukatakan bahwa mood-ku benar-benar dalam keadaan buruk! Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku.

“Ada apa anda memanggil saya, tuan direktur?” Tanyaku seramah mungkin agar aku bisa dengan cepat keluar dari sini. Aku benar-benar tidak nyaman. Jantungku terus berpacu dengan cepat setelah melihat mata sang direktur. Mata itu, aku merasa pernah melihat mata itu!

“Ah, Kibum hyung yang memintaku untuk memanggilmu. Kau boleh pulang lebih awal hari ini.” Jawabnya. Aku mengalihkan pandanganku pada Kibum oppa.

“Aku ingin kau menemaniku mengelilingi Seoul. Sudah sepuluh tahun, pasti sangat berbeda! Oke?” Aku menatapnya tajam. Aku tidak peduli tentang hubuangannya dengan direktur perusahaan tempatku bekerja ini.

“Menyewa guide seharusnya bukan merupakan masalah besar untuk seorang direktur sebuah perusahaan konstruksi di California. Bukan begitu, sajangnim?” Ucapku penuh penekanan pada setiap kata. Kibum oppa hanya tersenyum dan Kyuhyun menatap kami bergantian, seperti sedang bertanya benarkah-kalian-kakak-beradik?

“Bereskan saja barangmu! Kajja! Kyu, terima kasih banyak!” Kibum oppa menarik tanganku dengan paksa, membawaku keluar dari ruangan ini. Hanya bertemu setahun sekali selama sepuluh tahun ini ternyata tidak membuatku menyadari satu perubahan yang terjadi padanya, ia menjadi seorang yang pemaksa! Orang ini benar-benar menyebalkan! Lihatlah! Aku menjadi pusat perhatian di kantor ini.

“Lepaskan aku, Kim Kibum! Jangan membuat mood-ku bertambah buruk!” Semua orang yang ada di kantor ini termasuk Nahye memperhatikan kami. Kibum oppa melepas pegangannya.

“Ambil tasmu atau keberangkatanmu ke Spanyol akan dipercepat!”

“Hei, kau mengancamku?” Air mataku meleleh seketika. Aku memiliki orang tua yang masih utuh dan dua orang kakak laki-laki. Tidak ada yang tahu akan hal itu, bahkan Nahye sekalipun. Harta. Satu hal itu telah membuatku merasa tidak punya siapa-siapa di dunia. Aku benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana bisa ayah dan ibu membiarkan anak-anaknya tinggal sendiri di negara yang berbeda-beda? Bahkan mereka memilih untuk menetap di negeri menara Eiffel itu. Aku benar-benar merindukan kebahagiaanku waktu kecil. Aku, Kibum oppa, Jong Woon oppa masih tinggal dalam satu rumah. Kami bertiga selalu bermain bersama. Kebahagiaan itu harus berhenti karena Jong Woon oppa dan Kibum oppa melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Satu-satunya kebahagiaanku adalah ketika secara diam-diam aku memperhatikan seorang sunbae yang sangat populer di SMP, Cho Kyuhyun, bahkan hingga saat ini nama itu masih ada di hatiku. Tempatnya belum berubah meski aku tahu perasaan ini tak pernah berbalas.

 

***

Gedung mewah bergayakan Eropa di hadapanku saat ini adalah milik tuan Kim, orang terkaya ke-dua di Korea Selatan. Kim Jong Ki, dia adalah ayahku. JKR Hotel. Nama hotel ini gabungan dari nama Jong Woon, Kibum, dan Rae Ah.

Seharian ini aku benar-benar mengikuti kemauan Kibum oppa. Jika normalnya orang akan mengunjungi tempat-tempat wisata di Korea Selatan setelah lama tidak berkunjung, maka kakakku memilih mengajakku ke mall milik keluarga kami. Dia juga yang membuatku mengubah penampilanku. Pakaian kantorku berubah menjadi long-dress berwarna biru dengan renda berwarna oren, high heels yang tingginya mencapai 7cm -menurutku 3 cm saja sudah sangat tinggi-, rambutku dibiarkan terurai dengan gelombang di bagian bawahnya, dan yang paling membuatku aneh adalah make-up! Wajahku tidak pernah kubiarkan tersentuh make-up sedikitpun, dan sekarang laki-laki menyebalkan itu memaksaku menggunakannya.

Sorotan lampu kamera membuatku memicingkan mata. Oh, ada acara apa disini? Banyak sekali wartawan.

“Tersenyumlah atau kau akan dicap sebagai anak bungsu JKR Group yang judes.” Bisik Kibum oppa.

Ia menebar senyuman ke arah kamera para wartawan itu. Tidak kuhiraukan perintahnya. Ini terlalu asing bagiku. Aku tidak pernah muncul sebagai anak bungsu JKR Group di hadapan para wartawan.

“Tuan Kim, siapa gadis yang bersama anda?” Tanya salah seorang wartawan.

“Apakah gadis itu kekasihmu?” Tanya yang lainnya.

Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para wartawan dan Kibum oppa hanya tersenyum, lalu menjawab dengan santai.

“Gadis ini adalah adikku. Kim Rae Ah, anak bungsu di keluarga kami.” Kibum oppa menarikku ke dalam hotel, meninggalkan para wartawan yang masih setia dengan berbagai macam pertanyaan. Ternyata, wartawan tidak diizinkan masuk untuk meliput acara ini.

“Acara apa ini?” Tanyaku datar begitu sampai di dalam.

“Sebentar lagi kau akan tahu!” Kibum oppa melihat jam di tangannya.

Suasana di sini begitu ramai. Orang-orang yang datang terlihat begitu berkelas. Cara mereka berdiri, cara mereka minum, cara mereka berbicara, mereka bukan golongan kelas menengah ke bawah. Menyediakan makanan semewah ini untuk orang-orang kaya? Oh, ayolah! Mereka bisa membelinya setiap hari.

Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday Kim Rae Ah, happy birthday to you~” Aku terkejut mendengar suara indah itu. Suara itu milik Jong Woon oppa. Mataku mulai berkaca-kaca. Ayah, ibu, dan Jong Woon oppa menghampiriku dengan membawa kue tart berbentuk angry birds. Aku merasa seperti sedang bermimpi. Hah! Mereka ingat hari ulang tahunku? Bahkan aku lupa hari ulang tahunku sendiri. Mereka ada di sini. Mereka ada di hadapanku saat ini.

Saengil chukhae, Rae-ya.” Kibum oppa mengacak pelan rambutku. Aku menutup mataku, lalu mengucapkan permohonanku sebelum meniup lilin.

Aku ingin keluargaku kembali berkumpul di satu negara, Tuhan. Mohonku, lalu kutiup lilin-lilin itu. Suara tepuk tangan menuhi ruangan ini. Ayah dan ibu memelukku. Mereka menangis.

“Ayo, kita duduk! Kita harus berbicara.” Ajak Jong Woon oppa.

“Terima kasih. Ini ulang tahun terindahku dalam sepuluh tahun ini.” Aku menatap anggota keluargaku satu persatu.

“Kami tidak membawa hadiah apapun untukmu. Maafkan kami.” Ucap ibu. Ia mengelus rambutku.

“Tentang Spanyol…”

“Abeoji, jangan membahas itu sekarang. Mood-ku akan menjadi buruk karena itu. Aku mohon.” Potongku. Oh, aku tidak ingin pesta ulang tahunku berantakan gara-gara Spanyol itu!

“Kami hanya mengerjaimu! Appa tidak akan mengirimmu ke Spanyol. Kau, apakah tidak curiga? JKR Group tidak memiliki cabang di Spanyol.” Sukses! Penjelasan itu sukses membuatku menangis lagi. Baiklah, aku memang tidak curiga. Hei, aku tidak pernah peduli dengan JKR Group yang di luar Korea.

“Ini semua rencana Jong Woon, Rae-ya.” Kibum oppa menunjuk Jong Woon oppa yang hanya tersenyum sedari tadi. Orang aneh. di telepon dia dingin sekali, dan sekarang dia hanya tersenyum dengan manisnya. Hei, bukankah dia meneleponku dari Jerman tadi pagi? Bagaimana bisa dia sudah ada di sini?

Oppa, bukankah tadi kau meneleponku dari Jerman?”

“Benarkah? Periksa lagi nomornya! Aku tau kebiasaanmu, menyimpan dua nomor dengan nama yang mirip sama sekali.” Balasnya. Ah, benar. Ada dua nama Jong Woon oppa di kontak teleponku dan tidak kuberi keterangan yang mana nomor Koreanya dan yang mana nomor Jermannya.

“Apa yang kau minta saat make a wish tadi, Kim Rae Ah?” Lanjut Jong Woon oppa.

“Aku meminta pada Tuhan agar ia membawa kembali keluargaku kesini.” Jawabku lirih. Ayah, ibu, dan kedua kakakku saling melempar senyum.

“Kalau begitu, keinginanmu terkabul, sayang.” Ucap ayah.

“Kami memutuskan untuk memantau perusahaan dari sini, agar kami tidak mengabaikan kalian dan terutama kau, Rae-ya.” Ibu memegang tanganku.

Demi Tuhan! Mendengar kalimat yang ayah dan ibu lontarkan membuatku tidak percaya. Jangan bangunkan aku jika aku sedang bermimpi!

Eomma, appa, aku tidak sedang bermimpi, kan? Aw!” Cubitan Kibum oppa benar-benar sakit.

YA! Kim Kibum, appo! Aw! YA!” Kibum oppa terus mencubit pipiku. Ia baru berhenti setelah ayah menegurnya.

Appa, bagaimana appa bisa tahu tentang Nahye? Appa mengancamku dengan membawa nama Nahye. Menyebalkan sekali!” Appa tergelak mendengar pertanyaan sekaligus gerutuanku.

“Tentu saja aku tahu dari Jinyoung. Dia agen rahasia yang appa sewa untuk mengawasimu.” Jinyoung? Agen rahasia? Oh, dia benar-benar pintar menyembunyikan identitasnya.

“Sayang sekali, hari ini dia tidak bisa datang. Dia mendapat tugas mendadak.” Lanjut ayah.

“Mwo? Pantas saja, laki-laki itu mau bekerja sebagai karyawan sedangkan ia lulusan Harvard University. Ck!”

“Rae-ya, umurmu sudah dua puluh lima tahun. Kau, apa sudah punya calon suami?” Heol~ aku pikir pertanyaan itu tidak akan keluar dari mulut eomma. Jangankan calon suami, memiliki kekasih saja aku tidak pernah sekalipun! Kedua kakakku terlihat menahan tawa.

Eopseo, eomma. Geundae, Jong Woon oppa dan Kibum oppa saja belum memiliki calon istri. Aku tidak mau melangkahi mereka!” Kilahku. Aku benar, kan? Jong Woon oppa yang umurnya sudah berkepala tiga saja belum menikah, bagaimana bisa ibu menanyakan calon suami padaku?

“Kami laki-laki. Tidak masalah jika kau mendahului kami, kecuali jika kau ingin menjadi perawan tua!” Ocehan Jong Woon oppa diamini oleh semua orang. Aih, menyebalkan sekali.

“Kalau begitu, appa akan memberimu waktu tiga bulan untuk mendapatkan calon suami sesuai keinginanmu. Jika dalam tiga bulan kau belum mendapatkannya, maka appa akan menjodohkanmu dengan anak relasi bisnis appa.”

“Tiga bulan? Appa…”

“Tidak ada tapi-tapian! Kakak-kakakmu menjadi saksi perjanjian kita.” Apa-apaan ini? Sang diktator ini belum berubah sama sekali. Tiga bulan? Oh, Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus meminta Kyuhyun untuk menjadi calon suamiku? Tidak, jangan gila, Kim Rae Ah! Kyuhyun sudah menjadi direktur dan aku hanya bawahannya. Lagipula, bagaimana kalau dia sudah beristri? Kang Nahye, aku membutuhkanmu!

 


Permintaan ayah tadi malam membuatku tidak bisa memejamkan mata sampai jam tiga dini hari tadi. Aku benar-benar dibuat pusing. Dan sekarang, aku terlambat masuk kantor.

Tumben sekali kantorku dibanjiri wartawan. Apakah ada acara launching? Kenapa wartawan-wartawan itu hanya berdiri di depan gedung? Sudahlah, tidak usah diambil pusing! Saat aku mulai memasuki area gedung, para wartawan itu berhambur ke arahku dan dalam sekejap mereka telah mengelilingiku. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mereka.

“Nona Rae Ah, benarkah anda anak bungsu JKR Group? Kenapa selama ini anda tidak pernah muncul di hadapan pers bersama keluarga anda?” Menjawab satu pertanyaan saja mungkin tidak akan membuat mereka puas, tapi aku benar-benar muak dengan pers yang selalu mengorek kehidupan pribadi orang lain.

“Benar. Maaf, aku harus bekerja.” Jawabku dengan berusaha seramah mungkin. Aku berusaha melewati kerumunan wartawan ini.

“JKR Group memiliki banyak cabang perusahaan, kenapa anda memilih untuk bekerja di Cho Corporation?” Kirim aku pertolongan agar bisa melewati mereka, Tuhan. Kepalaku berputar akibat blitz kamera para wartawan itu. Hanya senyuman yang paling ramah yang aku miliki yang aku berikan untuk menjawab pertanyaan mereka.

Akhirnya, aku bisa masuk ke dalam kantor. Beruntung, di kantor ini, wartawan tidak diizinkan masuk. Aku menghembuskan nafas lega lalu berjalan menuju ruanganku.

Bersiaplah untuk mendapat ocehan Nahye karena telah membohonginya! Membohonginya? Hei, aku tidak pernah membohonginya, aku hanya tidak pernah bercerita saja padanya!

Aku menghembuskan nafas lega -lagi setelah aku melihat Nahye tidak ada di tempatnya. Setidaknya, aku bisa mencari alasan yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Nahye. Baiklah, Nahye paling tidak suka dibohongi.

“Akhirnya kau datang juga!” Ucap Sun Ra yang baru datang entah darimana.

“Tadi direktur Cho memintamu ke ruangannya. Cepatlah temui dia!” Lanjutnya. Direktur Cho? Jangan katakan ini tentang Kibum oppa lagi!

arasseo. Gomawo, Sun-ah.” Dengan tergesa aku berjalan menuju ruangan direktur.

Sampai di depan ruangan yang aku tuju, aku tidak langsung masuk. Aku mencoba untuk mengatur nafas dan detak jantungku agar normal. Bagaimanapun, aku akan bertemu cinta pertama dan satu-satunya selama hidupku.

Tok.. Tok.. Tok..

Sudah berkali-kali aku mengetuk pintu itu, namun tidak ada sahutan sama sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk masuk. Demi ketampanan Jung Yonghwa, saat ini hatiku benar-benar sakit! Rasanya benar-benar buruk bahkan buruknya melebihi saat aku melihat adegan kissing yang dilakukan Yonghwa dalam dramanya. Kyuhyun, laki-laki itu tengah bercumbu mesra dengan seorang gadis. Gadis itu duduk di pangkuan Kyuhyun dengan posisi membelakangiku. Pakaian mereka berantakan. Rok mini si gadis bahkan telah tersingkap sampai atas.

Mereka berciuman dengan panasnya. Melihat itu, mataku mulai memanas. Tubuhku melemas, bahkan ponselku meluncur jatuh begitu saja dari genggaman. Mereka -Kyuhyun dan gadis itu menhentikan kegiatannya. Demi apapun, cabut nyawaku saat ini juga, Tuhan! Aku tidak sanggup menerima kenyataan bahwa laki-laki yang aku cintai sejak dari SMP hingga detik ini ternyata bercumbu dengan Nahye, sahabatku. Kyuhyun dan Nahye sangat terkejut melihatku. Nahye dengan segera merapikan pakaiannya, sedangkan Kyuhyun berjalan gontai mendekatiku.

“Kim Rae Ah..”

Jwesonghamnida, sajangnim. Tadi… Tadi, saya.. Jwesonghamnida..” Air mataku tidak lagi bisa untuk diajak kompromi. Sebelum air mata ini jatuh, aku buru-buru keluar. Bodoh! Kau tidak boleh menangis! Kyuhyun bukan siapa-siapamu!

Nahye, kau tega melakukan ini? Aku bahkan pernah memberitahumu tentang sunbae-ku yang bernama Kyuhyun. Aku yakin kau tahu bahwa Kyuhyun yang kumaksud adalah Kyuhyun yang sama dengan laki-laki yang baru saja bercumbu denganmu itu. Dan sekarang, aku melihatmu bermesraan dengannya. Kang Nahye.

Tanpa mempedulikan tatapan-tatapan heran orang lain, aku berlari menuju mobilku, lalu memacunya dengan kecepatan diatas rata-rata. Air mataku tidak berhenti mengalir. Kenapa kenyataan sepahit ini, Tuhan?

TBC

 

Terima kasih sudah membaca ^^ tunggu part selanjutnya ya!

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

17 thoughts on “Infinitely Love [1/2]”

  1. Menurutku itu cuman rencana kyuhyun aja kali ?? Setelah kejutan dari keluarga’y , sekarang dapet kejutan dari kyuhyun. Ya mungkin aja waktu dulu kyuhyun juga suka sama rae-ah tapi gengsi mungkin. Gak mungkin kan kalo kyu gak tau sama rae-ah . Kan rae-ah dulu juga populer.

    Hai author 🙂 . Ku reader baru. Salam kenal

  2. itu nahye jahat banget kan dia tau klu kyuhyun adalah laki2 yg dicintai rae ah apa jangan2 yg dimaksud tunangannya adalah kyu nyesek banget

  3. Heol,bnar2 …itulh yg trjdi klau klmaan mmndam rsa..kyak@ tman si rae ah play girl,udh punya tnangan msh aja embat cwo laen n kyuppa jga .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s