Wait for Me

Nama : Kyubum Girl
Judul Cerita : Wait for Me
Tags : Cho Kyuhyun, Kim Rae Ah (OC), Kim Kibum, Lee Donghae
Genre : Romance
Rating : PG
Length : One-Shot

 

I needs your comment.

 

***Wait for Me***

“jatuh cinta pada sahabat sendiri, fiuh! menggelikan!” ucap seorang pria ketika gadis berambut hitam dengan matanya yang kecoklatan melintas di depannya. Gadis itu menoleh sedikit, kemudian kembali melangkah. Abaikan! Pekiknya dalam hati.

“Kim Rae Ah jatuh cinta pada Lee Donghae” ucap pria itu lagi dan berhasil menghentikan langkah gadis yang digodanya. Gadis itu geram lalu membalikkan tubuhnya. Bagaikan disiram air dari kutub utara, tubuhnya kini membeku. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang pria yang sama membekunya dengan gadis itu tengah berdiri di sebelah pria yang membuatnya geram.

“Surprise! Hei, kenapa kalian hanya saling memandang?” tanpa rasa berdosa sama sekali, pria itu berucap lagi.

Cho Kyuhyun! Batin gadis itu geram. Tubuhnya memang membeku. Tidak bergerak sama sekali. Akan tetapi pikirannya terlalu banyak berargumen. Ia malu karena kedoknya kini telah terbongkar. Ia juga geram atas sikap pria yang disebutnya dengan nama Cho Kyuhyun. Ia takut Lee Donghae, sahabatnya akan menjauhinya.

Gadis itu mengerjap setelah handphone yang digenggamnya berdering. Thank’s god! Gumamnya dalam hati ketika ia melihat nama Kim Kibum di layar handphonenya.

“yoboseyo,” Gadis itu melirik ke arah sahabatnya yang sekarang tengah berkutat pula dengan handphonenya.

“Nado bogoshipeo, oppa..”

“…”

“Ara.”

“…”

“Ani! Nan gwenchana!” Gadis itu menutup teleponnya dan berlalu dari dua orang pria yang tengah menatap kepergiannya. Keduanya memiliki tatapan yang tidak dapat dimengerti.

“Apa maksudmu, Cho Kyuhyun?” Pria dengan bibir seksi menatap pria di sampingnya.

“Aku?”

“Kau, untuk apa mempermalukan Rae Ah seperti itu?” geramnya.

Bukannya menjawab, Kyuhyun malah melangkah dan berlalu meninggalkan Donghae.

‘Benarkah apa yang dikatakan Kyuhyun, Kim Rae Ah?’ batin Donghae.


“YA KIM RAE AH!” teriak seorang pria frustasi karena dari tadi panggilannya diabaikan.

“Ahjussi! Kenapa kau berteriak?! Aku tidak tuli, pabo!”

“Aku sudah memanggil puluhan kali, nona Kim. YA! Siapa yang kau panggil ahjussi, huh?” sebuah jitakan mendarat di kening Rae Ah. Gadis itu meringis.

“Oppa, aku ingin ikut kau ke Amerika saja.” ucap gadis itu tiba-tiba. Mimik mukanya berubah serius.

“Mwo? Aku saja baru tiba di Korea ini, nona Kim.  Kau sudah mengajakku kembali ke Amerika!”

“Kim Kibum! Aku tidak tahan disini! Aku ingin menghilang dari peradaban Korea.” Suara Rae Ah memelan mengingat kejadian tadi. Kejadian yang membuatnya merasa telah kehilangan muka. Kibum merasakan ada yang aneh dengan adik perempuannya. Sepengetahuannya, adiknya itu sangat mencintai Korea dan tiba-tiba saja ingin ke Amerika.

“Wae? Kau patah hati?” Tanya Kibum setengah menggoda.

“Lebih dari sekedar patah hati.” jawab Rae Ah. Matanya membulat ketika gadis itu melihat seseorang yang sengat ia kenal sedang berciuman di taman yang ia lewati. “Oppa, berhenti!” ucapnya refleks. Kibum menghentikan mobilnya sekaligus.

“KAU MEMBUAT…” Kibum menghentikan teriakannya setelah dilihatnya Rae Ah tengah menangis. Kibum mengikuti arah pandang adiknya dan Bingo! Tebakannya tentang Rae Ah yang patah hati terbukti. Rae Ah menangisi dua orang yang berangkulan mesra serta saling mengecup. Apa mereka pikir ini Amerika? Batin Kibum. Ia kembali menjalankan mobilnya tanpa menunggu persetujuan perempuan di sebelahnya. Tidak ada bantahan apapun dari Rae Ah. Gadis itu hanya menangis dalam diam. Ia merutuki dirinya yang telah berani mencintai sahabatnya sendiri. Bodoh! Kenapa kau tidak pernah melihatku, Lee Donghae?

 


Kibum menghela nafasnya kasar. Ia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa adiknya itu bertahan dengan cinta tak berbalasnya. Bagaimana bisa adiknya yang periang, selalu terlihat baik-baik saja, memendam luka karena cinta tak berbalasnya. Bagaimana bisa adik kesayangannya itu baru menceritakan semua padanya, setelah memendam perasaan itu lima tahun ini. Kibum menatap wajah halus Rae Ah yang sedang terlelap. Dielusnya dengan lembut rambut hitam adiknya. Mata bulatnya begitu sembab akibat menangis tadi. Hari ini ia baru kembali dari Amerika setelah dua tahun menetap disana, tetapi sudah disuguhi pemandangan yang menyedihkan tentang adiknya.

 

Seoul National University

Rae Ah dan Kibum baru saja turun dari mobil dan langsung menjadi pusat perhatian. Kim Rae Ah adalah gadis yang cukup populer di kampus ini. Tentu saja ia akan menjadi pusat perhatian, ditambah kali ini ia datang bersama pria tampan yang baru mereka lihat.

“Aku merasa seperti buah pisang disini.” ucap Kibum menyenderkan badannya di mobil serta mengedarkan pandangannya.

“Wae?” tanya Rae Ah bingung dengan ucapan kakaknya.

“Mereka melihat kita seperti monyet di kebun binatang yang sangat antusias ketika melihat petugas membawakan mereka pisang.” jawab kibum cuek. Rae Ah tertawa mendengar celotehan kakaknya. Tawanya baru berhenti ketika dilihatnya Kibum menatap dirinya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“oppa wae?” tanya Rae Ah gugup diperhatikan seperti itu.

“ani. geunyang, neon usseulttae jel yeppeo, dongsaeng-ah” Rae Ah terkekeh geli. Ia tahu maksud kakaknya itu.

“Kau yakin ingin ke Amerika?” tanya Kibum. Ia ingin memastikan ucapan adiknya kemarin dan tadi pagi. Ya, tadi pagi Rae Ah meminta Kibum untuk membawanya ke Amerika.

“Apa aku terlihat main-main, oppa?” wajah Rae Ah berubah sendu.

“Baiklah, aku akan mengurusnya hari ini.” Rae Ah mengangguk.

“Oppa, gomawo.”

“Geureom. Aku pergi!” Kibum mengacak pelan rambut adiknya sebelum ia masuk ke dalam mobilnya dan tancap gas meninggalkan area kampus.

Tanpa Rae Ah sadari, di sudut yang tidak jauh darinya seorang pria menatap kemesraan ia dan Kibum dengan wajah sendu. Pria itu merasa nyeri di dadanya melihat gadis yang sudah ia sukai sejak awal mereka menuntut ilmu di universitas ini. Pria ini bahkan selalu mengikuti pergerakannya, bahkan ia bisa melihat ketika gadis itu menatap Lee Donghae dengan tatapan yang tidak biasa. Tatapan yang penuh kekaguman, dan perasaan-perasaan lainnya yang berbau cinta. Pria yang sama populernya dengan Rae Ah ini sayangnya tidak pernah bersikap baik terhadap gadis itu. Terakhir kali bahkan ia mempermalukan gadis itu di hadapan sahabat sang gadis. Cho Kyuhyun, ia melakukan semua itu hanya agar dapat berbicara dengan gadis itu dan menutupi kegugupannya jika melihat siluet gadis itu.

Kyuhyun memukul stir mobilnya. Ia keluar dengan mukanya yang berantakan. Ia begitu kesal dengan dirinya yang tidak bisa membuat Rae Ah jatuh hati. Bukan teriakan-teriakan dari wanita2 yang meneriakkan namanya seperti saat ini yang ia inginkan. Kyuhyun hanya menginginkan Kim Rae Ah, gadis yang sudah membuatnya gila itu memanggilnya dengan lembut dan sesering mungkin. Selama ini bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali Rae Ah memanggil namanya, meskipun dengan berteriak karena kesal. Kyuhyun berjalan gontai tanpa mempedulikan tatapan-tatapan kagum wanita-wanita yang dilewatinya. Langkahnya terhenti. Matanya menangkap sosok yang selalu ia pikirkan berdiri tidak jauh di hadapannya.

“Cho Kyuhyun.” Gadis itu menyebut namanya dengan nada biasa namun terdengar luar biasa bagi Kyuhyun. Ini pertama kalinya gadis itu memanggil Kyuhyun tanpa amarah dan kekesalan, padahal kemarin Kyuhyun telah membuatnya kesal.

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Ikut aku!” gadis itu membalikan tubuhnya dan melenggang pergi diikuti oleh Kyuhyun yang tengah bersorak dalam hatinya, namun wajahnya tetap datar tanpa ekspresi.

Mereka -Kyuhyun dan Rae Ah- kini berada di tamam belakang kampusnya. Taman dengan rumput yang luas. Taman yang langsung menjadi tempat favorit Kyuhyun ketika ia tahu bahwa tempat ini adalah tempat favorit Rae Ah. Baiklah, Kyuhyun memang menyukai segala hal yang berhubungan dengan gadis itu, terkecuali Lee Donghae.

“Ada apa?” Kyuhyun memecah keheningan dengan suara yang dibuatnya sedatar mungkin.

“Sejak dari awal kita bertemu di universitas ini, kau tidak pernah bersikap baik padaku. Apakah aku pernah membuat kesalahan sehingga membuatmu seakan-akan benci padaku.” ucap Rae Ah panjang lebar. Kyuhyun diam. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

“Aku minta maaf jika aku pernah membuat mu kesal. Aku hanya tidak ingin pergi dengan damai, tanpa ada percekcokan dengan siapapun.” Kyuhyun tersentak. Gadisnya akan pergi? Tidak. Kyuhyun tidak ingin gadis itu menghilang dari jarak pandangnya.

“Kau, akan pergi?”

“Emm. Tidak ada lagi alasan untukku tetap tinggal disini.” gumam Rae Ah lirih. ‘Bahkan Donghae sudah pergi ke Jepang. Dia hanya mengirimiku pesan semalam, Kyu.’ Batin Rae Ah.

“Tidak bisakah aku menjadi alasan untuk kau tetap tinggal disini?” Sontak Rae Ah membulatkan matanya mendengar pertanyaan Kyuhyun yang mengisyaratkan agar Rae Ah tidak pergi. Cara Kyuhyun mengucapkan kalimat itu benar-benar tidak biasa.

“Aku tidak ingin kau menghilang dari jarak pandangku, Kim Rae Ah. Tidak apa-apa jika kau bermesraan setiap hari dengan pria yang bersamamu tadi, tidak apa-apa jika kau terus menatap Donghae dengan penuh kagum, asal kau tetap berada dalam jarak pandangku.” ucap Kyuhyun lirih. Ia benar-benar tidak ingin Rae Ah menghilang dari jarak pandangnya. Ia akan gila, benar-benar gila! Rae Ah hanya mematung. Ia tidak habis pikir dengan sikap Kyuhyun.

“Aku mencintaimu, Kim Rae Ah. Selama ini aku selalu mengganggumu hanya untuk dapat berbicara denganmu, mendengar suaramu, melihat matamu.” Kyuhyun menunduk, mengumpulkan keberaniannya serta merangkai kata-kata agar tidak membuat Rae Ah tersinggung. Rae Ah hanya terpaku, tidak ada niat sedikitpun untuk membuka mulutnya. Bukan tidak ada niat sebenarnya, hanya saja ia terlalu terkejut mendengar pengakuan Kyuhyun yang tiba-tiba.

“Aku selalu berandai-andai ketika melihatmu tertawa lepas dengan Donghae. Seandainya aku bisa membuatmu tertawa. Kim Rae Ah, tidak bisakah kau belajar untuk melihatku?” Kyuhyun meraih tangan halus milik Rae Ah. Ditatapnya mata kecoklatan milik gadis itu. Mata yang selalu mebuat Kyuhyun terhipnotis jika menatapnya. Mata kecoklatan itu mengalirkan cairan bening.

“Aku tahu rasanya memiliki cinta yang tak berbalas. Itu sangat sakit. Apa kau sesakit itu?” Tanya Rae Ah dengan air mata masih mengalir.

“Ya, memang sakit. Akan lebih sakit lagi jika cintaku itu menghilang dari jarak pandangku.” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan air mata.

“Lihatlah aku, Kim Rae Ah. Aku ingin menjadi alasan agar kau tetap disini. Tidak apa-apa jika aku hanya menjadi pelarianmu saja, asal aku bisa melihatmu dalam hari-hariku.” Benarkah Kyuhyun akan rela jika Rae Ah hanya menjadikannya pelarian? Pria ini benar-benar sudah gila. Rae Ah berhambur ke dalam pelukan Kyuhyun yang langsung disambut oleh Kyuhyun dengan perasaan yang sedikit senang.

“Mianhae, aku tidak mencintaimu, Kyuhyun-ah. Hanya, bisakah kau menungguku?” Rae Ah terisak dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar merasa sedang melayang sekarang. Benarkah, gadis itu memintanya untuk menunggu?

“Aku akan datang padamu ketika aku mulai merindukanmu.”

“Aku akan menunggu, Kim Rae Ah. Selama apapun itu.” Rae Ah tersenyum. Ia yakin dengan keputusannya. Ia harus melupakan Lee Donghae. Five

Years Later…

Seorang pria meregangkan tubuhnya setelah menutup laptopnya. Ia benar-benar lelah. Diliriknya jam dinding yang ada di depannya. Pukul sembilan malam. Lalu dibukanya handphone yang seharian ini belum tersentuh. Tanggal 3 februari tertera di layar hitam itu. Banyak sekali pesan yang masuk untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya, namun tak ada satupun pesan dari gadis yang selama lima tahun ini ditunggunya. Gadis itu hanya mengirim pesan pada tanggal 3 februari setiap tahunnya. Hanya pada tanggal itu. Meski begitu, ia sangat bersyukur. Setidaknya ia tahu bahwa gadisnya berada di Amerika. Pria itu tersenyum mengingat ia pernah cemburu melihat gadis yang dicintainya bermesraan dengan seorang pria yang belakangan diketahui sebagai kakak kandung gadis itu. Benar-benar konyol. Pria itu terus menatap handphonenya. Berharap ia segera mengiriminya pesan.

“Kau menunggu pesanku, tuan direktur?” suara seorang gadis yang telah berdiri di hadapannya berhasil membuat pria itu mendongak. Gadis itu tersenyum kearahnya. Tidak ada respon dari pria di hadapannya, gadis itu mulai menyanyikan sebuah lagu.

“Saengil chukha hamnida

Saengil chukha hamnida

Saranghaneun Kyuhyunnie

Saengil chukha hamnida.” Pria itu menarik sang gadis ke dalam pelukannya. Ia ingin memastikan bahwa ini bukanlah sebuah mimpi. Bahwa gadis yang ditunggunya kini ada di hadapannya. “Aku merindukanmu, Cho Kyuhyun. Untuk itu, hari ini aku datang padamu. Apakah aku belum terlambat?” Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Tentu saja belum dan tidak akan pernah terlambat, Kim Rae Ah. Aku sangat merindukanmu.” Kyuhyun menitikan air matanya. Ia benar bahagia saat ini. Gadis dalam pelukannya ini, Kim Rae Ah, menjadi kado terindah di hari ulang tahunnya. Rae Ah akan melepaskan pelukannya namun Kyuhyun mehannya.

“Biarkan begini. Aku benar-benar hampir gila karena merindukanmu.” Kyuhyun membenamkan wajahnya di pundak Rae Ah.

“Kau puas telah menyiksaku, Kim Rae Ah?” Rae Ah melepaskan pelukannya. Mereka saling bertatapan. Perasaan bersalah menggerayangi hati Rae Ah. Sejujurnya, tidak hanya Kyuhyun yang tersiksa karena rindu. Rae Ah pun merasakan hal yang sama, bahkan hanya beberapa bulan setelah ia tinggal disana. Ia sadar, ia sangat rindu berteriak kesal karena ulah Kyuhyun. Ia rindu melihat muka menyebalkan Kyuhyun. Ia harus menahan itu sampai ia benar-benar yakin. Rae Ah mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun. Ia berjinjin untuk menyamakan wajahnya dengan wajah Kyuhyun. Rae Ah mencium bibir Kyuhyun tanpa ada niat untuk melepasnya. Kyuhyun membalas ciuman itu setelah terpaku untuk beberapa saat mendapat perlakuan seperti itu. Ciuman itu berlangsung lama. Lumatan-lumatan lembut seakan mewakili diri masing-masing.

“Tadi itu ciuman pertamaku.” ucap Rae Ah sambil menahan malu.

“lalu?”

“Aku harap kau mau memaafkanku karena telah membuatmu menunggu lama.” Kyuhyun mengecup kilat bibir Rae Ah.

“Jangan meminta maaf atas hal yang telah membuatku bahagia hingga saat ini. Ketika kau memintaku untuk menunggumu, aku merasa sangat bahagia. Aku memiliki harapan yang besar akan cintamu. Aku tidak pernah lelah menunggu, Kim Rae Ah.” Rae Ah meneteskan air mata.

“Apakah kita bisa menjadi kekasih, sekarang?” tanya Rae Ah malu-malu. Ia tidak ingin lagi merindukan Kyuhyun dari jauh. Ia ingin selalu bisa mengungkapkan kerinduannya setiap hari. Kyuhyun menunduk, menghembuskan nafasnya kasar.

“Tidak. Maafkan aku. Aku tidak bisa…”

“Wae? Kau bilang aku belum terlambat, Cho Kyuhyun” Kyuhyun terkejut melihat reaksi Rae Ah. Perempuan itu terlihat kecewa.

“Aku belum menyelesaikan kalimatku, nona Kim. Aku tidak bisa mengambil resiko kau akan menghilang dari jarak pandangku untuk yang kedua kalinya. Jika hanya menjadikanmu kekasihku, kau akan dengan mudah pergi. Aku ingin kau menjadi istriku, Kim Rae Ah.” ucap Kyuhyun panjang lebar, membuat Rae Ah kembali menangis.

“Kim Rae Ah, would you marry me?” entah sejak kapan benda kotak berwarna merah berisikan cincin berlian sudah ada dalam tangan Kyuhyun.

“I do…” Kyuhyun melingkarkan cincin itu di jari manis Rae Ah lalu menariknya ke dalam pelukan protektifnya.

“Aku mencintaimu, Kim Rae Ah.”

“Aku juga mencintaimu, Cho Kyuhyun.”

FINISH

Advertisements

Author: kyubumgirl

Calon wartawan yang lebih suka sama makanan daripada tubuh ideal.

35 thoughts on “Wait for Me”

  1. Yaaaaaaaaah kurang panjang eon>< sequel please ({}) ceritain gmn mreka nikah gmn bln madu mreka gmn mreka pny baby 😀 so sweet suamiKYU^^

  2. donghae ciuman ma siapa???
    oo kyuhyun dah oasti jngan disia siakan…dia nunggu beenr bener nunggu …itu so sweet

  3. Aku juga lebih mencintaimu Cho Kyuhyun wahahahahahahaha

    aigooooo
    uda berkali2 baca ff ini tapi bukan disini di blog sjff ya nah itu lah
    tapi tetap aja masih senyum2 gaje bacanya

    au penantian Kyuhyun akhirnya terbayar juga
    kkkkk

  4. Hi salam kenal buat authornya ^^

    Ga sia2 kyuhyun nungguin 5thn akhirnya mrk bersatu jg hehe trs donghaenya gmn itu?

    Mau kasih saran sih ini alur ceritanya aga kecepetan menurut aku jd baca ceritanya kya terkesan lg buru2 hehe, atau emg sengaja krn ini oneshoot kah?

    Kep writing buat authornya ya

  5. Hi salam kenal buat authornya ^^

    Ga sia2 kyuhyun nungguin 5thn akhirnya mrk bersatu jg hehe trs donghaenya gmn itu?

    Mau kasih saran sih ini alur ceritanya aga kecepetan menurut aku jd baca ceritanya kya terkesan lg buru2 hehe, atau emg sengaja krn ini oneshoot kah?

    Keep writing buat authornya ya

  6. emang yah kalo udah jauh udah gada baru aja disayang2in huhu tapi salut deh kyuhyun ditinggal 5 tahun masihhhh aja setia huhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s