We’ll fight for Our Love

Nama: Kyubum Girl

Title: We’ll fight for Our Love

Tags: Cho Rae Hyun, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Cho Rae Jin.

Genre: Romance, maybe Sad?

Rating: PG

Length: One-Shot

ini ff yang kedua yang aku post disini. semoga memuaskan ^^ aku gak jamin feelnya dapet, tapi…. yasudahlah, jangan lupauntuk comment ya ^^

We’ll fight for Our Love

“Malam ini kita makan di luar. Kau harus datang, Cho Rae Hyun!” Ucap seorang laki-laki paruh baya ketika seorang gadis telah duduk di sebelahnya.

“Aku ada kuliah sampai jam setengah tujuh malam nanti, appa.” ucapnya santai sambil memasukkan sandwich ke mulutnya.

“Kalau begitu, kau bisa langsung kesana.” balas sang ayah tidak kalah santai.

“Baiklah, terserah!”

“Kyuhyun dan Rae Jin juga akan datang.” tambah sang ayah. Aku tidak peduli. Batin Rae Ah.

“Aku berangkat!” ucapnya datar tanpa melirik ayah dan ibunya. Tampaknya mereka sudah biasa dengan kelakuan anak bungsunya itu.

“Bahkan Kyuhyun saja tidak secuek itu.” gumam sang ibu lirih.

“Anak itu benar-benar duplikat seorang Kyuhyun. Hanya saja dia lebih parah.” balas sang ayah.

Cho Rae Hyun adalah anak ketiga dari pasangan tuan dan nyonya Cho. Berbeda dengan kakaknya –Rae Jin- yang cenderung manja, banyak inginnya dan ambisius namun ramah, maka Rae Ah cenderung memiliki sifat yang sama dengan Kyuhyun. Cuek, dingin, tidak macam-macam, serta jauh dari kata ambisius. Rae Hyun bahkan lebih parah dari Kyuhyun. Sayangnya, meskipun banyak kesamaan, Kyuhyun dan Rae Hyun tidak begitu dekat. Mereka hanya akan saling menyapa jika kebetulan ada di tempat yang sama. Ketika kecil, mereka sebenarnya dekat, hanya saja, entah kenapa Rae Hyun menarik diri dari kakaknya. Sulu, Rae Hyun bahkan cenderung manja pada Kyuhyun.


Semilir angin di musim gugur yang begitu dingin menusuk hingga ke tulang membuat Rae Hyun merapatkan jaket tebalnya. Ia baru saja keluar dari ruang kuliahnya. Perawakannya yang tinggi, kulit putih, rambut coklat lurus melebihi bahu, dan termasuk mahasiswi populer -sama populernya dengan Kyuhyun-, tatapannya yang selalu dingin dan cuek tidak mempengaruhi jumlah fansnya. Tentu saja Kyuhyun populer. Ia adalah anggota termuda dari grup Super Junior.

Rae Hyun berjalan gontai di koridor kampusnya. Setiap hari rabu jadwalnya memang selalu padat. Perempuan yang sangat tergila-gila dengan dunia jurnalistik itu selalu menyibukkan diri di ruang pers universitas Kyunghee. Bahkan tidak ada jadwal pertemuan dengan kekasihnya di hari rabu. Gadis itu mendesah kasar. Pikirannya mulai menjelajahi masa lalu, masa dimana ia dipaksa untuk kuliah jurusan bisnis di universitas yang sama dengan Kyuhyun. Impiannya untuk menjai wartawan yang diakui dunia harus berakhir karena keegoisan kedua kakaknya. Ya, Rae Hyun selalu menganggap bahwa kedua kakaknya begitu egois melimpahkan keinginan ayahnya kepadanya. Seandainya  kedua kakaknya itu mau mengalah, mungkin ia sudah menjadi mahasiswi jurnalistik.

“Appa memintaku untuk menjemputmu. Kajja!” Suara bass yang datang secara tiba-tiba dari arah belakang itu tidak gubrisnya. Ia hanya melirik sekilas lalu melanjutkan langkahnya, bahkan tanpa melirikpun gadis itu tahu siapa pemilik suara itu. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah hapal betul dengan sifat adik bungsunya.

“Seorang Cho Kyuhyun mau menjemputku? Daebak!” ucap Rae Hyun datar namun penuh dengan sindiran ketika mobil milik Kyuhyun telah melaju. Kyuhyun hanya menoleh ke arah adik bungsunya itu.

“Super Junior Kyuhyun menjemput seorang mahasiswi di Universitas Kyunghee tadi malam.” Kyuhyun tahu betul maksud dari kalimat yang baru dilontarkan Rae Hyun. Rae Hyun memang suka menyindirnya dengan kalimat yang ia buat untuk judul artikel.

“Kau akan tetap kesana?” tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. “Aku bisa mengantarmu pulang jika kau tidak mau kesana.” lanjutnya.

“Sepertinya kau mengetahui sesuatu.” balas Rae Hyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. Kyuhyun menghela napasnya dengan kasar. Ia memang tahu sesuatu. Kyuhyun memang mengetahui rencana yang telah disusun oleh orang tuanya.

“Jangan dipikirkan! Menyetir saja dengan benar jika kau tidak mau menjadi headline news karena kecelakaan besok pagi.” Rae Hyun tahu betul kebiasaan Kyuhyun jika ada sesuatu hal dianggapnya buruk. Menghela napas dengan kasar.

Kyuhyun dan Rae Hyun telah sampai di restoran yang ditunjuk orang tuanya. Berbagai pertanyaan muncul dibenak Rae Ah ketika didapatinya Kibum -kekasihnya tengah duduk di tengah-tengah keluarga Cho bersama kedua orang tuanya. Tanpa menyapa siapapun, Rae Hyun langsung duduk di samping Kyuhyun yang telah lebih dulu duduk berhadapan dengan Kibum.

“Beri salam pada keluarga Kim.” ucap tuan Cho pada Rae Hyun dan Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

“Annyeonghasimnikka, paman dan bibi Kim.” ucap Rae Hyun dan Kyuhyun bersamaan.

“Cho Rae Hyun imnida.” Rae Ah menatap Kibum seakan meminta penjelasan atas ini semua.

“Aigoo, anak-anak perempuan keluarga Cho cantik sekali” Puji tuan Kim yang disambut oleh senyuman ramah dari para orang tua dan Rae Jin -tentu saja. Anak tengah keluarga Cho ini memang sangat ramah.

“Baiklah, karena sudah lengkap, kita mulai saja. Eottae?” Tanya tuan Kim. Apa sesuatu yang buruk akan menimpaku malam ini? Ada apa dengan Kyuhyun oppa? Dia terus menatapku dengan tatapan seakan dia sedang merasa iba padaku? Batin Rae Hyun.

“Kami para orang tua telah memutuskan untuk menjodohkan Kibum dengan Rae Jin. Kami merasa mereka akan menjadi pasangan yang cocok.” Lanjut tuan Kim.

Mendengar ucapan tuan Kim membuat tubuh Rae Hyun melemas. Bagaimana bisa mereka menjodohkan Rae Jin dengan kekasihku? Batin Rae Hyun. Kyuhyun dan Kibum hanya menunduk, tentu saja mereka sudah tahu rencana ini sebelumnya. Hanya Kyuhyun yang mengetahui hubungan antara Kibum dan Rae Hyun adiknya. Hanya Kyuhyun juga yang diberitahu oleh Kibum tentang perjodohan ini. Kibum dan Kyuhyun menatap rae Hyun yang sekarang menunduk dan terlihat sedang menahan amarahnya.

“Kami tidak menerima penolakkan.” tambah tuan Cho. Dilihat dari gelagatnya, Rae Jin tentu saja senang dengan perjodohan ini. Rae Jin sebenarnya adalah penggemar Kibum, tentu saja ia akan senang jika dijodohkan dengan idolanya sendiri.

Takdir macam apa ini? Jerit Rae Hyun dalam hatinya. Sesak sekali rasanya. Selama ini ia tidak pernah meminta apapun pada orang tuanya. Ia tidak pernah marah ketika Rae Jin merebut mainan kesayangannya waktu kecil, ia tidak pernah marah ketika ayahnya memberikan mobil yang lebih mewah dari miliknya pada Rae Jin, ia tidak lagi iri ketika Kyuhyun lebih dekat dengan Rae Jin. Untuk kali ini, ia tidak ingin membiarkan cintanya menjadi milik orang lain. Ia harus egois. Kibum adalah satu-satunya lelaki yang telah membuatnya bertekuk lutut dan membuatnya selalu nyaman. Kibum adalah satu-satunya tempat Rae Hyun berkeluh-kesah tentang semua masalahnya.

Cinta yang begitu besar juga dirasakan oleh Kibum. Ia tidak ingin dipisahkan secara paksa dengan satu-satunya perempuan yang paling dicintainya itu.

“Andwae!” “shireo!” bantah Rae Hyun dan Kibum bersamaan. Semua mata menatap Rae Hyun dan Kibum bergantian.

“Ada apa denganmu, Cho Rae Hyun?” tuan Cho terlihat sangat marah.

“Aku dan Rae Hyun, kami saling mencintai, ahjussi, appa.” bela Kibum. Ia menatap ayahnya an tuan Cho bergantian. Ia tahu para orang tua itu akan marah, tapi ia harus memperjuangkan cintanya. Pengakuan Kibum itu membuat kedua keluarga kaget bukan main, kecuali Kyuhyun. Ia sangat tahu Kibum sangat mencintai adiknya.

Perjuangkan cinta kalian. Batin Kyuhyun. Kyuhyun ingat sekali bagaimana seorang Kim Kibum meneleponnya dengan nada bicara yang dapat ditebak, orang itu baru saja menangis. “Aku akan dijodohkan dengan Rae Jin, adikmu, Cho Kyuhyun. Kau sangat tahu betapa aku sangat menyayanginya. Aku menyayangi adikmu yang lain, Kyu. Aku menyayangi Rae Hyun. Eotteokhaji?” ucap kibum waktu itu.

“Aku juga mencintaimu, oppa.” Rae Jin membuka suaranya. Tentu saja Raehyun juga tidak ingin mengalah. Jangan lupakan sifatnya yang ambisius. Gadis itu sangat geram.

“Biarkan Rae Hyun dan Kibum hyung bersatu, appa.” ucap Kyuhyun tegas. Kyuhyun hafal betul jika Rae Jin sudah seperti itu, orang tuanya tidak bisa menolak dan lebih memilih untuk mengabaikan Rae Hyun.

“Selama ini aku tidak pernah meminta apapun dari kalian. Aku tidak marah ketika Rae Jin eonni mendapatkan mobil yang lebih mewah. Aku tidak pernah berusaha lebih dekat dengan Kyuhyun oppa karena aku tau eonni tidak akan suka. Setelah itu semua, apakah aku tidak boleh mempertahankan cintaku?” Kalimat demi kalimat keluar dari mulut mungil Rae Hyun yang bergetar menahan tangis. Nyonya Cho meneteskan air mata mendengar ucapan anak bungsunya. Ia tersadar bahwa selama ini Rae Hyun tidak pernah menuntut apapun. Rae Hyun bahkan menurut saja ketika dipaksa untuk kuliah jurusan bisnis padahal cita-citanya adalah menjadi seorang jurnalis yang diakui dunia.

“Kami sudah menjalin hubungan selama tiga tahun. Jika dengan menceritakan bagaimana perjuangan kami hingga akhirnya kami bersama bisa mengubah keputusan kalian, aku bersedia menceritakannya saat ini juga.” timpal Kibum. Rae Jin menatap Kibum dan Rae Hyun bergantian, menatap mereka dengan sinis.

“Kami sudah memikirkan perjodohan ini matang-matang. mana mungkin kami membatalkannya?” geram tuan Kim.

“Appa..” Belum sempat Kyuhyun mengeluarkan apa yang ingin dikatakannya, tuan Cho sudah memotongnya.

“Jangan ikut campur, Cho Kyuhyun!!”

“Kalau begitu, kalian akan melihat kisah Romeo dan Juliet itu terjadi di depan mata kalian sendiri. Meskipun hanya sang Juliet yang mati, setidaknya ia tidak akan lagi tersiksa…”

“Jangan main-main, Cho Rae Hyun!!” bentak tuan Cho.

“Kim Kibum, aktor jebolan Super Junior membunuh dirinya sendiri di hadapan keluarganya dan keluarga Cho.” “Cho Rae Ah, putri bngsu dari pengusaha Cho membunuh dirinya sendiri di hadapan keluarganya dan keluarga Kim.” ucap Kibum dan Rae Ah bersamaan. Biasanya mereka akan mengeluarkan kalimat yang menirukan headline news ini untuk bahan bercandaan, tetapi tidak untuk kali ini. Mereka menggunakan ini sebagai ancaman.

Isakan nyonya Cho dan nyonya Kim semakin menjadi mendengar anak mereka begitu saling mencintai dan rela mati demi memperjuangkan cinta mereka.

“Biarkan mereka, yeobo.” ucap nyonya Kim.

“Aku tidak akan hidup bahagia jika menikah dengan orang yang mencintai adikku. Restui mereka, appa.” tidak ada setitikpun air mata di wajah Raehyun. Namun dalam hatinya ia merasakan begitu sesak. Bukan karena cintanya ditolak, tapi lebih karena ia akhirnya mengetahui perasaan adiknya.

“Baiklah, terserah saja. Berterima kasihlah pada Rae Jin!” tuan Cho akhirnya pasrah. Kelegaan menyelimuti hati nyonya Kim dan nyonya Cho , begitupun Kyuhyun.

“Cih. Sampai saat inipun appa akan memutuskan apa yang menjadi keputusanmu, eonni. Kyuhyun oppa saja tidak berpengaruh pada appa. Tapi kali ini aku harus berterima kasih padamu. Jeongmal gomawo, Cho Rae Jin.” tuan Cho terhenyak mendengar penuturan Rae Hyun. Benarkah yang dikatakan anak bungsunya itu? Ia teidaIa tidak bermaksud membedakan anak-anaknya.

“Gomawo, Cho ahjussi. Aku rasa, appa tidak keberatan. benarkan, appa?”


Saat ini alam bersemi dengan indahnya. Bunga-bunga bermekaran bersamaan dengan komponen alam yang lain yang juga mulai tumbuh. Musim semi menjadi musim favorit pasangan yang sedang menyusuri indahnya senja di sungai Han. Tangan mereka saling bertaut kuat. Meskipun harus memakai perlengkapan untuk menyamar -kacamata dengan topi hitam- dan dihujani tatapan aneh orang-orang di sekitarnya, laki-laki itu merelakannya demi merayakan hari jadi mereka yang keempat.

“Cinta kita bersatu ketika awal musim semi empat tahun yang lalu dan hampir gugur di musim gugur beberapa waktu lalu.” ucap sang perempuan memecah keheningan yang sengaja mereka ciptakan demi menikmati keindahan sungai Han. Sang laki-laki menghadapkan tubuhnya pada perempuannya.

“peristiwa di musim gugur itu menjadi pukulan telak bagiku. Cho Rae Hyun, setelah empat tahun yang penuh perjuangan itu kita lalui, membuatku tidak ingin membuang waktu lagi.”

“Apa maksudmu, oppa?”

“Aku, Kim Kibum, menginginkan kau, Cho Rae Hyun untuk menjadi orang pertama yang aku lihat di pagi hari dan orang terakhir yang aku lihat di malam hari. Aku ingin kau menjadi penghilang rasa lelahku ketika aku pulang ke rumah. Aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anakku.” Rae Hyun terpaku mendengar untaian kalimat yang diucapkan Kibum -kekasihnya.

“Would you marry me?” belum sempat Rae Hyun menjawab, kibum telah memasangkan sebuah cincin di jari manis Rae Hyun. Senyuman mencul di wajahnya yang tampan.

“Cincinnya sudah melingkar di jarimu. Artinya, bulan depan kita menikah!”

“Kau memaksaku, oppa.” Rae Ah mempoutkan bibirnya.

Kibum hanya terkikik geli melihat tingkah calon istrinya itu lalu memangkas jarak antara wajahnya dengan wajah Rae Hyun. Semakin dekat sampai akhirnya bibirnya menyentuh bibir Rae Hyun. Ciuman itu semakin dalam ketika Rae Hyun mulai membalasnya. Melalui ciuman itu mereka seakan saling menyalurkan kebahagian satu sama lain.

“Saranghae, oppa.” ucap Rae Hyun ketika ciuman mereka berakhir.

“Nado saranghae, baby.”

“Kim Kibum, aktor jebolan Super Junior melamar anak bungsu pengusaha Cho di pinggiran sungai Han.”

“Kau merusak suasana, Cho Rae Ah.”


Cinta yang bersatu setelah perjuangan pantas untuk tetap diperjuangkan hingga akhir.

THE END.

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

10 thoughts on “We’ll fight for Our Love”

  1. Bingung,nmnya 2 buat kepalaku pusing.q ada saran nh kdng km msngn rae ah 5 seunghyub,kibum atau kyuhyun.n 2 membuat feelnya krng.jd mending km putsn rae ah 2 couple cp??kibum 5 cp?seunghyub 5 cp n strsnya

  2. Nah ini aq bingung… Aq mao baca sequelnya tpi kok kbingungan d sini ya… Aq kbingungan d nama Mrk… Ada yg bisa jlsin gk…. Maaf ya dgn komen aq yg ini, tpi seriusan aku k bingungan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s