I’m Yours (Sequel of Wait For Me)

 

Name: KyuBum Girl / 

Title: I’m Yours (Sequel of Wait For Me)

Tags: Kim Rae Ah, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Kim Kibum, Lee Hyuk Jae.

Genre: Romance, Married Life.

Rating: PG-15

Length: One-Shot.

 

 

***I’m Yours***

 

Burung-burung berkicau menyambut datangnya matahari pagi musim panas pertama di langit Seoul. Kehangatan menyelimuti seluruh makhluk yang tinggal di dalamnya. Pagi ini jalanan Seoul cukup padat, mengingat sekarang adalah hari senin.

Seorang laki-laki dengan wajah gusarnya menekan klakson, meskipun ia tahu mobil di depannya tidak akan bergerak sama sekali. Seoul sangat macet, dan laki-laki itu sudah terlambat untuk bekerja.

Laki-laki itu kini merutukki dirinya yang terlalu bergantung pada sang istri untuk bangun di pagi hari. Padahal sebelum menikah, laki-laki itu selalu bangun dengan sendirinya.

“Cho Rae Ah, cepatlah pulang atau aku akan terlambat setiap hari!” Laki-laki itu bergumam kesal. Cho Rae Ah, istrinya itu sudah satu minggu pergi ke Amerika untuk merawat kakaknya yang sakit. Cho Kyuhyun, laki-laki itu tentu saja ingin ikut, tetapi statusnya sebagai CEO sebuah perusahaan yang sedang menangani proyek maha besar bernilai triliunan itu harus mengubur keinginannya dalam-dalam. Dengan sangat terpaksa, ia harus merelakan istrinya itu pergi ke Amerika sendiri.

 

Kyuhyun berjalan dengan tegap. Ia mengabaikan sapaan-sapaan dari para karyawannya. Ia terlambat selama tiga puluh menit. Benar-benar bukan style-nya.

Laki-laki itu menutup pintu ruangannya. Kyuhyun mengernyit heran melihat sebuah koper bertengger dekat meja kerjanya. Seingatnya, hari jum’at kemarin ia tidak meninggalkan barang apapun di sini, terlebih itu sebuah koper. Secara perlahan, Kyuhyun mendekati koper itu. Ia merasa tidak asing dengan koper berwarna oren itu.

“Kau terlambat tiga puluh menit, tuan direktur!” Kyuhyun menghentikan langkahnya mendengar suara yang sangat ia rindukan selama satu minggu ini. Perempuan itu duduk di kursi kerja Kyuhyun dengan senyuman manis di wajahnya.

Yeobo, kapan kau kembali? Kenapa tidak pulang ke rumah, huh?”

“Kau tidak merindukanku? Seharusnya kau memelukku, bukan memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaanmu itu!” Gerutu Rae Ah sambil berdiri, menghampiri Kyuhyun yang tengah berkacak pinggang, menghujani Rae Ah dengan tatapan tajamnya.

“Jawab dulu pertanyaanku!” Ucap Kyuhyun tegas. Sebenarnya ia ingin memeluk istrinya itu saat ini juga, tapi mengerjainya lebih dulu sepertinya akan menyenangkan.

“Aku tiba jam delapan dan aku langsung ke sini karena aku pikir kau sudah sampai, ternyata belum. Maafkan aku, aku ingin memberi kejutan untukmu.” Jawab Rae Ah lirih, ia menundukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum tipis, lalu memeluk Rae Ah dengan erat. Rae Ah membalas pelukan itu tak kalah erat dengan kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.

“Kau tahu? Aku sangat merindukanmu dan itu membuatku gila!” Ucap Kyuhyun, masih memeluk erat Rae Ah. Rae Ah mengusap punggung Kyuhyun.

“Aku tahu.” Kyuhyun melepaskan pelukannya. Kedua tangannya ia tangkupkan pada kedua pipi Rae Ah, lalu menariknya agar mendekat. Ditatapnya bibir merah milik Rae Ah, lalu ia kecup. Rae Ah mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun saat suaminya itu melumat bibirnya dengan penuh kerinduan. Keduanya terhanyut dalam ciuman panas itu, saling menyalurkan rasa rindu yang selama satu minggu ini mereka pendam. Kyuhyun melepas tautan mereka saat dirasanya ia membutuhkan udara.

 

“Ayo, pulang! Kau akan menjadi tawananku seharian ini.” Kyuhyun mengerling nakal.

“Aku sangat lelah, Kyu. Kau tahu sendiri, Los Angeles-Seoul tidak ditempuh dalam waktu yang sebentar.” Kyuhyun tergelak.

“Aku hanya bercanda, yeobo. Kau istirahat saja di ruangan itu. Saat makan siang nanti aku akan mengantarmu pulang.” Ucap Kyuhyun. Jari telunjuknya mengarah pada ruangan lain yang ada di ruang kerjanya ini. Kyuhyun menyiapkan ruangan itu agar sewaktu-waktu jika ia selesai bekerja sangat larut, maka ia akan tidur di ruangan itu. Tentu saja itu sebelum menikah. Setelah menikah, Kyuhyun akan pulang selarut apapun ia selesai bekerja. Ia tidak ingin mengecewakan istrinya yang selalu menunggu di ruang tengah hingga Kyuhyun pulang.

 

***

 

“Kau memasak apa?” Kyuhyun memeluk Rae Ah dari belakang yang tengah sibuk mengiris bawang. Rae Ah terperanjat.

“Kau sudah pulang?” Bukannya menjawab, Rae Ah malah berbalik bertanya. Kyuhyun mendecak kesal.

“Emm. Aku sengaja pulang cepat. Aku merindukanmu, yeobo.” Ucap Kyuhyun sambil mengecup pundak Rae Ah.

“Sebaiknya kau mandi dulu, setelah itu kita makan. Kau tidak mau usahaku belajar masak selama sebulan ini sia-sia, bukan?” Rae Ah membalikkan badannya, menghadap Kyuhyun. Tangan Kyuhyun masih berada di pinggang Rae Ah.

“Baiklah, tapi kiss dulu.” Kyuhyun menunjuk bibirnya. Rae Ah menuruti keinginan suaminya itu jika tidak, maka Kyuhyun tidak akan berhenti mendebatnya.

Mata Rae Ah membulat saat Kyuhyun melumatnya dengan kasar. Ia hanya berniat mengecup sekilas tadi. Ah, ia lupa jika sedang berhadapan dengan seorang Cho Kyuhyun.

“Cepat mandi atau malam ini aku akan membiarkanmu tidur di kamar tamu, yeobo.” Ucap Rae Ah dengan manis namun terasa begitu mengerikan bagi Kyuhyun.

Arasseo.” Kyuhyun mengecup sekilas bibir Rae Ah lalu pergi dari dapus sebelum Rae Ah meneriakinya.

 

Cho Rae Ah, perempuan itu mengulum senyumnya. Perempuan itu masih tidak percaya bahwa akhirnya ia akan menikah dengan seorang Cho Kyuhyun, laki-laki yang selalu membuatnya naik pitam selama kuliah. Ia merasa beruntung memiliki Kyuhyun yang dengan setia menunggunya selama lima tahun.

Kyuhyun yang sangat mencintainya dan Kyuhyun yang sangat ia cintai. Sebersit perasaan bersalah muncul dalam hatinya. Di antara ruang di hatinya yang sudah penuh oleh nama Cho Kyuhyun, masih terselip sebuah nama lain. Lee Donghae.

 

***

 

“Kyu, palli ireona! Ini sudah jam 7, apa kau tidak berangkat ke kantor?” Rae Ah membangunkan Kyuhyun untuk ketujuh kalinya. Laki-laki itu masih memejamkan matanya rapat-rapat.

“Kyu, omo! Tubuhmu panas sekali. Tunggu sebentar, eoh?” Rae Ah sangat panik mendapati suhu tubuh Kyuhyun yang begitu panas. Ia bergegas mengambil semangkuk air dan sebuah kain untuk mengompres Kyuhyun.

Rae Ah mengambil ponselnya lalu menekan tombol panggil setelah nama yang ia cari ditemukannya. dr. Yoo, Rae Ah memanggil dokter yang sudah menjadi langganan keluarga suaminya. Setelah memanggil dokter Yoo, Rae Ah kemudian kembali mengompres Kyuhyun. Wajah suaminya itu begitu pucat.

 

“Tuan Cho sakit akibat makannya yang tidak teratur. Aku menduga, selama beberapa hari ini ia jarang makan. Tuan Cho tidak bisa untuk telat makan.” Rae Ah merasa sedih mendengar penuturan dari dokter Yoo.

“Benarkah? Kalau begitu, terima kasih dokter.” dokter Yoo mengangguk.

“Saya permisi, nyonya Cho.”

“Mari, saya antar!” Rae Ah mengantar dokter Yoo hingga depan rumah.

 

“Kyu, apakah kau takut uangmu akan habis jika membeli makanan?!” Rae Ah mengeluarkan kemarahannya pada Kyuhyun yang sudah bangun.

“Aku sibuk, Rae-ya. Pekerjaanku sangat banyak. Aku tidak sempat keluar untuk makan.”

“Aku tahu pekerjaanmu mendatangkan uang triliunan untuk perusahaanmu, tapi apa gunanya jika itu membuatmu mati dengan cepat?!” Kyuhyun merasa bersalah. Ia tahu jika Rae Ah marah karena mengkhawatirkannya.

“Kau hidup di abad ke-21, Cho Kyuhyun. Demi Tuhan, kau tidak mengenal jasa antar makanan? Uangmu tidak akan habis hanya untuk melakukan itu! Kau membuatku merasa menjadi istri yang buruk, Kyu.” Tubuh Rae Ah bergetar. Ia menangis. Rae Ah tidak pernah ingin melihat suaminya terbaring sakit.

Kyuhyun menarik Rae Ah ke dalam pelukannya.

“Aku minta maaf, Rae-ya.”

“Jika begini bagaimana bisa aku meninggalkanmu lagi?!” Rae Ah masih terisak dalam pelukan Kyuhyun.

“Maka jangan tinggalkan aku lagi, bahkan untuk sehari. Aku benar-benar bergantung padamu.”

“Ck! Satu minggu kemarin aku mengurus orang sakit, dan sekarang suamiku sakit. Demi Tuhan, kenapa kalian senang sekali membuatku khawatir, huh?” Rae Ah kembali menangis.

“Maafkan aku, nyonya Cho.” Kyuhyun mengelus kepala Rae Ah.

“Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Kibum hyung?”

“Kau dan Kibum oppa itu sama-sama tidak bisa untuk telat makan, tapi masih mengabaikannya. Kalian sama-sama lebih mementingkan pekerjaan. Kibum oppa sudah sembuh, sekarang. Makanya aku memutuskan untuk pulang.” Kyuhyun terkekeh melihat Rae Ah mengembungkan kedua pipinya.

“Syukurlah. Ah, kau belum memberikanku morning kiss.”

“Tidak ada morning kiss selama kau sakit!” Rae Ah beranjak meninggalkan Kyuhyun yang diam-diam tersenyum.

Akan kupastikan Lee Donghae benar-benar terhapus dari hatimu, nyonya Cho. Batin Kyuhyun.

 

***

 

“Rapat selesai. Sekali lagi selamat atas kemenangan kita.” Kyuhyun berucap dengan senyum bangga menghiasi wajah tampannya. Perusahaan yang dipimpinnya kembali memenangkan tender mega proyek di Kyoto, Jepang.

Kyuhyun tidak langsung keluar dari ruang rapat itu. Ia memilih mempelajari berkas-berkas yang ada ditangannya.

“Selamat atas kemenangan anda, tuan Cho, tapi ini sudah waktunya makan siang.” Sebuah tangan menutup berkas yang sedang dipelajari Kyuhyun.

“Terima kasih, nyonya Cho, sebentar lagi aku akan makan.”

“Tidak sebentar lagi, tuan Cho, tapi sekarang. Ikuti aku!” Rae Ah melenggang keluar ruangan. Sejak kapan istriku menjadi seorang diktator? Batin Kyuhyun.

 

“Nyonya Cho, sejak aku sakit, kau berubah menjadi seorang diktator.”

“Salahmu. Oh, mulai besok aku menjadi asisten pribadimu di kantor. Abeonim sudah mengizinkannya.” Kyuhyun tersedak mendengar penuturan Rae Ah. Hampir saja ia menyemburkan makanannya keluar.

“Jangan main-main, Cho Rae Ah! Aku tidak mengizinkanmu!”

Abeonim sudah memberiku izin!”

“Suamimu adalah aku, bukan Cho tua itu!.”

“YA! Beliau ayahmu!” Kyuhyun menatap Rae Ah lalu memegang tangan Rae Ah yang bertebgger di atas meja.

“Aku tahu kau mengkhawatirkanku, Rae-ya. Aku tidak ingin istriku bekerja. Aku akan merasa telah menjadi suami yang tidak berguna jika istriku bekerja. Biarkan aku menjadi laki-laki yang bertanggung jawab.” Rae Ah balas menatap Kyuhyun yang tengah serius.

“Tugasmu adalah membelanjakan uang hasil bekerjaku untuk keperluan rumah tangga kita, mendampingiku, menghujaniku dengan cinta, dan melahirkan anakku. Kau mengerti, kan, sayang?” Kyuhyun mengelus lembut pipi kiri Rae Ah dengan tangan kanannya. Rae Ah mengangguk. Matanya sudah berkaca-kaca. Berkedip sekali saja, mungkin air itu akan jatuh.

“Kalau begitu berjanjilah untuk tidak membuatku khawatir. Sertakan aku dalam setiap perjalanan bisnis luar kota bahkan luar negerimu. Kau mau berjanji?” Kyuhyun mengangguk.

Permintaan itu tidak memberatkannya sama sekali. Ia sangat bahagia, istrinya begitu pengertian. Senyum cerah Kyuhyun pudar saat seseorang memangil Rae Ah.

 

“Kim Rae Ah?”

“Lee Donghae?” Rae Ah terkejut melihat kehadiran Donghae. Kyuhyun menatap tajam ke arah Donghae. Bagaimanapun Donghae adalah cinta pertama istrinya.

“Bagaimana kabarmu? Kau terlihat semakin dewasa.”

“Aku sangat baik. Kau, kemana saja, huh? Lupa pada sahabatmu?” Rae Ah berusaha mencairkan suasana yang canggung.

Donghae akan memeluk Rae Ah namun Kyuhyun menggagalkannya. Suami mana yang akan membiarkan istrinya dipeluk laki-laki lain? Terlebih laki-laki itu adalah cinta pertama sang istri.

“Jangan sembarangan memeluk istriku!” Ketiga orang itu menjadi pusat perhatian di dalam restoran.

“Istri? Cho Kyuhyun?” Donghae menunjuk Kyuhyun dengan mata yang melebar.

“Wae? Yeobo, kajja! Aku harus kembali ke kantor.” Kyuhyun menarik tangan Rae Ah.

“Ya! Appo! Aku pulang dulu, Donghae-ya! Annyeong!” Donghae mematung di tempatnya, menatap kepergian Kyuhyun dan Rae Ah. Ia memegang dadanya. Ada perasaan menyesal di sana.

 

“Kyu, kau marah?” Tanya Rae Ah hati-hati. Kyuhyun tidak kembali ke kantor, melainkan pulang bersama Rae Ah ke rumah. Kyuhyun tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia langsung masuk ke kamar.

“Kyu,”

“…”

“yeobo”

“Wae?” Rae Ah tersentak melihat mata Kyuhyun yang merah.

“Kyu, aku kan tidak melakukan apapun. Don’t be angry, please!” Ucap Rae Ah memohon. Tatapan Kyuhyun melemah. Kyuhyun memeluk tubuh langsing Rae Ah.

“Aku hanya takut, Rae-ya. Aku takut…” Suara Kyuhyun melemah. Rae Ah mengerti apa yang ditakutkan oleh Kyuhyun.

“Aku mencintaimu, aku sudah menjadi istrimu, apalagi yang kau takutkan, Kyu?” Rae Ah menangkupkan kedua tangannya pada pipi Kyuhyun.

“Aku takut kau akan meninggalkanku.”

“Kyu, bagaimana mungkin aku meninggalkan jantungku? Lee Donghae, namanya memang masih ada dalam hatiku. Akan tetapi percayalah, Kyu. Lee Donghae hanya ada dalam kenanganku, sebagai sahabat yang bertahun-tahun menemaniku. Sahabat. Hanya sahabat, Kyu.”

“Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku, Rae-ya.”

“Aku berjanji, Kyu.” Kyuhyun kembali memeluk Rae Ah. Kyuhyun akan menjadi sangat sensitif jika itu menyangkut Rae Ah, seperti saat ini.

“Ah, berhubung aku sudah di rumah, aku akan mengurungmu semalaman.” Rae Ah mendorong Kyuhyun begitu ucapan itu terlontar dari mulutnya.

“Apa maksudmu?”

“Nyonya Cho, kau tidak memberiku jatah selama aku sakit. Aku akan menagihnya hari ini.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Rae Ah. Ia menyeringai.

“Kau harus kembali beker…” Ucapan Rae Ah terhenti karena ulah Kyuhyun yang menciumnya. Rae Ah tidak bisa menolak jika Kyuhyun sudah menciumnya dengan penuh tuntutan. Ia hanya harus mengikuti kemauan Kyuhyun jika tidak ingin melihat suaminya itu merajuk lagi. Menghadapi seorang Cho Kyuhyun yang sedang merajuk akan jauh lebih sulit dibandingkan dengan menghadapi anak kecil.

 

——

 

“Menunggu lama?” Seorang perempuan tinggi kurus duduk di hadapan laki-laki yang sudah menunggunya sejak sepuluh menit yang lalu, di sebuah cafe yang bisa dikatakan cafe bersejarah bagi keduanya.

“Tidak. Cappucino?” Tawar sang laki-laki.

“Tidak. Aku tidak bisa berlama-lama, Lee Donghae.” Donghae tertegun.

“Kenapa? Kyuhyun melarangmu?”

Ani. Kyuhyun tidak pernah melarangku. Jadi, ada hal penting apa yang ingin kau bicarakan?”

Donghae kembali tertegun. Perempuan yang ada di hadapannya sudah banyak berubah. Ah, sudah lama Donghae tidak bertemu dengan Rae Ah. Banyak yang akan berubah dalam kurun waktu tujuh tahun.

“Aku hanya ingin meminta maaf, Rae-ya. Aku laki-laki yang pengecut. Waktu itu aku memilih pergi untuk menghindarimu. Aku, aku sadar bahwa aku merindukanmu sebagai perempuan, bukan sebagai sahabatku. Sayangnya, aku menyadari itu saat aku sudah di Jepang. Maafkan aku.”

“Untuk apa meminta maaf? Kau tidak bersalah, Hae. Aku tidak marah padamu. Mungkin, seharusnya aku berterima kasih padamu.” Rae Ah mengulum senyum.

“Berterima kasih untuk apa?”

“Kau tahu? Setelah Kyuhyun mempermalukanku waktu itu, aku menjemput Kibum oppa di bandara. Di tengah perjalanan menuju rumah, aku melihat laki-laki yang aku cintai secara diam-diam, bermesraan dengan seorang gadis. Aku patah hati, Hae. Orang itu kau.” Kenang Rae Ah.

“Rae-ya…”

“Lalu aku memutuskan untuk ikut tinggal di Amerika dengan Kibum oppa. Malamnya, kau mengirimiku pesan singkat bahwa kau pergi ke Jepang. Keputusanku semakin kuat. Tidak ada lagi alasan untuk tetap tinggal di Korea. Aku tidak ingin pergi dengan meninggalkan masalah di Korea. Kau ingat Kyuhyun selalu membuatku naik pitam setiap saat? Untuk pertama kalinya aku berbicara serius dengannya sehari sebelum aku berangkat ke Amerika.” Rae Ah menatap keluar. Cafe ini seluruh dindingnya dipenuhi oleh kaca. Tidak ada air mata, tidak ada nafas yang tersengal, hanya senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.

 

“Saat itulah, Kyuhyun mengatakan bahwa ia menggangguku agar ia bisa mendengar suaraku, melihat mataku. Benar-benar cara yang konyol. Kyuhyun memintaku untuk pergi, bahkan ia rela jika aku hanya menjadikannya sebagai pelarian saja. Aku sadar, aku harus melupakanmu. Aku memintanya untuk menungguku, dengan senang hati ia mengangguk. Dan benar saja, Kyuhyun benar-benar menungguku lima tahun lamanya.” Rae Ah menitikkan air mata. Ia ingat betapa gigihnya Kyuhyun menunggu selama itu. Tidak ada alasan baginya untuk menghianati cinta Kyuhyun. Donghae hanya diam mendengarkan cerita Rae Ah. Dadanya bergemuruh. Ia merutuki kebodohannya.

 

“Jika kau tidak membuatku patah hati, mungkin hingga saat ini aku tidak akan menyadari cinta Kyuhyun yang begitu besar dan aku tidak akan mencintai begitu besar pula.”

“Aku tahu. Selamat atas pernikahanmu.” Ucap Donghae getir.

“Aku harus pergi, Hae. Annyeong.” Rae Ah berdiri. Baru akan melangkah, namun tangan kekar menariknya, membuatnya berbalik. Seketika bibirnya menempel pada bibir laki-laki yang menariknya. Mata Rae Ah membola. Lee Donghae, laki-laki itu telah lancang mencium seorang perempuan yang telah bersuami. Adegan itu menjadi tontonan gratis bagi para pengunjung cafe.

 

Kyuhyun, laki-laki itu mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras. Baru satu langkah kakinya memasuki cafe, matanya sudah ‘dimanjakan’ dengan pemandangan yang diciptakan oleh Donghae. Kyuhyun melangkahkan kakinya lebar-lebar. Dirinya kini sudah dipenuhi amarah. Wajahnya merah padam.

Setelah sampai di dekat Rae Ah dan Donghae, Kyuhyun menarik Rae Ah hingga membuat Rae Ah kini berdiri di belakang punggungnya. Kyuhyun melayangkan tinjunya pada wajah Donghae. Pukulan demi pukulan ia layangkan pada laki-laki yang telah mencium istrinya. Suasana cafe berubah menjadi riuh akibat ulah Kyuhyun. Rae Ah terkejut dan ketakutan melihat suaminya begitu brutal memukuli Donghae. Ia berusaha menghentikan Kyuhyun, namun gagal. Kyuhyun tidak menggubrisnya. Kyuhyun baru berhenti memukul Donghae setelah Rae Ah memeluknya. Kyuhyun takut pukulannya akan mengenai Rae Ah.

“Lepaskan aku!”

“Shireo! Hentikan, Kyu. Aku mohon.” Kyuhyun melepas paksa pelukan Rae Ah. Ia menatap tajam mata Rae Ah.

“Kyu…”

“Kita bercerai saja, Kim Rae Ah! Akanku pastikan lusa kau sudah menerima surat panggilan dari pengadilan.” Kyuhyun berbalik, meninggalkan Rae Ah yang kini sudah terduduk di lantai karena kakinya sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri. Dadanya sesak. Sangat sakit. Secepat itu Kyuhyun mengambil keputusan.bahkan Kyuhyun memnggilnya dengan Kim Rae Ah, bukan Cho Rae Ah. Rae Ah menangis sejadi-jadinya tanpa mempedulikan tatapan jijik dari pengunjung cafe.

“Rae-ya..” Donghae berusaha menenangkan Rae Ah.

“PERGI! AKU MEMBENCIMU, LEE DONGHAE!”

 

 

BRAK!! Kyuhyun menutup pintu kamarnya dengan kasar. Kyuhyun tidak pernah menyangka, niatnya untuk makan siang harus menghasilkan emosi yang begitu sulit untuk dibendung. Kyuhyun mengacak-acak meja rias, membuat semua barang yang ada di atas meja itu terjatuh, berserakkan di lantai. Ia mengerang frustasi, merutuki dirinya yang begitu gegabah mengambil keputusan. Bagaimana mungkin ia memutuskan bercerai dengan Rae Ah sedangkan Rae Ah adalah nafasnya. Kyuhyun melempar kaca rias dengan jam tangan yang baru saja dilepaskan dari tangannya. Kaca itu pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.

Kyuhyun jatuh terduduk. Tidak ada air mata yang mengalir di wajahnya, namun dapat terlihat dengan jelas ekspresi kesakitan yang di rasakannya. Matanya memerah. Mata itu kemudian menatap salah satu pecahan kaca yang berukuran cukup besar di hadapannya. Cukup lama ia menatap pecahan kaca itu, kemudian ia ambil.

 

Kyuhyun menyeringai. Seringaian itu lebih terlihat menyedihkan daripada menyeramkan.

“Kau sudah menggali kuburmu sendiri dengan mengatakan akan menceraikan Rae Ah. Lebih baik kau mati sekarang saja, Cho Kyuhyun! Istrimu berciuman dengan laki-laki lain. Kau tidak pantas untuk hidup!” Racau Kyuhyun.

Kyuhyun mengarahkan ujung pecahan kaca itu pada urat nadi tangan kirinya. Kyuhyun memejamkan matanya seraya menggores tangannya. Perih, sakit, tapi tidak sebanding dengan sakit yang ada di hatinya. Kyuhyun membuka matanya untuk melihat hasil goresan di tangannya. Darah segar mengalir dengan deras di sana. Ia tersenyum miris melihat darah itu. Matanya sendu. Tubuhnya mulai melemas.

“Cho Kyuhyun! Demi Tuhan, apa yang kau lakukan?” Kyuhyun mengarahkan pandangannya pada perempuan yang baru datang. Ia menatap sinis perempuan yang kini tengah panik setengah mati melihat keadaan Kyuhyun.

Ambulance!” Perempuan itu cukup sigap untuk meminta pertolongan. Mata Kyuhyun mulai menutup.

“Kyu, andwae! Bertahanlah! Maafkan aku. Kyu, bangun! Aku bilang bangun, Cho Kyuhyun!!!”

 

***

 

Selang infus, ruangan berwarna putih, peralatan medis yang canggih, menjadi begitu akrab di mata Rae Ah. Sudah 24 jam sejak Kyuhyun ditangani dokter, namun belum ada tanda-tanda ia akan siuman. Wajah Rae Ah benar kusut, matanya sembab akibat menangis dan tidak tidur. Rae Ah tidak melakukan apapun. Ia hanya memegangi tangan kiri Kyuhyun yang diperban, memandangi wajah pucatnya. Ingin rasanya ia menggantikan posisi Kyuhyun.

Melihat Kyuhyun sakit demam saja sudah membuatnya kalang kabut. Rae Ah menyesali pertemuannya dengan Donghae. Seandainya saja ia tidak memenuhi keinginan Donghae. Ya, seandainya.

“Kyu, bangunlah! Aku minta maaf padamu. Seandainya saja aku tidak memenuhi keinginan Donghae. Maafkan aku, Kyu.” Lirih Rae Ah. Ia berharap Kyuhyun akan bangun dan meminta Rae Ah memeluknya, menciumnya, atau apapun yang diinginkannya.

“Demi Tuhan, aku tidak mengira Donghae akan melakukan itu. Saat aku akan pergi, tiba-tiba saja ia menarikku, dan semuanya terjadi begitu saja. Kyu, bangunlah!” Rae Ah mencium punggung tangan Kyuhyun.

“Kau boleh menampar atau bahkan memukulku, menyiksaku jika kau bangun nanti. Kau boleh melakukan itu, tapi aku mohon jangan ceraikan aku, Kyu. Aku tidak akan sanggup jika harus berpisah denganmu.” Tubuh Rae Ah bergetar akibat tangisannya. Rae Ah menelungkupkan wajahnya di kasur tempat Kyuhyun barbaring, mencium punggung tangan Kyuhyun.

 

Tubuh Rae Ah menegang saat ia merasakan ada sebuah tangan yang mengelus kepalanya. Rae Ah mendongak.

“Kyu! Kau sudah bangun? Syukurlah. Tunggu, aku akan memanggilkan dokter untukmu.” Rae Ah begitu bahagia melihat Kyuhyun sudah siuman. Kyuhyun memegang tangan Rae Ah, menahannya agar tidak melangkah. Rae Ah berbalik, mengurungkan niatnya untuk segera memanggil dokter.

“Wae?”

“Jangan tinggalkan aku! Kau, di sini saja.” Rae Ah menurut. Ia duduk di samping Kyuhyun. Air matanya tidak pernah berhenti mengalir.

Uljima!” Ucap Kyuhyun lemah. Laki-laki itu seperti melupakan kemarahannya.

“Kyu, terima kasih kau sudah bangun.”

“Aku sudah bangun dari tiga jam yang lalu, tapi aku menunggumu berbicara, jadi aku pura-pura masih tidur.” Mata Rae Ah membulat. Kyuhyun mengelabuinya selama tiga jam. Sulit dipercaya, sedang sakit saja masih bisa mengerjai orang lain.

MWO?! YA! Kau tidak tahu aku hampir mati melihatmu seperti ini, huh?”

“Mian, tapi aku ingin mendengarkan penjelasanmu tentang kejadian itu. Jika aku sudah membuka mata, aku tidak yakin ingin mendengarnya lagi. Aku tidak ingin melukaimu. Kau tahu sendiri bagaimana aku jika sudah tidak bisa menahan emosi.” Ucap Kyuhyun panjang lebar. Rae Ah langsung memeluk Kyuhyun yang masih berbaring.

“YA! Berat, bodoh!”

“Aku tidak peduli! Aku takut. Jangan lakukan itu lagi, Kyu. Kau sudah mendengar penjelasanku, jadi kumohon jangan ceraikan aku.”

“Tentu saja tidak, sayang. Menceraikanmu sama saja dengan mencabut nyawaku sendiri.” Rah Ah mengangkat kepalanya, menatap Kyuhyun yang berada di bawahnya.

“Gomawo.” Ucap Rae Ah. Ia mengecup kening Kyuhyun, lalu matanya, kemudian bibir Kyuhyun. Kyuhyun menyambutnya. Kyuhyun dan Rae Ah cukup lama saling melumat satu sama lain. Tangan Kyuhyun yang bebas dari infus bahkan sudah berada pada daerah sensitif Rae Ah.

“YA! Lakukan itu di rumah!” Rae Ah melepas ciuamannya, langsung berdiri menghadap ke arah pintu. Seseorang berdiri dengan berkacak pinggang di sana. Pipi Rae Ah memerah. Ia malu dipergoki seperti itu.

Oppa, bagaimana bisa kau ada di sini?” Tanya Rae Ah.

“Hyuk Jae meneleponku setelah ia menangani Kyuhyun. YA! Bocah tengik, bagaimana bisa kau mencoba untuk bunuh diri, huh? Apa perusahaanmu bangkrut? Uangmu habis? Atau ada perempuan yang tiba-tiba datang ke rumah kalian untuk meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya?”

“Jangan sembarangan bicara, hyung! Aku seperti ini karena adikmu!” Protes Kyuhyun. Hipotesa-hipotesa yang dilontarkan Kibum tidak masuk akal sama sekali.

“Adikku? Apa yang adikku lakukan?” Kibum menatap tajam Rae Ah yang tengah menunduk. Kyuhyun yang melihat itu hanya tersenyum.

“Seseorang menciumnya dan aku melihat itu. Hanya salah paham, hyung.” Jelas Kyuhyun.

“Whoa~ sepertinya kau benar-benar mencintai adikku. Bahkan kau rela mati, Kyu.”

“Kim Kibum! Kau sudah sampai?” Kibum yang merasa namanya dipanggil, menoleh ke sumber suara.

“Pertanyaan yang sangat bodoh untuk dilontarkan oleh dokter sepertimu, Lee Hyuk Jae!” Cibir Kibum.

“YA! Apakah Amerika tidak mengenal basa-basi? Kau benar-benar menyebalkan, Kim Kibum!”

“Sudahlah, lebih baik sekarang kau temani aku makan. Aku belum makan sama sekali.” Kibum merangkul pundak Hyuk Jae, menariknya untuk keluar. Tidak ada penolakkan, karena Hyuk Jae mengerti maksud Kibum.

 

“Cepat sembuh, Kyu. Aku merindukanmu.” Rae Ah memeluk Kyuhyun.

“Aku juga merindukanmu.”

“Kyu, jangan pernah berpikir bahwa aku akan menghianatimu. Ruang di hatiku sudah penuh dengan namamu. I’m yours, tuan Cho.” Kyuhyun tersenyum tulus mendengar ucapan Rae Ah. Diam-diam air mata sudah mengalir dari sudut matanya.

“Baiklah. Kalau begitu, ayo kita buat anak!”

YA! Pervert! This is hospital, Cho Kyuhyun!”

Did you think that we’ll do it right now? Good idea!” Goda Kyuhyun.

What? NO!”

“Just kidding, darling. Come on, hug me again!” Kyuhyun menarik Rae Ah kembali ke dalam pelukannya. Diciuminya puncak kepala Rae Ah dengan penuh kasih.

Let’s live together till we get old! I love you so much, Cho Rae Ah.”

I love you too, Cho Kyuhyun.”

 

Kebahagian malam ini tidak hanya milik Kyuhyun dan Rae Ah, tetapi juga milik dua orang laki-laki yang tengah menguping. Kim Kibum dan Lee Hyuk Jae saling melempar senyum, lalu pergi meninggalkan kamar rawat Kyuhyun.

Berbahagialah hingga kematian menjemput dan memisahkan kalian. Batin Kibum.

 

THE END

Gak jelas? Gak nyambung? Gak dapet feel-nya? Okesip, saya tahu itu. Terima kasih sudah mau membaca karya saya ini. jangan lupa komennya! See ya!

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

35 thoughts on “I’m Yours (Sequel of Wait For Me)”

  1. Sumvehhh ddaebak bner dah ni epep .. Ayee ampir kejang” krna si kyu romantis bingit.. -,- kyaaa nan neomu johaeyo author-nim …

  2. asiiiik ada sequel’a 😀 gomawo eon 😉
    deg2an ih tkt sad ending 😦 tapi engga 😀
    keren sequel’a! feel’a dpt bgt!!! takut, sedih, so sweet~
    pko’a ska bgt lh smw kisah kyurae!! semangat selalu ya eon jng bosen2 bwt ff kyurae ({})
    yowes sini hae kibum sama aq aja lah 😛

  3. Duhhh serius deh kasian sama kyuhyunnya tp tingkah dia tuh kadang lucu hehe

    Segitu cintanya sama rae ah ya sampe2 abis blg mau cerai langsung ngamuk2 di rmh trs bunuh diri, ya ampun cho cho -,-

  4. yg ini ada sequelnya. knppa yg my protectif hubby gk di kasih sequel.. padahal seru tuh. huh tak apa lah. nexxt. oh iya aku readers baru sallken thor

  5. tu donghae resek banget sih pake cium seenaknya bikin orang tengkar aja untung kyu ketahuan rae ah waktu mo bunuh diri tu dan berakhir dengan sweat

  6. syok berat pas kyuhyun lgs minta cere gitu aja asli hahahah trs entah kenapa ngakak itu mau bunuh diri dengan cara yg kaya gitu, cowo loh soalnya itu si kyuhyunnya yg kaya gitu hahah ini mau baca fate malah jd baca2 yg lain hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s